Anda di halaman 1dari 19

Jagalah

Kesehatan

Gigi

Anda

Kesehatan gigi merupakan blog yang dibuat untuk sekedar share tentang kesehatan gigi dan
mulut, untuk menyebarkan pesan kesehatan kepada masyarakat luas. semoga bisa bermanfaat
untuk semua. Terima Kasih

Lebih baik mencegah sebelum sakit


In Kesehatan Mulut
Ilmu pengobatan dan tarapi penyakit sangat banyak kita temui, apa lagi saat ini dengan kemajuan
teknologi internet kita dapat mengetahui berbagai hal khususnya dibidang kesehatan gigi dan
mulut. Masyarakat tidak lagi awam tentang kesehatan gigi dan mulut. Namun dalam
kenyataannya masih banyak dari kita pergi ke dokter gigi untuk mengobati dan bukan untuk
mencegah. Hal ini juga perlu disadari oleh rekan medis agar selalu memberikan petunjuk
pencegahan kepada pasien. Perlu disadari keberhasialan suatu tindakan pengobatan tidak hanya
dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan harus adanya kerjasama antara pasien dan dokter
itu sendiri.
Pencegahan penyakit merupakan hal yang sangat penting namun sering kali terlupakan ataupun
sengaja dilupakan. Namun perlu disadari mencegah penyakit sebenarnya lebih murah dari pada
mengobati, jadi kenapa kita tidak mencegah sebelum sakit? Beberapa dari kita mungkin belum
mengetahui secara tepat bagaimana cara mencegah dan merawat agar kesehatan gigi dan mulut
kita tetap terjaga dengan baik, sebenarnya tidak mesti dengan biaya yang mahal dan bisa
dilakukan sendiri dirumah. Berikut ada beberapa cara umun yang dapat dilakukan untuk
mencegah penyakit gigi dan mulut.
1. Memelihara kebersihan mulut ( menghilangkan plak dan bakteri ). Memelihara kebersian
mulut dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satu cara yang paling efektif adalah
dengan menggosok gigi secara rutin, agar kita dapat memutus rantai penyebab terjadinya
karies dan berbagai penyakit mulut lainnya.
2. Memperkuat gigi ( dengan Flour ). Cara memperkuat gigi dengan menggunakan flour
adalah dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung flour. Namun beberapa dari
kita mungkin masih percaya dan menggunakan daun sirih untuk menyehatkan gigi.
Namun yang paling sanagt tidak dianjurkan adalah menyikat gigi dengan menggunakan
batu bata ataupun dengan tanah liat, beberapa orang masih menggunakan cara ini dengan
harapan gigi terlihat lebih bersih dan kuat. Namun pada kenyataannya penggunaan bata
malah akan mengikis lapisan email gigi.
3. Mengurangi konsumsi makanan yang manis dan lengket. Makanan yang kita makan
merupakan nutrisi yang penting untuk tubuh kita namun beberapa makanan mungkin
tidak cocok untuk kesehatan gigi dan mulut kita, sebenarnya bukan tidak boleh namun
apabila kita mengkonsumsi makanan manis dan lengket sebaiknya setelah itu langgung
menggosok gigi dengan bersih agar sisa-sisa dari mankanan tersebut tidak menempel
pada sela-sela gigi yang akan mempercepat terjadinya proses karies dan berbagai
penyakit mulut lainnya.

4. Membiasakan konsumsi makanan berserat dan menyehatkan gigi. Makanan serat selain
bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Bagi yang suka
menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk membersihkan sisa-sisa makanan cobalah
untuk mengganti tusuk gigi dengan buah-buahan seperti apel, melon, pepaya,dll. Buahbuahan ini akan membantu kita untuk membersihkan sia-sia makanan yang menempel
pada sela-sela gigi kita.
Setelah kita mengetahui cara ini ada baiknya kita mulai berbagi ilmu ini kepada orang-orang
terdekat kita agar nantinya mereka dapat mengingatkan kita apabila kita lupa, bukankah memberi
lebih baik dari pada menerima? Kebanyakan dari kita sebenarnya sudah mengetahuinya namun
karena berbagai alasan sehingga tidak melakukan hal yang tersebut diatas. Jadi mulailah
mengajak orang terdekat dan yang anda sayangi untuk sama-sama menjaga kesehatan gigi dan
mulut.
Mungkin lebih baik jika anda tempelkan tulisan diwastafel, kamar mandi ataupun diruang makan
anda. Dari uraian diatas bisa disingkat seperti ini:
1. Sikat gigi minimal 2 kali yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur malam.
2. Gunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pasta gigi berflouride.
3. Sikat seluruh permukaan gigi selama 2 menit, dan berkumur cukup 1 kali.
4. Kurangi makan makanan yang bergula dan lengket ( tidak lebih dari 2 kali diantara waktu
makan ).
5. Makan buah berserat sebagai pencuci mulut.
Semoga bermanfaat untuk kita semua, selamat mencoba
http://kesehatangigi.blogspot.com/2010/06/lebih-baik-mencegah-sebelum-sakit.html
http://kesehatangigi.blogspot.com/2010/06/lebih-baik-mencegah-sebelum-sakit.html

