Anda di halaman 1dari 2

289.

Terang bulan terang kepaya


Raja mesir bertenun kain
Tuan dipandang bertambah caya
Rasaku tidak pada yang lain
290.Ambil puan dari merinda
Pandan di jawa saya robohkan
Jika tuan membawa adinda
Badan dan nyawa saya serahkan
291.Ayam belanda terbang ke jambi
Pandan di jawa diagungkan
Jika kakanda nengingkar janji
Badan dan nyawa menanggungkan
292.Buat apa berkain batik
Kalau tidak pakai selendang
Melihat kamu berwajah cantik
Hatiku jadi ingin meminang
293.Padang berbunga dalam rimba
Angin menderu dari tiku
Badanlah lama tidak bersua
Kinilah baru bertemu
294.Baru diikat bunga tanjung
Sama terikat bunga pandan
Baru melihat adik kandung
Kembali semangat dalam badan
295.Dari mana hendak ke mana
Dari jepang hendak ke cina
Kalau boleh saya bertanya
Bunga cantik siapa yang punya
296.Ku tak ingin sepiring belut
Yang ku ingin sepiring nasi
Ki tak ingin cinta di mulut
Yang ku ingin cinta di hati
297.Disana gunung disini gunung
Ditengah tengah pohon melati
Disana bingung disini bingung
Sama-sama menaruh hati
298.Kalau tidak karena puan
Tidak bintang meninggi hari
Kalau tidak karena tuan
Tidak beta sampai kemari

299.Buah mengkudu kusangka kandis


Kandis terletak dalam puan
Gula madu kusangka manis
Manis lagi senyummu,tuan
300.Dari mana datangnya kereta
Kalau bukan dari stasiun balapan
Dari mana datangnya cinta
Kalau bukan dari kenalan
301.Nenek nenek jualan jamu
Jualan jamu di jemnatan layang
Aku ingin mencintaimu
Cintaku hanya untukkmu sayang
302.Buah mengkudu buah manggis
Kedua buah jatuh di parit
Mengapa mulut berkata manis
Kalau hati terasa pahit
303.Ayam didik mulalah terbang
Ambilkan dedak berikan makan
Jangan Cik Adik merasa bimbang
Segala kehendak abang tunaikan
304.Rindu dendam keluh kesah
Seolah sembilu menusuk kalbu
Rinduku dalam hatiku resah
Terasa pilu tidak bertemu
305.Tunduk malu tidak biasa
Bunga melati jadi tumpuan
Sehari berlalu setahun terasa
Rindu di hati padamu puan
306.Jalan-jalan ke Padang Selasa
Berjalan dengan membawa barang
Amat lama kupendam rasa
Hatiku hanya padamu sayang