Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia pada masa itu (1900-1940an) masih terkait akibat dari
industrialisasi. Sehingga muncul berbagai macam reaksi di bidang arsitektur. Munculnya mesinmesin yang dapat membuat bahan bangunan dengan cara cepat dan juga sudah mencapai
standard yang ditentukan membuat kalangan arsitek mencoba dan mencari hal-hal baru dalam
hal desain. Begitu pesatnya kemajuan dalam bidang teknologi yang membuat manusia
cenderung untuk sesuatu yang ekonomis, mudah dan bagus adalah faktor utama terciptanya
arsitektur modern. Hal ini membuat munculnya banyak aliran arsitektur pada masa itu.
Khususnya aliran-aliran yang terjadi antara 1900-1940 yang menjadi pertimbangan banyak
arsitek di masa itu.
Aliran-aliran arsitektur berkembang di beberapa Negara barat. Pada saat itu juga
bersamaan dengan terjadinya perang dunia satu dan ikut mempengaruhi perkembangan arsitektur
modern. Akibatnya banyak aliran-aliran arsitektur modern yang memiliki unsur yang berbau
politis. Selain itu gagasan-gagasan para tokoh arsitek serta karyanya memberikan peranan
penting kepada berkembangnya suatu aliran arsitektur. Gagasan-gagasan tersebut di tuangkan
secara nyata ke dalam bidang arsitektur. Yang kemudian berkembang hingga ke Negara-negara
lain.
Setiap aliran mempunyai ciri khas dan konsep masing-masing. konsep-konsep yang
terkandung dalam aliran ini kemudian di kembangkan oleh para arsitek-arsitek yang saat itu
sedang mencari suatu bentuk kharakter yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Beberapa
bangunan hasil dari pada pemikiran tersebut menjadi pelopor ataupun perhatian dalam dunia
arsitektur. Sebagian masyarakat menanggapi baik akan aliran tersebut. Namun sebagian
masyarakat ada juga yang melakukan penolakan terhadap aliran tersebut. Oleh karena itu kaidahkaidah yang baik dan bersikap positif dalam aliran arsitektur dapat menjadi suatu pembelajaran
yang baik di masa yang akan datang, sehingga pemikiran-pemikiran tentang suatu gagasan
arsitektur menjadi dapat diterima oleh semua pihak.
1

BAB II
ALIRAN ALIRAN ARSITEKTUR MODERN (1900-1940)
2.3 Rationalisme
Rationalisme Lahir di Italia, setelah adanya kritikan kepada aliran futurisme. muncul
akibat dari masih adanya bentuk-bentuk masa lampau yang tidak bisa di abaikan.. Tetapi bentuk
penyerdahanaan mengacu pada nilai fungsi. Perkembangan aliran ini ke seluruh dunia, membuat
aliran ini di sebut dengan gaya internasional International Style. Aliran ini mengarah pada
bentuk arsitektur baru yang merupaka sintesis rasional antara nilai-nilai klasik di italia.
Rational sendiri di artikan adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran
haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada
melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Dari pandangan tersebut maka tercipalah aliran
ratiinalisme yang mengganggap bahwa arsitektur haruslah berdasarkan pada fakta dan analisis,
serta logika yang benar
Pada masa itu terjadi banyak masalah dalam proses penerapan gagasan di dalamnya,
namun kemudian didapatkan ciri-ciri dari aliran rationalism ini :
-

Penggunaan dinding bersih tanpa dekorasi ataupun ornament apapun

Penggunaan pilar dan balok sebagai bagian dari konstruksi

Garis-garis vertical dan horizontal di dapat dari elemen-elemen yang ada pada bangunan

Bahan bangunan banyak yang buatan pabrik.


Ketika itu pemerintah Italia memegang peranan penting pada pola kehidupan

masyarakatnya. Sehingga arsitekturnya di pengaruhi oleh kekuasaan facisme pada saat itu.
Penolakan terang-terangan yang di berikan pada pemerintah kepada gaya arsitektur modern dan
lebih memilih menerapkan gaya neo-klasik. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan
serta meniadakan perlawanan. Sehingga aliran rationalism menjadi tidak diperbolehkan.