Kesehatan Gigi Dan Mulut Hubungannya Dengan


Kesehatan Umum
Oleh : drg. HS. Setyawan, MS
Telah ada beberapa laporan penelitian yang menghubungkan antara kondisi kesehatan mulut
dengan PJK. Rees (1994) misalnya melaporkan orang yang mempunyai penyakit penyangga
gigi (periodontitis) berisiko mengalami stroke hampir 3x lebih banyak dan mengalami PJK 2 kali
lebih banyak, daripada orang yang jaringan penyangga giginya sehat. Para peneliti mempunyai
dugaan bahwa penyakit jaringan penyangga gigi yang disebabkan terutama bakteri gram
negarif akan mengeluarkan racun (endotoksin) dan sitokin peradangan (sebagai komponen

sistim pertahan tubuh) akan memicu terjadinya pengapuran pembuluh darah


(atherosklerosis) dan penyumbatan pembuluh darah (thromboembolik) yang menyebabkan
PJK.
Penyakit diabetes mellitus (DM) / kencing manis telah dihubungkan dengan kesehatan
jaringan penyangga gigi. DM dipercaya merupakan penyebab penyakit periodontal dan
ditemukan penyakit jaringan penyangga gigi akan mempengaruhi kadar gula darah penderita
DM. Jadi hubungannya timbal balik.
Beberapa penyakit lain juga telah dihubungkan dengan penyakit sistemik. Misalnya gigi
terinfeksi diduga mencetuskan penyakit kulit kambuhan (eksim).
Sekali lagi, para ahli masih terus melakukan penelitian mendalam agar kesimpulannya
dapat lebih jelas. Namun mengingat hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan, tidaklah
bijaksana untuk tetap menyepelekan kesehatan gigi dan mulut. Jadi, kesehatan gigi dan
mulut penting dipelihara terus menerus dengan pemeriksaan dan perawatan teratur oleh
dokter gigi.
http://www.bpkpenabur.or.id/id/node/1476

Masalah bau mulut tidak hanya menjadi masalah dalam pergaulan sehari-hari karena
menyebabkan orang lain menjaga jarak dan menghindar. Bau mulut juga dapat menjadi pertanda
ganngguan atau penyakit tertentu.
Bau mulut paling sering disebabkan oleh gangguan gigi dan gusi. Selain karena gangguan gigi
dan gusi, bau mulut juga dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti gangguan lever kronis,
gangguan fungsi ginjal, sinusitis, radang amandel, radang tenggorokan, maag, dan sembelit.
Untuk mengatasinya, harus dicari dahulu penyebabnya. Selain karena gangguan kesehatan lain,
bau mulut juga dipengaruhi oleh konsumsi jenis makanan tertentu seperti jengkol dan petai.
Untuk mengatasi bau mulut yang tidak sedap, cobalah resep sederhana di bawah ini:
Bahan: 25 kuntum bunga melati
200 cc air panas
Cara menyiapkan:
1. Cuci bunga melati hingga bersih.
2. Seduh bunga melati dengan air panas, lalu tutup wadah dengan rapat.

3. Minum airnya setelah dingin.


4. Lakukan secara teratur, 2-3 kali sehari.
Sumber: Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit (Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma)
http://www.klipingku.com/2011/04/tips-dan-cara-mengatasi-masalah-bau-mulut-dengan-airbunga-melati/
Masalah Gigi & Mulut, Gerbang Kedatangan Penyakit
Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih belum menjadi perhatian utama. Akibatnya, gigi
berlubang atau karies menjadi masalah umum yang dihadapi sebagian besar masyarakat. Padahal
kondisi ini menjadi gerbang beragam penyakit.
Mengabaikan kesehatan gigi dan mulut berarti membuka gerbang terserang berbagai penyakit.
Selama ini penanganan masalah gigi masih sebatas menambal lubang gigi. Tindakan tersebut
sudah dianggap mampu mengontrol karies. Padahal itu belum cukup mengatasi masalah secara
menyeluruh.
"Penyakit karies atau gigi berlubang merupakan penyakit infeksi yang umum di dunia dan
ditemukan pada 95 persenjumlah penduduk dunia," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Indonesia, Sri Angky Soekanto DDS PhD di selasela penandatanganan kerja sama
antara LOTTE dan FKG UI di Jakarta, belum lama ini.
Angka kerusakan gigi di Indonesia berdasarkan survei kesehatan yang dilakukan Departemen
Kesehatan RI pada 2001 menemukan sekitar 70 persen penduduk Indonesia berusia 10 tahun ke
atas pernah mengalami kerusakan gigi.Pada usia 12 tahun, jumlah kerusakan gigi mencapai 43,9
persen, usia 15 tahun mencapai 37,4 persen, usia 18 tahun 51,1 persen, usia 35-44 mencapai 80,1
persen, dan usia 65 tahun ke atas mencapai 96,7 persen.
Data ini tentu saja tidak bisa dianggap enteng. Hal ini karena beberapa penyakit berbahaya
seperti jantung, paru-paru, berat bayi lahir yang rendah, kelahiran prematur, dan diabetes bisa
diawali dari masalah kebersihan gigi dan mulut. Penyakit periodontal atau penyangga gigi dan
karies lanjut pada seseorang lebih ditentukan oleh faktor genetik, respons seseorang, lingkungan,
kebiasaan, dan faktor risiko yang diperoleh.
Pada penyakit periodontal, bakteri yang menempel di gigi dan gusi akan berpengaruh ke
pembuluh darah. Gangguan itu menyebabkan pelebaran pembuluh darah karena adanya bakteri
yang masuk dalam aliran darah. Infeksi dapat merangsang senyawa tubuh tertentu untuk
mengeluarkan pertahanan tubuh sehingga akan memengaruhi pembuluh darah. Akibatnya,
terjadi peningkatan risiko penyakit sistemik, termasuk penyakit jantung koroner.
Kesehatan gigi juga berpengaruh terhadap janin yang dikandung ibu hamil. Karies gigi yang
menjadi tempat bagi masuknya kuman akan menyebabkan terjadinya infeksi selaput ketuban.

