Anda di halaman 1dari 49

PRESENTASI KASUS

ENSEFALITIS
Pembimbing:
dr. Nur Faizah, Sp.A

Disusun oleh:
Dicky B A P
Rona L H

G4A014033
G4A014040

Identitas

Nama
No. CM
Usia
Jenis Kelamin
Alamat

Agama
Suku Bangsa
Tanggal Masuk RSMS
Tanggal Periksa

: An. M
: 00127570
: 10 th 10 bln
: Perempuan
: Karang mangu, RT
3/1 Baturaden
: Islam
: Jawa
: 27 Maret 2016
: 28 Maret 2016

Anamnesis
Keluhan Utama :Kejang

Keluhan Tambahan: Demam, nyeri kepala, mual, muntah, batuk, pilek,


penurunana kesadaran
Riwayat Penyakit Sekarang

3 HSMRS: Anak mengeluh pusing sejak bangun tidur, terasa berdenyut dan terus menerus,
batuk berdahak, pilek, sesak (-) ngik-ngik (-) demam (-), mual (-), muntah (-), kejang (-),
penurunan kesadaran (-), nafsu makan (+) normal, nafsu minum (+) normal, BAB +
normal, BAK + normal. Anak mengkonsumsi obat yang dibeli di warung, keluhan pusing
berkurang.
2 HSMRS:Keluhan pusing berdenyut tetap, mulai demam nglemeng, pasien masih
beraktivitas di sekolah
1 HSMRS: Keluhan pusing berdenyut tetap, demam tinggi, pasien memutuskan untuk tidak
pergi kesekolah
HMRS: (pagi hari) pusing berdenyut bertambah berat, demam tetap tinggi, mual, muntah 3x
nyemprot isi makanan dan cairan, volume gelas belimbing, lemas,batuk, pilek, nafsu
makan menurun, nafsu.minum (+) normal, BAK (+) normal, BAB (+) normal
(siang hari) anak kejang 1 x, kejang seluruh tubuh, selama 5 menit, sebelum dan setelah
kejang sadar, saat kejang tidak sadar. Anak dibawa ke bidan dan segera dibawa ke RSMS,
saat di perjalanan anak kembali kejang 1x, kejang seluruh tubuh, selama 5 menit, sebelum
kejang sadar, saat kejang tidak sadar., dan setelah kejang tidak sadar.

Hari pertama masuk rumah sakit : pasien di rawat di

ruang HCU. Panas (+) berkurang, tidak kejang,


kesadaran masih menurun. Tidak muntah.
Hari kedua perawatan di rumah sakit : panas (-),
kejang(-), kesadaran membaik

Faktor resiko (yg berhubungan dengan penyakit yang diduga)


Riwayat kejang demam atau kejang tanpa demam sebelumnya (-)
Riwayat trauma kepala sebelumnya (-)
Riwayat kontak dengan penderita batuk (+) adik dari ibu pasien
Riawayat alergi (-)

-Kesimpulan
Demam 3 hari
-Kejang 2x/24 jam, durasi 5menit, seluruh
tubuh
-Kejang pertama: sebelum dan sesudah
kejang sadar, saat kejang tidak sadar
-Kejang kedua
: sebelum kejang sadar,
saad dan setelah kejang tidak sadar.
-Penurunan kesadaran 1 hari
-Nyeri kepala berdenyut 3 hari
-Mual
-Muntah 3 c nyemprot isi makanan
-Riw kejang dengan/tanpa demam (-)
-Riw
-Trauma kepala (-)
DD : meningitis, ensefalitis

-Batuk berdahak 3 hari


-Pilek 3 hari
-Sesak nafas (-)
-Ngik ngik (-)
-Riw kontak penderita batuk (+)
-Riw alergi (-)
-DD : bronkhitis, rhinofaringitis

Riwayat keluarga
a) Ikhtisar keturunan

Laki-laki sehat
Perempuan sehat

b) Riwayat penyakit pada keluarga yang diturunkan/genetik


- riw kejang dengan/tanpa demam (-)
- riw alergi (-)
- riw penyakit jantung (-)
c) Riwayat penyakit pada keluarga/tetangga/teman bermain
yang dapat ditularkan
- riw kontak dengan penderita ISPA + (AYAH)

