Anda di halaman 1dari 65

Laporan

Kasus

Kehamilan Ektopik Terganggu

Disusun Oleh:
Indah Susilowati 0910015035
Pembimbing:
dr. Prima Deri Pella T .,Sp.OG
Lab/SMF Obstetri dan Ginekologi
RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Pendahuluan

Kehamilan ektopik terganggu (KET) :


USA:
9% dari seluruh kematian
kehamilan.
Penyebab terjadinya kehamilan
melibatkan banyak faktor.

pada

ektopik

Penanganan yang tepat dan sesegera


mungkin
menurunkan mortalitas pada
kehamilan ektopik terganggu.

Laporan Kasus

Identitas

Nama pasien : Ny.N


Usia
: 45 tahun
Agama
: Islam
Suku
: Banjar
Pendidikan
: SD
Pekerjaan
: IRT
Alamat
: Jl.Rapak
Dalam
Masuk Rumah Sakit pada
tanggal 3 Oktober 2015,
pukul 22.15 WITA

Namasuami : Tn. S
Usia
: 45 tahun
Agama : Islam
Suku : Banjar
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
Alamat : Jl. Rapak
Dalam

Keluhan utama:
Nyeri perut kanan.

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien

mengeluhkan

nyeri

pada

perut

bagian kanan bawah sejak satu minggu


sebelum masuk RS. Nyeri perut kanan bawah
ini

hingga

tembus

ke

belakang,

ditusuk-tusuk jarum dan hilang timbul.

seperti

Nyeri timbul tiba-tiba tanpa ada pencetus saat


pasien sedang memasak di rumah. Nyeri tidak
hilang dengan istirahat berbaring, namun secara
perlahan menghilang, dan tiba-tiba muncul lagi
dengan durasi 15-20 menit setiap serangan.

Awalnya dalam satu hari nyeri muncul 2-3


kali dalam sehari namun sejak pagi sebelum
masuk RS nyeri semakin memberat dan
semakin lama, durasinya 40 menit sampai 1
jam.
Pasien juga mengeluh keluar daging
berwarna cokelat keputihan 2 hari yang
lalu dan berobat ke RS I 1 hari yang lalu dan
di diagnosis hamil di luar kandungan.

Daging yang keluar ini satu kali saja dan


tidak banyak, hanya gumpalan.
Pasien tidak mengalami haid sejak bulan
Agustus 2015.
Pasien juga mengalami muntah 3 hari
sebelum mengalami nyeri perut, muntahmuntah dialami selama satu minggu, namun
saat ini tidak muntah-muntah lagi, mual (-).

Pasien tidak mengalami demam sebelum dan


selama nyeri perut ini. BAK dan BAB pasien
dirasakan tidak ada masalah.

Riwayat Penyakit Dahulu:


Pasien tidak sedang / memiliki riwayat penyakit
hipertensi, diabetes mellitus, hepatitis, jantung,
ginjal, asma, TBC dan penyakit lain yang kronis,
serta penyakit serupa sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga:


Tidak ada keluarga pasien yang sedang / memiliki
riwayat penyakit hipertensi, diabetes mellitus,
hepatitis, jantung, ginjal, asma, TBC dan penyakit
lain yang kronis, dan riwayat kista atau tumor
lainnya.

Riwayat Haid
Menarche pada usia 12 tahun, lama haid 7
hari, jumlah darah haid : ganti pembalut 2-3 kali
sehari.
Hari pertama haid terakhir : 10 - 08 - 2015
Taksiran waktu persalinan : 17 05 2016

Riwayat Perkawinan:
Kawin sebanyak 1 kali
Kawin pertama usia 18 tahun
Lama menikah dengan suami sekarang : 27
tahun.
Kontrasepsi:
Pasien mengaku tidak pernah menggunakan alat
kontrasepsi.

