Anda di halaman 1dari 34

4.

Alat alat Sambungan Kayu


4.1. Sambungan Gigi
Pada sambungan gigi penting sekali ialah agar garis sumbu kuda penopang,
garis sumbu pelana(balok loteng dan sebagainya) dan garis sumbu tumpuan
harus bertemu pada satu titik. Pada sambungan gigi gesekan antara kayu
dengan kayu didalam perhitungan harus diabaikan. Dalam buku ini sambungan
kita bedakan atas sambungan gigi tunggal , sambungan gigi tunggal yang
diperkuat dan sambungan gigi rangkap.

4.1.1. Sambungan Gigi Tunggal


Pemakaian gigi tunggal secara ilmiah pada kuda penopang maupun pada
takikan kayu pelana mempengaruhi dengan sudut yang sama d. Kemiringan
bidang gigi tunggal yang belakang ditentukan oleh dalamnya takikan d. Agar
takikan pada kayu pelana tidak terlalu mengurangi kekuatanya maka dalamnya
takikan d tidak boleh lebih dari :
h/4 untuk sudut sampai 600
h/6 untuk sudut lebih dari 60 0 ( dan pada takikan sebelah menyebelah
pada
tiang
pada gambar 4.1. kependekan msing masing berarti :
p = gaya tekan pada kuda penopang
H = gaya tarik pada balok loteng sebesar H = p, cos
V = gaya vertikal (reaksi tumpuan) sebesar V = p, Sin

a = miringnya kuda penopan


d = dalamnya gigi tunggal
v = panjkangnya kayu muka
penentuan kekuatan suatu gigi tunggal tergantung dari dua nilai, yaitu tegangan
normal 0 tk II pada dalamnya gigi tunggal d dan pada tegangan geser t pada
kayu muka v.
Dua nilai dapat kita tentukan sebagai berikut :
Atas dasar penentuan tersebut diatas dapat kita tentukan perbandingan berikut :
0tk II : T = v dibagi d = > otk II : T x d

Biasanya dapat kita pilih ukuran kayu muka v sebesar 8 s/d 9 kali
dalamnya gigi tunggal d. Dalam perhitungan hanya boleh digunakan 60%
dari nilai yang diperkenankan (T max )

H
Oh = b .d

P . cos
b.d

tk //

H
v .b

P . cos
v.b

4.1.2. Sambungan Gigi Tunggal yang diperkuat


a) dengan baut
Baut dengan garis tengah 14 -20 mm (5/80 3/40)
harus menahan duduknya bagian kayu terhadap geseran kesamping
dan
meniadakan
perubahan dan penyusutan. Ia juga dapat meniadakan gaya tarik
yang
kecil.
Baut
harus
dipasang tegak lurus dengan bidang belakang gigi tunggal.
b) dengan papan pengapit
harus diperhatikan bahwa kuda penopang memerlukan 1mm
renggang didalam gigi tunggal oleh karena sambungan papan pengapit
dengan
sambungan
paku
akan
bergeser
sedikit sesudah menerima gaya.
c) dengan pelana
untuk membesarkan tekanan pada bantalan bisa dipasang pelana dari
kayu
ulin/jati
diatas bantalan dengan baut.

4.1.3. Sambungan gigi rangkap


Pada sambungan gigi rangkap penting sekali ialah agar gigi muka
dan gigi belakang dikerjakan dengan teliti dan tepat, sehingga tidak
timbul
kerenggangan.
jika sambungan gigi rangkap dapat dikerjakan rapat, maka dalamnya d
boleh dihitung sebagai d + d . kemiringan kuda penopang minimal ialah
60 derajat celcius. Perhitungan kekuatan kemudian dapat dilakukan
seperti telah dipelajari pada bab 4.1.1. Gigi Tunggal.

d = d +
d

Contoh perhitungan sambungan gigi


Yang diketahui: kemiringan kuda penopang = 65 derajat celcius
ukuran kuda penopang
= 10/14 cm
ukuran balok loteng
= 10/20 cm
kayu kelas III dengan nilaio II = 60 kg/ cm2
o, , = 15 kg/cm2
F

= 8 kg/ cm2

Yang dicari : ukuran kayu muka v dan nilai gaya p/kekuatan sambungan
sebagai sambungan
gigi tunggal dan sebagai sambungan gigi rangkap.
Penyelesaian : a) sambungan gigi tunggal :
dalamnya gigi tunggal = d max = 1/6 . h = 20 : 6 = 3 cm
kayu muka vmin
= otkII : T .d
= 60 : 8 .3 = 22,5 cm
gaya pmax o tk II . b . d : cos
= 60 . 10 . 3 : 0,423 = 4259
kg
Kontrol terhadap gaya geser T :
gaya H yang diperbolehkan = T . v . b = 8 . 22,5 . 10 = 1800 kg
gaya H yang sebenarnya
= p . cos = 4259 . 0,423 = 1800 kg
Penyelesaian : b) sambungan gigi rangkap :
dalamnya gigi muka = d max = 1/6 . h = 20 : 6 = 3 cm
dalamnya gigi belakang = d max = . h = 20 : 4 = 5 cm
d + d = d
5 + 3 = 8 cm
kayu muka Vmin = o tk II : f . d = 60 : 8 . 8 = 60 cm
gaya P max = o tk II . b . d : cos = 60 . 10 . 8 : 0,423 = 11347 kg
kontrol terhadap gaya geser T :
gaya H yang diperbolehkan = f . v . b = 8 . 60 . 10 = 4800 kg
gaya H yang sebenarnya
= P . cos = 11347 . 0,423 = 4,800 kg

