Anda di halaman 1dari 9

1.

Bagian Kepala Burung Papua adalah bagian dari Australia yang terlepas pada era

mesozoikum, sedangkan Bagian Timur New Guinea terbentuk dari tumbukan empat
sistem busur yaitu busur-busur Papua, Tobriand, Salomon dan busur Bismarck yang
masih aktif hingga saat ini. Tercatat 32 lempengan tektonik mengalami subduksi
selama pembentukan Papua. Setiap lempengan memiliki karakteristik khusus
sehingga menjadi penentu ciri-ciri flora yang dibawa oleh masing-masing lempengan
(Pigram dan Davis 1987).
C. Kepala burung: terdiri dari batuan metamorf dan batuan granit. Bagian batuan
metamorf terpotong di bagian utara dan NE oleh lembah linier bidang erosi di Sorong
dan sesar Ransiki. struktur sesar berarah barat-timur.
Kepala Burung: didominasi oleh struktur sesar berarah Barat-Timur.
Secara geomorfologi di bagi menjadi:
1.

Satuan morfologi perbukitan: daerah tengah dan utara, penampakan


morfologi: bagian yang bergelombang.

2.

Satuan morfologi perbukitan dengan pola kelurusan dan gua-gua: bagian


tengah peta, berupa karst.

3.

Satuan morfologi dataran: daerah datar hingga agak bergelombang lemah


dengan ketinggian kurang dari 100 m dpl.

6.SangkulirangFaultadalahsesarmendatarbesarjugayang
terletakdisebelahselatanSesarMangkalihatsepanjang
SungaiKarangandisebelahutaraCekunganKutei.Sesar
Sangkulirangbanyakdigambarkanparapenulisjugasebagai
sesarsinistral.Keberadaansesariniditunjukkanoleharah
lipatanlipatandisebelahutara(trendSaka,Paridan)dan
sebelahselatansesar(trendKeraitan,Sembulu,Sekurau)
yangmenunjukkanperubahanyangtajamsalingtegaklurus
satusamalain.Bengkokandoglegsemacamitumenunjukkan
keberadaanSesarSangkulirangdibawahnya.

Struktur Umum Jawa Bagian Timur


Jawa bagian timur (mulai dari daerah Karangsambung ke
timur), berdasarkan pola struktur utamanya,merupakan
daerah yang unik karena wilayah ini merupakan tempat

perpotongan dua struktur utama, yakni antara struktur arah


Meratus yang berarah timurlut-baratdaya dan struktur arah
Sakala yang berarah timur-barat (Pertamina-BPPKA, 1996;
Sribudiyani et al., 2003) (Gambar 8). Arah Meratus lebih
berkembang di daerah lepas pantai Cekungan Jawa Timur,
sedangkan arah Sakala berkembang sampai ke daratan
Jawa bagian timur.
Struktur arah Meratus adalah struktur yang sejajar dengan
arah jalur konvergensi Kapur Karangsambung-Meratus.
Pada awal Tersier, setelah jalur konvergensi
Karangsambung-Meratus tidak aktif, jejak-jejak struktur arah
Meratus ini berkembang menjadi struktur regangan dan
membentuk pola struktur tinggian dan dalaman seperti, dari
barat ke timur, Tinggian Karimunjawa, Dalaman Muria-Pati,
Tinggian Bawean, Graben Tuban, JS-1 Ridge, dan Central
Deep (Gambar 9). Endapan yang mengisi dalaman ini, ke
arah timur semakin tebal, yang paling tua berupa endapan
klastik terestrial yang dikenal sebagai Formasi Ngimbang
berumur Eosen. Distribusi endapan yang semakin tebal ke
arah timur ini menunjukkan pembentukan struktur tinggian
dan dalaman ini kemungkinan tidak terjadi secara
bersamaan melainkan dimulai dari arah timur. Struktur arah
Sakala yang berarah barat-timur saat ini dikenal sebagai
zona sesar mendatar RMKS (Rembang-Madura-KangeanSakala). Pada mulanya struktur ini merupakan
struktur graben yang diisi oleh endapan paling tua dari
Formasi Pra-Ngimbang yang berumur Paleosen-Eosen
Awal (Phillips et al., 1991; Sribudiyani et al.,
2003) (Gambar 9B).Graben ini kemudian mulai terinversi
pada Miosen menjadi zona sesar mendatar RMKS.
Berdasarkan sedimen pengisi cekungannya dapat

