Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

VERUKA PLANTARIS

Pembimbing :
Dr. Fisalma Mansjoer, Sp.KK
Disusun Oleh :
Suyetno- 2008730123

SMF KULIT DAN KELAMIN RS ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya
sehingga laporan kasus dengan judul Veruka Plantaris dapat diselesaikan sesuai pada
waktu yang telah ditentukan.
Salawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para
pengikutnya hingga akhir zaman. Laporan ini penyusun buat sebagai dasar kewajiban dari suatu
proses kegiatan yang kami lakukan yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk praktik
kehidupan sehari-hari.
Terimakasih penyusun ucapkan kepada seluruh pembimbing yang telah memberi ilmu
dan berbagi pengalaman, serta kepada dr. Afaf Agil Al Munawwar,Sp.KK. selaku pembimbing
dalam pembuatan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
khususnya bagi penyusun.
Laporan ini masih banyak kekurangan, kritik dan saran dari para pembaca penyusun
harapkan untuk menambah kesempurnaan laporan laporan ini.
Jakarta, November 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................................................i
Daftar Isi.........................................................................................................ii
BAB I : PENDAHULUAN.............................................................................1
BAB II : KASUS ...........................................................................................2
BAB III : ANALISA KASUS ........................................................................8
BAB IV : TINJAUAN PUSTAKA................................................................10
BAB V : KESIMPULAN ..............................................................................19
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................20

ii

BAB I
PENDAHULUAN
Veruka

merupakan suatu proriferasi epidermal jinak yang disebabkan oleh

infeksi human papillomavirus (HPV).1 Veruka pada telapak kaki disebut veruka
plantaris .

menyakitkan.

Veruka plantaris adalah masalah umum, infeksi dan kadang-kadang


3

Veruka diperoleh melalui kontak langsung dengan HPV. Ada lebih

dari 120 jenis HPV. Veruka plantar disebabkan oleh HPV tipe 1, 2, 4 dan 63.5
Veruka plantaris lebih mungkin muncul di kaki orang yang rusak yang
mengalamin kelemahan pada sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dan remaja
cenderung sangat rentan terhadap veruka. HPV adalah salah satu infeksi yang paling
umum di dunia, menginfeksi sekitar 40 persen dari populasi . Veruka merupakan
salah satu penyakit kulit yang paling umum, mempengaruhi sekitar 7 sampai 10
persen dari populasi dunia. Veruka dapat mempengaruhi orang dari segala usia, tetapi
paling umum pada 12 - 16 tahun . Mereka dengan transplantasi organ atau HIV atau
kemoterapi memiliki insiden yang lebih tinggi

karena sistem kekebalan tubuh

mereka melemah.5
Veruka plantaris dapat dibingungkan dengan klavus atau kalus. Penggunaan
dermatoscope genggam dapat membantu dalam diagnosis bagi para praktisi yang
terlatih dalam penggunaannya. 4
Veruka plantaris dapat terjadi resulosi hingga 80% tanpa intervensi dalam dua
tahun. Tetapi, banyak pasien ingin mencoba pengobatan. Semua pengobatan topikal
untuk veruka memiliki tingkat keberhasilan variable yang berbeda , karena itu
beberapa metode manajemen yang berbeda mungkin perlu diujicobakani.4 Bila
destruksi baik , tidak akan terjadi rekurensi. Akan tetapi, dapat juga terjadi infeksi
berulang atau regresi spontan.6
Dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai veruka plantaris , pada
makalah ini akan disajikan laporan kasus mengenai veruka plantaris.

BAB II
1

LAPORAN KASUS
I.

