Anda di halaman 1dari 9

1

Rancang Bangun Sistem Pengontrolan Pengunci Pintu dan Peralatan Kelistrikan


Berbantuan Arduino (Studi Kasus Laboratorium Teknik Informatika ITP)
Oleh:
Busran1), Haidiswal2)
1

Dosen Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri


Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Padang
Jl. Gajah Mada, Kandis Nanggalo, Padang
iwalinside@gmail.com
Abstrak

Tugas akhir ini melakukan penelitian tentang rancang bangun sistem pengontrolan penguncian pintu dan
peralatan kelistrikan berbantuan arduino dengan menggunakan ethernet shield sebagai penghubung ke
jaringan. Latar belakang dari pengambilan tugas akhir ini karena di Institut Teknologi Padang khususnya
laboratorium Teknik Informatika yang masih melakukan penguncian pintu yang dilakukan secara manual oleh
seorang petugas ataupun dosen yang mengajar, cara seperti ini akan mengganggu aktifitas belajar mengajar jika
anak kunci hilang atau patah. Begitu juga dengan peralatan listrik yang penggunaan tidak semestinya seperti air
conditioner (AC), kipas angin dan lampu yang masih hidup ketika ruangan tidak digunakan. Agar hal yang
seperti itu tidak terjadi maka dilakukan pembuatan prototipe yang mewakili secara keseluruhan bagaimana
cara mengontrol peralatan kelistrikan khusunya AC, dan pengontrolan penguncian pintu untuk menghindari
resiko kunci patah atau hilang oleh petugas. Arduino merupakan sebuah mikrokontroler open source yang
sangat banyak digunakan dan dikembangkan oleh para developer untuk memepermudah pekerjaan manusia,
salah satu bahasa pemograman yang bisa digunakan untuk memprogram arduino adalah C#, tapi dengan
perkembangan teknologi berbasis jaringan bisa mengontrol arduino secara online menggunakan bahasa
pemograman PHP.
Kata Kunci: Institut Teknologi Padang, Sistem Kontrol, Mikrokontroler, Arduino, Ethernet Shield, Mysql,
PHP, HTML

Abstract
On This final project is to do research on the design of the control system of locking doors and electrical
equipment by using the assisted arduino ethernet shield as connecting to a network. The background of this
final decision due in particular Padang Institute of Technology Laboratory of Informatic Engineering are
still locking the doors is done manually by an officer or a lecturer who teaches, in this way will interfere with
teaching and learning activities if the key is lost or broken. As well as electrical appliances such as improper
use of the air conditioner (AC), fans and lights were still alive when the room is not in use. So that things like
that do not happen then be making a prototype representing overall how to control electrical appliances
especially air conditioning, and control of locking the door to avoid the risk of broken or lost keys by
officers. Arduino is a microcontroller open source which is very widely used and developed by the developer
to ease human work, a programming language that can be used to program the arduino is C #, but with the
development of technology based on the network of developers began to control the arduino online using
PHP programming language

Keywords: Padang Institute of Technology, Control Systems, Microcontroller, Arduino,


Ethernet Shield, Mysql, PHP, HTML

1. Pendahuluan
Dewasa ini perkembangan teknologi
demikian pesat, hampir semua instansi baik
itu instansi pemerintah maupun swasta sudah
meng-upgrade teknologinya ke teknologiteknologi baru dan perkembangan teknologi

juga diikuti dengan lahirnya perangkatperangkat baru antara lain pada sistem
komputer, sistem kelistrikan dan sistem
otomatisasi. Seiring dengan perkembangan
teknologi yang semakin maju , terlahir
banyak solusi yang dapat memecahkan

