Anda di halaman 1dari 50

PATOLOGI

SISTEMA URINARIA & SISTEMA UROGENITAL PRIA

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

REVIEW STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM URINARIA


DAN SISTEM UROGENITAL PRIA

Ginjal
organ ginjal terdiri dari 2 buah, terletak retroperitoneal
menerima darah dari arteria renalis v. renalis
urine dibentuk oleh ginjal dibawa ke ureter vesica urinaria urethra
dunia luar
ginjal terdiri dari 3 bagian
cortex
medulla
pelvis
cortex ginjal berisi
semua glomerulus
sebagian besar tubulus renalis
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

medulla ginjal berisi


tubulus Henle
tubulus collectivus
pelvis ginjal /pelvis renalis
merupakan ruanagn dibatasi oleh epitelium transisional
mengumpulkan urin dari tubulus collectivus kemudian dibawa ke ureter
fungsi ginjal
mengatur konsentrasi garam, ion hidrogen dan air
mensekresi
produk2 buangan hasil metabolisme kreatini dan urea
substansi asing seperti obat dan metabolit2nya
untuk memenuhi tugas tersebut ginjal menerima hampir 20 % dari
keseluruhan darah yang bersirkulasi dalam setiap menit

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang terdiri dari
glomerulus
tubulus
pembuluh darah
didalam ginjal a.renalis bercabang berkali-kali menjadi arteri2 yang lebih
kecil arteriole
arteriole2 tersebut kemudian mensuplai darah ke glomerulus
setiap glomerulus
merupakan kumpulan dari kapiler2 yang dilapisis oleh sel2 endotel
kumpulan dari kapiler2 tersebut secara keseluruhan kemudian
dibungkus oleh selapis sel2 yang tipis
lapisan sel2 tipis tadi dipisahkan dari lapisan sel epitel yang lain oleh
membrana basalis (basement membrane)
darah meninggalkan glomerulus menuju anyaman kapiler yang membungkus
tubulus
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

produk buangan yang telah difiltrasi oleh glomerulus melalui tubulus2


renalis ini
tubuli renalis kemudian menjadi satu tubulus collectivus
dari tubulus collectivus urine dibawa ke pelvis renalis
selama dalam perjalanan filtrat glomerulus di dalam tubulus mengalami
pergantian yang konstan antara zat2 didalam tubulus dan zat2 dalam
anyaman kapiler darah
sehingga urine yang keluar dari ginjal sangat berbeda secara kimiawi
dengan filtrat glomerular
dari tubulus, substansi2 spt glukosa, khlorida dan obat secara kontinyu masuk
lagi ke dalam kapiler darah subtansi yang diresobsi
dari kapiler, subatansi yang masuk ke tubulus substansi yang disekresi
sehingga konsentrasi final dari setiap substansi pada urine merupakan
hasil sekresi dan resorbsi yang berlangsung pada tubulus
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

salah satu tempat pertukaran substansi antara tubulus renalis dan


kapiler2 darah adalah pada tubulus distalis
disana terjadi pertukaran antara K dan Na
ginjal juga memberikan kontribusinya untuk mengatur keseimbangan asam-basa
tubuh dengan cara melakukan baik sekresi ataupun absorbsi ion H
pada tubulus collectivus
air diserap lagi masuk kedalam darah (oleh pengaruh ADH)
pada dinding arteriole yang mensuplai darah ke glomerulus
terdapat sekumpulan sel2 yang disebut aparatus juxta glomerulus
sel2 tersebut mensekresi renin
renin merupakan enzim yang mengaktifkan substrat angiotension (protein yang
disekresi hepar) menjadi angiotension I
Angiotension

renin

angiotension I

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

angiotension I angiotension II oleh enzim yang diproduksi oleh sel2


endotel pada paru dan ginjal
angiotension
menstmulasi vasokonstriksi pembuluh2 darah hipertensi
meningkatkan absorbsi Na dan K, melalui stimulasi terhadap
kortex adrenal melepaskan aldosteron
Traktus urinarius bagian bawah
terdiri dari
ureter
vesica urinaria
urethra
kelenjar assesorius
traktus urianrius pria dan wanita secara essensial mirip
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