4.2. PAKU

I = panjang paku
d = garis tengah paku
Paku berdiameter kecil lebih baik dari pada yang besar, sebaliknya
kepadatan
paku
jangan
juga terlalu besar untuk menjaga jangan sampai kayu pecah.
min. 15 d untuk ujung papan yang dibebani (kayu muka) min. 12 d untuk
tepi
kayu
yang
dibebani L.
min 10 d jarak antara paku dalam satu barisan min. 5 d jarak antara paku
dan
tepi
kayu
min.
5 d antara dua barisan paku.
perhatian:
jikalau dipakai paku yang agak tebal jarak jarak diatas harus diperbesar.
Satu sambungan paku selalu terdiri dari paling sedikit 4 paku
Sebaiknya pada dua papan paku dipilih begitu panjang, sehingga
ujungnya pada bagian belakang keluar sedikitnya 3d (I). Jikalau dua papan
tidak sama tebalnya dan paku dapat masuk pada papan belakang (kedua)
sedikitnya 8d (II) boleh juga digunakan. Pada tiga papan, paku yang
masuk papan atau balok tengah lebih dari 8d tetapi sisanya masih lebih
dari 8d, maka paku boleh dipasang dari sebelah menyebelah sedekat
mungkin (III). Jikalau pada tiga papan sisa pada papan atau balok tengah
menjadi
kurang
dari
8d
maka
kita
harus
memperhatikan suatu jarak minimal sebesar 5d dalam arah gaya (IV).

pada tiga papan yang sama tebalnya kita dapat menghitung paku sebagai
tampang dua jikalau paku itu masuk paling sedikit 8d kedalam papan
ketiga. Jarak minimal antara dua paku dalam arah gaya menjadi 10d,
walaupun
paku
dipasang
dari
sebelah
menyebelah
(I).
jialau papan sisi atau papan pengapit menjadi agak tipis sebaliknya paku
tampang dua pada ujungnya keluar sedikitnya 3d (II).

Catatan : jarak paku dan beban yang diperkenankan per paku agak
berlainan dengan peraturan konstruksi kayu indonesia NI-5 PKKI 1961 atas
timbangan
penulis
yang
berdasarkan pada praktek dan menjadi:
1. Jikalau kita memperhatikan kelas kelas kayu dalam praktek dapat kita
tentukan : kayu kelas I tidak dapat dipaku karena terlalu keras serta
mudah
pecah
dan
biasanya
juga
mahal.
kayu kelas IV terlalu jelek untuk digunakan pada konstruksi kayu yang
diperhitungkan
secara
statis. Tinggalah kayu kelas II dan III.
2. Dalam praktek untuk konstruksi kayu biasanya digunakan kayu
kalimantan, yaitu kayu meranti atau lanan. Dari kayu kayu itu
dikalimantan tumbuh kira kira 300 macam/jenis antara kayu kelas II s/d
IV, kadang kadang hanya dapat dibedakan antara kelas II dan kelas III
menurut beratnya kering udara. Karena itu dipasang kayu kalimantan
sebetulnya dicampur dengan kayu kelas II dan kelas III
Kesimpulan : Atas dasar ketentuan dari praktek itu penulis buku ini pada
prinsipnya hanya menghitung kau kelas III pada alat sambungan paku,
akan tetapi pada penentuan panjangnya paku diperhatikan juga peraturan

peraturan
dari
jerman
dan
swiss
d
terlihat
pada gambar 4.7. dan 4.8. diatas.
Daftar beban yang diperkenankan per paku untuk kayu dengan
berat jenis rata-rata 0,5 gr/cm3 kering udara
Ukuran paku
2 bwg 3 bwg
31/2
41/2
41/2 bwg 5 bwg
paku garis
Mm
II
10
bwg8
bwg9
6
6
tengah
mm
3,05
3,40
3,76
4,19
5,20
5,20
panjangnya
63
76
89
102
114
130
paku
Kekuatan 1
paku
Kg
31
40
50
61
94
94
Tampang satu
kg
62
80
100
122
188
188
Tampang dua
Keperluan
ukuran
sambungan
Cm
6,2
8,0
10,0
12,2
18,8
18,8
per paku mm
2
Jumlah paku
kira-kira per kg ptg
280
185
130
93
53
47
paku
Kekuatan
terhadap
kg
12
15
20
30
50
60
pencabutan

Contoh : pada suatu konstruksi rangka batang dengan tepi bawah


berukuran 8/16 cm ada sambungan diagonal dengan sudut g = 40 derajat
selsius yang berukuran 2 . 3/16 cm. Sebagai alat sambungan kt gambar
ita memilih paku.
Menurut daftar beban yang diperkenankan per paku, paku yang paling
cocok untuk papan yang tebal 3 cm ialah 3 bwg 9 dengan panjangnya
89
mm
dan
tebalnya
3,76
mm.
menurut gambar 4.7. kita menentukan ukuran 8d (tebalnya paku) = 8 .
3,76 = 30 mm. Karena satu papan diagonal ditambah dengan tebalnya
batang tepi bawah (= 11 cm), dikurangi 8d ( = 3cm) menjadi kurang dari
panjangnya paku, maka kita harus memperhatikan gambar 4.7.(IV).

