Anda di halaman 1dari 21

Strategic Public Relation

Fetty Arisandi. K, S.I.Kom

Pengertian Corporate Communication

Peter Jackson (1987: 4), di dalam bukunya Corporate Communication


for Managers .

Komunikasi korporasi adalah keseluruhan kegiatan komunikasi dari


perusahaan yang dilakukan demi tercapainya tujuan-tujuan yang sudah
direncanakan.

Argenti, (1998: ix).


konsep corporate communication secara sederhana dapat diartikan
sebagai sistem komunkasi-komunikasi yang dibangun dan dilaksanakan
dengan pendekatan strategi (strategic approach to communications)

Corporate communication merupakan wadah untuk pengiriman


pesan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap khalayaknya.
Dengan beberapa khalayak yang dimilikinya perusahaan dapat
memilih ingin mempublikasikan dirinyaterhadap konstituen yang
mana yang dituju.

Jika tujuannya citra dan membangun image maka khalayak yang


ada diluar perusahaanlah tujuannya. Akan tetapi jika ingin
membangun identitas yang kuat didalam perusahaan maka
khalayak di dalam perusahaan yang dituju dan diperlukan
komunikasi internal yang baik dalam perusahaannya

Tujuan kegiatan Corporate


Communication
1.

Performance Objective

Merupakan kegiatan komunikasi yang mempresentasikan citra perusahaan


kepada publiknya, melaksanakan serangkaian kegiatan untuk membentuk
dan memperkaya identitas serta citra perusahaan dimata stakeholder
2. Support of consumer market objective
Yaitu digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul
sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh
perusahaan dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi
kesadaran konsumen, sikap dan persepsi konsumen terhadap produk dan
layanan yang ditawarkan perusahaan. Hasil identifikasi digunakan
sebagai bahan untuk menerapkan strategi yang sesuai

Strategi Corporate communication

Menurut Ruslan, dikutip dari buku Crisis Public Relation (Firsan Nova
2009:41)strategi atau kegiatan corporate communication atau bauran
public relation adalah:

1.

Publication

2.

Event

3.

News (Menciptakan berita)

4.

Community envolvement (Kepedulian komunitas)

5.

Inform or image (memberitahukan atau memperoleh citra)

6.

Lobbying and negotiation

7.

Social responcibility

Program-program Corporate
Communication

Inti tugas PR menurut Kustadi Suhandang (2012)

Adalah sinkronisasi antara informasi dari perusahaan dengan


reaksi dan tanggapan public sehingga mencapai suasana
akrab, saling mengerti, dan muncul suasana yan
menyenangkan dalam interaksi perusahaan dengan public.

Fungsi Corporate communication

Corporate communication mengawasi fungsi-fungsi komunikasi yang


terdiri dari:

1.

Komunikasi internal dan eksternal

2.

Mengatur reputasi dan merk perusahaan

3.

Merekrut dn mempertahankan bakat-bakat unggul

4.

Meluncurkan produk

5.

Mengembangkan strategi perusahaan

6.

Melakukan CSR

7.

Menaikan persepsi investor

8.

Mengatasi krisis

Paul A. Argenti (2010), menjelaskan fungsi-fungsi corporate


communication sebagai berikut:

1.

Identitas, citra dan reputasi

2.

CSR

3.

Hubungan media

4.

Komunikasi pemsaran

5.

Sistem komunikasi internal

6.

Hubungan investor

7.

Hubungan pemerintah

8.

Komunikasi krisis

Corporate identity

corporate identityadalah "persona" yang dirancang untuk


memfasilitasi pencapaian tujuan bisnis. Hal ini biasanya
diwujudkan denganbrandingdan penggunaan merek
dagang.

corporate identitymencakupcorporate title, logo, dan


perangkat pendukungnya yang dikemas dalam suatu
pedoman.

Corporate identitydapat dipandang terdiri dari tiga


bagian:

1.Corporate Design(logo, seragam, warna perusahaan dll)


2.Corporate Communication(iklan, public relations,
informasi, dll)
3.Corporate Behaviour(nilai-nilai internal, norma, dll)

Sebuahcorporate identityyang efektif harus memiliki


karakter-karakter sebagai berikut:

1.Simbolisme yang sederhana tetapi mengena.


2.Mempunyai pemicu visual yang kuat.
3.Identitas sebagai alat promosi dan pemasaran.
4.Corporate identity harus dapat diingat dan mengesankan.

Fungsi Corporate Identity

Selain berfungsi sebagai identitas perusahaan, corporate


identity juga mempunyai fungsi-fungsi lain, antara lain :

1. Sebagai alat yang menyatukan strategi perusahaan.


2. Sebagai pemacu sistem operasional suatu perusahaan.
3. Sebagai pendiri jaringan network yang baik.
4. Sebagai alat jual dan promosi.

Manajemen Isu

Definisi Isu
adalah suatu pertanyaan tentang fakta, nilai, atau kebijakan yang
dapat di perdebatkan.

Jadi dari pengertiannya makna isu menjurus kepada adanya suatu


masalah dalam suatu organisasi, lembaga, kelompok yang
membutuhkan penanganan.

Dari pengertiannya isu mengacu kepada adanya adanya suatu bibit


permasalahan yang kemudian menyebabkan timbulnya perdebatan

Isu merupakaan perbedaan pendapat yang diperdebatkan, masalah fakta,


evaluasi, atau kebijakan yang penting bagi pihak-pihak yang berhubungan.

