Anda di halaman 1dari 11

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Objective Structure Clinical Examination


Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran 2012
Station Ortodonsia
Kasus 1

: Pemeriksaan Ekstra Oral

Prosedur Pemeriksaan
1. Anamnesa
2. Periksa Tipe Wajah
- Kriteria : Sempit /Lebar/Normal
- Morphologic Chepalic Indeks

3.

4.
5.

6.

7.

I = Nasion Gnation
x100
Byzygomatic
o Hypereuryprosop
x 78,9
o Euryprosop
79,0 83,9
o Mesoprosop
84,0 87,9
o Leptoprosop
88,0 92,9
o Hyperleptoprosop
93,0 x
- Menggunakan penggaris panjang
Kesimetrisan Wajah
- Kriteria : Simetris /Asimetris
- Buat garis Midline wajah, Garis Interpupil, garis pertemuan bibir
- Liat kesimetrisannya
- Bisa Melalui Analisa Foto pasien
- Liat besar telinga pasien, apakah kirii kanan sama?
Profil Wajah
- Kriteria : Datar/cembung/cekung
- Titik pemeriksaan : Glabella Sulcus Nasolabialis paling anterior-Pogonion
Pemeriksaan Bibir
- Otot bibit
Kriteria
: Normal/hipotonus/hipertonus
Cara pemeriksaan
: Pegang bibir , tarik perlahan, liah ketengangan
otot bibirnya
- Relasi bibir
Kriteria
: Normal/terbuka (tipe bibir : Kompeten/Inkompeten)
Cara pemeriksaan
: liat relasi bibir pasien saaat sedang istirahat ,
instruksikan pasien untk relaks
Pemeriksaan TMJ
Kriteria
: Normal/sakit/klicking
Cara pemeriksaan : Palpasi dan auskultasi sekitar TMJ
Berdiri di belakang pasien, pasin diminta membuka mulut
maksimal secara perlahan , kemudian pasien diminta
menutup mulut secara perlahan.
Kelainan Lain

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Kasus 2
Prosedur Pemeriksaan

: Pemeriksaan Intra Oral


:

Pakai Masker, Cuci Tangan, Pakai Handscoon


1. Keadaan Gigi Geligi

0 : Karies
+:
Persistensi
F : Fraktur
: Tambalan
V : sisa akar
G : Non vital

X : gigi hilang
A : Agenesi
H : Hipoplasia
: Belum
erupsi
M:
Supernumerer
I : Abrasi

2. Malposisi Gigi Geligi


- Penyimpangan posisi gigi terhdap lengkung rahang, perhatikan setiap gigi
- Bisa dilakukan langsung pada pasien ataupun pada Model Studi
3. Kebersihan mulut
- Kriteria : Baik/sedang/buruk
- Perhatikan
: Plak, Kalkulus, Karies, Sisa Akar
4. Ginggiva/Mukosa
- Kriteria : Sehat
Kelainan : Ginggivitis regio . / Periodontitis region
.
5. Frenulum Labii
- Kriteria : Normal/Rendah
- Cara pemeriksaan : Blamch Test
Bibir ditarik untuk melihat ketengangan otot dan perlekatan jaringan ikat
6. Lidah
- Kriteria : Normal/besar
- Cara
: Liat, apa ada teraan gigi geligi pada pinggiran lidah/tidak
7. Palatum
- Kriteria : Normal/tinggi/dangkal
- Cara Pemeriksaan
Langsung pada pasien : Letakan instrumenkaca mulut berdiri pada
palatum perkirakan tinggi palatum
Pada Model
:
Palatal Height Index =
Palatal Height
x 100
- Kriteria
Posterior Arch Width
Normal : 42%
Tinggi
: > 42%
Dangkal : < 42%
- Posterior Arch Widh dihitung jarak central pit gigi posterior terakhir kiri
dan kanan
8. Tonsil

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Kriteria
: Normal /Besar
9. Garis Median
- Kriteria : Sesuai
Tidak Sesuai
: RA bergeser ke . / RB
bergeser ke
Dental/Skeletal
- Cara pemeriksaan
Buat garis tengah wajah
Liat apakah berimpit dengan Frenulum labii RA dan RB serta Pertemuan
antara Cebtran Incisor
Kelainan dental bila : Frenulum labii atas dan bawah berimpit dengan garis
median tetapi pertemuan Central Incisor bergeser
Kelainan Skeletal bila : Frenulum labii dan garis median wajah tidak
berimpit