ureter
turun dari pelvis renalis ke vesica urinaria
fungsi ureter
hanya membawa urine dari ginjal ke ke vesica urinaria
tidak ada proses absorbsi pada ureter
vesica urinaria
merupakan organ muskuler yang besar dimana urine ditampung
dari ureter
urine dari vesica urinaria keluar melalui urethra
pengosongan vesica urinaria mengikut sertakan kerja serabut2 otot
yang berkontraksi untuk membuka sphincter agar urine dapat keluar
urethra
pada wanita langsung dari vesica urinaria melalui diafrgama urogenital
meatus urethrae
pada pria urethra melalui pusat kelenjar prostat penis
pada waktu melalui kel.prostat duktus ejakulatorius bermuara pada
urethra menghubungkan vas deferens dgn urethra
krisbantas/pato sistem urog
10
enital pria/s1

testis
terdiri dari tubulus2 seminiferus dimana sperma diproduksi
sperma kemudian disimpan pada epididimis dan vas deferens
kemudian didorong sepanjang vas deferens oleh kontraksi otot
sperma juga disimpan pada vesicula seminalis yang terletak
dibelakang prostat
kelenjar prostat
melingkari leher vesica urinaria
terdiri dari 3 lobus
ductusnya bermuara pada urethra

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

11

PENYAKIT2 YANG SERING DAN PENYAKIT2 YANG BERSIFAT SERIUS


PADA SISTEM URINARIA DAN SISTEM UROGENITAL PRIA
Infeksi bakterial
merupakan problem yang paling sering terjadi pada ginjal dan tr.urinarius
bagian bawah
infeksi vesica urinaria (cystitis)
sering terjadi pada wanita oleh karena bakteri pada perineum mudah
mencapai akses ke vesica urinaria melalui urethra yang pendek
prostatitis
sering pada pria muda
Hipertrofi Prostat
sering pada pria lanjut usia
obstruksi urethra infeksi vesica urinaria infeksi ginjal
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

12

Renal calculi/batu ginjal


sering terdapat pada orang dewasa
Penyakit2 glomerulus renalis
merupakan kausa utama dari kegagalan ginjal kronis (chronic renal
failure)
Karsinoma sel2 transisional pada vesica urinaria dan adenokarsinoma
Prostat
relatif sering pada individu2 tua
Kanker ginjal dan testis jarang

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

13

GEJALA2, TANDA2 DAN UJI LABORATORIS


frekuensi (sering miksi)
pada cystitis dan urethritis
dysuria (rasa sakit oada waktu miksi)
pada cystitis dan urethritis
nocturia (sering kencing pada malam hari)
pada cystitis dan urethritis
urine seperti susu
terdapat pus dalam urine
prostatitis kadang2 memberi gejala low-back pain
pyelonefritis
kadang bersifat asimtomatis
kadang2 menimbulkan nyeri pada daerah panggul, demam dan leukositosis
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

14

anuria tidak ada urine sama sekali


sindroma nefrotik/nephrotic syndrome
kerusakan pada aparatus glomeruler gangguan filtrasi
proteinuria hipoproteinemia
hiperlipidemia
Pemeriksaan Fisik
inspeksi pada
penis, vulva untuk tanda2
exudasi
ulserasi
palpasi pada abdomen untuk memeriksa tanda2
tumor
distensi vesica urinaria
pada pria pada daerah inguinale untuk memeriksa testis yang
tidak turun
palpasi penis untuk tumor
pemeriksan rectum palpasi kelenjar prostat
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

15

Pemeriksaan laboratoris
urin analisis
paling sering dilakukan /routine
dapat menditeksi adanya kelainan2 pada tr.urinarius terutama oleh
infeksi
termasuk didalamnya adalah tes untuk
gula
pH
darah
protein
keton
pemeriksaan mikroskopis
sel2 darah merah
sel2 darah putih
bakteri
kristal
cast (torak)
kultur urine untuk bakteri
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

16

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

17

pemeriksaan darah
urea nitrogen dan creatinine
kadar zat tersebut dapat untuk melihat fungsi ginjal
kadar normal dari nitrogen darah dan creatinine dipengaruhi oleh
pemecahan nitrogen
kemampuan filtrasi glomerulus
ikatan nitrogen dipecah menjadi nitrogen urea
pemecahan nitrogen pada otot menjadi creatinine
pada penyakit2 ginjal sering ditandai dengan adanya kenaikan secara
signifikan
urea nitrogen
dalam darah
creatinine
kenaikan kedua zat tersebut dalam darah sebagai akibat
tidak adekuatnya proses filtrasi glomerulus
tidak adekuatnya sekresi dan resorbsi pada tubulus renalis
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

18

biopsi renal
sering dilakukan untuk mengevaluasi penyakit2 glomerulus
cystogram
memasukkan zat kontras kedalam vesica urinaria
kemudian dilakukan pemeriksaan dengan x-ray
PENYAKIT2 SPESIFIK

