Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN RESMI PROJECT TERAPI

ELEKTROSTIMULATOR

Dosen Pembimbing :
1. Hj. Endang Dian Setyoningsih, ST, MT
2. M. Ridha Maruf, ST, MT
3. Lamidi, ST, MT
Oleh :
1. Siska Diah Pangestu

( P27838014001 )

2. Yuliana Nau

( P27838014004 )

3. Retno Dyah Kinanthi

( P27838014005 )

4. Balya Subarkah

( P27838014013 )

5. Istiono Majid

( P27838014015 )

KELAS : 2A1

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK POLTEKKES


SURABAYA
2016

I.

DASAR TEORI
Electro Stimulator (ES) adalah segala sesuatu yang menghasilkan stimulasi
listrik berguna sebagai stimulus dari jaringan tubuh lainnya. ES banyak
jenisnya, salah satunya adalah Functional Electrical Stimulation (FES).

FES

adalah ES yang berfungsi untuk memberikan stimulasi pada jaringan tubuh


untuk dapat melakukan fungsi/kerja tertentu. Contohnya, FES pada otot jantung.
FES dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir untuk bisa mereplika sinyal
stimulus dan akhirnya bisa menggantikan sementara stimulus yang berasal dari
jaringan syaraf neural yang terputus selama menderita stroke. Dengan FES yang
sudah

didesain

untuk menghasilkan

artifak

sinyal

neural

maka

bisa

menstimulus jaringan otot motorik, dan stroke, khususnya yang terkena faktor
degenerasi

otot.

Selama

mengidap

penyakit

stroke, pasien mengalami

ketidakmampuan menggerakan organ motorik seperti tangan dan kaki. Hal ini
diakibatkan oleh terputusnya jaringan syaraf antara jaringan syaraf neural dan
jaringan otot motorik. Jika hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama,
otot-otot organ motorik akan mengalami penurunan daya kontraksi otot,
dilanjutkan dengan hilangnya kemampuan kontraksi otot, dan yang paling
parah adalah terjadinya degenerasi otot. Hal inilah yang menyebabkan pasien
pasca

stroke

mengalami kesulitan

pemulihan, sehingga

harus

dilatih

menggerakan organ motorik dengan fisioterapi. Jadi pokok permasalahan


adalah tidak bekerjanya otot dalam waktu yang lama menyebabkan
kehilangan

kemampuan kontraksi

sehingga

tidak

mempunyai

daya untuk

melakukan pergerakan. Dalam kondisi seperti ini perlu dilakukan fisiotrapi.


1.1

Komponen
1.

Trafo

otot

Transformator atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat


mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Transformator bekrja
berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Tegangan masukan bolak balik yang
membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung
dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksi GGL dalam lilitan
sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan
pada lilitan sekunder.Transformator memiliki berbagai jenis, namun yang perlu
diketahui ada dua macam transformator, diantaranya yaitu :

Transformator step upadalah transformator yang memiliki lilitan


sekunder lebih banyak daripada lilitan primer(Ns > Np), sehingga
berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui
pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang
dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam
transmisi jarak jauh.

Gambar Simbol trafo step up

Transformator step down adalah transformator yang memiliki lilitan


sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer(Np > Ns), sehingga
berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat
mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Gambar Simbol trafo step down


Dan trafo yang digunakan pada percobaan ini adalah tafo step dwon yang
dapat menjadi adaptor AC-DC karena rangkaian-rangkaian pada percobaan
ini menggunakan tegangan DC.

2.

Resistor

Gambar resistor

simbol resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang memang didesain memiliki dua


kutup yang nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik apabila di aliri
tegangan listrik antara kedua kutub tersebut. Resistor biasanya banyak digunakan
sebagai bagian dari sirkuit elektronik. Tak cuma itu, komponen yang satu ini juga
yang paling sering digunakan di antara komponen lainnya. Resistor adalah
komponen yang terbuat dari bahan isolator yang didalamnya mengandung nilai
tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang diinginkan.
3.

Dioda

Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua ( dioda termonik,mungkin


memiliki saluran ke tiga sebagai pemanas). Dioda memiliki dua elektroda aktif
dimana isyarat listrik dapat mengalir dan kebanyakan dioda digunakan karena
karakteristik satu arah yang dimiikinya. Fungsi paling umum dioda adalah untuk
untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam satu arah dan untuk menahan
arus dari arah sebaliknya.
Dioda dapat disusun dengan dua cara, yakni forward bias dan reverse bias.
Forward bias adalah suatu keadaan dimana anoda diberi muatan positif dan katoda
mendapat tegangan negatif, maka akan ada arus yang mengalir atau arus yang
dapat mengalir melalui dioda. Sedangkan Reverse bias adalah suatu keadaan
dimana anoda mendapat tegangan negatif dan katoda mendapat tegangan positif,
maka tidak akan ada arus yang mengalir melalui dioda tersebut.