II.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. S

Jenis Kelamin

: Laki- laki

Usia

: 15 tahun

Alamat

: Jalan Cempaka Baru, Jakarta Pusat

Pendidikan

: SMP

Agama

: Islam

Tanggal pemeriksaan

: 27 Okober 2015

ANAMNESIS
Autoanamnesis dilakukan di poliklinik kulit dan kelamin RSIJ
Cempaka Putih pada tanggal 27 oktober 2015 .
Keluhan Utama
Kutil pada telapak kaki kanan sejak 1 tahun yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan timbul kutil pada telapak kaki kanan
sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya muncul seperti daging menembus kulit
sebesar mata ikan, ditelapak kaki bagian bawah dekat ibu jari. Veruka dirasa
semakin membesar, karena merasa tidak nyaman, pasien memotongnya
dengan gunting kuku. Veruka dirasa semakin menipis, namun nyeri. Semakin
lama, veruka dirasakan semakin membesar , nyeri, lama- lama seperti
berlubang. 1 bulan kemudian, muncul di ibu jari telapak kaki, dan semakin
lama semakin banyak. Pasien merasa kurang nyaman saat berjalan, terasa
nyeri, namun tidak gatal . Sekitar 5 bulan yang lalu, pasien sempat diobati

dengan callusol, obat beli sendiri, dirasa ada perbaikan, sedikit menipis
namun tetap nyeri.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya
Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan bahwa dirumah tidak ada yang merasakan keluhan yang
sama dengan pasien.
Riwayat Alergi :
Alergi terhadap makan-makanan laut, obat, debu dan cuaca disangkal.
Riwayat Pengobatan
Sekitar 5 bulan yang lalu, pasien sempat diobati dengan callusol, obat beli
sendiri, dirasa ada perbaikan, sedikit menipis namun tetap nyeri.
Riwayat Psikososial
Pasien tinggal di pondok pesantren sejak 3 tahun yang lalu, mandi teratur 2
kali sehari, senang bermain sepak bola, bermain bola hampir setiap hari, sepatu di
cuci bila kotor , kaos kaki diganti dua atau tiga hari sekali. Tidak suka bertukar
sepatu atau memakai sepatu teman.

III.

STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Baik, tampak sakit sedang.
Kesadaran

: Compos Mentis

Vital Sign

Tekanan Darah

: tidak dilakukan

Nadi

: 80 x/menit

Suhu

: Afebris

Pernapasan

: 18 x/menit

Berat badan

: 60 kg

Tinggi Badan

: 165 cm

Status Gizi

: Baik

Kepala
Bentuk

: Normocephal

Rambut

: Rambut hitam, distribusi rata, ketombe (-) lesi kulit (-)

Mata

: Conjunctiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)

Hidung

: Septum deviasi (-), sekret (-)

Mulut

: Bibir kering (-), karies dentis (-), faring hiperemis (-)

Tonsil

: T1/T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis

Telinga: Tanda radang (-), sekret (-)


Leher

: pembesaran tiroid (-), pembesaran KGB (-)

Thorax

Inspeksi

`: Bentuk normal, gerak nafas simetris.

Palpasi

: Tidak dilakukan

Perkusi

: Tidak dilakukan

Auskultasi

Jantung

: S1S2 reguler,murmur (-), gallop (-)

Paru

: SN vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-

Abdomen

: Datar, supel, bising usus(+)normal

Ekstremitas

Atas

: Deformitas(-), udem (-/-), akral hangat (+/+), RCT < 2 detik.

Bawah

: Deformitas(-), udem (-/-), akral hangat (+/+), RCT < 2 detik.

STATUS DERMATOLOGIKUS

Regio plantaris pedis dextra et digiti 4 pedis dextra , tampak papul verukosa,

warna kulit, dengan ukuran lentikuler


IV.

Gambar 1. Regio plantaris pedis dextra et digiti 4 pedis dextra , tampak papul
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
verukosa,
warna kulit, dengan ukuran lentikuler

IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pada pasien ini pemeriksaan penunjang tidak dilakukan.

V.

RESUME
Laki- laki, 15 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSIJ
Cempaka Putih dengan keluhan timbul kutil pada telapak kaki kanan sejak 1
tahun yang lalu. Awalnya hanya satu, kemudian pasien memotongnya dengan
gunting kuku. Kutil dirasa semakin menipis, namun nyeri. Semakin lama
semakin melebar dan bertambah banyak, nyeri, dan tidak nyaman saat
berjalan, Sekitar 5 bulan yang lalu, pasien sempat diobati dengan callusol,
obat beli sendiri, dirasa ada perbaikan, sedikit menipis namun tetap nyeri.
Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya,

dikeluarga

pasien tidak ada yang mengalami keluhan yang sama. Pasien tinggal di
pondok pesantren, mandi teratur 2 kali sehari, bermain bola hampir setiap
6

hari, sepatu di cuci bila kotor, kaos kaki diganti dua atau tiga hari sekali.
Tidak suka bertukar sepatu atau memakai sepatu teman. Pada pemeriksaan
fisik, status generalis dalam batas normal, status dermatologikus, regio
plantaris pedis dextra et digiti 4 pedis sinistra tampak papul verukosa, warna
kulit, dengan ukuran lentikuler
VI.