Akibatnya, ketuban pecah sebelum waktunya.


Selain risiko lahir prematur, infeksi kuman juga menyebabkan berbagai dampak lain seperti
pertumbuhan janin terhambat, berat badan lahir rendah, dan mudah terserang penyakit karena
sistem imunitas belum terbentuk sempurna.
Risiko kematian pada bayi pun mengintai lantaran belum siap hidup di luar rahim dengan paruparu dan hati yang belum matang. Sementara sistem imunitasnya pun belum terbentuk
sempurna. "Oleh karena itu, penting mencegah gigi berlubang sejak dini dengan melakukan
perawatan kesehatan sehari-hari," ungkap Angky.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari sikat gigi teratur, dental
floss, obat kumur, mousse gel, dan chewing gum. Peneliti dari Bagian Biologi Oral FKG UI Prof
Elza I Auerkari DDS MBIOMED PhD menyarankan, di samping bahan flouride,xylitol pun
bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi.
"Keduanya menjadi adiktif yang efektif mengurangi karies," kata Prof Elza, seraya
menambahkan proses karies bisa terjadi akibat gaya hidup dan sosial-ekonomi.
Xylitol merupakan bahan yang bermanfaat untuk menekan jumlah bakteri Mutans S- salah satu
kuman penyebab karies gigi-, menghambat pertumbuhan plak, menekan keasaman plak, dan
mempercepat proses pembentukan kembali mineral gigi (remineralisasi). Selain itu, xylitol
mampu menstimulasi produksi air liur sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang mulutnya
cenderung kering. Apalagi, bahan yang satu ini merupakan sejenis pemanis alami.
Xylitol terdapat dalam serat beberapa jenis buah dan sayuran seperti plum, raspberi, stroberi,
kembang kol, dan bayam.
Tanaman obat untuk kesehatan gigi

Banyak tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan gigi. Rasa yang khas dari dari cengkih misalnya, membuat tana
Cengkih memiliki sifat antiseptica (antikuman), carminativa (peluruh angin), rubefaciencia (memanaskan kulit),

Demikian pula dengan sirih. Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tah
berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jant
lipat dari fenol biasa.

Daun berukuran panjang 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyl

Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula, dan tanin.Namun, daun

Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beber

Berikut ini beberapa ramuan lain pereda gangguan gigi yang dihimpun dari berbagai sumber:
A. Kunyit
Ramuan 1

Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Renda
sakitmereda.
Ramuan 2

Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah sem
Ramuan 3

Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah sem
B. Minyak kelapa

Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas dalam minyak tersebut, lalu panaskan
C. Biji Cengkih

Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk halus hingga menjadi bubuk. Lalu, tabu
D. Getah Pohon Kamboja

Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun. Teteskan pada gigi yang berlubang at
E. Biji Asam

Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tum

Obat Alami Atasi Sakit Gigi


Anda pernah merasakan derita sakit gigi? Sakit gigi sering dianggap penyakit sepele, terutama
bagi orang yang belum pernah menderita sakit gigi.
Sakit gigi memang bukan merupakan penyakit berat dan mematikan seperti halnya kanker atau
tumor. Namun akibat yang ditimbulkan sakit gigi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meski bagian tubuh yang terserang sakit adalah gigi, tetapi dampaknya menimpa pada organ

tubuh lain seperti sakit kepala susah tidur, cepat marah, dan lain-lain.
Sering kali kesehatan gigi kurang mendapat perhatian serius dan tatkala terserang sakit gigi
barulah disadari betapa pentingnya arti kesehatan gigi. Gigi merupakan alat penting bagi
manusia untuk membantu pencernaan makanan.
Pada umumnya gangguan penyakit gigi yang banyak dikeluhkan masyarakat kita di antaranya
adalah karies gigi (plak), kerusakan jaringan ikat akar gigi (periodonsium), kerapuhan gigi
(flurosis) dan gigi berlubang.
Karies gigi dan gangguan gigi berlubang merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling
umum dan terbesar luas di sebagian penduduk dunia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di
eropa, Amerika, dan Asia disimpulkan 90-100 persen anak-anak di bawah usia 18 tahun
terserang karies gigi. Namun pada saat ini banyak orang dewasa yang terserang penyakit karies
gigi tersebut.
Timbulnya karies disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya, adanya mikroorganisme
streptocacus mutans atau kuman yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang yang
mengleuarkan toksin (racun), cairan saliva dan air liur, sisa-sisa makanan yang terselip pada gigi
dan gusi terutama makanan yang mengandung karbohiodrat dan makanan yang lengket seperti
coklat dan biskuit.
Permukaan dan bentuk gigi yang tidak teratur dapat mengakibatkan sisa-sisa makanan terselip
dan bertahan sehingga produksi asam oleh bakteri berlangsung cepat dan mengakibatkan
terjadinya pembusukan gigi yang memicu timbulnya karies gigi.
Gejala timbulnya karies gigi ditandai dengan permukaan yang kasar dan terdapat noda-noda
putih atau kecoklatan pada permukaan gigi. Pada kondisi yang parah, gigi menjadi berlubang
dan timbul spontan tetapi berjalan melalui proses yang panjang. Penyakit karies gigi banyak
dialami oleh masyarakat saat ini.
Latar belakang timbulnmya karies gigi antara lain kurangnya perhatian masyarakat atau pribadi
akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta didorong pola konsumsi bahan
makanan yang dapat memicu timbulnya serangan karies gigi.
Gangguan flourosis disebabkan oleh penggunaan fluroide yang berlebihan pada masa
pembentukan gigi dan hal tersebut biasanya terjadi tanpa disadari. Timbulnya gangguan plurosis
ini biasanya terjadi ditandai dengan adanya garis putih kecil pada email yang secara terusmenerus menyerang seluruh lapisan email gigi. Jika kondisinya sudah parah, lapisan email gigi
berubah warna menjadi putih seperti kapur dan secara bertahap hingga gigi akhirnya rapuh dan
akan patah.
Kiat mencegah timbulnya pluorosis, jangan terlalu sering/banyak menggunakan fluoride untuk
mengatasi karies gigi (gigi berlubang). Dianjurkan banyak mengkonsumsi sayuran dan buahbuahan yang banyak mengandung kalsium, seperti kacang kedelai, sayuran hijau, dan minyak

