Anda di halaman 1dari 21

+

LARUTAN
Formulasi Sediaan Cair dan Semi Padat (FA 308)
Irvani Rakhmawati, M.Si.

LARUTAN
Larutan

campuran dua atau lebih komponen yang

membentuk fasa tunggal homogen dalam skala


molekuler
Komponen

larutan:

1. Pelarut bagian terbesar


2. Zat aktif
3. Eksipien pemanis, dapar, pengawet, perisa,
pewarna, zat pengental, antioksidan

LARUTAN

KELARUTAN

Kelarutan ??

Kelarutan dipengaruhi oleh sifat dan intensitas gaya antar


molekul zat terlarut (solut solut), antar molekul zat pelarut
(solven solven), antar molekul zat terlarut dengan zat pelarut
(solut solven)

Kelarutan zat pada suhu dan tekanan tertentu TETAP

Laju melarut dipengaruhi oleh ukuran partikel zat dan


tingkat pengadukan

KELARUTAN
Usaha

meningkatkan kelarutan:

1. Pelarut campur
2. Dapar pH stabilitas
3. Penambahan surfaktan solubilisasi
miselar
4. Pembentukan kompleks

PELARUT CAMPUR
Molekul

obat bersifat non polar atau elektrolit lemah


kelarutan kecil dalam air kelarutan ditingkatkan dgn
pelarut organik yg bercampur dgn air

Pemilihan

pelarut non air:


1. Bercampur dgn air
2. Stabilitas zat aktif dalam pelarut non air baik
3. Organoleptis baik
4. Tidak toksik digunakan dlm konsentrasi rendah
5. Zat padat larut dlm pelarut yg digunakan

PELARUT CAMPUR

Pelarut yg dapat digunakan etanol, sorbitol, gliserin, propilen


glikol dan beberapa polimer polietilen glikol

Konstanta dielektrik konsentrasi max zat padat dapat larut dlm


suatu pelarut tertentu

Pemilihan pelarut non air :

1.

Dapat bercampur dengan air

2.

Stabilitas zat dalam pelarut campur

3.

Organoleptik baik

4.

Tidak toksis, digunakan konsentrasi rendah

5.

Kelarutan zat padat dalam maing-masing pelarut

pH LARUTAN

Bahan obat asam lemah atau basa lemah kelarutan


dipengaruhi oleh pH larutan
DH (zat padat) DH (larutan)

DH (larutan) = kelarutan zat yang asam yang tidak terdisosiasi


mol/liter (Ks)
DH larutan D- + H+
Ka = [D-] [H+] / [DH]
Kelarutan total = ST

[D- = Ka . [DH] / [H+]

pH LARUTAN
1.

Ks,Ka atau Kb berlaku untuk pelarut air

2. Asumsi tidak ada interaksi (konsentrasi kecil)


pH larutan vs kelarutan pH kritis larutan pemilihan
DAPAR
Persyaratan dapar
1.

Kapasitas dapar untuk pH larutan

2.

Bersifat inert

3.

Tidak mempunyai efek pada produk akhir

4.

Bahan aditif stabil dalam pH sediaan

SOLUBILISASI
Prinsip :
Digunakan : SURFAKTAN ( Surface Active Agent) membentuk misel,
KMK = Konsentrasi Misel Kritis

Skema molekul surfaktan


Tipe surfaktan : anionik, kationik, non ionik dan
zwitter ionik (tipe bagian kepala yang polar )

Surfaktan teradsorpsi kuat pada antar muka


KMK : konsentrasi saat terbentuk misel
Diatas KMK akan terbentuk agregat misel

mikroemulsi

mikrokristalin

misel

Skema struktur surfaktan yang dapat terbentuk untuk


mengurangi kontak minyak-air melalui bagian hidrofobik
yang akan berasosiasi membentuk beberapa struktur
secara spontan
Tipe struktur yang terbentuk tergantung :
1. Ukuran bagian hidrofobik
2. Sifat dan ukuran bagian kepala yang polar
3. Temperatur
4. Konsentrasi garam
5. pH

PENGAWET
3 prinsip utama proses pengawetan :
1.

Aseptis, menjaga kontaminasi minimum mikroorganisme pada


saat proses GMPs,Proses validasi mikrobiologi, program validasi
sanitasi dan kebersihan

2.

Menghilangkan mikrooorganisme : pencucian dan pembersihan,


penyaringan dan kalrifikasi, sedimentasi dan sentrifugasi.

PENGAWET
3.

Menghentikan pertumbuhan dan membunuh


mikroorganisme : sterilisasi dengan panas dan pasturisasi,
sterilisasi dengan suhu rendah (pembekuan dan
penyimpanan pada lemari pendingin, kondisi kering, pH tinggi
atau rendah, menghilangkan substrat, atmosfer anaerobik,
pengawet, iradiasi, pengerusakan mekanik

SELF PRESERVATIVES
1.

Sediaan dengan pH tinggi atau rendah : menggunakan


asam mineral dan basa organik dalam formula

2.

Sediaan dengan kandungan air rendah : air merupakan


sumber hidup mikroorganisme

3.

Sediaan dengan bahan pengchelat : bahan pengchelat


dapat merusak substrat atau nutrisi esensial
mikroorganisme

SELF PRESERVATIVES
4.

Sediaan dengan surfaktan : anionik surfaktan akan


mensolubilisasi lipida mikroorganisme. Komponen
amonium kuaterner mempunyai efek anti bakteri
quaterinary amonium

5.

Sediaan dengan bahan multifungsi : menghambat


pertumbuhan mikroorganisme : antioksidan gol
.fenol sebagai anti bakteri

6.

Komponen formula sebagai bahan pengawet

7.

Strategis ketahanan hidup mikroorganisme :


penghilangan substrat mikroorganisme

PERBAIKAN PENAMPILAN
RANGSANGAN INDRAWI :

RASA MANIS
:
MUTU,INTENSITAS,KENIKMAT
AN

1.

PENDENGARAN

2.

PENGLIHATAN

3.

PENCIUMAN

RASA ASAM,ASIN
:
TERIONISASI DALAM
LARUTAN

4.

PERABAAN

DILAKUKAN :

5.

PERASA :
ASAM,ASIN,PAHIT,
MANIS

1. WARNA SEDIAAN
2. MENUTUP DAN
MENINGKATKAN RASA
3. MEMBERIKAN BAU MENARIK

RASA

Dipengaruhi : suhu,keadaan fisik,karakteristik


Masalah :
usia, waktu pengobatan,sifat flavour, waktu penyimpanan, kalori
Usaha
1. flavour kombinasi
2. formulasi + pemanis
3. kelarutan obat
4. sediaan atau zat aktif diganti
Bahan penambah : pemanis, sirup wangi, minyak atsiri

PENINGKAT BAU STABILITAS KONSENTRASI

PEWARNAAN PENERIMAAN PASIEN : SELERA


PERINGATAN : ANTISEPTIK,OBAT LUAR,RACUN
IDENTIFIKASI : WARNA STANDAR : BAHAN BAKAR
WARNA SEDIAAN BAKU : KALAMIN,VITAMIN C
PERATURAN PERUNDANGAN : FDA ; COLOR INDEX :
FDC,CD.

PANDUAN PENGGUNAAN WARNA


1.

Tidak mengganggu identifikasi

2.

Zat Warna sesuai undang-undang atau yang


diperbolehkan untuk obat

3.

Hindari zat warna yang spesifik

4.

Beda zat warna untuk jenis sdiaan berbeda