Anda di halaman 1dari 5

Tugas

Mata Kuliah Metode Pelaksanaan Konstruksi

Perbedaan Lelang Prakualifikasi dan Pasca


Kualifikasi

Nama:
Muhammad Wahyuddin
1215011077

Jurusan Teknik Sipil


Fakultas Teknik
Universitas Lampung
2014

LELANG PRAKUALIFIKASI DAN PASCAKUALIFIKASI


A. Kualifikasi
Pengertian kualifikasi menurut Pedoman Penilaian Kualifikasi Pelelangan Nasional Pekerjaan
Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan),Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah
Kualifikasi adalah bagian kegiatan registrasi untuk menetapkan penggolongan usaha di
bidang jasa konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan usaha, atau
penggolongan profesi keterampilan keahlian kerja orang perseorangan di bidang jasa
konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi dan kemampuan profesi dan keahlian.
Penilaian kualifikasi adalah kegiatan yang dilakukan panitia pengadaan untuk menilai
kompetensi dan kemampuan usaha penyedia jasa pelaksanaan konstruksipada saat mengikuti
pelelangan.Penilaian dilakukan terhadap dokumen kualifikasiyang dikumpulkan oleh peserta
lelang. Dokumen kualifikasi adalah dokumen yangdisiapkan oleh panitia pengadaan dan
ditetapkan oleh pengguna jasa sebagaipedoman dalam proses pembuatan dan penyampaian
data kualifikasi oleh penyedia jasa. Ada 2 jenis kualifikasi :
1. Prakualifikasi
2. Pascakualifikasi
1.

Prakualifikasi
Prakualifikasi
sertapemenuhan

adalah

proses

persyaratan

penilaian
tertentu

kompetensi
lainnya

dari

dan

kemampuan

penyedia

usaha

barang/jasa

sebelummemasukkan penawaran.Artinya, hanya perusahaan yang memenuhi kualifikasilah yang dapat memasukkan penawaran. Hal-hal yang berhubungan dengan
prakualifikasi antara lain:
a. Proses prakualifikasi secara umum meliputi pengumuman prakualifikasi,pengambilan
dokumen prakualifikasi, pemasukan dokumen prakualifikasi,
b. evaluasi dokumen prakualifikasi, penetapan calon peserta pengadaan yang lulus
prakualifikasi, dan pengumuman hasil prakualifikasi.
c. Prakualifikasi wajib dilaksanakan untuk pengadaan jasa konsultansi dan pengadaan
barang/jasa pemborongan/jasa lainnya yang menggunakan metoda penunjukan
langsung untuk pekerjaan kompleks (termasuk pelelangan diatas50 M), pelelangan
terbatas dan pemilihan langsung.

d. Pengguna barang/jasa wajib menyederhanakan proses prakualifikasi dengan tidak


meminta seluruh dokumen yang disyaratkan melainkan cukup denganformulir
isian kualifikasi penyedia barang/jasa.
e. Dalam hal pelelangan dilakukan dengan prakualifikasi, dokumen kualifikasi yang
berisi data kualifikasi diambil sebelum pengambilan dokumen lelang dimulai sejak
tanggal pengumuman sampai dengan 1 (satu) hari kerja sebelum batas akhir
pemasukan

dokumen

kualifikasi

dan

disampaikan

sebelum

tahap

penyampaian dokumen penawaran.


f. Prakualifikasi belum merupakan ajang kompetisi, maka data kualifikasi yang kurang
dapat dilengkapi. Berbeda dengan pasca kualifikasi yang merupakan bagian dari
penawaran, maka penambahan data kualifikasi pada prinsipnya dilarang. Klarifikasi
terhadap data kualifikasi dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah substansi.
g. Untuk pelelangan umum dengan prakualifikasi, penyedia jasa yang lulus kualifikasi
dimasukkan

dalam

daftar

peserta

lelang

dan

disahkan

oleh

pengguna jasa. Semua penyedia jasa yang tercatat dalam daftar peserta lelang harus
diundang untuk mengambil dokumen lelang.
h. Panitia pengadaan akan memberitahukan secara tertulis hasil prakualifikasi dan namanama peserta prakualifikasi yang lulus dan dicantumkan dalam daftarpeserta lelang
yang diundang untuk mengikuti pelelangan umum.
i. Untuk pelelangan umum dengan prakualifikasi, hasil penilaian kualifikasisetelah
ditetapkan oleh pengguna jasa disampaikan kepada seluruh pesertaprakualifikasi dan
diumumkan melalui papan pengumuman resmi untuk penerangan umum dan/atau
internet.
j. Dilarang melakukan prakualifikasi masal yang berlaku untuk pengadaan dalam kurun
waktu tertentu.Secara umum proses lelang dengan prakualifikasi dapat dilihat melalui
bagan dibawah ini.

2.

Pascakualifikasi
Pascakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta
pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa setelahmemasukkan
penawaran. Hal-hal yang berhubungan dengan pascakualifikasi antara lain:
a. Panitia/pejabat pengadaan wajib melakukan pascakualifikasi untuk pelelangan umum
pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya secara adil, transparan, dan
mendorong terjadinya persaingan yang sehat dengan mengikut sertakan sebanyakbanyaknya penyedia barang/jasa.
b. Proses pascakualifikasi secara umum meliputi pemasukan dokumen kualifikasi
bersamaan dengan dokumen penawaran dan terhadap peserta yang diusulkan untuk
menjadi pemenang serta cadangan pemenang dievaluasi dokumen kualifikasinya.
c. Dalam hal pelelangan dilakukan dengan pascakualifikasi, dokumen kualifikasi yang
berisi data kualifikasi diambil bersamaan dengan dokumen lelang dimulai 1 (satu)
hari kerja setelah penjelasan dan disampaikan bersamaan dengan dokumen
penawaran. Batas akhir pemasukan dokumenpenawaran sekurang-kurangnya 7 (tujuh)
hari kerja setelah penerbitan adendum terakhir.
d. Dalam hal pelelangan umum dengan pascakualifikasi, terhadap 3 (tiga) penawaran
terendah yang memenuhi persyaratan, yang akan diusulkan sebagai calon pemenang
adalah yang telah lulus/memenuhi syarat penilaian kualifikasi.
e. Untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi pengambilan dokumen kualifikasi
dimulai 1 (satu) hari kerja setelah pengumuman sampai dengan 1(satu) hari
kerja sebelum batas akhir pemasukan dokumen penawaran.