Anda di halaman 1dari 57

Waktu : 6 x 45 Menit

(Keseluruhan KD)
Standar
Kompetensi
:
1.

Menampilka
n sikap
positif
terhadap
Pancasila
sebagai
ideologi
terbuka

Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan
Pancasila sebagai
ideologi terbuka.

1.2. Menganalisis Pancasila


sebagai sumber nilai
dan paradigma
pembangunan.
1.3. Menampilkan sikap
positif terhadap

Waktu : 4 x 45 Menit
Standar Kompetensi :
Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila
sebagai ideologi terbuka

Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan
Pancasila sebagai
ideologi terbuka.

(Indikator)
Hasil Yang Diharapkan :
Menjelaskan Pancasila sebagai kesepakatan
bangsa Indonesia.
Menguraikan pengertian Pancasila dan
proses perumusan Pancasila sebagai dasar
negara.
Mendeskripsikan kedudukan Pancasila bagi
bangsa Indonesia.
Menganalisis Pancasila sebagai ideologi
terbuka.

Kesepakatan Bangsa Indonesia


Pengertian Pancasila

PANCASILA

Proses Perumusan
Pancasila

Kedudukan
Pancasila Bagi
Bangsa Indonesia

Dasar Negara
Pandangan Hidup
Ligatur Bangsa
Jati diri Bangsa

Sebagai Ideologi Terbuka

1. Kedudukan Pancasila Bagi Bangsa Indonesia


a. Kesepakatan Bangsa
Indonesia
Bukti-bukti bahwa Pancasila mrp hasil
kesepakatan
Bangsa Indonesia dengan legalitas yang kuat,
dapat
ditinjau dari :
Justifikasi yuridis (UUD 1945 dan Ketetapan
MPR),
Justifikasi Teoritis - Filsafati (Alinea Kedua,
Keempat dan Pasal 29 UUD 1945),
Justifikasi Sosiologis historis (nilai-nilai

b.Pengertian
Pancasila
Beberapa pengertian Pancasila yang
dikemukakan oleh para ahli :
1. Muhammad Yamin, Pancasila berasal dari kata Panca yang
berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau
peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan
demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi
pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan
baik.
2. Ir. Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang
turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh
kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja
falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa
Indonesia.

Lanjutan .
3. Notonegoro, Pancasila adalah Dasar Falsafah Negara
Indonesia. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan
Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan
Ideologi negara yang diharapkan menjadi pendangan hidup
bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang
persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan
negara Indonesia.
4. Berdasarkan Terminologi, Pada 1 juni 1945, dalam sidang
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan kemerdekaan
Indonesia (BPUKI), Pancasila yang memiliki arti lima asas
dasar digunakakn oleh Presiden Soekarno untuk memberi
nama pada lima prinsip dasar negara Indonesia yang
diusulkannya.

Sejarah singkat garuda pancasila

1. Kendaraan kereta kuda, wisnu


melambang burung garuda.
2. Burung Garuda, hewan raksasa
jaman purba yang memiliki kekuatan
perkasa tidak gentar terhadap lawan.

c. Proses Perumusan Pancasila Sebagai


Dasar Negara
BPUPKI (Badan panitia urusan persiapan kemerdekaan indonesia) telah
mengadakan sidang 2 kali, yaitu :
Sidang Pertama, tgl 29 Mei s.d. 1 Juni 1945 (dikemukakan usul dan pendapat
oleh anggota BPUPKI mengenai Dasar Negara dan Rancangan UUD).
Mr. Muhammad Yamin, pada tgl. 29 Mei 1945
menyampaikan sebagai berikut:
1. Peri Kebangsaan
2.
3.

Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan

4.
5.

Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat.

6. Sidang Kedua, tgl 10 s.d. 17 Juli 1945.

Lanjutan .
Mr Soepomo, pada tgl. 31 Mei 1945 menyampaikan usulan sbb :
1. Paham Negara Kesatuan
2. Perhubungan Negara dengan Agama
3. Sistem Badan Permusyawaratan
4. Sosialisasi Negara
5. Hubungan antar Bangsa
Ir. Soekarno, tgl. 1 Juni 1945 mengusulkan sbb :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. KeTuhanan yang berkebudayaan.

