Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN

KEPERAWAT
AN
KARSINOM
A SEL
SKUAMOSA
KULIT
KELOMPOK
12

ANATOMI
Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat
tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,73,6
kg dan luasnya sekitar 1,51,9 meter
persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai
0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari
letak, umur dan jenis kelamin
Kulit tipis terletak pada kelopak mata,
penis, labium minus dan kulit bagian
medial lengan atas
Kulit tebal terdapat pada telapak tangan,
telapak kaki, punggung, bahu dan bokong
Secara anatomis kulit tersusun atas 3
lapisan pokok terdiri dari:
1. Lapisan epidermis
2. Lapisan dermis
3. Subkutis
4. Keseluruhan alat-alat tambahan yang
terdapat pada kulit, dinamakan
appendices atau adnexa kulit

Apa itu Karsinoma


Sel Skuamosa Kulit
???

Karsinoma sel
skuamosa
merupakan salah satu
jenis kanker
yang berasal dari lapisan
tengah epidermis. Jenis kanker ini
menyusup ke jaringan di bawah kulit
(dermis). Kulit yang terkena tampak coklatkemerahan dan bersisik atau berkerompeng
dan mendatar, kadang menyerupai bercak
pada psoriasis,
dermatitis
atau
infeksi jamur
Karsinoma
sel skuamosa
dapat
tumbuh
Sylvia,
2005).
dalam(Price
setiap
epitel
berlapis skuamosa atau
mukosa yang mengalami metaplasia
skuamosa. Jadi bentuk kanker ini dapat terjadi
misalnya di lidah, bibir, esofagus, serviks, vulva,
vagina, bronkus atau kandung kencing. Pada
permukaan mukosa mulut mulut atau vulva,
leukoplakia merupakan predisposisi yang penting.
Tetapi kebanyakan karsinoma sel skuamosa
tumbuh di kulit (90-95%)

Etiologi Karsinoma Sel


Skuamosa Kulit
Penyebab pasti belum diketahui
dengan jelas
faktor risiko yang terkait dengan
perkembangan karsinoma sel skuamosa,
meliputi :

1. Faktor
Genetik

2. Usia tua lebih dari 50


tahun 6. Kulit putih
3. Jenis
kelamin laki- 5. Kulit yang terang, rambut
pirang atau cokla
mudah
laki
terang, mata
mengalami
4. Geografi
hijau, biru, atau
luka bakar
(lebih dekat akibat sinar
abu-abu
ke
matahari
7. Paparan
katulistiwa)
sinar UV
8. Sejara kanker
9. Paparan
matahari
kulit
karsinogen
dengan
nonmelanoma
kimia
kumulatif
sebelumnya
tinggi

Epidemiologi
Karsinoma Sel
Skuamosa Kulit
Pada negara berkembang
terdapat peningkatan jumlah
penderita dibawah usia 40
tahun, hal ini dikarenakan
meningkatnya perubahan
genetik pada populasi dewasa
muda dan perubahan zat
karsinogenik penyebab kanker
tersebut (Corwin Elizabeth,
Karsinoma sel skuamosa
2000).
merupakan salah satu dari 10 jenis
kanker yang paling sering terjadi di
seluruh dunia, dengan insidensi
pada pria 5% dan wanita 2%.
Karsinoma sel skuamosa pada
rongga mulut pada umumnya
terjadi pada usia di atas 50 tahun.
Di Amerika Serikat prevalensi
kanker mencapai 34.000 kasus
baru per tahun.

WOC Karsinoma Sel Skuamosa

Usia diatas 50
tahun

Paparan sinar UV dan


zat karsinogen

Faktor genetik

Resiko terkena
Kanker

Imunitas

Mutasi DNA

Lesi prakanker
(keratosis actinic)

Kerusakan Integritas Kulit

Menembus membrane
basal dermoepidermis

Karsinoma Sel
Skuamosa

Tampak plak merah


berskuama

Apoptosis menurun, Metastasis


di pembulu limfa

Mengenai Kelenjar
Getah Bening

Prosedur Diagnostik
(Pembedahan,
Kemoterapi, dll)

