Anda di halaman 1dari 10

1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara agraris yang beriklim tropis sehingga
berbagai macam tanaman dapat tumbuh dan berkembang di negara
Indonesia. Banyak tanaman buah, sayur, dan tanaman konsumsi lain
yang tumbuh di Indonesia. Salah satu buah tahunan yang dapat tumbuh
subur adalah buah naga atau yang sering disebut sebagai Dragon Fruit
yang mana buah ini mempunyai nilai jual yang sangat tinggi karena
banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang buah naga dan
bagaimana cara budidaya buah naga itu sendiri yang pada dasrnya cara
pembudidayaan buah naga sangatlah gampang dan tidak terlalu
membutuhkan banyak perawatan. Selain itu juga buah naga dapat
tumbuh di berbagai dataran dengan berbaga jenis suhu.
Buah naga tergolong ke dalam bahan pangan buah-buahan yang
mengandung nutrisi yang lengkap dan memiliki khasiat bagi kesehatan
diantaranya
penyeimbang

adalah
kadar

untuk
gula

pengobatan
darah

bagi

(terapi)
penderita

yaitu
kencing

sebagai
manis

(diabetesmilitus), menurunkan dan mencegah kadar kolesterol darah


tinggi, pencegah penyakit tumor dan kanker, melindungi kesehatan
mulut, pencegah pendarahan, pencegah dan mengobati keputihan,
meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sistem peredaran darah,
menurunkan tekanan emosi, menetralkan racun (toksin) dalam tubuh,
menguatkan fungsi otak, melancarkan proses pencernaan, menyehatkan
mata
1.2 Tujuan

Mengetahui cara pembudidayaan buah naga yang baik dan benar


agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan mengetahui syarat
tumbuh serta kesesuian lahan pertanian yang akan di gunakan.

BAB II
STUDY PENGEMBANGAN
2.1 Botany dan syarat tumbuh
A. Sistematika Tanaman Buah Naga
Buah naga termasuk famili Cactaceae dengan biji berkeping dua
(dikotil). Famili ini meliputi 120 - 200 genera yang terdiri atas 1 500 - 2
000 spesies yang ditemukan khususnya pada wilayah semi-arid dan tropis
panas di Amerika Latin (Spichiger et al. dalam Bellec et al., 2006).
Buah naga terdiri dari empat genera yaitu Stenocereus Britton &
Rose, Cereus Mill., Selenicereus (A. Berger) Riccob dan Hylocereus Britton
& Rose. Genus Hylocereus terdiri atas 16 spesies yang memiliki nilai
estetika tinggi karena mempunyai bunga cantik dengan ukuran besar (15
- 25 cm) yang mekar saat malam hari. Walaupun tanaman dari genus ini
sebagian besar dapat menghasilkan buah, hanya beberapa spesies yang
dibudidayakan untuk tujuan tersebut (Bellec et al., 2006).
Menurut Bellec et al. (2006) klasifikasi buah naga adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Caryophyllales

Famili : Cactaceae
Genus : Hylocereus
Spesies : Hylocereus undatus, Hylocereus costaricensis, Hylocereus spp.
Perbandingan dengan jenis buah kaktus lain (Opuntia sp.), Hylocereus
dengan kulit merah memiliki ukuran yang lebih besar terutama pada
bagian durinya dan daging buah hanya mengandung sedikit biji kecil yang
berwarna hitam (Raveh et al. dalam Stintzing et al., 2002) dan dikonsumsi
bersama daging buah (Merten, 2003). Kerabat kaktus pemanjat ini
memiliki modifikasi batang yang berfungsi sebagai daun-daun, buah
berbentuk bulat dengan warna merah terang ketika matang, dan
mengandung daging yang berwarna putih, merah padam, dan kuning
pucat (tergantung jenis kultivar).
B. Morfologi Tanaman Buah Naga
1. Tanaman
5 Buah naga termasuk tanaman tahunan (perennial),
kaktus pemanjat epifit dengan batang hijau segitiga dan
berdaging. Tiap segmen batang tersusun atas tiga sisi
dengan pinggiran yang berlekuk-lekuk. Batang ini dapat
tumbuh hingga 20 ft ( 6 m) (Zee et al., 2004).
2. Akar
Tanaman buah naga termaasuk tanaman semi epifit
karena memiliki dua jenis akar yaitu akar tanah dan akar
gantung. Fungsi akar yang berada di tanah adalah untuk
mencari unsure hara dan air, sedangkan fungsi dari akar
gantung sebagian besar untuk membantu pernafasan dan
membantu mencari unsure hara dan air.(Warisno,2010)
3. Bunga dan Pembungaan