Lanjutan .
Panitia Kecil pada sidang PPKI, tgl. 22 Juni 1945,
sbb :
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Paniti kecil bertugas untuk menggolong-golongkan dan


memeriksa catatan-catatan tertulis selama sidang.
Ketua
: Ir. Soekarno
Anggota : 1) Drs. Mohammad Hatta, 2) Mr. Muhammad
Yamin, 3) Mr. A. Subardjo, 4) Mr. A.A. Maramis 5) K.H. A.
Kahar Moezakkir, 6) K.H.A Wachid Hasjim, 7) Abikusno
Tjokrosujoso, 8) H. Agus Salim Panitia Kecil atau panita 9
(sembilan) yang pada akhirnya menghasilkan Piagam Jakarta
(Jakarta Charter).

Lanjutan .
Rumusan Akhir Pancasila, ditetapkan tgl 18 Agustus 1945, sbb :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan /perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Bangsa Indonesia bertekad bahwa Pancasila
sebagai dasar negara tidak dapat dirubah oleh
siapapun, termasuk oleh MPR hasil pemilu. (Tap
MPRS No. XX/MPRS/1966, jo Tap MPR
No.XVIII/MPR/1988 dan Tap MPR
No.III/MPR/2000).

d.Kedudukan Pancasila Bagi Bangsa


Indonesia
Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik
Indonesia :
Sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan
dan penyelenggaraan negara.
Bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah
oleh siapapun, termasuk oleh MPR-DPR hasil
pemilihan umum.
Merupakan kaidah negara yang fundamental,
yaitu bahwa hukum dasar tertulis (UUD), hukum
tidak tertulis (konvensi), dan semua hukum atau
peraturan perundang-undangan harus
bersumber pada Pancasila.

Lanjutan .

Perwujudan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar


negara, dalam bentuk peraturan perundangundangan berisifat imperatif (mengikat) bagi :
Penyelenggara negara
Lembaga kenegaraan
Lembaga
kemasyarakatan
Warga negara Indonesia
di mana pun berada,
dan
Penduduk di seluruh
wilayah Negara
Kesatuan Republik

Lanjutan .
Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sesuai
dengan Pembukaan UUD 1945 dan berdasarkan
Ketetapan MPR No. III/MPR/2003 tentang Sumber
Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundangundangan, adalah sbb :
Cita
Cita
Negar
a

Pandangan
Hidup
Masyarakat

Pandangan
Hidup
Bangsa

Pandangan
Hidup
Negara

Konstitutif
Staatsfund
amentalnor
m
Cita
Lainnya

Huku
m

Regulatif
Staatsgrundg
e setze ke
bawah

Lanjutan .
PANCASILA

Pancasila Dlm
Pembukaan
UUD 1945
Batang Tubuh Dan
Penjelasan UUD
1945
Ketetapan MPR
Peraturan Perundangundangan mulai dari undangundang sampai Keputusan
Gubernur, Bupati/Kotamadya

Cita Hukum

Staatsfundamentalno
rm

Staatsgrundge
setze

Formell Fgesetz
& Verordnung &
Autoname
Satzung

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa :


Merupakan pedoman dan pegangan dalam
pembangunan
bangsa dan negara agar dapat :
Mampu berdiri kokoh,
Dapat mengetahui arah tujuan dalam
mengenal dan memecahkan masalah
(ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
dan pertahanan keamanan) yang dihadapi
oleh bangsa, dan
Tidak terombang ambing oleh keadaan
apapun, termasuk dalam era global dewasa
ini.

Lanjutan .

Pancasila sebagai pandangan hidup, nilainilainya telah terkristalisasi dari kehidupan


nyata masyarakat Indonesia, antara lain :
Kedamaian,

Keselarasan,

Keimanan,

Keberadaban,

Ketaqwaan,

Persatuan dan Kesatuan,

Keadilan,

Mufakat,

Kesetaraan,

Kebijaksanaan,
Kesejahteraan.

