Anda di halaman 1dari 24

Pleno skenario 5

A05
Ismail saleh tarigan
Ika purnama
Sandi aulia abadi
Gilang wirdiyatama putra
Weni desmila
Cut nabilla
Ranti putri ayu
Khaziatunnur
Muhammad iqbal

seorang bayi dibawa oleh keluarganya


K EN Ayang
PA Bberusia
AY I S AYA
TISaat
D A Kdokter
M A Umelihat
6 hari.
M IN Ubayi
M Atersebut
S I,D O Ktampak
?
terbaring lemas
dan kaku pada rahangnya sehingga
bayi tersebut sulit untuk membuka
mulutnya dan mulut mencucu seperti
mulut ikan. Demam dialami sudah 2
hari ini dan bayi tersebut tidak mau
minum ASI ibunya lagi. Ayah bayi
tersebut bertanya apa yang sedang
terjadi pada bayinya. Terlihat pada
pusar bayi terbungkus daun yang berisi
ramu-ramuan. Saat diletakkan di
tempat tidur untuk diperiksa bayi
tersebut tampak tegang seluruh tubuh
termasuk kedua tangan dan kaki dan
kaku dan biru.

I.Identifi
kasiistilah
1. ASI (Air Susu Ibu):

merupakan nutrisi
bagi bayi sampai
umur 6 bulan.
Setiap tetes ASI
mengandung + 1 juta
sel darah putih
(leukosit) yang
membasmi kuman dan
melindungi dari
berbagai penyakit
infeksi

2. Mulut mencucu: mulut bayi yang


susah dibuka(lock jaw),akibat
kekakuan musculus massater.

II.Identifi
kasikonsep

Tetanus
Neonatorum

III.Identifi
kasim asalah
1. Apa sebenarnya terjadi pada bayi tersebut?
2. Apa definisi,etiologi,epidemiologi,patofisiologi,diagnosis,
3. diagnosis banding,prognosis dari tetanus neonatorum?
4. bagaimana penatalaksanaan awal dan rujukan kasus
5.
6.
7.
8.
9.

tersebut?
gejala klinis dan faktor resiko dari tetanus neonatorum?
komplikasi pada tetanus neonatorum?
apa fungsi ASI pada bayi?
pencegahan tetanus neonatorum?
bagaimana clostridium tetani dapat menyebabkan
demam dan sianosis pada bayi?

IV.Analisa m asalah
1) Dari gejala-gejala yang dipaparkan di skenario

bayi mengalami tetanus neonatorum


2)
) Definisi :

Tetanus neonatorum adalah penyakit infeksi


yang terjadi melalui luka irisan pada tali pusat
bayi,pada waktu persalinan akibat masuknya
spora clostridium tetani yang berasal dari alatalat persalinan yang tidak steril dan perawatan
tali pusat yang salah(menggunakan ramuan).

Etiologi:

TN disebabkan oleh clostridium


tetani,bakteri gram
(+),berbentuk batang (2-5 x
0.4-0.5 mm) yang hidup
anaerob dan membentuk spora.
spora ini mampu bertahan
hidup dalam pemanasan
(100derjat),autoklaf(120derjat)
antiseptik,dan di jaringan tubuh
dan dapat mengahasilkaan
eksositosin yang bersifat
neurotoksik. Toksin ini
(tetanospsmin) dapat
menyebabkan kejang pada otot

Epidemiologi:
TN membawa kematian pada bayi sampai 70-

90%
TN secara khas berkembang dalam minggu
pertama atau kedua kehidupan bayi(peyakit
hari ke tujuh)
Hasil survey WHO di 15 negara di Asia,timur
tengah,dan Afrika tahun 1928-1982 penyakit
TN banyak dijumpai di pedesaan negara
berkembang termasuk indonesia yang memiliki
angka kematian neonatal akibat TN 51%.
TN sering dijumpai pada BBLR(nelson,1992)

Patof s
iiologi
clostridium tetani
spora
Vegetatif(dalam suasana anaerob)
Tetanolisin tetanospasmin
Hemolisis

bekerja pada ujung saraf otot dan SSP

menyebabkan spasme otot dan kejang

D iagnosis
a. Gejala klinik:
Kejang tetani,trismus,dysphagia,risus

sardonicus
b. Adanya luka yang mendahului
c. Riwayat persalinan

D iagnosis banding
penyakit

Gambaran diferensial

INFEKSI
1. meningoensefalitis

Demam,trismus (-),sensorium
depresi,abnormal CSF

2. polio

Trismus (-),paralisis tipe


flaccid,abnormal CSF

3. Rabies

Gigitan
binatang,trismus(-),hanya
oropharingeal spasme.