2
permasalahan manusia. Permasalahan yang
timbul akibat keterbatasan manusia ataupun
dari faktor lain, kini sedikit demi sedikit
sudah dapat diatasi. Salah satu solusi yang
dapat memecahkan permasalan manusia yaitu
dengan menggunakan sistem kendali berbasis
komputer. Dengan menggunakan sistem
kendali berbasis komputer, diharapkan dapat
membantu dan meringankan pekerjaan
manusia serta menjadi solusi untuk setiap
permasalahan manusia.
Institut Teknologi Padang selaku intansi
yang bergerak dibidang pendidikan juga
mengantisipasi perkembangan teknologi ini
dengan meningkatkan pelayanan dengan
bentuk upgrade teknologi atau menambah
fasilitas perangkat teknologi untuk mendukung
proses pembelajaran, salah satunya dengan
melengkapi ruang kuliah dengan Air
Conditioner (AC), M-Focus, dan lain
sebagainya. Disisi lain, penguncian pintu yang
masih dilakukan secara manual oleh seorang
petugas ataupun dosen yang mengajar, cara
seperti ini akan mengganggu aktifitas belajar
mengajar jika anak kunci hilang atau patah.
Begitu juga dengan peralatan listrik yang
penggunaan tidak semestinya seperti air
conditioner (AC), kipas angin dan lampu yang
masih hidup ketika ruangan tidak digunakan.
Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem yang
dapat mempermudah seorang administrator
ruangan dalam melakukan pengontrolan
ruangan kuliah.
Dengan mengintegrasikan embedded
system dengan jaringan internet yang ada di
Institut Teknologi Padang, dapat diterapkan
sistem pengontrolan penguncian pintu dan
peralatan kelistrikan yang dapat diakses
dengan layanan internet melalui website
dengan
Transmission
Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) yang
mempunyai
banyak
kelebihan
seperti
efektifitas
dan
konektivitas
untuk
pengontrolan jarak jauh.
Teknologi
penguncian
dan
pengontrolan dapat dilakukan dengan bantuan
kendali komputer, untuk itu dibutuhkan
interface yang mampu menghubungkan sistem
komputer dengan perangkat elektronik.
Interface yang umum digunakan antara lain
adalah arduino, arduino dapat diprogram untuk
pengendalian perangkat listrik menggunakan
bahasa pemograman atau berbasis komputer
sehingga dapat lebih fleksibel dan efisien

karena program dapat disesuaikan secara


cepat.
Berdasarkan paparan diatas penulis
tertarik untuk merancang dan membuat
sebuah aplikasi perangkat lunak sistem
penguncian pintu dan pengontrolan peralatan
kelistrikan melalui web menggunakan
arduino, dan tugas akhir ini penulis beri judul
Rancang Bangun Sistem Pengontrolan
Pengunci Pintu dan Peralatan Kelistrikan
Berbantuan Arduino (Studi Kasus
Laboratorium Teknik Informatika ITP) .
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Sistem Kontrol
Hasil karya pertama yang penting
dalam kontrol otomatik adalah Governor
Sentrifugal untuk pengontrolan mesin uap
yang dibuat oleh James Watt pada abad
XVII. Hasil karya lain yang penting pada
tahap awal perkembangan teori kontrol dibuat
oleh Minorsky, Hazen, Nyquist, dan
sebagainya. Pada tahun 1992 Minorsky
membuat
kontroler
automatik
untuk
mengemudikan kapal dan menunjukkan cara
menentukan kestabilan dari persamaan
diferensial yang melukiskan sistem.
Dengan adanya komputer elektronik
analog, digital, dan hybrid, yang dapat
digunakan pada perhitungan-perhitungan
komplek, maka penggunaan komputer dalam
sistem kontrol modern dan penggunaan
komputer yang dipasang langsung pada
sistem kontrol sekarang menjadi praktis dan
umum. Sebagian besar perkembangan baru
dalam teori kontrol modern dapat dikatakan
menuju pada kontrol dengan penalaran
(learning control) untuk sistem yang
komplek.
Definisi- definisi pengontrolan
a.

b.

Plant Adalah perangkat peralatan,


mungkin hanya terdiri dari beberapa
bagian mesin yang bekerja bersamasama,
yang
digunakan
untuk
melakukan suatu operasi tertentu.
Proses,
Kamus
meriam-webster
mendefinisikan proses sebagai operasi
atau perkembangan alamiah yang
berlangsung secara kontinyu yang
ditandai oleh suatu deretan perubahan
kecil yang berurutan dengan cara yang
relatif tetap dan menuju ke suatu hasil
atau keadaan akhir tertentu atau suatu

