Anda di halaman 1dari 42

PATOLOGI ORGAN GENITALIA WANITA

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

REVIEW STRUKTUR DAN FUGSI ORGAN GENITALIA WANITA

organ genitalia wanita terdiri dari :


vulva (labia mayora, labia minora, clitoris)
tuba falopian
uterus
vagina
ovarium
kelenjar bartholini
vulva, vagina dan cervix bagian luar dilapisi oleh epitelium skuameus
berlapis
kel. Bartholini memproduksi cairan mucoid

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

cervix uteri :
merupakan bagaian distal dari uterus
bermuara pada vagina
epitelium yang melapisi ada 2 macam
kearah vagina dilapisi oleh epitel skuameus berlapis
kearah uterus dilapisis oleh epitel kolumner yang mensekresi mucus
cavum uteri :
dilapisi mukosa yang terdiri dari kelenjar2
merupakan tempat implantasi zygot
corpus uteri ;
merupakan organ muskuler
dilapisi oleh epitel glanduler
dinding terdiri dari otot polos
meregang
selama kehamilan
hipertrofi
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

ovarium dan endometrium


berfungsi secara sinkron untuk menyiapkan kemungkinan terjadinya
kehamilan
menstruasi
proses pelepasan endometrium
dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesteron, FSH dan LH
MASALAH2 YANG SERING DAN YANG SERIUS PADA ORGAN GENITALIA
WANITA
masalah2 yg sering ada kaitannya dgn sistem genitalia wanita
KB
konseling sex
prenatal care dan persalina
simptom menopause
infeksi
skrining kanker
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

kondisi serius yg berhubungan dgn kehamilan


kehamilan ektopik
abortus dgn infeksi/septic abortion
toxemia gravidarum
perdarahan
komplikasi persalinan
abortus spontan
endometritis setelah persalinan
PMS (penyakit menular sexual)
gonorrhoea yang paling sering dilaporkan
chlamydia; mungkin yg terbanyak tapi jarang dilaporkan
infeksi gonorhoea dan chlamydia menyebabkan urethritis dan
cervicitis
bila menyebar ke tuba falopian akan menyebabkan infeksi yang
lebih serius disebut PID (pelvic inflamatory disease)
infeksi virus; virus papiloma dan virus hepes simplex tipe II
punya tendensi untuk menjadi karsinoma servix
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

kanker/karsinoma
terutama payudara
diikuti oleh uterus dan ovarium
Ca ovarium lebih jarang dar Ca uteri, tapi lebih fatal
SYMPTOM, SIGN AND TEST
simptom yang paling utama termasuk antara lain adalah :
perdarahan
vaginal discharge (duh)
nyeri
efek kelenjar endokrin
perdarahan vaginal yang normal :
menstruasi (3-5 hari, interval 28-35 hari)
dari menarche (mens pertama) sampai menopause kecuali selama
kehamilan

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

perdarahan vaginal yang abnormal:


abnormal dalam jumlah, waktu dan karakter
kausa yang terbanyak karena gangguan hormonal
kausa prinsip dari kasinoma
pola2 kelainan perdarahan
menorrhagia (perdarahan/mens berlebihan)
vaginal spotting (perdarah sedikit2 diluar menstruasi)
dysmenorrhea (rasa sakit waktu menstruasi)
dysfunctional uterine bleeding (perdahan abnormal tanpa lesi
penyebab)
dysmenorrhea
rasa sakit/kram pada waktu menstruasi
rasa nyeri, dapat timbul pada waktu
menstruasi
pada PID/slaphingitis
ovulasi (follikel ovarium ruptur)
ruptur kista ovarii
ruptur kehamilan ektopik
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

simptom yang ada kaitannya dengan perubahan hormonal


pada premenstrual tension
pada menopause (hot flush)
tanda2 ginekologis
penyakit ginekologis dapat ditemukan dengan pemeriksaan sistematik
disebut pemeriksaan pelvis
inspeksi langsung pada vulva, vagina dan cevix
palpasi bimanual pada
uterus
ovariu dan tuba falopii
tanda2 yang paling sering
massa pada pelvis:
lesi yang menonjol atau merata pada vulva atau cevix
oleh karena kehamilan
myoma uteri
tumor ovarium
penyakit kulit pada vulva
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

