Anda di halaman 1dari 12

Tugas Kelompok

Rangkuman Materi Kuliah


Teori Akuntansi
Bab I Introduction
Buku Financial Accounting Theory Ed.7, William Scott

Oleh Kelompok 6 :
Achmad Zulfikar F (F1314124)
Andreas Martin (F1314129)
Rizkiati Wahyu Utami (F1314160)
AdityaKurniawan Wicaksono (F1314167)
Jurusan S 1 Akuntansi Transfer Star BPKP

Program Studi Akuntansi Transfer


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2016

Pokok Pembahasan:
1.1. Tujuan Buku
1.2. Perspektif Sejarah Akuntansi
1.3. 2007-2008 Market Meltdowns
1.4. Kontrak Efisien
1.5. Catatan Perilaku Etis
1.6. Standar Akuntansi Rules-Based VS Principles-Based
1.7. Kompleksitas Informasi Akuntansi Keuangan dan Pelaporan
1.8. Peran Riset Akuntansi
1.9. Pentingnya Asimetri Informasi
1.10. Permasalahan Fundamental dalamTeori Akuntansi
1.11. Regulasi sebagai Sebuah Reaksi terhadap Permasalahan Fundamental
1.12. Pengorganisasian Buku
1.13. Relevansi Teori Akuntansi Keuangan terhadap Praktik Akuntansi

1.1. Tujuan Penulisan Buku

Pada kondisi ideal, Akuntansi dapat menunjukkan arus kas dan probabilitas suatu
perusahaan, akan tetapi pada kenyataannya terdapat suatu kejadian yang disebut
dengan asimetri informasi, yaitu suatu kondisi dimana ada satu pihak memiliki
informasi yang lebih baik dari pada pihak yang lain. Dalam konteks perusahaan,
manajer memiliki informasi yang lebih baik tentang kondisi perusahaan
dibandingkan dengan investor yang tidak terlibat dalam manajemen. Asymmetric
information akan memunculkan masalah salah pilih (adverse selection) karena
investor tidak mengetahui dengan pasti mana perusahaan baik dan mana yang
buruk. Manajer suatu perusahaan biasanya menyembunyikan beberapa informasi
yang sensitif perusahaan agar kinerjanya dianggap baik. Karena ada perbedaan
tersebut maka diperlukan standar akuntansi.

1.2. Beberapa Perspektif Sejarah


Akuntansi memiliki sejarah yang panjang diantaranya :
Pada tahun 1494
Deksripsi seutuhnya mengenai sistem double entry bookkeeping muncul pada tahun 1494,
dikemukakan oleh Luca Pacioli, seorang cendikia matematika sekaligus rohaniwan
berkebangsaan Italia. Paciolo bukanlah yang menemukan sistem ini, sebab hal ini telah
berkembang dalam periode yang lama, misalnya pengumpulan piutang. Kedua sisi transaksi

mudah dilihat, sejak kas dan piutang memiliki keberadaan fisik dan legal, dan jumlah kas yang
meningkat setara dengan penurunan piutang. Pencatatan jenis transaksi yang lain, seperti sale of
goods,dan biaya-biaya, memerlukan waktu lebih lama untuk berkembang. Dalam kasus
penjualan, jelas bahwa kas atau piutang meningkat, dan barang yang terdapat di tangan
berkurang. Namun, bagaimana dengan perbedaan antara harga jual dan biaya barang yang dijual?
Tidak terdapat bentuk fisik atau legal atas profit pada penjualan. Pada sistem double entry, demi
mengatasi masalah ini diperlukan konsep abstrak atas income dan modal. Pada masa Paciolo,
sebuah sistem double entry yang lengkap serupa dengan yang saat ini sedang digunakan. Sistem
Paciolo tersebut disebut Metode Venice, dan seringkali menggunakan teks matematis.
Sesudah 1494
Sistem double entry tersebar di seluruh Eropa, dan pekerjaan Paciolo diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris pada tahun 1543. Di negara Inggrislah, sebagian dari perkembanganperkembangan akuntansi yang penting terjadi. Di awal abad ke-18, konsep joint stock company
penggabungan modal usaha- telah berkembang di Inggris untuk menegaskan eksistensi
permanen, kewajiban pemegang saham yang terbatas, dan kemampuan mentransfer saham yang
pada perkembangannya menciptakan pasar di mana saham dapat dibeli dan dijual. Tentu saja
investor memerlukan informasi keuangan mengenai perusahaan yang sedang bertransaksi dengan
mereka. Jadi, akuntansi keuangan diawali dengan transisi yang panjang, dari sebuah sistem yang
di mana pedagang dapat mengatur sendiri pengoperasiannya, sampai kepada sistem untuk
memberi informasi pada investor siapa saja yang tidak terlibat dalam operasi perusahaan dari
hari ke hari.
Sebagai perhatian, Pada tahun 1844, Companies Act Undang-undang Perusahaan- dibuat. Di
dalam undang-undang inilah konsep neraca yang telah diaudit untuk pemegang saham pertama
kali muncul, meskipun syarat tersebut tidak dijalankan hingga awal tahun 1900-an. Selama itu,
pembagian informasi dikembangkan, namun tidak terlalu efektif akibat kurangnya prinsipprinsip akuntansi. Contoh yang menggambarkan hal ini adalah terjadinya kontroversi mengenai
apakah amortisasi atas asset modal harus dikurangi untuk dalam penentuan pendapatan bagi para
dividen.
Abad 20
Perkembangan akuntansi berpindah ke United States, yang sedang mengalami pertumbuhan
ekonomi yang cepat. Pemasukan pajak kemudian diperkenalkan pada tahun 1909, yang pada

