Anda di halaman 1dari 3

1. Pola Parker-Kerr.

Merupakan pola Cushing yang digunakan untuk menutup bagian ujung. Dimulai dari
mengitari forcep yang menahan dari bagian ujung tersebut dan kemudian forsep ditarik dan jahitan
ditarik dan diikat. Pola ini juga dapat digunakan untuk jahitan sementara tanpa simpul pada
anastomosis intestinal untuk menutup tiap segmen intestin untuk sementara (Suriadi, 2012)
Cara ini adalah aplikasi dari jahitan cushing untuk penutupan luka usus secara aseptis.Usus
yang telah dipotong pada ujungnya yang terbuka diklem dengan klem usus, ujungnya dibersihkan
kemudian dimulai dari sisi lateral klem dinding usus dijahit secara cushing tetapi pada jahitan
pertama tidak disimpulkan, kemudian jahitan diteruskan sampai selesai kemudian kedua ujung
benang ditarik sambil menarik klem tadi dengan demikian ujung dari usus telah tertutup dengan
balk. Ujung satunya dsilakukan dengan prosedur yang sama setelah selesai kedua ujung usus yang
telah tertutup didekatkan satu sama lain dan dikuti dengan jahitan lembert setelah selesai dua
benang yang pertama ditarik maka usus telah tersambung (Sudarminto, 2013)

2. Pola Purse-string
Jahitan terbalik kedalam ini dibut melingkar di sekitar lubang sirkular yang akan
dibalikkan kedalam . Jahitan purse-string biasa nya digunakan untuk menanam puntung
appendiks. Jahitan ini sebaik nya tidak mengenai semua lapisan usus tetapi jika hal ini terjadi ,
maka perlundiperkuat dengan jahitan terbalik(inverting suture).. Pola ini biasa digunakan untu
organ yang berongga dan bulat, tusukan dibuat melingkar + 1 cm dipinggir dari organ tsb. Biasa
dipakai pada kasus prolapsus ani, vagina dll
Catatan:
-Bila ada simpul yang lepas, maka akan lepas semua dan luka akan terbuka.
-Benda asing yang tertinggal diluka lebih banyak pada jahitan menerus dibanding
dengan yang tunggal.
-Aposisi luka tidak seakurat yang putus-putus.
-Yang mennguntungkan cepat mengerjakannya dan juga waktu mengambil benangnya(kecuali
yang lock stitch).
(Sudarminto, 2013)

3. Pola Connel
Adalah jahitan kontinu berbentuk huruf ( U ) yang menembus semua lapisan usus. Jahitan
dimulai pda jarak kurang lebih 4 mm dari tepi luka dan parallel dengan luka . Jahitan connell
dilatakkan dengan cara yang sama dengan jahitan cushing , hanya saja jahitan menembus seluruh
lapiasan usus. Jahitan Connell digunakan untuk menutup lapisan pertama pada anastmosis
gastrointestinal . karma lapisan ini menembus seluruh lapisan dinding usus maka bersifat
hemostatik . jaringan Connell selalu dikerjakan dengan benang catgut dan lapisan luar nya
diperkuat dengan jahitan terbalik kedalam (Sudarminto, 2013).
Merupakan pola inversi. Jahitan melewati tiap lapisan jahitan secara alternatif. Benang
masuk melalui semua selubung organ berongga termasuk membran muksoa dalam hal usus besar.
Saat benang ditarik, benang tersebuttidak terlihat dari luar terkecuali simpul jahitan yang dibuat.
Selama dilakukan penjahitan benang terlihat pada sudut kanan dari garis insisi dan hal tersebut
dengan lapisan jaringan lainnya paralel terhadap garis insisi (Fossum, 2007)

4. Pola Cushing
Merupakan pola yang hampir sama dengan pola Cornell hanya perbedaannya pada pola
Cushing pola ini tidak masuk kedalam selubung mukosa dan masuk ke lumen. Merupakan jahitan
kontinu terbalik yang digunakan menutup lapisan luar dari anastomis gastrointestinal.Jhahitan
menembus lapisan serosa dan muscularis lalu keluar lagi (Fossum, 2007)

Cara ini merupakan modifikasi dari lembert dan jahitannya diarahkan sejajar dengan insisi,
cara ini dapat dilakukan secara tunggal ataupun secara menerus. Perbedaannya dengan Connel
yaiti cara ini tidak sampai menembus pada lumen jadi hanya serosa dan muskularisnya saja
(Suriadi, 2012)

DAFTAR PUSTAKA
Fossum, TW. 2007.Small Animal Surgery. 2nd edition.China: Mosby.
Sudarminto. 2013. Teknik Bedah Dasar, Restrain, dan Casting. Yogyakarta : Universitas Gadjah
Mada
Suriadi. 2012. Manajemen luka. Pontianak : STIKEP Muhammadiyah.