3
operasi
yang
sengaja
dibuat,
berlangsung secara kontinyu, yang
terdiri dari beberapa aksi atau
perubahan yang dikontrol, yang
diarahkan secara sistematis menuju ke
suatu hasil atau keadaan akhir tertentu.
c.
Sistem adalah kombinasi dari beberapa
komponen yang bekerja bersama-sama
dan melakukan suatu saran tertentu.
Sistem tidak dibatasi untuk sistem fisik
saja.
d.
Gangguan adalah suatu sinyal yang
cenderung mempunyai pengaruh yang
merugikan pada harga keluaran sistem.
e.
Kontrol berumpan balik adalah suatu
operasi dengan adanya beberapa
gangguan, cenderung memperkecil
selisih antara keluaran sistem dan
masukan acuan (atau suatu keadaan
yang di inginkan, yang secara
sembarang diubah) dan bekerja
berdasarkan selisih tersebut.
f.
Sistem kontrol berumpan balik adalah
sistem kontrol yang cenderung
menjaga
hubungan
yang
telah
ditentukan antara keluaran dan
masukan
acuan
dengan
membandingkannya dan menggunakan
selisih sebagai alat pengontrolan.
g.
Servomekanisme adalah sistem kontrol
berumpan balik dengan keluaran
berupa
posisi,
kecepatan
atau
percepatan mekanik. Oleh karena itu,
istilah servomekanisme dan sistem
pengontrolan posisi (kecepatan atau
percepatan ) adalah sinonim.
h.
Sistem regulator automatik adalah
sistem kontrol berumpan balik dengan
masukan acuan atau keluaran yang
diinginkan konstan atau berubah
terhadap waktu dengan lambat dan
tugas utamanya adalah menjaga
keluaran yang sebenarnya pada harga
yang diinginkan, dengan adanya
gangguan.
Sistem pengontrolan proses adalah
sistem regulator otomatik dengan keluaran
berupa besaran seperti temperatur, tekanan,
aliran, tinggi muka cairan, atau PH disebut
sistem pengontrolan proses.

Kontrol Loop Tertutup dan


Kontrol Loop Terbuka
2.2.1 Kontrol Loop Tertutup
2.2

Sistem kontrol loop tertutup adalah


sistem kontrol yang sinyal keluarannya
mempunyai pengaruh langsung pada aksi
pengontrolan. Jadi, sistem kontrol berumpan
balik. Sinyal kesalahan penggerak , yang
merupakan selisih antara sinyal masukan dan
sinyal umpan balik (yang isinya dapat berupa
keluaran dan turunan), diumpankan ke
kontroler untuk memperkecil kesalahan dan
membuat agar keluaran sistem mendekati
harga yang diinginkan. Dengan kata lain
adalah istilah loop tertutup berarti
menggunakan aksi umpan balik untuk
memperkecil kesalahan pada sistem.

Gambar 1. Blok Diagram Sistem Kontrol


Tertutup
2.2.2 Sistem kontrol loop terbuka
Sistem kontrol loop terbuka adalah
sistem kontrol yang keluarannya tidak
berpengaruh pada aksi pengontrolan, jadi
pada sistem loop terbuka keluaran tidak
diukur
dan
diumpan-balikkan
untuk
dibandingkan dengan masukan. Pada setiap
kontrol loop terbuka keluaran tidak
dibandingkan dengan masukan acuan,
terdapat suatu kondisi operasi yang tetap.

Gambar 2. Blok Diagram Sistem Kontrol


Terbuka
Jadi sistem yang akan dibuat oleh
penulis adalah menggunakan konsep loop
terbuka, karena didalam perencanaan, sistem
yang dibangun tidak memberikan umpan
balik pada aksi pengontrolan yang dilakukan.
2.3

Mikrokontroler
Merupakan suatu IC yang didalamnya
berisi CPU, ROM, RAM, dan I/O. Dengan
adanya CPU tersebut maka mikrokontroler
dapat melakukan proses berfikir berdasarkan
program yang telah diberikan kepadanya.
Mikrokontroler banyak ditemukan pada
peralatan elektronik yang serba elektronik
yang serba otomatis, mesin fax,
dan

4
peralatan
elektronik
lainnya.
Mikrokontroler dapat disebut pula sebagai
komputer yang berukuran kecil yang
berdaya rendah sehingga sebuah baterai
dapat memberikan daya. Mikrokontroler
terdiri dari beberapa bagian seperti yang
terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 3. Bagian-bagian Mikrokontroler


