Anda di halaman 1dari 3

BAB | 6 |

RENCANA
PENETAPAN KAWASAN STRATEGIS PROVINSI
KALIMANTAN TENGAH
6.1 Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Kepentingan Pertahanan dan
Keamanan
Kawasan pertahanan keamanan adalah kawasan yang ditetapkan
dengan fungsi utama untuk kepentingan kegiatan pertahanan dan keamanan.
Kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan
negara memiliki hal-hal yang bersifat sensitif sehingga perlu pengaturan yang
khusus. Secara makro, pengaturannya diatur dalam Peraturan Pemerintah ini
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang. Pengaturan lokasi yang spesifik yang mempertimbangkan sifat sensitif
diatur menurut peraturan perundang-undangan yang terkait dengan
pertahanan negara.
Kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan
ditetapkan dengan kriteria:
1. diperuntukkan
bagi kepentingan pemeliharaan keamanan dan
pertahanan negara berdasarkan geostrategi nasional;
2. diperuntukkan bagi basis militer, daerah latihan militer, daerah
pembuangan amunisi dan peralatan pertahanan lainnya, gudang
amunisi, daerah uji coba sistem persenjataan, dan/atau kawasan industri
sistem pertahanan; atau
3. merupakan wilayah kedaulatan negara termasuk pulau-pulau kecil
terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut
lepas.
Kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertahanan dan
keamanan negara, antara lain meliputi kawasan pertahanan, seperti: kawasan
basis militer, kawasan latihan militer, kawasan disposal amunisi dan peralatan
pertahanan lainnya, arsenal (gudang amunisi), kawasan uji coba sistem

pertahanan, kawasan pengembangan energi nuklir, kawasan pengembangan


uji coba nuklir, dan kawasan perbatasan negara termasuk pulau-pulau kecil
terluar.
Lokasi yang akan ditentukan sebagai kawasan strategis kepentingan
pertahanan dan keamanan ke depan di Propinsi Kalimantan Tengah adalah :
Kabupaten Murung Raya tepatnya di Kecamatan Sumber Barito.

6.2 Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pertumbuhan Ekonomi


Kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi
ditetapkan dengan kriteria:
1. memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh;
2. memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan
ekonomi;
3. memiliki potensi ekspor;
4. didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi;
Dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi
mencakup infrastruktur yang sudah ada, sedang dalam pembangunan,
dan yang direncanakan, antara lain, berupa jaringan jalan, pelabuhan
laut, bandar udara, telekomunikasi, listrik, dan air bersih.
5. memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi;
6. berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan nasional dan
regional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional;
7. berfungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam
rangka mewujudkan ketahanan energi; atau
8. ditetapkan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal.
Berdasarkan kriteria tersebut, Rencana pengembangan kawasan
strategis dari sudut pandang kepentingan pertumbuhan ekonomi yang
direncanakan di Provinsi Kalimantan Tengah, adalah:
1. Pasar Kahayan terletak di tengah-tengah Kota Palangka Raya
2. Kawasan
strategis ekonomi industri yang berbasis pertanian
(agroindustri), lokasinya adalah : 1). Kecamatan Balai Riam didukung
oleh lahan yang dapat dikembangkan sebagai perkebunan besar
maupun perkebunan rakyat dengan usat kegiatan di Balai Riam. 2).
Kecamatan Permata Kecubung sebagai kawasan andalan untuk
pertambangan, logam, pasir kwarsa dan kerajinan dengan pusat
kegiatan di Ajang
3. Kecamatan Kumai (Kota Kumai), terdapat Pelabuhan Kumai mempunyai
peranan yang sangat penting sebagai gerbang/pintu keluar masuk
barang/penumpang

4. Kecamatan Arut Selatan (Kota Pangkalan Bun), terdapat Pelabuhan

Pangkalan Bun mempunyai peranan yang sangat penting sebagai


gerbang/pintu keluar masuk barang, serta terdapatnya Bandara
Iskandar.

