Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara Nomor: 118 Tahun 1996 Bab II Pasal 3 bahwa tugas pokok
Pengawas

Sekolah

adalah

melakukan

penilaian

dan

pembinaan

penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu baik negeri


maupun swasta. Penilaian adalah penentuan derajat kualitas berdasarkan
kriteria

(tolok

pendidikan

di

ukur)

yang

sekolah.

ditetapkan

Pembinaan

terhadap

adalah

penyelenggaraan

memberikan

arahan,

bimbingan, contoh, dan saran dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah.


Sebagai pejabat yang berwenang melakukan penilaian pembinaan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah, maka sewajarnyalah pengawas
sekolah menyusun program kerja sebagai pedoman dalam melakukan
penilaian dan pembinaan. Pengawas sekolah harus dapat memberikan
penilaian yang sesuai dengan tolok ukur yang telah ditetapkan dan
memanfaatkan penilaian sebagai dasar pembinaan. Penyusunan program
kerja tersebut dimaksudkan agar pembinaan yang dilakukan terencana,
terarah dan sistematis. Suatu pekerjaan yang direncanakan secara baik
tentu akan menghasilkan pembinaan yang baik pula terhadap satuan
pendidikan.
Mengingat tugas pokok pengawas satuan pendidikan dalam
melakukan supervisi diarahkan pada aspek akademis dan manajerial,
maka program kerja ini juga disusun mengacu pada kedua aspek
tersebut. Aspek akademis diarahkan pada pembinaan kepada guru dalam
melaksanakan tugasnya, sedangkan aspek manajerial diarahkan untuk
melakukan penilaian dan pembinaan terhadap pelaksanaan manajemen
sekolah.
1

Program kerja ini diarahkan untuk melakukan pembinaan sesuai


dengan kebutuhan sekolah binaan. Oleh karena itu sebelum penyusunan
program

kerja

ini

terlebih

dahulu

dilakukan

pemantau

terhadap

kebutuhan sekolah. Di samping itu diperhatikan juga hasil pembinaan


yang dilakukan tahun lalu.
B. Landasan Hukum
1. Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pasal 1 ayat (5) menyatakan tenaga kependidikan adalah
anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan. Selanjutnya pada pasal 39
ayat (1) dinyatakan: Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan
administrasi,

pengelolaan,

pengembangan,

pengawasan

dan

pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan


pendidikan. Dalam Peraturan Pemerintah. No. 19 tahun 2005 pasal 39
ayat

(1)

dinyatakan:

Pengawasan

pada

pendidikan

formal

dilaksanakan oleh pengawas satuan pendidikan.


2. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1994, tentang Jabatan Fungsional
Pegawai Negeri Sipil.
3. Surat Keputusan MENPAN Nomor 118 tahun 1996 yang diperbaharui
dengan SK MENPAN Nomor 091/KEP/MEN.PAN/10/2001 tentang Jabatan
Fungsional

Pengawas Sekolah dan Angka

Kreditnya

dinyatakan:

Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas,


tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang
berwewenang untuk melakukan pengawasan pendidikan pada satuan
pendidikan prasekolah, sekolah dasar, dan sekolah menengah (pasal
1 ayat 1). Pada pasal 3 ayat (1) dinyatakan; Pengawas sekolah
adalah pejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana
teknis dalam melakukan pengawasan pendidikan terhadap sejumlah
sekolah tertentu yang ditunjuk/ditetapkan.
tanggung

jawab

pengawas

sekolah

yakni:

Pasal
(a)

ayat

(1);

melaksanakan
2

pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah sesuai


dengan penugasannya dan; (b) meningkatkan kualitas proses belajar
mengajar/bim- bingan dan hasil prestasi belajar/bimbingan siswa
dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Tanggung jawab pertama
mengindikasikan pentingnya supervisi manajerial sedangkan tanggung
jawab yang kedua mengindikasikan pentingnya supervisi akademik.
4. Hal ini dipertegas lagi dalam PP No 19 tahun 2005 pasal 57 yang
berbunyi; supervisi yang meliputi supervisi manajerial dan akademik
dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau
penilik satuan pendidikan. Supervisi manajerial meliputi aspek
pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan, sedangkan supervisi
akademik meliputi aspek-aspek pelaksanaan proses pembelajaran
(penjelasan pasal 57). Pengawasan manajerial sasarannya adalah
kepala sekolah dan staf sekolah lainnya, sedangkan sasaran supervisi
akademik sasarannya adalah guru.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2007

5.

tentang

Standar Pengawas Sekolah/Madrasah


6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13
Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16
Tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19
Tahun 2007, tentang Standar Sarana dan Prasarana;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2007,dan Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar
Penilaian Pendidikan;
10.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

24 Tahun 2007, tentang Standar Pengelolaan;


11.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor


3

41 Tahun 2007, dan Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 tentang


Standar Proses;
12.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

24 Tahun 2008, tentang Standar Kompetensi

Tenaga Administrasi

Sekolah/Madrasah;
13.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

25 Tahun 2008, tentang Standar Kompetensi Tenaga Perpustakaan


Sekolah/Madrasah;
14.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

26 Tahun 2008, tentang Standar Kompetensi Tenaga Laboratorium


Sekolah/Madrasah;
C.Tujuan dan Sasaran Pengawasan
1.