DIAGNOSA KERJA
Veruka plantaris

VII.

DIAGNOSIS BANDING
Klavus
Kalus

VIII. PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
Elektrokauterisasi
Nonmedikamentosa

Edukasi mengenai peyakit pasien

Jangan menggaruk, atau menggunting daerah yang terkena veruka


untuk mencegah penyebaran

Luka pasca tindakan elektrokauterisasi harus dijaga higienitasnya


untuk menghindari resiko infeksi sekunder pada luka tersebut

Menjelaskan pada pasien bahwa terdapatkemungkinan timbul luka


atau jaringn parut pada lokasi lesi pasca tindakan

Edukasi hygiene pribadi( sering mengganti kaos kaki, tidak


menggunakan barang pribadi bersamaa)

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: Ad bonam

Quo ad functionam

: Ad bonam

Quo ad sanationam

: Ad bonam

BAB III
DISKUSI KASUS
Pada pasien ini ditegakkan diagnosis kerja yaitu veruka plantaris. Hal ini
diperoleh dengan dilakukannya anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melihat
gambaran klinis.
A. Anamnesis :

Seorang laki- laki usia 15 tahun datang dengan keluhan kutil pada telapak

kaki kanan sejak 1 tahun SMRS, semakin melebar dan semakin banyak
Keluhan tersebut disertai rasa nyeri
Pasien memiliki kebiasaan bermain sepak bola hampir setiap hari.

Anamnesis sesuai dengan teori :

Veruka plantar lebih mungkin untuk muncul di kaki orang yang rusak
yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dan remaja

cenderung sangat rentan terhadap veruka.


Veruka dapat mempengaruhi orang dari segala usia, tetapi paling umum

pada 12 - 16 tahun .
Virus yang menyebabkan veruka plantar tumbuh subur di lingkungan yang

hangat dan lembab.


Tanda-tanda dan gejala veruka plantaris adalah benjolan kecil, berdaging
dan kasar pada telapak kaki, abu-abu atau cokelat dengan satu atau lebih
titik-titik hitam, yang kecil, pembuluh darah bergumpal juga rasa sakit dan
nyeri bila berjalan.

B. Pemeriksaan fisik :
Status generalisata dalam batas normal
Status dermatologikus
Regio plantaris pedis sinistra et digiti 4 tampak papul verukosa, warna
kulit, dengan ukuran lentikuler
Pemeriksaan fisik sesuai dengan teori :
Tanda-tanda dan gejala veruka plantaris adalah benjolan kecil, berdaging
dan kasar pada telapak kaki, abu-abu atau cokelat dengan satu atau lebih

titik-titik hitam, yang kecil, pembuluh darah bergumpal juga rasa sakit dan
nyeri bila berjalan.

BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA
VERUKA PLANTARIS

10

A. DEFINISI
Veruka

merupakan suatu proriferasi epidermal jinak yang disebabkan oleh

infeksi human papillomavirus (HPV).1 Veruka pada telapak kaki disebut veruka
plantaris . 2 Veruka plantaris adalah masalah umum, infeksius dan kadang-kadang
menyakitkan. 3 Veruka plantaris umumnya disebabkan oleh HPV-1, 4, 27 dan 57.4
Veruka plantar lebih mungkin terjadi pada kaki orang yang kulitnya rusak,
yang mengalami kelemahan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dan remaja
cenderung sangat rentan terhadap veruka. HPV merupakan salah satu infeksi yang
paling umum di dunia, menginfeksi sekitar 40 persen dari populasi . Veruka
merupakan salah satu penyakit kulit yang paling umum, mempengaruhi sekitar 7
sampai 10 persen dari populasi dunia. Veruka dapat mempengaruhi orang dari segala
usia, tetapi paling umum pada 12 - 16 tahun . Mereka dengan transplantasi organ,
HIV atau kemoterapi memiliki insiden yang lebih tinggi pada veruka karena sistem
kekebalan tubuh mereka melemah.5
B. ETIOLOGI DAN PATOGENESIS
Veruka diperoleh melalui kontak langsung dengan HPV. Ada lebih dari
120 jenis HPV. Veruka plantar disebabkan oleh HPV tipe 1, 2, 4 dan 63. Virus
yang menyebabkan veruka plantar tidak sangat menular tetapi tumbuh subur di
lingkungan yang hangat dan lembab. Jadi dapat diperoleh dengan berjalan kaki
telanjang di tempat umum. Seperti penyakit menular lainnya, HPV juga dapat
menular dari orang ke orang. Sistem kekebalan tubuh masing-masing orang
memiliki respon berbeda terhadap veruka, sehingga tidak semua orang yang
datang dalam kontak dengan HPV menjadi veruka. Bahkan orang dalam keluarga
yang sama memiliki reaksi yang berbeda terhadap vitus. 5
C. DIAGNOSIS
Diagnosis kulit ditegakan berdasarkan gambaran klinis dan bila perlu
dapat dilakukan pemeriksaan histpatologis.

Penggunaan dermatoscope

11

genggam dapat membantu dalam diagnosis bagi para praktisi yang terlatih
dalam penggunaannya..4
Tanda-tanda dan gejala veruka plantar termasuk benjolan kecil,
berdaging dan kasar pada telapak kaki. Abu-abu atau benjolan cokelat dengan
satu atau lebih titik-titik hitam, yang kecil, pembuluh darah bergumpal juga
rasa sakit dan nyeri atau sambil berjalan.1

D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Biopsi kulit bila perlu untuk pemeriksaan histopatologis yang akan
menjunjukkan adanya akantosis, hiperkeratosis, papilomatosis, dan rete ridges
memanjang mengarah medial.6

Gambar 4. Histologi Veruka: akantosis,


hiperkeratosis, papilomatosis, dan rete
E. DIAGNOSIS BANDING
ridges memanjang mengarah medial
Veruka plantar dapat dibingungkan dengan klavus atau kalus.
Penggunaan dermatoskopi genggam dapat membantu dalam diagnosis bagi para
praktisi

yang

terlatih

dalam

penggunaannya.

Veruka

ditandai

dengan

hiperkeratosis atau penebalan kulit, dan sering ditemukan pada titik-titik tekanan.
Titik-titik kecil atau garis biasanya terlihat dalam lesi, yang mewakili kapiler
rusak dan dapat berkisar dari warna merah ke coklat . Mereka lebih jelas
ditunjukkan oleh dermatoskopi, di mana merah / titik ungu atau gumpalan
(pembuluh darah) yang dikelilingi oleh lingkaran putih atau lobulus (keratin).
Pembuluh darah dapat menjadi lebih jelas jika lapisan luar jaringan hiperkeratosis
dipangkas . Sebaliknya, klavus menunjukkan inti tembus (konsentris cincin putih
halus pada dermatoskopi), sementara kalus menunjukkan bagian putih umum di
seluruh lesi (structureless pada dermatoskopi ) Beberapa veruka yang berdekatan
dapat membentuk veruka mosaik. Meskipun jarang, diagnosis yang paling
12