Kurangnya
pengetahuan

Gangguan
Rasanyaman
Nyeri
Tahap Infasif

Tampak Nodular dan


Hiperkeratosis
Lesi Ulseratif

Ansietas
Tumor membesar, dapat
diraba, bengkak yang
melekat

Manifestasi Klinis
Karsinoma Sel
Skuamosa Kulit

Karsinoma sel skuamosa yang belum


menginvasi menembus membran basal taut
dermoepidermis (karsinoma in situ)
tampak sebagai plak merah,
berskuama, dan berbatas tegas.
daerah ulserasi menunjukkan tepi
melingkar, melipat dan mukosa yang
berdekatan dapat menunjukkan batas-batas
yang tampak leukoplakia dan atau eritroplakia
Tingkkat permulaan secara klinis tidak
memberikan gambaran yang jelas, dan hanya
menimbulkan rasa nyeri yang minimal.
Karsinoma sel skuamosa memiliki beberapa
variasi gambaran klinis
1. Eksofitik

2. Endofitik

3.
Leukoplakia
dan
eritoplakia

Pemeriksaan
Diagnostik
Karsinoma Sel
Skuamosa Kulit
Diagnosa ditegakkan melalui
pemeriksaan klinis dan
pemeriksaan mikroskopis
melalui biopsi

Penatalaksanaan
Karsinoma Sel
Skuamosa Kulit
1. Eksisi Bedah :
Tujuan utamanya adalah untuk mengankat
keseluruhan tumor
2. Terapi Radiasi :
Terapi ini hanya dikerjakan pada pasien yang berusia
lanjut karena perubahan akibat sinar-x dapat terlihat
sesudah 5 hingga 10 tahun kemudian
3. Kemoterapi
Formulasi kemoterapitopikal dari 5-fluorouracil (5FU) digunakan untuk pengobatan actinic keratosis

KONSEP ASUHAN
KEPERAWATAN

Pengkajian anamnesis,
penting bagi perawat untuk menanyakan riwayat
yang sesuai dengan faktor-faktor presdiposisi.
Timor ini sering kali terlihat pada orang tua
berkulit terang. Sinar matahari merupakan faktor
etiologi utama yang menyebabkan karsinoma sel
skuamosa. Orang-orang berkulit terang yang
terpapar sinar matahari secara kronik (petani,
pelaut) memiliki insiden karsinoma sel skuamosa
yang tinggi.

Diagnosis
1. Nyeri b.d. kerusakan jaringan paska
eksisi bedah
2. Ansietas b.d. proknosis penyakit
3. Deficit pengetahuan b.d. intervensi
diagnostic, intervensi radiasi,
kemoterapi, dan eksisi bedah

Intervensi
Keperawatan
Nyeri b.d kerusakan jaringan pasca tindakan eksisi bedah
Tujuan: dalam waktu 1 x 24jam nyeri berkurang/hilang atau
teradaptasi
kriteria evaluasi:
Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat
diadaptasi. Skala nyeri 0-1 (0-4)
Dapat mengidentifikasi aktifitas yang mningkatkan dan
menurunkan nyeri
Pasien tidak gelisah
Intervensi
Rasional
Kaji
nyeri
dengan Menjadi
parameter
dasar
untuk
pendekatan PQRST
mengetahui sejauh mana intervensi yang
diperlukan
dan
sebagai
evaluasi
keberhasilan dari intervensi manajemen
nyeri keperawatan
Jelaskan dan bantu pasien Pendekatan dengan penggunaan relaksasi
dengan tindakan pereda dan
nonfarmakologi
lainya
telah
nyeri nonfarmakologi dan menunjukan keefektifan dalam mengurai
noninvasive
nyeri
Lakukan menejemen nyeri 1. Posisi fisiologis akan meningkatkan
keperawatan:
asuan iksigen ke jaringan yang
1. Atur posisi fisiologis
mengalami
peradangan
subkutan.
ekstremitas
yang
Pengaturan posisi idealnya adalah
mengalami selulitis
pada arah yang berlawanan dengan

letak dari selulitis. Bagian tubuh yang

mengalami inflamasi local dilakukan

imobilisasi untuk menurunkan respon

peradangan
dan
meningkatkan

kesembuhan
2.
Managemen
lingkungan:
lingkungan 2. Lingkungan tenang akan menurunkan
tenang
dan
batasi
stimulus
nyeri
eksternal
dan
pengunjung
pembatasan
pengunjung
akan

