Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRATIKUM FISIKA DASAR I

MODULUS YOUNG

NAMA

I Gusti Ayu Ricca Mahatma Putri

NIM

1314511040

DOSEN

Drs. Ida Bagus Alit Paramarta M.Si

ASISTEN DOSEN :

Ananda Dewita

(1008205013)

Wahyulianti

(1008205014)

I Putu Arnawa

(1008205015)

JURUSAN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

I.

TUJUAN
Menentukan elastisitas dari bahan besi, kayu, kuningan.

II.

DASAR TEORI

Apabila sebuah benda yang homogenya memiliki panjang l, dan luas penampang A,
ditarik dengan sebuah gaya F, maka benda tersebut akan bertambah panjangnya sebesar l.
Elatisitas adalah kemampuan suatu benda untuk dapat kembali kebentuk awalnya segera
setelah gaya luar yang diberikan terhadap benda tersebut dihilangkan.
Tegangan didefinisikan sebagai hasil bagi antara gaya tarik F yang dialami kawat dengan
luas penampangnya (A) atau bisa juga didefinisikan sebagai gaya per satuan luas. Tegangan
dirumuskan oleh:
atau

(2.1)

Tegangan merupakan sebuah besaran skalar dan memiliki satuan N/m atau Pascal (Pa).
Perubahan relatif dalam ukuran atau bentuk suatu benda karena pemakaian tegangan disebut
regangan. Regangan adalah suatu besaran yang tidak memiliki dimensi, contohnya regangan
longitudinal e (arah memanjang benda) yang dihasilkan oleh tegangan F adalah sama dengan
perubahan panjang L dibagi dengan panjang awal benda L . Secara matematis dapat ditulis,

atau

(2.2)

Regangan tidak memiliki satuan karena merupakan rasio dari besaran-besaran yang sama.
Batas elastis suatu benda adalah tegangan terkecil yang akan menghasilkan gangguan
permanen pada benda. Ketika diberikan tegangan melebihi batas ini, benda tidak akan
kembali persis seperti keadaan awalnya setlah tegangan tersebut dihilangkan (Bueche, 2006).
Modulus Young dapat diartikan secara sederhana, yaitu adalah hubungan besaran
tegangan tarik dan regangan tarik. Lebih jelasnya adalah perbandingan antara tegangan tarik
dan regangan tarik. Modulus Young sangat penting dalam ilmu fisika karena setelah
mempelajarinya, kita bisa menggunakannya untuk menentukan nilai keelastisan dari sebuah
benda. Jika gaya F yang diberikan pada suatu benda di bawah gaya batas elastisitas maka

tegangan akan sebanding dengan regangan. Hasil bagi tegangan terhadap regangan disebut
modulus Young atau modulus elastic (diberi lambang E). Secara matematis dapat ditulis:

(2.3)

Dimana F = m.g adalah gaya (N), A = r 2 adalah luas penampang bahan (m2), l adalah
panjang bahan mula-mula (m), dan l pertambahan panjang bahan setelah mendapat gaya
eksternal (m). bertambahnya panjang bahan l oleh gaya tarik tersebut tidak perlu tiap-tiap kali
dimasukkan kedalam persamaan :

(2.4)

karena l<<1 sehingga dapat diabaikan berkurangnya penampang oleh tarikan tersebut. Nilai
modulus young hanya bergantung pada jenis benda (komposisi benda), tidak bergantung pada
ukuran atau bentuk benda.
Hubungan tegangan dan regangan pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke pada
tahun 1678. Dalam hokum hooke dijelaskan bahwa baja lunak ditarik oleh gaya aksial
tertentu pada kondisi temperatur ruang maka material tersebut akan mengalami regangan
yang nilainya berbanding lurus dengan tegangan ataupun dengan beban aksial yang diberikan
kondisi tersebut kemudian disebut sebagai kondisi elastis. Hubungan antara tegangan dan
regangan dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
(2.5)
(2.6)
(2.7)
Dimana:
P = Beban Aksial
A = Luas Profil
lo = Panjang Mula-mula
l = Panjang Batang setelah dibebani

