Anda di halaman 1dari 5

PEMILIHAN KOMBINASI LOG SUMURAN

Kombinasi Log Optimum adalah kombinasi log sumuran yang minimal, akan
tetapi mampu menghasilkan data petrofisik yang diinginkan dengan tingkat
keakuratan yang tinggi.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan kombinasi log yang
optimum :
1. Jenis fluida atau lumpur pemboran yang digunakan.
2. Jenis formasi batuan yang ditembus lubang bor
3. Karakteristik invasi filtrat lumpur
4. Kondisi lubang bor ( diameter lubang bor, cased hole dsb )
5. ketebalan lapisan batuan yang akan diukur logging.
6. Distribusi porositas dan resistivitas batuan.
7. Kondisi optimum dari setiap peralatan logging sumur yang ada.
Kombinasi log minimal terdiri dari 3, antara lain:
1. Log litologi
2. Log resistivitas
3. Log porositas
Dari ketiga kelompok log diatas, yang paling banyak dipengaruhi fluida pemboran
adalah log resistivitas (listrik).

1. Log Lithologi
adalah jenis log yang bertujuan untuk mengetahui lithologi yang ditembus oleh
lubang bor, diantaranya ;
Log SP, dengan batasan :
a) Lumpur fresh water base mud.
b) Kondisi lubang sumur open hole.
c) Lapisan cukup tebal.

Log Gamma Ray, dengan batasan :


a) Kondisi lubang bor cased hole atau open hole.
b) Dapat digunakan pada semua jenis lumpur.
c) Sangat cocok untuk membedakan adanya lapisan shale, karena
pada lapisan shale banyak mengandung unsur radioaktif.
Log Caliper, dengan batasan :
a) Berguna untuk mengetahui adanya lapian permeable.
b) Penggunaannya biasanya dikombinasikan dengan log lainnya
seperti GR log, Sonic log, Denity log, Microresistivity log.

2.

Log Resistivitas

Adalah jenis log yang bertujuan untuk mengetahui harga resistivitas batuan,
diantaranya ;
Induction log, dengan batasan :
a) Dapat diturunkan pada semua jenis lumpur maupaun tanpa lumpur
(empty hole)
b) Resistivity batuan formasi rendah (< 100 ohm-m)
c) Kondisi lubang bor belum dicasing
d) Ketebalan lapisan > 5 ft (6FF40, 5FF40, lld dan llm)
Ketebalan lapisan < 5 ft (6FF28, 5FF28)
e) Rmf/Rw > 20, Rxo > Rt, Rt/Rm < 10.
Laterolog, dengan batasan :
a) Lumpur yang digunakan salt water base mud
b) Ketebalan lapisan > 12 ft (> dari spasi laterolog)
c) Kondisi lubang bor belum dicasing
d) Rxo < Rt, Rt/Rm > 50 ohm-m dan Rt/Rm < 5 ohm-m
e) Biasanya sering digunakan pada lapisan karbonat tipis
Microlog, dengan batasan :
a) Lumpur fresh water base mud
b) Kondisi lubang bor belum dicasing

c) Range tahanan batuan formasi 0,5-100 ohm-m


d) Porositas batuan >15%
e) Rxo/Rmc < 15 ohm-m
f) Ketebalan mud cake ( tmc ) < 0.5
g) Kedalaman invasi mud filtrat < 4
Microlaterolog, dengan batasan :
a) Lumpur yang digunakan salt water base mud
b) Kondisi lubang bor belum dicasing
c) Ketebalan mud cake ( tmc ) <
d) Kedalaman invasi filtrat lumpur (Di) > 40
e) Porositas batuan < 15%
f) Range tahanan formasi batuan 0.5-100 ohm-m
MSF Log, dengan batasan :
a) Lumpur yang digunakan salt water base mud
b) Kondisi lubang bor belum dicasing
c) Ketebalan mud cake ( tmc ) <
d) Kedalaman invasi filtrat lumpur (Di) > 15
e) Range tahanan formasi batuan 0.5-100 ohm-m

3.

Log Porositas

Adalah Jenis log yang bertujuan untuk menentukan atau mengetahui harga
porositas batuan, diantaranya ;
Density log, dengan batasan :
a)

Densitas batuan formasi yang rendah

b)

Unconsolidated sand formation

c)

Porositas antara 20%-40%

d)

Open hole

Neutron Log, dengan batasan :


a) Semua jenis Lumpur
b) Foemasi batuan non-shaly

c) Open hole
d) Porositas rendah 0-20%
e) Diameter lubang antara 6-10
Sonic Log, dengan batasan :
a)

Dapat dilakukan pada semua jenis Lumpur, tetapi tidak baik untuk
kondisi gas filled hole

b)

Open hole

c)

Unconsolidated sand formation

d)

Porositas antara 15%-25%

Prosedur Pemilihan Komposisi Kombinasi Logging :


1)

Persiapan Data-data yang diperlukan untuk pemilihan


komposisi kombinasi logging, yaitu ;
a)

Jenis batuan reservoir

b)

Jenis fluida pemboran

c)

Invasi mud filtrat

d)

Kondisi lubang bor

e)

Distribusi porositas dan resistivitas

f)

Ketabalan lapisan produksi

g)

Peralatan logging yang tersedia

2)

Pelajari kondisi optimal dari masing-masing jenis alat


logging

3)

Pilih komposisi kombinasi logging yang sesuai dari log


lithologi, log resistivitas, dan log porositas.

4)

Uji

keakuratan

komposisi

pemilihan (statistik), meliputi :


a)

Distribusi frekuensi histogram

b)

Distribusi frekuensi kumulatif

c)

Analisa korelasi

d)

Analisa regresi

e)

Penyimpangan standard

kombinasi

logging

hasil