Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ASUHAN KEBIDAN KEGAWATDARURATAN

PENANGANAN KEGAWATDARURATAN
KASUS PERSALINAN LAMA / MACET

DISUSUN OLEH :
Fefa Fitriani (14.11.078.15401.
Lufi Ditia P(14.11.078.15401.054)
Mukholifah(14.11.078.15401.061)
Suryasari(14.11.078.15401.099)

DOSEN PENGAMPU: HUSNUL KHOTIMAH ,S.ST

AKADEMI KEBIDANAN BORNEO MEDISTRA


BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami uacapkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dalam mata kuliah ASUHAN
KEBIDAN V yang berjudul Penanganan Kegawatdaruratan Kasus Persalinan Lama / Macet.
Dalam pembuatan tugas ini, kami banyak memdapat bimbingan dan arahan dari berbagai
pihak sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini, guna sebagai pemenuhan tugas mata kuliah
asuhan kebidan V.
Dalam penugasan ini kami sadar, kami tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Hal
tersebut bukan unsur kesengajaan, tapi merupakan keterbatasan ilmu dan pengetahuan, maka
dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, guna untuk
kepentingan bersama.
Demikian tugas ini kami buat dengan sebaik-baiknya. Semoga dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

DAFTAR ISI

Cover ........................................................................................................................................ i
Kata Pengantar ......................................................................................................................... ii
Daftar Isi .................................................................................................................................. ii
Bab I Pendahuluan ................................................................................................................... 1
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang.............................................................................................................. 1
Rumusan Masalah......................................................................................................... 1
Tujuan........................................................................................................................... 2
Manfaat ........................................................................................................................ 2

Bab II Pembahasan .................................................................................................................. 3


A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Pengertian Persalinan Lama ......................................................................................... 3


Etiologi Persalinan Lama ............................................................................................. 3
Tanda dan Gejala Persalinan Lama .............................................................................. 4
Klasikasi Persalinan Lama ........................................................................................... 5
Dampak Persalinan Lama ............................................................................................ 5
Diagnosis Persalinan Lama .......................................................................................... 6
Penatalaksanaan Persalinan Lama ............................................................................... 7

Bab III Penutup ........................................................................................................................ 14


A. Kesinpulan ..................................................................................................................... 14
B. Saran............................................................................................................................... 14
Daftar Pustakan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Partus kasep adalah suatu persalinan yang mengalami kemacetan dan
berlangsung lama sehingga timbul komplikasi pada anak, komplikasi pada ibu,atau
didapatkan adanya infeksi intrauterin. Proses persalinan dipengaruhi oleh 3 faktor yang
berperan yaitu kekuatan mendorong janin keluar (power), yang meliputi his (kekuatan
uterus), kontraksi otot dinding perut, dan kontraksi diafragma. Faktor lain adalah faktor
janin (passanger), faktor jalan lahir (passage) dan faktor penolong serta faktor psikis
(Mochtar, 1998)
Apabila semua faktor ini dalam keadaan baik, sehat dan seimbang, maka proses
persalinan akan berlangsung dengan baik. Namun apabila salah satu dari faktor tersebut
mengalami kelainan, misalnya keadaan yang menyebabkan his tidak adekuat, kelainan
pada bayi, kelainan jalan lahir, kelainan penolong ataupun gangguan psikis maka
persalinan tidak dapat berjalan secara baik. Persalinan yang mengalami kesulitan untuk
berjalan spontan normal jugadi pengaruhi berbagai faktor yang kompleks, misalnya
ketidaktahuan akan bahaya persalinan, keterampilan yang kurang, sarana yang tidak
memadai, masih tebalnya kepercayaan pada dukun serta rendahnya pendidikan dan
rendahnya keadaan sosial ekonomi rakyat (Kusumawati, 2006)
Partus lama masih merupakan suatu masalah di Indonesia. Berdasar hasil Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2002-2003 dilaporkan bahwa dari
seluruh persalinan, kejadian persalinan lama adalah sebesar 31%, perdarahan berlebihan
terjadi pada 7% persalinan, dan angkake jadian infeksi sebesar 5%. Sementara ibu yang
tidak mengalami komplikasi selama persalinan adalah sebesar 64%. Berdasarkan survei
ini, maka pelayanan kesehatan ibu di Indonesia masih perlu peningkatan pelayanan dan
harus dibenahi dengan berbagai pendekatan (Kusumawati, 2006)Kusumawati, 2006).
B. Rumusan masalah
1. Pengertian Persalinan Lama
2. Etiologi Persalinan Lama
3. Tanda dan Gejala Persalinan Lama
4. Diagnosis Persalinan Lama
5. Klasikasi Persalinan Lama
6. Dampak Persalinan Lama
7. Penatalaksanaan Persalinan Lama
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi partus lama
2. Untuk mengetahui etiologi partus lama
3. Untuk mengetahui gejala klinik dari partus lama
1

4. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari partus lama


5. Untuk mengetahui akibat dari partus lama
D. Manfaat
1. Bagi Penulis
a. Sebagai pemenuhan tugas dalam mata kuliah ASKEB V. Sebagai indikator
untuk mengukur kemampuan penulis.
2. Bagi Institusi
a. Sebagai referensi untuk mengukur kemampuan mahasiwa.
3. Bagi Pembaca
a. Menambah pengetahuan dan wawasan Mengenai Penanganan
Kegawatdaruratan Partus Lama/Macet dan Rujukannya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan
lebih dari 18 jam pada multi (rustam mochtar, 1998)
Menurut winkjosastro, 2002. Persalinan (partus) lama ditandai dengan fase laten
lebih dari 8 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih tanpa kelahiran bayi, dan
dilatasi serviks di kanan garis waspada pada partograf.
Partus lama disebut juga distosia, di definisikan sebagai persalinan abnormal/
sulit (Sarwono, 2010)
B. Etiologi
Menurut Sarwono (2010) sebab-sebab persalinan lama dapat digolongkan
menjadi 3 yaitu:
1. Kelainan Tenaga (Kelainan His)
His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan
kerintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, tidak
dapat diatasi sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan. Jenisjenis kelainan his yaitu:
a. Inersia Uteri
Disini his bersifat biasa dalam arti bahwa fundus berkontraksi
lebih kuat dan lebih dahulu pada bagian lainnya. Selama ketuban
masih utuh umumnya tidak berbahaya bagi ibu maupun janin kecuali
jika persalinan berlangsung terlalu lama.
b. Incoordinate Uterine Action
Disini sifat his berubah, tonus otot uterus meningkat, juga di luar
his dan kontraksinya berlansung seperti biasa karena tidak ada
sinkronisasi antara kontraksi. Tidak adanya koordinasi antara bagian
atas, tengah dan bagian bawah menyebabkan his tidak efisien dalam
mengadakan pembukaan. Tonus otot yang menaik menyebabkan nyeri
yang lebih keras dan lama bagi ibu dan dapat pula menyebabkan
hipoksia janin.
2. Kelainan Janin
Persalinan dapat mengalami gangguan atau kemacetan karena kelainan
dalam letak atau bentuk janin (Janin besar atau ada kelainan konginetal janin)
3. Kelainan Jalan Lahir
Kelainan dalam bentuk atau ukuran jalan lahir bisa menghalangi
kemajuan persalinan atau menyebabkan kemacetan.
3

C. Tanda dan Gejala


Menurut Rustam Mochtar (1998) gejala klinik partus lama terjadi pada ibu dan
juga pada janin.
1. Pada ibu
Gelisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat, pernapasan
cepat dan meteorismus. Di daerah lokal sering dijumpai: Ring v/d Bandle,
oedema serviks, cairan ketuban berbau, terdapat mekonium.
2. Pada janin :
a. Denyut jantung janin cepat atau hebat atau tidak teratur bahkan
negarif, airketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan,
b.
c.
d.
e.

berbau.
Kaput succedaneum yang besar
Moulage kepala yang hebat
Kematian Janin Dalam Kandungan (KJDK)
Kematian Janin Intra Parental (KJIP)

Menurut Manuaba (2010), gejala utama yang perlu diperhatikan pada partus lama
antara lain :
1.
2.
3.

Dehidrasi
Tanda infeksi : temperatur tinggi, nadi dan pernapasan, abdomen meteorismus
Pemeriksaan abdomen : meteorismus, lingkaran bandle tinggi, nyeri segmen

4.

bawah rahim
Pemeriksaan lokal vulva vagina : edema vulva, cairan ketuban berbau, cairan

5.

ketuban bercampur mekonium


Pemeriksaan dalam : edema servikalis, bagian terendah sulit di dorong ke

6.
7.

atas, terdapat kaput pada bagian terendah


Keadaan janin dalam rahim : asfiksia sampai terjadi kematian
Akhir dari persalinan lama : ruptura uteri imminens sampai ruptura uteri,
kematian karena perdarahan atau infeksi.

D. Klasikasi Persalinan Lama


1. Fase laten memanjang
Yaitu fase laten yang melampaui 20 jam pada primi gravida atau 14 jam
pada multipara
2. Fase aktif memanjang
Yaitu fase aktif yang berlangsung lebih dari 12 jam pada primi gravida
dan lebih dari 6 jam pada multigravida. Dan laju dilatasi serviks kurang dari
1,5 cm per jam 3.
3. Kala 2 lama

Yaitu kala II yang berlangsung lebih dari 2 jam pada prmigravida dan 1
jam pada multipara.

