Anda di halaman 1dari 26

1

Page

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Tujuan utama Pembangunan Nasional adalah peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah
satu faktor penentu utama kualitas Sumber Daya Manusia adalah Gizi.1
Tujuan pembangunan dibidang sosial ekonomi yang meningkatkan
jumlah keluarga yang sadar dan mampu dalam pengasuhan dan penumbuh
perkembangan anak, mengakses informasi, serta meningkatkan kualitas
lingkungan bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahan keluarga.2
Krisis yang melanda perekonomian indonesia pada pertengahan
tahun 1997 telah berpengaruh negatif terhadap kondisi perekonomian
secara menyeluruh dan khususnya terhadap kesejahteraan penduduk.
Dinegara yang sedang berkembang angka kematian bayi dan anak relatif
lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju. Penyebab utama
kematian adalah kekurangan gizi. Faktor multidimensional yang
mempengaruhi status gizi seorang anak adalah faktor sosial-ekonomis
sampai pada faktor fisik biologis. Salah satu faktor yang sangat penting
dan sangat berpengaruh secara timbal balik dengan keadaan kekurangan
gizi adalah penyakit infeksi dan farasit.3
Gizi masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja,
melainkan aspek-aspek terkait yang lain, seperti ekonomi, sosialbudaya,pendidikan,kependudukan dan sebagainya. Oleh sebab itu,
penanganan atau perbaikan gizi sebagai upaya terapi tidak hanya
diarahkan kepada gangguan gizi atau kesehatan saja, melainkan juga
kearah bidang-bidang yang lain, kurang gizi akan berdampak pada
penurunan kualitas sumber daya manusia yang lebih lanjut dapat berakibat
pada kegagalan pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan,
menurunnya produktivitas, meningkatnya kesakitan serta kematian. Visi
pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga sadar gizi untuk
mencapai status gizi masyarakat/keluarga yang optimal.4

Page

Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2007


di indonesia diketahui Prevalensi anak dengan gizi buruk 5,4%, Gizi
kurang 13,00%, Gizi baik 77,20% dan Gizi Lebih 4,30%
Konsumsi gizi sangat mempengaruhi status gizi kesehatan
seseorang yang merupakan modal utama bagi kesehatan individu. Asupan
gizi yang salah atau tidak sesuai akan menimbulkan masalah kesehatan.
Malnutrition (Gizi salah) diartikan sebagai keadaan asupan gizi yang
salah, dalam bentuk asupan berlebih ataupun kurang, sehingga
menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan asupan.
Masalah kesehatan diindonesia, yang muncul sebagai akibat asupan gizi
yang kurang diantaranya adalah kekuarangan vitamin A (KVA), gangguan
akibat kekuarangan yodium (GAKY), anemia, kekurangan energi protein
(KEP). Selain masalah gizi kurang, akhir-akhir ini ditemukan juga dampak
dari konsumsi berlebih, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada
anak dan remaja. Masalah yang sering muncul adalah obesitas (Berat
badan berlebih) yang akan diikuti dengan timbulnya penyakit seperti
jantung koroner, diabetes mellitus, stroke dan yang lainnya. Selain itu, gizi
juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak dan prilaku,
kemampuan kerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit
infeksi.5
Berdasarkan Uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian tentang bagaimana Hubungan antara Sosial Ekonomi dengan
Status Gizi Anak Sekolah Dasar Kelas 4-5 SDN 1 Kecamatan Gunung
Meriah Kabupaten Aceh Singkil.

1.2.

Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, yang menjadi permaalahan

dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara sosial ekonomi dengan

kabupaten aceh singkil.


1.3.

Page

status gizi anak sekolah dasar kelas 4-5 SDN 1 kecamatan gunung meriah

Tujuan penelitian

1.3.1. Tujuan umum


Untuk mengetahui hubungan antara sosial ekonomi dengan status gizi
anak sekolah dasar kelas 4-5 SDN 1 kecamatan gunung meriah kabupaten aceh
singkil
1.3.2. Tujuan khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui hubungan pendidikan orang tua dengan status gizi anak Sekolah
Dasar kelas 4-5 di SDN.1 gunung meriah.
2. Mengetahui hubungan Pekerjaan orang tua dengan status gizi anak Sekolah
Dasar kelas 4-5 di SDN.1 gunung meriah.
3. Mengetahui hubungan Pendapatan orang tua dengan status gizi anak Sekolah
Dasar kelas 4-5 di SDN.1 gunung meriah.
4. Mengetahui status gizi pada anak sekolah dasar kelas 4-5 SDN 1 kecamatan
gunung meriah kabupaten aceh singkil
1.4

Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada Hubungan antara sosial ekonomi

dengan status gizi anak sekolah dasar SDN 1 kecamatan gunung meriah
kabupaten aceh singkil.