Mengetahui keseluruhan sasaran pengawasan sekolah

2.

Dapat mengatur kapan, bagaimana dan dengan cara apa


masing-masing sasaran itu akan dilaksanakan dalamkurun waktu satu
tahun pelajaran

3.

Memiliki

pedoman

operasional

dalam

melaksanakan

tugas pengawasan sekolah selama satu tahun pelajaran


4.

Memiliki tolok ukur keberhasilan/ketidak berhasilan dalam


melaksanakan tugas pengawasan

D. Visi, Misi dan Strategi Pengawasan


1. Visi Pengawas Sekolah
Terwujudnya sistem pengawasan pendidikan yang efisien dan efektif,
bermutu,bermartabat, merata dan dapat dipertanggung jawabkan.
2. Misi Pengawas Sekolah
1.

Meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengawasan yang


berorientasi akuntabilitas

2.

Mendorong terwujudnya akuntabilitas unit kerja


4

3.

Meningkatkan profesionalisme tenaga kepengawasan

4.

Mengembangkan sistem pengawasan yang lebih mandiri


dan obyektif

5.

Melakukan koordinasi fungsi pengawasan yang dilakukan


lintas atau multi instansi

6.

Menegakan etika dan moral penyelenggaraan pengelola


dan pelaksana pendidikan

3. Strategi Pengawasan
Kegiatan

utama

setiap

pengawas

satuan

pendidikan

dalam

melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial


adalah; memantau, menilai, membina dan melaporkan.
1). Memantau atau monitoring artinya melakukan pengamatan,
pemotretan,

pencatatan

terhadap

fenomena

yang

sedang

berlangsung. Misalnya memantau proses pembelajaran, artinya


mengamati, memotret, mencermati, mencatat berbagai gejala yang
terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung.
2). Menilai artinya memberikan harga atau nilai terhadap obyek yang
dinilai berdasarkan kriteria tertentu. Jadi setiap penilaian ditandai
adanya

kriteria,

adanya

obyek

yang

dinilai

dan

adanya

pertimbangan atau judgemen. Hasil penilaian dijadikan bahan untuk


pengambilan

keputusan.

Misalnya

menilai

kemampuan

guru

mengajar.
3). Membina artinya memberikan bantuan atau bimbingan kearah
yang lebih baik dan lebih berhasil. Tentunya sebelum membina
pengawas harus mengetahui terlebih dahulu kelemahan atau
kekurangan dari orang-orang yang dibinanya.
4).

Melaporkan

artinya

menyampaikan

proses

dan

hasil

pengawasannya kepada atasan baik secara lisan maupun secara


5

tertulis dengan harapan laporan tersebut bisa ditindaklanjuti atasan


baik berupa pembinaan selanjutnya maupun usaha lain untuk dapat
meningkatkan mutu pendidikan.
E . Sasaran dan Target Kepengawasan
1. Sasaran Pengawasan :
Kepala Sekolah SD, TK dan Guru SD,TK, Tenaga kependidikan, Wilayah
Daerah Binaan I ( Gugus Muh. Syafei ) dan Daerah Binaan II ( Gugus Gatot
Subroto ) UPTD Pendidikan Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang,
yang terdiri dari 13 (sepuluh) SD dan 4 ( empat) Taman Kanak-Kanak.
Yaitu : ( terlampir )
2. Target Pengawasan :
a. Meningkatnya pemahaman kompetensi guru terutama kompetensi
pedagogic dan kompentensi professional.
b. Meningkatnya kemampuan guru dalam

pengimplementasian

Standar Isi, Standar Proses Standar Kompetensi Lulusan dan Standar


Penilaian.
c. Meningkatnya kemampuan guru dalam menyusun proposal dan
Laporan Penelitian Tindakan Kelas.
d. Meningkatnya pemahaman kepala sekolah dalam melaksanakan
tugas untuk mencapai standar nasional pendidikan
e. Meningkatnya kemampuan dan kompetensi kepala sekolah dalam
bidang tugasnya sebagai manajer dan pengelola sekolah menuju
tercapainya mutu pendidikan
f. Meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan ( staf ,dll ) dalam
bidang tugas pokok untuk menuju meningkatnya prestasi sekolah.
F.

Ruang Lingkup Pengawasan


Berangkat dari tugas pokok pengawas satuan pendidikan, maka ruang
lingkup kegiatan dalam program pengawasan adalah sebagai berikut:
1. Penilaian kinerja yang akan dilakukan terhadap:
a. Kepala sekolah.
b. Guru.

c. Tenaga

kependidikan

lain

(tenaga

administrasi,

laboran,

pustakawan).
2. Pembinaan yang akan dilakukan terhadap:
1. Aspek Manajerial, meliputi
1) Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi
sekolah
2) Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.
3)

Tenaga

kependidikan

lain

(tenaga

administrasi,

laboran,

pustakawan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing


4) Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan
untuk melaksanakan tugas pokok kepengawasan
2. Aspek Akademik, meliputi :
1) Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses
pembe-lajaran/bimbingan berdasarkan standar proses.
2)