penting pada pasien dengan dugaan veruka plantaris adalah melanoma. Tumor
lain juga mungkin jarang terjadi pada situs ini.4
F. PENATALAKSANAAN
Hingga 80% dari orang akan mengalami resolusi veruka plantar tanpa
intervensi dalam dua tahun. Bagaimanapun banyak pasien ingin mencoba
pengobatan. Semua pengobatan topikal untuk veruka memiliki tingkat
keberhasilan variabel, karena itu beberapa metode manajemen yang berbeda
mungkin perlu diujicobakan sebelum veruka teratasi. Cat veruka dan gel yang
mengandung asam salisilat terbukti berkhasiar, dan dapat direkomendasikan
sebagai lini pertama bagi pasien yang ingin percobaan pengobatan.4
Mengamati dan Menunggu
Diperkirakan bahwa tingkat kesembuhan veruka plantar dengan
pendekatan mengamati dan menunggu, cenderung berada di kisaran 25% selama
periode beberapa bulan. Kebanyakan veruka akan menyelesaikan tanpa
pengobatan, tapi ini mungkin memakan waktu beberapa tahun. 4
Jika veruka menyebabkan ketidaknyamanan, permukaan veruka dapat
dikelupas dengan papan ampelas (pakai kikir kuku), batu apung atau permukaan
yang abrasif. Pasien harus memperhatikan bahwa barang yang digunakan pada
veruka harus dibuang setelah menggunakan atau disterilkan (misalnya
ditempatkan dalam air mendidih selama lima menit atau direndam dalam
pemutih) untuk mengurangi risiko penularan virus. 4
Salep dan Krim Topikal
Kebanyakan pengobatan topikal untuk veruka plantar direkomendasikan,
digunakan setiap hari sampai veruka telah diselesaikan.
Asam Salisilat
Pengobatan topikal dengan asam salisilat sering dianggap sebagai
pendekatan lini pertama untuk mengobati veruka plantar. Asam salisilat adalah
agen keratolitik dan bekerja dengan debriding kulit.7 Asam Salisilat 27% gel
(dijual umum) harus hati-hati diterapkan ke veruka, digunakan sekali sehari. Kulit
di sekitarnya harus dilindungi, misalnya dengan parafin lunak atau plester yang
dirancang khusus.4 Asam salisilat konsentrasi tinggi(40%) digunakan untuk
kelainan- kelainan yang dalam salahsatunya veruka plantaris. 6 Asam salisilat
13

topikal dapat menyebabkan iritasi jika diterapkan pada celah atau lecet. Perhatian
dianjurkan pada pasien dengan sensasi kulit kurang (misalnya pasien dengan
diabetes) penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kulit ulserasi.4
Perak Nitrat
Perak nitrat (dijual umum) tersedia dalam bentuk tongkat yang dibasahi
(idealnya dengan air suling daripada air keran) dan diterapkan langsung ke veruka
selama satu sampai dua minutes. Pengobatan harus diterapkan sekali sehari
selama maksimal enam pemakaian. kulit di sekitarnya harus dilindungi. Khasiat
perak nitrat pengobatan hanya baru dinilai dalam satu percobaan terkontrol acak
di mana pasien yang menggunakan perak nitrat menunjukkan tingkat kesembuhan
lengkap sekitar 30% lebih tinggi dari pasien yang menggunakan plasebo
applications. Efek merugikan termasuk noda pada kulit di sekitarnya, atau
pakaian disekitar wilayah aplikasi, serta kemungkinan terbakar.4
Fluorourasil(5-FU)
Fluorouracil adalah agen kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan
berbagai jenis kanker. Fluorouracil topikal diindikasikan untuk lesi kulit ganas
dan pra-ganas. Penggunaan fluorouracil krim untuk veruka plantar merupakan
indikasi. Setelah debridement dengan batu apung, pasien dapat diinstruksikan
untuk menerapkan fluorouracil 5% cream untuk lesi, dua kali sehari. pengobatan
dilakukan terus sampai 12 weeks. Tingkat pemberantasan Lengkap setinggi 95%
telah dilaporkan setelah 12 minggu pengobatan dengan fluorouracil 5% cream.15
Pasien mungkin mengalami rasa sakit, terik dan iritasi lokal. 4
Imiquimod dan Podofilotoksin
Kedua obat ini tidak diindikasikan untuk pengobatan veruka kulit.
Sementara secara teoritis akan berguna diberikan

untuk pengobatan veruka

anogenital, ada sedikit bukti saat ini untuk mendukung penggunaannya untuk
veruka plantar. Imiquimod 5% krim telah dinilai dalam dua uji coba terkontrol
secara acak untuk pengobatan veruka kulit, yang dilakukan oleh produsen, yang
menyarankan beberapa manfaat tetapi indikasi ini belum dikejar further.13
mungkin inefficacy karena penetrasi yang kurang imiquimod melalui kulit yang
hiperkeratosis.4

14

Podofilotoksin

adalah

sari,

bentuk

aktifnya

pidofilin.