wijen serta mengkonsumsi susu yang mengandung kalsium tinggi.


Gangguan peridonsium menyerang jaringan di sekeliling gigi yang terjadi pada pertemuan
dental plague (plak gigi) dengan gusi. Gangguan ini disebabkan oleh toksin dan enzim yang
dihasilkan kuman yang ada pada plak gigi. Kuman tersebut selanjutnya merembes ke luar dari
lapisan plak gigi dan akhirnya masuk ke dalam jaringan gusi sehingga timbul iritasi, peradangan
(implamasi) dan kerusakan jaringan.
Akibatnya jaringan tersebut diserang oleh bakteri lain yang menimbulkan infeksi pada alat gigi
dan merusak ligamentum periodensium. Akibatnya, gigi menjadi goyah dan akhirnya tanggal
lebih dini.
Terapi alamiah mengatasi sakit gigi, yaitu gunakan 10 Butir cengkeh disangrai lalu ditumbuk
hingga menjadi bubuk, kemudian bubuk cengkeh dimasukkan ke dalam gigi yang berlubang lalu
ditutup dengan kapas. Barang putih secukupnya ditumbuh hingga halus kemudian ditempelkan
pada gigi yangberlubang.
Atau gunakan cabai hijau dipotong ujungnya sedikit lalu dibakar. Setelah panas, tempelkan
cabai tersebut pada gigi yang sakit. Bisa juga dengan menggunakan daun kembang sore direbus
dengan air 600 cc hingga tersisa 300 cc, lalu selagi hangat digunakan berkumur-kumur.
(Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah ahli pengobatan taradisional dan akupunktur, Ketua
Umum Himpunan Pengobat Tradisional & Akupunktur se-Indonesia [HIPTRI])
Hubungan mangga dengan kesehatan gigi
Mangga adalah salah satu dari banyak jenis buah yang dapat ditemui di keseharian kita. Mangga
merupakan satu genus tumbuhan yang terdiri dari 35 spesies buah tropika dalam famili
Anacardiaceae dan genus Mangifera.
Mangga
Tidak ada orang yang tahu dengan tepat tentang tempat asalnya, tetapi kebanyakan orang
mempercayai bahwa buah ini berasal dari benua Asia Selatan & Asia Tenggara, termasuk India
Timur, Myanmar, dan Bangladesh, hal ini ditentukan setelah melihat wujud fosil yang tampak
sejak 25 hingga 30 juta tahun lalu. Mangga juga banyak ditemukan di Indonesia dan tersebar
merata hal ini karena mangga sangat cocok dengan iklim indonesia yang tropis. Mangga
tergolong kelompok buah berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasatekstur) beraneka ragam. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan
bulat panjang, seperti mangga arumanis dan mangga manalagi. Dua jenis mangga ini mungkin
yang paling mudah kita jumpai di masyarakat, karena rasanya yang manis, daging buahnya yang
lembut, dan kemudahannya untuk tumbuh dan berkembang.
Kandungan mangga
Mangga dipercaya kaya akan berbagai vitamin, mineral, serat, air dan karbohidrat.