Kasus

: Pemeriksaan Intra Oral Part 2

Prosedur Pemeriksaan
1. Overbite
- Definisi
Hubungan/jarak Horizontal antara permukaan labia Incisivus RA ke
permukaan labial Incisivus RB
Kriteria
: Normal / dalam (mm)/ Openbite/edge to edge
Kriteria Normal : Incisal RB tertupi 1/3 incisal oleh Incisal RA
Prosedur pemeriksaan Pada Pasien/Model
o Pasien diminta untuk oklusi sentrik / Oklusi Sentrikkan Model
o Tandai pada permukaan labial RB proyeksi tepi incisal RA
o Dengan penggaris yang berawalan 0 atau pun dengan jangka
sorong, hitung jarak incisal RB ke titik proyeksi tepi incisal RA yang
sudah ditandai tadi
o

2. Overjet
- Definisi
Hubungan/jarak vertical dari tepi incisal RB ke proyeksi incisal RA
pada permukaan labial RB
Kriteria
: Normal / besar (mm)/edge to edge / Cross bite
Kriteria Normal : Laki-laki 2,2 mm +/- 0,8 mm atau Wanita 2,5 mm +/- 1,1
mm
Prosedur pemeriksaan Pada Pasien/Model
o Pasien diminta untuk oklusi sentrik / Oklusi Sentrikkan Model
o

Gian Nur Alamsyah-160110090100

o
o
o

Tempatkan pengggaris/jangka sorong pada posisi tegak lurus


dengan permukaan paling labial dari incisivus 1 RB (liat gambar)
Buat proyeksi permukaan paling labial incisivus 1RA pada penggaris
Hitung antara jarak permukaan paling labial Incisvus RB ke proyeksi
Permukaan paling labial Incisivus 1 RA pada penggaris.

3. Crossbite
- Crossbite/Gigitan silang, RB melampaui RA dalam permukaan facia oklusal
- Kriteria : Normal
- Kelainan : Anterior (gigi RB terhadap RA
contoh : 42 terhadap 12)
Posterior.. (gigi RB terhadap RA
contoh : 26 terhdap 36)
4. Diastema
- Ruang abnormal antara gigi yang berdampingan
- Kriteria : normal (tidak ada diastema)
- Kelainan : RA .. (mis. 11 dan 21) / RB (mis. 23
dan 24)
5. Kurva Spee
- Kurva yang dibentuk dari puncak bonjol distal gigi molar paling posterior
ke incisal gigi incisive paling anterior
- Kriteria : Normal (kedalam +/- 3mm)
- Kelainan : dalam /datar / terbalik
- Cara pemeriksaan :
o Tempatkan penggatis/instrumen mendatar pada bonjol distal gigi
molar terakhir sampai incisal gigi anterior
o Ukur jarak kurva terdalam terhadap penggaris/instrument tadi
6. Erupsi
Pehatikan Dental Age!!
- Kriteria : Normal/cepat/lambat
7. Jumlah Gigi
Kriteria
: Normal / agenesis .../Supernumerer
..
8. Penutupan Mandibula
- Kriteria : Normal / Deviasi ke ..
- Cara pemeriksaan
o Pegang dagu pasien
o Pandu pasien untuk membuka mulut perlahan
o Kemudian Pandu untuk menutup mulut secara perlahan

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Rasakan arah penutupan mandibula pasien apakah ada deviasi


atau tidak

Kasus 3 : Analisis Model Studi


1. Analisis ALD (Arch Length Discrepancy)
- Mengukur panjang lengkung gigi (lakukan pada RA dan RB)
o Hitung satu persatu panjang mesio distal gigi M1 KANAN sampai
M1 Kiri lalu jumlahkan
o Diukur dengan jangka yang kedua ujungnya runcing, tegak lurus
dengan gigi
- Mengukur panjang Lengkung Rahang
o Cara 1 : diukur dengan jangka dari mesial M2 kanan , melalui titik
kontak ke Mesial M2 Kiri (Titik kontak puncak papilla gusi)
o Cara 2 : Menggunakan kawat kuningan (brass wire) mulai dari distal
M1 (mesial M2), melalui titik kontak M dan P, melalui incisal gigi
incisive, sampai distal M1 lainnya.
- RUMUS ALD
Panjang lengkung Rahang Atas
=.mm
Panjang lengkung gigi RA /Jumlah lebar mesiodistal 16-26
=.mm Selisih
= .mm