Riwayat pribadi
a) Riwayat kehamilan dan persalinan
Prenatal : ibu G4P0A0, ANC rutin bidan, riw perdarahan -, riw sakit saat
hamil
Natal : usia kehamilan 38 minggu, lahir dibidan, BBL 2800 gr, PB 48 cm.
lahir dalam keadaan langsung menangis
Post natal : riw kejang -. Riw kebiruan -, riw demam tinggi -, riw batuk
pilek +

b) Riwayat makanan
0-5 bln : ASI tiap 2-3 jam, durasi minum 10-15 menit
6-9 bln : ASI + tetap diberikan, disertai MP ASI, makanan lunak 2xsehari,
volume cangkir, variasi makanan telur, kadang sayuran, buah-buahan
9-12 bln ASI (+) tetap diberikan disertai susu formula dan nasi tim,
frekuensi 3x sehari, volume cangkir
12-24 bulan: ASI +, bubur nasi tim +, lauk pauk 2-3/hari, porsi cangkir,
variasi : buah-buahan
24 bln-skg : susu formula +, makanan seperti nasi, sayur, lauk pauk,
dan buah buahan frek 3x/hari, volume porsi dewas
kualitas : cukup
kuantitas : cukup

Perkembangan dan Kepandaian


Motorik Kasar
Badan mulai miring-miring : usia 3 bulan
Badan mulai tengkurap : usia 5 bulan
Bergerak merangkak : usia 10 bulan
Berjalan di tatih : usia 12 bulan
Berjalan sendiri : usia 14 bulan
Motorik halus
Melihat benda bergerak : usia 2 bulan
Berusaha meraih benda : usia 6 bulan
Memasukan apa saja ke mulut : usia 12 bulan

Bahasa
Mengoceh : usia 2 bulan
Mengucapkan 1 kata : usia 6 bulan
Mengucapkan lebih dari 1 kata : usia 10 bulan
Sosial
Dapat tersenyum saat di ajak berbicara : usia 3 bulan
Tertawa pada ibunya : usia 4 bulan
Mau makan sendiri : usia 12 bulan
Menunjuk benda yang diinginkan : usia 18 bulan

2. VAKSINASI
VAKSINASI DASAR

ULANGAN

JENIS

USIA

TEMPAT

USIA

TEMPAT

BCG

2 BLN

PKM

DPT

4,5,6 BN

PKM

20 BLN

PKM

POLIO

3,4,5,6, BLN

PKM

20 BLN

PKM

HEPATITIS

2,4,5,6 BLN

PKM

CAMPAK

Kesimpulan
- imunisasi campak blm dilakukan
- imunisasi selain campak dilakukan sesuai usia

5. Riwayat penyakit dahulu


- riwayat kejang dengan atau tanpa demam
- riw dirawat di Rumah Sakit sebelumnya disangkal
- riw ISPA +
6. Sosial, ekonomi dan lingkungan
Pasien tinggal bersama kedua orang tuanya. Pasien tinggal di daerah
padat penduduk. Rumah beralaskan ubin, atap genteng, dinding
lembab, ventilasi cukup. Pasien seorang murid kelas 4 SD memiliki
aktivitas yang cukup rutin disekolah dengan mengikuti PRAMUKA.
Pasien senang jajan di sembarang tempat.
pendapatan keluarga perbulan : RP 500.00,00-800.000,00 / bulan
7. Anamnesis sistem
- sistem kardiovaskuler : tidak ada keluhan
- sistem respirasi : batuk +, pilek + 3 hari
- sistem syaraf : kejang, demam, muntah proyektil penurunan kesadaran
- sistem gastrointestinal : mual
- sistem urogenital : tidak ada keluhan
- sistem muskuloskeletal : ttidak ada keluhan
- sistem integumentum : tidak ada keluhan

Pemeriksaan Fisik (28 maret 2016)