akhirnya berpengaruh pada para manajer bisnis untuk menerima amortisasi sebagai pengurangan
pendapatan. Great depression yang terjadi pada tahun 1929 sebagai akibat kehancuran pasar
saham membawa perubahan penting pada US, termasuk pendirian Securities and Exchange
Commission (SEC) oleh Securities Act pada tahun 1934 dengan focus melindungi investor
dengan cara disclosure pengungkapan
Runtuhnya Wall Street 1929, juga dikenal dengan sebutan Keruntuhan 29, atau, dalam bahasa
Inggris, The Wall Street Crash of 1929 adalah peristiwa jatuhnya bursa saham di Amerika Serikat,
yang menandai dimulainya sebuah era yang disebut Depresi Besar. Keruntuhan ini merupakan
salah satu peristiwa kehancuran bursa yang paling besar dalam sejarah Amerika.
Peristiwa kehancuran bursa tersebut juga dikenal dalam beberapa tahapan yang dikenal dengan
julukan Black Thursday (Kamis Hitam) yang merupakan awal terjadinya keruntuhan pada bursa
dan Black Tuesday (Selasa Hitam) yaitu saat kehancuran terjadi yang membuat panik hingga lima
hari setelahnya.

1.3 The 2007-2008 Market Meltdowns


Meskipun regulasi dan standar baru tersebut, Special Purpose Entities (SPE) masih banyak
digunakan, terutama oleh institusi finansial, yang mereka sering sebut sebagai Structured
Investment Vehicle (SIV).
Kendaraan ini mereka dibuat oleh pemberi pinjaman seperti bank, perusahaan mortgage, dan
institusi finansial lainnya unuk mengamankan holding atas mortgage, credit card balances, auto
loans, dan aset finansial lainnya. SIV kemudian mengumpulkannya menjadi asset-backed
securities (ABS). ABS kemudian disekuritaskan sebagai collaterallized debt obligation (CDOs).
Untuk membiayai aset yang dibeli oleh sponsor,SIV meminjam uang dengan menerbitkan assetbacked commercial paper (ABCP).
Pembiayaan dengan ABSs dengan uang pinjaman adalah strategi yang berisiko. SIV kemudian
mengurangi risiko nya dengan membeli credit default swaps (CDS).
Mulai tahun 2007, struktur seperti mulai hancur. Asset-backed securities kurang transparan. Hal
ini kemudian menimbulkan kecurigaan pasar yang menimbulkan penurunan yang lebih jauh
terhadap nilai pasar. Penurunan yang didaarkan kepada sedikitnya pembelian saham oleh
investor ini disebut sebagai liquidity risk. Semakin banyak kecurigaan terhadap nilai sekuritas
adalah dengan menurunkan harga penawaran, atau tidakmembeli sama sekali.