1.5

Manfaat penelitian
1. Bagi responden

Page

Dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang gizi seimbang


pada anak sehingga bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan yang salah
terhadap pemberian makanan pada anak dan akhirnya dapat
mengurangi kejadian kurang gizi.
2. Bagi peneliti
Dapat dijadikan sebagai pengalaman baru dalam melakukan penelitian
serta dapat mengaflikasikan teori yang diperoleh dari kampus dengan
yang ada dimasyarakat.
3. Bagi tenaga kesehatan
Dapat memberikan informasi tentang permasalahan gizi pada anak dan
faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga dapat dilakukan upaya
perbaikan gizi.
4. Bagi instusi pendidikan
Dapat dipergunakan untuk menambahkan sumber perpustakaan
sebagai bahan bacaan yang dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Faktor sosial ekonomi

Page

Fungsi sosial ekonomi meliputi keadaan penduduk di suatu masyarakat


(jumlah, umur, distribusi seks, dan geografis.3
Faktor sosial ekonomi yaitu meliputi data sosial : keadaan penduduk,
keadaan keluarga, pendidikan, perumahan, dapur, penyimpanan makanan, sumber
air, kakus. Sementara data ekonomi meliputi pekerjaan, pendapatan, kekayaan,
pengeluaran dan harga makanan yang tergantung pada pasar dan variasi musim.
Menurut Dalimunthe, kehidupan sosial ekonomi adalah suatu kehidupan sosial
ekonomi masyarakat yang menggunakan pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan
sebagai tolak ukur.2
2.1.1. Pendidikan
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga
melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Pendidikan yang cukup
merupakan dasar dalam pengembangan wawasan serta sarana untuk memudahkan
bagi seseorang untuk menerima sesuatu yang baru. Tingkat pendidikan formal
yang diperoleh seseorang akan meningkatkan daya nalar dan dasar perkembangan
daya nalar memudahkan seseorang untuk menerima motifasi.2.6
2.1.2. Pekerjaan
Pekerjaan adalah setiap kegiatan yang dilakukan pada sesuatu tertentu
yang dimaksudkan untuk memperoleh imbalan jasa untuk memenuhi kebutuhan
hidup. Pekerjaan merupakan salah satu faktor yang amat berperan dalam
pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Status dan tingkatan kerja secara
langsung juga dapat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi seseorang. Jadi
pekerjaan yang dilakukan akan pula mempengaruhi besar kecilnya pendapatan
seseorang, tetap atau tidaknya menerima penghasilan dan waktu menerima upah.6
2.1.3. Pendapatan

Page

Pendapatan adalah pendapatan yang diperoleh kepala keluarga serta


anggota keluarganya yang bersumber dari sektor formal, sektor in formal dan sub
sistem dalam waktu 1 bulan yang diukur dengan rupiah.
Menurut ilmu ekonomi pendapatan keluarga merupakan nilai maksimum
yang dapat dikosumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan mengharapkan
keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula.6
2.2.

Gizi

2.2.1. Pengertian Status Gizi


Istilah gizi dan ilmu gizi diindonesia merupakan terjemahan dari
bahasa inggris yakni nutrition. Disatu sisi ilmu gizi berkaitan dengan makanan
dan disisi lain berkaitan dengan tubuh manusia.7
Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, yaitu
untuk menyediakan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh, serta
mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh. Dalam pengertian yang lebih
luas, disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi
seseorang karna gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar,
dan produktifitas kerja.7
Gizi adalah suatu organism menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme,

dan

pengeluaran

zat-zat

yang

tidak

digunakan

untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ,


serta menghasilkan energi.3

2.2.2. Status Gizi

Page

Status gizi adalah merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara


makanan yang masuk kedalam tubuh (nutrient input) dengan kebutuhan tubuh
(nutrient out put) akan gizi tersebut.3