4.

LED
Dioda emisi cahaya atau dikenal dengan singkatan LED merupakan Solid
State Lamp yang merupakan piranti elektronik gabungan antara elektronik
dengan optik, sehingga dikategorikan pada keluarga Optoelectronic. Tegangan
maksimum yang dimiliki oleh LED adalah 2 volt.
LED digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energy cahaya jika
dikenai tegangan maju. Pada saat ini, LED tersedia dalam beberapa warna cahaya.
Seperti merah, kuning, dan hijau. Pada dasarnya, semua warna bisa dihasilkan.
Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan
semikonduktor yang dipergunakannya.

Simbol LED

5.

Gambar LED

Kapasitor
Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator)

adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam
waktu sementara. Kapasitor memiliki dua jenis yakni : Kapasitor polar dan
kapasitor non polar.
Kapasitor Polar adalah kapasitor yang memiliki dua buah kaki dan dua
buah kutub yakni kutub positif dan negatif serta memiliki cairan
elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya

lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif ataupun kutub negatif


pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat,
merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.

Simbolnya
6.

Transistor
Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 3 kaki

elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar).


Komponen ini berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching),
stabilitasi tegangan, modulasi sinyal dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Selain
itu, transistor juga dapat digunakan sebagai kran listrik sehingga dapat mengalirkan
listrik dengan sangat akurat dan sumber listriknya.

Gambar transistor

7. LM555

Konfigurasi LM555

Gambar LM555

IC timer 555 atau sering disebut dengan IC 555 adalah salah satu IC yang
mempunyai banyak sekali kegunaan. IC ini pertama kali diperkenalkan oleh
signetics corporation sebagai SE555/NE555 dan disebut The IC Time Machine
yang merupakan mesin timer pertama dan dikomersialkan. Fungsi dari IC555 bisa
bermacam-macam, karena dapat menghasilkan sinyal pendetak/sinyal kotak. IC 555
diletakkan dalam suatu rangkaian digunakan sebagai clock untuk jam digital, hiasan
menggunakan lampu LED, menyalakan 7-segment dengan rangkaian astable,
metronome dalam industry music, timer counter, atau dengan lebih dalam

mengutak-atik lagi dapat memberikan PWM (pulse width modulation) yang


mengatur frekuensi sinyal logika high untuk mengatur duty cycle yang diinginkan.
8. IC 7404 / Gerbang Not

Gerbang NOT ( IC 7404 ) atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter)
memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah
inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal
keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan.
Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika
tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau 1 dan 0, maka
membalik logika tegangan berarti mengubah 1 menjadi "0 atau sebaliknya
mengubah nol menjadi satu.
9.

Induktor
Induktor adalah sejenis komponen elektronika pasif yang mayoritas
bentuknya torus, bisa menjadi media penyimpan energi pd medan magnet yg
dimunculkan akibat aliran listrik yang melaluinya. Komponen ini biasanya juga
disebut dengan spul. Bahan pembuatannya dari bahan tembaga berupa kawat
dengan email yang tipis. Satuan yang digunakan adalah Henry, dengan singkatan
H.

Simbol

10. ATMEGA 8

gambar induktor

AVR ATmega8 adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berarsitektur AVR


RISC yang memiliki 8K byte in-System Programmable Flash. Mikrokontroler
dengan konsumsi daya rendah ini mampu mengeksekusi instruksi dengan
kecepatan maksimum 16MIPS pada frekuensi 16MHz. Jika dibandingkan
dengan ATmega8L perbedaannya hanya terletak pada besarnya tegangan yang
diperlukan untuk bekerja. Untuk ATmega8 tipe L, mikrokontroler ini dapat
bekerja dengan tegangan antara 2,7 - 5,5 V sedangkan untuk ATmega8 hanya
dapat bekerja pada tegangan antara 4,5 5,5 V.

Gambar konfigurasi atmega8

Bentuk atmega8

ATmega8 memiliki 28 Pin, yang masing-masing pin nya memiliki


fungsi yang berbeda-beda baik sebagai port maupun fungsi yang lainnya .
11. Elektroda
Elektroda adalah konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengan
bagian atau media non-logam dari sebuah sirkuit (misal semikonduktor, elektrolit
atau vakum).