Paku dari muka (0)


paku dari belakang (0)

Gambar 4.9.
penyelesaian :
banyaknya paku :
n=

p
n paku

2 ' 100
50

= 42 paku, maka 2 x 21 paku

Jarak paku yang diperlukan diperhatikan :


ujung yang dibebani
mm
tapi papan yang dibebani

15d = 56,4
12d = 45,1

mm
jarak dalam arah gaya (dari muka dan dari belakang )

5d = 18,8 mm

4.3. Baut
4.3.1. Baut biasa

I = panjang baut
d = garis tengah baut
Sambungan dengan baut hanya boleh digunakan pada bangunan
bangunan sederhana. Untuk menerima atau menyalurkan beban - beban
besar pada bangunan tahan lama, baut tidak dapat digunakan.
Sambungan dengan baut dinilai sebagai lemah dan tidak boleh disamakan
dan digunakan bersama dengan sambungan jenis lain. Jangan
menggunakan
baut tanpa cincin yang cocok ( lihat daftar berikut).
untuk bangunan dengan kayu ulin/jati maka, nilai nilai pada tabel beban
yang
diperkenankan harus ditambah 15%.
besarnya cincin boleh dikurangi 4 nilai, yaitu 4 nilai atau 8 mm dari garis
tengah baut. Lubang baut harus dibuat secukupnya saja, speling tidak
boleh
lebih
dari
1,0
mm.

sambungan sambungan lurus :

Gambar 4.10
Sambungan sambungan siku :

Gambar 4.11.
Daftar beban yang diperkenankan per baut untuk kayu dengan berat jenis
rata-rata 0,5 gr/cm3 kering udara:
Baut garis tengah

Garis tengah
didalam drat/snail
Cincin minimum

cincin segi empat


cincin tebalnya
Ukuran kayu
minimal de
ngan satu barisan
baut papan
pengapit kayu

mm

12

14

16

18

5/8

20

22

25
1

mm

10,5

12,5

14

16

18

20,5

mm
mm
mm

58
50/5
0
5

63
55/5
5
5,5

68
60/6
0
6

74
65/6
5
7

80
70/7
0
8

92
80/8
0
8

105
95/9
5
8

cm
cm

3.6/8 4.5/1
8/8
0
10/1

5/10
10/1
0

6/12
12/1
2

6/12
12/1
2

6/14
14/1
4

6/16
16/1
6

tengah

Kekuatan 1 baut
tampang satu
Kekuatan 1 baut
tampang dua =
00
=

kg

308

384

463

kg
kg
kg

615
538
461

768
672
576

925
809
694

kg

625

850

544

626

711

858

1088 1253 1422 1713


952 1096 1244 1499
816
940 1067 1285

450
= 900
Kekuatan 1 baut
untuk gaya tarik :

1200 1500 2000 2500 3200

Daftar berat untuk baut bersama mur per 100 ptg. Dalam kg
Panjangnya baut
mm

mm

12

14

16
5/8

18

20

22

25
1

200
230
250
270
300
330
350
380
400
420
450
480
500

23,1
25,8
27,5
29,3
32,0
34,6
36,4
39,1
40,9

28,
9
32,
6
35,
0
37,
4
41,
0
44,
6
47,
1
50,
7
53,
1
55,
5
59,
1
62,
8
65,
2

41,
0
45,
7
48,
9
52,
0
56,
8
61,
5
64,
7
69,
4
72,
5
75,
7
80,
4
85,
2
88,
3

56,6
62,6
66,6
70,6
76,6
82,6
86,6
92,5
96,5
100
106
112
116

64,
7
72,
1
77,
0
82,
0
89,
4
96,
8
101
109
114
119
126
133
138

93,1
99,0
105
114
123
129
138
144
150
159
168
174

157
176
193
217
237

Contoh 1 : suatu batang tarik dengan gaya P = 2800 kg harus


disambung
menurut
gambar 4.12 berikut, dengan baut. Karena tidak ada baut yang
dapat
menerima
2800
kg, maka kita harus memasang dua baut.

2 baut 22m

cincin 80/80/8 mm

Gammbar 4.12

Penyelesaian:
menurut daftar beban yang diperkenankan per baut dapat kita memilih 2

baut
22
mm
2
x
1422 = 2844 kg, dengan cincin segiempat 80/80/8 mm.
jarak baut yang perlu diperhatikan :
ujung dan jarak baut masing-masing 7d = 154 mm 16 cm
contoh 2 : pada suatu konstruksi rangka batang ada suatu sambungan
antara batang tepi bawah dan diagonal dengan 1 baut 14 mm
menurut
gambar
4.13.
tentukan gaya tekan yang diperbolehkan pada diagonal itu.

Gambar 4.13

berikut.

Penyelesaian:
menurut daftar beban yang diperkenankan per baut
suatu baut 14 mm dibawah gaya tekan dengan sudut
dapat
( pada sudut

menerima

= 600

640

= 450 = 672 kg dan pada

kg.

= 900 = 576 kg yang

boleh diinterpolir secara linear saja ).


4.3.2 Baut Kunci

I = Panjangnya Baut
d = garis tengah
baut
Baut Kunci (baut berkepala bundar pipih)

Daftar berat untuk baut kunci dengan mur per 100 ptg.
Dalam kg
Baut garis tengah

d=

mm
kepala garis tengah D = mm

17

8
22

10
3/8
28

12

32

14
35

16
5/8
38

Panjangnya mm
40
50
60
70
80
100
120
140
160
180
200
240
300

1,40
1,62
1,84
2,06
2,28
2,72
3,16

2,6
5
3,0
4
3,4
4
3,8
3
4,2
3
5,0
2
5,7
7
6,5
6
7,3
6

4,56
5,18
5,79
6,41
7,03
8,26
9,43
10,6
11,9
13,3
14,7
17,5
21,7

7,66
8,54
9,43
10,3
11,2
13,0
14,7
16,4
18,2
20,0
21,7
24,9
29,7

12,7
13,9
16,3
18,6
21,0
23,5
25,9
28,3
33,1
40,3

19,8
22,9
25,9
29,1
32,3
35,4
38,6
45,0
54,6

Daftar berat untuk cincin bundar

bagian
luar mm

lobang
mm

18
25
30
35
40
45
50
55
60

7,4
9,5
11,5
13
14
16
18
20
22

Tebalnya
mm

Beratnya
kg/100 ptg

1,5
2
2,5
3
3
3
3
4
4

0,248
0,659
1,19
1,95
2,59
3,24
4,03
6,54
7,68

Dipergunakan
untuk baut
kunci + secrup
kunci
6 mm/1/4/
8 mm
10 mm/3/8
12 mm

14 mm
16
mm/5/8
18 mm
20
mm/3/4

Daftar berat untuk cincin segiempat


Besarnya
mm

Lobang
mm

Tebalnya
mm

Beratnya
kg/100 ptg

Dipergunak
an untuk
baut

40/40
50/50
60/60
70/70
70/70
80/80
95/95

13
15
17
19
22
24
27

4
5
6
7
7
8
8

4,5
9,0
15,5
25,5
24,2
37,2
52,2

12 mm
14 mm
16 mm
18 mm
20
mm/3/4
22 mm
25 mm/1

4.3.3. Sekrup Kunci

s = panjangnya uliran
I = panjangnya baut

d = garis tengah baut


Daftar berat untuk sekrup kunci per 100 ptg. Dalam kg.

