Anda di halaman 1dari 9

Kegawatdaruratan Tetanus

Apa itu Tetanus??


Tetanusadalah penyakit menular disebabkan oleh
kontaminasi luka dari bakteri yang hidup di tanah.
Bakteri Clostridium tetani adalah organisme
penyebab penyakit tetanus yang mampu hidup
bertahun-tahun di tanah dalam bentuk spora.
Bakteri ini pertama kali diisolasi pada tahun 1899 oleh
S.
Kitasato ketika ia sedang bekerja dengan R. Koch di
Jerman. Kitasato juga menemukan toksin tetanus dan
bertanggung jawab untuk mengembangkan vaksin
pelindung pertama melawanpenyakit tetanus.

Etiologinyaa..
Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang,ramping, berukuran 2-5 x
0,4-0,5 milimikro Yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia,
tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi
baik.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Kuman
mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik. Toksin ini (tetanuspasmin)
mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. Toksin
ini labil pada pemanasan, pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit.
Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis, yang peranannya
kurang berarti dalam proses penyakit. Timbulnya tetanus ini terutama oleh
clostiridium tetani yang didukung oleh adanya luka yang dalam dengan
perawatan
yang salah.Faktor predisposisi :
Umur tua atau anak-anak
Luka yang dalam dan kotor
Belum terimunisasi

Patofisiologi..
Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk
paku, pecahan kaca, atau kaleng, luka tembak, luka baker, luka yang kotor dan
pada bayi dapat melalui tali pusat. Organisme multiple membentuk dua
toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan atau neurotropik
yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot, dan mempengaruhi
sistem saraf pusat.Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem
saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. Kuman ini
menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi
dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah
sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin.Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya
toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis
silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. Kedua, toksin diabsorbsi oleh
susunan limfatik, masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam
susunan saraf pusat.

Masa inhubasi tetanus

Masa inhubasi berkisar 2 hari sampai


sebulan.
Pada neonatus masa inhubasi biasanya
5-14 hari.

Manifestasi Klinis ..
Manifestsi klinis tetanus bervariasi dari kekakuan otot setempat, trismus
sampai kejang yang hebat. Masa timbulnya gejala awal tetanus sampai
kejang
disebut awitan penyakit, yang berpengaruh terhadap prognostik.
Manifestasi klinis tetanus terdiri atas 4 macam yaitu:
Tetanus local
Tetanus lokal merupakan bentuk penyakit tetanus yang ringan dengan
angka kematian sekitar 1%. Gejalanya meliputi kekakuan dan spasme
yang menetap disertai rasa sakit pada otot disekitar atau proksimal
luka.Tetanus lokal dapat berkembang menjadi tetanus umum.
Tetanus sefal
Bentuk tetanus lokal yang mengenai wajah dengan masa inkubasi 1-2
hari,yang disebabkan oleh luka pada daerah kepala atau otitis media
kronis. Gejalanya berupa trismus, disfagia, rhisus sardonikus dan
disfungsi nervus kranial. Tetanus sefal jarang terjadi, dapat berkembang
menjadi tetanus umum dan prognosisnya biasanya jelek.

Lanjutan..

Tetanus umum
Bentuk tetanus yang paling sering ditemukan. Gejala klinis dapat berupa
berupa trismus, iritable, kekakuan leher, susah menelan, kekakuan dada
dan perut (opisthotonus), fleksi-abduksi lengan serta ekstensi tungkai,
rasa sakit dan kecemasan yang hebat serta kejang umum yang dapat
terjadi dengan rangsangan ringan seperti sinar, suara dan sentuhan
dengan kesadaran yang tetap baik.

Tetanus neonatorum
Tetanus yang terjadi pada bayi baru lahir, disebabkan adanya infeksi tali
pusat, umumnya karena tehnik pemotongan tali pusat yang aseptik dan
ibu yang tidak mendapat imunisasi yang adekuat. Gejala yang sering
timbul adalah ketidakmampuan untuk menetek, kelemahan, irritable
diikuti oleh kekakuan dan spasme. Posisi tubuh klasik : trismus, kekakuan
pada otot punggung menyebabkan opisthotonus yang berat dengan
lordosis lumbal. Bayi mempertahankan ekstremitas atas fleksi pada siku
dengan tangan mendekap dada, pergelangan tangan fleksi, jari mengepal,
ekstremitas bawah hiperekstensi dengan dorsofleksi pada pergelangan
dan fleksi jari-jari kaki. Kematian biasanya disebabkan henti nafas,
hipoksia, pneumonia, kolaps sirkulasi dan kegagalan jantung paru.

Pencegahan Tetanus..
Seseorang yang terkena penyakit tetanus memang harus dirawat secara
intensif di rumah sakit karena si penderita membutuhkan satu tempat tenang
untuk menghindari rangsangan, seprti suara yang keras, supaya jangan
timbul
kejang yang dikenal dengan kejang rangsang.Perawatannya pun memekan
waktu yang agak lama, tiga minggu sampai satu bulan, tergantung berat
ringannya gejalanya.
Namun penyakit berbahaya ini sebenarnya dapat dicegah dengan cara yang
mudah sebagai berikut :
Pertama, jangan membiarkan anggota tubuh kena luka yang dalam,
karena kuman dapat tumbuh subur dalam lingkungan yang kekurangan zat
asam.Apabila terjadi luka yang dalam seperti misalnya sakit kaki tertusuk
paku, bawalah si anak secepatnya ke dokter terdekat.Seandainya anak ini
belum pernah dilakukan imunisasi DPT pada waktu bayi, ia akan diberi
suntikan serum anti tetanus.Bila sudah, maka ia hanya diberi suntikan
vaksinasi ulangan ( booster ) untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut.

Lanjutan..

Kedua, bagi para ibu yang sedang hamil yang


persalinannya akan ditolong dukun, sebaiknya diberi
suntikan vaksin tetanus pada trimester ( triwulan )
terakhir kehamilan.Dengan demikian ibu dan anak yang
akan dilahirkan itu terhindar dari penyakit tetanus.
Ketiga, membubuhi tali pusat bayi dengan ramuramuan yang belum dipastikan kebersihannya sebaiknya
dihindarkan.Lebih baik tali pusat itu diberi alkohol 70%
atau obat yang dianjurkan bidan atau dokter setempat.
Keempat, jangan mengobati sendiri misalnya kalau ada
gigi atau telinga yang sakit, sebab tabgan atau alat yang
tidak steril dapat pula menimbulkan tetanus