Pada Gambar di atas tampak suatu
mikrokontroler standar yang tersusun atas
komponen-komponen sebagai berikut :
A. Central Processing Unit (CPU)
CPU merupakan bagian utama dalam
suatu
mikrokontroler.
CPU
pada
mikrokontroler ada yang berukuran 8 bit ada
pula yang berukuran 16 bit. CPU ini akan
membaca program yang tersimpan di dalam
ROM dan melaksanakannya.
B. Read Only Memory (ROM)
ROM merupakan suatu memori (alat
untuk mengingat) yang
sifatnya hanya
dibaca saja. Dengan demikian ROM tidak
dapat ditulisi. Dalam dunia mikrokontroler
ROM digunakan untuk menyimpan program
bagi mikrokontroler tersebut. Program
tersimpan dalm format biner (0 atau 1).
Susunan bilangan biner tersebut bila telah
terbaca oleh mikrokontroler akan memiliki
arti tersendiri.
C. Random Acces Memory (RAM)
Berbeda dengan ROM, RAM adalah
jenis memori selain dapat dibaca juga dapat
ditulis berulang kali. Tentunya dalam
pemakaian mikrokontroler ada semacam
data yang bisa berubah pada saat
mikrokontroler tersebut bekerja. Perubahan
data tersebut tentunya juga akan tersimpan ke
dalam memori. Isi pada RAM akan hilang
jika catu daya listrik hilang.

D. Input / Output (I/O)


Untuk berkomunikasi dengan dunia luar,
maka mikrokontroler menggunakan terminal
I/O (port I/O), yang digunakan untuk
masukan atau keluaran.
E. Komponen lainnya
Beberapa mikrokontroler memiliki
timer/counter, ADC (Analog to Digital
Converter),
dan
komponen
lainnya.
Pemilihan komponen tambahan yang sesuai
dengan tugas mikrokontr oler akan sangat
membantu perancangan sehingga dapat
mempertahankan ukuran yang kecil. Apabila
komponen komponen tersebut belum ada
pada suatu mikrokontroler, umumnya
komponen tersebut masih dapat ditambahkan
pada sistem mikrokontroler melalui portportnya.
2.4 Arduino
2.4.1 Pengenalan
Arduino didefinisikan sebagai sebuah
platform elektronik yang open source,
berbasis pada software dan hardware yang
fleksibel dan mudah digunakan, yang
ditujukan untuk seniman, desainer, hobbies
dan setiap orang yang tertarik dalam
membuat objek atau lingkungan yang
interaktif (Artanto, 2012:1).
Arduino sebagai sebuah platform
komputasi fisik (Physical Computing) yang
open source pada board input ouput
sederhana, yang dimaksud dengan platform
komputasi fisik disini adalah sebuah sistem
fisik hyang interaktif dengan penggunaan
software dan hardware yang dapat
mendeteksi dan
merespon situasi dan
kondisi.
2.4.2 Hardware
Pada hardware arduino terdiri dari 20
pin yang meliputi:
a. 14 pin IO Digital (pin 013)
Sejumlah pin digital dengan nomor 013
yang dapat dijadikan input atau output
yang diatur dengan cara membuat
program IDE.
b. 6 pin Input Analog (pin 05)
Sejumlah pin analog bernomor 05 yang
dapat digunakan untuk membaca nilai
input yang memiliki nilai analog dan
mengubahnya ke dalam angka antara 0
dan 1023.

5
c. 6 pin Output Analog (pin 3, 5, 6, 9, 10
dan 11)
Sejumlah pin yang sebenarnya
merupakan pin digital tetapi sejumlah pin
tersebut dapat diprogram kembali menjadi
pin output analog dengan cara membuat
programnya pada IDE.
Gambar 5. Ethernet Shield
2.4.4

