Anda di halaman 1dari 27

Assalamualaikum

kelompok 3:
Al-Sidrotul Muntaha
Ayu Rahmawati
Dwiki Mahachakri
Kareem A.J.P
M. Haikal Izkayoga
Rizki Fajar Deanto
Vita Novianti

Bab 10
Akhlak Tercela
Pengertia
n

Fitnah

Israf

Gibah
Tabzir

Setan dan iblis merupakan musuh nyata bagi manusia,


akan tetapi hal tersebut sering kali tidak disadari oleh
manusia. Manusia sering kali kalah dan dikuasai hawa
nafsu mereka sehingga menimbulkan perilaku tercela.
Hidup manusia terkadang mengarah kepada
kesempurnaan jiwa dan kesuciannya,tapi kadang pula
mengarah kepada keburukan. Hal tersebut bergantung
kepada beberapa hal yang mempengaruhinya. Menurut
imam Ghazali, akhlak yang tercela ini dikenal dengan
sifat-sifat muhlikat,yakni segala tingkah laku manusia
yang dapat membawanya kepada kebinasaan dan
kehancuran diri,yang tentu saja bertentangan dengan
fitrahnya untuk selalu mengarah kepada kebaikan. AlGhazali menerangkan empat hal yang mendorong
manusia melakukan
Perbuatan yang tercela(maksiat),di antaranya;
1.Dunia dan isinya.
2.Manusia.
3.Setan(iblis).
4.Nafsu.
Nafsu ada yang baik dan buruk,akan tetapi nafsu
cenderung mengarah kepada keburukan.

ISR
AF

1. Pengertian Israf
Kata isyraf berasal dari bahasa Arab asrafa-yusrifuisyraafan yang berarti bersuka ria sampai
melampaui batas. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia melampaui batas atau berlebihan
diartikan melakukan tindakan di luar wewenang
yang telah ditentukan berdasarkan aturan tertentu
yang berlaku. Sedangkan menurut istilah
melampaui batas atau berlebihan dapat
dimaknai sebagai suatu tindakan yang dilakukan
seseorang di luar kewajaran atau kepatutan, karena
kebiasaan yang dilakukan untuk memuaskan
kesenangan diri secara berlebihan. Orang yang
berbuat isyraf disebut musyrif, musrifun atau
musrifin.
Israf adalah perbuatan yg tidak di senangi oleh
Allah karena perbuatan ini merupakan bagian dari

2. Dalil Tentang Israf


Allah swt berfirman dalam Surat Al-Araf ayat 31-32:


















































"wahai anak cucu adam, pakailah pakaianmu yang indah
di setiap ( memasuki ) masjid, makan dan minumlah, dan
janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tiddak
menyukai orng-orang yang berlebihan. Katakanlah
(Muhammad), Siapakah yang mengharamkan perhiasan
dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hambaNya
dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, Semua itu untuk
orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan
khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat.
Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk
orang-orang yang mengetahui." (Q.S Al-a'raf[7]:31)

Ayat
tersebut
memerintahkan
kepada kita untuk memanfatkan rizki
yang telah Allah berikan kepada kita,
salah satunya dengan makan dan
minum serta semua yang telah Allah
halalkan
untuk
manusia
tanpa
berlebihan. Maksud sebaliknya dari
ayat tersebut ialah larangan bagi kita
untuk melakukan perbuatan yang
melampaui
batas,
yaitu
tidak
berlebihan dalam menikmati apa yang
dibutuhkan oleh tubuh dan jangan
pula melampaui batas-batas makanan

3. Penyebab Israf
Ada beberapa hal yang
menyebabkan seseorang
berperilaku Israf:
a.lingkungan keluarga.
b.seseorang berperilaku Israf
adalah
bergaul/berkawan dengan orangorang Israf.
c.Israf bisa terjadi dikarenakan
seseorang tidak menghiraukan

