Anda di halaman 1dari 12

OPTIMALISASI PRODUKSI GAS HIDROGEN MELALUI PEREKAYASAAN

FOTOSINTESIS ALGA SCENEDESMUS SP. DENGAN VARIASI METODE


PENYINARAN
Kiki Rezki Lestari, Ucuk Darusalam ST MT, Fitria Hidayanti Ssi Msi
Teknik Fisika, Teknik dan Sains, Universitas Nasional
Email : kikirezkilestari@gmail.com, ucuk.darusalam@gmail.com,
fitriahidayanti@gmail.com
Abstract
In this study, using algae Scenedesmus Sp. the reverse process of photosynthesis that
occurs. The study lasted for three months from November 2012 to January 2013, located in a
dark room and roof tiles at the Laboratory of Engineering Physics, National University. The
study used three different methods of exposure and for each method performed two trials. By
maintaining the density range of 16.7 x 106 to 3.2 x 1010 and make the dark a fixed variable
ie 24 hours to optimize the production of hydrogen to 32.01073675 mL was obtained in the
amount of solar lighting method of the total volume of 5200 mL algae.
Key words : hydrogen, algae Scenedesmus sp, photosynthesis

ABSTRAK
Pada penelitian ini menggunakan alga Scenedesmus Sp. dengan merekayasa proses
fotosintesis yang terjadi. Penelitian berlangsung selama tiga bulan dari bulan Nopember 2012
sampai Januari 2013 yang berlokasi di ruang gelap dan atap genteng laboratorium teknik
fisika, Universitas Nasional. Penelitian ini menggunakan tiga metode penyinaran berbeda dan
untuk setiap metode dilakukan dua kali percobaan. Dengan menjaga range densitas sebesar
16,7 x 106 - 3,2 x 1010 dan menjadikan waktu gelap menjadi variabel tetap yaitu 24 jam dapat
mengoptimalkan produksi hidrogen sampai 32,01073675 mL jumlah ini didapat pada metode
pencahayaan matahari dari total volume alga sebesar 5200 mL.
Kata kunci : hidrogen, alga Scenedesmus Sp, fotosintesis
1

I. PENDAHULUAN

harus segera ditanggulangi. Eksploitasi

Krisis energi yang sedang melanda

secara terus - menerus terhadap bahan

dunia saat ini, merupakan masalah yang

bakar fosil yang merupakan energi yang

tidak dapat diperbaharui (unrenewable

jika membentuk campuran dengan udara

energy) dari dalam perut bumi untuk

dengan perbandingan volume 4%-75% dan

konsumsi industri, transportasi, dan rumah

dengan

tangga mengakibatkan keberadaannya di

volume

alam semakin menipis.

hidrogen sangat ringan maka api yang

Sebuah aplikasi masa depan yang


penting hidrogen bisa sebagai alternatif
untuk bahan bakar fosil, setelah deposit
minyak

habis. Aplikasi

ini

namun

tergantung pada pengembangan teknik


penyimpanan

untuk

mengaktifkan

klorin

dengan

5%-95%.

disebabkan

perbandingan

Disebabkan

pembakaran

gas

gas

hidrogen

cenderung bergerak ke atas dengan cepat


sehingga mengakibatan kerusakan yang
sangat sedikit jika dibandingkan dengan
api

yang

berasal

dari

pembakaran

hidrokarbon.

penyimpanan yang tepat, distribusi dan

Hidrogen adalah unsur ketiga yang

pembakaran hidrogen. Jika biaya produksi

paling banyak terdapat di bumi yaitu kadar

hidrogen, distribusi, dan pengguna akhir

hidrogen dibumi adalah 1400 ppm (0,14%

teknologi berkurang, hidrogen sebagai

berat) atau 2,9% mol. Keunggulan lain dari

bahan bakar bisa memasuki pasar pada

hidrogen adalah jumlahnya di alam ini

tahun 2020. [1]

sangat melimpah, 93% dari seluruh atom


yang ada di jagat raya ini adalah hidrogen,

Mikroalga merupakan sumber bahan


bakar bio yang menjanjikan. Di samping

unsur yang paling sederhana dari semua


unsur yang ada di alam ini.

mudah untuk dikulturkan, juga mudah


untuk

dipelihara.