Definisi sederhana lainnya menurut Regester dan Larkin bahwa sebuah isu
mempresentasikan suatu kesenjangan antara praktek koorporat dengan
harapan-harapan para stakeholdernya.

Isu bisa meliputi masalah, perubahan, peristiwa, situasi, kebijakan atau


nilai yang tengah berlangsung dalam kehidupan masyarakat.

Sebab munculnya Isu

Munculnya sebuah isu dapat disebabkan oleh :

1. Ketidakpuasan sekelompok masyarakat.


2. Terjadinya peristiwa dramatis.
3. Perubahan social.
4. Kurang optimalnya kekuatan pemimpin.

Jenis-Jenis Isu

Secara umum menurut Gaunt and Ollenburger (1995), isu dapat


diklasifikasikan ke dalam dua jenis. Ini berdasarkan sumber isu,
yaitu

1) Isu-isu internal : yaitu isu-isu yang bersumber dari internal


organisasi. Biasanya hanya diketahui oleh pihak manajemen dan
anggota organisasi.
2) Isu-isu eksternal : yaitu mencakup peristiwa-peristiwa atau
faktafakta yang berkembang di luar organisasi yang berpengaruh
langsung maupun tidak langsung pada aktivitas organisasi.

Aspek Isu
Dalam tulisan Harrison ( 2008 ), dapat dideskripsikan dua
aspek jenis isu, yaitu :
Pertama, aspek dampaknya. Ada dua jenis isu, yaitu :
1. Defensive issues adalah isu-isu yang membuat cenderung
memunculkan ancaman terhadap organisasi, karenanya
organisasi harus mempertahankan diri agar tidak
mengalami kerugian reputasi.
2. 2. Offensive issues adalah isu-isu yang dapat digunakan
untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Kedua, aspek keluasan isu. Ada 4 (empat) jenis isu, yaitu:

(1) isu-isu universal, yaitu isu-isu yang mempengaruhi banyak orang secara langsung,
bersifat umum, dan berpotensi mempengaruhi secara personal, sifatnya lebih
imminent.
(2) isu-isu advokasi, yaitu isu-isu yang tidak mempengaruhi sebanyak orang seperti pada
isu universal. Isu ini muncul karena disebarkan kelompok tertentu yang mengaku
representasi kepentingan publik. Isu ini bersifat potensial.
(3) isu-isu selektif, yaitu isu-isu yang hanya mempengaruhi kelompok tertentu. Bisa saja
isu yang muncul berkaitan dengan kepentingan orang banyak, tetapi hanya pihak
tertentu saja yang terpengaruh oleh isu tersebut dan lebih memperhatikan isi ini.
(4) isu-isu praktis, yaitu isu-isu yang hanya melibatkan atau berkembang diantara para
pakar.

Tahapan Isu

Crabel & Vibbert, dan Gaunt & Ollenburger mengatakan bahwa isu sering berubah
menjadi krisis melalui beberapa tahap, yaitu:

1) Tahap Origin (Potential Stage) : pada tahap ini, seseorang atau kelompok
mengekspresikan perhatiannya pada isu dan member opini. Ini adalah tahap penting
yang menentukan apakah isu dapat dimanajemen dengan baik atau tidak.
2) Tahap Mediation dan Amplification. (immiment stage / emerging) : pada tahap ini,
isu berkembang karena isu-isu tersebut telah mempunyai dukungan public, yaitu
ada kelompok-kelompok yang lain saling mendukung dan memberikan perhatian
pada isu-isu tersebut. Tahap ini disebut juga tahap emerging (perkembangan).

3) Tahap Organization (current stage dan critical stage) : disebut tahap


organisasi, karena pada tahap ini public sudah mulai mengorganisasikan diri dan
membentuk jaringan-jaringan. Menurut Hainsworth, tahap ini dapat dikatakan
sebagai tahap krisis. Masing-masing pihak berupaya mempengaruhi pengambil
kebijakan untuk semakin terlibat, sebagai penengah/pemecah masalah yang
lebih memihak pada kelompok tertentu.
4. Tahap Resolution (dormant stage) : pada tahap ini, pada dasarnya organisasi
dapat mengatasi isu dengan baik, sehingga isu diasumsikan telah berakhir
sampai seseorang memunculkan kembali dengan pemikiran dan persoalan baru
atau muncul isu baru yang ternyata mempunyai keterkaitan dengan isu
sebelumnya atau pada waktu peringatan saat isu mulai muncul pertama kali.

Manajemen ISU

Bersama rekannya, Barry Jones, Chase mendefinisikan "Manajemen Issue"


sebagai 'sebuah alat yang dapat digunakan o1eh perusahaan untuk
mengidentifikasi, menganalisa dan menge1o1a berbagai issue yang muncu1
ke permukaan (dalam suatu masyarakat populis yang mengalami perubahan
tanpa henti) serta bereaksi terhadap berbagai isu tersebut sebelum isuisu tersebut diketahui oleh masyarakat luas.' (Regester & Larkin,
2003:38).

"Manajemen isu adalah proses manajemen yang tujuannya membantu


melindungi pasar, mengurangi resiko, menciptakan kesempatan kesempatan
serta mengelola imej sebagai sebuah aset organisasi bagi manfaat keduanya,
organisasi itu sendiri serta stakeholder utamanya, yakni
pelanggan/konsumen, karyawan, masyarakat dan para pemegang saham".
(Caywood, 1997:173)