Keadaan Umum : Jelek , Kesadaran : Somnolen, GCS E2M5V4, Kesan status gizi baik
Vital Sign:
TD: 100/60
Berat Badan: 8.5 kg
Tinggi Badan: 67 cm
N: 120 x/menit, reguler, isi dan tegangan cukup
RR: 28x/menit, reguler
S: 37.5 C
Status Gizi & antopometri
Anak : P umur: 130 bln BB: 25 kg TB: 132 cm
WAZ : -1,83 ( BB normal)
HAZ : -1,67 (Perawakan normal)
WHZ : -1,15 (status gizi baik)
LLA 18 cm, kesimpulan status gizi : baik

Kepala
: mesocephal LK= 50 cm (Norma :49-55 cm)
rambut
: warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut
Ubun-ubun
: sutura menutup
Mata: konjunctiva anemis -/- , sklera ikterik -/-, pupil isokor, diameter pupil 3mm/3mm,
RC +N/+N
Hidung
: discharge +/+ warna jernih , nch -/Mulut
: sianosis -/- faring hiperemis (-), tonsil T1-T1, faring hiperemis -, gigi :
perkembangan gigi sesuai usia
Leher
: JVP tidak mengingkat, LNN cervucal tidak teraba, kaku kudung -,
deviasi trachea
Dada
: simetris (+) , retraksi (-)

Jantung :
Inspeksi : ic tidak tampak
Palpasi : ic di sic iv lmcs tidak kuat angkat
Perkusi :
batas jantung
kanan atas SIC II LPSD
kanan bawah SIC IV LPSD
kiri atas SIC II LPSS
kiri bawah SIC IV LMCS
Auskultasi : HR : 120 x/m reguler, s1>s1, m (-) g (-)

Paru
Inspeksi : simetris +, retraksi -, ketinggalan gerak Palpasi : vf kanan NORMAL,kiri NORMAL
Perkusi : sonor seuruh lapang paru
Auskultasi : SD vesikuler +N/+N, RBK +/+, RBH -/-, Wh -/

Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi : supel, NT -, turgor kulit < 1 detik
Perkusi : timpani
Auskultasi Bu + N setiap 3-4 detik sekali

Hati : -1/4 BH kenyal, permukaaan datar, tepi tajam


Limpa/lien : tidak teraba
Genital : tak
Anus/sekitar : tak
punggung./vertebra : tak

Anggota Gerak

Atas
Kanan

Bawah
Kiri

Kanan

Kiri

Gerakan

bebas

bebas

bebas

Bebas

Trofi

eutrofi

eutrofi

eutrofi

eutrofi

Tonus

normal

normal

normal

normal

Ref.fisiologis

Biceps (+) N
Triceps (+) N

Biceps (+) N
Triceps (+) N

Patella (+) N

Patella (+) N

Ref.patologis

Hoffman (-)
Tromer (-)

Hoffman (-)
Tromer (-)

Babinsky (+)
Chaddock (-)

Babinsky (+)
Chaddock (-)

Klonus

Tanda
meningeal

Brudzinsky sign I, II, III, IV tidak ada, kernig sign (-)

Sensibilitas

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Sulit dinilai

Akral

hangat

hangat

hangat

hangat

LABORATORIUM
Darah :
Rutin : Hb : 12
Hematokrit 36%
Angka Leukosit 28.130
Hitung Jenis Leukosit : 2 / 3 /6 / 46 / 40 / 3

RESUME
Anamnesis
Demam tinggi 3 hari
Kejang 2x / 24 jam durasi 5 menit seluruh tubuh, kejang pertama sebelum dan
sesudah kejang sadar, kejang kedua sebelum kejang sadar, saat dan setelah
kejang tidak sadar
Nyeri kepala berdenyut 3 hari
Mual, muntah 3x nyemprot isi makanan volume gelas belimbing
Faktor risiko : tidak ada riwayat kejang dengan atau tanpa demam sebelumnya,
tidak ada riwayat trauma kepala
Batuk berdahak, pilek 3 hari
Mengi (-)
Sesak nafas (-)
Riwayat kontak dengan penderita batuk (+)
Riwayat alergi (-)