Gambar 4. Arduino Uno


2.4.3

Ethernet Shield
Ethernet
shield
memungkinkan
arduino untuk terkoneksi dengan jaringan
internet, hal ini didasarkan dengan
penggunaan chip Wiznet 5100 (datasheet).
Wiznet 5100 menyediakan IP, baik untuk
TCP maupun UDP, ini mendukung hingga 4
koneksi simultan.
Ethernet shield menggunakan standar
koneksi RJ45 dengan transformator garis
terpadu dan power over ethernet (PoE)
diaktifkan. Ada slot kartu sd card yang
terintegrasi
yang
dapat
digunakan
menyimpan file untuk melayani melalui
jaringan. Arduino berkomunikasi dengan
wiznet 5100 dan kartu sd card menggunakan
bus SPI (melalui header ICSP) yang terletak
pada pin digital 10, 11, 12, dan 13 di arduino
uno dan pin 50, 51, dan 52 pada arduino
mega.
Fungsi ethernet shield adalah
membantu pertukaran data secara full duplex
melalui
jaringan.
Ethernet
shield
berkomunikasi melalui jaringan komputer
dengan bantuan akses fisik ke media jaringan
dan sistem pengalamatan tingkat rendah
melalui penggunaan alamat MAC. Dalam
sebuah jaringan, setiap ethernet shield
menggunakan alamat MAC yang unik.

Solenoid Door Lock


Solenoid DoorLock ini adalah salah
satu solenoid pengunci otomatis yang
difungsikan khusus sebagai solenoid untuk
pengunci pintu. Solenoid DoorLock ini
membutuhkan tegangan supply 12v, sistem
kerja alat ini adalah NC (Normally Close).
Katup solenoid akan tertarik jika ada
tegangan dan sebaliknya katup solenoid akan
memanjang jika tidak ada tegangan.

Gambar 6. Solenoid Door Lock


2.4.5

Relay
Relay adalah komponen elektronika
berupa saklar elektronik yang digerakkan
oleh arus listrik. Secara prinsip, relay
merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat
pada batang besi (Solenoid) didekatnya.
Ketika batang besi dialiri arus listrik, tuas
akan tertarik karena adanya gaya magnet
yang terjadi pada solenoid sehingga kontak
saklar akan menutup. Pada saat arus
dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas
akan kembali keposisi semula dan kontak
saklar
kembali
terbuka.
Dalam
pemakaiannya, biasanya digerakkan dengan
arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda
yang di paralalelkan dengan lilitannya yang
dipasang terbalik, yaitu anoda pada tegangan
(-) dan katoda (+) pada tegangan.

6
processing, data retrieva, security, dan
concurrent access.
2.8

Gambar 7. Relay
2.5

Website
Website
merupakan
kumpulan
halaman web yang saling terhubung dan file filenya saling terkait. Web terdiri dari page
atau halaman, dan kumpulan halaman yang
dinamakan homepage. Homepage berada
pada posisi teratas, dengan halaman halaman terkait berada di bawahnya.
Biasanya setiap halaman di bawah homepage
disebut child page, yang berisi hyperlink ke
halaman lain dalam web.

Pengertian PHP
PHP merupakan sebuah bahasa
scripting yang di bundel dengan HTM, yang
dijalankan disisi server. Sebagian besar
perintahnya berasal dari bahasa C, Java dan
Perl dengan beberapa tambahan fungsi
khusus PHP. Bahasa ini memungkinkan para
pembuat aplikasi Web menyajikan halaman
HTML dinamis dan interaktif dengan cepat
dan mudah yang di hasilkan server.
2.9

Protokol Jaringan
Protokol
didefinisikan
sebagai
prosedur dan pengaturan sejumlah operasi
peralatan
komunikasi
data.
Dalam
komunikasi data, aturan-aturan meliputi cara
membuka hubungan, mengirimkan paket
data, mengkonfirmasi jumlah data yang
diterima, dan meneruskan pengiriman data.
Terdapat beberapa jenis protokol yang sering
digunakan untuk mengimplementasikan
sebuah jaringan.
2.9.1

Gambar 8. Topologi Web


2.6

Definisi Basis Data


Basis data adalah kumpulan informasi
bermanfaat yang diorganisasikan kedalam
tata cara yang khusus. Selain itu database
juga dapat diartikan sebagai sistem berkas
terpadu yang dirancang terutama untuk
meminimalkan penggunaan data sedangkan
sebagian pendapat mengatakan database
adalah suatu kumpulan data-data yang
disususn
sedemikian
rupa
sehingga
membentuk informasi yang berguna. Jadi
database bisa dikatakan sebagai suatu
kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur
atau diorganisasikan sehingga data tersebut
bisa diambil atau dicari dengan mudah dan
efisien.
2.7

MYSQL
Structure query language (SQL)
merupakan bahasa standar yang digunakan
untuk memanipulasi data dan memperoleh
data dari database relasional. Fungsi-fungsi
SQL yaitu data defenition, data integrity, data