Penerapan

berbagai

inovasi

pendidikan/pembelajaran

berdasarkan IPTEK
3. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap:
a. Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru;
b. Pengelolaan dan administrasi sekolah pendidikan ;
c. Pelaksanaan delapan standar nasional;
d. Pelaksanaan UTS ,UAS dan UKK;
e. Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional;
f. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler;
g. Lingkungan sekolah.
4. Pebimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

4.1 Guru
a. Penguasaan kompetensi guru
b. Pengembangan diri
c. Publikasi ilmiah
4.2 Kepala sekolah
1. Penguasaan kompetensi kepala sekolah
2. Penguasan kompetensi tugas tambahan sebagai kepala sekolah
3. Pembimbingan penulisan KTI
4. Pembimbingan pelaksanaan pendidikan karakter, program induksi,
EDS,
akreditasi sekolah dll.

BAB II
IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN
DALAM BIDANG PENDIDIKAN

A.

Identifikasi Hasil Pengawasan Tahun 2013/2014


1. Hasil Penilaian
a. Kinerja Kepala Sekolah
Penilaian Kinerja kepala sekolah mencakup tugas pokok kepala
sekolah pada semua bidang ,

yaitu: (a) tugas manajerial, (b)

supervisi dan (c) kewirausahaan.


1) Tugas Manajerial
Adapun

sasaran

penilaian

kinerja

Kepala

Sekolah

aspek

menegerial pada sekoalah binaan mencakup :


8

a) Menyusun

perencanaan

sekolah,

b)

Mengelola

program

pembelajaran, c) Mengelola kesiswaan, d) Mengelola sarana dan


prasarana,
keuangan

d)

Mengelola

sekolah,

f)

personal

Mengelola

sekolah,
hubungan

e)

Mengelola

sekolah

dan

masyarakat, g) Mengelola administrasi sekolah, h) Mengelola


sistem informasi sekolah, i) Mengevaluasi program sekolah, J)
Memimpin sekolah.
Hasil Penilaian

terhadap kinerja kepala sekolah, dengan

sasaran aspek manajerial pada Sekolah

Binaan berkaitan

dengan pengelolaan sekolah, belum semua sumber daya dapat


disediakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai
tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Hal ini disebabkan
masih banyak Kepala Sekolah yang belum memahami tugas
manajerial,
2) Tugas Supervisi
Penilaian Kinerja Kepala sekolah dalam tugas supervisi ini
tercakup pada kegiatan-kegiatan: a) Merencanakan program
supervisi,

Melaksanakan

program

supervisi

dan

c)

Menindaklanjuti program supervisi


Hasil penilaian kinerja dalam tugas supervisi,
a)

Masih ada Kepala Sekolah belum menyusun program


supervisi

b)

Rutinitas melaksanakan program supervisi belum sesuai


dengan jadwal yang disusun

c)

Tindak lanjut pelaksanaan supervisi belum maksimal

3) Tugas Kewirausahaan
Pengelolaan Teaching Vactory / Unit produksi pada sekolah
binaan belum dikelola secara profesional
b. Guru dalam pelaksanaan pembelajaran
9

Indikator penilaian terhadap kinerja guru dilakukan terhadap tiga


kegi-atan pembelajaran dikelas yaitu:
1)

Perencanaan Program Kegiatan Pembelajaran

Tahap perencanaan dalam kegiatan pembelajaran adalah tahap


yang berhubungan dengan kemampuan guru menguasai bahan
ajar. Kemampuan guru dapat dilihat dari cara atau proses
penyusunan program kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh
guru, yaitu mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP).
2)

Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran di kelas adalah inti penyelenggaraan


pendidikan yang ditandai oleh adanya kegiatan pengelolaan
kelas, penggunaan media dan sumber belajar, dan penggunaan
metode serta strategi pembejaran. Semua tugas tersebut
merupakan tugas dan tanggung jawab guru yang secara optimal
dalam pelaksanaanya menuntut kemampuan guru.
3) Evaluasi/Penilaian Pembelajaran
Penilaian hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan
untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran
dan juga proses pembelajaran yang telah dilakukan.
c. Tenaga kependidikan lainnya
Evaluasi ini meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian,
keseimbangan beban kerja, dan kinerja pendidik dan tenaga
kependidikan dalam pelaksanaan tugas. Kemudian dalam evaluasi
kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan
perubahan-perubahan peserta didik.
2.

Hasil Pembinaan terhadap:


1. Aspek Manajerial, meliputi

10

1) Organisasi sekolah dalam persiapan menghadapi akreditasi


sekolah
2) Kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah.
3)

Tenaga

kependidikan

lain

(tenaga

administrasi,

laboran,

pustakawan) dalam pelaksanaan tugas pokoknya masing-masing


4) Pengawas pada jenjang di bawahnya dalam bentuk bimbingan
untuk melaksanakan tugas pokok kepengawasan
2. Aspek Akademik, meliputi :
1) Guru dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan penilaian proses
pembelajaran/bimbingan berdasarkan kurikulum yang berlaku
2) Penerapan berbagai inovasi pendidikan/pembelajaran
3. Pemantauan yang akan dilakukan terhadap:
a.

Pengelolaan dan administrasi sekolah informasi


manajemen.

b.