4. Bentuk-Bentuk Sikap Israf


Menurut syaekh Nashir As Sa'di hal-hal yg bisa dikatagorikan
berlebihan, yaitu
1. Menambah-nambah di atas kadar kemampuan, dan berlebihan
dalam hal makan, karena makan yang terlalu kenyang dapat
menimbulkan hal yang negatif pada struktur tubuk manusia.
2. Bermewah-mewah dalam makan, minum dan lain-lain artinya
dalam memakan atau meminum sesuatu tidak boleh
memperturutkan hawa nafsu, sehingga semua yang di inginkan
tersedia.
3. Melanggar batasan-batasan yang telah di tentukan Allah Ta'ala.
4. Menumpuk-numpuk harta atau sesuatu hal yang tidak telalu
dibutuhkan oleh kita maupun oleh masyarakat.
5. Melakukan segala sesuatu yang berlebihan
6. Melakukan pekerjaan yang sia-sia, terkadang kita sebagai
manusia suka dengan hal-hal yang bersifat hura-hura
7. Memperturutkan hawa nafsunya, manusia dalam menghadapi
hidup biasanya dihadapakan pada dua permasalahan yaitu antara
keperluan dan kebutuhan dengan keinginan.

4. Akibat dari Perbuatan Israf


Setelah kita mengetahui arti dari israf, dalil tentang larangan
berbuat israf serta hal-hal yang diketegorikan perbuatan israf,
maka itu perlu juga mengetahui manfaat dampak yang
ditimbulakan akibat dari perbuatan israf, yaitu :
Dibenci oleh Allah Ta'ala
Menjadi sahabat setan
Menjadi orang yang akan tercela dan menyesal
Akan Allah binasakan
Menjadi orang yang tersesat
Menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi
kebutuhannya.

5. Menghindari sifat israf dalam kehidupan


sehari-hari
Cara menghindari sifat israf :
a.Memikirkan dan merenungkan akibat dan bahaya
Israf.
b.Mengenjdalikan nafsu, dan mengarahkan untuk
memikul beban dan klesulitan seperti shalat
malam, shadaqah, shaum sunat , dll.
c.Senantiasa memperhatikan sunnah dan perjalanan
hidup Rasulullah SAW
d.Selalu memperhatikan kehidupan orang-orang
salaf dari kalangan sahabat, mujahiddin dan ulama.
e.Tidak menjalin persahabatan dengan orang-orang

Tabzir

1. Pengertian Tabzir

Kata tabzir berasal dari kata bahasa arab


yaitu bazara,yubaziru, tabzir yang artinya
pemborosan. Secara istilah tabzir adalah
membelanjakan/mengeluarkan harta benda
yang tidak ada manfaatnya dan bukan
dijalan Allah. Sifat tabzir ini timbul karena
adanya dorongan nafsu dari setan dan
biasanya untuk hal-hal yang tidak disenangi
oleh Allah serta ingin dipuji oleh orang lain

Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan


haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan
janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan
syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al Isra : 26-27)

1. Membantu orang lain dalam kemaksiatan.


2. Mengkonsumsi makanan/minuman yang tidak ada
manfaatnya dan justru membahayakan bagi jiwa dan
raga. misal : Rokok
3. Orang yang bersodakoh tetapi tidak ikhlas
4. Merayakan Hari Raya lebaran dengan berlebihan
5. Merayakan pesta pernikahan dengan berlebihan tidak
sesuai dengan syari'at
6. Menganggap kemewahan hidup di dunia sebagai
suatu kesenangan dan kebahagiaan dan berusaha
meraihnya tanpa mempedulikan ketentuan agama.
7. Mencari kekayaan yang berlimpah dengan segala cara
dengan jalan yang tidak wajar dan dilarang agama,
sehingga menimbulkan kecurangan, kejahatan dan
penipuan yang merugikan pihak lain.
8. Membelanjakan harta yang dimiliki secara boros tanpa
memperhitungkan azas manfaat dan mudaratnya.
Sementara larangan berlaku boros bertujuan supaya
setiap muslim dapat mengatur pengeluaran sesuai
keperluan.
9. Kikir dalam membelanjakan harta untuk berbuat