pemeriksaan (test) yang paling sering diperlukan


papaniculaou (pap smear) pada cevix uteri untuk menditeksi adanya
keganasan pada cervix
pemeriksaan darah untuk penentuan adanya defisiensi zat besi
pada wanita hamil
pada wanita oleh karena menstruasi anemia
pemeriksaan hormon chriogonadotrophin, terdapat dalam urin
dan darah, untuk tes kehamilan
biopsi mengambil jaringan untuk pemeriksaan cytologi
biopsi pada lesi vulva
biopsi pada cervix
biopsi pada endometrium
salah satu prosedur disebut D&C (dilation & curettage) dengan
melakukan dilatasi ostium cervix dan mengambil jaringan endo
metrium dengan kuretase

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

10

pemeriksaan (test)..
laparoskopi :
memasukkan endoskop melalui sayatan pada umbilicus ke rongga
abdomen
untuk memeriksa/mendiagnosis kondisi pa tuba falopii dan ovarium
kehamilan ektopik
endometriosis
PID
tumor pada ovarium dll
PENYAKIT2 YANG SPESIFIK PADA ORGAN GENITALIA WANITA
Penyakit Genetik dan Gangguan Perkembangan
anomali kongenital pada organ genitalia wanita bila dibandingkan dgn
organ2 yg lain termasuk jarang
kelainan kongenital dapat berupa:
septum pada uterus
kista yg terbentuk dari sisa jaringan embrionik pada
tuba falopii dan ddg lateral cervix dan vagina
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

11

Here is a bifid (septate) uterus. Sometimes even the


cervix and/or vagina may be double as well. This is of
no major consequence except that in pregnancy a
bifid uterus may not enlarge normally and lead to fetal
loss, or a normal vaginal delivery may not be possible
with a double cervix or vagina. Note that there is also
a small intramural leiomyoma on the septum at the
left.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

12

Penyakit infeksi dan Degeneratif


infeksi gonnorhoea dan chlamydia
pada wanita sering berisfat asimtomatis/tanpa gejala, menyebabkan
urtethritis dan cervicitis
pada wanita biasanya menjadi carrier
jika organisme menyebar ke tuba falopii
menyebabkan salphingitis akut/ kronis
ditandai dengan nyeri abdomen dan demam
penyembuhan salphingitis
sering menyebabkan parut pada tuba falopii
komplikasiyang terjadi berupa
infertil
kehamilan ektopik

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

13

sifilis
tedapat ulkus primer yang tidak sakit
jika terjadi pada vagina dan cervix sering diabaikan berlanjut ke stadium
berikutnya (dibicarakan dalam bab infeksi)
infeksi herpes
virus herpes simplex menyebabkan lesi yang berupa vesikel berisi
cairan pada epitel vulva dan cervix
kebnyakan oleh virus herpes simplex tipe II tapi dpt juga oleh tipe I
pada waktu proses persalinan virus dapat menyebar ke bayi
menyebabkan infeksi yang fatal pada bayi (jarang)
ada kaitan antara Ca cervix dgn infeksi virus herpes
bagaimana huugannya secara alamiah belum jelas benar
condyloma acuminata/jengger ayam
beberapa golongan virus papilloma pada manusia menyebabkan
papilloma epite; skuameus yang multiple pada vulva, vagina, anus dan
cervix
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

14

condyloma acuminata
lesinya mirip dengan kutil pada kulit
kecuali bahwa pada condiloma acuminata ditularkan melalui hubungan
sexual
cenderung terjadi pada membrana mukosa yang lembab baik pada
pria atau wanita
bila terjadi pada cervix ada hubungannya denga Ca cervix
infeksi vagina yang superfisialis
trichomonas merupakan protozoa yg paling sering menyebabkan
duscharge vagina (duh)
menimbulkan area kemarahan pada vagina dan cervix
mudah didiagnose dengan pemeriksaan mikroskopis cairan segar
duh vagina
tidak menimbulkan masalah serius
candida
fungi yang secara normal tdpt dalam julah kecil pada vagina
dapat berproliferasi mengakibatkan vaginitis
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

