Anda di halaman 1dari 25

Pemeriksaan Psikiatri dan

Pembuatan Status Psikiatri


Pembimbing : dr. Desmiarti Sp.Kj

Definisi KESEHATAN JIWA WHO (2001)


Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang:
Merasa sehat dan bahagia
Mampu menghadapi tantangan hidup
Dapat menerima orang lain sebagaimana adanya
(dapat berempati dan tidak secara apriori bersikap
negatif terhadap orang atau kelompok lain yang berbeda)

Mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan


orang lain
Buku Pedoman Kesehatan Jiwa, Departemen Kesehatan R.I.
Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat
Kesehatan Jiwa Masyarakat, 2003 (hal.5).

Manfaat konsep / kriteria Kesehatan Jiwa


Merupakan hak asasi dari tiap orang baik
dalam usia apapun dan dalam keadaan sehat
atau sakit
Sebagai acuan akhir dari upaya peningkatan
kualitas kehidupan manusia, baik dalam
konteks: kehidupan pribadi, hubungan antar
manusia (pendidikan anak / remaja, guru
murid), antar kelompok / golongan, hubungan
dokter-pasien, bahkan dalam keadaan
menghadapi maut sekalipun

Urutan Hierarkis
cara yang sistematik untuk memastikan
suatu diagnosis gangguan jiwa.
WHO mengelompokkan gangguan-gangguan jiwa
dalam blok-blok tertentu berdasarkan adanya
persamaan deskriptif - baik persamaan dalam
etiologi (mis. etiologi organik/medis atau zat
psikoaktif dalam F0 dan F1), atau persamaan
dalam gejala dasar (mis: gejala psikotik dalam F2
atau gangguan mood dalam F3), dan menaruh
blok-blok itu berdasarkan suatu urutan hierarkis

Pengertian urutan hierarkis adalah : pada


umumnya gangguan-gangguan jiwa
yang secara hierarkis terletak dalam blok
di urutan atas mempunyai lebih banyak
unsur (gejala) dari gangguan jiwa yang
terletak dalam blok di bawahnya

Urutan hierarki secara umum


F0 : Gangguan Mental Organik / Simptomatik
F1 : Gangguan Mental & Perilaku akibat penggunaan Zat Psikoaktif
F2 : Skizofrenia, Gangguan Skizotipal, dan gangguan waham
F3 : Gangguan suasana perasaan
F4 : Gangguan Neurotik, Gangguan somatoform, dan Gangguan terkait
Stress
F5 : Sindrom Perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologik dan
faktor fisik
F6 : Gangguan Kepribadian & Perilaku masa Dewasa
F7 : Retardasi Mental
F8 : Gangguan Perkembangan Psikologis
F9 : Gangguan perilaku dan emosional dengan onset pada masa kanak dan
remaja

Evaluasi Multi aksial


Berguna untuk memahami pasien secara
menyeluruh komprehensif dari segi:
Aksis I: Gangguan jiwa;
Aksis II: Ciri / Gangguan kepribadian;
Aksis III: Kondisi medik / fisik;
Aksis IV: Problem psiko-sosial dan lingkungan
Aksis V : Fungsinya sebagai makluk psikososial
secara menyeluruh (GAF-Global
Assessment of functioning)

Empat urutan dasar untuk memastikan


suatu gangguan jiwa
1. O (Observasi): observasi secara deskriptif
fenomenologis dari gejala atau keluhan pasien
2. I (Interview): Interview (dengan berempati untuk
membina rapport) termasuk observasi yang
sensitif dan mendengar aktif dilakukan secara
interaktif
3. A (Assessment): simpulkan semua data yang
ada untuk evaluasi multi aksial
4. D (Diagnosis): dijabarkan secara Multi Aksial

Pemeriksaan Psikiatrik
I. Wawancara Psikiatri
II. Riwayat Psikiatrik
III. Pemeriksaan Status Mental

I. WAWANCARA PSIKIATRIK
Tujuan
1. Mengenal faktor-faktor
genetik-biologik-fisik-medik
temperamen psikologik perkembangan
pendidikan
sosial- budaya yang mempengaruhi pasien dan
penyakitnya

2. Menentukan evaluasi ( multiaksial ) yang tepat

Caranya
Terapis harus menunjukkan : keprihatinan,
respek, empati dan kompetensi
Agar terbina RAPPORT & KEPERCAYAAN,
Supaya pasien dapat berbicara jujur,
terbuka dan intim / pribadi

Terapis harus :
trampil, menguasai tehnik wawancara
dan bersifat fleksibel,
agar
Pasien dapat mendeskripsikan :
gejala gejala , sehingga dapat dikumpulkan
menjadi
sindrom , dan dirumuskan menjadi
diagnosis (evaluasi multi aksial)