Status gizi erat kaitannya terhadap pertumbuhan, dimana status gizi


merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan. Pada
dasarnya jenis pertumbuhan ada yang bersifat linear dan pertumbuhan massa
jaringan. Dari sudut pandang antropimetri, kedua jenis pertumbuhan ini
mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan linear menggambarkan status gizi
yang dihubungkan pada saat lampau dan pertumbuhan massa jaringan
menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat sekarang atau pada saat
pengukuran.3
1. Pertumbuhan Linear
Bentuk dari ukuran linear adalah ukuran yang berhubungan dengan
panjang. Contoh ukuran linear adalah panjang badan, lingkaran dada, dan
lingkaran kepala. Ukuran linear yang rendah biasanya menunjukkan
keadaan gizi yang kurang akibat kekurangan energi dan protein yang
diderita waktu lampau. Ukuran linear yang paling sering digunakan adalah
tinggi atau panjang badan.
2. Pertumbuhan Massa Jaringan
Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran
massa jaringan adalah berat badan, lingkaran lengan atas (LLA), dan tebal
lemak bawah kulit. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan
keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi atau protein yang diderita
pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang paling
sering digunakan adalah berat badan.3
Bagian 2.1. dibawah ini memperlihatkan jenis ukuran antropometri
gizi dan gambaran yang diberikannya.
Ukuran Antropometri Gizi

Page

Linier

Massa JARINGAN

Contoh :

Contoh :

Tinggi
badan
Berat
badan
Lingkar
dada

Menunjukkan keadaan gizi


kurang akibat kekurangan
energi dan protein yang
diderita waktu lampau.

Berat badan
Lingkar
lengan atas
Tebal lemak
bawah

Menunjukkan keadaan gizi


kurang akibat kekurangan
energi dan protein yang
diderita saat pengukuran.

Gambar 2.1 Jenis ukuran Atropometri gizi.3


2.3.

Penilaian Status Gizi


Status gizi dapat ditentukan dengan penilaian langsung atau tidak

langsung, meliputi : pemeriksaan antropometri, pemeriksaan klinis, pemeriksaan


biokimia, dan survei asupan makanan. Dengan antropometri merupakan cara yang
lebih praktis karena mudah dilaksanakan.12
Penilaian antropometri yang penting dilakukan ialah penimbangan berat
dan pengukuran tinggi badan. Pemeriksaan ini penting, terutama pada anak yang
berkelas ekonomi dan sosial rendah.12

Page

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting. Berat badan


menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air, dan mineral pada tulang.
Disamping itu pula berat badan dapat dipergunakan sebagai bahan dasar
perhitungan dosis obat dan makanan. Tinggi badan merupakan ukuran kedua yang
penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan (quac
stick), faktor umur dapat dikesampingkan.3
2.3.1. Pemeriksaan Antropometri
Antropometri berasal dari kata anthropas dan metros. Anthropas artinya
tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh.
Pengertian dari sudut pandang gizi, telah banyak diungkapkan oleh para ahli.
Jellife (1996) mengungkapkan pengertian antropometri gizi adalah berhubungan
dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari
berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Berbagai jenis ukuran tubuh antara lain :
berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas dan tebal lemak dibawah kulit.
Antopometri sangat umum digunakan untuk mengukur status gizi dari berbagai
ketidak seimbangan antara asupan protein dan energi.3
Standart antropometri WHO 2007 terdiri dari beberapa indikator yaitu :
1. Berat badan menurut umur (BB/U)
Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran
massa tubuh. Massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang
mendadak, misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunnya nafsu makan
atau menurunnya jumlah makanan yang dikonsumsi. Berat badan adalah
parameter antopometri yang sangat labil.
2. Tinggi badan menurut umur (BB/U)
Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan
pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh sering dengan
kurang sensitif terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek.

10

Page

relatif lama.

10

Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang

Berdasarkan karakteristik tersebut diatas, maka indeks ini menggambarkan


status gizi masa lalu. Beaton Bangon (1973) menyatakan bahwa indeks TB/U
disamping memberikan gambaran status gizi masa lampau,juga lebih erat
kaitannya dengan status sosial ekonomi.
2.4.

Macam - Macam Status Gizi

2.4.1.