KELAINAN GENETIK DAN GANGGUAN PERKEMBANGAN


berbagai ganguan perkembangan pada sistem genitourinaria ada kaitannya
dengan anomali pada sistem organ2 yang lain
beberapa anomali yang sering ditemukan
agenesis
hipoplasia
polisistik
ginjal dipalstik
cryptorchism
krisbantas/pato sistem urog
19
enital pria/s1

Agenesis dan Hipoplasia Ginjal


agenesis yang komplit jarang terjadi
bila bilateral dapat menyebabkan kematian
hipoplasia ginjal juga jarang terjadi
gangguan yang terjadi tergantung kepada beratnya derajat hipoplasia
ginjalnya dan adanya infeksi pielonefritis
Ginjal Polisistik
sering terjadi pada orang dewasa (1 diantara 50 orang)
kausa
penyakit dengan defect genetik yang bersifat autosomal dominan
lesi
kista yang miltiple dengan berbagai ukuran
terdapat bilateral (kanan kiri)
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

20

manifestasi
penyakit seing tidak ditemukan sampai dewasa
diketahui setelah ditemukan adanya
hipertensi
kegagalan ginjal kronis
uremia
pada organ2 lain dapat ditemukan kista terutama pada hepar
infantile polycystic disease
merupakan ginjal polikistik yang terjadi pada masa bayi
jarang bersifat fatal
autosomal resesif
terdapat kista renal dan fibrosis hepar
lesi

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

21

Cryptorchism / Kriptokhisme
merupakan kegagalan dari turunnya testis kedalam scrotum
agak seing terjadi
kausa tidak diketahui
lesi: testis tetap berada di abdomen
manifestasi
satu atau tidak ada testis dalam scrotum
kemungkinan steril bila terjadi bilateral dan tidak dikoreksi
sebaiknya dikoreksi pada usia sekitar 5 tahun
Ginjal Diplastik
merupakan bentuk malformasi dari perkembangan embrionik pada nefron
terbentuk tulang rawan dan kista pada nefron
baik pada 1 ginjal atau keduanya
sering bersama2 dengan
anomali lain
obstruksi tr.urinarius
krisbantas/pato sistem urog
22
enital pria/s1

penyakit tidak diturunkan


prognosa tergantung kepada
jumlah jaringan ginjal yang masih normal
adanya anomali pada organ2 yang lain
PENYAKIT2 INFLAMATORIS DAN PENYAKIT DEGENERATIF
Penyakit2 Glomerulus
penyakit2 pada glomerulus dapat dibagi menjadi
penyakit primer
penyakit sekunder akibat penyakit sistemis lain seperti
DM
lupus erythematosus
nephritis/nefritis merupaka kondisi inflamasi pada ginjal
glomerulonephritis penyakit inflamasi pada glomerulus
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

23

penyakit2 primer pada glomerulus pada umumnyamerupakan penyakit2


inflamatoris dan dipicu oleh adanya injuri allergi /immunitas
reaksi akibat injuri allergi ini pada glomerulus ada 2 jenis
ikatan antigen-antibodi terbentuk di dalam darah kemudian ditimbun
dalam membran basalis (basement membrane) dari glomerulus
sehingga timbul gangguan filtrasi
disebut immune complex glomerulonephritis
antibodi dibentuk oleh tubuh dan merusak membran basalis glomerulus
disini membran basalis glomerulus dianggap sebagai antigen
disebut anti basement-membrane glomerulonephritis
kedua reaksi pada membran basalis diatas menyebabkan
kerusakan pada struktur kapiler glomerulus menyebabkan
filtrasi protein bersifat berlebihan proteinuria
kadang2 menyebabkan sel2 darah merah masuk ke dalam filtrat
hematuria
krisbantas/pato sistem urog
24
enital pria/s1

Glomerulonephritis Akut post Infeksi Streptokokus


merupakan bentuk reaksi immune-complex glomerulonephritis yang terjadi
akibat infeksi streptokokus group A pada tubuh biasanya infeksi pada farings
1-4 minggu setelah infeksi awal streptokokus
antibodi dibentuk oleh tubuh untuk melawan antigen streptokokus
ikatan antigen-antibodi kemudian ditimbun pada membrana basement
pada glomerulus sehingga terjadi inflamasi gangguan filtrasi
gangguan filtrasi menyebabkan timbulnya tanda2 dan simptom dari
glomerulonephritis akut seperti :
hematuria
protein uria edema
diagnosa glomerulonephritis akut dibuat berdasarkan adanya
hipertensi
hematuria
riwayat infeksi streptokokus
priteiuria
edema
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