disimpulkan sesar arah Meratus lebih muda dibandingkan


dengan sesar arah Sakala.
Struktur Arah Sakala yang utama adalah zona sesar RMKS
(Rembang-Madura-Kangean-Sakala) dan merupakan
struktur yang menginversi cekungan berisi Formasi PraNgimbang yang berumur Paleosen sampai Eosen Awal
sebagai endapan tertua. Sebagian besar batuan tertua di
Jawa, yakni yang berumur Pra-Tersier sampai Paleogen
dan dianggap sebagai batuandasar Pulau Jawa, tersingkap
di wilayah Jawa
Periode perlipatan terjadi pada Periode Neogen Compressional Wrenching yang
pembentukanya dikontrol oleh sesar mendatar utama yang berarah kiri (Left Slip Fault)
yang arah bidangnya W - E yaitu sesar RMKS (Rembang Madura Kangean Sakala). Pada
periode Neogen Compressional Wrenching terjadi reaktivasi sesar yaitu pada sesar turun.
Sesar turun tersebut mengalami inversi akibat gaya Compressional Wrenching yang
terbentuk dari sesar RMKS. Gaya wrenching ini dicirikan oleh terjadinya pembentukan
lipatan yang nampak sebagai positive flower structure yang nampak pada seismik serta
terbentuknya duplex pada Formasi Tuban. Periode Neogen Compressional Wrenching juga
mengakibatkan pembentukan sesar minor antitethic yang arahnya berlawanan terhadap
sesar utamanya yaitu sesar mendatar kanan yang berarah NNE - SSW. Sesar ini
merupakan jalur utama migrasi karena sesar tersebut bidangnya mencapai hingga lapisan
terdalam di daerah telitian. Sesar ini juga membagi Lapangan "REM" menjadi dua blok yaitu
blok NW dan SE dimana blok NW memiliki produktivitas lebih tinggi daripada blok SE. Tipe
jebakan di daerah telitian merupakan tipe jebakan struktural antiklin en Echelon.
Dari Rembang di barat sampai area Sakala di sebelah timur Kangean
merupakan jalur sesar mendatar besar yang bergerak sisi kirinya (sinistral)
terkenal dengan nama RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) Fault Zone.
Sesar yang terjadi sesudah Miosen Tengah ini juga merupakan jalur deformasi
inversi yang kuat dengan ditandai betapa banyaknya deformasi kompleks khas
sesar mendatar sepanjang jalur itu. Panjang jalur sesar ini 675 km dan lebarnya
15-40 km, sebuah zona sesar yang besar di Indonesia.