12. IC Regulator
IC Regulator adalah komponen yang berfungsi sebagai pembatas tegangan
yang dirancang

secara otomatis menjaga agar tegangan konstan. Salah satu

contoh IC Regulator yang digunakan adalah IC Regulator 7805 maka tegangan


yang keluar sebesar +5V.
II.

SOP
1. Persiapkan semua peralatan yang berkaitan dengan Elektro Stimulator seperti
elektroda dan stop kontak untuk menghubungkan alat dengan listrik PLN.

2. Atur posisi pasien senyaman dan serileks mungkin. Kulit harus bersih dan
bebas dari lemak misalnya lotion. Lepaskan semua metal diarea terapi.
3. Elektroda diletakan pada daerah nyeri, kemudian tekan tombol ON pada alat.
4. Selanjutnya pilih level yang akan diterapkan pada pasien dengan cara menekan
tombol UP/DOWN, setelah itu tekan tombol ENTER.
1. Untuk memilih level yang lain tekan tombol RESET, kemudian lakukan lagi
langkah no 4.
III.

BLOK DIAGRAM

BOOST
CONVERTER

POWER
SUPPLY

PASIEN

PULSE
GENERAT
OR

MIKROKONTROL
ER

ELEKTROD
A

Cara Kerja Blok Diagram Sistem :


Power supply memberi tegangan pada semua rangkaian. Pada rangkaian boost
converter mendapat input dari rangkaian mikrokontroler yang digunakan untuk
mengatur tegangan dan frekuensi yang dibutuhkan selama terapi selanjutnya dari
boost converter dilanjutkan ke pulse generator, rangkaian ini juga selain mendapat
input dari boost converter juga mendapat input dari mikrokontroler yang berupa
sinyal PWM. Kemudian dilanjutkan ke elektroda kemudian ke pasien.
SKEMATIK RANGKAIAN
Rangkaian Power supply

2
1

OUT

IN

GND

1.

1
2

IV.

Pada project Terapi ini, digunakan satu power supply yaitu power supply
dengan 2 outputan yaitu tegangan plus 5V dan ground yang digunakan untuk

menyuplai semua rangkaian.


Tegangan AC yang keluar dari trafo oleh dioda bridge di Searahkan
menjadi tegangan DC kemudian noise tegangan difilter oleh kapasitor 2200F
sehingga menjadi tegangan DC sempurna. Kemudian tegangannya dibatasi oleh
IC Regulator. Lalu oleh transistor TIP 3055 ( untuk tegangan DC +5V,)
dikuatkan arusnya sehingga besar arus output sama dengan besar arus yang
dikeluarkan oleh trafo. Kemudian outputan dari transistor difilter lagi dengan
kapasitor agar tegangan output tetap stabil (tidak ada noise tegangan).
2.

Skematik rangkaian boost Converter

1
2

2
1

1
2

Boost Convereter berfungsi untuk menghasilkan tegangan keluaran


yang lebih tinggi dibanding tegangan masukannya, atau biasa disebut dengan
konverter penaik tegangan. Pada saat rangakaian ini mendapat vcc, maka siklus
tegangan DC / input akan mengalir melalui induktor. Kemudian ketika gain
mosfet mendapat logika 1 dari MINSIS (PORTB.3) maka tidak ada tegangan
yang mengalir pada dioda. Pada saat gain berlogika 0 maka kondisi ini akan
mengakibatkan MOSFET dalam kondisi terputus, sehingga tegangan DC yang
1