Gizi Kurang
Suatu keadaan dimana terjadi defesiensi zat yang kompleks khususnya

kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dan diakibatkan oleh rendahnya asupan
makanan. Asupan makanan dipengaruhi oleh kemiskinan, rendahnya pendidikan,
keluarga dan adat/kepercayaan yang terkait dengan pola makanan.8
2.4.2. Gizi Baik
Pemberian makanan yang sebaik-baiknya adalah harus memperhatikan
kemampuan tubuh seseorang untuk mencerna makanan, seperti umur, jenis
kelamin, jenis aktivitas, dan kondisi lain, seperti sakit, hamil dan menyusui. Untuk
hidup dan meningkatkan kualitas hidup, setiap orang memerlukan lima kelompok
zat gizi ( karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral).8
2.4.3. Gizi Lebih
Merupakan keadaan yang patologis, yaitu terdapatnya penimbunan lemak
yang berlebihan disubkutan dan jaringan lain dari yang diperlukan untuk fungsi
tubuh yang normal. Obesitas pada anak tejadi kalau inkate kalori berlebihan
sehingga akan diubah menjadi lemak. Obesitas dapat terjadi pada usia berapa saja,
tetapi yang tersering pada tahun pertama kehidupan, usia 5-6 tahun pada masa
remaja.3

11

11

Faktor lingkungan dan faktor manusia (host) yang didukung oleh


Page

kekurangan asupan zat-zat gizi atau akibat dari penyerapan makanan yang tidak
cukup. Simpanan zat gizi pada tubuh akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
akibat kekurangan zat gizi dan akan habis jika keadaan ini berlangsung dalam
jangka waktu yang lama yang ditandai dengan kemerosotan jaringan. Pada saat ini
orang tersebut sudah dapat dikatakan malnutrisi walaupun baru hanya ditandai
dengan penurunan berat badan dan pertumbuhan yang tehambat.3
2.5.

Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Sekolah


Anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik dari

pada anak balita. Karena umur anak sekolah sudah mudah dijangkau oleh
berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui usaha
kesehatan sekolah (UKS), maupun oleh kelompok swasta berupa program
suplementasi makanan tambahan disekolah atau program makan siang sekolah.9
Selain itu anak sekolah dasar sedang dalam masa pertumbuhan yang
terjadi pada masa ini berlangsung lebih lambat dibandingkan pada masa bayi,
namun kegiatan fisik pada masa anak-anak meningkat. Penting bagi seorang anak
untuk memperoleh makanan yang bergizi setiap hari untuk menunjang
pertumbuhan

dan

aktifitasnya.

Anak

tidak

mungkin

dapat

memenuhi

kebutuhannya hanya dari 1 atau 2 kali makan sehari. Keterbatasan volume


lambung menyebabkan kemampuan anak yang terbatas dalam mengkonsumsi,
untuk itu, makanan harus tersedia untuk dimakan beberapa kali dalam sehari
sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi. Karena untuk dapat memenuhi gizinya
seorang anak sebaiknya makan 3 kali dalam sehari, yaitu sarapan pagi, makan
siang, makan sore atau makan malam.6
1. Konsumsi makanan
Seseorang yang dalam kehidupannya sehari-hari mengkonsumsi makanan
yang kurang asupan zat gizi, akan mengakibatkan kurangnya simpanan zat
gizi pada tubuh yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,

12

12

apabila keadaan ini berlangsung lama, maka simpanan zat gizi akan habis dan
Page

akhirnya akan terjadi kemerosotan jaringan. Selain faktor asupan makanan,


ada tidaknya program makanan dari luar keluarga dan kebiasaan makan juga
mempengaruhi konsumsi makanan.
2. Kesehatan
Tingginya penyakit parasit terutama cacingan dan infeksi pada alat
pencernaan dan penyakit lain yang diderita juga akan mempengaruhi status
gizi seseorang. memburuknya keadaan akibat penyakit infeksi adalah akibat
beberapa hal, antara lain :
a. Seringnya nafsu makan anak yang menurun akibat rasa tidak nyaman yang
dialaminya, mengakibatkan masukan zat gizi berkurang padahal tubuh
memerlukan zat gizi lebih banyak untuk menggantikan jaringan tubhnya yang
rusak akibat bibit penyakit. Kebiasaan makan yang seperti ini akan berdampak
pada status gizi anak.
b. penyakit infeksi sering dibarengi oleh diare dan muntah menyebabkan
penderita kehilangan cairan dan sejumlah zat gizi seperti berbagai mineral, dan
sebagainya. Penyakit diare menyebabkan penyerapan zat gizi dari makanan juga
terganggu, sehingga secara keseluruhan mendorong terjadinya gizi buruk. Oleh
karena itu, pemeliharaan kesehatan anak adalah faktor paling penting untuk
menjaga status gizi agar tetap baik.
2.6.

Akibat Gangguan Gizi Terhadap Fungsi Tubuh


Kekurangan gizi secara umum (makanan kurang dalam kuantitas dan

kualitas) menyebabkan gangguan pada proses-proses :


1.