25

pemeriksaan laboratoris
terdapat kenaikan urea nitrogen dan kreatinin pada darah
lesi berupa
inflamasi glomerulus akibat deposit dari ikatan antigen-antibodi
kesembuhan
pada anak2 hampir 95%
pada orang dewasa sedikit menurun sebagian menjadi progresif atau
gagal ginjal
glomerulonephritis akut selain karena post infeksi dapat juga disebabkan
oleh berbagai macam obat2an

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

26

Glomerulonephritis Akut
Lesi

Kausa

ikatan antigenantibodi
pada glomerulus

inflamasi glomerulus

Manifestasi
hematuria
proteinuria
hipertensi
edema
kemungkinan menjadi
progresif gagal ginjal

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

27

Glomerulonephritis Kronis
glomerulonephritis kronis merujuk kepada penyakit2 ginjal yang kronis yang
bersifat progresif
terjadinya glomerulonephritis kronis dapat diinisiasi oleh
anti-basement membrane antibody
deposisi komplek immun
degenerasi non immunologis dari kausa yang tak diketahui
banyak penyakit2 tersebut yang tidak terjadi dalam fase akut
inflamasi atau degenerasi dan terbentuknya scar terjadi secara
perlahan dan secara tak terduga
sering diagnosis dibuat hanya setelah keluhan pasien berupa
kelelahan dan edema
pemeriksaan urinanalisis ditemukannya adanya proteinuria
pada saat tersebut biasanya ginjal sudah rusak berat sehingga kausa
yang sesungguhnya sering tidak diketahui lagi
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

28

konsekwensinya banyak pasien dikatakan mempunyai glomerulonephritis


kronis tanpa mengetahui kausanya
banyak pasien terutama anak2
pada awalnya manifestasi penyakit ginjal kronis sebagai
nephrotic syndrome/ sindrom nefrotik
sindrom nefrotik bukan suatu penyakit saja tapi merupakan kumpula dari
simptom dan sign (sindrom) antara lain
hipoproteinaemia
proteinuria
hipirlipidemia
edema
sindrom diatas dapat mempunyai kaitan dengan
lipoid nefrosis
diabetes mellitus
glomerulonephritis membranosa
amyloidosis
glomerulosklerosis focal
glomerulonephritis poststreptokokus
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

29

lipoid nefrosis
merupakan penyebab yang paling sering terjadinya sindrom nefrotik
pada anak2 dan orang dewasa
hampir 80% pada anak dengan sindrom nefrotik
hampir 30% pada orang dewasa dengan sindrom nefrotik
lesi berupa rusaknya prosesus epitel yang menghubungkan ke
membran kapiler glomerular yang mengakibatkan kebocoran protein
masuk kedalam ruang Bowman ke urine
tidak terdapat deposit antibodi pada glomerulus
kausa tidak diketahui
glomerulonephritis membranosa
merupaka penyebab kedua tersering terjadinya sindrom nefrotik
penyakit ini ditandai dengan adanya deposit antigen-antibodi yang
teranyam didalam membrana basement pada glomerulus yang menebal
deposit tadi mengganggu permeabilitas dari membrana basement
menyebabkan
protein besar spt albumin masuk kedalam filtrat renal
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

30

glomerulonephritis membranosa
pada kebanyakan kasus
sifat alamiah dari antigen, ataupun penyebab dari penyakit ini
tidak diketahui sehingga sering disebut dengan glomerulonephritis
membranosa idiopatik
pada sebagian kecil kasus
antigen diketahui, misalnya virus hepatitis
dapat terjadi setelah seseorang mendapat pengobatan tertentu
untuk pengobatan arthritis rheumatoid
dapat juga ada kaitannya dengan penyakit2 lain seperti sifilis
DM sering menyebabkan kerusakan ginjal kronis karena efek penyakit ini
pada pembuluh2 darah kecil
tapi jarang menyebabkan sindroma nefrotik

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

31

prognosa dari sindroma neprhotik


sembuh spontan tanpa pengobatan
sembuh dengan terapi kortikosteroid
sebagian progresif menjadi gagal ginjal kronis
dapat tetap hidup dengan menjalani dialisis
transplantasi ginjal bila mungkin