6.3 Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Sosial Budaya


Kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budaya ditetapkan
dengan criteria sebagai berikut :
1. merupakan tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau
budaya nasional;
2. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati
diri bangsa;
3. merupakan aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan
dilestarikan;
4. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya nasional;
5. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya; atau
6. memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional.
Berdasarkan kriteria tersebut maka kawasan strategis sosial budaya
diarahkan pada Kawasan strategis dari sudut pandang rehabilitasi dan
pengembangan sosial budaya yang direncanakan di Provinsi Kalimantan
Tengah adalah : Kawasan cagar budaya yaitu Rumah Adat Betang di Tumbang
Anoi Kabupaten Gunung Mas; di sekitar Kawasan Pahewan Kalawa, Kabupaten
Pulang Pisau; di Pahewan Kalaru, Kabupaten Katingan; dan di Pahewan
Tabalien, Kota Palangka Raya; di sekitar Kawasan Adat Masyarakat terutama
bagi
Umat
Hindu
Kaharingan;
di
Kawasan
Sekitar
Bangunan
Kerajaan/Kesultanan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

6.4 Rencana Pengembangan Kawasan Strategis Pendayagunaan Sumberdaya


Alam dan/atau Teknologi Tinggi
Kawasan strategis dari sudut kepentingan pendayagunaan sumberdaya
alam (SDA) dan teknologi tinggi di Kabupaten Sukamara, Murung Raya, Barito
Utara, Kapuas, dan Kotawaringin Barat diarahkan pada upaya pengembangan
pertambangan dengan memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan hasil
pengelolaan.

6.5 Rencana Pengembangan Kawasan Strategis dari Sudut Kepentingan Daya


Dukung Lingkungan Hidup
Kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung

lingkungan hidup ditetapkan dengan kriteria:


1. merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati;
2. merupakan aset nasional berupa kawasan lindung yang ditetapkan bagi
perlindungan ekosistem, flora dan/atau fauna yang hampir punah atau
diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan;
3. memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap
tahun berpeluang menimbulkan kerugian negara;
4. memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro;
5. menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup;
6. rawan bencana alam; atau
7. sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai
dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.
Kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan lindung pada tingkat
nasional di Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut :
1. Taman Nasional Tanjung Putting luas kurang lebih 390.493 Ha di
Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan,
2. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya luas kurang lebih 125.355 Ha di
Kabupaten Katingan,
3. Taman Nasional Sebangau luas kurang lebih 605.449 Ha di Kabupaten
Katingan, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya;
Rencana pengembangan kawasan strategis dari sudut kepentingan daya
dukung lingkungan hidup di Propinsi Kalimantan Tengah adalah :
1. Danau Sembulu di Kabupaten Seruyan, dan
2. Kawasan rawan gelombang pasang yaitu kawasan yang berada di
daerah pantai di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan,
Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, dan di Kabupaten Kapuas.
3. kawasan Cagar Alam Bukit Sapat Hawung luas kurang lebih 192.317 Ha
di Kabupaten Murung Raya,
4. Kawasan Cagar Alam Pararawen luas kurang lebih 4.384 Ha di
Kabupaten Barito Utara,
5. Kawasan Cagar Alam Bukit Tangkiling luas kurang lebih 2.601 Ha di Kota
Palangka Raya,
6. Kawasan Cagar Alam Air Terjun Molau Besar dengan luas kurang lebih
1.200 Ha di Kabupaten Barito Utara, dan
7. Kawasan Cagar Alam Bukit Bakitap dengan luas kurang lebih 261 Ha di
Kabupaten Barito Utara;
8. Suaka Margasatwa Sungai Lamandau luas kurang lebih 61.425 Ha di
Kabupaten Sukamara,
9. Taman Wisata Alam (TWA) Air Terjun Poran luas 6.400 Ha di Kabupaten
Barito Utara;
10. TWA Bukit Tangkiling di Kota Palangka Raya luas 533 Ha;

11. Taman Hutan Raya Arboretum Nyaru Menteng dengan luas lebih kurang

65 Ha di Kota Palangka Raya.

6.6 Rencana

Pengembangan
Kawasan
Pengembangan Kawasan Pesisir

Strategis

untuk

Kepentingan

Kriteria pengembangan untuk kawasan strategis untuk Kepentingan


Pengembangan kawasan pesisir adalah daerah-daerah pesisir dan pulau-pulau
kecil yang berpotensi untuk berkembang sesuai dengan sumberdaya kelautan
yang dimiliki. Rencana pengembangan kawasan strategis untuk kepentingan
pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil adalah : Taman Wisata
Laut Tanjung Keluang luas kurang lebih 2.000 Ha.