membantu
peningkatan
oksigen

ruangan yang akan berkurang apabila

banyak pengunjung yang berada

diruangan.
3. Ajarkan teknik distraksi
pada saat nyeri
3. Distraksi (pengalihan perhatian) dapat

menurunkan stimulus internal dengan

mekanisme
peningkatan
produksi
endorphin dan enkefelin yang dapat

Kecemasan b.d prognosis penyakit


Tujuan: dalam waktu 1x24jam kecemasan pasien berkurang
kriteria evaluasi:
Pasien menyatakan kecemasan berkurang, mengenal perasaanya,
dapat mengidentifikasi penyebab factor yang mempengaruhinya,
kooperatif terhadap tindakan, an wajah rileks.
Intervensi
Rasional
Kaji tanda verbal dan nonverbal Reaksi verbal/nonverbal dapat
kecemasan, damping pasien,
menunjukan rasa agitasi, marah, dan
serta lakukan tindakan bila
gelisah.
menunjukan perilaku merusak
Hindari konfrontasi
Konfrontasi dapat meningkatkan rsa
marah, menurunkan kerja sama, dan
mungkin memperlambat
penyembuhan
Beri dukungan psikolagis
Dukungan ini mencakup upaya
membiarkan pasien untuk
mengekspresikan perasaan tentang
keseriusan neoplasma kulit,
pengertian terhadap kekesalan serta
depresi yang diperlihatkan pasien,
dan penyampaian kesan bahwa
perawat dapat memahami semua
perasaan ini
Bina hubungan saling percaya Mereka harus didorong untuk
mengekspresikan perasaan terhadap
seseorang yang dapat
mempercayainya. Mendengarkan
keprihatinan mereka dan selalu siap
untuk memberikan perawatan yang
terampil, serta penuh kehangatan
merupakan untervensi untuk
mengurangi ansietas
Beri kesempatan pasien untuk Dapat menghilangkan keteganggan
mengungkapkan ansietasnya.
terhadap kekwatiran yang dpat
diekspresikan
Beri privasiuntuk pasien yang
Member waktu untuk
terdekat
mengekspresikan perasaan, serta
menghilangkan cemas dan perilaku
adaptasi. Adanya keluarga dan
teman yang dipilih pasien melayani
aktifitas dan pengalihan misalnya
membaca akan menurunkan
perasaan teriolasi.
Pengaturan agar anggota keluarga
dn setiap teman dekatnya untuk

Defisit pengetahuan b.d intervensi diagnostic, intervensi


radiasi, kemeterapi dan eksisi bedah
Tujuan: dalam waktu 1x24jam informasi kesehatan terpenuhi
Criteria hasil:
Pasien mampu menjelaskan kembali pendidikan kesehatan yang
diberikan
Pasien termotivasi untuk melaksanakan penjelasan yan telah diberikan
Intervensi
Rasional
Kaji tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan dipengarui oleh kondisi
pasien entang prosedur
social ekonomi pasien perawat menggunaan
diagnostic, pembedahan
pendekatan yang sezuai dengan kondis individu
kolostomi sementara, dan pasien. Dengan mengetahui tingkat
rencana perawatan rumah pengetahuan tersebut perawatdapat lebih
tearah dalam memberikan pendididkan yang
sesuai dengan pengeahuan pasien secara
efisien dan efektif
Cari sumber yang
Keluarga terdekat denan pasien perlu
meningkatkan penerimaan dilibatatkan dalam pemenuhan informasi untuk
informasi
menurunkan resiko misiterprestasi terhadap
informasi yang diberikan
Jelaskan tentang terapi dan Pasien perlu mengetahui bahwa kemoterapi
kemoterapi
diberikan sebagai pelengkap terapi bedah dan
terapi radiasi
Jelaskan tentang terapi
Pengetahuan tentang karsinoma sel skuamosa
radiasi
walaupun tidak bersifat radiosensitive dan pada
kebanyakan pasien jika memberikan
penyusutan tumor akan menambah semangat
pada pasien untuk melakukan kemoterapi
Jelaskan dan lakukan
1. Pasien dan keluarga harus membertahu
pemenuhan atau persiapan
waktu dimulainya pembedahan apabila
pembedahan meliputi
rumahsakit mempunyai jadwal kamar yang
1. Diskusi jadwal
padat lebih baik pasien memberitahukan
pembedahan
tentang banyak jadwal ditetapkan sebelum
pasien.
2. Persiapan administrasi 2. Pasien sudah menyelasikan admistrasi dan
dan informed consent
mengetahui secaara finsnsial biaya
pembedahan. Pasien mendapat penjelasan
3. Lakukan pendidikan
tentang pembedahan kolestomi oleh tim
kesehatan preoperative
bedah dan mendatangani informed consent
3. Manfaat dari instruksi preoperative telah
dikenal sejak lama. Setiap pasien diajarkan
sebagai individu, dengan
mempertimbangakan segala keunikan
ansietas, kebutuhan dan haraan harapan
Beritahu persiapan
1. Puasa dilakukan minimal 6-8 am sebelum
pembedahan
pembedahan apabila intervensi bedah
1. Persiapan puasa
dilaksanakan dengan menggunakan
anastesi umum
2. Persiapan kulit
2. Tujuan dari persiapan kulit preoperative
adalah untuk mengurangi sumber bakteri