Panjang lengkung Rahang Bawah


=.mm
Panjang lengkung gigi RA /Jumlah lebar mesiodistal 36-46
-

Kriteria Perawatan
0 s/d -2 mm
: Pro Slicing
0 s/d -4 mm
: Pro Ekspansi
< -4 mm
: Pro Ekstraksi

2. Analisis Bolton
- Tujuan
o Memperkirakan relasa overbite dan overjet setelah perawatan
o Mengidentifikasi kelainan oklusi yang terjadi yang disebabkan
perbedaan ukuran gigi
o Menentukan efek pencabutan pada oklusi di posterior dan anterior
- Prosedur
o Tahap 1
Ukur dan catat semua ukuran mesiodistal gigi dalam mm (seperti
ALD)

Gian Nur Alamsyah-160110090100

6 gigi anterior RA (13-23)


6 gigi anterior RB (33-43)
12 gigi RA (16-26)
12 gigi Rb (36-46)

Tahap 2
Rumus Bolton
Mandibula 6 x 100 =. %
(rata-rata
77,2 ;SD 1,65)
Maksila 6
(normal = 75,55-78,85)

Mandibula 12 x 100 =. %
(rata-rata
91,3
;SD
1,91)
Tahap 3
= 89,39Maksila
Jika 12
: Rasio Anterior
>77,2(normal
%
Rasio Total > 91,3 %
Maka ukuran gigi maksila benar, dan mandibula
lebih besar dari yang seharusnya
Jika
: Rasio Anterior < 77,2 %
Rasio Total < 91,3%
Maka ukuran gigi geligi mandibula benar , ukuran
gigi geligi maksila terlalu bedar dibanding
seharusnya
Gunakan Ukuran Gigi Geligi yang Benar (bila maksila benar / bila
mandibula benar) untuk melihat ukuran gigi Maksila / mandibula
yang seharusnya dari Tabel Bolton

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Tahap 4
Masukkan data kedalam table
Pasien

Seharusnya
Selisih
(table)
Mandibula 6

..mm
..mm
..mm
Maksila 6
.
.
.
.mm
.mm
.mm
Mandibula 12 .. .. ..
mm
mm
mm
Maksila 12

..mm
..mm
..mm
Hasil ini digunakan untuk menentukan rencana perawatan
3. Analisis Howes
- Keadaan gigi berjejal tidak hanya disebabkan oleh ukuran gigi yang terlalu
besar tetapi juga dapat disebabkan lengkung gigi yang terlalu kecil
- Hanya digunakan untuk RA
- Prosedur
o Tahap 1
a. Ukur panjang lengkung gigi (jumlah mesiodistal gigi 16 s/d 26)
Sama seperti ALD
b. Lebar lengkung rahang (basis Apikal)
= jarak antara titik terdalam fosa kanina, diukur dari titik pada
ujung apeks gigi 14 sampai dengan gigi 24
c. Lebar lengkung gigi
= jarak antara puncak bonjol 14 samapi dengan gigi 24

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Tahap 2
RUMUS INDEKS HOWES
100 X Basis Apikal
Jumlah Mesiodistal 16 26

= .%

Lebar lengkung gigi (puncak bonjol bukal 14-24)