Pertumbuhan
Protein digunakan sebagai zat pembakar, kekurangan protein

menyebabkan otot-otot menjadi lembek dan rambut mudah rontok. Orang yang

13

13

berasal dari tingkat sosial ekonomi menengah keatas rata-rata lebih tinggi dari

2.

Produksi tenaga

Page

pada yang berasal dari keadaan sosial ekonomi rendah.

Kekurangan energi berasal dari makanan, energi yang diperlukan


seseorang untuk bergerak, bekerja, dan melakukan aktivitas. Orang menjadi
malas, merasa lemah, dan produktivitas kerja menurun.
3

Pertahanan tubuh
Daya tahan tubuh terhadap tekanan atau stress menurun. Sistem imunitas

dan antibodi berkurang, sehingga mudah terserang infeksi, seperti pilek, batuk,
dan diare.
4.

Perilaku
Baik pada anak-anak maupun orang dewasa yang kurang gizi

menunjukkan perilaku tidak senang. Mereka mudah tersinggung, apatis,


cengeng.10

5.

Struktur dan fungsi otak


Kurang gizi pada usia muda dapat perpengaruh terhadap perkembangan

mental, dengan demikian kemampuan berpikir menurun. Otak mencapai bentuk


maksimal pada usia dua tahun. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya
fungsi otak secara permanen.3
2.7.

Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Status Gizi Siswa/i SD


Sosial ekonomi merupakan aspek sosial budaya yang sangat

mempengaruhi status gizi dan juga berpengaruh pada pola penyakit, bahkan juga
berpengaruh pada kematian, misalnya obesitas lebih banyak ditemukan pada

14

14

golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya, malnutrisi


Page

lebih banyak ditemukan dikalangan yang berstatus gizi rendah.


Penyebab kekurangan gizi, pertama makanan dan penyakit infeksi yang
mungkin diderita anak. Kedua, ketahanan pangan dikeluarga, pola pengasuhan
anak, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Ketiga faktor tingkat
pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan, terdapat semakin baik tingkat
ketahanan pangan keluarga, pola pengasuhan anak, dan keluarga memanfatkan
pelayanan kesehatan yang ada. Ketidak terjangkauan pelayanan kesehatan (karena
jauh, tidak mampu membayar) dapat berdampak juga pada status gizi anak.2
2.8.

faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi


Faktor yang secara langsung mempengaruhi staus gizi adalah asupan

makan dan penyakit infeksi. Berbagai faktor yang melatar belakangi kedua faktor
tersebut misalnya faktor ekonomi, keluarga, produktivitas, dan kondisi
perumahan.11
Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi :
a. Faktor Langsung
1.konsumsi pangan
Penilaian konsumsi pangan rumah tangga atau secara perorangan
merupakan cara pengamatan langsung dapat menggambarkan pola konsumsi
penduduk menurut darah, golongan sosial ekonomi dan sosial budaya. Konsumsi
pangan lebh sering digunakan sebagai salah satu teknik untuk memajukan tingkat
keadaan gizi.11

b. Faktor tidak Langsung

Page

1. Tingkat pendapatan

15

15

Pendapatan merupakan faktor menentukan kuantitas dan kualitas


makanan, ada hubungan erat antara pendapatan dan gizi didorong oleh pengaruh
yang menguntungkan dari pendapatan yang meningkat bagi perbaikan kesehatan
dan masalah keluarga. Rendahnya peningkatan pendpatan orang miskin dan
kebiasaan makan dan cara-cara yang menghalangi perbaikan gizi yang efektif,
terutama untuk anak-anak.2
2. Pengetahuan gizi
Pengetahuan tentang ilmu gizi secara umum dapat bermanfaat dalam sikap
dan perlakuan dalam memilih bahan makanan. Dengan tingkat pengetahuan gizi
yang rendah akan sulit dalam penerimaan informasi dalam bidang gizi, bila
dibandingkan dengan tingkat pengetahuan gizi yang baik.11
3. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu unsur penting yang dapat mempengaruhi
keadaan gizi karena dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi diharapkan
pengetahuan atau informasi tentang gizi yang dimiliki akan lebih baik.2

BAB III

16

Kerangka Konsep

Page

3.1.

16

METODE PENELITIAN

Sosial ekonomi :
Pendidikan
Pekerjaan
Pendapatan

Status Gizi

Gambar 3.1 Kerangka konsep


3.2.
Variabel

Definisi Operasional

Defisiensi
operasional
Independent:
Suatu keadaan
Sosial Ekonomi.
yang dimiliki
_Pendapatan : Nilai
oleh sebuah
maksimum yang dapat keluarga yang
diukur dengan
dapat dinilai
Rupiah.
dari pendapatan
keluarga,
pendidikan dan
pekerjaan orang
tua.