E = Modulus Young/ Modulus kekenyalan


Hubungan antara tegangan dan regangan erat kaitannya dalam teori elastisistas. Apabila
hubungan antara tegangan dan regangan dilukiskan dalam bentuk grafik, dapat diketahui
bahwa diagram tegangan-regangan berbeda-beda bentuknya menurut jenis bahannnya. Hal ini
membuktikan bahwa keelastisitasan benda dipengaruhi bahan dari bendanya. Dapat kita
ambil contoh grafik keelastisitasan suatu logam kenyal.

Gambar 2.1 Hubungan tegangan dengan regangan


Pada bagian awal kurva, tegangan dan regangan bersifat proporsional sampai titik a
tercapai. Hubungan proporsional antara tegangan dan regangan dalam daerah ini sesuai
dengan Hukum Hooke. Dikutip dari buku Fisika untuk SMA Kelas XI (Marthen Kanginan :
2004), hukum Hooke dinamakan sesuai dengan nama pencetusnya yaitu Robert Hooke,
seorang arsitek yang ditugaskan untuk membangun kembali gedung-gedung di London yang
mengalami kebakaran pada tahun 1666. Beliau menyatakan bahwa:
Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastisitas pegas, maka pertambahan panjang pegas
berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.
III.
1.
2.
3.
4.

ALAT DAN BAHAN

Dua batang penyangga bahan


Cermin skala
Gantungan beban dengan jarum penunjuk
Beban pemberat :
a. 1 kg, 5 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk
b. 0,5 kg, 4 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk
c. 50 gr, 4 buah, satu dengan kail dan kawat penunjuk
5. Jangka sorong

6. Batang kayu, besi, kuningan masing-masing satu batang


7. Kertas millimeter block

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN
Pertama-tama jarak antara ujung-ujung kedua penyangga diukur sebagai L.

Panjang batang besi, kayu, kuningan diukur sebanyak 5 kali. Diameter besi dan kuningan
diukur sebanyak 5 kali. Panjang, lebar dan tinggi kayu diukur sebanyak 5 kali. Setelah
mengukur, batang diletakkan di atas penyangga dengan gantungan beban di tengah-tengah.
Beban ditimbang secara berturut-turut secara teratur. Dimulai dari batang besi dengan berat 1
kg berturut-turut sampai 5 kg. Dilanjutkan dengan batang kuningan dengan berat 0,5 kg
sampai 2 kg, batang kayu dengan berat 50 gr sampai 200 gr. Kedudukan kawat dicatat dan
percobaan diulang sebanyak 5 kali.
V.

HASIL PENGAMATAN

A. Percobaan I
Batang Besi
Jarak antar Panjang
No

penyangga

Besi

1
2
3
4
5

(Lo) (m)
0.99
0.992
0.99
0.99
0.99

(P) (m)
1.53
1.532
1.534
1.536
1.534

Jari-jari
(r) (m)
0.0045
0.0050
0.0055
0.0045
0.0050

Perubahan kedudukan batang (L) (m)


5 Kg
0.011
0.010
0.012
0.011
0.011

4 Kg
0.009
0.010
0.008
0.009
0.010

3 Kg
0.006
0.005
0.007
0.006
0.004

2 Kg
0.004
0.005
0.004
0.003
0.005

1 Kg
0.002
0.001
0.003
0.002
0.002

B. Percobaan II
Batang kuningan

No
1
2
3
4
5

Jarak antar

Panjang

Jari-

Perubahan kedudukan batang (L)

penyangga

Kuningan

jari (r)

(m)

(Lo) (m)

(P) (m)

(m)

2 Kg

1,5 Kg

1 Kg

0,5 Kg

0.99
0.992
0.99
0.99
0.99

1.52
1.522
1.524
1.52
1.52

0.0040
0.0045
0.0050
0.0040
0.0040

0.008
0.007
0.009
0.008
0.007

0.006
0.005
0.006
0.006
0.005

0.004
0.004
0.003
0.004
0.003

0.002
0.002
0.002
0.003
0.002

C. Percobaan III
Batang kayu

No

Jarak antar

Panjang

penyangga

Kayu (P)

(Lo) (m)

(m)

0.99
0.992
0.99
0.99
0.99

1.015
1.010
1.015
1.015
1.015

1
2
3
4
5

I.