Riwayat Obstetrik
Umur
Kehamilan

Jenis
Persalinan

JK / BB

Keadaan
Anak
Sekarang

Spontan

Laki-laki/
2500 gram

Hidup

No

Tahun Partus

Tempat
Partus

1991

Rumah

Aterm

1993

Rumah

Abortus 3
bulan

2000

Rumah

Aterm

Spontan

Perempuan/
2500 gram

Hidup

2007

Rumah

Aterm

Spontan

Perempuan/
3000 gram

Hidup

2015

Hamil ini

Pemeriksaan Fisik
Tinggi / Berat Badan : 145 cm/ 56 kg
Kesadaran : komposmentis
Tanda-tanda vital:
Tekanan darah
: 110/80mmHg
Nadi
: 78 x/menit
Suhu
: 36,8 C
Pernapasan
: 20 x/menit

Pemeriksaan Fisik
Kepala
Mata
ikterik (-/-)
THT
Leher
pembesaran
Thorax

:
:

: Tidak ditemukan kelainan


:
Pembesaran KGB (-),
tiroid (-)

Jantung
Paru
(-/-)

Abdomen :
Ekstremitas
Atas
Bawah

Normosefalik
Konjungtiva anemis (-/-), sklera

:
:

S1 S2 tunggal reguler
vesikuler, rhonki (-/-), wheezing

tampak datar, bising usus (+)


:
:

akral hangat, edema (-/-)


akral hangat, edema (-/-)

Status Obstetrik
Inspeksi Perut nampak datar

Palpasi

VT
dilakukan
di IGD

Tidak teraba fundus uteri

Inspeksi perdarahan pervaginam


(+) sedikit tidak aktif
Portio kuncup, licin, nyeri goyang
(+), konsistensi kenyal.

DJJ dan his tidak ada

Laboratorium

Hb
WBC
HCT
PLT
BT
CT

:
:
:
:

6,9 g/dl
11.400/mm3
19,6 %
333.000/mm3
: 3
: 9

Laboratorium
SEROLOGI
GDS
: 110
mg/dl
Ur : 24,5 mg/dl
Cr : 0,76mg/dl

HBsAg :Non
Reaktif
112 :Non Reaktif

URINE LENGKAP
Protein: negatif
Tes kehamilan:
positif

Diagnosis
G6P4A1 gravid 7-8 minggu + suspek kehamilan
ektopik terganggu.

Penatalaksanaan
Lapor dr. Sp. OG, advis :
Observasi dulu di IGD.
Pronalgess supp 1x2 tab.
Cek Hb serial pukul 05.00, lapor ulang pukul
06.00

Waktu
Observasi
03/10/2015 Pasien datang ke IGD

Planning
Lapor dr. Sp.OG, advis :

(23.15

KU : Tampak sakit berat.

Observasi dulu di IGD.

wita)

Keluhan : Nyeri perut kanan tiba-tiba.

Pronalgess supp 1x2 tab.

HPHT : 10-08-2015

Cek Hb serial pukul 05.00,

Pemeriksaan Fisik & Ginekologi :

lapor ulang pukul 06.00.

Kesadaran : komposmentis
Tanda Vital:
TD: 110/80 mmHg, N: 84 x/menit kuat
angkat
RR : 20 x/menit, T: 36,5C
Abdomen : nyeri tekan(+) pada kuadran
kanan atas, tengah dan bawah. TFU :
tidak teraba
VT : Portio tertutup, licin, nyeri goyang
(+), konsistensi kenyal
- korpus uteri antefleksi, ukuran normal
- kavum douglas tidak menonjol, nyeri (-)
-Perdarahan berwarna cokelat tidak aktif.

04/10/2015 KU : Tampak sakit berat.

Hb: 6,9.

(06.00

Tanda Vital:

Lapor dr.Sp.OG, advis:

wita)

TD: 110/80 mmHg, N: 84 x/menit -Puasa


kuat angkat

-Siapkan

untuk

RR : 20 x/menit, T: 36,5C

laparotomi CITO pukul


08.00 pagi di OK IGD.
-Siapkan Whole Blood 2
unit.

Pada tanggal 04 Oktober 2015 pukul 08.30, dilakukan Operasi laparotomi


terhadap pasien oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di OK IGD
RSUD A. W. Sjahranie Samarinda.
Persiapan Sebelum Operasi :
1. Informed concent
2. Menerangkan kepada pasien tentang tindakan operasi yang dilakukan : garis
besar prosedur tindakan, tujuan dan manfaat tindakan.
3. Pasien dipuasakan

Bangsal :