Bahkan

Hidrogen

beberapa

adalah

energi

turunan

varietas diduga kaya dengan minyak yang

(Sekunder) sebagaimana halnya listrik

mirip dengan minyak kedelai. Mikroalga

yang tidak bisa didapat langsung dari

tidak

minyak,

alam, melainkan harus diproduksi dengan

hidrogen pun bisa diproduksi olehnya.

menggunakan sumber energi lain seperti

Secara alami, mikroalga memproduksi

gas alam, minyak, batu bara, nuklir, energi

hidrogen selama proses fotosintesis.

matahari dan berbagai sumber energi

hanya

menghasilkan

lainnya.
2
2.1

II. Landasan Teori

2.2

Alga Menghasilkan Hidrogen

Hidrogen
Di mata Anastasios Melis, seorang
Gas hidrogen adalah gas yang mudah

profesor tumbuhan dan biologi mikroba,

terbakar. Gas hidrogen bersifat eksplosif

alga jika direkayasa secara genetik akan


2

menjadi sumber hidrogen yang lebih

anaerobic dapat menghasilkan H2 pada

produktif.[7]

proses fotosintesisnya[2]

Para peneliti merekayasa gen yang

Anja

Hemschemeler

berfungsi untuk mengendalikan jumlah

temannya

klorofil di dalam kloroplas, organ sel yang

dalam jurnalnya Hydrogen production

menjadi pusat fotosintesa. Setiap kloroplas

by Chlamydomonas reinhardtii : an

biasanya mempunyai 600 molekul klorofil.

elaborate interplay of electron sources and

Sejauh

ini,

juga

melakukan

beserta
penelitian

para

peneliti

berhasil

sinks. Dari penelitiannya diperoleh hasil

jumlah

klorofil

tersebut

sebesar 40%mol H2 dengan waktu inkubasi

menjadi setengahnya. Mereka berencana

96 jam dengan mengurangi sulfur dan

mengurangi jumlah tersebut lebih banyak

kepadatan maksimum alga sebesar 27

mengurangi

lagi, menjadi sekitar 130 molekul klorofil.


Pada

jumlah

tersebut,

algae

yang

g Chl/mL[3].

dikulturkan di dalam sebuah bioreaktor

Federico Rossi beserta temannya

besar akan menghasilkan hidrogen tiga

juga melakukan penelitian dalam jurnalnya

kali lebih banyak dibandingkan dari yang

Hidrogen Production From Biogical

diproduksi sekarang. ujar Melis.

[12]

Systems

Sementara, para peneliti di National


Renewable Energy Laboratory (NREL)
sedang

membuat

kemajuan

dalam

meningkatkan efisiensi produksi hidrogen.


Mereka berhasil memaksa algae tersebut
untuk menghasilkan hidrogen selama 3
bulan.

Seibert

berharap

algae

yang

direkayasa tersebut akan bermanfaat jika


proses dialihkan menjadi bioreaktor skala

Condition : Photobioreactor Proposal.


Dengan

menggunakan

metode

pencahayaan buatan yang berbeda kondisi


dengan alga hijau Clamydomonas R. Dari
penelitiannya diperoleh hasil maksimal
sebesar 177 mmol selama 20 hari dengan
media TAP-S menggunakan pencahayaan
yang bersumber dari lampu xenon dengan
daya 35 Watt. Dengan kepadatan alga

Ji Hye Jo beserta temannya juga

Penelitian yang dilakukan oleh Hans


Gaffron dan Jack Rubin pada tahun 1942
menemukan

Scenedesmus

Different Illumination

sebesar 15 x 106 cell[4].