Penjualan CDOs dan CDSs dan CDOs sintetis menjadi atu bagian yang disebut Shadow Banking
System. Singkatnya, risiko counerparty adalah hal utama yang menyebabkan hancurnya pasar
ABS. Citigroup mengembalikan $147,4 milyar aset kepada sponsor SUVnya.
Buyback dari para SUV tadi memberkan konsekuensi bahwa pembayaran tersebut memperlemah
sulvensi peruahaan dan pengetahuan mengenai aset beracun.
Musibah ini menimbulkan kritik keras terhadap akuntansi nilai wajar
IASB dan FASB membutuhkan pekerjaan ulang untuk fair-value accounting standard, dan juga
standar derekognisi, konsolidasi, dan pengakuan pendapatan yang beberapa akan dibahas pada
chapter 7.
Berdasarkan pemaparan di atas, terdapat 4 poin penting.
1. Pelaporan keuangan harus transparan, sehingga investor dapat melihat dengan jelas nilai aset
dan liabilitas
2. akuntansi nilai wajar dapat menggantikan value-in-use ketika market collapse karena nilai
likuiditas yang menimbulkan penrunan terahadap kepercayaan diri investor.
3. Kegiatan off-balance sheet harus diungkapkan seluruhnya, meskipun tidak dikonsolidasikan
4. karena standar akuntansi adalah satu peraangka regulasi,perubahan yang substansil terhadap
standar yang ada, termasuk pengungkapan terhadap kompensasi manajer, telah terjadi.
1.4 Efficient Contracting
Kritik tajam terhadap penerapan akuntansi berdasarkan fair value salah satunya muncul dari
pengguna paham efficient contracting. Efficient contracting berpendapat bahwa kontrak
perusahaan menjadi dasar kebutuhan informasi akuntansi. Laporan keuangan menimbulkan
kepercayaan. Kebutuhan yang utama, lain dengan akuntansi nilai sekarang, adalah reliabilitas.
Perbedaan utama yang kedua adalah terkait dengan konservatisme pada pelaporan keuangan.
Berdasarkan konservatisme, kerugian yang belum terealisasi diakui pada saat itu juga, sedangkan
keuntungan tidak diakui sampai dengan terealisasi.
Dalam buku ini, kedua paham yaitu kebergunaan untuk pengambilan keputusan dan efficient
contracting sama-sama memiliki nilai penting. Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada section
1.10.
1.5 Catatan Perilaku Etis

Jatuhnya Enron dan World Com membuat kepercayaan masyarakat juga ikut jatuh. Hal ini
memicu pertanyaan mengenai bagaimana menghilangkan dan menjaga kepercayaan public
terhadap laporan keuangan. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan regulasi atau peraturan
termsuk standard akuntansi yang baru. Namun bagimanapun, perilaku etis akuntan dan auditor
juga sangat dibutuhkan karena beberapa kasus banyak melibatkan mereka.
Dengan perilaku etis, diharapkan akuntan dan auditor melakukan hal yang benar. Dalam konteks
ini, akuntan dan auditor diharapkan bertindak dengan integritas dan bebas serta menjadikan
kepentingan publik di atas kepentingan pegawai maupun klien. Buku ini mengasumsikan adanya
pengungkapan penuh, pernyataan keuangan yang bermanfaat, perilaku kooperatif dan bereputasi.
1.6 Standar Akuntansi Rules-Based VS Principles-Based
Standar akuntansi Rules-Based mencoba untuk memberikan aturan detail atau rinci mengenai
bagaimana menghitung. Sebagai alternatif, standar akuntansi juga memberikan dasar-dasar
umum saja dan selanjutnya bergantung pada keputusan auditor professional untuk meyakinkan
bahwa penerapan standard tidak salah.
Saat ini, dunia bergerak menuju standar Principles-Based. Namun, pada kenyataannya meskipun
kerangka kerja konseptual telah disusun dengan kuat, standar tersebut akan menghadapi tekanan
dari manajer dan bahkan pemerintah untuk menyusun pelaporan keuangan dengan keinginan
mereka. Untuk menghindari tekanan tersebut, auditor dan akuntan harus mengadopsi pandangan
jangka panjang dari tanggung jawab mereka.
1.7 Kompleksitas Informasi Akuntansi Keuangan dan Pelaporan
Lingkungan akuntansi bersifat sangat kompleks dan menantang. Kompleksitas dalam lingkungan
akuntansi disebabkan karena produk akuntansi adalah informasi yang merupakan komoditas kuat
dan penting. Alasan utama kompleksitas ini adalah karena tidak adanya konsep akuntansi yang
sempurna dan standar. Akibatnya, individu tidak akan memiliki reaksi yang sama meskipun
informasi yang diperoleh sama. Misalnya, setiap investor memiliki pertimbangan dalam
melakukan investasi. Ada investor yang lebih memilih penilaian asset dan kewajiban berdasar
value-in-use dengan alas an akan membantu untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa
depan. Investor lain mungkin lebih suka akuntansi nilai wajar dengan pertimbangan mewakili
pelayanan manager. Lainnya mungkin kurang setuju terhadap segala bentuk akuntansi nilai