Pemeriksaan Fisik
Ku / kes : Jelek / Somnolen GCS E2M5V4
TD : 120xm
RR : 28x/m
T : 37,5 C
Kepala : mesochepal, LK 50 cm Normal
Mata : RC +N/+N, PUPIL ISOKOR 3MM/3MM
Hidung : Nch -/- Discharge +/+
Leher : kaku kuduk (-)
Thorax : simetris (+) , retraksi (-)
Pulmo : SD ves +/+ Rbk +/+ Wh -/Ekstremitas :
ref.Fisiologis (+ normal/+normal)
ref Patologis (+ / +)
meningeal sign (-)
klonus (-)
tonus +
eutrofi

Antopometri
WAZ -1,83 ( BB normal)
HAZ -1,67 (perawakan normmal)
WHZ -1,15 ( status gizi baik)

Darah :

Angka Leukosit 28.130 (leukositosis


Hitung Jenis Leukosit : 2 / 3 /6 / 46 / 40 / 3 shift to the left

Daftar masalah (aktif dan in aktif )

Sindrom I
Demam tinggi 3 hari
Kejang 2x / 24 jam durasi 5 menit seluruh tubuh, kejang pertama sebelum dan
sesudah kejang sadar, kejang kedua sebelum kejang sadar, saat dan setelah kejang
tidak sadar
Nyeri kepala berdenyut 3 hari
muntah 3x nyemprot isi makanan volume gelas belimbing
Faktor risiko : tidak ada riwayat kejang dengan atau tanpa demam sebelumnya, tidak
ada riwayat trauma kepala
Pemeriksaan Fisik :
Ku / kes : Jelek / Somnolen GCS E2M5V4
T : 37,5 C
Mata .: rc +n/+n
Leher : kaku kuduk (-)
Ekstremitas :
ref.Fisiologis (+ normal/+normal)
ref Patologis (+ / +)
meningeal sign (-)
klonus (-)
tonus +

Sindrom II
Batuk berdahak, pilek 3 hari
Demam +
Mengi (-)
Sesak nafas (-)
Riwayat kontak dengan penderita batuk (+)
Riwayat alergi (-)
T : 37,5 C
Hidung : Nch -/- Discharge +/+
Mulut : faring hiperemis (-)
Thorax : simetris (+) , retraksi (-)
Pulmo : SD ves +/+ Rbk +/+ Wh -/-

Diagnosis Banding (Kemungkinan Penyebab Masalah) :


Sindroma I : dd. Ensefalitis ec bakteri, virus, parasit
Sindroma II : dd Bronkhitis, Rhinofaringitis
Diagnosis Kerja
Ensefalitis
Bronkhitis

Terapi
Medikomentosa
O2 8 lpm NRM
IVFD RL 16 tpm
Inj. Ampicilin 2x750mg
Inj. Chloramphenicol 3x500mg
Inj Diazepam 10mg (bila kejang)
Paracetamol 3 x 250mg
Phenitoin tab 3 x 100mg

Non medikomentosa
Pasang NGT
Pasang kateter
Diit TKTP
Edukasi Keluarga

Edukasi tentang penyakit, faktor risiko, komplikasi serta pengobatan


Edukasi tentang cara memberikan minuman lewat selang agar tidak
tersedak
Rawat di ruang High Care Unit

Pemeriksaan Penunjang
CT Scan kepala
Cek GDS
Cek Elektrolit
EEG
Rencana Monitoring
Monitoring keadaan umum, kesadaran dan tanda vital
Monitoring produksi urin
Monitoring respon terapi
Monitoring tanda-tanda henti nafas

Prognosis
Ad vitam
Ad Sanationam
Ad fungsionam

: dubia
: dubia
: dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Ensefalitis adalah infeki jaringan otak yang isebabkan

oleh berbagai macam mikroorganisme (virus, bakteri,


jamur, dan protozoa)

Etiologi
Ensefalitis disebabkan oleh :
- Bakteri
- Virus
- Parasit
- Fungus
- Riketsia.