Pancasila Sebagai Ligatur Bangsa Indonesia


Kata ligatur berasal dari bahasa Latin
ligatura yang berarti sesuatu yang mengikat.
Prof. Dr. Roland Peanok, memberi makna
ligatur sebagai ikatan budaya atau cultutal
bond.
Jadi, ligatur merupakan ikatan budaya yang
berkembang secara alami dalam kehidupan
masyarakat, tidak karena paksaan yang
dipandang perlu dan penting untuk menjaga
keutuhan dan kesatuan masyarakat.

Lanjutan .

Bung Karno, dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa


nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila bersumber
dan digali dari nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang
tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Pancasila sebagai lagatur bangsa Indonesia, mampu
memenuhi kriteria :
1. Memiliki daya ikat bangsa yang mampu menciptakan
suatu bangsa dan negara yang kokoh,
2. Nilai-nilai Pancasila, telah difahami dan diyakini oleh
masyarakat, yang selanjutnya diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari tanpa adanya rasa paksaan.

Pancasila Jati Diri Bangsa Indonesia


Pancasila merupakan prinsip dasar dan nilai dasar
yang mempribadi (living reality), sehingga
sekaligus merupakan jatidiri bangsa Indonesia.
Jatidiri bangsa adalah pandangan hidup yang
berkembang di dalam masyarakat yang menjadi
kesepakatan bersama, berisi konsep, prinsip dan
nilai dasar yang diangkat menjadi dasar negara
sebagai landasan statis, ideologi nasional, dan
sebagai landasan dinamis bagi bangsa yang
bersangkutan dlm menghadapi segala
permasalahan menuju cita-citanya.
Jatidiri bangsa Indonesia bersifat khusus, otentik
dan orisinil yang membedakan bangsa Indonesia

e. Pancasila Sebagai Ideologi


Terbuka
Beberapa pengertian tentang
: Tracy, Ideologi merupakan bagian dari filsafat
ideologi
Destult de
yang merupakan ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lain
seperti pendidikan, etika dan politik, dan sebagainya.
Labaratorium IKIP Malang, Ideologi adalah seperangkat
nilai, ide dan cita-cita beserta pedoman dan metode
melaksanakan / mewujudkannya.
Kamus Ilmiah Populer, Ideologi adalah cita-cita yang
merupakan dasar salah satu sistem politik, faham
kepercayaan dan seterusnya (ideologi sosialis, ideologi
Islam, dan lain-lain).

Lanjutan .

Moerdiono, Ideologi adalah merupakan


kompleks pengetahuan dan nilai, yang
secara keseluruhan menjadi landasan bagi
seseorang (masyarakat) untuk memahami
jagat raya dan bumi seisinya serta
menentukan sikap dasar untuk
mengelolanya.
Ensyclopedia International, Ideologi adalah
system of ideas,belief, and attitudes which
underlie the way of live in a particular
group, class, or society (sistem gagasan,
keyakinan, dan sikap yang mendasari cara
hidup suatu kelompok, kelas atau
masyarakat khusus.

Lanjutan .

Prof. Padmo Wahyono, SH., Ideologi diberi makna


sebagai pandangan hidup bangsa, falsafah hidup
bangsa, berupa seperangkat tata nilai yang dicitacitakan dan akan direalisir di dalam kehidupan
berkelompok. Ideologi ini akan memberikan stabilitas
arah dalam hidup berkelompok dan sekaligus
memberikan dinamika gerak menuju ke yang dicitacitakan.
Dr. Alfian, Ideologi adalah suatu pandangan atau
sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang
bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral
dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku
bersama dalam berbagai segi kehidupan.

Lahir dan Tumbuh-kembang


Ideologi
Diyakini Kebenarannya Utk Hidup Brsama
Diakui Adanya
Nilai-nilai Dasar

Dicantumkan Dalam
Konstitusi Negara
IDEOLOGI
NEGARA

Tumbuh-kembang di
dalam Masyarakat
Konsep-konsep
Abstrak (inkrimental)

Dirumuskan Dalam
Deklarasi Negara
Dijabarkan Dalam
Berbagai Kehidupan

Pertam
a

Kedua

Hasil Olah Fikir Para


Cendikiawan

Hakikat dan Fungsi Ideologi


Ideologi mempunyai fungsi sebagai berikut :
Struktur kognitif, ialah keseluruhan pengetahuan yang dapat
merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia
dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.
Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan
makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi
seseorang untuk melangkah dan bertindak.
Bekal dan jalan bagi seseorang utk menemukan identitasnya.
Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong
seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami,
menghayati serta melakukan tingkah lakunya sesuai dengan
orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya.