=
mm
Lebar lengkung rahang (basis Apikal)
=
mm
Selisih
=
Tahap 3
Hasil Analisis
Rumus 1
44 % = Menunjukan basis apical cukup lebar untuk semua
gigi (16 -26)
< 37 % = Lengkung basal sempit, sehingga perlu
pencabutan gigi
37 -44% = Kategori meragukan antara ekstraksi atau
ekspansi
> 44% = Lebar lengkung basal > lebar lengkung gii antara
P1, aman ekspansi
Rumus 2
Yang Dijadikan patokan lebar lengkung rahang
Ekspansi dapat dilakukan sampai batas lebar lengkung gigi
(LLG) = Lebar lengkung Rahang (LLR), secara klinis, Titik
terdapan fossa kanina dan bonjol bukal P1 pada bidang
vertical sejajar
LLG > LLR
Selisih
+
Tidak bisa
diekspansi
LLG < LLR
Selisih
Ekspansi
LLG = LLR
Selisih
0
Normal
4. Analisis PONT
- Dasar Pemikiran
: Makin besar lebar mesiodistal 4 gigi incisivus RA,
maka makin besar pula lebar lengkung gigi antara P1 dan M1 agar tidak
terjadi crowding
- Hanya pada Rahang Atas
- Tahap 1
o Hitung Lebar Mesio Distal ke 4 gigi incisivus (12 11 21 22)
o Hitung jarak centrak fossa 14 -24 (pasien)
o Hitung jarak central fossa 16-26 (pasien)
o

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Tahap 2
RUMUS INDEKS PONT
Indeks Pont 14-24
Jumlah Mesio Distal 12 11 21 22 x 100 =
mm
80
Indeks Pont 16-26
Jumlah Mesio Distal 12 11 21 22 x 100 =
mm
64

Tahap 3
Masukan dalam table
14 - 24
16 - 26

Penderita

mm

.mm

Pont

mm

.mm

Selisih

mm

.mm

Jika Hasilnya Negatif (-) Terjadi kontraksi


Jika hasilnya Positif (+) Terjadi Distraksi

Kasus 4

: Pemeriksaan Sagital Transversal (Intramaxillary Symmetry)

Tujuan:
1. Membandingkan kedudukan gigi geligi kanan dan kiri garis median
2. Dalam rencana perwatan usahakan kedudukan gigi geligi simetris
3. Analisis simetri ini untuk memperkirakan perbedaan posisi gigi geligi kanan
dan kiri dari arah sagital dan transversal
Prosedur

1. Tahap 1
Beri tanda berupa titik pada permukaan incisal/oklusal setiap gigi
I1 dan I2

Pertengahan Incisal
C

Puncak Bonjol
P1 dan P2

Puncak Bonjol Bukal


M

Sentral Fossa
2. Tahap 2

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Buat Kontruksi bidang referensi

Garis Referensi Median ditarik dari 2 titik di Mid palatal raphe (satu
anterior 1 Posterior
Garis referensi bidang tuberositas, ditarik dari tuberositas kanan ke kiri

3. Tahap 3
Banding kan Posisi gigi geligi kiri dan kanan dengan
Orthocross/Symmetograph dengan bidang orientasi pada mid palatal raphe
dan bidang tuberositas
4. Hasil Pemeriksaan
Contoh :
- Dalam bidang transversal
16 menjauhi median line 1 mm dibandingkan 26
- Dalam bidang sagital
16 lebih ke anterior 1 mm dibandingkan 26

1.

Profil muka :

Gian Nur Alamsyah-160110090100

Profil muka ditentukan berdasarkan patokan:


1. Glabela, ujung terluar bibir atas, dan pogonion (Rakosi), atau
2. Glabela, subnasion, dan pogonion (Profit).
Klasifikasinya:
1. Profil datar
: jika garis yang dibentuk titik acuan relatif
lurus.
2. Profil cembung/konvex
: jika garis yang dibentuk titik acuan
membentuk sudut lebih ke belakang (posterior divergen; kelas II
hubungan rahang).
3. Profil cekung/konkav
: jika garis yang dibentuk titik acuan
membentuk sudut lebih ke depan (anterior divergen; kelas III hubungan
rahang).
Pemeriksaan profil wajah didapatkan dari analisis gambaran radiografi
lateral cephalometri melalui titik glabela, sulcus nasolabial anterior dan
pgonion dan pemeriksaan klinis.
pada pasien dengan profil yang terlalu ke labial, harus diperhitungkan
apakah memungkinkan untuk tetap dilakukan perawatan

A. konvex
B tegak
C konkav
Pada pasien ini, profil wajah dapat dilihat dari foto pasien dari arah lateral.
Pasien tersebut memiliki profil wajah cembung.
Cara membuat gigitan lilin :
1. instruksikan pasien untuk oklusi
cara mengoklusikan :
1. telan ludah
2. simpah lidah di langit2
3. ..
2. Liat di buku praktikum