Bunga pada buah naga ini termasuk bunga lengkap,


dengan bunga jantan dan bunga betina dalam satu
tanaman.Bunga mulai membuka pada pukul 18.00 dan 19.00
dengan panjang 15-36 cm dan lebar 10-23 cm. Bunga hanya
mekar selama satu malam (baik diserbuki atau tidak)
kemudian layu pada pagi hari di hari setelah anthesis.
Keesokan harinya mahkota bunga menjadi lunak kemudian
mengering, bagian bawah bunga (yang tidak diserbuki)
menjadi kekuning-kuningan dan setelah 4 - 6 hari kemudian
bunga akan gugur. Pembentukan buah terjadi ditandai
dengan perubahan warna menjadi kehijau-hijauan bagian
bawah bunga yang diserbuki (Bellec et al., 2006)
4. Batang
Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan
tidak mencolok, sampai mereka dianggap "kaktus tak
berduri".(Warisno,2010)
5. Buah
Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan
buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk
jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap
untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah
naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai
yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu,
buah ini disebut buah naga. (Warisno,2010)
C. Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga
Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis dan dapat
beradaptasi dengan berbagai lingkungan tumbuh dan perubahan
cuaca seperti sinar matahari dan curah hujan. Curah hujan yang ideal

untuk pertumbuhan buah naga sekitar 60 mm/bln atau 720 mm/tahun.


Pada curah hujan 600-1.300 mm/tahun tanaman ini juga masih bisa
tumbuh. Tetapi tanaman ini tidak tahan dengan genangan air. Hujan
yang terlalu deras dan berkepanjangan bisa menyebabkan kerusakan
tanaman terutama pembusukan akar dan merambat sampai pangkal
batang. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan sekitar 70-80 %,
karena itulah tanaman ini sebaiknya ditanam dilahan tanpa naungan
dan sirkulasi udara juga baik dan selain itu sinar matahari digunakan
untuk membantu proses pembungaan.
Tanaman ini lebih baik pertumbuhannya bila ditanam didataran
rendah antara 0-350 m dpl. Suhu udara yang ideal antara 26-36
derajat Celcius dan kelembaban 70-90 %. Tanah harus ber-aerasi
dengan baik dengan derajat keasaman (pH) 5 7.
Agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan maksimal, media
tumbuhnya harus subur dan mengandung bahan organik cukup
dengan kandungan kalsium tinggi. Drainase harus berjalan baik dan
bersifat porous karena tanaman ini tidak tahan genangan air. Bahan
organic yang digunakan harus benar-benar matang karena berfungsi
menyangga kation dan aktivitas mikroorganisme dan penyedia hara.
Beberapa bahan yang bisa digunakan antara lain pupuk kandang,
kompos, dan sekam. Media juga sebaiknya dicampur bahan anorganik
seperti pasir dan bubuk bata merah yang berfungsi untuk
memperlancar aerasi dan drainase. Dan yang perlu diperhatikan media
tidak boleh mengandung garam. ( Kristanto,2008)
2.2 Kesesuaian lahan
Lahan yang diperlukan untuk menenem buah naga adalah lahan
dengan kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan
organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 7. Selain itu
juga lahan tersebut harus memiliki ketersediaan air, karena tanaman Buah
Naga ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air

serta

Membutuhkan

penyinaran

cahaya

matahari

penuh,

untuk

mempercepat proses pembungaan.Tapi Jangan kawatir bagi anda yang


mempunyai lahan kritis pun bisa di coba membudidayakan buah naga
ini,dengan syarat pupuk kandang harus cukup.
Lahan yang akan digunakan kali ini adalah lahan di daerah
tulungagung yang memiliki pH tanah yang sama tanahnya pun juga
gembur naman kurang mengandung bahan organic. Namun hal ini dapat
disiasati dengan penambahan bahan organic berupa pupuk kandang,
kompos,dll. Sedangkan ketidak serasian curah hujan dapat diatasi dengan
system drainase yang baik. (Kristanto,2008)

2.3 Kesesuaian iklim


Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis dan dapat
beradaptasi dengan berbagai lingkungan tumbuh dan perubahan
cuaca seperti sinar matahari dan curah hujan. Curah hujan yang
ideal untuk pertumbuhan buah naga sekitar 60 mm/bln sampai 720
mm/tahun. Buah naga ini suhu udara yang ideal antara 26-36 0C dan
kelembaban 70-90%.
Daerah yang saya pilih ini memiliki suhu antara 25-31 0C
dengan curah hujan 120,26 mm/tahun. Berarti dengan demikian
daerah pilihan harusnya diberi irigasi secara rutin agar memenuhi
kebutuhan air buah naga. (Ngadjijo, 2009)
2.3 Rencana budidaya
-

pemilihan benih
Pada penanaman kali ini saya memilih jenis buah naga
Hylocereus costaricensis (Buah Naga berkulit merah daging merah
super) atau superRED karena buah ini masih langka di pasaran dan