Ideologi Sebagai Suatu Sistem


Ideologi dapat
dirumuskan sbg suatu
sistem berfikir
masyarakat untuk
menginterprestasikan
hidup & kehidupannya.

Aspek-Aspek
Kehidupan (Deduktif)

Sistem
Politik

Idee
(Gagasan-gagasan)
Hidup dan Kehidupan
(Induktif)

NEGARA
DAN
MASYARAKAT

Sistem
Ekonomi

Kepribadian
Bangsa

Sistem
Sosial-Budaya

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional


Nilai-nilai SosioBudaya yang
Terkristalisasi
Living Reality
Dalam
Masyarakat

Nilai-Nilai
Filosofis

Filsafat Negara
(Sistem Nilai)
Filosofis Ideologis
Yg Konstitusional

Dikukuhkan Berdasarkan
Undang-Undang Dasar 1945

Pandangan Mendasar :
Paham Ketuhanan
Paham Kemanusiaan
Paham Kenegaraan
Paham Kekeluargaan &
Musyawarah
Paham Keadilan Sosial

Pancasila
Sbg Ideologi
Nasional

Pancasila
Sbg Dasar
Negara

Peraturan Perundangundangan

Pancasila Ideologi Terbuka


1. Dimensi Realita (suatu ideologi bersumber
dari nilai-nilai riil yang hidup dalam
masyarakat)

Pandangan
Dr. Alfian
Dimensi
Ideologi
Terbuka

2. Dimensi Idealisme (nilai-nilai dasar


ideologi tersebut mengandung idealisme,
bukan lambungan angan-angan (utopia).
3. Dimensi Fleksibelitas/Pengembangan
(suatu ideologi memiliki keluwesan yang
merangsang pengembangan pemikiranpemikiran baru yang relevan tentang
dirinya, tanpa menghilangkan atau
mengingkari hakekat/jati dirinya).

Gagasan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka


Secara formal ditampilkan sekitar tahun 1985,
walaupun semangatnya sendiri sesunguhnya dapat
ditelusuri dari pembahasan para pendiri negara pada
tahun 1945.
Didorong oleh tantangan zaman, sejarah menunjukkan
bahwa betapa kokohnya suatu ideologi, bila tidak
memiliki dimensi fleksibelitas, maka akan mengalami
kesulitan bahkan mungkin kehancuran (contoh :
runtuhnya Komunisme di Uni Soviet).
Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara
dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah,
namun pelaksanaannya kita sesuaikan dengan
kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi
dalam setiap kurun waktu.

Lanjutan .

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan


gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka :
1. Ideologi Pancasila harus mampu menyesuaikan dengan
situasi & kondisi zaman yg terus mengalami perubahan.
2. Terkandung makna bahwa nilai-nilai dasar Pancasila
dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan
bangsa Indonesia dan tuntutan perkembangan zaman.
3. Pancasila harus mampu memberikan orientasi ke depan,
terutama menghadapi globalisasi dan keterbukaan.
4. Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia
tetap bertahan dalam wadah dan ikatan NKRI.

Perwujudan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka


Fleksibelitas ideologi Pancasila, karena mengandung nilai-nilai :
1. Nilai Dasar, merupakan nilai-nilai dasar yang relatif tetap
yang terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945.
2. Nilai Instrumental, merupakan nilai-nilai lebih lanjut dari nilainilai dasar yang dijabarkan secara lebih kreatif dan dinamis
dalam bentuk UUD 1945, TAP MPR, dan Peraturan
perundang-undangan lainnya.
3. Nilai Praxis, merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya
dilaksanakan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara
(misalnya : menghormati, kerja sama, kerukunan, dsb).

