Anda di halaman 1dari 6

KERAK SAMUDERA

Kerak samudra yaitu kerak samuderakaya Si dan Magnesium


alias basa. Berat jenisnya tinggi (3,0 g/cm3). Umurnya muda. Tipis (710 km). Sesuai namanya, kerak samudera biasanya membentuk lautan.
Lapisan kerak samudera
1. material lapisan kerak samudera paling atas tersusun dari material
sedimen yang tebalnya hingga 800 meter.
2. lapisan kerak samudera mengalami pembaruan terus menerus oleh
adanya aktivitas vulkanisme di sepanjang celah-celah dasar laut.
3. unsur dari kerak samudera termasuk muda yaitu 200 juta tahun
dibandingkan umur kerak benua yang berumur 3,8 miliar tahun.
4. rata-rata berada pada 3.800 meter di bawah laut.

Kerak samudera adalah bagian dari lithosfer bumi yang


permukannya berada di cekungan samudera. Kerak samudera tersusun
oleh batuan mafic, atau sima. Kerak ini lebih tipis dibandingkan
dengan kerak benua (sial), dengan ketebalan lebih sedikit dari 10
kilometer, tetapi massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis
rata-rata sekitar 3.3 gram per sentimeter kubik.
Kerak samudera adalah bagian dari litosfer bumi yang permukannya
berada di cekungan samudra. Kerak samudera tersusun oleh
batuan mafic, atau sima. Kerak ini lebih tipis dibandingkan
dengan kerak benua (sial), dengan ketebalan lebih sedikit dari 10
kilometer, tetapi massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis
rata-rata sekitar 3.3 gram per entimeter kubik
perbedaan kerak benua dan kerak samudera terutama terletak pada
bahan penyusun dari kedua jenis kerak bumi tersebut. Kerak benua
biasanya tersusun atas unsur-unsur ringan seperti silisium dan

alumunium. Sedangkan kerak samudera biasanya tersusun atas


silisium dan magnesium. Perbedaan bahan penyusun kedua kerak
menyebabkan adanya perbedaan berat jenis dari keduanya. Kerak
samudera memiliki berat jenis yang lebih besar dari kerak benua
meskipun kerak samudera lebih tipis dari kerak benua. berat jenis
kerak samudera kurang lebih adalah 3 gr/cc sedangkan tebalnya hanya
berkisar antara 5-15 km. ketebalan tersebut tentu kalah dengan
ketebalan kerak benua yang mencapai 30-80 km namun berat jenisnya
hanya 2,85 gr/cc.
Perbedaan lain terletak pada sifat batuan yang menyusun kerak
benua dan kerak samudera. kerak benua tersusun atas batuan granitis
yang sifatnya asam, sedangkan kerak samudera tersusun atas batuan
basaltis yang sifatnya basa. sedangkan bila ditinjau dari segi umur
batuan penyusun kerak benua dan kerak samudera, maka juga akan
terdapat perbedaan. batuan penyusun kerak benua relatif lebih muda
jika dibandingkan dengan batuan penyusun kerak samudera. hal ini
dapat dijelaskan melalui satu jenis plate boundaries yaitu divergen
antara kerak samudera dan kerak samudera. pada proses ini, magma
dari astenosfer akan keluar melalui rekahan yang ditimbulkan oleh
proses divergen tersebut. magma itu akan mendingin seiring
berjalannya waktu dan membentuk kerak samudera yang baru. jadi
dari hal tersebut jelas bahwa kerak samudera berumur lebih muda.

Pada penjelasan di atas telah sedikit disinggung mengenai plate


boundaris atau batas lempeng. plate boundaries sendiri terdapat tiga
macam. yaitu : konvergen atau saling mendekat, divergen atau saling
menjauh, dan transform atau saling bergeser.
Konvergen dapat terjadi pada tumbukan kerak benua dengan kerak
benua, kerak samudera dengan kerak samudera, maupun kerak benua
dengan kerak samudera. pada tumbukan antara kerak benua akan

menghasilkan jalur pegunungan tanpa menghasilkan partial melting


karena tidak ada kerak yang menunjam karena berat jenisnya samasama ringan. sedangkan pada tumbukan antara kerak samudera
dengan kerak samudera akan menghasilkan busur kepulauan atau
island arc. pada proses ini kerak samudera yang umurnya lebih tua
akan menunjam di bawah kerak samudera yang lebih muda karena
densitas kerak samudera yang umurnya lebih tua lebih besar dari pada
yang berumur lebih muda. dan untuk tumbukan antara kerak benua
dengan kerak samudera akan menghasilkan gunung api. pada proses
ini kerak samudera akan menunjam di bawah kerak benua karena
densitasnya lebih besar.
Divergen dapat terjadi di tengah-tengah kerak benua maupun
kerak samudera. Bila di tengah kerak benua akan disebut dengan
rifting, sedangkan bila di tengah kerak samudera disebut dengan
spreading. Rekahan di tengah samudera akan menghasilkan mid
oceanic ridge atau punggungan tengah samudera. batas yang terakhir
adalah batas transform juga dapat terjadi pada kerak benua maupun
kerak samudera.