Pelaksanaan

delapan

standar

nasional

pendidikan
c.

Lingkungan sekolah

d.

Pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional

e.

Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru

f.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler

g.

Sarana

belajar

(alat

peraga,

laboratorium,

perpustakaan).
B.

Masalah dalam Pengawasan


1. Penilaian
a. Kinerja Kepala Sekolah

11

1). Kompetensi Manajerial kepala sekolah perlu mendapat


perhatian
2).

Perencanaan,

pelaksanaan

dan

tindak

lanjut

kompetensi

supervisi kepala sekolah belum optimal


b. Kinerja Pendidik
1.

Masih

ada beberapa guru yang belum mampu menyusun

silabus,RPP, dan pelaksanaan pembelajaran

sesuai

dengan

Permendiknas No. 41 Tahun 2007 ,Permendikbud No 65 tahun 2013


tentang stndar proses
2. Kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian perlu
ditingkakan.
c. Kinerja Tenaga Kependidikan lainnya
Perlu terus ditingkatkan kermampuan tenaga kependidikan lainnya
dalam pengelolaan administrasi sekolah
2. Pembinaan
a

Aspek Manajerial
1) Kepala sekolah dalam mengelola pendidikan dan administrasi
sekolah
2) Persiapan Dalam menghadapi akreditasi sekolah
3) Tim kerja dan staff sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah
4) Komite sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat

b.

Aspek Akademis
1) Guru dalam pengembangan media ajar
2) Guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif
3) Guru dalam meningkatkan kompetensi profesional
4) Guru dalam melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar
12

5) Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas


6) Guru dalam menyusun RPP
3. Pemantauan
a. Proses dan hasil belajar
b. Penilaian hasil belajar
c. Standar mutu hasil belajar peserta didik
d. Pengembangan profesi guru
e. Pengadaan dan pemanfaatan sumber belajar
f. Penjaminan /stndar mutu pendidikan
g. Penerimaan peserta didik baru
h. Hubungan sekolah dengan masyarakat
i. Pelaksanaan Ujian Nasional/sekolah
j. Kinerja Kepala sekolah
k. Pelaksanaan kurikulum sekolah
l. Manajemen sekolah
C. Analisis dan Evaluasi hasil pembinaan tahun sebelumnya
1. Kinerja Kepala Sekolah
1.1 . Pemantauan SNP
Masalah

dalam

pengawasan

dikelompokkan

ke

dalam

komponen-

komponen yang terdapat pada 8 standar nasional pendidikan sebagai


berikut:
1. Standar Isi
a. Penyusunan KTSP belum mampu mandiri
b. Penyusunan silabus belum menyentuh kebutuhan sekolah
c. Belum seluruh guru membuat RPP secara kontinyu
d. Beban belajar belum maksimal
e. Pemanfaatan jam belajar belum efisien
f. Pemerataan guru belum seimbang (beban mengajar)
g. Rasio pendidik dan peserta didik belum sesuai
13

h. Kalender Pendidikan, banyak hari efektif yang digunakan untuk


kegiatan organisasi dan lomba-lomba
2. Standar Proses
a. Proses pembelajaran belum mengacu SNP (interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi,partisipatif,
mandiri,

sesuai

dengan

bakat

dan

minat,

prakarsa,

keteladanan,

perkembangan fisik dan psikologis)


b. Pemanfaatan media pembelajaran belum maksimal
c. Inovasi strategi dan pendekatan pembelajaran masih lambat
3. Standar Kompetensi Lulusan
a. Kemampuan menjabarkan SKL menjadi standar kelulusan sekolah
belum maksimal
b. Penetapan KKM tiap mata pelajaran belum dianalisis secara
cermat dan akurat
c. Fungsi KKM masih sebatas pemenuhan kebutuhan administratif,
tidak dijadikan acuan proses pembelajaran.
d. Peran sekolah sebagai pengembang

kemampuan

dasar

CALISTUNG belum maksimal.


4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
a. Kualifikasi akademik pendidik S1-PGSD belum memadai.
b. Fungsi pendidik sebagai agen pembelajaran belum maksimal
c. Belum tersedia tenaga kependidikan : pelaksana administrasi,
pustakawan, penjaga sekolah, laboran dan satpam.
d. Petugas kebersihan, penjaga keamanan yang belum sesuai
dengan SNP
5. Standar Sarana dan Prasarana
a. Sarana pendidikan belum memadai terutama perangkat komputer
yang saat ini merupakan kebutuhan penting
b. Prasarana : lahan, ruang belajar, ruang guru, ruang pimpinan,
daya, dan jasa masih minimal
c. Rasio jumlah sarana belajar dengan peserta didik belum sesuai
d. Rasio jumlah media pembelajaran dengan peserta didik belum
memadai
6. Standar Pengelolaan
a. MBS belum bisa dilaksanakan sepenuhnya
b. Transparansi dan akuntabilitas masih sebatas wacana
c. Peran dan fungsi komite sekolah belum optimal
d. Peran serta masyarakat belum maksimal
7. Standar Pembiayaan
14