Batas Keterbukaan Ideologi Pancasila


Batas jenis pertama :
Bahwa yang boleh disesuaikan dan diganti hanya
nilai
instrumental, sedangkan nilai dasar atau
instrinsiknya
mutlak dilarang.
Batas jenis kedua, yaitu terdiri dari 2 (dua) buah
norma :
1. Penyesuaian nilai instrumental, pada tuntutan
kemajuan jaman, harus dijaga agar daya kerja dari
nilai instrumental yang disesuaikan itu tetap
memadai untuk mewujudkan nilai instrinsik yang
bersangkutan.

Waktu : 2 x 45 Menit
Standar Kompetensi :
Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila
sebagai ideologi terbuka

Kompetensi Dasar :
1.2. Menganalisis Pancasila sebagai
sumber nilai dan paradigma
pembangunan.
1.3. Menampilkan sikap positif terhadap
Pancasila sebagai ideologi terbuka.

(Indikator)
Hasil Yang Diharapkan :
Menguraikan pengertian nilai, ciri-ciri
dan macam-macam nilai.
Mendeskripsikan Pancasila sebagai
sumber nilai.
Menganalisis Pancasila sebagai
paradigma pembangunan.
Menampilkan sikap positif terhadap
Pancasila sebagai ideologi terbuka.

Pengertian Nilai
Nilai

Ciri-ciri Nilai
Macam-macam Nilai

PANCASILA
SUMBER
NILAI

Sebagai Sumber Nilai


Paradigma Pembangunan

Sikap Positif Terhadap Pancasila


Sebagai Ideologi Terbuka

1. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan


Paradigma Pembangunan
a.Pengertian Nilai

Ada dua pandangan tentang cara beradanya nilai :


1. Nilai sebagai sesuatu yang ada pada obyek itu sendiri
(obyektif), merupakan suatu hal yg obyektif dan
membentuk semacam dunia nilai, yang menjadi
ukuran tertinggi dari perilaku manusia (filsuf Max
Scheler dan Nocolia Hartman).
2. Nilai sebagai sesuatu yang bergantung kepada
penangkapan dan perasaan orang (subyektif), menurut
Nietzsche, nilai yg dimaksudkan adalah tingkat atau
derajat yang diinginkan oleh manusia.

Beberapa pengertian tentang nilai :


Kamus Ilmiah Populer, Nilai adalah ide ttg apa yang baik, benar,
bijaksana dan apa yg berguna sifatnya lebih abstrak dari norma.
Laboratorium Pancasila IKIP Malang, Nilai adalah sesuatu yang
berharga, yang berguna, yang indah, yang memperkaya batin,
yang menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya.
Nursal Luth dan Dainel Fernandez, Nilai adalah perasaan-perasaan
tentang apa yg diinginkan atau tidak diinginkan yg mempengaruhi
perilaku sosial dari orang yg memiliki nilai itu. Nilai bukanlah soal
benar salah, tetapi soal dikehendaki atau tidak, disenangi/tidak.
C. Kluckhoorn, Nilai adalah suatu konsepsi yang eksplisit khas dari
perorangan atau karakteristik dari sekelompok orang mengenai
sesuatu yang didambakan, yang berpengaruh pada pemilihan pola,
sarana, dan tujuan dari tindakan.

b.Ciri-ciri
Nilai
1. Nilai-nilai yang mendarah daging (internalized value),
yaitu nilai yang telah menjadi kepribadian bawah sadar/
yg mendorong timbulnya tindakan tanpa berfikir lagi.
2. Nilai yang dominan, mrp nilai yg dianggap lebih penting
dari pada nilai-nilai lainnya, dengan pertimbangan :
a. Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
b. Lamanya nilai yg dirasakan oleh agt kelompok tsb.
c. Tingginya usaha untuk mempertahankan nilai itu.
d. Tingginya kedudukan (prestise) orang-orang yang
membawakan nilai tersebut.

c. Macam-macam
Nilai
No

Nama Tokoh

Pendapat/Uraian

1.

Alport

Mengidentifikasi nilai-nilai yang terdapat di dalam


kehidupan masyarakat, dalam 6 (enam) macam, yaitu ;
(nilai teori, ekonomi, estetika, sosial, politik, & religi).

2.