Baut garis tengah

d=

mm

panjangnya mm
40
50
60
70

1,67
1,93
2,20
2,47

10
3/8

14

16
5/8

19

3,00
3,41 4,82
3,85 5,46
4,26 6,05

Daftar berat untuk sekrup kunci per 100 ptg. Dalam kg.
Baut garis tengah

d=

10
3/8

12

14

2,76
3,31
3,83

4,72
5,60
6,44
7,29
8,15
9,01
9,87

6,74
7,99
9,22
10,4
11,7
13,0
14,2
17,0

11,
7
13,
6
15,
5
17,
4
19,
3
21,
2
23,
1

mm
80
100
120
140
160
180
200
240
300

16
5/8

19

14,7
16,9
19,2
21,3
23,8
26,1
30,9
38,1

32,2
35,4
38,6
41,8
48,2
57,8

27,
2

Kekuatan sekrup kunci dapat dihitung sebagai berikut :


kekuatan satu sekrup kunci (dalam kg) = 40 . a . d
dengan a sebagai tebalnya papan (dalam cm ) yang akan disambung dan
d
sebagai
garis
tengah sekrup kunci (dalam cm).
Kekuatan sekrup kunci terhadap pencabutan dapat dihitung sebagai :
kekuatan satu sekrup kunci terhadap pencabutan = 30 s d
dengan s sebagai panjangnya uliran (dalam cm) yang harus masuk
kedalam
konstruksi
dasar
dan d sebagai garis tengah sekrup kunci (dalam cm).
4.3.4. Baut perentang

L = panjangnya kunci
d = garis tengah baut
B = lebarnya kunci
Pada daftar beban yang diperkenankan untuk baut perentang yang berikut
harus diperhatikan, bahwa nilai-nilai tersebut hanya berlaku untuk baut

perentang dengan dua baut bermata dan bukan pada baut perentang
dengan baut berkaitan, yang menjadi jauh lebih lemah dan kurang kuat.

Daftar beban yang diperkenankan untuk baut perentang

Ukuran
drat
d

Beban
yang
dipecahka
n
kg

Beban
yang
diperboleh
kan
kg

panjangn
ya
L = mm

Lebarnya

3/8

5/8

1
11/8
11/4
11/2
13/4
2

1500
2600
4500
6600
12000
15000
19000
28000
38000
50000

500
860
1500
2200
4000
5000
6300
9300
12600
16600

120
180
205
230
260
290
290
320
360
400

25
35
42
52
68
80
80
86
100
118

Beratnya
kg/ptg

B = mm

0,25
0,70
1,35
2,35
4,00
6,50
7,50
10,50
15,00
23,00

Karena baut perentang sering digunakan bersama kabel kawat baja, maka
kita juga memperhatikan pengikatan kabel kawat baja yang baik.
Banyaknya sengkang (klem) kabel kawat baja minimal dapat ditentukan
menurut
garis
tengah
kabel
sebagai
berikut
:
pada garis tengah kabel sampai 15 mm diperlukan 3 sengkang kabel
pada garis tengah kabel 16 s/d 30 diperlukan 5 sengkang kabel
pada garis tengah kabel 31 s/d 40 mm diperlukan 7 sengkang kabel
Pemasangan dan jarak minimal dapat diperhatikan pada gambar berikut :
a = selongsong kabel
b = sengkang kabel
d = garis tengah kabel

4.4. Baut Pasak khusus


Baut pasak khusus (stabdubel) dibuat dari baja bernilai tinggi
dengan bentuk silinder. Digunakan sebagai alat penyambung bagianbagian yang dikenai gaya lengkung. Dimasukkan dalam lubang yang dibor
bergaris tengah d 0,2 mm. Sambungan dengan menggunakan baut
pasak khusus tidak menunjukkan penggeseran yang berarti, seperti yang
terdapat pada sambungan dengan baut. Baut pasak khusus ini boleh
dikatakan alat penyambung hampir sama dengan penggunaan paku.

Panjang baut pasak khusus disesuaikan dengan jumlah tebal kayu yang
disambung. dengan cara begitu dapat digunakan satu baut pasak khusus
untuk penyambungan beberapa bagian (tampang). Sebaiknya digunakan
baut pasak khusus bergaris tengah (d =) 8 24 mm. Setiap sambungan
hendaknya menggunakan paling sedikit empat baut pasak khusus.
Daya tahan baut pasak khusus ini 35% lebih besar dari baut biasa dengan
ukuran sama. Besarnya daya tahan paling baik bisa dicapai pada
sambungan tampang satu dengan tebal kayu 5,75 d, dan pada
sambungan tampang dua dengan tebal kayu 6,0 d. Pada tebal kayu
yang lebih besar tidak lagi diperhitungkan kenaikan daya tahanya.
jarak pada sambungan dengan baut pasak khusus dapat lebih kecil
daripada sambungan dengan baut biasa, lihat gambar 4.15. beberapa
baut pasak khusus yang dipasang berbaris harus ditempatkan dengan
jarak d melawan urat kayu, seperti juga diperlukan pada sambungan
dengan baut biasa. Untuk menghindarkan momen tambahan, maka
hendaknya
baut-baut pasak khusus ini dipasang simetris.
meskipun baut pasak khusus ini cukup kokoh, tetapi oleh karena
berbatang licin hendaknya digunakan baut klem dengan mur ( satu per
empat baut pasak khusus). Lebih lebih kalau baut pasang khusus itu
menanggung beban arah batangnya. Dalam melaksanakan sambungan
dengan baut pasak khusus, hendaknya pembuatan lubang dilakukan
setelah bagian-bagian yang akan disambung disetel dengan baut klem itu.
sambungan siku :

Gambar
4.16.

