Anda di halaman 1dari 11

Batuan Reservoir

Silisiklastik
Disusun oleh :
Kelompok 6
Anwar Setio Widodo
Ramadhan Setiadi
Imam Varvianto
Xavieria Borges
F. A. Wibisono

BATUAN RESERVOIR
Batuan Reservoir adalah suatu batuan yang mempunyai ruang/ rongga
(porositas), dimana masing-masing ruang tersebut saling berhubungan,
mampu meloloskan fluida (permeabilitas) dan potensial sebagai
akumulasi hidrokarbon (saturasi), di bawah permukaan.
Batuan reservoar dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria :
1. Berdasarkan komposisi mineralnya
2. Berdasarkan lingkungan pengendapan batuan reservoar:
3. Berdasarkan wetabilitasnya (jenis kebasahaannya)
4. Berdasarkan keragaman dari tubuh/ geometri batuan reservoar

Berdasarkan komposisi
reservoir terbagi atas :

mineralnya,

maka

batuan

1. Batuan Reservoir Silisiklastik


2. Batuan Reservoir Karbonat
Reservoir hidrokarbon silisiklastik sangat banyak
dijumpai di Indonesia dan umumnya batupasir
merupakan reservoar yang paling banyak menyimpan
hidrokarbon.

BATUAN RESERVOIR
SILISIKLASTIK
Batuan sedimen silisiklastik, adalah batuan sedimen
klastika dengan mineralpenyusun utamanya adalah
mineral silikat dantertransport serta terdeposisi sebagai
partikel.

Gambar 1. Lingkungan utama tempat terbentuknya batuan sedimen klastik


yang ditunjukkan dengan warna kuning (Brown, 1972).

FAKTOR PENGONTROL KUALITAS


RESERVOAR SILISIKLASTIK
Ada sangat banyak faktor pengontrol kualitas
reservoar silisiklastik, suatu reservoar yang baik tentunya
memiliki
nilai porositas (storage capacity) dan
permeabilitas yang besar.Porositas dan permeabilitas
ditentukan dan dikontrol oleh proses sedimentasi,
lingkungan pengendapan dan tektonik.

a.Geometri Batuan
Geometri suatu batuan akan mempengaruhi kualitas suatu reservoar,
geometri suatu resrrvoar harus diperhitungkan dengan tepat, karna
akan mempengaruhi banyaknya cadangan yang bisa diambil dari
reservoar tersebut. Geometri juga harus diinterpretasi dengan tepat,
karna akan menentukan bagaimana pelamparan lapisan batuan
reservoar.
b.Litologi Reservoir
Reservoir hidrokarbon silisiklastik pada umumnya mimiliki litologi
berupa batupasir yang dapat terbentuk diberbagai lingkungan
pengendapan (Gambar 1). Reservoir Batupasir yang baik memiliki
tektur khusus (dibahas pada sub bab tekstur).

c.Tekstur
Tekstur batuan silisiklastik adalah suatu kenampakan yang berhubungan dengan
ukuran dan bentuk butir serta susunannya (Pittijohn, 1975). Tekstur batuan
sedimen terdiri dari ukuran butir, sortasi, pembundaran dan kemas. Ukuran
butir akan mempengaruhi nilai permeabilitas batuan dan sortasi akan
mempengaruhi porositas (storage capacity) batuan dalam menyimpan
hidrokarbon.

Gambar 3. Hubungan antara tekstur dengan porositas dan permeabilitas awal (Sneider, 1987).

d.Mineralogi
Pada umumnya mineral penyusun batuan sedimen
silisiklastik adalah mineral silica dan akan menentukan
kualitas suatu reservoir. Mineral penyusun batuan
sedimen tergantung dari provenance atau batuan
asalnya. Batupasir kuarsa (arenite sandstone) adalah
reservoir yang paling baik bila menjadi reservoir
hidrokarbon selain itu juga ada greywacke dan batupasir
arkose.

e. Diagenesis
Diagenesis adalah perubahan yang terjadi pada sedimen
secara alami, sejak proses pengendapan awal hingga
batas dimana metamorfisme akan terbentuk. Diagenesis
tidak
begitu
mempengaruhi
kualitas
reservoar
silisiklastik, kecuali terdapat faktor lain, misalnya
terdapat mineral glaukonit yang akan menghasilkan
semen yang menutup pori-pori batuan.

ontoh sayatan tipis yang menunjukkan pori-pori pada Batuan silisiklastik (batupasir) yang saling berhubun

f.Deformasi Struktur Geologi


Proses tektonik yang berkerja pada suatu cekungan
dapat menyebabkan terjadinya perubahan struktur
internal pada batuan. Sesar dan lipatan produk tektonik
dalam menjadi jebakan-jebakan hidrokarbon atau
menjadi jalan migrasi hidrokarbon. Deformasi juga akan
menghasilkan fracture pada batuan, yang dapat
menambah porositas ataupun permeabilitas batuan.