Lebar
Kayu
(l)
(m)
0.020
0.021
0.022
0.020
0.020

Perubahan kedudukan

Tinggi

batang (L) (m)


200
150
100

Kayu (t)
(m)
0.009
0.010
0.009
0.010
0.010

gr

gr

gr

gr

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

ANALISA
6. 1 Ralat
A.

pada percobaan I, II, dan III

0.99

0.9904

-0.0004

0.00000016

0.992

0.9904

0.0016

0.0000026

0.99

0.9904

-0.0004

0.00000016

0.99

0.9904

-0.0004

0.00000016

0.99

0.9904

-0.0004

0.00000016
0.00000324

0.0004

50

0.04

99.96
A. Panjang batang
1. Batang besi

1.53

1.5332

-0.0032

0.00001024

1.532

1.5332

-0.0012

0.00000144

1.534

1.5332

0.0008

0.00000064

1.536

1.5332

0.0028

0.00000784

1.534

1.5332

0.0008

0.00000064
0.0000208

0.001

0.065

99.93
2. Batang kuningan

1.52

1.5212

-0.0012

0.00000144

1.522

1.5212

0.0008

0.00000064

1.524

1.5212

0.0028

0.00000784

1.52

1.5212

-0.0012

0.00000144

1.52

1.5212

-0.0012

0.00000144
0.0000128

0.0008 meter

0.053

99.947
3. Batang kayu

1.015

1.014

0.001

0.00000100

1.010

1.014

-0.004

0.00001600

1.015

1.014

0.001

0.00000100

1.015

1.014

0.001

0.00000100

1.015

1.014

0.001

0.00000100
0.00002

0.001

0.098

99.9
B. Jari-jari batang
1. Batang besi

0.0045

0.0049

-0.0004

0.00000016

0.0050

0.0049

0.0001

0.00000001

0.0055

0.0049

0.0006

0.00000036

0.0045

0.0049

-0.0004

0.00000016

0.0050

0.0049

0.0001

0.00000001
0.0000007

0.0002

4,08

95,92
2. Batang kuningan

0.0040

0.0043

-0.0003

0.00000009

0.0045

0.0043

0.0002

0.00000004

0.0050

0.0043

0.0007

0.00000049

0.0040

0.0043

-0.0003

0.00000009

0.0040

0.0043

-0.0003

0.00000009

0.0000008

0.0002

4,65

95,34
3. Batang kayu (tinggi)