besar.[12]

yang

Under

bahwa

Obliquus

pada

pada

alga

keadaan

melakukan penelitian dalam jurnalnya


Modeling

and

Optimization

of

Photosynthetic Hydrogen Gas Production


by

Green

Alga

Chlamydomonas
3

reinhardtii

in

Sulfur-Deprived

suatu lingkungan di mana ia dapat

penelitiannya

bereaksi, menyebabkan ganggang untuk

diperoleh hasil maksimal sebesar 2,152

menghasilkan hidrogen. Chlamydomonas

Circumstance.
mL

dengan

Dari
komposisi

NH4+

media

moewusii juga

8,00mM, PO43- 1,1mM, SO42- 0,79mM

hidrogen.

pada TAP menggunakan pencahayaan

2.4

baik

untuk

produksi

Foto Fermentasi

yang bersumber dari lampu fluorescent


Foto

dengan daya 20 Watt. Dengan kepadatan

metode

alga sebesar 6 x 106 cell/mL[5].


2.3

fermentasi mengacu

fermentasi

diperlukan

Biohydrogen

di

sumber

ini

bergantung

pada fotosintesis untuk

sebagai hidrogen diproduksi secara


biologis ,

tingkat

paling

sering

dengan alga , bakteri dan

mempertahankan

sel. Fermentasi
dibandingkan

oleh
dengan

fermentasi lainnya memiliki keuntungan

archaea. Biohydrogen

merupakan

potensi biofuel diperoleh

dari

budidaya

maupun dari bahan sampah organik.


Pada

energi

fotosintesis

cahaya

sebagai

energi. Fermentasi
Biohydrogen didefinisikan

mana

pada

akhir

dari

cahaya

sebagai

sumber

energi

pengganti gula. Gula biasanya tersedia


dalam jumlah terbatas.

1990-an

Semua tanaman, alga dan beberapa

profesor Anastasios Melis seorang peneliti

bakteri mampu fotosintesis memanfaatkan

di University of California di Berkeley

cahaya

menemukan bahwa jika media kultur alga

metabolik Cyanobacteria sering

kekurangan belerang akan beralih dari

disebutkan mampu produksi hidrogen

produksi oksigen (fotosintesis normal),

dengan fotosintesis pemberian oksigen.

untuk produksi hidrogen. Ia menemukan

Namun ungu non-sulfur (PNS) bakteri

bahwa enzim yang

bertanggung

(misalnya

untuk

reaksi

ini

adalah hydrogenase ,

tetapi

bahwa

hydrogenase

jawab

kehilangan

fungsi ini di hadapan oksigen. Melis


menemukan
jumlah
ganggang
internal,

bahwa

sulfur

yang

terganggu

semakin
tersedia
aliran

memungkinkan

sebagai

sumber

energi

genus Rhodobacter )

menjanjikan signifikan untuk produksi


hidrogen dengan fotosintesis anoxygenic
dan foto-fermentasi.

menipis
untuk
oksigen

hydrogenase

Penelitian
bahwa Rhodobacter

telah

menunjukkan

sphaeroides sangat

mampu produksi hidrogen saat menyusu


4

pada asam organik, mengkonsumsi 98%


sampai 99% dari asam organik selama
produksi hidrogen.
3

III. Metodologi
Penelitian ini dilaksanakan pada

bulan Nopember 2012 Januari 2013.


Lokasi penelitian adalah di ruang gelap
dan atap genteng, Laboratorium Teknik
Fisika, Universitas Nasional, Ragunan.
Pembuatan media kultur dilakukan di
Laboratorium

Kimia,

Universitas
Gambar 3.1 Alur penelitian

Nasional, Ragunan. Penghitungan densitas


alga

dilakukan

Mikrobiologi,
Ragunan.

di

Laboratorium

Universitas

Pengujian

Nasional,

gas

percobaan dilakukan di

hasil

dari

Laboratorium

Techno Gas, Lemigas, Ciledug.