APLIKASI KASUS
Tn.S berumur 52 tahun dibawah ke
Rumah Sakit Medika bersama istri dan
anak laki-lakinya. Tn.S dengan keluhan
utama nyeri pada punggung tangannya
kanan dan kiri, yang terdapat luka terbuka
dengan diameter 4cm. Awalnya klien
mengatakan bahwa kulitnya hanya
kemerahan dan bersisik lalu tiba-tiba
menjadi benjolan yang kemudian menjadi
luka terbuka.
Pasien mengeluh gatal dan nyeri yang
hanya diobati dengan obat CTM yang biasa
dibeli diwarung, tetapi gatal dan nyeri tak
kunjung hilang dan akhirnya Tn.S
memutuskan untuk menelfon anak
pertamanaya dan meminta untuk diantar
ke rumah sakit. Tn.S mengaku kalau klien
adalah seorang petani. Saat ditanya oleh
perawat kapan kejadian tersebut
berlangsung klien mengatakan tidak
mengingat dengan jelas kurang lebih 1
tahun yg lalu.
Klien terlihat dalam keadaan
composmentris saat dilakukan
pemeriksaan, namun pada ekspresi klien

Pengkajian
Ruang
: Multazam
Tanggal MRS
: 05 Januari 2015
Tanggal pengkajian : 05 Januari 2015 Jam : 11.00
WIB
Diagnosa medis
: Karsinoma skuamosa
Identitas klien
Nama
: Tn.S
Umur
: 52 tahun
Suku
: Jawa
Pendidikan
: SD
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan
: Petani
Alamat
:Riwayat Kesehatan
Riwayat Sebelum Sakit:
Riwayat berat yang pernah di derita
: Klien pernah
menderita DHF saat berusia 10 tahun.
Obat-obat yang biasa dikonsumsi : Obat-obat yang beli
di warung. (CTM, Oskadon, dll)
Kebiasaan berobat : bila sakit sudah parah dibawa ke
puskesmas
Alergi
: Tidak ada alergi.
Kebiasaan merokok/alcohol : Tidak pernah.
Riwayat Penyakit Sekarang:
Keluhan utama : Klien mengatakan nyeri pada daerah
luka terbuka yang ada pada punggung tangan kanan
klien.
P: nyeri klien diakibatkan luka pada punggung
tangan kanan klien
Q: klien mengatakan nyeri seperti terbakar.
R: klien mengatakan nyeri pada daerah luka terbuka
pada punggung tangan kanan klien
S: klien mengatakan nyeri pada skala 6-8

Riwayat Keluhan Utama : Awalnya klien


mengatakan bahwa kulitnya hanya kemerahan
dan bersisik lalu tiba-tiba menjadi benjolan yang
kemudian menjadi luka terbuka. Pasien
mengeluh gatal dan nyeri tak kunjung hilang dan
akhirnya Tn.S memutuskan untuk menelfon anak
pertamanaya dan meminta untuk diantar ke
rumah sakit
Upaya yang telah dilakukan : Klien mengatasi
gatal dan nyeri dengan obat CTM yang biasa
dibeli di warung.
Terapi atau operasi yang dilakukan
: Klien
belum pernah melakukan operasi apapun.
Riwayat penyakit keluarga : Klien
mengatakan bahwa tidak ada keluarga yang
mempunyai penyakit yang sama.
Riwayat Kesehatan Lingkungan : Tn.S
mengatakan lingkungan disekitar rumahnya
bersih.
Riwayat Kesehatan Lainnya : Klien
mengatakan tidak mempunyai alergi makanan,
dan obat maupun udara.
Alat bantu yang dipakai : Klien tidak
menggunakan alat bantu.