harganya pun masih cukup tinggi di pasaran berkisar antara Rp


20.000-Rp 35.000. Pembibitan yang saya gunakan adalah dalam
bentuk bibit yang diperbanyak dengan cara vegetative , karena
pembibitan dengan system ini memiliki prosentasi keberhasilan
sebesar 95% dan hanya memerlukan waktu sekitar 3 bulan agar
bibit siap untuk di pindah. Selain itu juga apabila menggunakan
metode vegetataif atau stik ini tanaman buah naga bias lebih
cepat berbuah.( Kristanto,2009)
-

penyiapan lahan
Sebulan sebelum tanam, terlebi dahulu dibuatkan lubang
tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x
2,5 m,kemudian setelah itu menyiapkan Persiapkan tiang penopang
untuk tegakan tanaman Buah Naga ini, karena tanaman Buah Naga
ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Tiang ini dapat
dibuat dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan
tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam40- 50 cm.
Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi atau kawat yang
berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman Buah
Naga.

penanaman
penanaman dilakukan dngan menyiapkan 3-4 lubang untuk
setiap tiang panjatan. Lubang tanam tersebut dengan jarak sekitar
30 cm dari tiang penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian
diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 10 kg dicampur
dengan tanah.
Penanaman buah naga ini sebaiknya dilakukan pada bulan
mei. Karena buah naga ini tidak terlalu suka dengan air. Dan
diharapkan tanaman ini dapat tumbuh pada bulan november.
Setiap pertambahan ketinggian sekitar 30cm dilakukan
pengikatan cabang atau sulur agar tidak patah dan terjepit

sebaiknya ikatan tidak terlalu kencang.Pemupukan dasar MPK 1kw,


urea 50kg dan 50kg sp36/Ha. Pemupukan susulan 1, 2, 3 sama
dosisnya dengan pemupukan dasar terkecuali pada susulan ke 3
dapat ditambah dengan pupuk ZA 50kg. Pemangkasan dilakukan
pada cabang sekunder (cabang tumbuh dari cabang utama/primer),
yang tumbuh dibawah tajuk cabang yang tidak produktif (siwing).
Pemangkasan bertujuan untuk membuat percabangan produktif dan
memperoleh
keseimbangan
pertumbuhan
sehingga
produktifitasnya
tinggi.Pengendalian
OPT
bertujuan
untuk
menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan hasil dan
penurunan kwalitas produk, serta menjaga kesehatan tanaman dan
kelestarian lingkungan hidup.
-

estimasi produksi
Setelah tanaman umur 1,5 2 tahun, mulai berbunga dan
berbuah. Penen dilakukan pada buah yang memiliki ciri ciri warna
kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau
menjadi kermerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan
gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari
terhitung sejak bunga mekar . Tiap pohon umur 1,5 tahun minimal
bisa menghasilkan buah tiga kilogram dan dapat dipanen 3X dalam
satu tahun dan produksinya bisa terus meningkat, asalkan dirawat
dengan baik . Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan
September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini
berkisar antara 15 20 tahun.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa buah naga
cocok di tanam pada segala jenis lingkungan dengan berbagai musim.
Buah naga ini sebenarnya cocok di berbagai jenis dataran namun yang
paling cocok adalah pada daerah dataran rendah sampai medium.

Namun apabila kita menanam buah naga pada dataran tinggi kita bisa
mensiasati dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan buah naga
seperti air, cahaya yang cukup, suhu dan unsure hara. Karena apabila
kekurangan bahan tersebut buah naga tidak akan bisa tumbuh dengan
baik dan hasil yang diperoleh pun kurang maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, B. 2009. Buku Terlengkap Sukses Bertanam Buah Naga.


Pustaka Mina: Jakarta.
Daniel, Kristanto. 2008. Buah Naga; Pembudidayaan di Pot dan di kebun. Jakarta.
Penebar Swadaya.
Destika, C. 2011. Naga Premium diatas 500 g. Trubus 495.Jakarta
http://www.denidi.com/2009/11/pemupukan-berkala-pada-buah-naga.html

10

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/44954
http://dragononmalang.blog.friendster.com/category/red-dragon-fruit/
Imam, W.2009. Dalam Kepungan Musuh Naga. Trubus 476.Jakarta
Kristanto, D. 2009. Buah Naga: Pembudidayaan di Pot dan di Kebun.
Penebar Swadaya: Jakarta.
Nesia, Ardiyasa. 2010. Naga Kuning Turun Gunung. Trubus 483. Jakarta
Ngadjijo dan Enang , H. 2009. Uji Adaptasi Dan Perlakuan Media Tanam pada
Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus undatus ). Laporan Uji Coba.
PPPPTK Pertanian. Cianjur
Ngadjijo, 2011. Agribisnis Buah Naga. Penerbit Baruna Ilmu Jakarta
Marufah. 2010. Teknik Persilangan Tanaman Buah Naga.
http://marufah.blog.uns.ac.id. Diakses pada 19 Maret 2012.
Warisno, dkk.2010.Buku Pinter Bertanam Buah Naga.Jakarta : PT.Gramedia
Pustaka Utama.