sekarang karena dianggap tidak dapat diandalkan atau hanya karena telah terbiasa menggunakan
informasi biaya historis.
Alasan lain kompleksitas informasi adalah karena informasi akuntansi lebih dari
mempengaruhi keputusan individu. Informasi akuntansi selain mempengaruhi keputusan, juga
akan mempengaruhi kinerja pasar seperti pasar sekuritas dan pasar tenaga kerja manajerial. Hal
ini merupakan hal penting untuk efisiensi dan keadilan ekonomi sehingga pasar bekerja dengan
baik.
Tantangan bagi para akuntan keuangan adalah untuk bertahan dan berkembang dalam lingkungan
yang kompleks, ditandai dengan preferensi yang bertentangan dari kelompok berbeda yang
berbeda dengan pelaporan keuangan. Buku ini berpendapat bahwa prospek bertahan hidup dan
kemakmuran akan meningkat jika akuntan memiliki kesadaran kritis mengenai dampak
pelaporan keuangan pada investor, manajer, dan ekonomi.
1.8 Peran Riset Akuntansi
Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk melihat peranan penelitian akuntansi,yaitu:
Melihat pengaruh penelitian terhadap praktek akuntansi
Misalnya, Esensi dari Pendekatan Keputusan Manfaat berdasarkan kerangka konseptual adalah
untuk membantu investor memperoleh informasi dalam membuat keputusan investasi yang baik
dan tepat.
Meningkatkan pemahaman atas lingkungan akuntansi
Sebagai contoh, penelitian yang fundamental menjadi model dari pemecahan konflik. Dalam
memahami model teori agency, kita memperoleh peningkatan pemahaman mengenai
kepentingan manajer dalam pelaporan keuangan, serta peranan perencanaan kompensasi
eksekutif dalam memotivasi dan mengendalikan operasi manajemen perusahaan, selain itu juga
mengenai cara menggunakan informasi akuntansi.
Hal ini mengarahkan kepada peningkatan pemahaman tentang kepentingan mnajaer dalam
pemilihan kebijakan akuntansi dan mengapa mereka ingin membiaskan atau memanipulasi
laporan net income, atau, setidaknya untuk memiliki kemampuan mengatur bottom-line.
Penelitian seperti ini memungkinkan kita untuk memahami batas-batas peranan manajemen yang
sah dalam laporan keuangan, dan mengapa akuntan seringkali terjebak di antara kepentingan
investor dan kepentingan manajer.
1.9 Pentingnya Asimetri Informasi

Akuntansi berperan mengurangi asimetri informasi.Terdapat dua macam asimetri informasi,


yaitu :
Adverse selection, yaitu suatu kondisi dimana terdapat beberapa orang, seperti manajer dan
orang-orang dalam lainnya, yang mempunyai lebih banyak informasi yang menguntungkan
dibandingkan investor pihak luar. Pada kasus ini, manajer dapat bertindak oportunis dengan
membuat bias informasi keuangan yang dirilis kepada investor lainnya dengan menunda atau
merilis informasi secara selektif di awal untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. Taktik ini dapat
mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh investor biasa.
Moral hazard, terjadi ketika ada satu pihak dalam sebuah hubungan kontraktual melakukan
tindakan yang tidak diketahui oleh pihak lainnya. Misalnya, manajer melakukan tindakan di luar
pengetahuan pemegang saham yang melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma
mungkin tidak layak dilakukan
1.10 Permasalahan Fundamental dalam Teori Akuntansi
Karena ketiadaan konsep akuntansi yang sempurna, ternyata pengukuran yang paling berguna
dari net income yaitu untuk menginformasikan investor untuk mengendalikan adverse
selection- tidak sama dengan pengukuran terbaik untuk mengukur dan memotivasi manager
sebagai pelayan untuk mengendalikan moral hazard. Kepentingan manajer terbaik disajikan
oleh informasi yang memiliki korelasi tinggi dengan usaha mereka dalam menjalankan
perusahaan. Tetapi informasi yang relevan untuk investor, seperti nilai pasar dari asset dan
kewajiban, mungkin akan mudah berubah dan berdampak pada net income yang dilaporkan. Dan
juga terhadap tingkat dimana nilai pasar reliable tidak tersedia, informasi yang berorientasi pada
nilai mungkin menjadi lebih bias dan dapat dimanipulasi dibandingkan informasi yang
berdasarkan historical cost. Akibat dari kedua hal tersebut mengurangi korelasi usaha manajer.
Masalah fundamental dalam teori akuntansi adalah bagaimana mendesain dan
mengimplementasikan konsep dan standard yang mengkombinasikan penginformasian investor
dan peran evaluasi kinerja manajer sebagai informasi akuntansi. Beberapa kebijakan
membutuhkan trade off di antara kedua peran ini. Kepentingan investor terbaik disajikan oleh
informasi yang menyajikan tradeoff yang berguna antara relevansi dan reliabilitas, dimana
informasi yang relevan adalah informasi yang memungkinkan investor untuk menilai prospek