4. Lesi oropharyngeal

Rigiditas seluruh tubuh,spasme


tidak ada

5. peritonitis

trismus. Atau spasme seluruh


tubuh tidak ada.

prognosis
Prognosis tetanus neonatal buruk

apabila:
1. Umur bayi < 7 hari
2. Masa inkubasi kurang dari 7 hari.
3. Dijumpai muscular spasme.
4. Luasnya keterlibatan otot yang
mengalami kejang sebagai tanda
bahwa toxin sudah masuk ke
jaringan atau SSP

3). Penatalaksanaan:
umum :merawat dan membersihkan luka,diet cukup kalori

dan protein,isolasi untuk menghindari rangsangan


luar,diberikan oksigen,pernafasan buatan,trachostomi,dan
mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
Obat-obatan:
ANTIBIOTIK: penicilin,50.000 unit/kg BB /12 jam IM
ANTITOKSIN: TIG (human tetanus
imunoglobulin),3000-6000 unit,satu kali,IM
Tetanus toxoid (TT): IM
ANTIKONVULSAN : diazepam 0,5-1,0 mg/kg BB /4jam
,IM,

4).G ejala klinis dan faktor resiko TN

gejala klinis:
1. Demam
2. Bayi tidak mau menyusu
3. Mulut mencucu
4. Sesak nafas
5. Kaku pada punduk,dinding abdomen
6. Kejang

Faktor resiko:
1. Pencemaran lingkungan fisik dan bilogis.
Lingkungan dengan sanitasi yang buruk akan
menyebabkan perkembangan clostridium tetani
meningkat.
2. Alat pemotong tali pusat tidak steril.
3. Cara perawatan tali pusat yang salah.
4. Kebersihan tempat layanan kesehatan.
5. Kekebalan tubuh ibu hamil.
6. Terkontaminasi dari kotoran hewan dengan
clostridium tetani.

5).Kom plikasipada TN

spasme otot faring

terkumpulnya

saliva dimulut

pneumonia aspirasi
Laringo spasme: menyebabkan gangguan
ventilasi(penyabab utama TN)
Fraktur tulang punggung: kontraksi otot
berlebih,karena pembentukan dan pemadatan
tulang belum sempurna.

6).FungsiASIpada bayi

Sebagai nutrisi utama pada bayi


Sebagai sistem imunitas bayi
Laktoferin : untuk menghambat pertumbuhan

bakteri
Faktor lufidus : mendorong multifikasi
laktobasilus bifidus(bakteri non patogen)
Memperlancar sistem pencernaan
Meningkatkan jalinan antara ibu dan anak

7).Pencegahan TN
menggunakan alat yang steril saat

pemotongan tali pusat


tempat persalinan yang steril
menjaga kebersihan lingkungan
praktir 3 bersih: bersih tangan,alat,alas
tempat tidur ibu.
imunisasi tt pada ibu hamil: minimal 2
kali(dosis 0,5 cc im/subkutan,dan diberikan
sebelum kehamilan 8 bulan.)
tt 1: sejak di ketahui positif hamil
jarak tt1 dan tt2 minimal 4 minggu

8).TN dapatm enyebabkan dem am dan sianosis

Demam:

ketika bayi terpapar toxin tetani,terjadi imunitas non


spesifik dengan makrofag mengeluarkan IL1 datang
menangkap patogen mengeluarkan pirogen endogen
Dibawa ke hipotalamus dan mempengaruhi
termoregulator dan meningkatkan suhu tubuh sehingga
meningkatkan metabolisme tubuh membunuh bakteri
C.tetani.
Sianosis:
apabila terjadi kejang,mengakibatkan kekakuan dinding
thorax,dan sering terjadi keterbatasan pergerakan rongga
dada sehingga menggangu ventilasi dan mengakibatkan
pasokan oksigen sedikit sampai ke jaringan sehingga
terakumulasi karbon dioksida di jaringan.

V. STR U K TU R ISA SI
DEFINISI DAN
ETIOLOGI

TETANUS
NEONATORUM

PATOFISIOLOG
I
DIAGNOSIS
DAN
DIAGNOSIS
BANDING

PROGNOSIS
DAN
EPIDEMIOLOG
I
KOMPLIKASI
DAN
TATALAKSANA

V I. LEA R N IN G O B JECTIV E
1.Terapi obat untuk tetanus neonatorum?
I. Antibiotik
II. Metronidazol loading dosis 15 mg/BB IV dilanjukkan 30 mg/kgBB selama 710 hari
fungsi: antibiotik ini bertujuan untuk membunuh bentuk vegetatif C.tetani
bukan untuk toxin yang dihasilkannya.
II. Antitoksin
digunakan TIG (human tetanus imunoglobulin) dosis 3000-6000 unit,1 kali
pemberian,IM,IV(-) karena mengandung anti complementary aggregates of
globulin,yang dapat mencentus reaksi alergi yang serius.
III. Tetanus toksoid
dilakukan bersama dengan pemberian antitoksin tapi dengan alat suntik
yang Jenis
berbeda
dan sisi yangdosis
berbeda,dosis 0.5ccEfek
IM atau
subkutan.
obat
samping
IV. Antikonvulsan

diazepam

0,5-1,0
mg/kgBB/4jam
IM

Stupor,koma

meprobamat

300400mg/4jam IM

TIDAK ADA

klorpromasin

25-75mg/4jam
IM

Hipotensi

fenobarbital

50-100mg/4jam Depresi

2.Bagaimana hubungan tali pusat


keadaan bayi?

dengan

Jadi, Colistridium Tetani ini akan masuk


melalui luka. Pada bayi di skenario luka
berada pada tali pusat akibat dari
pemotongan tali pusat. Faktor
penyebab masuknya Colistridium
Tetani bisa karena pemotongan tali
pusat menggunakan alat yang tidak
steril dan cara merawat tali pusat yang
tidak steril degngan menggunakan
ramuan-ramuan.

V II. SIN TESIS


1. Bayi mengalami tetanus

neonatorum karena infeksi pada


tali pusat.
2. Pencegahan tetanus neonatorum
adalah dengan menjaga kebersihan
3B,saat persalinan dan perawatan
tali pusat
3. Prognosis yang baik dapat dicapai
dengan penatalaksanaan yang
tepat.