Daftar beban yang diperkenankan per baut pasak khusus untuk


kayu berat jenis rata-rata 0,5 gr/cm kering udara: (dalam kg)
Tampang satu
d
mm

Tebal kayu a dalam cm


4

6
18

16

10

12

14

128

147

147

147

147

147

147

147

10

160

230

230

230

230

230

230

230

12

192

288

331

331

331

331

331

331

14

224

338

448

480

450

450

450

450

16

256

384

512

589

589

589

589

589

18

288

432

576

720

745

745

745

745

20

320

480

640

800

920

920

920

920

22

352

528

704

880

1056

1113

1113

1113

24

384

576

768

960

1152

1325

1325

1325

26

416

624

832

1040

1248

1456

1555

1555

28

448

672

896

1120

1344

1568

1792

1803

30

480

720

960

1200

1440

1680

1920

2070

Nilai-nilai pada tabel semua dihitung dengan sudut

= 00 . jikalau

> 00 kita menggunakan rumus berikut :


Beban yang diperkenankan per baut atau baut pasak khusus pada sudut
= 0 nilai dari daftar (N) diatas (dalam kg) dikalikan dengan

( 1= 360

), khususnya pada baut dan baut pasak khusus.

Daftar beban yang diperkenankan per baut pasak khusus untuk


kayu berat jenis rata-rata 0,5 gr/cm3 kering udara :
Tampang dua dan lebih
Pada batang tengah

d
mm

4
16

Tebal kayu a dalam cm


8
10

6
18

12

14

272

326

326

326

326

326

326

326

10

340

510

510

510

510

510

510

510

12

408

612

734

734

734

734

734

734

14

476

714

952

1000

1000

1000

1000

1000

16

544

816

1088

1306

1306

1306

1306

1306

18

612

918

1224

1530

1652

1652

1652

1652

20

680

1020

1360

1700

2040

2040

2040

2040

22

748

1122

1496

1870

2244

2468

2468

2468

24

816

1224

1632

2040

2448

2856

2938

2938

26

884

1326

1768

2210

2652

3094

3448

3448

28

952

1428

1904

2380

2856

3332

3808

3808

30

1020

1530

2040

2550

3060

3570

4080

4080

Pada papan pengapit


Tebal kayu a dalam cm

d
mm

4
16

6
18

10

12

14

176

211

211

211

211

211

211

211

10

220

330

330

330

330

330

330

330

12

264

396

475

475

475

475

475

475

14

308

462

616

647

647

647

647

647

16

352

528

704

845

845

845

845

845

18

396

594

792

990

1069

1069

1069

1069

20

440

660

880

1100

1320

1320

1320

1320

22

484

726

968

1210

1452

1597

1597

1597

24

528

792

1056

1320

1584

1848

1901

1901

26

572

858

1144

1430

1716

2002

2231

2231

28

616

924

1232

1540

1848

2158

2464

2587

30

660

990

1320

1650

1980

2310

2640

2970

Untuk sambungan dengan baut pasak khusus pada kayu ulin (lauraceae
Eusideroxylon zwageri), maka dari EMPA ( lembaga penelitian konstruksi

swis).
ditetapkan nilai dan jarak minimal berikut :
Sambungan siku :

Catatan : untuk menghindarkan sobekan dalam kayu ulin, maka


hendaknya lubang-lubang untuk baut pasak khusus dibuat dengan garistengah yang sama (d = d),
Sambungan sambungan lurus:

Daftar beban yang diperkenankan per baut pasak khusus untuk kayu
ulin ( lauraceae eusideroxlyon zwageri) :
Pasak garis tengah

Baut pegang tengah


cincin garis tengah

mm

16

20

Mm
mm
mm

20
60
4

22
65
4

cincin tebalnya

Ukuran kayu minimal


balok pengapit dan kayu tengah
Kekuatan kayu pasak :
tampang dua = 00
= 450
= 900
Tekanan patah pada 1 pasak
tampang dua = 00
= 900

cm

kg
kg
kg

2400
2100
1800

3000
2625
2250

kg
kg

88009200
60008800

4.5. pasak cincin dan billdog connector


4.5.1. pasak cincin
pasak cincin termasuk golongan pasak yang ditanam. Ia
merupakan macam pasak, yang dipasang dalam alur bundar, yang telah
dibuat sebelumnya dengan mesin yang bermata khusus. Alur ini tidak
terlalu dalam. Pasak cincin ini harus sampai setengah dari
lebarnya/tebalnya (b) masuk ke dalam kayu yang akan disambung.
Jikalau tidak, maka perhitungan kekuatan menerima beban hanya dengan
perkiraan. Hendaknya digunakan pasak cincin dengan merek terkenal,
seperti misalnya kubler atau kruger dari jerman atau locher atau Rigling
dari swis. Seterusnya yang akan dibicarakan ialah golongan terakhir,
karena merupakan pasak cincin bsi cor ( besi hitam) yang bercincin
bundar belah luka ( lihat gambar 4.19. ). Belah belah itu akan masih bisa
menjamin
kokohnya
pasak
cincin,
meskipun timbul perubahan bentuk kayu.
pasak cincin itu dipasang dalam aluran yang sudah dibuat, sehingga

belahnya terletak pada garis bagi sudut kedua kayu yang disambung.