Nomor : 86.64.19

IGD
LAPORAN OPERASI

Nama

Umur : 45 tahun

Ny. N
Nama Ahli Bedah: dr., Sp. OG

Pembedahan

: Besar

Nama Ahli Anestesi : dr., Sp. An

Jenis Anestesi : Anestesi


Umum

Diagnosis Pre Operatif : G6P4A1 gravid 7-8 minggu + suspek kehamilan ektopik
terganggu.
Diagnosis Post Operatif : Ruptur tuba dextra
Nama / Macam Operasi : Salfingo-oovorektomi dextra
Tanggal :
04/10/2015

Jam Mulai : 08.30 wita

Lama Operasi : 1 jam 15


menit

Jam Selesai : 09.45 wita

Laporan Operasi :
1. Memberi Informed Consent
2. Pasien diposisikan supine dan dilakukan general anestesi
3. Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah abdomen dan sekitarnya
4. Lapangan operasi dipersempit dengan duk steril
5. Dilakukan insisi mediana mulai dari atas simpisis pubis sampai bawah
umbilikus
6. Insisi diperdalam secara tajam dan tumpul lapis demi lapis sampai menembus
peritoneum. Lapisannya kutis, subkutis, lemak, fascia transversalis, m. obliqus
eksternus, m. rectus abdominis, m. piramidalis, m obliqus internus, m
tranversus abdominis, peritoneum.
7. Pisahkan plika vesica uterina secara tumpul dengan tangan operator
8. Fiksasi blast dengan menggunakan hak blast
9. Dilakukan eksplorasi pada kavum abdomen

10. Didapatkan ruptur tuba dextra dan terdapat perdarahan dalam kavum abdomen.
11. Dilakukan salfingo-oovorektomi dextra.
12. Dilakukan suction pada kavum abdomen.
13. Dilakukan kontrol perdarahan dan irigasi dengan NaCl 0,9% sebanyak 500
cc, lalu di suction.
14. Dilakukan penjahitan dinding abdomen lapis demi lapis :
Peritoneum dengan benang cat gut plain 2.0
Otot-otot dengan benang cat gut plain 2.0
Fascia transversalis dengan benang vicryl 1.0
Lemak dan subkutiss dengan benang cat gut plain 2.0
Kutis dengan benang silk 3.0

15. Permukaan abdomen dibersihkan dengan NaCl 0,9 %


16. Luka operasi ditutup dengan dressing luka dan kassa steril kemudian di tutup
dengan hipavik.
17. Tampon (-)
18. Jaringan dilakukan pemeriksaan histopatologi

Instruksi Post Operasi :


- Injeksi Cefotaxime 1 gr/ 8 jam iv
- Injeksi Antrain/ ampul / 8 jam iv
- Injeksi Ranitidin/ ampul/ 8 jam iv
- Profenid Supp II/ 12 jam rektal
- Infus KAEN 3B 28 tetes / menit
-Transfusi WB 2 kolf.
-Cek Hb 4 jam post operasi, Bila Hb 8 gr/dl, transfusi WB 2 kolf lagi.

Dokumentasi:

Hasil Pemeriksaan Histopatologi :


Makroskopis:
Diterima jaringan abu-abu kenyal padat dengan
ukuran 5x4x3 cm. Pada irisan ditemukan embrio.
Mikroskopis:
Potongan-potongan jaringan dinding tuba
dengan villi corialis dan trofoblas serta
perdarahan luas.
Tak ditemukan keganasan.
Kesimpulan :
KET, operasi:
Kehamilan tuba yang pecah

Tanggal
04
Oktober
2015
(10.30
wita)

Follow Up Post Operasi

Terapi Post Operasi

Pasien selesai operasi dan


di observasi di Ruang VK
KU : Pasien tampak lemah
Kesadaran : komposmentis
Keluhan : Pasien mengeluh
nyeri di luka operasi
Pemeriksaan Fisik
TD=110/70 mmHgN : 78x /i
kuat angkat, regular, RR: 20 x/i
, T : 36,8 oC,
Anemis (-/-) ; Nafas vesikuler
(+++/+++); Suara jantung
S1S2 Reguler; Bising usus (-)
Luka Operasi : Tertutup verban
BAB : Belum ada hari ini
BAK : Urin output : 100
cc/2jam