_Pendidikan :
Merupakan dasar
dalam pengembangan
wawasan.

_Pekerjaan : Kegiatan
yang dilakukan yang

Parameter

Alat ukur

Hasil
Ukur
>UMR (-)
<UMR (+)

Skala

1.pendapatan orang
tua yaitu besarnya
penghasilan yang
dinilai dengan uang
yang diperoleh
keluarga dalam 1
bulan (berdasarkan
ketentuan
Menakertrans Nomor
17/MEN/VII/2005)
1. Rp. 737.000
2. > Rp. 737.000

Kuesioner

2. Pendidikan orang
tua formal yang telah
ditempuh :
a. Tidak tamat SD
b. SD/sederajat
c. SMP/sederajat
d. SMA/sederajat
e. perguruan tinggi.
3. pekerjaan orang tua
yaitu kegiatan yang
dilakukan untuk

Kuesioner

_Rendah ( Tidak
tamat sekolah,
SD-SMP)
_Tinggi ( SMAperguruan
tinggi).

Ordinal

Kuesioner

_Bekerja
_Tidak bekerja

Nominal

Ordinal

17

Dependent : Status
Gizi

mendapatkan
penghasilan :
a. Bekerja
(PNS/Swasta),buruh/p
egawai tidk tetap
b. tidak bekerja
Page

17

dimaksudkan untuk
memperoleh imbalan
jasa untuk memenuhi
kebutuhan hidup.

Keadaan Gizi
Anak yang
didapatkan dari
perbandingan
BB/U

Bathroom
weight
scale
Microtoise

>120%
Kegemukan
110%-120%
Gizi lebih
90%-110%
Gizi baik
80%-90%
Gizi sedang
70%-80%
Gizi kurang
<70%
Gizi buruk

Gambar 3.2 Definisi Operasional


3.3.

Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian Analitik Deskriptif dengan rancangan

cross sectional study. Yaitu suatu penelitian yang dilakukan, dimana semua
variabel penelitian diukur pada priode waktu yang bersamaan, untuk mengetahui
hubungan antara Sosial Ekonomi dengan Status Gizi anak usia sekolah di SDN 1
Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.
3.4.

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dlaksanakan di SDN 1 Kec. Gunung meriah Kabupaten Aceh

Singkil pada bulan September 2014.


3.5.

Populasi dan Sampel

3.5.1. Populasi

Ordinal

18

18

Populasi adalah seluruh siswa/i kelas IV, V di SDN 1 Kec. Gunung Meriah
murid, kelas V sebanyak 32 murid.

Page

kabupaten Aceh Singkil dimana terdapat jumlah murid kelas IV sebanyak 33

3.5.2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah anak-anak sekolah dasar kelas IV dan
V, dimana jumlah murid sebanyak 65 orang.
3.6.

Variabel Penelitian

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sosial ekonomi


( Pekerjaan,pendidikan dan pendapatan orang tua), sedangkan variabel terkaitnya
adalah status gizi.
3.7.

Instrumen dan Tekbik Pengumpulan Data

3.7.1. Instrumen pengumpulan data


1.Kuesioner
2.Bathroom weight scale
3.Microtoise
3.7.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data yang diambil langsung
dari responden dengan cara membagikan kuesioner dan melalui pengukuran
langsung dengan menggunakan pengukuran Z-Score yaitu mengukur berat
badan/tinggi badan anak.
3.7.3. Pengukuran Status Gizi dengan Antropometri
Pengukuran antpometri yang dilakukan meliputi berat badan (BB) dan
tinggi badan (TB). Pengukuran dilakukan dengan metode standar, dan setiap
pengukuran dilakukan sebanyak dua kali. Data yang diambil merupakan nilai rata
rata dari dua kali hasil pengukuran (Supariasa : 2009).
A.

Prosedur pengukuran BB :

- Timbangan diletakkan pada permukaan yang datar dan keras.

19

Page

19

- Subyek yang akan ditimbang beridiri ditengah-tengah timbangan tanpa bantuan,


dengan kepala tegak serta pandangan lurus ke depan. Subyek akan diminta untuk
menggunakan pakaian seringan mungkin, melepas alas kaki atau perhiasan yang
dapat menambah berat badan.
- Penimbangan akan dilakukan dua kali, hasilnya dibaca dan dicatat
kemudian dihitung rata-ratanya.
B.