Perbedaan kerak benua dan kerak samudra


Perbedaan kerak benua dan kerak samudera terutama terletak
pada bahan penyusun dari kedua jenis kerak bumi tersebut. kerak
benua biasanya tersusun atas unsur-unsur ringan seperti silisium dan

alumunium. sedangkan kerak samudera biasanya tersusun atas


silisium dan magnesium. perbedaan bahan penyusun kedua kerak
menyebabkan adanya perbedaan berat jenis dari keduanya. kerak
samudera memiliki berat jenis yang lebih besar dari kerak benua
meskipun kerak samudera lebih tipis dari kerak benua. berat jenis
kerak samudera kurang lebih adalah 3 gr/cc sedangkan tebalnya hanya
berkisar antara 5-15 km. ketebalan tersebut tentu kalah dengan
ketebalan kerak benua yang mencapai 30-80 km namun berat jenisnya
hanya 2,85 gr/cc.
Perbedaan lain terletak pada sifat batuan yang menyusun kerak
benua dan kerak samudera. kerak benua tersusun atas batuan granitis
yang sifatnya asam, sedangkan kerak samudera tersusun atas batuan
basaltis yang sifatnya basa.
sedangkan bila ditinjau dari segi umur batuan penyusun kerak benua
dan kerak samudera, maka juga akan terdapat perbedaan. batuan
penyusun kerak benua relatif lebih muda jika dibandingkan dengan
batuan penyusun kerak samudera. hal ini dapat dijelaskan melalui satu
jenis plate boundaries yaitu divergen antara kerak samudera dan kerak
samudera. pada proses ini, magma dari astenosfer akan keluar melalui
rekahan yang ditimbulkan oleh proses divergen tersebut. magma itu
akan mendingin seiring berjalannya waktu dan membentuk kerak
samudera yang baru. jadi dari hal tersebut jelas bahwa kerak samudera
berumur lebih muda.
Pada penjelasan di atas telah sedikit disinggung mengenai plate
boundaris atau batas lempeng. plate boundaries sendiri terdapat tiga
macam. yaitu : konvergen atau saling mendekat, divergen atau saling
menjauh, dan transform atau saling bergeser.
Konvergen dapat terjadi pada tumbukan kerak benua dengan
kerak benua, kerak samudera dengan kerak samudera, maupun kerak
benua dengan kerak samudera. pada tumbukan antara kerak benua
akan menghasilkan jalur pegunungan tanpa menghasilkan partial
melting karena tidak ada kerak yang menunjam karena berat jenisnya
sama-sama ringan. sedangkan pada tumbukan antara kerak samudera
dengan kerak samudera akan menghasilkan busur kepulauan atau
island arc. pada proses ini kerak samudera yang umurnya lebih tua
akan menunjam di bawah kerak samudera yang lebih muda karena
densitas kerak samudera yang umurnya lebih tua lebih besar dari pada
yang berumur lebih muda. dan untuk tumbukan antara kerak benua

dengan kerak samudera akan menghasilkan gunung api. pada proses


ini kerak samudera akan menunjam di bawah kerak benua karena
densitasnya lebih besar.
Divergen dapat terjadi di tengah-tengah kerak benua maupun kerak
samudera. bila di tengah kerak benua akan disebut dengan rifting,
sedangkan bila di tengah kerak samudera disebut dengan spreading.
rekahan di tengah samudera akan menghasilkan mid oceanic ridge
atau punggungan tengah samudera.
Batas yang terakhir adalah batas transform juga dapat terjadi
pada kerak benua maupun kerak samudera.

Daftrar pustaka
http://akhwat1cinta.blogspot.co.id/2014/01/memperdalam-materitentang-kerak-benua.html

https://www.google.co.id/search?
q=penjelasan+tentang+kerak+samudra&espv=2&biw=1366&bih=667
&source=lnms&sa=X&ved=0ahUKEwi94LqHmZ3LAhW

http://www.slideshare.net/46empatenam/kerak-benua-adalah-kerakyang-komposisinya-kaya-si-dan-al-alias-asam