1
2
3
4
5
6

ada pada induktor2 akan diteruskan menuju kapasitor dengan melalui dioda.
1
2

Semakin tinggi frekuensi pada gain MOSFET maka tegangan yang di simpan di
VCC

kapasitor
semakin tinggi.
7
D IS
2
1

1
3
5
7
9
11
13

TR

TH R
GND

OUT
CV

1
2

2
4
6
8
10
12
14

3. Skematik Rangkaian Pulsa Generator

1
2
1
1

2
1

1
2

Rangkaian

ini

berfungsi

sebagai

pembangkit

frekuensi

dengan

menggunakan IC NE555 sebesar 23Hz dengan bentuk gelombang kotak. Output


dari IC NE 555 disambungkan denagan basis NPN1 dan Gerbang NOT, ketika
output IC NE 555 berlogika 1 maka NPN 1 saturasi, dan outputan dari IC NE
555 logikanya dibalik oleh gerbang Not sehingga ketika output IC NE 555
berlogika 1 maka keluaran dari gerbang NOT menjadi berlogika 0 sehingga
NPN2 cut off yang menyebabkan PNP cut off, sehingga tegangan dari durasi
kontrol tidak sampai pada elektroda.
Sebaliknya ketika output IC NE555 berlogika 0 maka NPN1 cut off,
dan outputan gerbang NOT berlogika 1 sehingga NPN2 saturasi yang
menyebabkan PNP saturasi, sehigga tegangan dari durasi kontrol sampai
ke elektroda.
4. Skematik Rangkaian atmega8
Rangkain ini berfungsi sebagai rangkain kontrol dengan menggunakan
bahasa program.
1. PORTB.3 berfungsi sebagai input tegangan yang dihasilkan oleh boost
converter.
2. PORTC.1 befungsi menghasilkan PWM yang dihubungkan ke Pulse
Generator.
3. PORTB.0,1,2 terhubung dengan push button yang berfungsi sebagai
tombol control tegangan naik atau turun, enter dan juga reset.
4. PORTD.0-6, terhubung dengan led bar yang berfungsi sebagai indikator
tegangan yang dipilih.

V CC

VC C

VC C

VC C
J5

VC C

2
1
VC C

R 6

R 5
1k

C 1
4U 7

C 3
100n
D 4
IC 1

C O N 2
P
P
P
P
P

C 2
100n
2

1k
SW 1

D
D
D
D
D

V CC

R ST

0
1
2
3
4

PD 5
PB0

1
1
1
1
1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
0
1
2
3
4

P
P
P
P
P
P
V
G
P
P
P
P
P
P

C 6
D 0
D 1
D 2
D 3
D 4
C C
N D
B6
B7
D 5
D 6
D 7
B0

LED
(R E S E T )(S C
(R x D ) (S D
(T x D )
(IN T 0 )
(IN T 1 )
(X C K /T 0 )

L /A
A /A
(A
(A
(A
(A

D
D
D
D
D
D

C
C
C
C
C
C

5) PC 5
4) PC 4
3) PC 3
2) PC 2
1) PC 1
0) PC 0
AG N D
AR EF
(X T 1 /T O S C 1 )
AVC C
(X T 2 /T O S C 2 ) (S C K ) P B 5
(T 1 )
(M IS O ) P B 4
(A IN 0 ) (O C 2 /M O S I) P B 3
(A IN 1 )
(S S /O C 1 B ) P B 2
(IC P )
(O C 1 A ) P B 1

28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
18
17
16
15

P
P
P
P
P
P

C
C
C
C
C
C

P
P
P
P
P

B
B
B
B
B

5
4
3
2
1
0
VC C

V CC
5
4
3
2
1

A T m e g a 8 -D IL 2 8
J7

J8
6
5
4
3
2
1

P
P
P
P
P
P

B
B
B
B
B
B

0
1
2
3
4
5

C O N 6

V.

J9
6
5
4
3
2
1

P
P
P
P
P
P

C
C
C
C
C
C

0
1
2
3
4
5

C O N 6

6
5
4
3
2
1

P
P
P
P
P
P

D
D
D
D
D
D

0
1
2
3
4
5

C O N 6

LISTING PROGRAM

*****************************************************
This program was produced by the
CodeWizardAVR V2.05.3 Standard
Automatic Program Generator
Copyright 1998-2011 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.
http://www.hpinfotech.com
Project :
Version :
Date

: 12/21/2015

Author : Ria
Company : adilah
Comments:
Chip type
Program type

: ATmega8
: Application

AVR Core Clock frequency: 1.000000 MHz

H EAD ER 6
6
5
4
3
2
1
JP5

Memory model

: Small

External RAM size


Data Stack size

:0
: 256

*****************************************************
#include <mega8.h>
#include <delay.h>
unsigned

char

dataled[7]={0b01111111,0b10111111,0b11011111,0b11101111,0b11110111,0b111
11011,0b11111101};
unsigned char i=0;
unsigned char a;
unsigned

char

dataled2[7]={0b01111111,0b00111111,0b00011111,0b00001111,0b00000111,0b0
0000011,0b00000001};
unsigned char dataocr[7]={100,48,7,4,12,8,3};
unsigned char datapres[7]={0x1f,0x1f,0x1f,0x1f,0x1e,0x1e,0x1e};
void main(void)
{
// Declare your local variables here
// Input/Output Ports initialization
// Port B initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=Out Func2=In Func1=In
Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=0 State2=P State1=P
State0=P
PORTB=0x07;
DDRB=0x08;
// Port C initialization

// Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out


Func0=Out
// State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTC=0x00;
DDRC=0x7F;
// Port D initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out
Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTD=0x00;
DDRD=0xFF;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer1 Stopped
// Mode: Normal top=0xFFFF
// OC1A output: Discon.
// OC1B output: Discon.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge

// Timer1 Overflow Interrupt: Off


// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0x00;
TCCR1B=0x00;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: 0.977 kHz
// Mode: CTC top=OCR2
// OC2 output: Toggle on compare match
ASSR=0x00;
TCCR2=0x1F;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization

// INT0: Off
// INT1: Off
MCUCR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization


TIMSK=0x00;

// USART initialization
// USART disabled
UCSRB=0x00;

// Analog Comparator initialization


// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;

// ADC initialization
// ADC disabled
ADCSRA=0x00;

// SPI initialization
// SPI disabled
SPCR=0x00;

// TWI initialization

// TWI disabled
TWCR=0x00;

while (PINB.2==1)
{
OCR2=0x255;
if(PINB.0==0)
{
if(i<6){i++;}
delay_ms(500);
}
else if(PINB.1==0)
{
if(i>0){i--;}
delay_ms(500);
}
PORTD=dataled[i];
}
delay_ms(500);
while(1)
{
for(a=0;a<=i;a++)
{
PORTD=dataled2[a];

TCCR2=0x00;OCR2=0x00;PORTB.3=0;PORTC.1=1;

delay_ms(500);
TCCR2=datapres[a];OCR2=dataocr[a];PORTC.1=0;
delay_ms(500);

TCCR2=0x00;OCR2=0x00;PORTB.3=0;PORTC.1=1;
delay_ms(500);
TCCR2=datapres[a];OCR2=dataocr[a];PORTC.1=0;
delay_ms(500);

TCCR2=0x00;OCR2=0x00;PORTB.3=0;PORTC.1=1;
delay_ms(500);
TCCR2=datapres[a];OCR2=dataocr[a];PORTC.1=0;
delay_ms(500);
}
}

}
VI.

KESIMPULAN
Elektrostimulator ini sebagai alat terapi kesehatan yang prinsip kerjanya
memberikan stimulasi kejutan elektron pada tubuh pasien melalui elektroda. Dari
rangkaian IC NE555 dapat dihasilkan pulsa osilator sebesar 23Hz. Setelah
dilakukan penggabungan dengan rangkaian-rangkaian yang lain, rangkaian pulsa
driver dapat menggabungkan frekuensi 23Hz dengan tegangan yang berasal dari
boost converter sehingga menjadi tegangan untuk stimulasi otot pasien.
Rangkaian boost converter digunakan sebagai rangkaian untuk menaikkan
tegangan yang akan dioutputkan ke pasien. Rangkaian mikrokontroller digunakan
untuk mengatur delay ON dan OFF, tombol-tombol seperti tombol UP, Down,
Start, RESET, output pemilihan tegangan dengan indikatorsegment, serta output
tegangan ke pasien.

Saran kami selaku pembuat projek ini jika anda menginginkan hasil
kejutaan yang lebih tinggi dapat menaikkan tegangan lebih dari 70VDC.

DAFTAR PUSTAKA
http://belajaruntukberbahagia.blogspot.com/p/gerbang-logika-not.html
https://www.academia.edu/6701236/Tujuan_Praktikum
http://teknikelektronika.com/pengertian-resistor-jenis-jenis-resistor/
http://www.abi-blog.com/2014/04/pengertian-tujuan-pemakaian-dan-jenis-relay.html
http://maulana.lecture.ub.ac.id/files/2014/03/Teori-Dasar-MOSFET-Metal-Oxide-SemiconductorField-Effect-Transistor.pdf
http://teknikelektronika.com/pengertian-relay-fungsi-relay/
http://diary4share.blogspot.com/2009/10/iptek-struktur-fungsi-aplikasi-dancara.html#ixzz3Ym1cIg6R
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike
http://www.pustakasekolah.com/mengenal-komponen-ic-timer-555.html
diary4share.blogspot.com/2009/10/iptek-struktur-fungsi-aplikasi-dan-cara.html
Westinghous Electric, Choppers For Sao Paulometro fol-low BART

pattern.

Railway

Gazette International, Vol. 129, No. 8, 1973, pp 309-310.


Y. Chen, S. Chen, W. Chen, C. Hsiao, T. Kuo, and J. Lai, Neural Network and Fuzzy Control in
FES-assisted Locomotion for the Hemiplegic, J. Med. Eng. & Tech., vol. 28, pp. 32-38, 2004.