Nilai nilai

= 00 , 450 dan 900 . jikalau

berbeda kita menggunakan

rumus berikut :
Beban yang diperkenankan per pasak cincin atau billdog connector pada
sudut
= 00 dari daftar (N) berikut ( dalam kg) dikalikan dengan
1=

180

), khususnya pada pasak cincin dan bolldog connector.

Daftar beban yang diperkenankan pada pasak cincin untuk kayu dengan berat
jenis rata-rata o,5 gr/cm3 kering udara :
Pasak garis
tengah

luar DI

dalam

Dd
pasak lebarnya b
Baut pegang
tengah
cincin segiempat
cincin tebalnya

m
m
m
m
m
m
m
m
m
m
m

60
52
18

80
70
22

100
88
26

120
108
30

140
126
36

160
144
40

180
164
46

200
184
50

12
50/5
0
5

14
60/6
0
6

14
60/6
0
7

16
70/7
0
7

16
70/7
0
7

18
70/7
0
7

18
70/7
0
7

20
80/80
8

Ukuran kayu
minimal :
papan pengapit
= s/d 300

6/14
6/12

6/18
6/14

6/20
6/16

8/22
8/18

8/24
6/20

cm 8/12
cm 8/10

8/14
8/12

8/18
8/14

8/20
8/16

10/2
2
8/18

10/2
4
8/20

= lebih dari

300
kayu tengah
= s/d 300

cm 6/12
cm 6/10

= lebih dari

10/3
0
8/24
10/3
0
10/2
4

10/32
8/26
10/32
10/26

300
Jarak antara baut
dan ujung kayu v
(kayu muka)
jarak antara dua
baut (tengah
pasak)
jarak antara
pinggir
pasak dan tepi
kayu
yang dibebani a
yang tidak
dibebani b
Diperkecilnya luas
kayu tanpa baut

cm

12

15

18

21

24

27

30

cm

12

16

20

24

28

32

36

40

cm

3
2

3
2

4
2

4
2

4
2

4
2

6
3

6
3

cm

4,3

7,1

11,2

15,6

22,3

28,4

37,3

45,0

420
315
210

780
585
390

114
0
855
570

162
0
121
5
810

226
0
169
5
113
0

2880
2160
1440

378
0
283
5
189
0

4600
3450
2300

Kekuatan 1 pasak
= 00

= 450

= 900

kg
kg
kg

4.5.2. Bulldog connector

Pelat kotok bulldog dari baja ini yang berbentuk bulat, oval atau
segiempat pelaksanaan penggunaanya sama seperti pasak cincin bergigi
tetapi
mempunyai
perbedaan
seperti
berikut:
pelatnya menjamin penetrasi yang rata kedalam bidang-bidang kayu yang
disambung.
Bulldog Connector tidak memerlukan alat alat khusus seperti mata bor
khusus
yang
diperlukan untuk pasak cincin.
sebagai contoh diberikan dibawah ini satu daftar kekuatan bulldog
connector yang bundar.

Daftar beban yang diperkenankan per Bulldog Connector untuk kayu dengan
berat jenis rata rata 0,5 gr/cm3 kering udara :
Bulldog Connector
Garis tengah D
Tingginya
b
Tebalnya seng s

m
m
m
m
m
m

50
10
1,3

62
17
1,3

75
19
1,3

95
25
1,3

117
30
1,5

140
31
1,5

165
33
1,8

Baut pegang tengah


cincin segi empat

m
m
m
m

12
50/5
0

16
60/6
0

16
70/7
0

16
70/7
0

20
80/8
0

20
90/9
0

25
100/1
00

Ukuran kayu Minimal :


= s/d 300
= lebih dari 300

cm

6/10
6/8

6/12
6/10

6/12
6/10

6/14
6/12

8/18
8/16

10/2
0
8/18

10/24
8/20

Jarak antara baut dan


ujung kayu, dan antara
dua baut

cm

12

12

14

14

17

20

23

kg
kg
kg

350
300
250

550
475
400

750
650
550

100
0
875
750

135
0
117
5
100
0

175
0
152
5
130
0

2400
2100
1800

Kekuatan 1 Bulldog
= 00
=450
=900

contoh 1 : pada suatu konstruksi rangka batang ada sambungan pada


tumpuan kiri antara batang tepi bawah dan batang tepi atas yang naik
dengan sudut = 400 dengan alat sambungan dua pasak cincin
180 mm menurut gambar 4.21. berikut.
periksalah apakah sambungan ini menjadi kuat.
Penyelesaian :
menurut daftar beban yang diperkenankan satu pasak cincin garis
tengah 180 mm dengan sudut = 00 menerima beban 3780 kg.
pada contoh ini dapat kita tentukan :
du pasak cincin 180 mm dengan sudut

= 400 dapat menerima :

40
2 x 3780 . ( 1 180 ) = 5880 kg > 5600 kg
Contoh 2 : Suatu batang tarik dengan gaya P = + 3900 kg harus
disambung menurut gambar 4.22. berikut dengan Bulldog Connector.

Penyelesaian
:
Menurut daftar beban yang diperkenankan per Bulldog Connector dapat
kita pilih 4 Bulldog Connector 95 mm = 4 x 1000 = 4000 kg dengan
2

baut

pegang

16

mm

dan

cincin

sebesar 70/70/7 mm.

jarak yang perlu diperhatikan pada ujung dan antara bulldog connector
menjadi 14 cm.