a. Biaya

investasi

sarana

dan

prasarana

pendidikan,

pengembangan SDM, dan Modal kerja tetap masih mengandalkan


BOS
b. Biaya operasional dicukupkan dengan dana BOS
c. Biaya personal : sebagian menjadi beban orang tua peserta didik
8. Standar Penilaian
A. Belum maksimalnya hasil penialaian digunakan untuk perbaikan
proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan
B. Sebagian besar pendidik belum mengembangkan teknik penilaian
yang

bervariasi

belum

sepenuhnya

menggunakan

autentik

asessment
1.2

Pemantauan Pelaksanaan dan Hasil UN


Pelaksanaan UN rata-rata sekolah sudah sesuai Prosedur Operasional

Standar
( POS ) sebagaimana yang telah diberlakukan oleh
pemerintah.Sedangkan hasil
UN belum mencapai hasil yang menggembirakan, tetapi rata
rata sudah
mencapai sudah mencapai kriteria kelulusan yang telah ditentukan
oleh masingmasing sekolah.
1.Kinerja Guru
a.

Hasil Penilaian

belum semua guru mampu

menyusun silabus dan RPP sesuai dengan Permendiknas No. 41


Tahun 2007, tentang Standar Proses.
b.

Hasil Penilaian masih banyak guru dalam


melaksanakan proses pembelajaran tidak sesuai dengan RPP yang
disusun.

c.

Hasil Penilaian masih banyak guru yang belum


memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-cara
evaluasi,

penyusunan

alat-alat

evaluasi,

pengolahan,

dan

penggunaan hasil evaluasi.


15

D.TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN


1.Kinerja Kepala Sekolah
Pemantauan SNP

1.1.

Berpijak dari hasil pemantauan pelaksanaan 8 standar perlu diadakan


pelatihan ,dan pendampingan agar keterlaksanaan 8 standar tersebut
dapat maksimal.
1.2. Pemantauan Pelaksanaan ,dan Hasil UN
a.
Sosialisasi strategi menghadapi UN
b.
Diadakan sosialisasi tentang POS UN
c.
Pendampingan dalam persiapan UN
d.
Pemantaun pelaksanaan UN secara obyektif
2.Kinerja Guru
a.
Melakukan pembinaan ;
b.
pembimbingan, dan pendampingan guru baik dalam penyusunan
perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang
mengacu
pada standar isi, standar proses,dan standar penilaian.
E. Kebijakan dalam Bidang Pendidikan
Kebijakan yang relevan dengan kegiatan pengawas sekolah
1. Pelayanan dibidang pendidikan secara maksimal.
2. Pendidikan Kecakapan hidup; merupakan kebijakan strategis bagi
peserta didik . Pendidikan ini akan memberikan kompetensi yang
dapat dijadikan modal untuk usaha sendiri
3. Pendidikan karakter yang terintegrasi di semua mata pelajaran
4. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana
pembelajaran
5. Pengembangan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
6. Perluasan dan Peningkatan Akreditasi
7. Pengawasan

dan

penjaminan

mutu

secara

terprogram

dengan

mengacu pada SNP

16

8. Implementasi dan penyempurnaan SNP dan penguatan peran serta


BNSP

BAB III
DESKRIPSI PROGRAM PENGAWASAN

A. Program Penilaian
1.

Kinerja Kepala sekolah mencakup tugas pokok kepala


sekolah pada semua bidang , yaitu: (a) tugas manajerial, (b) supervisi
dan (c) kewirausahaan

2.

Kinerja Guru

terhadap tiga kegiatan pembelajaran

dikelas yaitu: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,


evaluasi hasil pembelajaran
3.

Kinerja

Tenaga

kependidikan

lainnya

dalam

mengelola administrasi sekolah


B. Program Pembinaan
1. Supervisi Akademik
a. Memahami

konsep,

prinsip,

teori

dasar,

karakteristik,

dan

kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran yang relevan d


b. Memahami

konsep,

prinsip,

teori/teknologi,

karakteristik,

dan

kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap


mata pelajaran yang relevan di sekolah dasar
c. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran
yang relevan di sekolah dasar berlandaskan standar isi, standar
17

kompetensi

dan

kompetensi

dasar,

dan

prinsip-prinsip

pengembangan KTSP
d. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/
metode/teknik

pembelajaran/bimbingan

yang

dapat

mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata pelajaran


yang relevan di sekolah dasar
e. Membimbing

guru

dalam

menyusun

rencana

pelaksanaan

pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran yang relevan di


sekolah dasar.
f. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/
bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di lapangan) untuk tiap
mata pelajaran yang relevan di sekolah dasar.
g. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan
dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/
bimbingan tiap mata pelajaran yang relevan di sekolah dasar.
h. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam
pembelajaran/ bimbingan tiap mata pelajaran

relevan di sekolah

dasar.
i. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan dan
pembelajaran/bimbingan tiap mata pelejaran yang relevan di
sekolah dasar.
j. Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting
dinilai dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran yang
relevan di sekolah dasar
k. Menilai kinerja kepala sekolah, kinerja guru dan staf sekolah dalam
melaksanakan

tugas

pokok

dan

tanggungjawabnya

untuk

meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan pada


tiap mata pelajaran yang relevan di sekolah dasar.
18

l. Memantau pelaksanaan pembelajaran/bimbingan dan hasil belajar


siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pembelajaran/
bimbingan tiap mata pelajaran yang relevan di sekolah dasar.
m. Membina

guru

dalam

memanfaatkan

hasil

penilaian

untuk

kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata


pelajaran yang relevan di sekolah dasar
n. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja kepala
sekolah, kinerja guru dan staf sekolah di sekolah dasar
2. Supervisi Manajerial
a. Membina guru menguasai metode, teknik dan prinsip prinsip
penilaian dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah .
b. Membina

guru

dalam

menyusun

perencanaan

pembelajaran

( silabus, promes, RPP ) sesuai standar proses.