ekonomi perusahaan di masa yang akan datang, dan informasi yang reliable adalah informasi
yang tepat dan bebas dari bias atau manipulasi manajer lainnya.
1.12 The organization of This Book
Pada bab 1 ini menjelaskan apa yang menjadi garis besar outline dalam teori akuntansi keuangan
pada buku ini. Terdapat empat komponen dasar yang akan dibahas pada buku ini.
1.12.1 Kondisi Ideal
Menurut Scott (2006) yang dimaksud kondisi ideal adalah suatu perekonomian yang dicirikan
oleh pasar sempurna dan lengkap, atau tidak adanya asimetri informasi dan halangan-halangan
lainnya bagi operasi pasar yang wajar dan efisien. Kondisi tersebut juga disebut first-best.
Selain itu, penilaian aset dan kewajiban berdasar nilai tunai/sekarang harapan arus kas yang akan
datang. Arbitrasi memastikan bahwa nilai-nilai tunai dan nilai-nilai pasar sama. Laporan
keuangan sangat relevan dan reliabel, serta investor-investor dan manajer-manajer tidak ruangan
untuk tidak sepakat atas pilihan kebijakan akuntansi, dan tidak ada dorongan-dorongan untuk
meminta regulasi. Akuntansi berbasis nilai tunai atau nilai pasar adalah contoh-contoh yang lebih
umum konsep akuntansi nilai wajar (fair value), yang didefinisi sebagai jumlah dalam mana
pihak-pihak akan mau membeli dan menjual harta dan kewajiban secara bebas tanpa campur
tangan pihak ketiga (arms-length transaction).
Dalam praktik, kondisi ideal tidak ada/tidak berlaku. Namun begitu, kondisi ideal memberi
sebuah patok-duga dalam mana kondisi yang lebih realistis, kondisi akuntansi second-best,
dapat diperbandingkan. Studi akuntansi dalam kondisi ideal adalah berguna, karena dapat
membantu untuk melihat apakah masalah-masalah real dan seperti apakah tantangan-tantangan
akuntansi nilai wajar bila kondisi-kondisi ideal yang diperlukan tidak terpenuhi.
1.12.2 Pemilihan yang sulit
Kotak tiga atas menggambarkan komponen kedua dari rerangka kerja. Ini mengenalkan masalah
adverse selection, yakni masalah komunikasi dari perusahaan kepada investor-investor luar. Di
sini, peranan akuntansi memberi sebuah level playing field melalui disklosur penuh informasi
yang relevan, reliabel, tepat-waktu dan cost-effective kepada investor-investor dan penggunapengguna laporan keuangan lainnya.
Untuk memahami bagaimana akuntansi keuangan dapat membantu mengendalikan masalah
adverse selection, maka penting untuk mengetahui bagaimana investor-investor membuat
keputusan. Pendekatan yang digunakan dalam buku ini adalah dengan anggapan bahwa