Glomerulonephritis kronis
Kausa

Lesi

antigen-antibodi kompleks
anti-basement membrane
antibody
tidak diketahui

inflamasi dan parut


pada glomeruli

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

Manifestasi
kadang2 tanpa gejala
(awal)
proteinuria, hematuria
hipertensi
uremia (lanjut)

32

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

33

Pyelonephritis
merupakan infeksi yang bersifat akut ataupun kronis
terutama mengenai tubulus renalis
paling sering disebabkan oleh infeksi
Escheria coli
bakteri2 gram (-) seperti
proteus, pseudomonas
enterobacter, klebsiella
organisme masuk keginjal melalui
aliran darah
retrograde yaitu dari vesica urinaria ureter ginjal (paling sering)
proses retrograde terjadi biasanya oleh karena adanya obstruksi
pada ureter stagnasi urine bakteri mudah tumbuh
pasien akan mengalami nyeri panggul dan demam yang akut
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

34

secara mikrokopis
ditemukan sel2 inflamotoris akut
dalam jumlah yang bervariasi pada jaringan intersisial ataupun
jaringan tubuler ginjal
dalam jumlah yang lbih sedikit pada glomeruli
kelak akan ditmukan adanya jaringan parut pada lokasi2 tsb
di dalam urine pasien akan meningkat
jumlah protein
cast dari lumen tubulus (torak)
sel2 darah putih dan bakteria
sering sel2 darah putih sangat banyak sehingga disebut pyuria
(pus dalam urine)
kultur bakteri dapat dilakukan dari urine
terapi
antibiotik
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

35

Pyelonephritis
Lesi

Kausa
infeksi bakteri
(sering karena obstruksi)
organisme dalam darah

inflamasi akut atau


kronis pada tubulus
renalis dan pelvis

Manifestasi
sakit panggul
demam
leukositosis
pus dan cast (torak pada
urine)
kemungkinan gagal ginjal

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

36

Cystitis
infeksi pada vesica urinaria disebut cystitis dan biasanya bakteri
penyebabnya sama dengan penyebab pyelonephritis
mikroorganisme masuk ke v.urinaria dengan cara melalui
sistemis (jarang)
urethra (sering)
infeksi melalui urethra yang paling sering terjadi pada wanita
feces dan kegiatan seksual menudahkan masuknya kuman ke
meatus urethrae
pada pria panjangnya urethra penis dan adanya sekresi antibakteria
dari prostat mengurangi terjadinya infeksi
kateterisasi atau cytoscopy sering menimbulkan infeksi vesica urinaria
pada kedua kelompok sex
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

37

Cystitis
Kausa
infeksi bakteri
sering akibat
adanya obstruksi

Lesi
inflamasi membrana
muosa

Manifestasi
disuria
urgensi (kencing tdk bisa
ditahan)
frekuensi (sering kencing)
sel darah putih dalam urine
bakteriuria

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

38

Prostatitis
merupakan infeksi akut ataupun kronis pada prostat
manifestasi ;
rasa sakit dan tidak enak pada pelvis bawah
lesi : inflamasi pada prostat
terdapat leukositosis pada urine

Renal Calculi/ Batu ginjal


proses kristalisasi dari mineral2 dalam urine sering terjadi
membentuk masa yang keras seperti batu
batu ginjal
paling sering tersusun oleh kalsium dan berbagai substansi yang
diekskresikan oleh ginjal seperti oksalat
yang berisi kalsium akan terlihat oleh x-ray
yang tidak berisi kalsium seperti asam urat dan cystein tidak terlihat
dgn x ray
krisbantas/pato sistem urog
39
enital pria/s1

kausa
tidak pasti benar
yang sering disebabkann oleh
volume urine yang kurang/dehidrasi
infeksi tr.urinarius yang lama
bed-rest yang lama dengan pelepasan kalsium dari tulang
hiperparatiroidisme meningkatkan kalsium dalam urine
penyakit gout asam urat darah meningkat dan cystein meningkat
perjalanan batu yang kecil pelvis renalis ureter mengakibatkan nyeri
yang sangat pada daerah panggul
jika batu terjepit pada ureter, dapat menyebabkan hidronephrosis
kadang2 batu ginjal memenuhi pelvis renalis
disebut staghorn calculi karena bentunya seperti tanduk rusa
manifestasi
rasa sait yang menjalar
hematuria
kadang2 terlihat dengan x-ray
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

40

lsei
batu pada renal pelvis
batu pada ureter
batu pada vesica urinaria
Renal calculi
Kausa
dehidrasi
bed-rest lama
hipertiroidisme
penyakit Gout
cystinosis
tidak diketahui