c. Membina guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai standar
proses.
d. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi
satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu
pendidikan di sekolah dasar
e. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan
konseling di sekolah dasar.
f. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil
yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan
dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah dasar
g. Memantau

pelaksanaan

standar

nasional

pendidikan

dan

memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah


dalam mempersiapkan akreditasi sekolah dasar.
C.

Program Pemantauan

19

1. Penjaminan /stndar mutu pendidikan


2. Penerimaan Peserta Didik Baru
3. Rapat guru dan staff sekolah
4. Hubungan sekolah dengan masyarakat
5. Pelaksanaan Ujian Nasional/sekolah
6. Program pengembangan sekolah
7. Administrasi sekolah
8. Proses dan hasil belajar
9. Penilaian hasil belajar
10.

Pengemabangan profesi guru

11.

Pengadaan dan pemanfaatan sumber belajar.

20

PROGRAM KEPENGAWASAN
DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG
TAHUN PELAJARAN :2014/2015
Nama Pengawas Sekolah
NIP
Pangkat/Ruang/Gol
Jenis Pengawasan
N
o

Tujuan
Tersusun
program
tahunan

1
.
a.

: Drs.SUTEJO,M.Pd.
: 19630316 198405 1007
: Pembina, IV/A
: Pengawas TK/ SD

Materi /
Kegiatan
Menyusun
program
tahunan
pengawas
TK/SD
se Kab.

Teknik /
Uraian
Kegiatan
Mengadakan
diskusi
dengan
sesama
pengawas,
menganalisis
laporan
evaluasi
hasil
pengawasan
yang lalu

Jadwal Kegiatan
Semester 1 Th 2014

Sasaran
7

10

11

12

Semester 2 Th 2015
1

Kete
ranga
n

Instrumen

Semua
pengawas
TK/SD
Kabupaten
Semarang

Program Pembinaan guru, dan


Tenaga Kependidikan
Meningkatka
n
kemampuan
guru dalam
menyusun
perencanaa

-standar
isi,standar
proses,SKL
, dan
standar
penilaian

Kunjungan
ke sekolah
binaan,
Pertemuan di
KKG, diskusi,
Wawancara,s

guru

21

n,pelaksana
an,penilaian

pemberian
contoh,
diklat

tudi
dokumen

b.

Menigkatkan
4
kompetensi
guru

Pengaraha
n,dan
motivasi

Kunjungan
ke sekolan
binaan,
wawancara

c.

Meningkatkn
kemampuan
tenaga adm,
perpus,penja
ga sekolah

Pengaraha
n, sambil
member
contoh,
diskusi

Kunjungan
ke sekolan
binaan, studi
dokumen

2
.

Program Pembinaan

a.

Meningkatkn
kemampuan
kepala
sekolah
dalam
menghadapi
akreditasi

b.

Meningkatkn
kemampuan
kepala
sekolah
dalam
menyiapkan
adm
UTS,UAS,
Meningkatkn
kemampuan
kepala
sekolah

c.

guru

Petugas
perpus, TU,
dan
penjaga
sekolah

Kepala Sekolah

Memberik
n
Instrumen
akreditas,
memberik
an
pembinaa
n
Memberika
n
pengarahan
,binaan
penyusunan
administrasi

Kunjungan
sekolah
Monitoring
Pembinaan
pendataan

Sekolah
yang
ditunjuk
untuk
akreditasi

Kunjungan
sekolah
Monitoring
Pembinaan
pendataan

Sekolah
binaan

Memantau
dan
Membim
bing dan

Monitoring
Supervisi
pendataan
nilai UN

Sekolah
binaan

22

dalam
menyiapkan
adm US ,UN
d.

Upaya
meningkatka
n prestasi
keberhasilan
US dan UN

program
pelaksana
an US dan
UN
Memberika
n
pengarahan
dan
motivasi
kepada KS

dan US,
Pemberian
saran tindak
lanjut
Kunjungan
ke sekolah,
Pengarahan,
diskusi.

Sekolah
binaan

3 Program Pemantauan Pelaksanaan 8 Standar Nasional Pendidikan


.
a.

b.

Mengetahui
tingkat
keberhasilan
sekolah
dalam
memenuhi
standarisasi
pendidikan
sesuai
Permendiknas

memantau
keterlaksa
nn 8
standar
-memberik
n
bimbingan
pemaham
n,
pelatihan
tentang
materi
standar
nasional
Mengetahui
Memantau
secara
kegiatan
langsung
penerimaa
pelaksanaan n anak
penerimaan didik
peserta didik baru/peser
baru/peserta ta didik
didik baru
baru

Kunjungan
ke sekolah
binaan,
Kunjungan
ke KKG,
diskusi,
wawancara,
Studi
dokumen

Sekolah
binaan

Kunjungan
ke TK,
kunjungan ke
SD binaan

Kepanitiaan
PPD,
Administrasi
,
Kegiatan
PPDB
di dabin

23

4 Program Penilaian
a.

b.

d.

e.