0.009

0.0096

-0.0006

0.00000036

0.010

0.0096

0.0004

0.00000016

0.009

0.0096

-0.0006

0.00000036

0.010

0.0096

0.0004

0.00000016

0.010

0.0096

0.0004

0.00000016
0.0000012

0.00024

2,55

97,44

4. Batang kayu (lebar)

0.020

0.0206

-0.0006

0.00000036

0.021

0.0206

0.0004

0.00000016

0.022

0.0206

0.0014

0.00000196

0.020

0.0206

-0.0006

0.00000036

0.020

0.0206

-0.0006

0.00000036
0.0000032

0.0004

1,94

98,05
C. Massa beban
1. Beban I

2. Beban II

3. Beban III

4. Beban IV

5. Beban V

D. Pertambahan panjang
1. Batang besi
a. Pertambahan panjang untuk beban 5 kg

0.011

0.011

0.00000000

0.010

0.011

-0.001

0.00000100

0.012

0.011

0.001

0.00000100

0.011

0.011

0.00000000

0.011

0.011

0.00000000
0.0000020

0.0003

2,87

97,12
b. Pertambahan panjang untuk beban 4 kg

0.009

0.0092

-0.0002

0.00000004

0.010

0.0092

0.0008

0.00000064

0.008

0.0092

-0.0012

0.00000144

0.009

0.0092

-0.0002

0.00000004

0.010

0.0092

0.0008

0.00000064
0.0000028

0.00037

4,06

95,93
c. Pertambahan panjang untuk beban 3 kg

0.006

0.0056

0.0004

0.00000016

0.005

0.0056

-0.0006

0.00000036

0.007

0.0056

0.0014

0.00000196

0.006

0.0056

0.0004

0.00000016

0.004

0.0056

-0.0016

0.00000256
0.0000052

0.0005

9,1

90,89

d. Pertambahan panjang untuk beban 2 kg

0.004

0.0042

-0.0002

0.00000004

0.005

0.0042

0.0008

0.00000064

0.004

0.0042

-0.0002

0.00000004

0.003

0.0042

-0.0012

0.00000144

0.005

0.0042

0.0008

0.00000064
0.0000028

0.00037

8,9

91,09
e. Pertambahan panjang untuk beban 1 kg

0.002

0.002

0.00000000

0.001

0.002

-0.001

0.00000100

0.003

0.002

0.001

0.00000100

0.002

0.002

0.00000000

0.002

0.002

0.00000000
0.0000020

0.0003

1,5

2. Batang kuningan
a. Pertambahan panjang untuk beban 2 kg

0.008

0.0078

0.0002

0.00000004

0.007

0.0078

-0.0008

0.00000064

0.009

0.0078

0.0012

0.00000144

0.008

0.0078

0.0002

0.00000004

0.007

0.0078

-0.0008

0.00000064
0.0000028

0.00037

3,7

3,7

96,3

b. Pertambahan panjang untuk beban 1,5 kg

0.006

0.0056

0.0004

0.00000016

0.005

0.0056

-0.0006

0.00000036

0.006

0.0056

0.0004

0.00000016

0.006

0.0056

0.0004

0.00000016

0.005

0.0056

-0.0006

0.00000036
0.0000012

0,00024

4,3

4,3

95,71

c. Pertambahan panjang untuk beban 1 kg

0.004

0.0036

0.0004

0.00000016

0.004

0.0036

0.0004

0.00000016

0.003

0.0036

-0.0006

0.00000036

0.004

0.0036

0.0004

0.00000016

0.003

0.0036

-0.0006

0.00000036
0.0000012

0.00024

6,67

6,67

93,33

d. Pertambahan panjang untuk beban 0,5 kg

0.002

0.0022

-0.0002

0.00000004

0.002

0.0022

-0.0002

0.00000004

0.002

0.0022

-0.0002

0.00000004

0.003

0.0022

0.0008

0.00000064

0.002

0.0022

-0.0002

0.00000004
0.0000008

0.0002

9,09

90,90
3. Batang kayu
a. Pertambahan panjang untuk beban 200 gram

b. Pertambahan panjang untuk beban 150 gram

c. Pertambahan panjang untuk beban 100 gram

d. Pertambahan panjang untuk beban 50 gram

6. 2 Perhitungan
A. Batang Besi
Luas batang besi

Beban 5 kg

Dengan cara yang sama didapat:


Percobaan
II
III
IV
V

Modulus Young rata-rata:

B. Batang Kuningan
Luas batang besi

Ralat nisbi

Kebenaran

(%)

praktikum (%)

Beban 2 kg

Dengan cara yang sama didapat:


Percobaan
II

Ralat nisbi (%)

Kebenaran
praktikum (%)
99,62

III
IV
Modulus Young rata-rata:

C. Batang Kayu
Luas batang besi

Beban 200 gram

(Kayu tidak memiliki elastisitas)


6.3 Grafik
a. Batang Besi

b. Batang Kuningan

VI.