a) sumber serat
Kandungan serat dalam buah mangga sekitar 1,8 persen, memberikan kontribusi yang cukup
terhadap kebutuhan serat manusia. Serat pangan memiliki peran fisiologis terhadap usus. Serat
pangan buah mangga terdiri dari serat pangan larut, yaitu pektin dan serat pangan tidak larut,
yaitu selulosa. Masing-masing jenis serat pangan ini sangat penting bagi kesehatan manusia.
Salah satu fungsi dari serat pangan larut yaitu memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus.
Jika seandainya fungsi mastikasi, pengunyahan dan penelanan rongga mulut tidak terlalu efektif
(makanan tidak sempurna dikunyah dan dihancurkan) maka secara lambat usus akan mencerna
makanan lebih efektif. Sehingga semua makanan dapat terurai dengan mudah dan diabsorpsi
dengan baik oleh usus.
b) sumber antioksidan
Kemampuan antioksidatif dari buah mangga dihasilkan oleh berbagai senyawa yang terdapat di
dalamnya, yaitu betakaroten, senyawa fenolik, lupeol, vitamin C, E, serta beberapa mineral
seperti Cu, Zn, Mn, dan Se. Senyawa-senyawa tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan
akibat radikal bebas, seperti kanker. Kemungkinan terjadi kanker disini juga termasuk yang
terjadi di dalam mulut, atau yang biasa disebut oral cancer atau karsinoma rongga mulut.
Walaupun mungkin efeknya tidak secara langsung, namun perubahan mendasar pada materi
genetis dan sel-sel lainnya akibat asap rokok,pengaruh lingkungan/faktor industri dapat menjadi
faktor resiko dan pemicu terjadinya kanker intraoral
c) sumber vitamin C
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga
masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga
65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram
(1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan
dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi. Vitamin C memiliki fungsi menjaga
dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu
penyerapan zat besi, dimana jika terjadi defesiensi zat besi dalam tubuh maka kita akan rentan
(lebih mudah) terkena karies. Ia pun juga dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat
pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan
membantu penyembuhan luka. Jika seseorang mengalami kekurangan (defesiensi) vitamin ini
maka gusi (gingiva)-nya akan mengalami hiperplasia (pembesaran) yang mungkin diikuti
dengan gejala klinis berupa gusi merah kebiruan, ulserasi, dan mudah berdarah. Manifestasi
defesiensi vitamin C dalam mulut biasa dikenal dengan nama penyakit Scurvy
Manifestasi kekurangan vitamin C dalam mulut :
Gingiva membengkak, hiperplasia, edem jaringan ikat gingiva
Gingiva berwarna , merah kebiruan atau keunguan dengan purpura
Gingiva mudah mengalami perdarahan
Proses penyembuhan gingiva menjadi lambat
d) sumber mineral ; kalium

Kalium terdapat dalam jumlah besar pada buah mangga. Tiap 100 gram mangga mengandung
kalium 156 mg. Dengan mengonsumsi buah mangga minimal 250 gram, kecukupan kalium
sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi. Kalium mempunyai fungsi meningkatkan
keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, dan membantu tekanan darah.
e) sumber air
Karena mengandung unsur air yang paling tinggi maka buah mangga dapat di ambil sarinya
atau dibuat sebagai jus. Oleh karena rasa manis dan airnya yang tinggi menyebabkan buah ini
amat menyegarkan ketika dimakan, walaupun agak lecek dan kotor. Di pasar dan supermarket
kini sudah sangat mudah dijumpai jus mangga yang telah dikemas dalam produk siap untuk
konsumsi.
Dalam setiap 100 gram mangga ranum terdapat 84% air, 41 mg vitamin C, dan 73 kalori energi,
sedangkan mangga muda mengandung 84% air, 65 mg vitamin C, dan 66 kalori energi. Jika
dibandingkan dengan jumlah kandungan vitamin C pada jeruk dimana setiap 100 gram bagian
jeruk manis yang bisa dimakan, terkandung 49 mg vitamin C. Maka ternyata kandungan
vitamin C mangga muda masih lebih tinggi. Angka kebutuhan rata-rata konsumsi vitamin C
yang dianjurkan bagi setiap pria adalah 40 mg dan wanita 30 mg perhari.
Efek negatif terhadap kesehatan gigi
Mengandung asam
Asam merupakan pemicu ampuh terhadap kerusakan gigi. Mangga muda diketahui mempunyai
kandungan asam sama seperti yang terdapat pada jeruk asam. Untuk menjaga kesehatan gigi,
sebaiknya hindari makanan yang mengandung pH (derajat keasaman) kurang dari 4. Makanan
seperti ini dapat secara langsung merusak lapisan email dan gigi tanpa bisa diperbaiki. Makanan
ber-pH 5,5 ke atas dapat menimbulkan karies yang bisa dicegah dengan menyikat gigi sehingga
lapisan email akan segera dibangun kembali begitu lapisan plak dibuang.
Tips memilih mangga
Jika ingin membeli mangga, anda bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau
kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu
keras atau terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi, karena itu dapat berarti buah
mangga tersebut telah rusak.
Referensi :
Pindborg.J.J Oral Cancer & Precancer (Kanker dan Prakanker Rongga Mulut) alih bahasa:
Lilian Yuwono, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1991.
Scully C.,Cawson R.A., Colour Aids in Dentistry: Oral Medicine (Atlas Bantu Kedokteran
Gigi : Penyakit Mulut) alih bahasa : Lilian Yuwono, Hipokrates, Jakarta 1991.
Made Astawan, Selagi Musim Perkuat Tubuh dengan Mangga.
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0512/26/093301.htm
Nurfi Afriansyah, Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten. http://www.gizi.net/cgibin/berita/fullnews.cgi?newsid1009419839,79952,

Yusep Ikrawan, Buah Asam-Manis dan Khasiatnya. http://www.pikiranrakyat.com/cetak/0504/13/cakrawala/lainnya02.htm


