Anda di halaman 1dari 11

INFORMED CONSENT

Tidak dianjurkan untuk pemeriksaan/tindakan

yg sifatnya rutin atau perawatan darurat


(emergency).
Pelayanan rutin yg sering,termasuk uji fisik dan
pemeriksaan darah
Pelayanan darurat,terjadi ketika mengancam
hidup atau luka permanen pd pasien.
Dianjurkan bagi perawatan yg sifatnya bukan
rutin atau tidak darurat.
Dibutuhkan thd antisipasi risiko dari suatu pengobatan.

DUA PRASYARAT YG HRS ADA UTK


MENGISI INFORM CONSENT
Pasien harus memiliki kapasitas utk melakukan

inform consent terkait umur dan kemampuan


memahami informasi yg ada pada ic
Pasien melakukan atas kemauan sendiri,tanpa
paksaan.Usia biasanya 18 thn atau 21 tahun.
Kecuali bagi yg telah menikah,pernah
melahirkan,atau scr ekonomi sdh tdk bergantung
lg.yg mencari pengobatan tipe tertentu,mis pms,
sakit mental,tak memiliki kesadaran normal.

HAL- HAL YG PERLU DIPERHATIKAN


Pasien harus mampu memahami informasi utk

memberikan persetujuan secara akurat.


Pasien yg kurang mampu memahami informasi
karene dianggap kurang secara mental,ttp di
lakukan uji status mental dan dokumen hsl
rekam pasien sebelum mengisi IC.
Persetujuan pasien harus secara sukarela
Pemberi pelayanan tdk boleh menjelaskan kpd
pasien bahwa mereka akan melakukan
perawatan dan tindakan yg tak sesuai dg ke
nyataan.

Providers hrs melakukan tindakan sesuai

dg isi persetujuan berdasarkan


konsekuensi yg ada dan rujukan perawatan
serta ancaman yg bisa timbul.

TIPS MANAJER 8-3 YG DI


ANJURKAN DLM IC
Penjelasan tentang pengobatan yg akan

dilakukan.
Manfaat yg ada dari pengobatan.
Risiko yg akan terjadi bl dilakukan pengobatan
Penjelasan dari beberapa alternatif pengobatan
yg lain.
Kejelasan pengakuan kpd mereka atas hak utk
menolak pengobatan yg ditawarkan

Ketika memperoleh ic,provider hrs memberikan

penjelasan tujuan pengobatan,karena persetujuan


valid ketika dari pengobatan yg ditawarkan krn
persetujuan sah jika pasien memahami yg akan
diterima.
Manfaat dari pengobatan yg akan dilakukan tidak
boleh dipastikan garansi atau alasan apapun.Jika
hasil dijelaskan kpd pasien sbg garansi,berarti
pelanggaran oleh provider
Provider tdk perlu berbagi semua resiko dg
pasien .Melainkan berbagi tentang hal-hal yg
signifikan terhdp pasien utk membentuk opininya.

Pengobatan alternatif hrs dijelaskan,termasuk

pemberian obat,terapi fisik,perawatan,makanan


dan latihan atau yg bermanfaat bg pasien.
Kebenaran pasien yg tdk memmenuhi syarat untuk
menolak perawatan manapun harus diakui sebagai
bagian dari proses keperluan ic.
Pasien yg melakukan persetujuan untuk pengobatan
setelah memenuhi persyaratan diatas,informasi yg
diberikan sah sbg ic.Persetujuan secara lisan jg bisa
diterima.

Andaikata pasien-pasien tak dpt memenuhi syarat

untuk melakukan ic,karena faktor usia atau


ketidak
mampuan memahami isi ic,yg boleh menjadi
pengganti atas nama pasien :
o Orang tua pasien yg belum dewasa
o Pengadilan
o Wakil dari orang pengadilan yg menugaskan 2 gol pelindung
wakil dari properti dan wakil dari orang orang trb.
o Pengacara sesungguhnya.
o Undang undang negara.

Penarikan dan penolakan


perawatan
Tidak ada kode atau tidak menyadari

Pesanan merpkn suatu bentuk penolakan


perawatan.Permintaan tdk memberi tindkn
ataupun resusitasi adalah bentuk peng
hentian perawatan,namun hanya terkait pd
permintaan penghentian resusitasi,tdk ter
msk penghentian makanan/gizi dan cairan

Untuk pasien dlm kondisi terminal

,permintaan tdk memberi tindakan bs


dilakukan setelah dikonsultasikan dg kelg
pasien.Sejumlah lembaga membenarkan
permintaan tdk memberi tindakan scr
parsial.