Prosedur pengukuran TB :

- Microtoise digantung pada dinding setinggi 200 cm dari lantai yang datar
dengan satuan sentimeter tepat pada posisi nol.
- Subyek yang akan diukur berdiri tegak pada lantai datar tersebut dan alas kaki
dilepas. Kepala menghadap ke depan, kedua kaki merapat sejajar alat, tumit,
bokong, dan bagian belakang subyek menempel ke dinding.
- Kedua lengan berada disamping dalam keadaan bebas.
- Pita microtoise ditarik perlahan kebawah sampai menyentuh puncak kepala
subyek dan baca skala yang ditunjukkan.
- Pengukuran akan dilakukan dua kali, hasilnya dicatat dan dihitung rata-ratanya.
3.7.4. Cara pengukuran Status Gizi
Pengukuran Status Gizi dilakukan dengan menggunakan CDC 2000 :
1. Tentukan terlebih dahulu umur anak dalam bulan, jika umur anak > 16 hari
maka dibulatkan menjadi 1 tahun.
2. Pakai grafik CDC 2000 sesuai usia (kelahiran s.d 6 bulan atau 2 s.d 20
tahun) dan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan).
3. Pada grafik CDC 2000, lihat sumbu vertical atas panjang/tinggi badan,
sesuaikan angka panjang/tinggi badan yang diukur dan beri tanda silang
kemudian tarik garis putus-putus horizontal kekanan atau ke kiri menuju
garis persentil 50 pada grafik panjang/tinggi badan dan beri tanda titik.
4. Dari tanda titik pada garis persentil 50 grafik panjang/tinggi badan
lanjutkan penarikan garis putus-putus secara vertikal ke bawah menuju
garis persentil 50 pada grafik berat badan dan beri tanda titik.
5. Kemudian dari tanda titik pada garis persentil 50 grafik berat badan
lanjutkan penarikan garis putus-putus secara horizontsl ke kanan atau ke
kiri menuju sumbu vertikal bawah berat badan dan beri tanda silang.
6. Baca skala berat badab seharusnya pada sumbu vertikal bawah berat
badan.
7. Tentukan median BB/TB dalam persentil dengan rumus :

20

Interpretasi hasil pengukuran :

Page

20

Berat badan sekarang x 100%


Berat badan seharusnya

Median BB/TB dalam persentil

Status Gizi

>120%

Kegemukan (OBESITY)

110% - 120%

Gizi Lebih (OVERWEIGHT)

90% - 110%

Gizi baik (NORMAL)

80% - 90 %

Gizi sedang (MILD M)

70% - 80%

Gizi kurang (MODER M)

<70%

Gizi buruk (SEVERE M)

3.8.

Pengolahan dan Analisis Data


Setelah pengumpulan data selesai, kemudian dilakukan pengolahan data.
1. Editing
Langkah ini digunakan untuk memeriksa kembali data yang diperoleh
mencakup kelengkapan atau kesempurnaan data, kekeliruan pengisian
data sampel yang tidak sesuai atau tidak lengkap.
2. Coding
Data yang diperoleh diberikan kode tertentu untuk mempermudah
pembacaan data.
3. Entry
Proses pemasukan data dalam suatu program komputer
4. Proccesing
Proses pengolahan data untuk mendapatkan distribusi frekuensi setiap
variabel yang diteliti dengan menggunakan program komputer.
5. Tabulating
Menyusun data dengan mengorganisir data sesuai variabel yang
diteliti.

3.8.1. Analisis Data

1.

Analisis Univariat

21

21

Page

Analisis univariat adalah analisis yang dilakukan untuk menggambarkan


sesuatu variabel. Pada penelitian ini analisis univariat digunakan untuk melihat
gambaran distribusi dan frekuensi Sosial ekonomi dan status gizi pada siswa/i
SDN 1 Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.
2.

Analisis Bivariat

Analisis bivariat untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel


independen ( Sosial Ekonomi) dan Variabel dependen (Status Gizi). Analisis ini
dilakukan dengan uji Chi square.