Pokok Buah Mangga, http://ms.wikipedia.org/wiki/Pokok_Buah_Mangga
Rajin Sikat Gigi dan Hindari Makanan Pencetus Plak, http://www.sedapsekejap.com/artikel/2000/edisi5/files/sehat.htm
Referensi gambar :
Tak sengaja memandangi beberapa buah mangga jenis arumanis dan manalagi yang lumayan
segar dan besar dibelakang rumah beberapa pekan yang lalu, timbul rasa bertanya-tanya dalam
benak saya, apakah sebenarnya buah mangga ini, apakah memang menyehatkan bila
dikonsumsi, apa sebenarnya isi dari kandungan mangga ini, apakah mangga ini punya manfaat
yang baik untuk kesehatan gigi dan kesehatan secara umum.
Terinspirasi dari hal itu semua, sayapun lalu mengambil gambar mangga-mangga ini, untuk
kemudian saya akan insert ke dalam tulisan saya nanti, beberapa hari setelah itu, lalu saya
kumpulkan semua referensi yang berhubungan dengan mangga, dan ternyata setelah saya amati
memang secara ilmiah mangga mempunyai banyak khasiat dan sangat bermanfaat untuk
kesehatan gigi dan kesehatan secara umum, diantaranya didalamnya mengandung banyak
vitamin, mineral, air, antioksidan, betakaroten.
Khusus untuk kesehatan gigi ternyata mangga memiliki kandungan vitamin C yang cukup
tinggi. Dimana vitamin C adalah salah satu vitamin yang sangat diperlukan untuk menjaga
kesehatan gigi dan gusi (untuk menjaga kesehatan jaringan epitel-epitel yang mendukung gigi) ,
jaringan pendukungnya (periodonsium), jaringan mukosa (terutama jika terdapat luka, akan
mempercebat penyembuhannya). Tapi mungkin ada satu efek negatif yang harus kita perhatikan
yaitu, kandungan asam tinggi mangga muda yang diketahui dapat melarutkan lapisan email.
Jadi mungkin sebaiknya tunggu dulu sampai buah mangganya ranum dan menguning.
Mangga sangat mudah kita jumpai sehari-harinya, lagipula ia tergolong buah yang murah,
berbeda dengan apel, anggur, pear, yang lumayan mahal. Apalagi buah ini berbunga bulan JuliAgustus, dan dipanen pada bulan September-Desember. Itu waktu yang tidak lama lagi, jadi
selama tiba musim mangga hendaknya kita perbanyak konsumsi buah yang kaya akan vitamin C
ini, biar tubuh kita semakin sehat.
Merawat Gigi Bayi pada usia 0-24 bulan
Tidak perlu menunggu waktu yang tepat sampai anak mau ke dokter gigi atau cukup umur
untuk memulai perawatan pada giginya.
Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salahsatu gangguan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus
bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi
susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap
kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui
bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut

anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 6 bulan:


1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali),
sehabis menyusui.
3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air
putih.
4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab.
Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena
makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan
permukaan lembut dan dari bahan nilon.
7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau
saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air
putih.
3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan
pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran
segar.
9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.

Oleh Drg.Yerika & Drg. Marshinta


http://www.pdgi-online.com/v2/index.php?
option=com_content&task=view&id=704&Itemid=1

Mulut yang tidak dijaga kebersihannya akan menjadi sarang kuman dan menimbulkan berbagai
masalah seperti bau yang tidak sedap yang dapat mengganggu pergaulan sehari-hari dan
beberapa penyakit seputar ggi dan gusi. Agar mulut dan organ di dalamnya tetap sehat dan tidak
menimbulkan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, rawatlah mulut Anda
seperti berikut ini:
1. Bersihkan gigi dan gusi secara teratur, terutama setelah makan.
2. Gosok lidah secara perlahan untuk menghilangkan sisa makanan yang mengendap.
3. Banyak minum dan makan sayur segar yang berserat.
4. Kunyah permen karet bebas gula sekitar 2 menit.
5. Hindari makanan yang dapat menyebabkan bau mulut.
6. Hindari merokok karena dapat meningkatkan risiko timbulnya bau mulut.

Sumber: Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit (Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma)


http://www.klipingku.com/2011/04/cara-merawat-dan-mejaga-kesehatan-mulut/
Akibat terlalu banyak merokok akan menyebabkan lapisan nikotin yang berwarna kuning
melekat pada gigi. Untuk mengatasinya, gunakanlah bubuk kopi untuk menghilangkan lapisan
ini. Caranya:
Gosokkan bubuk kopi dengan kapas atau sikat gigi setiap pagi, sebelum Anda menggosoknya
dengan pasta gigi. Lakukan dengan rajin, sampai lapisan tersebut menipis dan hilang sama
sekali. Setelah lapisan nikotin pada gigi Anda hilang, sebaiknya Anda berhenti merokok, karena
merokok dapat merusak kesehatan Anda. (NN)
http://www.klipingku.com/2011/03/cara-mengatasi-gigi-berlapis-nikotin-dengan-bubuk-kopi/
Bau mulut, sering membuat seseorang menjadi tidak percaya diri karena ketika berbicara sering
menebarkan aroma yang kuranng sedap dari mulut. Untuk menghilangkan bau mulut, ikutilah
resep di bawah ini:
Ketumbar disangrai (digoreng tanpa minyak), simpan pada tempat yang tertutup. Makan
ketumbar sangrai tersebut satu atau dua butir setiap hari, terlbih jika sedang datang bulan
(menstruasi).
Bila Anda rajin memakannya, lama kelamaan bau mulut akan hilang dengan sendirinya. (NN)
http://www.klipingku.com/2011/02/tips-menghilangkan-bau-mulut-2/
TIPS AMAN MERAWAT GIGI BAYI
Bayi usia 0-6 bulan umumnya belum memiliki gigi susu. Namun begitu, kegiatan membersihkan
lidah dan gusinya sudah harus dilakukan begitu selesai menyusu dan sebelum tidur malam.
Berikut langkah-langkahnya
Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut
Celupkan / basahi kain tersebut dengan air matang
Balutkan kain dan gusi si kecil secara perlahan
Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa
Membersihkan Gigi Bayi
Bila gigi bayi sudah muncul, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak menggunakan pasta gigi,
sediakan lap basah karena si kecil belum bisa berkumur. Posisikan ia duduk di pangkuan.
Arah membersihkannya bisa vertical maupun horizontal. Yang penting seluruh permukaan gigi,
baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah) dan sela-selanya ikut dibersihkan.
Kalau sudah selesai , seka pasta giginya dari mulut dan bibir dengan lap basah sampai bersih.
http://www.klipingku.com/2010/03/tips-aman-merawat-gigi-bayi/