Jenis
ENSEFALITIS SUPURATIVA
Bakteri penyebab ensefalitis supurativa adalah :

staphylococcus aureus, streptococcus, E.coli dan


M.tuberculosa.

Patogenesis
Peradangan dapat menjalar ke jaringan otak dari otitis
media, mastoiditis, sinusitis, atau dari piema yang berasl
dari radang abses di dalam paru, bronchiektasi,
empiema, osteomeylitis cranium, fraktur terbuka, trauma
yang menembus ke dalam otak dan tromboflebitis.
Reaksi dini jaringan otak terhadap kuman yang
bersarang adalah edema, kongesti yang disusul dengan
pelunakan dan pembentukan abses. Disekeliling daerah
yang meradang berproliferasi jaringan ikat dan astrosit
yang membentuk kapsula. Bila kapsula pecah
terbentuklah abses yang masuk ventrikel

Manifestasi klinis
Secara umum gejala berupa trias ensefalitis ;
1.Demam
2.Kejang
3.Kesadaran menurun
Bila berkembang menjadi abses serebri akan timbul
gejala-gejala infeksi umum, tanda-tanda meningkatnya
tekanan intracranial yaitu : nyeri kepala yang kronik dan
progresif,muntah, penglihatan kabur, kejang, kesadaran
menurun, pada pemeriksaan mungkin terdapat edema
papil.Tanda-tanda deficit neurologist tergantung pada
lokasi dan luas abses

ENSEFALITIS SIPHYLIS
Patogenesis
Disebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi
terjadi melalui permukaan tubuh umumnya
sewaktu kontak seksual. Setelah penetrasi melalui
epithelium yang terluka, kuman tiba di sistim
limfatik, melalui kelenjar limfe kuman diserap
darah sehingga terjadi spiroketemia. Hal ini
berlangsung beberapa waktu hingga menginvasi
susunansaraf pusat.
Treponema pallidum akan tersebar diseluruh
korteks serebri dan lain susunan saraf pusat.

Manifestasi klinis
Gejala ensefalitis sifilis terdiri dari dua bagian :
1. Gejala-gejala neurologist
Kejang-kejang yang datang dalam serangan-serangan,
afasia, apraksia, hemianopsia, kesadaran mungkin
menurun,sering dijumpai pupil Agryll-Robertson,nervus
opticus dapat mengalami atrofi. Pada stadium akhir timbul
gangguanan-gangguan motorik yang progresif.
2. Gejala-gejala mental
Timbulnya proses dimensia yang progresif, intelgensia
yang mundur perlahan-lahan yang mula-mula tampak
pada kurang efektifnya kerja, daya konsentrasi mundur,
daya ingat berkurang, daya pengkajian terganggu

ENSEFALITIS VIRUS
Virus yang dapat menyebabkan radang otak pada
manusia :
1. Virus RNA
Paramikso virus : virus parotitis, irus morbili
Rabdovirus : virus rabies
Togavirus : virus rubella flavivirus (virus ensefalitis Jepang
B, virus dengue)
Picornavirus : enterovirus (virus polio, coxsackie
A,B,echovirus)
Arenavirus : virus koriomeningitis limfositoria

Virus DNA
Herpes virus : herpes zoster-varisella, herpes
simpleks, sitomegalivirus,virus Epstein-barr
Poxvirus : variola, vaksinia
Retrovirus : AIDS
Manifestasi klinis
Dimulai dengan demam, nyeri kepala, vertigo,
nyeri badan, nausea, kesadaran menurun, timbul
serangan kejang-kejang, kaku kuduk,
hemiparesis dan paralysis bulbaris.