Sprange

Nilai dapat dibedakan menjadi 6 (enam) antara lain ;


(nilai ilmu pengetahuan, nilai ekonomi, nilai agama,
nilai seni, nilai sosial, dan nilai politik).

3.

Sprange,
Harold
Lasswell

Mengidentifikasi 8 (delapan) nilai-nilai masyarakat barat


dalam hubungannya dengan manusia lain, yaitu ;
(kekuasaan, pendidikan/penerangan (enlightenment),
kekayaan (wealth), kesehatan (well-being), keterampilan (skill), kasih sayang (affection), kejujuran
(rectitude) dan keadilan (rechtschapenheid) dan kesegaran, respek (respect).

Lanjutan .

Prof. Dr. Notonagoro, membagi menjadi 3 (tiga) bagian :


1. Nilai material, yaitu segala sesuatu yg berguna bagi
unsur manusia.
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi
manusia untuk dapat mengadakan kgt atau aktivitas.
3. Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna
bagi rokhani manusia, dapat dibedakan atas 4 (empat)
macam :
a. Nilai kebenaran/ kenyataan (ratio, budi dan cipta).
b. Nilai keindahan (perasaan dan estetis).
c. Nilai moral/ kebaikan (karsa dan etika).
d. Nilai religius (keyakinan/ kepercayaan manusia).

d.Pancasila Sebagai Sumber Nilai


Pancasila dalam kedudukannya sebagai sumber nilai,
secara umum dapat dilihat dalam Sila-sila Pancasila
sbb :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yg dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/ perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lanjutan .

Tinjauan metafisika terhadap Pancasila sehingga nilainilainya memiliki sifat objektif :


1. Rumusan sila-sila Pancasila menunjukkan kenyataan
adanya sifat-sifat abstrak, umum dan universal.
2. Inti sila-sila Pancasila akan tetap ada sepanjang
masa dalam kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam
adat kebiasaan, kebudayaan maupun keagamaan.
3. Pancasila yang terkandung dalam Pembukaan UUD
1945 menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai
pokok kaidah negara yang mendasar.
4. Pembukaan UUD 1945 (yang memuat jiwa Pancasila),
secara hukum tidak dapat diubah oleh setiap pun
termasuk MPR hasil pemilihan umum.
5. Pembukaan UUD 1945 terkandung Pancasila yang
tidak dapat diubah (tetap), krn kemerdekaan
merupakan karunia Tuhan.

Lanjutan .
No

Pancasila

Uraian / Penjelasan

1.

Sila Pertama

Menunjukkan bahwa Tuhan adalah sebab pertama dari


segala sesuatu, Yang Maha Esa, dan segala sesuatu
bergantung kepada-Nya.

2.

Sila Kedua

Manusia memiliki haki-kat pribadi yang


mono-pluralis
terdiri atas susunan kodrat jiwa raga, serta berkedudukan
sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan makhluk
Tuhan Yang Maha Esa.

3.

Sila Ketiga

Berupa pengakuan terhadap hakikat satu yang secara


mutlak tidak dapat dibagi sehingga seluruhnya merupakan
suatu keseluruhan dan keutuhan.

4.

Sila Keempat

Menjunjung dan menga-kui adanya rakyat yang meliputi


keseluruhan jumlah semua orang warga dalam lingkungan
daerah atau negara tertentu yang segala sesuatunya berasal
dari rakyat dilaksnakan oleh rakyat dan diperuntukkan
untuk rakyat.

5.

Sila Kelima

Mengakui hakikat adil berupa pemenuhan segala sesuatu


yang berhubungan dengan hak dalam hubungan hidup
kemanusiaan.

Lanjutan .

e.Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan


Paradigma Pembangunan adalah suatu model, pola yang
merupakan sistem berfikir sebagai upaya untuk
melaksanakan perubahan yang direncanakan guna
mewujudkan cita-cita kehidupan masyarakat menuju hari
esok yang lebih baik (secara kualitatif maupun kuantitatif).

Karena yang ingin dibangun adalah manusia


dan masyarakat Indonesia, sehingga paradigma
pembangunan harus berdasarkan kepribadian
Indonesia dan menghasilkan manusia dan
masyarakat maju yang tetap berkepribadian
Indonesia, yang dijiwai dan dilandasi oleh nilainilai luhur Pancasila.