5.SlipAdangFaultterutamadideduksidaridataregionaldiLaut
ChinaSelatan,

Indochina(sebabsesarAdangmenyambungsecararegionaldengan
LuparLinedi
sekitarPontianakKuching,menyeberanglautdiutaraNatunadan
masukke
IndoChinakekompleksWangChaoatauThreePagodaFaultTPF).
SaatLautChina
SelatanterbukadiawalTersierPaleogen,jugasaatterjadi
collisionIndia
ontoTibetPlateau,SesarTPFLuparAdangmengakomodasigerak
ekstrusi
(keluarnyabeberapasempalanbenuadiSEAsia)akibatcollision,
nahini
mengakibatkanAdangdextralpersissepertimekanismeSesar
SemangkopraMiosen.
SaatAustraliacollidedBandakeNWdansaatPasifikPlatemulai
bergerakke
baratdiMiosenAkhir,AdangyangmenyambungkePaternosterFault
diMakassar
SouthdanWalanaeFaultdiSulawesiSelatanlalumelaluijembatan
Sumba
FracturekeFlores,teraktifkanulangmenjadisinistralslip.
Saatitu,Laut
ChinaSelatansudahceasedtospreadingdancollisionIndiato
Tibet
significantlyreduced.Makablok2timurlahyangsekarang
mendominasireaktivasi
Adangjadisinistralyangsemuladextralakibatdominasiblok2
barat(Laut
ChinaSelatan,IndoChina,Indiacollision).
Estafetatau"sambungmenyambungmenjadisatu":WangChaoThree
Pagoda
FaultsLuparLine/FaultAdangFaultPaternosterFaultWalanae
FaultSumba
Fracturehanyalahpendapatsayayangtentubisasalah.Analisis
detailnyadan

argumennyabisaditemukandipaperNorthernMassifsofMeratus
(PITIAGI1994),
"AdangLuparFault:TransKalimantanMegashear"(PITIAGI1996),
"Tectonic
ControlsofHCHabitatofBaritoKuteiTarakan(JournalofAsian
EarthSciences
17(1999)"dan"AccretionandDispersionofSundaland:the
Growthand
SliveringofaContinent"(PITIAGIHAGI2003).
Itudarisintesisregional.Secaralokalpunadabuktinya.Saat
slipnyamasih
dextral,diutaraAdangFaultataudisouthwestsoutheastKutei
Basinterbentuk
antiklin2enechelonyangpanjangpanjangdanbesar(a.l.
Makunjungcomplex)
yangtrendnyasekitarWSWENE.Biladiplotdistrainellipsoid
dextral,mereka
ituantiklin2enechelondextralAdang.Sekarang,merekaterputar
menjadiSWNE
olehreaktivasisinistralmenjadiyangsayasebutforcedfoldsof
MakunjungKuarocomplex.
SoalbasementoffshoredisekitarKalimantan,daribeberapawell
yang
menembusnya(Rubah1Total,Pangkat1Gulf,danbeberapasumur
tuapunya
AshlanddiSouthKalimantandanbeberapaoperatordiSouth
MakassarStrait)
bisadisimpulkanduahal:(1)ditimurKalimantanSelatan,South
Makassar,
punyabasementgranitikgranodioritik.Sayameyakiniitukerak
benua
Paternostermicroplate.LempengmikroinicollidedSchwanercore
dibawah
BaritoBasinpadaMiddleLateCretaceousdanmenjepitoceanic
Meratusyang

kemudianobducted.PendapatiniberimplikasibahwaMeratusbukan
terusan
CiletuhdanLukUlodiJawa.Adabeberapabuktiumurmetamorfik
danradiolaria
terhadappendapatinisintesistektoniknyasayapublikasidi
PITIAGIHAGI
2003.(2)diselatanKalimantanSelatan,Ashlandpunyabeberapa
sumur
penetratingbasement,dansecaragarisbesarbisadibilang
menembuskerak
transisioseaniksepertiMeratus.MeratusRangeadakemungkinan
meneruske
selatanhanyasemakinmenunj
am.

11.Klasifikasi Fault Seal


Klasifikasi sesar yang digunakan dalam studi fault seal analysis diadaptasi dari Wiggins,
dkk. (1995) berdasarkan properti sesar tersebut sebagai sealing atau leaking
Cross-leak versus Cross-seal
Fluida tidak lolos melewati sesar menuju reservoir yang saling sejajar.
Situasi cross-leaking dapat diidentifikasi ketika fluida memiliki OWC dengan elevasi
yang ekuivalen pada tiap sisi sesar.
Dip-leak versus Dip-seal
Dalam kasus dip-leak, fluida lolos melalui sesar yang konduit menuju
permukaan. Sesar tipe ini dapat dicirikan dengan elevasi OWC yang sama seperti
atau kira-kira mendekati elevasi cut off sesar.
Sesar dip-sealing adalah suatu sesar yang mampu mendukung suatu kolom
minyak karena material zona sesar memiliki tekanan masuk kapiler (capillary entry
pressure) yang lebih tinggi dari gaya buoyancy yang dikeluarkan kolom
hidrokarbon.