Tips merawat kesehatan gigi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi
anda dan mendapatkan gigi yang putih bersih alami. salah satu cara yang paling mudah dan
umum dilakukan adalah rajin menggosok gigi sebelum tidur malam dengan pasta gigi yang tepat.
Dengan perawatan yang tepat pada gigi kita dapat terhindar dari berbagai masalah gigi dan gusi
seperti gigi berlubang dan karang gigi serta masalah bau mulut.
Berikut adalah langkah mudah untuk merawat gigi anda agar tetap sehat.
1. Kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Dengan demikian, begitu terbentuk lubang di gigi akan lebih cepat diketahui dan dirawat. Sebab
lubang yang biasanya terbentuk di bagian samping (diantara 2 gigi), sulit untuk dideteksi sendiri.
Berbeda dengan lubang yang terletak di tengah-tengah gigi yang langsung terlihat. Selain itu
rutin periksa ke dokter gigi juga bisa membantu anda membersihkan karang gigi yang
menempel.
2. Kurangi makanan yang sifatnya lengket di gigi karena mudah sekali menimbulkan plak.
Makanan yang lengket itu tidak hanya terdiri dari permen atau cokelat, tapi juga makanan
berkarbohidrat tinggi seperti mie atau berbagai jenis fast food. Lebih baik banyak makan buah
dan sayur.
3. Jangan lupa menggosok gigi sesudah makan.
Umumnya yang diingat orang adalah menggosok gigi ketika bangun tidur. Padahal yang penting
adalah sesudah makan, terutama sebelum tidur. Sebab sewaktu tidur, air ludah kita berkurang
sehingga kuman cenderung berbiak sebanyak-banyaknya.
4. Gosoklah gigi Anda dengan cara yang benar.
Pada waktu menggosok gigi, terkadang kita melakukannya sambil melamun atau menonton TV.
Akibatnya, tanpa sadar bulu sikat menekan gigi terlalu kuat sehingga gusi naik dan gigi pun
terkikis di bagian leher gigi. Pada akhirnya mudah terjadi lubang pada leher gigi.
5. Bagi ibu-ibu yang sedang hamil, setiap kali habis muntah sebaiknya segera menggosok gigi
atau berkumur sebanyak-banyaknya.
Sebab muntahan biasanya becampur dengan asam lambung. Kalau kurang bersih saat berkumur,
maka sisa muntahnya mudah menempel di sela-sela gigi yang bisa merusak email lalu lamakelamaan berlubang.
6. Karang gigi yang terbentuk harus secepatnya dibuang
7. Gigi yang berlubang harus secepatnya ditambal.

Selain cara diatas masih banyak cara lain untuk menjaga kesehatan gigi anda. sebaiknya jangan
lupa untuk kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Jika anda rajin menjaga kesehatan gigi
maka anda bisa mendapatkan gigi putih bersih alami dengan nafas segar dan tentu senyum anda
semakin menawan bukan?
http://kaskuz.us/tips-merawat-kesehatan-gigi
Bermasalah dengan tampilan gigi anda, ini ada beberapa tips untuk anada.. semoga
bermanfaat.
1. Cara mudah dan sederhana untuk merawat gigi tetap putih adalah menggosok
gigi tiga kali sehari dan setiap selesai makan. Namun hati-hati dalam menyikat gigi.
Jangan terlalu keras karena itu malah bisa membuat gigi abrasi dan rusak. Lebih
bagusnya gunakan sikat gigi elektrik dan atur waktu menyikat gigi selama dua
menit.
2. Strawberry adalah buah pemutih gigi yang sangat spesial. Caranya mudah.
Hancurkan saja strawberry kemudian tempelkan pada seluruh gigi anda dengan
menggunakan jari. Diamkan selama satu sampai dua menit. Setelah itu gosoklah
gigi dengan menyeluruh sampai bersih.
3. Gunakan pasta gigi yang berperan sebagai pemutih. Biasanya model pasta gigi
seperti ini banyak dijual di pasaran. Namun tentunya butuh waktu yang cukup lama
dan perlakuan yang sangat intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Sekarang sebagian besar pasta gigi telah menggunakan enzim dan formula kimia
sehingga anda tak perlu ragu untuk mengkonsumsi pasta gigi berpemutih.
4. Rawatlah sebelum terlanjur menjadi rusak. Gunakan sedotan jika anda minum
kopi, teh, minuman bersoda dan juga anggur merah. Dengan demikian, minuman
tak mengenai gigi secara langsung. Minuman-minuman tersebut biasanya menjadi
penyebab kerusakan gigi yang sangat kuat.
5. Yang termudah dan tercepat namun membutuhkan biaya lebih adalah dengan
cara bleaching atau pemutihan. Model perawatan gigi semacam ini banyak tersedia
di klinik gigi dan klinik kecantikan. Perawatan semacam ini bisa bertahan selama
dua hingga tiga tahun. Tapi tetap saja setelah di bleaching, anda harus menjaga
makanan dan minuman yang dikonsumsi.
6. Sejumlah zat bisa melekat di gigi anda dengan mudah. Oleh karena itu anda
harus mecegah terbentuknya noda gigi atau plak. Gunakan brokoli, daun selada
atau bayam untuk mencegahnya. Sayur-sayuran itu terbukti sangat manjur untuk
urusan mencegah noda gigi.
7. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berperan sebagai pemutih gigi alami.
Contohnya buah dan sayuran. Bahan-bahan alami yang cukup efektif untuk
membersihkan gigi di antaranya: apel, wortel dan seledri.