Makna, Hakikat dan Tujuan Pembangunan Nasional


Makna Pembangunan Nasional, adalah upaya untuk
mening-katkan seluruh aspek kehidupan masyarakat,
bangsa dan negara yang sekaligus merupakan proses
pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan
negara untuk mewujudkan Tujuan Nasional.
Hakikat Pembangunan Nasional, adalah pembangunan
manu-sia Indonesia seutuhnya dan pembangunan
masyarakat Indonesia seluruhnya.
Tujuan Pembangunan Nasional, dilaksanakan untuk
mewujud-kan Tujuan Nasional seperti termaktub dalam
Pembukaan UUD 1945 alinea IV.

Paradigma pembangunan nasional berdasarkan konsep, prinsip


dan nilai-nilai Pancasila :
Kerangka Teoritis

Kerangka Terapan

Falsafah Pancasila

Pancasila (5 Nilai Dasar yang satu)

Ideologi Negara

Pancasila (Dalam Pembukaan UUD 1945) &


Esensi isi Pembukaaan sebagai arah

Wawasan Kebangsaan
(cara pandang/cita-cita
kenegaraan
Metode/ Konsep Berfikir

Tolok Ukur Keberhasilan


Pembangunan

Kebijakan Pembangunan
(Tahapan/Model)

Wawasan Nusantara (Wadah NKRI yang


merupakan Satu Kesatuan
Poleksosbudhankam Negara (Otoda dalam
sistem NKRI)
Komprehensif Integral
(Holistik, Interdisipliner)
Ketahanan Nasional
(Keserasian Pembangunan yang
menhasilkan keuletan, ketangguhan, dan
kemandirian bangsa sesuai lingkungan
yang dihadapi)
GHBN
Pelita (Propenas)
APBN/APBD dst. (Pelaksanaan Otoda)

2. Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai


Ideologi Terbuka
1. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai
Ketuhanan, bahwa setiap warga sudah seharusnya
memiliki pola pikir, sikap dan perilaku yang menjunjung
tinggi nilai-nilai Ketuhanan YME.
2. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai
Kemanusiaan, agar disesuaikan dengan sifat ideologi
Pancasila yang terbuka, maka sikap dan perilaku kita
harus senantiasa mendudukkan manusia lain sebagai
mitra sesuai dengan harkat dan martabatnya.

Lanjutan .

3. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai


Persatuan Indonesia, sesuai dengan sifat idelogi
Pancasila yang terbuka, mengharuskan setiap warga
negara agar tetap mempertahankan keutuhan dan
tegak-kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai
Permusyawaratan/Perwakilan, terkandung makna
bahwa dalam bersikap dan bertingkahlaku, hendaknya
menghormati dan mengedepankan kedaulatan negara
sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat.

Lanjutan .

5. Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai


Keadilan Sosial, bahwa dengan menjunjung tinggi nilainilai keadilan sosial bagi seluruh rakuat Indonesia yang
sesuai dengan sifat Pancasila sebagai ideologi terbuka,
hal ini akan mengarah pada terwujudnya kesejahteraan
lahir dan batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia tanpa kecuali.
Perlu dihindari terjadinya kesenjangan
yang mencolok baik dibidang politik,
ekonomi maupun sosial budaya.

SOAL ESSAY/URAIAN
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas !

1. Berikan alasan, mengapa kita perlu lebih mendalami kembali


makna dan kedudukan Pancasila baik sebagai dasar negara
maupun ideologi terbuka !
2. Beri penjelasan pentingnya falsafah hidup bagi suatu negara
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara !
3. Jelaskan mengapa suatu ideologi yang dimiliki oleh suatu
bangsa atau negara memiliki sifat yang unik atau khas !
4. Salah satu fungsi ideologi yaitu sebagai bekal dan jalan bagi
seseorang untuk menemukan identitasnya. Berikan
contohnya !
5. Jelaskan menurut pendapat anda, apa yang dimaksud
ideologi sebagai sistem !