E. Dampak Persalinan Lama


1. Bahaya bagi ibu
Partus lama menimbulkan efek berbahaya baik terhadap ibu maupun anak.
Beratnya cedera meningkat dengan semakin lamanya proses persalinan,
resiko tersebut naik dengan cepat setelah waktu 24 jam. Terdapat kenaikan
pada insidensi atonia uteri, laserasi, perdarahan, infeksi, kelelahan ibu dan
shock. Angka kelahiran dengan tindakan yang tinggi semakin memperburuk
bahaya bagi ibu.
2. Bahaya bagi janin
Semakin lama persalinan, semakin tinggi morbiditas serta mortalitas janin
dan semakin sering terjadi keadaan berikut ini :
a.
Asfiksia akibat partus lama itu sendiri
b.
Trauma cerebri yang disebabkan oleh penekanan pada kepala janin
c.
Cedera akibat tindakan ekstraksi dan rotasi dengan forceps yang sulit
d.
Pecahnya ketuban lama sebelum kelahiran. Keadaan ini
mengakibatkan terinfeksinya cairan ketuban dan selanjutnya dapat
membawa infeksi paru-paru serta infeksi sistemik pada janin.
Sekalipun tidak terdapat kerusakan yang nyata, bayi-bayi pada partus
lama memerlukan perawatan khusus. Sementara pertus lama tipe apapun
membawa akibat yang buruk bayi anak, bahaya tersebut lebih besar lagi
apalagi kemajuan persalinan pernah berhenti. Sebagian dokter beranggapan
sekalipun partus lama meningkatkan resiko pada anak selama persalinan,
namun pengaruhnya terhadap perkembangan bayi selanjutnya hanya sedikit.
Sebagian lagi menyatakan bahwa bayi yang dilahirkan melalui proses
persalinan yang panjang ternyata mengalami defisiensi intelektual sehingga
berbeda jelas dengan bayi-bayi yang lahir setelah persalinan normal.

F. Diagnosis
Faktor-faktor penyebab persalinan lama :
1.
His tidak efisien / adekuat
2.
Faktor janin
3.
Faktor jalan lahir
Diagnosis persalinan lama :
Tanda dan gejala

Diagnosis

Serviks tidak membuka.

Belum in partu.
5

Tidak didapatkan his / his tidak teratur.


Pembukaan serviks tidak melewati 4 cm Fase laten memanjang.
sesudah 8 jam in partu dengan his yang
teratur.
Pembukaan serviks melewati kanan garis Fase aktif memanjang.
waspada partograf.
a.

Frekuensi his berkurang dari 3 his per

10 menit dan lamanya kurang dari 40 detik.


b.

a.

Inersia uteri.

Pembukaan serviks dan turunnya

bagian janin yang dipresentasi tidak maju b.

Disproporsi sefalopelvik.

dengan kaput, terdapat moulase yang hebat,


oedema

serviks,

tanda

ruptura

uteri

imminens, gawat janin.


c.

Kelainan presentasi (selain vertex c.

Malpresentasi atau malposisi.

dengan oksiput anterior).


Pembukaan serviks lengkap, ibu ingin Kala II lama.
mengedan,

tetapi

tak

ada

kemajuan

penurunan.

G. Penatalaksanaan
1. Penanganan Umum
a. Perawatan pendahuluan :
Penatalaksanaan penderita

dengan

partus

kasep

(lama)

adalah

sebagaiberikut :
1) Nilai dengan segera keadaan umum ibu hamil dan janin (termasuk tanda
vital dan tingkat dehidrasinya).
2) Kaji nilai partograf, tentukan
3)
4)
5)
6)

apakah

pasien

berada

dalam

persalinan; Nilai frekuensi dan lamanya his.


Suntikan cortone acetate 100-200 mg intramuscular.
Penisilin prokain : 1 juta IU intramuscular.
Streptomisin : 1 gr intramuscular.
Infuse cairan : Larutan garam fisiologis (NaCl), Larutan glucose 5-10 %

pada janin pertama : 1 liter per jam.