Page

22

22

DAFTAR PUSTAKA
1. Departemen Kesehatan RI. 2002. Program Gizi Makro. Jakarta : Depkes
RI.
2. Yusrizal. 2006. Pengaruh faktorsosial ekonomi dan budaya masyarakat
terhadap status gizi anak balita di wilayah pesisir kabupaten bireuen.
Available from : http://Repository.usu.ac.id/handle/123456789/6732.
3. Supariasa, I.D.N. 2004. Penilaian status gizi. Jakarta : Kedokteran EGC.
4. Notoatmodjo, soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka
Cipta. Jakarta.
5. Sulistiyoningsih H. 2011. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan
Anak.Yogyakarta : Graha Ilmu
6. Elianti. 2007. Hubungan sosial ekonomi orang tua dengan status gizi anak
sekolah SD Negeri 83 Boting kota Palopo tahun 2007. Available from :
http://skripsidantesisku.blogspot.com/2012/04/hubungan-sosial-ekonomidengan-status-13.html?m=1.
7. Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka
Utama.
8. Alfyan, M Taufik. 2010. Hubungan pengetahuan gizi dengan status gizi
siswa di SMA harapan Medan Tahun 2010. Available from :
http://Repository.usu.ac.id/handle/123456789/23456.
9. Sediaoetama, A.D. 2008. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa Dan Profesi Jilid I.
Jakarta : Dian Rakyat.
10. Fandini, Intan. 2011. Hubungan infeksi cacing yang ditularkan melalui
tanah dengan status gizi pada siswa siswi SD Negeri No.106789 Tanjung
Gosta Kecamatan Sunggal. Medan : Universitas Islam Sumatera Utara.
11. Saing, Bistok. 2012. Gambaran Status Gizi pada anak sekolahj dasar di
SDN 064977 Kecamatan Medan Tembung kota Medan. Available from :
http://Repository.usu.ac.id/handle/123456789/40591.
12. Arisman. 2010. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Buku Ajar Ilmu Gizi. Ed. 2.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
13. Notoatmodjo S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka
Cipta.

LEMBAR KUESIONER

23

23

HUBUNGAN ANTARA SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI


Page

ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4-5 SDN 1 KEC.GUNUNG MERIAH


KABUPATEN ACEH SINGKIL

No. Responden :
Tanggal diisi :
A.

DATA UMUM
Petunjuk pengisian :
1
2
1
2
3
4
5
6

B.

Isilah Biodata Ini dengan jujur sesuai dengan keadaan yang


sebenarnya.
Apabila kurang jelas tanyakan pada peneliti.
Biodata Responden :
Nama Anak
:
Nama Ayah
:
:
Nama Ibu
:
Kelas
:
Jenis kelamin anak :
Umur Anak
:
DATA KHUSUS

Pilihlah jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang (X)

pada pilihan jawaban di bawah ini sesuai keadaan yang sebenarnya.


Baca kembali setelah anda menjawab semua, agar tidak ada
pertanyaan yang terlewatkan.

KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI


1. Pekerjaan Ayah :
a. PNS/ABRI

c. Buruh/Pegawai tidak tetap

Page

b. Pegawai Swasta

24

24

d. Tidak bekerja
2. Pekerjaan Ibu :
a. PNS/ABRI
b. Pegawai Swasta
c. Buruh/Pegawai tidak tetap
d. Tidak bekerja
3. Pendidikan terakhir Orang Tua ( Ayah ) :
a. Perguruan Tinggi
b. SMA
c. SMP/SD
d. SD tidak tamat
4. Pendidikan terakhir Orang Tua ( Ibu ) :
a. Perguruan Tinggi
b. SMA
c. SMP/SD
d. SD tidak tamat

5. Pendapatan Ayah : ..................


Ibu

: ..................

25

25

6. Agama :

Page

a. Islam
b. Kristen
c. Hindu
d. Budha
7. Suku Bangsa Ayah : ...............
Ibu

: ..............

8. Jumlah Anggota Keluarga : ..............


9. Berapa pengeluaran untuk keperluan makan setiap hari ? Rp..............
KARAKTERISTIK STATUS GIZI
10. Berapa kali adik makan sehari ?
a. Lebih dari 4x sehari
b. 3x sehari
c. 2x sehari
d. 1x sehari

11. Apakah yang dimaksud 4 sehat 5 sempurna ?


a. Tidak tahu
b. Kurang Tahu

c. Makanan bergizi

26

26

Page

d. Makanan yang terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan susu
12. Makanan apa saja yang mengandung Zat Tenaga (Karbohidrat) ?
a. Tidak tahu
b. Kurang tahu
c. Tahu
Item : Nasi, Jagung, Ubi dan Roti
13. Makanan apa saja yang mengandung Zat pembangun (Protein) ?
a. Tidak tahu
b. Kurang tahu
c. Tahu
Item : Telur, Daging, Ayam dan Ikan