1. Transfusi WB 2 kolf
2. Infus KAEN 3B 28 tetes /
menit
3. Injeksi Cefotaxime 1 gr/
8 jam iv
4. Injeksi Antrain/ ampul / 8
jam iv
5. Injeksi Ranitidin/ ampul/
8 jam iv
6. Profenid Supp II/ 12 jam
rektal
Cek Hb post operasi jam
14.00, Bila Hb < 8 gr/dl,
transfusi WB 2

Tanggal
04
Oktober
2015
(10.45
wita)

11.00

Follow Up Post Operasi


Observasi 2 jam Post
Operasi :
KU : Pasien tampak lemah ;
Keluhan : Nyeri luka post
op; TD 110/80 mmHg, N :
82x /i kuat angkat, regular,
RR 20 x/i , T: 36,9oC , UT 200
cc, Anemis (-/-)

Terapi Post Operasi


1. Transfusi WB 2 kolf
2. Infus KAEN 3B 28 tetes /
menit
3. Injeksi Cefotaxime 1 gr/
8 jam iv
4. Injeksi Antrain/ ampul /
8 jam iv
5. Injeksi Ranitidin/ ampul/
8 jam iv
6. Profenid Supp II/ 12 jam
rektal

KU : Pasien tampak lemah ;


Keluhan : Nyeri luka post
op; TD 110/70 mmHg, N :
Cek Hb post operasi jam
88x /i kuat angkat, regular,
14.00, Bila Hb < 8 gr/dl,
:
o
RR 20 x/i , T 36,3 C , anemis transfusi WB 2
(-/-)

Tanggal
11.15

Follow Up Post Operasi


KU: Pasien tampak lemah
Keluhan : Nyeri luka post op;
TD 120/70 mmHg, N : 78x /i
kuat angkat, regular, RR 20x/i ,
T: 36,4oC, anemis (-/-)

Terapi Post Operasi


1. Transfusi WB 2 kolf
2. Infus KAEN 3B 28 tetes
/ menit
3. Injeksi Cefotaxime 1
gr/ 8 jam iv
4. Injeksi Antrain/ ampul /
8 jam iv
5. Injeksi Ranitidin/
ampul/ 8 jam iv
6. Profenid Supp II/ 12
jam rektal
Cek Hb post operasi jam
14.00, Bila Hb < 8 gr/dl,
transfusi WB 2

Tanggal
04
Oktober
2015
(11.30
wita)
12.00

12.30

Follow Up Post Operasi


KU: Pasien tampak lemah ;
Keluhan : Nyeri luka post op;
TD 120/80 mmHg, N:74x /i kuat
angkat, regular, RR 20 x/i , T:
36,4oC , anemis (-/-)
KU : Pasien tampak lema ;
Keluhan : Nyeri luka post op;
TD 110/70 mmHg, N: 72x /i kuat
angkat, regular, RR 20 x/i , T:
36,4oC ,anemis (-/-)
KU : Pasien tampak lemah ;
Keluhan : Nyeri luka post op;
TD 120/80 mmHg, N : 88x /i
kuat angkat, regular, RR 18 x/i ,
T: 36,4oC ,
anemis (-/-)

Terapi Post Operasi


1. Transfusi WB 2 kolf
2. Infus KAEN 3B 28 tetes /
menit
3. Injeksi Cefotaxime 1 gr/ 8
jam iv
4. Injeksi Antrain/ ampul / 8
jam iv
5. Injeksi Ranitidin/ ampul/ 8
jam iv
6. Profenid Supp II/ 12 jam
rektal
Cek Hb post operasi jam
14.00, Bila Hb < 8 gr/dl,
transfusi WB 2

Tanggal
04
Oktober
2015
(14.00
wita)

20.00

Follow Up Post Operasi

Terapi Post Operasi

KU : Baik ; Keluhan : Nyeri luka


post op;
TD 120/70 mmHg, N : 72x /i
kuat angkat, regular, RR 20
x/i ,T: 36,6oC , UT : 450 cc/7 jam,
anemis (-/-), Bising Usus : (+)
menurun

Pemeriksaan Darah Lengkap


Hb
10,5 gr/dl
Hct
29 %
WBC 13.500 /mm3
Plt
342.000 / mm3

1. Transfusi WB 2 kolf
2. Infus KAEN 3B 28 tetes /
menit
3. Injeksi Cefotaxime 1 gr/ 8
jam iv
4. Injeksi Antrain/ ampul / 8
jam iv
5. Injeksi Ranitidin/ ampul/ 8
jam iv
6. Profenid Supp II/ 12 jam
rektal