ANALISA DATA

Symtomp
No.
1.

DS

DO

Proble Penye
m
bab

1. Klien
1. Ekspre Nyeri
mengatakan
si
Kronis
nyeri pada
muka
daerah luka
klien
terbuka yang
tampa
ada pada
k
punggung
menah
tangan kanan
an
klien.
sakit.
P: nyeri klien
2. Nyeri
diakibatkan luka
klien
pada punggung
berlan
tangan kanan klien
gsung
Q: klien
kurang
mengatakan nyeri
lebih 1
seperti terbakar.
tahun
R: klien
yg lalu
mengatakan nyeri
pada daerah luka
terbuka pada
punggung tangan
kanan klien
S: klien
mengatakan nyeri
pada skala 6-8
T: klien
mengatakan nyeri

Lesi
terbuka
,
sekund
er
metast
asis
kanker

DIAGNOSA KEPERAWATAN

No.
Dx

Diagnosa

1.

Nyeri Kronis b.d. lesi


terbuka, sekunder
metastasis kanker

2.

Kerusakan integritas
kulit b.d. (radiasi)
metastasis sel kanker

TERVENSI KEPERAWATAN
N NOC (Tujuan)
NIC (Rencana
Rasional
o.
Keperawatan)
D
x
1 Setelah dilakukan 1. Bantu pasien
1. Pengalihan focus
tindakan
untuk lebih
ada aktifitas
keperawatan
berfokus pada
dapat membuat
selama 1x24 jam,
aktivitas, bukan
seseorang tidak
Maka klien akan:
pada nyeri dan
berfokur pada
1. Menunjukkan
rasa tidak nyaman
rasa tidak
tingkat nyeri
nyaman atau
dengan
2. Ajarkan
nyeri.
indicator tidak
penggunaan teknik
ada: Ekspresi
non farmakologis.
2. Penggunaan
nyeri pada
teknik
wajah
3. Lakukan
nonfarmakologis
2. Melaporkan
pengkajian ulang
sebagai
bahwa skala
nyeri paska
alternative untuk
nyeri klien
tindakan peredaan
mengurangi
dipertahankan
nyeri secara
nyeri klien tanta
pada skala 1
komprehensif
ketergantungan
atau kurang
meliputi lokasi,
obat pereda
(pada skala
durasi atau tingkat
nyeri (terapi
nyeri 0-10)
keparahan nyeri.
farmakologis)
3. Menyatakan
secara verbal 4. Instruksikan pada
pengetahuan
klien dan keluarga 3. Pengakajian
tentang cara
untuk segera
ulang
alternative
memberitahu
dibutuhkan
untuk
perawat ketika
untuk
meredakan
peredaan nyeri
memantau
nyeri
tidak dapat dicapai
kondisi klien
paska tindakan.
5. Hadir didekat klien
utuk memenuhi
4. Informasi yang
kebutuhan rasa
cepat kepada
nyamanndan
perawat akan
aktivitas lain untuk
memudahkan
memenuhi

Setelah
1. Lakukan
dilakukan
perawatan
tidakan
luka atau
keperawata
perawatan
n selama
kulit secara
3x24 jam,
rutin.
maka klien
akan :
2. Lakukan
1.
masase
Menunjukka
disekitar luka
n
untuk
penyembuh
merangsang
an luka
sirkulasi
sekunder
yang
3. Ajarkan
dibuktikan
kepada
oleh
keluarga
indicator
perawatan
luka,
(banyak)
termasuk
penyusutan
tanda dan
luka
gejala infeksi,
(kurang
mempertahan
dari 4cm)
kan
2.Pasien
kelembapan
dan
kulit dan
keluarga
mengurangi
menunjukan
penekanan
rutinitas
pada luka
perawatan
kulit atau
4. Kaji lokasi,
perawatan
luas dan
luka yang
kedalaman
optimal
dan kaji ada
atau tidaknya
tanda-tanda