3.1

flowchart

Alat dan Bahan

Alat dalam penelitian ini adalah ruang


percobaan beserta peralatan laboratorium
penujang. Bahan yang digunakan adalah

Flowchart Penelitian
Pada

3.2

alga

dibawah

ini

Scenedesmus

menggunakan

Sp.

media

Media
PHM.

kultur
Dalam

menyatakan bahwa alur dari penelitian

penelitian ini media untuk percobaan

mulai

ruang

adalah Media PHM-S dibuat dengan zat

pengkondisian cahaya, persiapan kultur

yang sama dengan media PHM, dengan

alga,

mengganti semua zat yang mengandung

dari

pembuatan

pemanenan

percobaan,

analisis

alga,

desain

melakukan

kandungan

pengolahan data, dan kesimpulan.

gas,

sulfur dengan garam- garaman/klorid(Cl).


3.3

Konfigurasi Percobaan
Untuk

memudahkan

mengetahui

perlakuan yang diberikan terhadap variabel


variabel setiap percobaan, di bawah ini
terdapat tabel konfigurasi percobaan.
Tabel 3.1 Konfigurasi percobaan
Metode

Percobaan

Input
5

pertama

53733333
3

pencahayaan lampu. Jumlah gas ini


Kondis
i
sebanding dengan 0,288678 mL karena gas
Cahaya Waktu
(Lux) Gelapyang ditambahkan sebesar 6 mL. Hasil
3100 24 inilah yang akan menjadi acuan untuk data
3680
jam yang lain pada percobaan pertama.

kedua

27466666
7

2800 2900

24
jam 4.1.1.1.2 Percobaan Kedua

54400000
0

056700

24
jam

21600000
0

051000

27600000
0

3300 36000

43866666
7

16000 38900

Densitas
Alga
(sel/mL)

Lampu

Matahari pertama
kedua

Matahari
dan
Lampu
pertama
kedua

Pada percobaan kedua

metode ini gas yang diambil didalam skala


24
jam ukur memiliki tinggi 10 mL yaitu tanggal
22 Januari 2012.
24
jam
Dari komposisi kandungan gas
24 yang diperoleh bahwa untuk kandungan
jam
gas yang dihasilkan dengan metode
pencahayaan

4
4.1

IV. Analisis Data dan Pembahasan

lampu
hasil

pencahayaan
4.1.1.1 Kandungan Gas pada Metode
Pencahayaan Lampu

metode ini gas yang diambil didalam skala


ukur memiliki tinggi 10 mL yaitu tanggal 2
dan

yang

fotosintesis

lampu.

Jumlah

dengan
gas

ini

sebanding dengan 0,0866667 mL karena


Hasil inilah yang akan menjadi acuan

Pada percobaan pertama dengan

2012

ada

gas yang ditambahkan sebesar 10 mL.

4.1.1.1.1 Percobaan Pertama

Januari

terdeteksi

sebanyak 0,866667 %mol hidrogen yang


merupakan

Analisis Kandungan Gas

dengan

untuk data yang lain pada percobaan


kedua.
4.1.1.2 Kandungan Gas pada Metode

dimasukkan

kekantong gas hanya 6 mL.

Pencahayaan Matahari
4.1.1.2.1 Percobaan Pertama

Dari komposisi kandungan gas

Pada percobaan pertama dengan

yang diperoleh bahwa untuk kandungan

metode ini gas yang diambil didalam skala

gas

ukur memiliki tinggi 8 mL yaitu tanggal 7

yang

pencahayaan

dihasilkan
lampu

dengan

metode

terdeteksi

ada

sebanyak 1,73207 %mol hidrogen yang


merupakan

hasil

fotosintesis

Januari

2012

dan

yang

dimasukkan

kekantong gas hanya 2 mL.

dengan
6

Dari komposisi kandungan gas

4.1.1.3 Kandungan Gas pada Metode

yang diperoleh bahwa untuk kandungan

Pencahayaan

gas

Lampu

yang

pencahayaan

dihasilkan

dengan

lampu

metode

terdeteksi

ada

sebanyak 0,553268 %mol hidrogen yang


merupakan

hasil

fotosintesis

Matahari

&

4.1.1.3.1 Percobaan Pertama


Pada percobaan pertama dengan

dengan
ini

metode ini gas yang diambil didalam skala

sebanding dengan 0,2766534 mL karena

ukur memiliki tinggi 4 mL yaitu tanggal 19

gas yang ditambahkan sebesar 2 mL. Hasil

Januari 2012.

pencahayaan

lampu.