Cek Hb post operasi jam


14.00, Bila Hb < 8 gr/dl,
transfusi WB 2

KU : Baik ; Keluhan : Nyeri luka


post op;
TD 120/70 mmHg, N : 80x /i
kuat angkat, regular, RR 20
x/i ,T: 36,6oC , UT : 500 cc/7 jam,
anemis (-/-), Bising Usus : (+)
normal

Tanggal

Follow Up Post Operasi

05/10/2015 Post Operasi Hari ke-1


(06.00
Keadaan umum : Baik
wita)
Keluhan : Nyeri luka post op (+),
kembung (+) menurun, BAB (-),
flatus (+)
Pemerikaan Fisik
Kesadaran
: Komposmentis
Tanda Vital
: Tekanan darah :
120/70 mmHg
Frekuensi nadi : 88 x/menit
Frekuensi napas : 16 x/menit
Suhu
: 37,3C
anemis (-/-), napas vesikuler (+++/+
++); suara jantung S1S2 tunggal
regular; BU (+);
Luka : tertutup verban
BAK : per kateter (UT : 1000 cc/14
jam)

Terapi Post Operasi


- Injeksi Cefotaxime 1
gr/ 8 jam iv
antrain
1
- Injeksi
ampul/8 jam IV
- Ranitidin 150 mg tab /
12 jam po.
- Mobilisasi
- Diet Lunak TKTP
- Lepas kateter uretra

Tanggal

Follow Up Post Operasi

06/10/2015 Post operasi hari ke-2


(06.00
Keadaan umum : Baik
wita)
Keluhan : Nyeri luka post op (+)
menurun
perut terasa kembung (+), sudah bisa
berjalan ke kamar mandi
Kesadaran
: Komposmentis
Tanda Vital
: Tekanan darah :
110/70 mmHg
Frekuensi nadi : 76 x/menit
Frekuensi napas : 18 x/menit
Suhu
: 36,8C
anemis (-/-), napas vesikuler (+++/+
++); suara jantung S1S2 tunggal
regular; BU (+);
Luka : rembesan luka (-); GV
luka operasi kering,
BAK (+)
BAB (+)

Terapi Post Operasi


- Lepas infus.
- Cefadroxil 500 mg tab
3x1.
- Ranitidin 150 mg tab
2x1.
- Asam mefenamat 500
mg tab 3x1.
- Boleh pulang.
kontrol ke poli
kandungan
tgl
09/10/2015

Tanggal

Follow Up Post Operasi

Terapi Post Operasi

09/10/2015 Pasien kontrol ke poli pada -Rawat luka, 2 hari perban


tanggal 09/10/2015
dibuka.
KU: Baik
Keluhan: nyeri luka operasi.
Kesadaran
: Komposmentis
Tanda Vital
: Tekanan darah :
130/80 mmHg
Frekuensi nadi : 82 x/menit
Frekuensi napas : 18 x/menit
Suhu
: 36,8C
Luka operasi kering.
Diagnosis:
Post
Salpingooovorektomi dextra a/i kehamilan
ektopik terganggu hari ke 5

Tinjauan Pustaka

Definisi
Kehamilan ektopik adalah suatu
kehamilan dengan pertumbuhan sel
telur yang telah dibuahi namun tidak
menempel
pada
dinding
endometrium kavum uteri.

Epidemiologi
Amerika Serikat: Tahun 1970-1992:
3 kali lipat angka kejadiannya : 4,5 /
1000 kehamilan menjadi 16,8/1000
kehamilan.

Epidemiologi
Indonesia:
1/28
sampai
1/329
persalinan.
Tahun 1987: 153/4007 persalinan.
Medan:
Tahun 1979-1981 : 1/139 persalinan.
Tahun 1997-2000: 122 kasus.

Klasifikasi
Berdasarkan lokasi terjadinya:
1. Kehamilam tuba (>95%):
2. Kehamilan ektopik lain (<5%)
3. Kehamilan intraligamenter.
4.Kehamilan heterotopik.
5. Kehamilan ektopik bilateral.

Etiologi
Infeksi saluran telur (salpingitis)
Faktor tuba.
Cacat bawaan pada tuba, seperti
tuba sangat panjang.
Kehamilan ektopik sebelumnya.