3. Akibat dari Perbuatan Tabzir


Setiap aturan yang telah Allah buat
untuk Hamba-Nya sudah pasti
mengandung hikmah/manfaat bagi
hamba-Nya, begitupun larangan
terhadap perbuatantabzir( boros ).
Berikut beberapa akibat yang dapat
ditimbulkan dari perbuatan tabzir, yaitu
:
Mendapat murka Allah
Mendapat siksa yang teramat pedih
oleh Allah
Mendapat kesengsaraan dunia dan
akhirat
Mendapat cacian dari orang lain

4. Menghindari sifat Tabzir dalam


kehidupan sehari-hari
Cara menghindari sifat tabzir:
a.Memiliki keinginan yang kuat untuk membina
kepribadian istri dan anak-anaknya.
b.Selalu memikirkan dan merenungkan realita
kehidupan manusia pada umumnya dan kaum
muslimin khususnya.
c.Memikirkan dan merenungkan akibat dan
bahaya tabzir.
d.Tidak menjalin persahabatan dengan orangorang tabzir

Ghibah
Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat
pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika
hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal
jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya,
akhlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya.
Caranya-pun bermacam-macam. Di antaranya
dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku
atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan
dengan maksud mengolok-ngolok.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan


prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan
pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di
antara kamu yang suka memakan daging saudaranya
yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang. (QS. Al Hujurat: 12)

Setiap manusia pasti tidak suka makan daging manusia.


Maka bagaimana lagi kalau daging saudaranya? Dan
bagaimana lagi kalau daging itu telah menjadi bangkai?
Nabi memperoleh pelukisan al-Quran ini ke dalam fikiran
dan mendasar di dalam hati setiap ada kesempatan
untuk itu.
Ibnu Mas'ud pernah berkata:
"Kami pernah berada di tempat Nabi s.a.w., tiba-tiba ada
seorang laki-laki berdiri meninggalkan majlis, kemudian
ada seorang laki-laki lain mengumpatnya sesudah dia
tidak ada, maka kata Nabi kepada laki-laki ini:
Berselilitlah kamu! Orang tersebut bertanya: Mengapa
saya harus berselilit sedangkan saya tidak makan
daging? Maka kata Nabi: Sesungguhnya engkau telah
makan daging saudaramu." (Riwayat Thabarani dan
rawi-rawinya rawi-rawi Bukhari)
Dan diriwayatkan pula oleh Jabir, ia berkata:
"Kami pernah di tempat Nabi s.a.w. kemudian
menghembuslah angin berbau busuk. Lalu bertanyalah
Nabi: Tahukah kamu angin apa ini? Ini adalah angin
(bau) nya orang-orang yang mengumpat orang-orang
mu'min." (Riwayat Ahmad)

Bentuk-bentuk Ghibah
1.Bergunjing tentang bagian tubuh/badan misalnya
dengan menyebut si pincang si tuli,si pendek,si
hitam ,si kuning dan sebagainya.
2.Bergunjing tentang agamanya ,misalnya dengan
mengatakan khianat ,
fasik,zalim,durhaka,tidakmembayar zakat dan
sebagainya.
3.Bergunjing tentang perkara dunia ,misalnya
menyebut biadab ,kurang ajar,banyak
makan,nyinyir,dan sebagainya.
4.Bergunjing tentang keturunan ,misalnya bapak atau
ibunya hitam,tukang judi,tukang rumput,tukang
am[[ahdan sebagainya .
5.Bergunjing tentang sifat daan perangai misalnya

Beberapa kiat untuk menghindari diri


kita dari perbuatan ghibah antara lain:
1.Menyelenggarakan kegiatan social agar
terhindar dari permusuhan.
2.Memupuk kerjasama atas daar kebajikan dan
taqwa sehingga tercipta ketahanan nasional.
3.Memelihara hubungan
persaudaraan,persatuan,dan kesatuan sesama
umat dan bangsa
Persoalan yang timbul hendaknya diselesaikan
dengan musyawarah
Memberikan maaf atas kesalahan orang lain
tanpa menunggu lebih dulu ,dam mampu
menahan amarah sebagai latihan untuk
meningkatkan kualitas katakwaan