Mengetahu
tingkat
ketercapaian
guru dalam
menyusun
perencanaan
Mengetahu
tingkat
ketercapaian
guru dalam
pelaksanaan
pembelajaran
Mengetahu
tingkat
ketercapaian
guru dalam
melaksanaka
n penilaian
Mengetahu
tingkat
ketercapaian
kompetensi
guru
Mengetahu
tingkat
ketercapaian
kinerja
tenaga
kependidikan

Memantau
/monitorin
g

Memantau
/monitorin
g

Memantau
/monitorin
g

Memantau
/monitorin
g
Memantau
/monitorin
g

Kunjungan
ke sekolah
binaan,
observasi,
studi
dokumen
Kunjungan
ke sekolah
binaan,
observasi,
studi
dokumen
Kunjungan
ke sekolah
binaan,
observasi,
studi
dokumen
Kunjungan
ke sekolah
binaan,
observasi,
studi dokmn
Kunjungan
ke sekolah
binaan,
observasi,
studi
dokumen

5
.

Program Penilaian
Sekolah

a.

Mengetahu
tingkat
ketercapaian

Memantau
/monitorin
g

guru, dan Tenaga Kependidikan


Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Instru
men
PKG

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Instru
men
PKG

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Instru
men
PKG

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan
Tenaga
kependidika
n
di sekolah
daerah
binaan

Kinerja Kepala

Kunjungan
ke sekolah
binaan,

Kepala
sekolah
daerah

Instru
men
PK KS

24

kinerja kepala
sekolah

observasi,
studi
dokumen

binaan

b.

6
.

Program pembimbingan dan


pelatihan profesional guru di KKG

a.

Meningkatkan
kemampuan
guru dalam
penguasaan
kompetensi
guru
Meningkatkan
guru dalam
pengembang
an diri

b.

c.

7
a.

Pembimbn
gan,
pendampi
ngan

,kunjungan
ke sekolah,
KKG,diskus,
dan
wawancara

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Pembimbn
gan,
pendampi
ngan

,kunjungan
ke sekolah,
KKG,diskus,
dan
wawancara
,kunjungan
ke sekolah,
KKG,diskus,
dan
wawancara

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

,kunjungan
ke sekolah,
KKG,diskus,
dan
wawancara

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Meningkatkan
kemampuan
guru dalam
menyusun KTI

Pembimbn
gan,
pendampi
ngan
profesiona
l
Meningkatkan Pembimbn
kemampuan gan,
guru dalam
pendampi
membuat
ngan
Karya inovasi profesiona
l

Guru guru
di sekolah
daerah
binaan

Program pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah di KKKS/MKKS


Meningkatka
n5
kompetensi
kepala

Pengaraha
n, sambil
member
contoh,

Kunjungan
ke sekolan
binaan, studi
dokumen

Kepala
sekolah di
dabin

25

sekolah,

diskusi

b.

Meningkatka
n
Kemampua
n kepala
sekolah
sebagai
tugas
tambahan

Pengaraha
n, sambil
member
contoh,
diskusi

Kunjungan
ke sekolan
binaan, studi
dokumen

Kepala
sekolah di
dabin

c.

Meningkatkan
kemampuan
Kepala kepala
dalam
menyusun KTI

Pembimbn
gan,
pendampi
ngan
profesiona
l
Meningkatkan Pembimbn
kemampuan gan,
kepala
pendampi
sekolah
ngan
dalam
profesiona
menyusun
l
EDS,Program
Guru induksi

,kunjungan
ke sekolah,
KKKS,diskus,
dan
wawancara

Kepala
sekolah di
daerah
binaan

,kunjungan
ke sekolah,
KKKS,diskus,
dan
wawancara

Kepala
sekolah di
daerah
binaan

d.

8.

Program

pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun Program

Sekolah
a.

Meningkatkan
kemampuan
KS dalam
menyusun
program
sekolah

-Membina
kepala
sekolah
dalam
penyusun
an
program
sekolah(R
PS,RKJM,R
KT,RKAS,d

Memberi
arahan
pada kepala
sekolah
dalam
penyusunan
rencana
kerja
sekolah
sesuai,work

Kepala
sekolah di
dabin

26

b.

c.

e.

Meningkatkan
kemampuan
KS dalam
melaksanaka
n program
sekolah

Meningkatkan
kemampuan
kepala
sekolah
dalam
menyusun
program
pengawasan
dan evaluasi
Meningkatkan
kemampuan
kepala
sekolah
dalam
melakukan
kepemimpina
n sekolah
Meningkatkan
kemampuan
kepala

nAdministr
asi
sekolah
Mebimbin
g kepala
sekolah
dalam
melaks.
program
sekolah(R
PS,RKJM,R
KT,RKAS,d
n
Administra
si
sekolah
Mebimbin
g,
pendampi
ngan KS
dalam
menyusun
program
pengawas
an dan
evaluasi
Mebimbin
g,
pendampi
ngan KS
dalam
menyusun
Adm/doku
men
Mebimbin
g,
pendampi

shop.
Memberi
arahan
pada kepala
sekolah
dalam,obser
vasi,
wawancara,
work shop.