JENIS DAN TEKNIK WAWANCARA


Bersifat :
Umum,
maupun
Spesifik ( mis. mendalami tiap aspek dari
evaluasi multiaksial,
atau psikodinamik dari suatu psikopatologi

Syarat penting untuk wawancara


Menjadi pendengar aktif dan bersifat fleksibel
sewaktu mencari data-data tentang pasien
Mampu berempati dengan kondisi dan
perasaan pasien
Tidak didorong oleh suatu keharusan untuk
mendapat riwayat penyakit atau status mental
secara berurutan
Dapat mendeteksi tema yang tidak disadari
oleh pasien atau mendeteksi hal yang tersirat
dari pembicaraan pasien

II. Riwayat Psikiatrik


Adalah catatan ttg. riwayat penyakit,
gangguan jiwa dan riwayat hidup pasien,
untuk mengerti:
Siapa, dari mana, & kira-kira kemana pasien
akan selanjutnya
Diceritakan oleh pasien dari sudut pandang
pasien sendiri
( Catatan: kadang-kadang perlu keterangan
tambahan dari sumber lain: orang tua /
pasangan - alloanamsesis)

Hal-hal yang ditelusuri :


Data konkrit tentang kronologi gejala/
gangguan
Riwayat gangguan psikiatrik dan gangguan
medik
Ciri-ciri kepribadian termasuk kekuatan dan
kelemahan pasien
Hubungan pasien dengan orang-orang yang
dekat dirinya di masa sekarang dan lampau
Riwayat perkembangan pasien

Garis besar riwayat psikiatrik:


Data pribadi
II. Keluhan utama
III. Riwayat gangguan sekarang:
1. Onset
2. Faktor presipitasi
IV. Penyakit / gangguan sebelumnya
1. Psikiatrik
2. Medik
3. Penggunaan zat

Riwayat hidup
A. prenatal & perinatal
B. masa kanak awal ( sp 3 tahun)
C. masa kanak pertengahan ( 3 11 th )
D. masa kanak akhir, pubertas sp. akir masa
remaja
E. masa dewasa:
F. Riwayat psikoseksual
G. Riwayat keluarga
H. Impian, fantasi, dan nilai-nilai

III. Pemeriksaan status mental


Adalah kesimpulan menyeluruh yang
mendeskripsikan hasil observasi dan kesan
dari pasien selama wawancara
Status mental pasien dapat berubah dengan
waktu
Status mental =
deskripsi: penampilan }
pembicaraan }
perilaku
}
pikiran
} pasien
selama wawancara

I. Deskripsi umum
A. Penampilan
B. Perilaku dan aktivitas psikomotor
C. Sikap terhadap pemeriksa
II. Mood dan afek
A. Mood
B. Afek
C. Keserasian afek
III. Ciri pembicaraan
IV. Persepsi
V. Isi pikiran dan arah pikiran ( mental trends )
A. Proses / bentuk pikiran
B. Isi pikiran

VI.
VII.
VIII.
IX.

Kesadaran dan kognisi


Pengendalian impuls
Daya nilai dan tilikan
Taraf dapat dipercaya

LAPORAN PSIKIATRIK
Disusun sesudah mendapat:
- Riwayat psikiatrik
- Pemeriksaan status mental
yang komprehensif,
yang dilanjutkan dengan:
- Pemeriksaan diagnostik lebih
lanjut

DIAGNOSIS
Evaluasi multiaksial
Aksis I : - Gangguan jiwa
- Kondisi lain yang mungkin
menjadi pusat perhatian klinis
II : - Gangguan / ciri kepribadian
- Retardasi mental
III : - Kondisi fisik / penyakit medik umum
IV : - Problem psikososial / lingkungan
V : - GAF ( Global Assessment of
Functioning )

PROGNOSIS
Adalah suatu pendapat tentang perjalanan
segera dan masa depan selanjutnya,
seberapa luas, and hasil akhir dari
gangguannya
Sebutkan juga faktor-faktor yang secara
baik ( positif ) dan secara buruk (negatif )
mempengaruhi prognosis

RENCANA TERAPI
Perlu tidaknya terapi psikiatrik, bila ya:
Problem / gejala apa yang dituju
Jenis / kombinasi terapi
Lama dan frekuensi terapi
Jenis psikoterapi
Tujuan spesifik terapi
Perlu / tidaknya perawatan
Bila tidak terlaksanya terapi akan mengakibatkan
dampak buruk, tapi pasien atau keluarga menolak
rekomendasi terapi, maka pasien atau walinya perlu
menandatangani pernyataan bahwa rekomendasi
terapi ditolak