Salah satu tokoh yang terkenal adalah Piancentini. Ia membentuk suatu kelompok arsitek
dan kemudian membangun sebuah karya arsitektur yaitu Rome Universal Exhibition.
Bangunan tersebut adalah sebuah universitas di roma.
Pada Rome Universal Exhibition konsep monumental dari Piancentini terlihat jelas.
Konsep tersebut terlihat pada bagian susunan tata letak bangunan utama, dengan taman-taman di
tengah seperti pada istana zaman Reinessance di Prancis. Titik akhir sumbu di wakili oleh
bangunan tinggi berlantai enam, denahnya bujur sangkar. Kemegahan arsitektur romawi di
tunjukkan pada jendela-jendela yang memenuhi seluruh permukaan keempat sisinya.
Berikut adalah Tokoh-tokoh maupun karya arsitekturnya yang telah di wujudkan dalam
bentuk nyata :
-

Giuspepe Teraragni, Casa del facio (1932-1936)

Gambar 2.20 Giuspepe Teraragni


-

Gambar 2.21 Casa del Facio

Michelucci, Stasiun kereta api Florence (1933)

Gambar 2.22 Michelucci

Gambar 2.23 Stasiun kereta api Florence

Contoh Bangunan
Arsitektur Rasionalisme dan Romantisme
ARSITEKTUR RASIONALISME

Dalam dunia arsitektur terdapat banyak sekali jenis konsep yang bisa diterapkan dalam
sebuah karya arsitektur, salah satunya adalah konsep rasionalisme, yang mulai dikenal
pada awal arsitektur modern, yang bermula pada awal abad 16 hingga abad 19. Ada
beberapa teori rasionalisme yang dikemukakan, namun dari beberapa teori
rasionalisme yang telah dikemukakan semuanya mengacu pada satu maksud yaitu
fungsi bangunan. Oleh sebab itu rasionalisme sering disebut juga dengan
funsionalisme. Rasionalime dalam karya arsitektur itu sendiri adalah menerapkan
konsep rasionalisme ke dalam sebuah bangunan arsitektur secara benar baik dari segi
funsional, faktor kenyamanan, maupun estetika. Untuk bangunan publik penerapan
konsep rasionalisme dapat ditinjau dari segi arsitektur berdasarkan morfologinya, yaitu:
Spasial : berhubungan dengan ruang. Stilistiks : berhubungan dengan fasade
bangunan. Struktural : berhubungan dengan struktur yang digunakan oleh bangunan.

image004

images

Palazzo della Civilt Italiana, EUR

Melihat contoh bangunan diatas, dapat kta golongkan menjadi arsitektur modern.
Karena bentukannya yang mengikuti fungsi. Oleh sebab itu arsitektur rasioalisme
disebut juga fungsionalisme. Bentuk bangunannya yang sederhana tanpa ada
ornamen-ornamen menjadikan bangunan ini tergolong modern.

Dinilai dari segi fungsi. Menurut saya, bangunan ini memiliki bentukan yang lebih
mendukung pada fungsi bangunan itu sendiri untuk kehidupan. Bentuk dasarnya yang
terkesan kotak, maka dilihat dari sisi luar bangunan itu dapat dipastikan bahwa
ruangan-ruangannya pun memiliki ukuran yang sangat fungsional. Bangunan seperti ini
sangat tepat jika untuk kehidupan lebih nyaman dan aman.

Tetapi jika dinilai dari segi estetika, Menurut saya, bangunan ini minim sekali memiliki
kesan keindahan. Karena bentukannya yang cepat menjenuhkan mata. Tidak ada
hiasan-hiasan yang menjadikan kesan bagi yang melihat bangunan ini. Bangunan ini
bisa saja memiliki nilai estetika yang lebih, jika saja arsitektur lansekapnya mendukung.

Namun jika membangun bangunan ini tepat untuk keadaan sebuah daerah yang padat
penduduk. Karena semakin padatnya penduduk, maka dibutuhkan sebuah
pembangunan yang vertikal dan fungsional. Tidak mungkin keadaan penduduk yang
padat membangun sebuah bangunan rendah dan memanjang. Karena itu memangkas
banyak lahan dan mempersempit keadaan.

BAB III
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Perkembangan arsitektur modern periode 1900-1940 merupaka akibat dari revolusi
industrialisasi. Dimana hampir semuanya terjadi di Negara-negara maju, seperti Prancis, Italia,
Belanda, Jerman, Inggris, Juga Rusia. Banyak factor yang menyebabkan berkembangnya
arsitektur modern. Diantaranya adalah kejenuhan pada bentuk-bentuk lama sehingga mencari
idea tau gagasan baru dalam seni. Sehingga muncul aliran-aliran arsitektur yang baru dan
mempunyai ciri masing-masing. Di samping itu kebanyakan aliran tersebut di kuasai oleh
paham-paham yang timbul di negaranya masing-masing seperti Facism, Leninism, Nazism, dan
juga Marxism.

4.2 Saran
Perkembangan arsitektur modern memberikan kita pembelajaran dan pemahaman
terhadap seni arsitektur modern, baik dalam seni ataupun kreatifitas yang mendalam serta
konsep-konsep yang dipahami oleh arsitek di era modern tersebut. Oleh karena itu sejarah
arsitektur modern patut dipelajari dengan baik

Daftar Pustaka.

Sumalyo Yulianto, Perkembangan Arsitektur Modern Awal Abad X1X Sampai dengan XX,
Unversitas Gajah Mada Press.
Putu Rumawan Salain, Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Modern.
www.scribd.com/arsitekturmodern