1. Perawatan
luka dapat
mengurangi
kemungkina
n adanya
infeksi
2. Sirkulasi
yang baik
dapat
membantu
proses
penyembuha
n luka
3. Keluarga
adalah orang
terdekat
klien yang
dapat
membantu
klien untuk
proses
perawatan
luka
4. Pengkajian
ulang dapat
membantu
perawat
untuk
mengetahui
kondisi klien
paska
tindakan

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
No Tgl/waktu
.dx
1 5/1/15
12:00WIB

5/1/15
12:10WIB

5/1/15
14:00WIB

Tindakan
Respon klien
keperawatan
Bantu pasien untuk Klien terlihat
lebih berfokus pada berfokus pada
aktivitas
televisi dan
(membantu klien
ekspresi nyeri
untuk berfokus
pada muka
pada acara tv atau klien sedikit
mendengarkan
menurun
radio dan
berinteraksi
dengan pengunjun)
Lakukan perawatan Luka klien
luka atau
tampak merah
perawatan kulit
dan basah
secara rutin.
(bersihkan luka,
ubah dan atur
posisi klien
senyaman mungkin
dan pertahankan
luka klien dri
kelembapan
berlebihan )
Ajarkan
Klien dan
penggunaan teknik keluarga
non farmakologis
kooperatif dan
(terapi music,
mengatakan
terapi aktivitas,
mengerti dan
kompres hangat
dapat
dingin bila
mengulangi
memungkinkan)
instruksi
perawat

Ttd
Ani

Ani

ani

N Tgl/wak Tindakan
o. tu
keperawatan
dx
2 5/1/15 Lakukan masase
14:00W disekitar luka untuk
IB
merangsang
sirkulasi
2 5/1/15
Ajarkan kepada
14:00WI keluarga perawatan
B
luka, termasuk tanda
dan gejala infeksi,
mempertahankan
kelembapan kulit dan
mengurangi
penekanan pada luka
1 5/1/15
Lakukan pengkajian
18:00WI ulang nyeri paska
B
tindakan peredaan
nyeri secara
komprehensif meliputi
lokasi, durasi atau
tingkat keparahan
nyeri.

Respon klien Ttd


Klien terlihat Ani
sedikit
kesakitan
Keluarga
Ani
kooperatif dan
mau
mengulangi
apa yang di
ajarkan
perawat

Klien
Ani
mengatkan
nyeri masih
hilang timbul
dan masih
nyeri saat
ditekan, dan
skala nyeri
menurun pada
skala 3-5
1 5/1/15
Hadir didekat klien
Klien kooperatif Ani
18:00WI utuk memenuhi
dan
B
kebutuhan rasa
mengatakan
nyaman dan aktivitas merasa
lain untuk memenuhi nyaman saat di
relaksasi (membantu masase
klien merubah posisi
dan masase)
2 6/1/15
Kaji lokasi, luas dan
Luas luka klien Ani
06:00WI kedalaman dan kaji
4cm dan tidak
B
ada atau tidaknya
ada tanda
tanda-tanda infeksi
tanda infeksi

EVALUASI
No.d Tgl/wa Evaluasi
x
ktu
1.
6/5/15 S:
11:00
1. Klien mengatkan nyeri masih
hilang timbul dan masih nyeri
saat ditekan, dan skala nyeri
menurun pada skala 3-5
2. Klien mengatakan mengerti
dengan alternatif ereda nyeri
dan mampu
mempraktekkannya didepan
perawat
O:
3. Ekspresi wajah klien tidak
menujukan menahan rasa sakit
atau nyeri
A: Tujuan tercapai sebagian (1,3)
P: Lanjutkan intervensi (1,2,3,5)
2.
8/5/15 S:
11:00
1. Klien mengatakan dapat
mempertahankan kondisi luka
tetap kering
O:
2. Keluarga mampuh untuk
membantu perawat untuk
merawat luka klien
(mempertahankan
kelembapan)
3. Diameter luka menjadi 3cm

TERI
MA
KASI

Anda mungkin juga menyukai