Jumlah

gas

inilah yang akan menjadi acuan untuk data


yang lain pada percobaan pertama.

yang diperoleh bahwa untuk kandungan

4.1.1.2.2 Percobaan Kedua


Pada

percobaan

Dari komposisi kandungan gas


gas

kedua dengan

yang

dihasilkan

pencahayaan

lampu

dengan

metode

terdeteksi

ada

metode ini gas yang diambil didalam skala

sebanyak 2,006352 %mol hidrogen yang

ukur memiliki tinggi 10 mL yaitu tanggal

merupakan

22 Januari 2012.

pencahayaan

hasil

fotosintesis

lampu.

Jumlah

dengan
gas

ini

sebanding dengan 0,501588 mL karena gas


Dari komposisi kandungan gas

yang ditambahkan sebesar 4 mL. Hasil

yang diperoleh bahwa untuk kandungan

inilah yang akan menjadi acuan untuk data

gas

yang lain pada percobaan pertama.

yang

pencahayaan

dihasilkan
lampu

dengan

metode

terdeteksi

ada

sebanyak 5,039919 %mol hidrogen yang


merupakan

hasil

fotosintesis

4.1.1.3.2 Percobaan Kedua


Pada percobaan kedua

dengan

dengan

ini

metode ini gas yang diambil didalam skala

sebanding dengan 0,5039919 mL karena

ukur memiliki tinggi 6 mL yaitu tanggal 31

gas yang ditambahkan sebesar 10 mL.

Januari 2012.

pencahayaan

lampu.

Jumlah

gas

Hasil inilah yang akan menjadi acuan


untuk data yang lain pada percobaan
kedua.

Dari komposisi kandungan gas


yang diperoleh bahwa untuk kandungan
gas

yang

pencahayaan

dihasilkan
lampu

dengan

metode

terdeteksi

ada

sebanyak 5,248968 %mol hidrogen yang


merupakan
pencahayaan

hasil

fotosintesis

lampu.

Jumlah

dengan
gas

ini
7

sebanding dengan 0,874828 mL karena gas

besarnya

yang ditambahkan sebesar 6 mL. Hasil

hubungan antara dua variabel bebas

inilah yang akan menjadi acuan untuk data

X1 ( densitas alga ), X 2 ( intensitas

yang lain pada percobaan kedua.

cahaya ), dan X3 ( waktu perlakuan

Dapat dilihat dari hasil analisis


komposisi gas bahwa hasil terbanyak
diperoleh dengan metode pencahayaan
matahari

dan

lampu

dan

ini

juga

membuktikan alga Scenedesmus Sp dapat


memproduksi hidrogen.
4.2

Pengaruh

Densitas

Alga,

Waktu

dan

Variabel

Pengkondisian

Cahaya Terhadap

Produksi Hidrogen.
Dalam

penelitian

konstan. Dengan variabel terikat Y


(produksi

untuk

menganalisis data digunakan regresi linear


ganda yang terdiri dari dua variabel bebas
X1 ( densitas alga ), X2 ( intensitas

hidrogen).

Besarnya

Koefisien Determinasi (R Square)


0,976

menunjukkan

pengaruh

variabel
alga),

besarnya
bebas

X2

X1

(intensitas

cahaya), dan X3 (waktu perlakuan


gelap)

dengan

variabel

terikat

Y(produksi hidrogen) sebesar 97,6


%.

ini,

keeratan

gelap ) yang menjadi variabel

(densitas

Analisis

derajat

Sisanya

sebesar

2,4

dipengaruhi oleh variabel bebas


lain yang tidak diteliti.
2. Koefisien Regresi (Coefficients)
yaitu :

cahaya ), dan X3 ( waktu gelap ) yang


menjadi

variabel

konstan.