15

candida
terutama pada :
wanita hamil
pemakaian kontrasepsi oral
penderita DM
komplikasi pemakaian antibiotika jangka panjang
diagnosa
pemeriksaan duh vagina
smear
kultur
Penyakit2 Hiperplastik / Neoplastik
terdapat berbagai macam penyakit2 hiperplasia, neoplasia dan kistik pada
sistem genitalia wanita
carcinoma pada vulva, endometrim dan cervix sering
leiomyoma uteri, penting karena frekwensinya sering
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

16

endometriosis
kausanya tidak pasti
endometrium ektopik
memberikan respons terhadap stimulasi hormonal
tumor ovarium
sering
merupakan massa pada ovarium
diagnose ditegakkan dengan pemeriksaan patologi
Endometriosis/ endometrium ektopik
terdapat jaringan endometrium diluar uterus biasanya pada organ2
ovarium
vagina
peritoneum
asal dari jaringan endometrium pada organ2 tersebut tidak jelas
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

17

terjadi perdarahan pada endometrium yang ektopik tadi pada saat mens
menyebabkan hematoma dan dismenorrhea berat
hematoma yang terjadi kemudian
dibatasi oleh jaringan fibrosa
berisi cairan berwarna coklat

disebut kista coklat

endometriosis sering berhubungan dengan kondisi infertilitas


Leiomyoma Uteri
merupakan tumor benigna yang soliter dari otot polos uterus
sifatnya tergantung pada estrogen
berkembang selama usia mampu hamil
menyusut setelah menopause
dapat berkembang sangat besar distorsi uterus
biasanya bersifat asimptomatis tapi dapat juga menimbukan gejala2

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

penekanan pada pelvis oleh massa tumor


perdarahan
infertilitas

18

This is a section through an enlarnged 12 cm ovary to


demonstrate a cystic cavity filled with old blood typical
for endometriosis with formation of an endometriotic,
or "chocolate", cyst. The hemorrhage from
endometriosis into the ovary may give rise to a large
"chocolate cyst" so named because the old blood in
the cystic space formed by the hemorrhage is broken
down to produce much hemosiderin and a brown to
black color.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

19

Leomyoma Uteri
Lesi

Kausa
tidak diketahui
tergantung pada
estrogen untuk
perkembangannya

neoplasma benigna otot


polos
sering multiple

Manifestasi
massa
infertilitas
perdarahan

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

20

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

21

In the upper fundus of the uterus protruding into the


endometrial cavity is a nodule that proved to be a
leiomyoma. Thus, this is a submucosal leiomyoma.
Such benign smooth muscle tumors of the
myometrium are very common, perhaps 1 in 5 women
has one. They may be the cause of irregular bleeding
if placed submucosally, as seen here, or if large.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

22

Karsinoma Endometrium
adenokarsinoma pada endometrium sering
stimulasi dengan estrogen dalam jangka waktu yang lama meningkatkan
frekwensi Ca endometrium
kondisi lain yang ada kaitannya dengan ca endometrium adalah
diabetes
hipertensi
infertilitas
endometrium hiperplasia secara perlahan2 tumbuh kedalam dinding
uterus ca endometrium
biasanya menimbulkan perdarahan
terdiagnose sebelum metastase
R/ radiasi
pembuangan uterus dan ovarium
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

23

This uterus is not enlarged, but there is an irregular


mass in the upper fundus that proved to be
endometrial adenocarcinoma on biopsy. Such
carcinomas are more likely to occur in
postmenopausal women. Thus, any postmenopausal
bleeding should make you suspect that this lesion
may be present.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

24

Karsinoma Cervix Uteri


karsinoma sel skuameus hampir selalu berasal dari tempat pertemuan
antara ectocervix dan endocervix
Ca cervix biasanya berkembang dalam fase2 dalam waktu bertahun-tahun
sehingga skrining dengan Pap smear yang secara teratur akan dapat
membantu melakukan diagnose dini pengobatan dini
kausa
tidak diketahui
agen penyakit yang ditransmisiskan melalui hubungan sex
manifestasi :
ditemukan sel2 abnormal pada pemeriksaan Pap smear
perdarahan pervaginam yang abnormal
massa pada cervix uteri

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

25

Karsinoma Cervix Uteri


Kausa

tidak diketahui
agen yg ditransmisikan
secara sexual

Lesi

karsinoa sel skuameus

Manifestasi
sel2 abnormal pada tes
pap smear
perdarahab vaginal abnormal
massa pada cervix

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

26

Here is another cervical squamous cell carcinoma.