Kepala
sekolah di
dabin

Kunjungan
ke sekolah,
KKKS, works
shop

Kepala
sekolah di
dabin

Kunjungan
ke sekolah,
KKKS, works
shop

Kepala
sekolah di
dabin

Kunjungan
ke sekolah,
KKKS, works

Kepala
sekolah di
dabin

27

f.

sekolah
dalam
menyusun
SIM
Tersusunnya
laporan
hasil
pengawas
Sekolah

ngan KS
dalam
menyusun
SIM
Menyusun
laporan
hasil
pengawas
n
Sekolah
perSekola
h

shop

menganalisis
daftar isian
dan catatan
hasil
pengawasan
masingmasin
g
sekolah

Semua
pengawas
TK/SD
Kabupaten
Semarang

28

BAB IV
PENUTUP
Program pengawasan sekolah merupakan pedoman bagi pengawas
sekolah

dalam

pelaksanaan

tugas

pokok

dan

fungsinya.

Program

pengawasan hendaknya disusun selaras dengan visi, misi dan tujuan


pendidikan di sekolah binaan. Program yang disusun diarahkan pada layanan
profesional pengawas sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di
sekolah. Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat beberapa prinsip dalam
penyusunan program pengawasan sekolah, antara lain:
1.

Kegiatan

pengawasan

sekolah

dikembangkan

atas

dasar

hasil

pengawasan pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa


pengawasan sekolah harus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dalam hal ini

diterapkan prinsip peningkatan mutu berkelanjutan

(continous quality improvement). Walaupun terjadi pergantian pengawas,


pengawas sekolah yang baru harus tetap memperhatikan apa yang telah
dilaksanakan serta dicapai oleh pengawas sebelumnya.
2.

Kegiatan pengawasan sekolah mengacu pada kebijakan pendidikan


baik

itu

kebijakan

pendidikan

yang

dikeluarkan

oleh

Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud) di tingkat pusat ataupun Dinas


Pendidikan setempat (kabupaten/kota).
3.

Program kegiatan pengawasan memuat prioritas pembinaan dengan


target

pencapaiannya

dalam

jangka

pendek

(semester),

jangka

menengah (satu tahun), dan jangka panjang (tiga sampai tahun). Sasasan
prioritas jangka pendek ditetapkan atas dasar persoalan/masalah yang
dihadapi oleh setiap sekolah binaan.
4.

Program kerja pengawasan selalu diawali dengan penilaian kondisi


awal sekolah berkaitan dengan sumber daya pendidikan, program kerja
sekolah, proses bimbingan/pembelajaran, dan hasil belajar/bimbingan
siswa. Pada tahap selanjutnya dilakukan penilaian serta pembinaan
29

berdasarkan hasil penilaian. Kegiatan pengawasan dalam satu periode


(satu tahun) diakhiri dengan evaluasi hasil pengawasan dan penyusunan
laporan yang dapat digunakan sebagai landasan program pengawasan
tahun berikutnya.
5.

Pelaksanaan program pengawasan bersifat fleksibel namun tidak


keluar dari ketentuan tentang penilaian, pembinaan, dan pemantauan
sekolah. Pengawas sekolah memiliki wewenang dalam menetapkan,
metode kerja, langkah-langkah, dan indikator keberhasilan program
pengawasan dengan memperhatikan kondisi obyektif sekolah yang
bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 118/1996 yang
diubah dengan Keputusan Menpan No. 91/2001 tentang Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2007 tentang Standar
Pengawas Sekolah/ Madrasah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Kependidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 Tahun 2007 tentang standar
Proses
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang
standar Penilaian
Ir. Adang Suryana,MSi , 2009 ,Penyusunan program Pengawasan sekolah,
Pusat

pengembangan

dan

pemberdayaan

pendidik

dan

Tenaga kependidikan Pertanian


30

Drs. Dedy H. Karwan, MM, 2009 , Penilaian dan laporan Kinerja Kepala
Sekolah ,Cianjur: PPPPTK Pertanian
Prof.Dr.H.Nana Sudjana, 2008, Kompetensi Pengawas Sekolah: Dimensi dan
Indikator, Jakarta, LPP Binamitra.
________________ , 2008, Membina Profesionalisme Guru Melalui Supervisi
Klinis, Jakarta, LPP Binamitra.
________________, 2008, Membina Guru dalam Penelitian Tindakan Kelas,
Jakarta, LPP Binamitra.

Lamapiran :
1.

RPA/ RPBK/RPM

2.

Instrumen

3.

Jadwal pelaksanaan

4. SK tugas pengawasan

31

Lampiran 1

RPA

32

Lampiran 2 :

RPBK

Lampiran 3 :

RPM
33

Lampiran 4 :

Instrumen
( bisa dibuka folder di Instrumen silakan copy sesuai yg dibutuhkan )
a. IPKG
b. IPKKS
c. SNP
d. Administrasi KS dan Guru

34

Lampiran :

SK DABIN

35