kebanyakan investor adalah rasional, yaitu, mereka membuat keputusan sedemikian rupa untuk
memaksimumkan utilitas/kepuasan harapan mereka, dari kekayaan.
Pelaporan informasi yang berguna bagi investor-investor rasional disebut decision usefullness
approach
1.12.3 Moral Hazard
Kotak tiga di bawah dalam Gambar diatas menggambarkan komponen ketiga buku ini. Di sini
masalah asimetri informasi adalah moral hazard, yang timbul dari upaya manajer yang tak
teramati di dalam menjalankan perusahaan. Peranan akuntansi adalah untuk memberi sebuah
ukuran kinerja untuk melaporkan hasil-hasil upaya manajer. bagaimanakah moral hazard
menarik perhatian manajer akan kebijakan akuntansi, dengan menguraikan masalah konsekuensikonsekuensi ekonomis. Konsekuensi ekonomis mempunyai arti bahwa kebijakan-kebijakan
akuntansi adalah berarti (matter). Masalah-masalah moral hazard bisa dikendalikan, tetapi tidak
dapat dihilangkan. Hal ini karena pengenaan kontrak adalah mahal. Terutama, kontrak-kontrak
tersebut membebankan risiko pada manajer-manajer. Sebagai contoh, para manajer tidak dapat
sepenuhnya mengendalikan kinerja perusahaan dikarenakan kejadian seperti pemogokan kerja,
perubahan-perubahan tingkat bunga, dan lainnya.
1.12.4 Penyusunan Standar
Perlu adanya penyusunan standar akuntansi untuk memfasilitasi konflik kepentingan antara
investor dan manajer.
1.12.5 Proses Penyusunan Standar
The International Accounting Standar Board (IASB)
IASB dibentuk pada tahun 2001, merupakan badan yang bertanggung jawab dalam penyusunan
standar dari badan yang sebelumnya, yaitu International Accounting Standards Committee.
Badan ini dibentuk pada tahun 1973 dengan kesepakatan badan-badan akuntansi di Australia,
Canada, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat.
IASB merupakan lembaga yang independen yang berfungsi untuk menyusun standar akuntansi
berkaualitas tinggi, yang dapat diterima, diterapkan, dan diterima secara internasional. IASB
menghasilkan sebuah standar akuntansi yaitu IFRS. International Finance Reporting Standards
(IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional.
The Financial Accounting Standards Boards (FASB)
FASB dibentuk pada tahun 1973 dengan tujuan untuk menyusun standar akuntansi di negara
Amerika Serikat. Sama dengan IASB, FASB didukung secara finansial oleh sebuah lembaga

yaitu Financial Accounting Foundation (FAF). Misi dari FASB adalah untuk menetapkan dan
meningkatkan standar akuntansi dan pedoman pelaporan dan untuk pendidikan masyarakat.
FASB mempunyai tujuh anggota yang terdiri atas 3 orang berasal dari praktisi akuntansi
professional, 2 orang dari industry dan masing-masing satu orang dari akademi dan pemerintah.
Dalam menyusun dan memperbaharui akuntansi dan standar dan konsep pelaporan, FASB seperti
IASB, penekanan beratnya pada proses.
The Canadian Accounting Standards Board (AcSB)
The AcSB merupakan badan penyusun standar akuntansi di Kanada. The AcSB terdiri dari dari
sebuah kelompok dengan jumlah anggota maksimal Sembilan. Tidak seperti anggota IASB dan
FASB, dengan pengecualian dari ketua lembaganya, bertugas dengan sukarela.
Securities Commissons
Jika sebuah badan penyusun standar menginginkan tujuan mereka tercapai, laporan keuangan
harus mematuhi GAAP. Securities Commissons adalah salah satu hal yang penting dalam
melaksanakan standar akuntansi.
Securities and Exchange Commission (SEC) merupakan sebuah badan independen dari
pemerintah Amerika yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan peraturanperaturan dibidang perdagangan efek dan mengatur pasar perdagangan pada bursa efek.
Tujuan utama dibentuknya SEC adalah untuk mengatur bursa efek dan mencegah
penyalahgunaan oleh perseroansehubungan dengan penawaran saham dan penjualan efek serta
pelaporan keuangan perseroan

1.13 Relevansi Teori Akuntansi Keuangan Dengan Praktek Akuntansi


Kerangka kerja yang dideskripsikan hanya menyediakan suatu cara untuk mengorganisir studi
kita mengenai teori akuntansi keuangan. Dan mencoba membuktikan bahwa teori tersebut
relevan dengan praktek akuntansi. Hal ini terpenuhi dengan dua cara. Pertama, berbagai riset dan
teori yang mendasari akuntansi keuangan diuraikan dan diterangkan dalam bahasa sederhana,
dan keterkaitan mereka ditunjukkan oleh banyak rekomendasi untuk praktik akuntansi.
Pendekatan yang kedua untuk menunjukkan keterkaitan akan pemasalahan tugas. Suatu usaha
nyata telah dibuat dalam memilih masalah penting