Persamaan

regresi linear ganda untuk dua variabel

a = 1,261; b1 = 3,08 x 10-9, dan b2 =

bebas X1 dan X2 serta satu variabel konstan

2,87 x 10-5 , sehingga persamaan

X3 tersebut yaitu Y = b0 + b1 X1+ b2 X2 +

regresi yang dapat dibangun dari

b3X3.

data di atas yaitu :


Analisis regresi linear ganda pada

penelitian ini menggunakan tools data

Y = 1,261 + (3,08 x 10-9) X1 + X2 +(


2,87 x 10-5 )X3

analisis Microsoft Excel 2007. Dari hasil


analisis

dapat

dikemukakan

sebagai

berikut :
1. Koefisien

Keterangan :
X1 = densitas alga

Korelasi

Pearson

(Multiple R) sebesar 0,988 yaitu

X2 = intensitas cahaya

X3 = waktu gelap

baku (standart error) dari rumus empiris


tersebut adalah sebesar 0.637 ml.

Y = produksi hidrogen

Peneliti

Pemodelan ini menggunakan 3 variabel

sudah

mengoptimalkan

hidrogen tetapi belum bisa memproduksi

input yaitu densitas (X1), pengkondisian

hidrogen dengan kandungan tinggi, karena

waktu perlakuan gelap (X2) dan intensitas

banyaknya nilai input yang tidak tetap.

cahaya (X3). Keakuratan dan kepresesian

Dengan memberikan nilai inputan X1=1.7

pemodelan ini bergantung pada rumus

x 1011 sel/ml dan X3=88300 lux dihasilkan

empiris yang digunakan untuk menentukan

nilai pendugaan produksi hidrogen sebesar

nilai pendugaan, dalam hal ini simpangan

551,4 ml dengan simpangan baku sebesar


0.637 ml.

4.3

Analisis Besar Volume Gas Hidrogen


Grafik Volume dan Total Volume Hidrogen
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
pL.1

Total Volume

6
5
4
3
2

Total Volume hidrogen(ml)


Volume hidrogen(ml)

1
pL.2

pM.1

0
pM.2 pML.1 pML.2

percobaan

Gambar 4.2 Grafik Volume dan Total Volume Gas Hidrogen

Dari
volume

gas

percobaan

grafik

di

hidrogen
kedua

atas

diperoleh

terbesar

dengan

ini disebabkan oleh perlakuan variabel

pada

pada percobaan pertama dengan metode

metode

penyinaran matahari dan lampu seperti

penyinaran matahari dan lampu sebesar

berikut :

5,248968 mL dan total volume hydrogen

1. Densitas alga sebanyak 2,76 x 108 sel

pada percobaan pertama 17,556 mL. Hal

/mL dan 4,39 x 10 8 sel/mL.


9

2. Pengkondisian waktu perlakuan gelap

Cepat

lambatnya

alga

selama 24 jam..

menghasilkan hidrogen sangat dipengaruhi

3. Pengkondisian cahaya menggunakan

oleh intensitas cahaya dan juga densitas

matahari dan lampu.

alga tersebut, semakin tinggi intensitas dan

Dilihat dari grafik produksi dapat


ditarik kesimpulan bahwa pada setiap
interval produksi hidrogen selalu diawali
dengan masa alga tidak menghasilkan
hidrogen. Secara teoritis dapat dijelaskan
bahwa untuk setiap produksi hidrogen dari
alga

harus

enzimatic

didahului
dalam

alga

dengan

reaksi

yang

tidak

menghasilkan hidrogen dalam rentang


waktu tertentu, kemudian pada interval
selanjutnya

alga

baru

menghasilkan

hidrogen.

semakin

banyak

densitas

akan

memepercepat proses terjadinya hidrogen


dan meningkatkan laju aliran gas tetapi
akan membuat lifetime dari alga semakin
pendek. Dengan didasarkan pada hasil
tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa
ketika alga diberi intensitas cahaya yang
tinggi maka chlorofil yang terkandung di
dalam alga akan mengalami pengecilan
ukuran secara cepat dan memproduksi
hidrogen semakin sering

sehingga pada

saat tersebut alga lebih cepat mengalami


pemutihan.

V. Kesimpulan

mengoptimalkan produksi hidrogen

Dari hasil penelitian yang dilakukan

sampai 32,01073675 mL.