Berfungsi

menghambat mitosis sel dan mengganggu proses pebelahan sel.. telah digunakan
dalam pengobatan veruka anogenital sejak 1942 dan formulasi baru terdiri dari
podofilotoksin dikombinasi dengan agen lain, yang baru muncul

pada

pengobatan veruka ekstragenital. Tingkat penyembuhan tinggi sampai 81% pada


pengobatan veruka plantar sederhana.7
Zink Krim Topikal
Penerapan zink untuk veruka diperkirakan untuk meningkatkan fungsi
kekebalan tubuh dan / atau membantu dalam perbaikan kulit. zink, elemen nontoksik yang telah digunakan sebagai imunomodulator dalam berbagai penyakit
dermatologis seperti borok kaki, eritema nodosum leprosum (reaksi tipe 2) dan
pembedahan selulitis dari kulit kepala, telah dicoba pada veruka virus.8
Krioterapi
Krioterapi secara tradisional telah digunakan untuk veruka plantar. Namun,
uji klinis melaporkan rendahnya tingkat kesembuhan dan mengakibatkan rasa
sakit yang signifikan , mengurangi mobilitas sampai beberapa minggu. Sebuah
meta-analisis dari uji cryotherapy (dengan nitrogen cair atau zat-zat lain yang
menginduksi kerusakan dingin untuk veruka, misalnya dimetil eter dan propana
menunjukkan bahwa pembekuan veruka kulit terletak pada tangan atau kaki tidak
lebih baik daripada plasebo.4

Krioterapi diperimbangkan sebagai terapi lini

kedua. Telah dilaporkan bahwa tidak ada perbedaan krioterapi dengan asam
salisilat setelah 13 minggu perawatan7.
Hipertermia
Elevasi eksogen suhu jaringan pada 39o C-48o C (hipertermia) telah berhasil
digunakan dalam pengobatan beberapa neoplasma . Ada laporan empiris bahwa
hipertermia lokal efektif dalam pengobatan veruka, dengan tingkat kesembuhan
mulai dari 41% sampai 93,5%.9
Operasi Pengangkatan Veruka
Untuk beberapa pasien, veruka plantar akan bertahan meskipun telah
dilakukan beberapa pendekatan pengobatan. Operasi pengangkatan veruka dapat
dianggap sebagai pengobatan terakhir. Namun, dalam banyak kasus, pembedahan
dapat dibuktikan berhasil. Oleh karena itu, pilihan alternatif menghentikan

15

pengobatan

aktif

dari

veruka

dapat

didiskusikan

dengan

pasien.

satu veruka plantar dapat dibersihkan dengan anestesi lokal dengan kuretase dan
elektro, ablasi laser atau eksisi tebal . Efek sampingnya adalah mereka yang
melakukan operasi kecil, termasuk risiko infeksi dan ada nyeri pasca prosedural
dan jaringan parut. Ada sedikit data yang tersedia pada tingkat keberhasilan
pendekatan bedah untuk pengobatan veruka plantar. 4
G. PENCEGAHAN
HPV ditularkan melalui kontak kulit . HPV bertahan selama bermingguminggu atau tahun sebelum munculnya veruka, dan berlangsung selama hidup,
bahkan setelah veruka telah dibersihkan. Hal ini dapat menyebabkan kekambuhan
di lokasi yang sama. Anak-anak sering mendapatkan veruka dari anggota keluarga
yang terinfeksi atau di lingkungan kelas, oleh karena itu, upaya pencegahan harus
fokus pada rumah dan sekolah. Pergi bertelanjang kaki di ruang publik, di sekitar
kolam renang atau di daerah kamar mandi meningkatkan risiko seseorang terkena
infeksi HPV. Orang yang terinfeksi veruka plantar harus disarankan untuk
mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi penularan kepada orang lain,
seperti memakai alas kaki di rumah dan lingkungan sekolah serta menutup veruka
dengan pembalut sebelum menggunakan tempat umum..4
Risiko tertular veruka plantar dapat dikurangi dengan mengikuti langkahlangkah seperti 1) Kaki harus tetap bersih dan kering 2) Selalu menghindari
berjalan langsung dengan kaki telanjang di tempat umum 4) Hindari mengangkat
veruka, karena dapat menyebarkan virus.5
F. PROGNOSIS
Pada veruka plantaris dengan destruksi baik, tidak akan terjadi rekurensi.
Namun , dapat terjadi infeksi berulang atau regresi spontan.6