Lanjutan .
6. Jelaskan bagaimana proses falfasah hidup bangsa Indonesia
dapat menjadi ideologi nasional (dasar negara) !
7. Berikan analisis pembuktian empiris, benarkah ideologi
Pancasila merupakan ideologi terbuka !
8. Menurut pendapat anda, bagaimana seharusnya Pancasila
menjadi :
a. sumber nilai !
b. paradigma pembangunan !
9. Jelaskan mengapa setelah era orde baru (era reformasi) ada
upaya-upaya untuk menghilangkan pancasila, sehingga jika
bicara tentang Pancasila seakan-akan tidak reformis !
10.Komentar anda tentang pentingnya upaya pelaksanaan
Pancasila secara murni dan konsekuen di dalam kehidupan
sehari-hari !

INQUIRI (TUGAS KELOMPOK)


1. Carilah referensi dari berbagai sumber yang relevan atau mendukung
tentang kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka dan
implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara !
2. Berikan pendapat atau pandangan anda tentang :
a. hal yang seharusnya dilakukan sebagai warga negara setelah
memahami dan meyakini Pancasila sebagai dasar negara dan
ideologi terbuka !
b. contoh perilaku yang sebaiknya dilakukan baik di lingkungan
keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat sekitar !
3. Carilah tambahan referensi dari berbagai sumber (majalah, buletin
atau kliping, internet, dan lain-lain) dapat juga wawancara dengan
berbagai nara sumber dan berikan pendapat anda :
a. yang dimaksud dengan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila ?
b. contoh-contoh sikap perilaku yang menunjukkan warga negara
Indonesia yang konsisten dengan nilai-nilai Pacasila !

STUDI WACANA
KERUKUNAN ANTAR UMAT DI INDONESIA
JADI MODEL DUNIA
Kerukunan antar umat beragama di Indonesia menjadi
model bagi kerukunan umat beragama di dunia, bahkan
banyak negara yang secara serius mempelajari tumbuhnya
toleransi di tengah pluralisme di Indonesia. Demikian
kesimpulan pernyataan tokoh agama Indonesia, Sekjen
Departemen Agama Faisal Ismail, dan Kepala Pusat
Kerukunan Umat beragama Abdul Fatah, di Gedung Pusat
Kerukunan Beragama di Jakarta, kemarin, berkaitan
lawatannya ke Thailand dan India pada 6 13 Oktober
2004. Seperti dilansir Antara, lawatan tokoh agama di
Indonesia ke negara lain kali ini merupakan agenda kedua
kali, setelah beberapa bulan lalu mereka melakukan
kunjungan ke Mesir dan Roma.
Misi kunjungan ini, menurut Abdul Fatah, untuk
menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada konflik agama
di Indonesia.
Sumber : Media Indonesia/15/10/2004.

Berdasarkan wacana tersebut di atas, berikan pendapat,


tanggapan atau analisa anda !
1. Bagaimana tanggapan anda sehubungan informasi yang
disampaikan oleh Sekjen Depag Faisal Ismail dan Kepala Pusat
Kerukunan Umat Beragama Abdul Fatah ?
2. Menurut anda apa segi positif & negatif pluralisme di Indonesia ?
3. Carilah perbandingan di negara Thailand, India, Mesir atau Roma
sekitar kerukuan antar umat bergama yang ada di negara-negara
tersebut !
4. Bagaimana perasaan anda, sehubungan dengan pengakuan dari
negara-negara lain tentang kerukunan umat beragama di
Indonesia akan dijadikan model ?
5. Menurut pendapat anda, adakah hubungan kerukunan umat
beragama di Indonesia dengan falsafah hidup Pancasila yang
diyakini oleh bangsa Indonesia ?

Lanjutan .

6. Bagaimana upaya-upaya nyata yang dapat kita lakukan agar


kerukunan antar umat beragama di Indonesia tetap terpelihara
dengan baik ?
7. Bila penyelenggaraan negara di Indonesia menunjukkan
perilaku konstitusional, bagaimana dampaknya terhadap :
a. Kerukunan hidup antar umat beragama !
b. Pancasila sebagai sumber nilai kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara !
c. Pancasila sebagai paradigma pembangunan !