Anda di halaman 1dari 7

Satuan Acara Penyuluhan

Mata kuliah

: Keperawatan Komunitas

Topik atau materi

: Kesehatan Bayi

Sasaran

: Warga RW 02/RT004

Waktu

: 16.00-16.45

Tempat

: Rumah Warga

1. Standar Kompetensi
Warga mampu memahami tentang Imunisasi.
2. Kompentensi Dasar
Setelah diberikan pendidikan kesehatan Warga mampu :
a. Mengetahui pengertian imunisasi
b. Mengetahui manfaat dari imunisasi
c. Mengetahui jenis jenis imunisasi
d. Mengetahui jadwal imunisasi
e. Mengetahui bahaya jika tidak diberikan imunisasi
3. Pokok Bahasan : Imunisasi
4. Sub pokok bahasan :
a. Pengertian dari imunisasi
b. Manfaat imunisasi
c. Jenis jenis imunisasi
d. Jadwal imunisasi
e. Efek yang ditimbulkan
f. Penyakit penyakit yang dapat dihindari
5. Waktu :1 X 45menit

6. Bahan / alat yg diperlukan :


a. Poster
b. Leaflet
7. Langkah pokok:
a. Menciptakan suasana yang nyaman
b. Mengajukan masalah
c. Membuat keputusan nilai personal

d. Memberikan penjelasan tentang masalah imunisasi


8. Materi :Terlampir
9. Metode :
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
10. Persiapan : Mencari materi imunisasi dan membuat poster
11. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
12. Tahapan
N
1

Kegiatan penyuluh

Kegiatan peserta

Kegiatan
Pendahuluan

Metod

media

Waktu

e
1. Memberi salam ,
dengan baik
2. Menyampaikan
tujuan penyuluhan.

1. Memperhatikan

CTJ

10 Menit

CTJ

Leaflet

25 Menit

dan menjawab
salam
2. Memperhatikan
serta merespon
terhadap
penyuluhan

Penyajian

1. Memberikan

1. Menjawab,

penjelasan tentang

pertanyaan,

imunisasi :
a. Pengertian

mendengarkan

imunisasi,
b. Tujuan

pendapat

imunisasi.
c. Jenis jenis

imunisasi.
d. Manfaat
imunisasi,
e. Jadwal
imunisasi.
f. Efek yang

ditimbulkan.
g. Penyakit

dan memberikan

penyakit yang
dapat
dihindari.
2. Memberi

kesempatan pada
warga khususnya
untuk bertanya.

2. Memberi

pertanyaan yang
belum dapat di
mengerti warga
3

Penutup

Memberi kesimpulan

Memperhatikan

CTJ

10 e
ni

tentang imunisasi

Mengajukan
pertanyaan pada
warga) tentang

Merespon

penyuluhan yang

pertanyaan yang

disampaikan

diberikan penyuluh

Menutup pertemuan

Memperhatikan

dan memberi salam

dan

penutup

salam

menjawab

12. Evaluasi
a. Struktur
Media
: Poster dan Leafllet
Kontrak dengan warga tepat dan sesuai rencana.
1) Proses
Pelaksanaan sudah sesuai dengan waktu dan strategi pelaksanaan yang telah
dibuat

Keluarga cukup berperan aktif dalam kegiatan dan semua anggota keluarga
terlibat dalam pemberian penyuluhan
2) Hasil
Warga sudah mengerti yang dimaksud dengan imunisasi, yaitu pengertian,
manfaat, jenis jenis, jadwal imunisasi, efek yang ditimbulkan dan penyakit
penyakit yang dapat dihindari.

LAMPIRAN MATERI
IMUNISASI PADA BAYI

A. PENGERTIAN
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang
mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti
kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan untuk
terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya.
B. TUJUAN IMUNISASI
Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi angka
penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa

menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari


dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan,
gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.
C. JENIS JENIS IMUNISASI PADA BAYI
1. Imunisasi BCG
Termasuk salah satu dari 5 imunisasi yang diwajibkan. Ketahanan terhadap penyakit
TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di
dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis
basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
2. Imunisasi hepatitis B
Ini juga merupakan imunisasi yang diwajibkan, lebih dari 100 negara memasukkan
vaksinasi ini dalam program nasionalnya. Jika menyerang anak, penyakit yang
disebabkan virus ini sulit disembuhkan. Bila sejak lahir telah terinfeksi virud
hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan kelainan-kelainan yang dibawanya terus
hingga dewasa. Sangat mungkin terjadi sirosis atau pengerutan hati.
3. Vaksin Polio
Vaksin merupakan cara pencegahan yang dilakukan untuk mengatasi suatu penyakit.
Vaksin bukanlah obat apalagi untuk penyakit polio yang belum ada obatnya. Vaksin
polio bekerja dengan cara merangsang pembentukan antibodi terhadap virus polio
tanpa terjangkit penyakit tersebut. Sebelum tahun 2000 pemberian vaksin polio
dilakukan secara oral, dimana didalam vaksin tersebut terkandung virus polio hidup
yang telah dijinakkan. Namun dalam penerapannya ternyata dalam beberapa kasus
penyakit polio justru disebabkan oleh vaksin oral tersebut. Setelah tahun 2000
pemberian vaksin dilakukan dengan memasukkan virus polio yang sudah mati atau
tidak aktif lagi, dan pemebrian vaksin ini dilakukan dengan cara menyuntikkan
vaksin pada lengan atau kaki.
4. Pemberian vaksin polio pada balita
Pemberian vaksin polio umumnya diberikan pada saat usia anak-anak. Secara umum
pemberian vaksin dilakukan secara bertahap dalam 4 dosis, dan pemberian dilakukan
pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 18 bulan, 4 6 tahun. Berdasarkan penjelasan diatas
memang penyakit polio bukan penyakit yang mematikan, namun memandang akibat
kelumpuhan yang ditimbulkannya maka perlu adanya tindakan pencegahan.
Terutama untuk balita apabila terjangkit penyakit ini tentunya akan mengganggu
perkembangan fisik dari balita tersebut, oleh karena itu orang tua harus
memahami pentingnya imunisasi polio pada balita.
5. Imunisasi DPT

Merupakan salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada bayi. Imunisasi ini
biasanya diberikan dalam beberapa tahapan. Untuk totalnya, pemberian imunisasi ini
mencapai enam kali. Biasanya dilakukan mulai dari bayi usia 2 bulan hingga usianya
mencapai 12 tahun.
Imunisasi DPT diberikan untuk mencegah penyakit seperti difteri, tetanus, dan
pertusis. Bayi disarankan untuk diberikan imunisasi ini saat usianya 2 bulan. Tapi
jika bayi Anda usianya sudah melebihi 2 bulan dan belum di imunisasi DPT lakukan
saja sesuai urutan tahapan berdasarkan usianya.
6. Imunisasi campak
Tanda klinis awal campak biasanya demam tinggi, yang muncul 10-12 hari setelah
terpapar virus ini dan berlangsung selama 4-7 hari. Pilek, batuk, mata merah dan
berair, dan munculnya bercak putih pada sebelah dalam pipi atau yang
disebutKopliks Spot merupakan tanda awal penyakit ini. Setelah beberapa hari, ruam
mulai muncul yaitu bintik-bintik kecil kemerahan pada kulit, biasanya pada muka
dan leher atas. Setelah 3 hari, ruam ini menyebar, biasanya ke daerah tangan dan
kaki. Ruam ini muncul selama 5-6 hari lalu menghilang dengan sendiri. Biasanya,
ruam ini muncul 14 hari setelah terpapar virus ini (dengan batasan 7-18 hari).
D. IMUNISASI PADA IBU HAMIL
Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) adalah upaya membangun kekebalan tubuh untuk
mencegah terjadinya infeksi tetanus. Tetanus berisiko terjadi pada bayi baru lahir
sehingga imunisasi ini diberikan pada ibu hamil sebagai bentuk pencegahannya.
Imunisasi TT selain mencegah terjadinya infeksi tetanus pada bayi baru lahir juga
melindungi ibu terhadap terjadinya infeksi ini, mengingat pada proses persalinan terjadi
perlukaan baik dari pihak ibu maupun bayi.
TT 0, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
TT 1, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
TT 2, dilakukan pada saat imunisasi dasar pada bayi (DPT).
TT 3, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas satu.
TT 4, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas dua.
TT 5, dilakukan pada saat BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) pada kelas tiga.
1. PENYAKIT YANG BISA TERHINDAR DARI IMUNISASI
a) Imunisasi BCG: Ditujukan untuk memberikan kekebalan bayi terhadap bakteri
tuberkolosis (TBC).

b) Imunisasi DPT: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadapat penyakit Dipteri,


Pertusis (batuk rejan) dan tetanus.
c) Imunisasi Polio: Memberikan kekebalan bagi bayi terhadap penyakit polio
(kelumpuhan).
d) Ismunisasi hepatitis B:memberikan kekebalan terhadap hepatitis B
e) Imunisasi campak: memberikan kekebalan terhadap penyakit campak
f) Imunisasi TT (Tetanus Toxoid): upaya membangun kekebalan tubuh untuk
mencegah terjadinya infeksi tetanus. Tetanus berisiko terjadi pada bayi baru lahir
sehingga imunisasi ini diberikan pada ibu hamil sebagai bentuk pencegahannya.
Imunisasi TT selain mencegah terjadinya infeksi tetanus pada bayi baru lahir juga
melindungi ibu terhadap terjadinya infeksi ini, mengingat pada proses persalinan
terjadi perlukaan baik dari pihak ibu maupun bayi.
https://syaputrileti.wordpress.com/2013/07/25/satuan-acara-penyuluhan-sap-imunisasi/