TCP/IP
TCP/IP
(Transmission
Control
Protocol/Internet
Protocol)
merupakan
protokol yang digunakan untuk jaringan
internet. Protokol ini juga digunakan pada
sistem operasi unix-linux
IP berfungsi untuk mengalamatkan dan
meneruskan paket data diterima secara
sempurna
ditujuan
(addressing
and
fordwarding of individual packet). IP terdiri
dari 32 bit, 8 bit pertama menyatakan sebuah
network, sedangkan 24 bit lainnya sebagai
alamat host sebuah network. Dalam
pengembangannya, TCP/IP berjalan dalam
sistem operasi Unix termasuk BSD (Barkley
Software Distribution).
TCP/IP merupakan sekumpulan standar
mekanisme kerja jaringan, sehingga software
dan hardware dari berbagai vendor yang
berbeda dapat inoperate (dapat berfungsi dan
dijalankan), (Nial Mansfield, 2004, 10).
TCP/IP adalah sebuah open system yang
menjadi dasar format World Wide Internet
sebuah jaringan yang luas yang lebih dikenal
dengan WAN (Wireless Area Network),
(Harijanto Pribadi, 2003, 11).

7
3.
3.1

Metodologi Penelitian
Perancangan Sistem
perancangan sistem pengontrolan
penguncian pintu dan peralatan kelistrikan
menggunakan arduino beserta ethernet shield
untuk mengontrol relay dengan antar muka
web. Kunci yang digunakan yaitu solenoid
doorlcok dan rangkaian relay untuk
pengendali lampu.

akan memerintah sebuah mikrokontroler


melalui ethernet dengan protokol TCP/IP.
Terdapat beberapa mekanisme kerja yang
diwujudkan melalui beberapa program.
3.2.1 Pada Mikrokontroler
perintah serial yang dikirimkan oleh
user ke mikrokontroler.
Tabel 1 Perintah Serial
Perintah

Keterangan

"p_on"

Semua power relay ON

"p_off"

Semua power relay OFF

"L1_on"

Jalur relay 1 ON

"L1_off"

Jalur relay 1 OFF

"L2_on"

Jalur relay 2 ON

"L2_off"

Jalur relay 2 OFF

"L3_on"

Jalur relay 3 ON

"L3_off"

Jalur relay 3 OFF

"L4_on"

Jalur relay 4 ON

10

"L4_off"

Jalur relay 4 OFF

11

"L5_on"

Jalur relay 5 ON

12

"L5_off"

Jalur relay 5 OFF

No
1

Gambar 9. Topologi Sistem


SERVER

CLIENT
ETHERNET
SHIELD

SWITCH/HUB

CLIENT
ARDUINO
UNO

Start

Login

RELAY
KONTROL

ID Match?

Gambar 10 . Diagram Blok Sistem

Acces
Rejected

Pada gambar 10 dan 11 dapat dilihat


bahwa prinsip kerja pada sistem ini adalah
dari client mengakses aplikasi web yang ada
dikomputer menggunakan web browser,
client dibagi atas dua jenis yaitu user biasa
yang hanya bisa mengeksekusi plant, user
biasa seperti dosen, asisten, teknisi dan
operator. User admin adalah user dengan hak
paling tinggi karena bisa melakukan segala
hal yang tidak bisa dilakukan oleh user biasa
seperti mengganti password, menghapus hak
akses user, melihat data user dan
menambahkan data user.
Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja sistem ini yaitu
mengendalikan sebuah sistem yang dilakukan
oleh user baik user biasa maupun user admin
melalui sebuah aplikasi berbasis web yang

Init
Input Output
Port

Init
Ethernet Shield

Doorlock

Lock/Unlock

Electrical

ON/OFF

Set Digital
Pin 5 HIGH

Solenoid
Doorlock on

Set Digital
Pin 5 LOW

Solenoid
Doorlock off

SetDigitalPi
n 7 HIGH

RELAY ON

SetDigitalPi
n 7 LOW

RELAY OFF

Electrical ON

Electrical
OFF

3.2

END

Gambar 11. Flowchart Sistem

8
4.
4.1

Analisa dan Pembahasan


Halaman Login
Halaman login adalah halaman yang
berfungsi untuk memasukkan username dan
password. Bagi user yang sudah menjadi
member, dapat melakukan eksekusi plant
setelah login.