Note the IUD string protruding from the cervix. This
implies that someone could have done a Pap smear
when it was inserted. There is a natural history of
progression of dysplasia to carcinoma, so don't leave
dysplasias alone.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

Here is a normal cervix with a smooth,


glistening mucosal surface

27

Tumor2 Ovarium
ovarium mempunyai potensi untuk menghasilkan tumor dgn berbagai
ukuran / macam daripada organ2 lain
tumor ovarium dapat berupa kista dan neoplasma dengan berbagai
derajat keganasan yang bervariasi
neoplasma
yang berasal dari sel2 permukaan ovarium yang paling sering
neoplasma epitel tersebut berdiferensiasi menurut 3 cara
bentuk tumor serous (dari epitel kolumner bersilia)
bentuk tumor micinous (dari epitel yg menghasilkan mukus)
bentuk tumor endometroid (dari sel2 kelenjar mirip endometrium)
bentuk tumor serous dan mucinous
biasanya bersifat kistik dpt diklasifikasikan menjadi
cystadenoma
borderline
krisbantas/patologi cystadenocarcinoma
genitaliawanita/s1

28

survival rate dari ca ovarium sangat rendah


tumor tipe borderline
biasanya dapat diobati jika masih terlokalisir pada ovarium
tapi biasanya besar, cairannya menetes ke peritoneum shg punya
tendensi untuk kambuh kembali
tumor tipe endometroid biasanya maligna
tumor ovarium yang berasal dari
stroma ovarii
cenderung bersifat benigna
sel-sel germinativum
tumor ovarium yang berasal dari sel2 germinativum yang paling sering
adalah teratoma
bersifat benigna, seing disebut kista dermoid
tersusun dr berbagai jaringan termasuk
kulit, jarngan kelenjar, kartilago
tulang, otak, gigi dll
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

29

kista ovarium yang tidak bersifat neoplastik


kista follikuler
kista corpus luteum
kista coklat dari endometriosis
diagnosa tumor ovarium
berdasarkan pemeriksaan patologis
dilakukan sesudah pengangkatan tumor

PENYAKIT2 PADA KEHAMILAN


masalah2 yang dapat menjadi komplikasikehamilan sangat banyak
diperdalam pada obstetri
hanya beberapa hal penting saja yang akan ditampilkan disini antara lain:
kelainan selama kehamilan
kelainan2 setelah kehamilan
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

30

Abortus Spontan
paling tidak 1 dari 5 kehamilan berakhir secara spontan pada usia 1/3
kehamilan (trimester pertama)
abortus spontan biasanya terjadi sebagai akibat
defect yang berat pada masa perkembangan embrio
oleh karena kromosom yang abnormal
gejala dan tanda
kram pada abdomen
perdarahan
jaringan plasenta lepas
spontan
tertinggal dalam servix atau vagina
R/
dilatasi dan curretage untuk membuang sisa plasenta yang ada
mencegah perdarahan dan infeksi

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

31

Kehamilan Ektopik
terjadi sebagai akibat adanya implantasi dari ovum yang yang telah dibuahi
sebelum mencapai endometrium
paling sering terjadi pada tuba falopi, dapat juga terjadi pada rongga abdomen
begitu plasenta membesar ruptur bleeding yg serius
kausa :
implantasi ovum yang dibuahi pada tuba falopii atau rongga abdomen
biasanya karena PID sebelumnya
lesi:
fetus dan plasenta pada tuba falopii dan rongga abdomen
perdarahan interna
manifestasi :
nyeri
perdarahan vaginal
pada laparoskopi terdapat massa dan perdarahan
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

32

Kehamilan Ektopik
Kausa
implantasi dari ovum
yg telah dibuahi pada
tuba falopii
rongga abdomen
sering ada riwayat PID
sebelumnya

Lesi

fetus pada tuba falopii


atau rongga abdomen
perdarahan internal

Manifestasi
nyeri
perdarahan vaginal
dengan laparoskopi terlihat
massa dan perdarahan

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

33

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

34

Here is another ectopic pregnancy in a fallopian tube


that was excised. This is a medical emergency
because of the sudden rupture with hemoperitoneum.
Ectopic pregnancy should be considered in the
differential diagnosis of acute abdominal pain in a
woman of childbearing age.