7) Istirahat 1 jam untuk observasi, kecuali bila keadaan mengharuskan
untuk segera bertindak
b. Pertolongan :
Dapat dilakukan partus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forsep,
manual aid pada letak sungsang, embriotomi bila janin meninggal, secsio
cesaria, dan lain-lain.
6

2. Penanganan khusus
a. Fase laten memanjang (prolonged latent phase)
Diagnosis fase laten memanjang di buat secara retrospektif. Jika his
berhenti, pasien disebut belum in partu atau persalinan palsu. Jika his makin
teratur dan pembukaan makin bertambah lebih dari 4 cm, masuk dalam fase
laten.
Jika fase laten lebih dari 8 jam dan tidak ada tanda-tanda kemajuan,
lakukan penilaian ulang terhadap serviks :
1)
Jika tidak ada perubahan pada pendataran atau pembukaan serviks
2)

dan tidak ada gawat janin, mungkin pasien belum in partu.


Jika ada kemajuan dalam pendataran dan pembukaan serviks,
lakukan amniotomi dan induksi persalinan dengan oksitosin atau
prostaglandin.
a) Lakukan penilaian ulang setiap 4 jam.
b) Jika pasien tidak masuk fase aktif setelah dilakuakan

3)

pemberian oksitosin selama 8 jam, lakukan seksio sesarea.


Jika didapatkan tanda-tanda infeksi (demam,cairan vagina berbau)
a) Lakukan akselerasi persalinan dengan oksitosin.
b) Berikan antibiotic kombinasi sampai persalinan.
- Ampisilin 2 g I.V. setiap 6 jam
- Ditambah gentamisin 5mg / kg BB IV setiap 24 jam.
- Jika terjadi persalinan pervaginan stop antibiotic
-

pascapersalinan.
Jika dilakukan seksio

sesarea,

lanjutkan

antibiotika

ditambah metrinodazol 500 mg IV setiap 8 jam sampai ibu


bebas demam selama 48 jam.
b. Fase aktif memanjang
1) Jika tidak ada tanda-tanda disproporsi sefalopelvik atau obstruksi dan
ketuban masih utuh, pecahkan ketuban.
2) Nilai his :
a) Jika his tidak adekuat (kurang dari 3 his dalam 10 menit dan lamanya
kurang dari 40 detik) pertimbangkan adanya insertia uteri.
b) Jika his adekuat (3 kali dalam 10 menit dan lamanya lebih dari 40
detik), pertimbangkan adanya disproporsi, obstruksi, malposisi atau
malpenetrasi.
c) Lakukan penanganan umum yang akan memperbaiki his dan
mempercepat kemajuan persalinan.
c. Kala Dua Lama
1) memimpin ibu meneran jika ada dorongan untuk meneran spontan
2) Jika tidak ada mal posisi /malpresentasi berikan drip oxytocin
3) Jika tidak ada kemajuan penurunan kepala:
a) Jika letak kepala lebih dari 1/5 di atas simfisis pubis atau bagian
tulang kepala dari stasion (0) lakukan ekstraksi vakum
b) Jika kepala antara 1/5 - 3/5 di atas simfisis pubis lakukan ekstraksi
vakum
7

c) Jika kepala lebih dari 3/5 di atas simfisis pubis lakukan SC

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa partus lama disebut juga
dengan partus kasep dan partus terlantar. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung
lebih dari 24 jam pada primi, dan lebih dari 18 jam pada multi. Bila persalinan
berlangsung lama, dapat menimbulkan komplikasi- komplikasi baik pada terhadap ibu
maupun terhadap anak. Dan dapat meningkatkan angka kematian ibu dan anak.
Adapun gejala dari partus lama ini yang berdampak pada ibu adalah ibu
mengalami gelisah,letih,suhu badan meningkat,berkeringat,nadi cepat, pernafasan cepat,
dan meteorismus. Di daerah lokal sering dijumpai lingkaran Bandle tinggi, edema
vulva ,edema serviks, cairan ketuban berbau, terdapat mekonium. Dan pada bayi adalah
denyut jantung janin cepat/hebat/tidak teratur, bahkan negatif. Air ketuban terdapat
mekonium, kental kehijauan, berbau. Caput sucsadaneum yang besar. Moulage kepala
yang hebat, kematian janin dalam kandungan (KJDK) ,Kematian janin intra partal
(KJIP).
B. Saran
Semoga makalah ini di harapkan bermanfaat bagi pembaca dan kami menyadari
bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kami mengharapkan kritik dan
saran membangun demi perbaikan makalah kami selanjutnya.

C.

DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan . Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono


Prawirohardjo
Manuwaba, Ida Bagus Gde. 2010 . Ilmu kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Rustam, mochtar. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC
Anonim,2012. Partus Lama. Tersedia di : http://rumahbidanku.blogspot.com/
2012/06/partus-lama.html Diakses tanggal 23 Desember 2013
Liana, Merry. 2015. Kensep Dasar Persalinan Lamana. 3 Maret 2015. Tersedia di :
http://merry-creations.blogspot.co.id/2015/01/konsep-dasar-persalinan-lama.html

10