16

BAB V
KESIMPULAN
Veruka plantaris merupakan gambaran dari infeksi human papillomavirus
(HPV). Ada banyak jenis HPV yang terwujud dalam cara yang berbeda. Veruka
plantar umumnya disebabkan oleh HPV-1, 4, 27 dan 57. Tanda-tanda dan gejala
veruka plantar adalah benjolan kecil, berdaging dan kasar pada telapak kaki.
Abu-abu atau cokelat dengan satu atau lebih titik-titik hitam, yang kecil,
pembuluh darah bergumpal juga rasa sakit dan nyeri bila berjalan. Diagnosis
ditegakkan berdasarkan masifestasi klinis dan bila perlu dilakukan pemeriksaan
histopatologi dan pemeriksaan menggunakan dermoskopi. Terapi yang dilakukan
terdapat berbagai macam, diantaranya dengan mengamati dan menunggu,
menggunakan obat topikal atau dengan pembedahan. Prognosis dari penyakit ini ,
bila destruksi baik, kemungkinan tidak terjadi rekurensi. Akan tetapi , dapat juga

17

terjadi infeksi berulang atau regresi spontan. Pada kasus yang disajikan,
berdasarkan analisis, kasus sesuai dengan teori.

DAFTAR PUSTAKA

1. MD, Elie Mulhem,. and Susanna Pinelis,

MD,

Treatment

of

Nongenital

Cutaneous Warts . Oakland University William Beaumont School of Medicine,


Rochester Hills, Michiga. Am Fam Physician. 2011;84(3):288-293
2. Sterling, J.C S. Gibbs, S.S. Haque Hussain, M.F. Mohd Mustapa and S.E
Handfield- Jones. British Association of Dermatologists guidelines for the
management of cutaneous warts 2014. British Journal of Dermatology .2014; 171,
pp696712
3. Cockayne, E Sarah. The EVERT (effective verruca treatments) trial protocol: a
randomised controlled trial to evaluate cryotherapy versus salicylic acid for the
treatment of verrucae. Cockayne and Trials 2010, 11:12
4. Oakley, Amanda.dr. Plantar warts: a persistently perplexing problem . Specialist
Dermatologist, Clinical Associate Professor, Tristram Clinic, Hamilton . 2013

18

5. G. K. Sudhakar,

Vasudev Pai, Arvind Pai, Venkatesh Kamath. Therapeutic

approaches in the management of Plantar warts by human papillomaviruses: A


review 03 (25); 2013; 1-4.
6. Cipto, Herman. Veruka Vulgaris . Menaldi, Sri Linuwih SW, Editor. dalam ilmu
penyakit kulit dan kelamin edisi ketujuh. Badan penerbit FKUI. 2015 hal.131-132
7. Kacar, N. L. Tasli, S. Korkmaz, S. Ergin, B.S Erdogan. Cantharidinpodophyllotoxin- Salicylic Acid Versus Cryotherapy in the Treatment of Plantar
Warts: a Randomized Prospective Study. JEADV. 2011
8. Hassan, Iffat, Taseer Bhat, Hinah Altaf, Farah Sameem, Qazi, Masood. Role Of
Oral Zinc Sulphate In Warts-A Placebo Controlled, Single-Blinded Study. DOI:
10.7241/ourd.20131.04
9. Huo Wei, Xing- Hua Gao, Xiu-Ping, Ri-Qun, Et. Al. Local Hyperthermia at 44C
for the Treatment of Plantar Warts: A Randomized, Patient-Blinded, PlaceboControlled Trial. Brief report JID 2010:201 (15 April) 11

19

Anda mungkin juga menyukai