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

35

Septic Abortion
merupakan infeksi dari uterus pada abortus
paling sering terjadi bila tindakan abortus dilakukan oleh orang2 yang
tidak profesional dan menggunakan lat2 yang tidak steril
infeksi dapat menyebar ke cavum peritoneal dan dapat menyebabkan
kematian
R/
membuang jaringan terinfeksi
antibiotika
Toxemia Gravidarum / Keracunan Kehamilan
sindrom ini tidak diketahui sebabnya, kemungkinan oleh karena faktor
plasenta
terjadi pada trimester ke III kehamilan

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

36

ditandai dengan
hipertensi
edema
proteinuria
dapat berkembang menjadi lebih parah mengancam jiwa
timbul konvulsi/kejang2 kadang2 koma disebut eclampsia
biasanya terjadi pada
kehamilan pertama
kehamilan lebih dari 1 fetus
pada pasien dgn tekanan darah yang tinggi sebelumnya dan penyakit
ginjal
toksemia cenderung terjadi lagi pada kehamilan berikutnya
terjadinya sindrom diperkirakan oleh karena
pelepasan thromboplastin dari plasenta menyebabkan diseminasi
koagulasi intravaskuler tingkat ringan
memberikan efek pada glomerulus renalis
protein keluar meningkat edema
krisbantas/patologi
aktivasi dr mekanisme renin-angiotension hipertensi
genitaliawanita/s1

37

R/ terminasi kehamilan
Kehamilan Neoplasma Trophoblastik
jaringan plasenta yang neoplastik
yang kemungkinan disebabkan oleh material genetik yang secara
keseluruhan berasal dari sperma
mengakibatkan kehamilann trophoblastik benigna atau maligna
kebanyakan bersifat benigna
disebut mola hidatidosa
tidak bersifat invasif ke dinding uterus
seperti buah anggur kehamilan anggur
massa anggur tsb merupakan villi palsenta2 yang edema
kehamilan trophoblastik yang maligna
disebut choriocarcinoma
bersifat invasve ke dinding uterus (2% dari kehamilan trophoblastik)
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

38

kehamilan trophoblastik mensekresi chrorionic gonadotrophin


dapat diukur dari dalam darah atau urin
choriocarcinoma
merupakan satu dari sedikit karsinoma yang dapat diobati dgn
khemoterapi, walaupun metastase sudah terjadi
KEGAGALAN ORGAN
fertilitas dan infertilitas
merupakan masalah utama pelayanan kesehatan
sebagian wanita menginginkan adanya infertilitas yang temporer
ataupun yang permanen selama ia dalam usia subur
infertilitas yang temporer dapat dibuat dengan cara
penutupan secara mekanik dr cervix (diafragma)
spermisida
pencegahan implantasi (IUD)
pencegahan secara hormonal (pil KB) mencegah ovulasi
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

39

Toxemia Gravidarum
Lesi

Kausa
tidak diketahui
kemungkinan adanya
faktor plasenta

diseminasi koagulasi
intravaskuler derajat
ringan

Manifestasi
hipertensi
edema
proteinuria
kemungkinan
kejang
koma
meninggal
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

40

infertilitas permanen pada wanita


menjepit/clamping atau memotong tuba falopii
hysterectomy (pengangkatan uterus)
kadang2 tuba yang dipotong/tubectomy dapat disambung lagi jika
ingin hamil lagi mengembalikan fertilitas lagi
infertilitas temporer pada pria dengan pakai kondom
infertilitas permanen pada pria dengan vasectomy
infertilitas yg tidak diinginkan juga menjadi masalah
kondisi2 yang dapat menyebabkann infertilitas pada wanita
ovarium policystik
salphingitis
leiomyoma
anomali kongenital pada uterus
endometriosis
gangguan keseimbangan hormon
krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

41

pemeriksaan infertilitas pada pria meliputi


pemeriksaan cairan semen
jumlah sperma
kualitas sperma
pemeriksaan infertilitas pada wanita meliputi
keutuhan dari tuba falopii
temperatur tubuh apakah ada ovulasi
biopsi endometrium
evaluasi respons endometrium terhadap hormon
endometriosis
kadang2 kausa infertilitas tidak dapat ditemukan

krisbantas/patologi
genitaliawanita/s1

42