Anda di halaman 1dari 5

TECHNOLOGY MANAGEMENT & VALUATION

Personal Assignment 2

Organized By:
EVA NURUL JAMILAH-1701497430

CLASS: LZM4

Lectured By:
Dr. Alimuddin, ST., MM., MT
Wahyu Sardjono, S.Si, MM., Dr

2016

Personal Assignment 2
Session 3
Case Study: PT. Telekomunikasi Selular, Sub Directorate Mobile Payment Business.
Pendahuluan
Telkomsel memperkenalkan layanan inovasi Mobile Payment berbasis NFC (Near Field
Communication) dengan nama T-CASH TAP. Layanan ini menjanjikan kenyamanan dalam
transaksi serta keunikan dengan cukup menempelkan ponsel nya ke mesin EDC dan transaksi
berjalan dengan aman.
T-CASH TAP merupakan inovasi lanjutan dari T-Cash yang pernah di luncurkan
Telkomsel sejak 2006. Layanan ini merupakan mobile wallet yang memungkinkan pelanggan
melakukan transaksi menggunakan ponsel berupa pembelian barang melalui toko, situs internet,
pembayaran tagihan, serta pembelian dan pengiriman pulsa yang kapan dan di mana saja hanya
dengan ponsel.
1. Konsep Value Chain
Konsep value chain dipopulerkan oleh Michael E. Porter pada tahun 1985 dalam buku
Competitive Advantage, Creating and Sustaining Superior Performance. Porter memberikan
pemahaman value chain sebagai sebuah kombinasi dari sembilan aktivitas operasi penambahan
nilai umum dalam sebuah perusahaan. Fokus utama dalam value chain terletak pada keuntungan
yang ditambahkan kepada konsumen, proses saling tergantung yang menghasilkan nilai, dan
permintaan yang dihasilkan serta arus dana yang dibuat (Feller, Shunk, dan Callarman, 2006:1).
Value chain menampilkan nilai keseluruhan, dan terdiri dari aktivitas nilai dan marjin.
Aktivitas nilai merupakan aktivitas nyata secara fisik dan teknologi yang dilakukan perusahaan.
Yaitu dengan membangun blok dimana perusahaan menciptakan sebuah produk yang berharga
bagi pembelinya. Marjin merupakan selisih antara nilai total dan biaya kolektif yang dilakukan
dari aktivitas nilai. Marjin dapat diukur dalam berbagai cara. Saluran pemasok dan value chain
juga mencakup marjin yang penting untuk dipisahkan dalam memahami sumber posisi biaya
perusahaan, karena saluran pemasok dan marjin merupakan bagian dari total biaya yang
ditanggung pembeli.

Value chain adalah pola yang digunakan perusahaan untuk memahami posisi biayanya
dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang dapat digunakan untuk memfasilitasi implementasi
dari strategi tingkat-bisnisnya. Value chain menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak
dari tahap bahan baku ke pelanggan akhir (Hitt, Ireland, Hoskisson, 2001:125).
Firm Infrastructure:
Telkomsel secara konsisten menjaga kinerja keuangan yang kuat, dimana pada tahun
2014 menghasilkan Rp 19.4 Triliun pendapatan bersih dan juga aset fisik perusahaan.

Support Activities

HR Management:
Telkomsel mentransformasi HR Management menjadi Human Capital Management untuk
meningkatkan skill, knowledge, ability dan attidute karyawan, agar sesuai dengan era
digital. Perusahaan membuat program strategi untuk mencari orang terbaik,
mengembangkannya dan menjaga talent-talent terbaik.
Technology Development:
T-Cash dikembangkan dari teknologi USSD menjadi aplikasi mobile selanjutnya
menggunkan teknologi NFC.
Procurement:
Telkomsel menggunakan sistem e-procurement untuk menjamin sistem procurement
yang transparan, cepat dan cermat.

Service

Marketing
& Sales

Outbound
Logistic

Operation

Inbound
Logistic

Primary
Activities

2. Value Chain Analysis


a. Primary Activities

Inbound Logistics
Menjaga hubungan dengan supplier sticker NFC dan mesin EDC.

Operations
Aktivitas operasional T-Cash tap terdiri proses produksi stiker NFC, penyediaan
mesin EDC, dan maintenance proses transaksi melalui T-Cash tap

Marketing and Sales


Telkomsel telah bekerja sama dengan berbagai macam merchant, seperti convenience
store, toko makanan dan minuman, dan bioskop. Mereka menawarkan harga khusus
dan diskon untuk menarik pelanggan. Untuk mensosialisasikan layanan dan
meningkatkan awareness pelanggan, Telkomsel mengadakan berbagai pameran dan

aktivitas yang dilipu media. Perusahaan juga membuat website T-Cash tap, brosur
dan video manual penggunaan yang dapat diakses 24 jam. Telkomsel juga
menggunakan media promosi digital advertising seperti SMS broadcast, Location
Based Advertising, serta broadcast LINE official account. Sebagai salah satu channel
distribution, Telkomsel mengandalkan Grapari sebagai official sales channel.

Service
Telkomsel meningkatkan penyediaan EDC ke berbagai merchant di seluruh
Indonesia. Untuk pelayanan pelanggan, Telkomsel juga mengandalkan Grapari
sebagai Front Line customer service terkait layanan mobile payment (T-Cash)

b. Support Activities

Firm Infrastructure
Telkomsel secara konsisten menjaga kinerja keuangan yang kuat, dimana pada tahun
2014 menghasilkan Rp 19.4 Triliun pendapatan bersih dan juga aset fisik perusahaan.
Layanan uang digital (T-Cash) Telkomsel telah dijamin oleh OJK (Otoritas Jasa
Keuangan) dan dilindungi pemerintah Indonesia.

Human Capital Management


Telkomsel mentransformasi HR Management menjadi Human Capital Management
untuk meningkatkan skill, knowledge, ability dan attidute karyawan, agar sesuai
dengan era digital. Perusahaan membuat program strategi untuk mencari orang
terbaik, mengembangkannya dan menjaga talent-talent terbaik.

Technology Development
T-Cash

dikembangkan

dari

teknologi

USSD

menjadi

aplikasi

mobile

selanjutnyamenggunkan teknologi NFC. Sebelum secara komersil dpubikasikan, TCash telah di ujicoba kepada seluruh karyawan Telkomsel dan hanya bisa digunakan
di merchant-merchant tertentu di area kantor Telkomsel.

3. Proses Bisnis Menggunakan SI dan TI


Semua proses bisnis inti telah menggunakan SI dan TI, karena pada dasarnya layanan T-Cash
adalah layanan uang digital dimana mengganti uang cash ke dalam bentuk cashless. Primary
activities dan Support activities secara penuh didukung oleh SI dan TI.

Daftar Pustaka

Annual report Telkomsel. 2014. Diakses pada http://www.telkomsel.com/about/investorrelations/25-Annual-Report.html


Profil perusahaan. www.telkomsel.com/about/corporate
Telkomsel T-Cash. https://digitalpayment.telkomsel.com/