4.6. Pelat Paku


pelat paku biasanya terdiri dari seng setebal 1 mm s/d 2 mm,
dengan cetakan paku yang didirikan dan akan ditekankan ke dalam
permukaan kayu yang akan disambung. pelat paku digunakan sebagai
pelat buhul. Jurusan cetakan paku menentukan jurusan gaya yang
diperkenankan yang tertinggi. Sisa-sisa seng diantara paku-paku yang
dicetak menjadi pelat buhul dan mengalirkan gaya-gaya yang bekerja
pada
titik
simpul
itu.
Pada sambungan sambungan pelat paku kayu yang akan disambungkan
dipotong tumpul dan diletakkan rapat. Pelat paku selalu dipasang kembar
(sebelah menyebelah) dengan ukuran yang sama. Karena itu pelat paku
hanya boleh digunakan pada konstruksi tampang satu. Keuntungan
konstruksi ini adalah penghematan papan papan sambungan dan
sambungan konstruksi yang boleh memotong tumpul saja. Kekuatan
sambungan sambungan berhubungan dengan sudut sudut kayu yang
dihubungkan dan sudut pemasangan pelat paku ialah 4,7 kg/cm 2 s/d 11,7
kg/cm2 , maka sambungan pelat paku lebih kuat dari pada sambungan
paku biasa. Perhitungan harus digunakan oleh Ahli ahli, misalnya
perusahaan perusahaan yang menjual pelat paku gang nail dan
sebagainya.

Pemasangan pelat paku selalu harus dilakukan pada perusahaan yang


punya peralatan dan keahlian khusus, jadi dilarang keras pelat paku
dipasang sendiri dengan palu atau press sederhana. Sistem pelat paku
paling sesuai terutama bagi konstruksi kayu sederhana yang diperlukan
banyak, seperti misalnya konstruksi kuda atap untuk proyek perumahan
murah dan sebagainya.
Tebalnya kayu yang boleh disambung dengan pelat paku ialah 3 cm s/d 5
cm. Ukuran ukuran kayu harus tepat dan rata dengan selisih tidak lebih
daripada 1 mm.

Walaupun diatas telah ditentukan, bahwa pelat paku hanya dapat


digunakan pada konstruksi kayu tampang satu, diadakan kecualian, yaitu
pelat paku menig. Pelat paku ini dibuat dalam pelat pelat berukuran
50/75 cm pada pabrik menig di bial swis. Dengan menggunakan gergaji
pita atau gergaji tangan ditentukan besar keping yang diperlukan. Untuk
setiap m2 pelat paku menig terdapat 20000 paku.
Paku itu bergaris tengah 1,6 mm dengan panjang 25 mm, dimasukkan
kedalam tempat dari bahan busa dengan dituangi damar sintetis. Paku
dikeluarkan sebelah menyebelah pelat busa itu. Pelat paku ini terutama
digunakan pada konstruksi tampang dua atau lebih. Karena pelat paku ini
akan tidak kelihatan, keistimewaanya ialah pada konstruksi kayu terbuka
yang memperlihatkan keindahan konstruksi kayu. Pelat pelat paku ini
diletakkan diantara dua kayu yang akan disambung dan dengan press
khusus sambungan masing masing ditekan sekaligus. Kekuatan pelat
paku menig ialah 20 kg/cm2 pada sudut = 00 dan tampang dua atau
15 kg/cm2 pada sudut

= 900 juga tampang dua. Kekuatan terhadap

pencabutan ialah 16 kg/cm2 , konstruksi sambungan pelat paku menig


tentu saja memerlukan peralatan khusus dan keahlian istimewa dari
perusahaan.

4.7. Perekat
Yang dimaksudkan dengan istilah perekat, dan penggunaan perekat
untuk pembuatan konstruksi berlapis majemuk dengan perekat, ialah
konstruksi kayu yang menggunakan papan papan tipis, yang direkatkan
dengan seratnya sejajar dengan perekat, sehingga merupakan balok yang
berukuran besar.
Yang termasuk balok berlapis majemuk dengan perekat ini antara lain,
balok segiempat (hetzer ) dan balok berbentuk 1 dari kayu berlapis
majemuk. Semua balok berlapis majemuk dengan perekat ini hendaknya
dibuat oleh perusahaan, yang sudah mengkususkan diri dalam hal itu.
Tebal lapisan papan masing-masing biasanya 20 mm s/d 30 mm. (Tidak
boleh melebihi 40 mm.) Balok hetzer yang bentuknya segiempat
membutuhkan lebih banyak bahan, tetapi pembuatanya membutuhkan
kerja kurang sedikit setiap m3 kayunya dibandingkan dengan balok
berlapis majemuk dengan perekat berbentuk I. Memang yang terakhir
lebih hemat dalam hal bahannya. Ada baiknya ditentukan menurut
keadaanya, mana yang digunakan, balok segiempat (Hetzer) atau balok

berbentuk I. Sebagai bahan untuk membuatnya dibutuhkan kayu yang


kering dapur.
Perekat yang digunakan dapat dibagi atas perekat alam seperti Glutin
atau Gasein dan sebagainya dan perekat sintetis seperti PVA resinoid
dispersion atau perekat kondensasi ( cairan dengan cat pengeras ),
epoxyresin, perekat kontak dan sebagainya.
Perekat alam
Glutin :
dicampur
dengan
Pengerasan
kekuatan
Gasein :
dicampur
dapat
dan

dibuat dari kulit dan tulang binatang. Glutin akan


1
s/d
2 bagian air dan dipanaskan, sampai suhu 70 0 C.
terjadi
kare
na air diisap oleh kayu. Glutin agak jarang digunakan,
terbatas.
Dibuat dari susu dan kalsium. Tepung Gasein akan
dengan
air
1,5 s/d 2 bagian sesudah 15 s/d 30 menit, perekat
dipakai
dan
tidak
boleh dicairkan lagi, ketahanan terhadap air, panas
sebagainya
Terbatas.