1. Pengertian Fitnah
Secara etimologi fitnah itu artinya kesesatan,
dan secara istilah syara fitnah adalah
menyebarkan berita bohong/jelek dalam suatu
hal/orang lain, baik secara diam-diam maupun
secara terang-terangan. Fitnah ini muncul
karena beberapa faktor yaitu kebencian,
kemunafikan dan kedustaan. Fitnah bertujuan
utuk menjatuhkan martabat dan membuat
kesengsaraan kepada sesorang/kelompok
tertentu.
Orang yang berbuat fitnah atau tukang fitnah
adalah orang-orang yang sering menambahnambahi berita, dan suka memutar balikkan
kenyataan. Fitnah merupakn sifat tercela yang
harus dihindari, karena pelakunya semakin
hari akan semakin dijauhi dan dikucilkan oleh

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada


fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya
semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti
(dari memusuhi kamu), maka tidak ada
permusuhan (lagi), kecuali terhadap orangorang yang zalim. ( QS. Al-baqarah ayat 193 )

Fitnah dapat terjadi antara lain:

Penyakit hati seperti syirik,angkuh,dengki


dan kikir.
Ucapan yang salah atau menyimpang dari
sebenarnya.
Kebodohan ebagaimana hadis Nabi
Muhammad saw:Bahwa fitnah dapat muncul
dari kebodohan merajalela,ilmu telah
tercabut ,dan banyak pembunuhan serta
kekacauan.(HR Bukhari-Muslim).

3. Akibat dari Perbuatan Fitnah


Fitnah adalah suatu perbuatan yang dampaknya begitu
besar, terkadang hanya karena sebuah fitnah kecil antar
manusia terjadi permusuhan dan pertengkaran. Berikut
beberapa akibat yang ditimbulkan oleh fitnah yaitu :
Menyebabkan permusuhan
Terjadi pembunuhan
Melemahkan agama islam
4. Hal-hal yang Perlu Dilakukan Ketika Mendapat Fitnah
Bila kita mendapat fitnah, maka ada beberapa langkah
yang dilakukan, yaitu :
Sabar dan tenang dalam menghadapi fitnah
Mempunyai keberanian untuk mengungkapkan
kebenaran yang sesungguhnya
Melakukan cek & ricek ( bertabayun )
Mengusahakan perdamaian
Berdoa kepada Allah

Sebagaimana tlah dijelaskan di atas bahwa Islam


sangat melarang terhadap perbuatan fitnah, hal ini
bukan saja karena dampak yang ditimbulkan dari fitnah
tetapi juga akibat yang akan di terima oleh orang yang
suka menfitnah.
Orang yang memfitnah akan di beri adzab oleh Allah
diakhirat kelak. Allah tlah memberi ancaman berupa
adzab yag sangat pedih, yaitu neraka jahanam. Firman
Allah Ta'ala, dalam surat Al-Buruj ayat 10 berbunyi :
"Sesungguhnya, orang-orang yang mendatangkan
cobaan kepada orang-orang mukmin laki-laki maupun
perempuan lalu mereka tidak mau bertaubat, maka
mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan
mendapatkan azab yang membakar."
Arti dari ayat di atas menurut ibnu kasir dalam
tafsirnya menyatakan bahwa orang-orang yang
memfitnah tersebut, apabila tidak bertobat dan tidak
menghentikan tindakan penyiksaan serta tidak
menyesal atas fitnahnya yang pernah mereka timpakan
atas orang-orang mukmin di masa lalu, maka mereka
bakal ditimpa siksa yang membakar . Menurut siksaan
yang diberikan oleh Allah kepada mereka sejenis dan
setimpal dari tindakan penyiksaan yang mereka

Semoga kita selalu


dilindungi allah untuk
tidak melakukan
perbuatan-perbuatan keji
yang termasuk ke dalam
akhlak tercela. amin

Wish Allah always guide us


to stay on the straight paith.
Keep Islam as our best
religion FOREVER
wassalamualaikum