3. Diperoleh persamaan regresi yaitu :

diperoleh kesimpulan sebagai berikut :


1. Spesies
terbukti

alga

Scenedesmus

dapat

Sp.

memproduksi

hidrogen dari perekayasaan proses


fotosintesisnya dengan tiga metode
pengkondisian

cahaya

dan

intensitas cahaya yang berbeda.


2. Dengan menjaga range densitas
6

Y = 1,261 + (3,08 x 10-9) X1 +


X2 +( 2,87 x 10-5 )X3
Keterangan :
X1 = densitas alga
X2 = intensitas cahaya
X3 = waktu gelap

10

sebesar 16,7 x 10 - 3,2 x 10 dan


menjadikan waktu gelap menjadi

Y = produksi hidrogen

variabel tetap yaitu 24 jam dapat


10

Dengan nilai Koefisien Korelasi


Pearson

(Multiple

sebesar

And Photochemical Production Of

0,988, dan Koefisien Determinasi

Hidrogen In Algae, J. Gen. Physiol.

(R Square) sebesar 0,976.

26 (1942) 219240.

4. Berdasarkan

R)

2. H. Gaffron, J. Rubin, Fermentative

keenam

percobaan

3. Hemscememeier, Anja. Hydrogen

yang telah dilakukan dengan tiga

production

metode pencahayaan berbeda pada

reinhardtii : an elaborate interplay

penelitian ini dapat disimpulkan

of electron sources and sinks.

bahwa produksi hidrogen terbesar

4. Rossi,
Production

dengan

metode

Systems

matahari

dan

lampu

sebesar

5,248968 mL, hal ini dikarenakan


range intensitas cahaya yang lebar

5. Hye

Under

Different
Conditions:

Jo,

tidak jauh. Untuk total volume

Hydrogen

hidrogen

terbesar

Green

metode

pencahayaan

dengan

Biological

Photobioreactor Proposal,27-1336.
optimization

dari

From

Illumination

dan penurunan intensitas yang


didapat

Chlamydomonas

Federico.Hidrogen

diperoleh pada percobaan pertama


pencahayaan

by

Ji.Modeling
of
Gas

Alga

reinhardtii

in

and

Photosynthetic
Production

by

Chlamydomonas
Sulfur-Deprived

matahari sebesar 32,01073675 ml,

Circumstance. Biotechnol.22(2006)

hal ini disebabkan jumlah densitas

431-437.

terbanyak

dan

intensitas

yang

6. Hopkins WG, Hner NPA. 2004.


Introduction to Plant Physiology.

tinggi.

Hoboken: John Wiley & Sons. Hal.


5

Referensi
1. The

17-29.
IEA

.April

2007.energy

technology essentials are regularly


updated briefs that draw together
the

best-available,

consolidated

information on energy technologies


from the iea network.

7. Taiz. L, Zeige. E. 2002. Plant


Physiology Third Edition.
Sunderland: Sinauer Associates.
Hal. 17-34.
8. Alberts et al. 2002. Molecular
Biology of The Cell. 4th Edition.
New York: Garland Publishing.
Hal. 79-86.
9. Raven, Peter H, Ray F. Evert,
Susan EE. 2005. Biology of Plants,
7th Edition. New York: W.H.

11

Freeman and Company Publishers.


Hal. 119-127.
10. Siddiqui, Ghufron. 26 April 2009.
Biohidrogen.
11. Guan, Yingfu., Deng, Maicun., Yu,
Xingju., Zhang, Wei., 2004.TwoStage Photo-Biological Production
Of

Hidrogen By Marine Green

Alga Platymonas Subcordiformis.


Biochemical Engineering Journal

12. Melis,

Anastosios.,

Thomas.,

2001.

Happe,
Hidrogen

Production. Green Algae as a


Source of Energy. Physiology 127
740-748.
13. Ruhle, Thilo.,dkk.2008. A novel
screening protocol for the isolation
of

hydrogen

producing

Chlamydomonas reinherdtil stains.

19, 69-73.

12