Etiologi

Aborsi tuba dan pemakaian IUD.


Faktor abnormalitas dari zigot.
Bekas radang pada tuba.
Faktor ovarium.
Faktor hormonal.

Gambaran Klinis
Kehamilan tuba yang belum
terganggu:
Tidak khas, seperti kehamilan usia
muda disertai nyeri perut bagian
bawah.
Jika terdapat penyulit atau ruptur
tuba:
-Nyeri perut mendadak disusul syok
atau pingsan.
-Perdarahan

Gambar 2: Kehamilan tuba yang pecah (ruptur tuba)

Diagnosis
Anamnesis.
Pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik bervariasi
tergantung jumlah perdarahan.
Pemeriksaan fundus uteri:
Tinggi dan besarnya tetap dan sesuai
dengan umur kehamilan.
Tinggi dan besarnya sudah mengecil.
Fundus uteri tidak teraba di atas
simfisis.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan dalam:
Serviks uteri masih tertutup.
Servix sudah terbuka dan teraba
ketuban dan hasil konsepsi dalam
kavum uteri atau pada kanalis servikalis
Besarnya rahim (uterus) sudah mengecil
Konsistensinya lunak

Penunjang
Kadar HcG
Kuldosintesis
USG

Penatalaksanaan
1. Pembedahan
1. Salpingotomi linier
2. Reseksi segmental
3. Salpingektomi
2. Medikamentosa.

Pembahasan
Teori

Fakta

Anamnesis Gejala khas kehamilan ektopik Pasien mengeluh nyeri perut kanan yang
terganggu:

awalnya hilang timbul lalu intensitasnya

-Nyeri perut mendadak

semakin meningkat dan tidak tertahankan.

-Perdarahan pervaginam
-Amenorea

Keluar gumpalan darah berwarna cokelat.


Haid terakhir pasien bulan Agustus 2015.

Pembahasan

Teori

Fakta

Pemeriksaan -VT : nyeri goyang

VT:

FIsik

porsio (+)

porsio (+).

Nyeri

goyang

Teori

Fakta

Pemeriksaan

USG: jika tuba pecah USG: tidak dilakukan di

Penunjang

maka terdapat gambaran RS ini.


massa hiperekoik yang Leukosit: 11.400 L
tidak jelas.
Leukositosis

jika

perdarahan terus terjadi.

Penatalaksana Laparotomi:
an

-kondisi pasien
-keinginan
pasien
akan
fungsi reproduktifnya
-lokasi kehamilan ektopik
-kondisi anatomic pelvic
-kemampuan teknik bedah
mikro dokter operator
-kemampuan
teknologi
fertilisasi invitro setempat.

Pemeriksaan spekulum tidak


dilakukan pada pasien ini,
yang dilakukan adalah VT
dimana ditemukan porsio
kuncup,

tidak

ada

pembukaan

serviks

dan

tidak ada jaringan.

Penutup

Kesimpulan
Telah dilaporkan sebuah kasus atas pasien NY.N usia 45
tahun yang datang ke IGD RS A.W Sjahranie Samarinda
dengan keluhan utama nyeri perut bagian kanan atas
sampai bawah sejak satu minggu lalu.

Nyeri perut tiba-tiba disertai pengeluaran darah


berwarna cokelat bergumpal. Pasien tidak mengalami
haid sejak bulan Agustus 2015.

Penutup
Pasien selama ini tidak pernah menggunakan
kontrasepsi. Pemeriksaan fisik abdomen dan VT
menunjukkan nyeri tekan abdomen sisi kanan dan VT
menunjukkan nyeri goyang porsio.
Pemeriksaan penunjang USG menunjukkan adanya
kecurigaan kehamilan di luar uterus yaitu di bagian tuba
kanan. Setelah melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang maka didapatkan diagnosis
sebagai

Penutup
Kehamilan ektopik terganggu, sedangkan diagnosis post
operatif nya yaitu ruptur tuba dextra. Hasil patologi
anatomi menunjukkan adanya kehamilan tuba yang
pecah.
Secara
umum,
penegakkan
diagnosis
dan
penatalaksanaan pada pasien ini sudah tepat dan sesuai
teori yang ada.

TERIMA KASIH