http://godherbal.blogspot.com/2009/01/7-tips-menjaga-kesehatan-gigi-agar.html

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut


dr. Nasir on 31 March 2009 1 Comment
Sakit gigi selalu menjadi ancaman yang banyak ditakuti orang. Biasanya bayangan harus
diperiksa dan ditangani oleh dokter gigi membuat orang lebih memilih mengonsumsi obat yang
hanya bertahan sebentar. Padahal gigi yang sakit dan mulut yang tidak terjaga kebersihannya bisa
saja mencerminkan kualitas kesehatan tubuh kita yang kurang bagus dan bisa menjadi awal
munculnya penyakit lain yang lebih fatal, seperti misalnya penyakit jantung, paru, saluran
pencernaan, dan sebagainya.
Banyak cara bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit gigi. Pertama, biasakan diri untuk
menyikat gigi minimal dua kali sehari, yaitu sesudah sarapan dan sebelum tidur di malam hari.
Ketika tidur, mulut tertutup dan menyebabkan air liur tidak bersirkulasi, bakteri akan
berkembang biak dua kali lipat lebih banyak. Bakteri yang semakin banyak akan merusak gigi
dan gusi. Oleh karena itu, sikat gigi sebelum tidur sangat penting untuk menghindari terjadinya
gangguan gigi dan gusi yang lebih buruk.
Kedua, sebaiknya segera menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan yang manis dan lengket.
Sisa makanan manis yang tidak segera dibersihkan menjadi penyebab utama terjadinya gigi
berlubang. Begitu pula makanan yang lengket, makanan ini harus segera dibersihkan agar tidak
tertimbun dan semakin sulit dibersihkan nantinya.
Ketiga, pilihlah sikat gigi yang mempunyai bulu sikat yang lembut. Bbanyak orang yang
beranggapan bahwa semakin keras menyikat gigi akan semakin bersih hasilnya. Anggapan ini
salah karena menyikat gigi dengan keras akan menyebabkan terkikisnya email (lapisan
pelindung) gigi.
Keempat, terapkanlah cara menyikat gigi yang baik dan benar. Sikatlah gigi Anda dengan arah ke
atas lalu ke bawah atau dari arah gusi ke arah ujung gigi.
Kelima, sebaiknya Anda mengganti sikat gigi Anda tiga bulan sekali atau bila bulu sikat sudah
mekar. Penempatan sikat gigi pun harus diperhatikan. Letakkanlah sikat gigi di dalam kamar
mandi dengan wadah tertutup atau dimasukkan ke dalam lemari di balik cermin di kamar mandi
Anda untuk menghindari kontaminasi kuman dan bakteri.
Keenam, lakukanlah pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi untuk mencegah timbulnya plak
dan karang gigi yang tertimbun tebal, karena akan semakin sulit dibersihkan.
Ketujuh, kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan makanan yang bisa
menimbulkan warna pada gigi, seperti teh dan kopi. Hentikan juga kebiasaan merokok karena
selain membuat gigi berwarna kuning, rokok juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan kanker
mulut.

Kedelapan, jangan lupa untuk membersihkan lidah Anda ketika menyikat gigi. Permukaan lidah
menjadi tempat bertumbuhnya bakteri dan oleh karena itu sebaiknya dibersihkan untuk
mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut.
Kesembilan, pergunakanlah benang floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip di
antara gigi.
Kesepuluh, pergunakanlah pasta gigi yang aman dan menyehatkan, seperti Tiens Herbal
Toothpaste. Pasta gigi ini diperkaya dengan nullipore (bahan anti bakteri/virus), kamperfull,
ekstrak tanaman krisan liar, vitamin A, vitamin B1, luteolin, inositol, dan ginsenoside yang
mampu memberikan fungsi pembersihan dan perlindungan menyeluruh, yang tentunya dapat
memberikan efek aman dan menyehatkan daripada menggunakan pasta gigi yang hanya
mengandung fluoride. Tiens Herbal Toothpaste mampu membersihkan dan mencegah kerusakan
gigi, mencegah stomatitis dan nyeri gigi, mencegah gusi bengkak dan berdarah, mengatasi bau
mulut dan mengatasi hemodia dan eritrisme.
Nah, bagaimana dengan gigi dan mulut Anda ? Sudahkah Anda menjaga kesehatan gigi dan
mulut Anda ?
http://dokternasir.web.id/2009/03/menjaga-kesehatan-gigi-dan-mulut.html