PEMBAHASAN

Percobaan kali ini membahas mengenai Modulus Young. Modulus Young merupakan
perbandingan antara tegangan dan regangan. Batang yang digunakan pada percobaan ini
adalah besi, kayu dan kuningan. Pada dasarnya, percobaan ini hanyalah untuk mengetahui
keelastisitasan suatu benda, apabila pada benda tersebut diberi suatu gaya. Benda-benda yang
memiliki elastisitas disebut benda elastic. Sedangkan benda-benda yang tidak memiliki
elastisitas (tidak kembali ke bentuk semula jika gaya luar dihilangkan) disebut benda-benda
tidak elastic atau plastik.
Pada percobaan kali ini, digunakan gantungan beban dan cermin skala untuk mengetahui
pertambahan panjang dari gantungan beban apabila ditambahkan beban satu per satu dengan
berat yang sama sampai mencapai suatu gaya maksimum. Sebuah gaya tarik yang bekerja
pada gantungan beban menyebabkan gantungan beban bertambah panjang dan akan segera
kembali ke bentuk semula, namun jika gaya yang diberikan melampaui gaya maksimum
tersebut gantungan beban akan kehilangan sifat elastiknya. Dalam percobaan ditambahkan
beban satu per satu pada gantungan beban kemudian dikurangi lagi satu per satu, dengan
tujuan untuk mengetahui sifat keelastisitsan bahan tersebut dan untuk menentukan modulus
elastisitas atau yang lebih dikenal dengan Modulus Young.
Saat mengukur luas batang tidak ditemukan kesulitan karena bentuk batang

besi,

kuningan dan kayu adalah tetap dan pasti sehingga tidak dibutuhkan pengukuran ulang.
Didapat bahwa Modulus Young yang dihasilkan oleh batang besi, batang kayu dan batang
kuningan berbeda.. Hal ini disebabkan karena Modulus Young yang bergantung pada jenis
benda (komposisi benda) dan tidak bergantung pada ukuran dan bentuk benda. Dari

perhitungan didapat Modulus Young dari batang kuningan dan besi lebih besar dari batang
kayu.
Kesulitan yang terjadi adalah dalam menentukan kedudukan kawat penunjuk dengan
menggunakan cermin skala. Keterbatasan dan ketidak-baikan kerja alat menjadi pemicu
utama ketidaktepatan pengukuran.
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan elastisitas dari bahan besi, kayu, dan
kuningan.

Sehingga

mendapatkan

hasil

batang

, batang

batang

besi

kuningan
kayu

modulus

young

rata-rata

modulus young rata-rata


modulus

young

rata-rata

VII. KESIMPULAN
1. Modulus Young dapat diartikan secara sederhana, yaitu adalah hubungan besaran
tegangan tarik dan regangan tarik. Lebih jelasnya adalah perbandingan antara
tegangan tarik dan regangan tarik.
2. Benda elastis adalah benda yang akan berubah bentuk jika diberikan gaya dan akan
kembali kebentuk semula jika gaya luar yang diberikan dihilangkan. Bila gaya yang
diberikan pada suatu benda elastis melebihi batas keelastisitasannya, maka benda
tersebut akan berubah bentuk secara permanen, atau patah.
3. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan elastisitas dari bahan besi, kayu,
dan kuningan. Sehingga mendapatkan hasil batang besi modulus young rata-rata
, batang kuningan modulus young rata-rata

, batang kayu modulus young rata-rata


.

DAFTAR PUSTAKA

Kanginan, Marthen.2004. Fisika untuk SMA Kelas XI. Bandung: Erlangga


Bueche, Frederick J. 2006. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta
Putri, Fransisca. 2013. MODULUS YOUNG KAWAT.
(http://www.slideshare.net/fransiskaputeri/itp-uns-semester-1-laporan-fisika-modulusyoungz) diakses: 3 Januari 2014
Modul 3 Modulus Young (http://www.e-bookspdf.org/) diakses: 4 Januari 2013
Nurfauziawati , Nova. 2010. LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 4
MODULUS ELASTISITAS. (http://novanurfauziawati.files.wordpress.com /
2012/01/modul-4-modulus-elastisitas2.pdf) diakses: 4 Januari 2013