Gambar 14 Halaman Data User


4.3

Gambar 12. Halaman Login


4.2

Halaman Data Log


Untuk melihat data siapa saja yang
melakukan pengontrolan terhadap plant, pada
menu log dapat dilihat username, ip address,
jam, tanggal, serta apa yang dikontrol oleh
user.

Halaman Kontrol

Halaman
kontrol
merupakan
halaman dimana pengontrolan peralatan
listrik serta penguncian pintu dilakukan
oleh user yang telah melakukan login.

Gambar 15 Halaman Statistik


4.4

Gambar 13 Halaman Kontrol


4.3

Halaman Data User


Halaman data user merupakan menu
untuk menambahkan data pengguna baru,
yang terdiri dari beberapa kolom yang harus
di isi, halaman ini hanya bisa diakses oleh
admin dan yang berhak untuk menambahkan
data untuk pengguna yang baru. Seperti yang
terlihat pada gambar 14

Pengujian

Tombol button HIDUP pada


tombol darurat diklik guna memastikan
apakah semua pin yang telah diprogram
di dalam arduino bekerja dengan baik dan
bisa melakukan kontrol terhadap plant.
Tabel 1 hasil pengujian
Perintah
Serial
P_ON
P_OFF
L1_ON
L1_OFF
L2_ON
L2_OFF
L3_ON
L3_OFF
L4_ON
L4_OFF

Keadaan
Awal
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala

Keadaan
Akhir
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati
Nyala
Mati

Kesimpulan
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses
Sukses

Gambar 16. Prototype


5
5.1

Penutup
Kesimpulan
Dari pembahasan yang dilakukan
penulis terhadap pengujian beberapa kondisi
yang didapatkan pada alat, dengan adanya
rancangan ini maka laboratorium teknik
informatika Institut Teknologi Padang
mempunyai
gambaran
untuk
mengimplementasikan sistem pengontrolan
pengunci pintu dan peralatan kelistrikan
berbantuan arduino melalui antar muka web
yang bisa diakses melalui jaringan
menggunakan web browser yang ada pada
komputer maupun mobile device guna
memudahkan
administrator
ruangan
melakukan
penguncian
pintu
serta
menghidupkan dan mematikan peralatan
listrik.
5.2

Saran
Masih banyak uji coba yang harus
dilakukan dalam membangun sistem ini,
tidak hanya sebatas kontrol dan penyimpanan
log pada web, salah satu uji coba yang harus
dilakukan
untuk
mengetahui
kinerja
maksimal dari sistem ini kedepannya berupa
sistem yang memberikan feed back dari
output hardware sebagai pengoreksi sistem.
Begitu juga untuk pengembangan
selanjutnya diharapkan bisa untuk di
integrasikan dengan sistem informasi absensi
untuk dosen yang ada di Institut Teknologi
Padang.

Daftar Pustaka
McRoberts, Michael, Beginning Arduino.pdf.
Morgolis, Michael, Arduino CookBook.pdf
Ogata, Katsuhiko, (1995), Teknik Kontrol
Automatik, Terjemahan penerbit
Erlanggga, Jakarta.
Paul Malvino, Albert, (1994), Elektronika
Komputer
Digital,
Terjemahan
Penerbit Erlangga, Jakarta.
Raharjo, Budi, dkk, (2014), Modul
Pemrograman web html, php &
mysql, Penerbit Modula, Bandung.
Riza, Muharrir, (2014), Perancangan
Keamanan Pintu Otomatis Berbasis
RFID
(Radio
Frecuency
Identification), Universitas Ubudiyah
Indonesia.
Smith. G Alan, (2011), Introduction to
Arduino : A Piece of cake.pdf
Sucipto, Hendra, (2012), Perancangan
Prototype Sistem Penguncian Pintu
Berbasis Local Area Network (LAN)
Menggunakan Pemrograman Visual
Basic 6.0, Institut Teknologi Padang.
Widodo, Budiharto dan Sigit Firmansyah
(2004), Elektronika Gigital dan
Mikroprosesor, Penerbit ANDI,
Yogyakarta.
https://www.arduino.cc
https://www.arduino.cc/en/Main/ArduinoEthe
rnetShield
http://www.w3schools.com