Lesi
batu pada pelvis renalis
menuju v.urinaria

Manifestasi
nyeri intens yang menyebar
hematuria
kadang2 terlihat dgn x-ray

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

41

PENYAKIT2 HIPERPLASIA DAN NEOPLASIA


Hiperplasia Prostat
merupakan pembesaran prostat oleh karena hiperplasia kelenjar
mungkin disebabkan adanya ketidak seimbangan ratio hormon
androgen-estrogen pada orang tua
jaringan pada sentral prostat membesar
jaringan perifer menjadi atrofi
proses hiperplasia tidak menyeluruh pada jaringan prostat tapi berbentuk
noduli yang multipel
gejala yang paling sering adalah sulit memulai dan mengakhiri kencing
komplikasi : infeksi pada tr.urinarius sebagai konsekwensi dari obstruksi
lesi :
pertumbuhan multinoduler
jaringan stroma
jaringan kelenjar
dapat mengenai lobus lateralis dan lobus medialis
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

42

Adenokarsinoma Prostat
kanker prostat jarang pada usia kurang dari 50 tahun
meningkat secara pesat setelah usia 50 tahun
kanker prostat muncul sebagai
massa yang berupa nodulii yang tidak teratur dan keras terutama pada
lobus posterior prostat
dapat teraba melalui palpasi dari rectum
kausa tidak diketahui
lesi :
berupa adenokarsinoma pada lobus posterior
metastase pada tulang sering
manifestasi :
massa yang keras
back pain
berat badan menurun
alkalin dan asam posphatase dalam serum meningkat
obstruksi urethrae
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

43

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

44

Karsinoma sel2 Transisional pada Vesica Urinaria


tumor maligna pada vesica urinaria
lebih banyak pada pria
banyak terdapat pada pekerja di pabrik2 yang memproduksi bahan2
kimia tertentu seperti alanin
lesi:
pertumbuhan papiler pada mukosa vesica urinaria
berbagai derajat invasi kedalam muskulus/otot dinding vesica urinaria
manifestasi
hematuria
infeksi
kausa yang pasti tidak diketahui

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

45

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

46

Kanker Ginjal dan Testis


kanker ginjal
relatif jarang
pada anak2 tumor maligna ginjal berasal dari sel2 primitif ginjal
disebut tumor Wilm
adenokarsinoma yang berasal dari sel2 epitelial ginjal merupakan
karsinoma pada ginjal yang agak sering pada orang dewasa
kedua tipe karsinoma diatas sering disertai dengan
hematuria
nyeri panggul
kanker testis
beberapa kanker testis berasal dari sel2 germinatifum disebut seminoma
kanker tersebut jarang, bila terjadi lebih abnyak pada laki2 dewasa muda
terdapat massa pada testis

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

47

KEGAGALAN ORGAN PADA GINJAL


Gagal Ginjal Akut/ Acute Renal Failure
lesi yang bersifat mengancam jiwa pada tubulus renalis adalah nekrosis
akut pada tubulus renalis
yaitu degenerasi akut dan nekrosis dari epitel2 pada tubulus renalis
proksimal ataupun distal
mekanisme yang sering mengakibatkan nekrosis pada tubulus renalis adalah
ischemik
oleh karena shock, menurunnya aliran darah mengakibatkan
menurunnya oksigen untik menjaga agar sel2 tubulus tetap hidup
keracunan zat2 toksik seperti
metil alkohol
merkuri
etilen
kloroform
antibiotik tertentu
mushroom
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

48

nekrosis pada epitel tubulus renalis mengakibatkan


oligouria
anuria
kadar urea nitrogen meningkat dalam darah
kadar kreatinin meningkat dalam darah
makin tinggi kadar urea nitrogen dan creatinine dalam darah, kondisi makin
parah
Gagal Ginjal Kronis / Chronic Renal Failure
terjadi retensi dari buangan metabolisme nitrogen azotemia
terjadi gangguan keseimbangan
air, elektrolit (Na, K, Cl dan kalsium)
retensi asam, memberikan efek pada pasien berupa
mental aktifitas menurun
kelemahan otot
anemia
uremia
krisbantas/pato sistem urog
enital pria/s1

49

kausa
glomerulonefritis kronis (sering)
pielonefritis parah
obstruksi yang lama pada tr.urinarius
penyakit2 vaskuler yang parah pada ginjal
terapi
hemodialisa
transplantasi ginjal

krisbantas/pato sistem urog


enital pria/s1

50