Perekat sintetis
PVA resinoid dispersion :
asetat).
kayu
dan
bahwa
dicampur
kaleng
Perekat kondensasi
jika
menjadi

Lem putih yang terdiri dari PVA (polyvinly

pengerasan terjadi karena air dihisap oleh


dan
udara
sekeliling. Ketahanan terhadap air, panas
sebagainya
Terbatas. Keuntungan lem putih ialah
tidak
ada
kelunturan pada kayu, tidak perlu
dengan
cat
pengeras , hanya boleh disimpan dalam
plastik.
:

Terdiri dari cairan dan cat pengeras yang,


tercampur
tidak
dapat menghindarkan pengerasan, yang
suatu
reaksi

dimana
cuaca

Kimia. Biasanya kita bedakan atas :


Urea formaldehyde Resin :
cocok untuk bangunan yang terlindung,
warna
perlu
diutamakan. Ketahanan terhadap air dan
terbatas.
Aerolite Formaldehyde Resin :
lebih tahan terhadap air, daripada urea

formaldehyde
Digunakan

terlindung
diperindustrian
terhadap

resin
walaupun
Epoxy Resin :
menghubungkan
Perekat Kontak :
dalam
yang
sebentar
dipress
terbatas.

resin tersebut diatas, mengeras lebih cepat.


terut
ama diperindustrian triplex dan sebagainya.
phenolic Resin :
cocok untuk bangunan yang tidak
seperti
jembatan,
kapal dan sebagainya. Digunakan
triplex
yang tahan air dan sebagainya. Tahan sekali
air
dan air panas.
Resorcinol Resin :
Sifat sifat hampir sama dengan phenolic
tersebut
diatas
Akan tetapi, lebih tahan lagi terhadap air
jauh
lebih
Mahal.
Perekat khusus yang digunakan untuk
logam
Dengan kayu atau logam dengan logam.
Terdiri dari karet sintetis (neoprene). Bentuk
perdagang
An ialah cairan. Kedua permukaan bidang
akan
dihubung
Kan dicat dengan perekat kontak, tunggu
sampai
ker
Ing dan kemidian kedua permukaan dapat
sebentar
saj
a. Ketahanan terhadap panas dan air
Keuntungan
ialah penghemat waktu.

Yang perlu diperhatikan pada pekerjaan dengan perekat yaitu macam


macam
jangka

waktu yang perlu diperhatikan seperti terlihat pada skema berikut :


Hubungan dengan lem merupakan hubungan bidang, sehingga sangat
kuat. Sebaiknya jangan mencoba menggunakan hubungan lem, bersama
dengan hubungan lainnya. Pada waktu menerima beban, maka hubungan
lem yang lebih kuat itu akan menanggung beban dulu, sebelum hubungan
lain
yang
lebih
lunak
bisa
turut
menerima
beban.
Pada perekatan yang baik, maka konstruksi berlapis majemuk ini dapat
diperhitungkan, seakan akan terdiri dari bahan yang homogin.
Perubahan
bentuknya
dapat
ditentukan
dengan menggunakan momen daya beban penampangnya.
Gelagar yang dilem, biasanya dibentuk sebagai portal dua atau tiga ruas.
Sebuah portal lengkung, hendaknya paling sedikit 1/7 lebar bentang
tingginya. Ini berdasarkan pada alasan ilmiah. Jarak gelagar yang dapat
dipertanggungjawabkan berkisar antara 4,00 m s/d 6,00 m. Lebar bentang
lebih dari 100 m sudah sering dilaksanakan dengan balok Hetzer.
Dengan alasan pengangkutan dan penerapan portal tiga ruas lebih baik
dari portal dua ruas. Lengkung lengkung bisa dipasang dengan topang
baja, langsung pada pondasi. Untuk bahan batang penarik dapat
digunakan baja beton yang berkualitas tinggi atau besi profil yang ringan.
Kawat pancang (tali sleng) karena perubahan panjangnya yang besar
seyogyanya jangan digunakan.
Pada rangka portal, hendaknya diperhatikan pada sudut sudut rangka.
Pada balok Hetzer derajat kelengkungan pada sudut sudutnya tidak
boleh
kurang
dari
125
x
tebal
papan.
Pada perhitungan konstruksi berlapis majemuk , dengan perekat harus
diperhatikan
titik

titik berikut :

Sambungan sambungan pada papan dalam arah memanjang


sebaiknya dibuat dengan sambungan pen jari, jikalau ada mesin dan alat
untuk membuatnya. Jikalau tidak, dapat juga dilakukan penyambungan
tumpul lurus, jikalau jarak dari sambungan papan papan dalam susunan
sebelumnya, atau berikutnya menjadi paling sedikit 10 kali tebalnya
papan.

Karena tegangan normal, pada suatu Hetzer tidak sama pada


seluruh tingginya potongan dapat kita tentukan : ketentuan kualitas kayu
pada satu Hetzer ditentukan oleh tiga lapis papan pada pinggir masing
masing pada konstruksi berlapis majemuk dengan perekat itu.
Papan papan pada pertengahan susunan Hetzer boleh dipilih suatu kelas
kayu yang lebih rendah, seperti terlihat pada gambar 4.25. berikut.
Karena pembangunan suatu Hetzer lebih seimbang daripada suatu balok
utuh, maka tegangan normal yang diperbolehkan menurut peraturan

konstruksi kayu Indonesia NI

5 PKKI 1961, boleh dinaikkan sebesar

10%. Tetapi pada tinggi balok lebih daripada 30 cm harus dikurangi lagi
dengan faktor c.

30
h

Contoh :
Pada Hetzer menurut gambar 4.25. disamping tegangan normal yang
boleh dihitung menjadi misalnya :

[ // (kelas II) + 10%

30
55

= [100 + 10] . 0,94 = 104 kg/cm2