ENSEFALITIS KARENA PARASIT


a. Malaria serebral
Plasmodium falsifarum penyebab terjadinya malaria
serebral. Gangguan utama terdapat didalam pembuluh
darah mengenai parasit. Sel darah merah yang terinfeksi
plasmodium falsifarum akan melekat satu sama lainnya
sehingga menimbulkan penyumbatan-penyumbatan.
Hemorrhagic petechia dan nekrosis fokal yang tersebar
secara difus ditemukan pada selaput otak dan jaringan
otak.
Gejala-gejala yang timbul : demam tinggi.kesadaran
menurun hingga koma.
Kelainan neurologik tergantung pada lokasi kerusakankerusakan.

Toxoplasmosis
Toxoplasma gondii pada orang dewasa biasanya tidak
menimbulkan gejala gejala kecuali dalam keadaan dengan
daya imunitas menurun. Didalam tubuh manusia parasit ini
dapat bertahan dalam bentuk kista terutama di otot dan
jaringan otak.

Amebiasis
Amuba genus Naegleria dapat masuk ke tubuh melalui
hidung ketika berenang di air yang terinfeksi dan kemudian
menimbulkan meningoencefalitis akut. Gejala gejalanya
adalah demam akut, nausea, muntah, nyeri
kepala, kaku kuduk dan kesadaran menurun

ENSEFALITIS KARENA FUNGUS


Fungus yang dapat menyebabkan radang antara lain :
candida albicans, Cryptococcus neoformans,Coccidiodis,
Aspergillus, Fumagatus dan Mucor mycosis. Gambaran
yang ditimbulkan infeksi fungus pada sistim saraf pusat
ialah meningo-ensefalitis purulenta. Faktor yang
memudahkan timbulnya infeksi adalah daya imunitas yang
menurun

Penatalaksanaan
1. Ensefalitis supurativa
Ampisillin 100-150 mg/kgBB/hari iv +
Cloramphenicol 50-100 mg/kgBB/hari iv

2. Ensefalitis Virus
Pengobatan antivirus diberikan pada ensefalitis virus
dengan penyebab herpes zoster-varicella.
Asiclovir 10 mg/kgBB intra vena 3 x sehari selama 10 hari
atau 200 mg peroral tiap 4 jam selama 10 hari

Ensefalitis karena parasit


- Malaria serebral
Kinin 10 mg/KgBB dalam infuse selama 4 jam,
setiap 8 jam hingga tampak perbaikan.
- Toxoplasmosis
Sulfadiasin 100 mg/KgBB per oral selama 1
bulan
Pirimetasin 1 mg/KgBB per oral selama 1 bulan
- Amebiasis
Rifampicin 8 mg/KgBB/hari.

Ensefalitis karena fungus


- Amfoterisin 0,1- 0,25 g/KgBB/hari intravena 2 hari sekali
minimal 6 minggu
- Mikonazol 30 mg/KgBB intra vena selama 6 minggu.

Prognosis
Ad vitam
: Ad bonam
Ad sanam : dubia ad bonam
Ad functionam: Ad bonam

Terima kasih

DAFTAR PUSTAKA
Tunkel, Allan R. et al. 2008. The Management of Encephalitis: Clinical Practice
Guidelines by the Infectious Diseases Society of America. IDSA Guidelines for
Management of Encephalitis. 303-307.

SEBUTKAN PENYAKIT JANTUNG YANG DAPAT DITURUNKAN!


Jawab :
Long QT syndrome (LQTS)
Brugada syndrome : ketidaknormalan system listrik jantung yang
mengakibatkan gangguan irama jantung
Catecholaminergic polymorphic ventricular tachycardia (CPVT)
Progressive cardiac conduction defect (PCCD)
Hypertrophic cardiomyopathy
Dilated cardiomyopathy
Arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy
(Inherited Heart Condition, British Heart Foundation : https://
www.bhf.org.uk/heart-health/conditions/inherited-heart-conditions)

HEPAR NORMAL TERABA PADA ANAK SAMPAI 5-6 TAHUN


Masih teraba 1/3 1/3 BH
Tepi tajam
Konsistensi kenyal
Permukaan rata
Nyeri tekan negatif
Bickley, Lynn S. 2009. Bates Buku Ajar Pemeriksaan Fisik dan Riwayat
Kesehatan. Jakarta : EGC.