Sesar yang cross-sealing dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : seal yang
terbentuk akibat adanya shale yang impermeabel diseberang sesar (seal akibat
kesejajaran/juxtaposition) danseal yang terbentuk akibat gouge dalam zona sesar.
Cross-seal juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : cross-seal dinamis
dan cross-seal statis. Cross-seal dinamis akan bocor selama produksi sehubungan
dengan perbedaan tekanan pada zona sesar yang dihasilkan oleh produksi dari
fluida. Cross-seal statis akan terus berada dalam kondisi tersegel meskipun setelah
dilakukan produksi yang menyebakan penurunan (drawdown) kolom hidrokarbon yang
signifikan.

Klasifikasi sesar dalam fault seal analysis (modifikasi dari Wiggins, dkk., 1995)
4. Terrane adalah suatu segmen atau blok kerak Bumi yang punya ciri-ciri dan
sejarah tersendiri. Terrane tectonics adalah suatu pembahasan bagaimana blok
kerak Bumi ini telah terpisah dari induknya, bergerak ke tempat lain, dan
berbenturan dengan blok kerak Bumi lainnya. Termasuk terrane juga adalah
yang terkenal disebut mikrokontinen, yaitu benua mikro atau benua kecil, atau
suka juga disebut microplate, lempeng mikro.

Untuk masalah mikrokontinen ini, adalah Warren Hamilton, ahli geologi Amerika,
yang mempublikasikan untuk pertama kalinya bahwa di Indonesia Timur
terdapat banyak mikrokontinen (Hamilton, 1979). Seperti terrane, mikrokontinen
ini berasal dari suatu tempat, lalu terpisah dari induknya itu, berjalan ke
tempatnya sekarang dan berbenturan (atau tidak berbenturan) di tempat
barunya itu. Dari 1979, Hamilton telah mengidentifikasi beberapa mikrokontinen
itu: Buton-Tukang Besi dan Banggai-Sula di sebelah timur Sulawesi, Sumba di
sebelah selatan Flores, Obi dan Bacan di sebelah baratdaya Halmahera, juga
Kepala Burung Papua. Wilayah-wilayah itu bukan asli berada di situ sejak dulu,
tetapi merupakan mikrokontinen yang telah terpisah dari induknya (rifting &
breaking off), berpindah ke tempatnya sekarang (drifting), dan berbenturan di
tempat barunya itu (colliding).
Lalu penelitian-penelitian sejak 1990-an sampai sekarang berhasil mengungkap
bahwa ternyata yang namanya Sundaland, termasuk Kalimantan, Jawa, Laut
Jawa, Selat Karimata, Selat Malaka, Laut Cina Selatan disusun oleh banyak
terrane yang saling berbenturan membangun Sundaland, seperti banyak blok
puzzle membuat suatu gambar yang utuh, maka Indonesia seperti suatu a
mozaic of puzzles.

7. Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (di Nangroe Aceh
Darusalam) sampai ujung selatan (di Lampung) pulau Sumatra. Proses pembentukan pegunungan ini berlangsung
menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 450 juta tahun yang lalu. Teori pergerakan lempeng
tektonik menjelaskan bagaimana pegunungan ini terbentuk.

Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer padat yang terapung di atas mantel yang bergerak satu sama
lainnya. Terdapat tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu
apabila: 1] Kedua lempeng saling menjauhi (spreading) ; 2] Saling mendekati (collision) ; 3] Saling geser
(transform).
Tumbukan lempeng tektonik antara indian-australian plate dengan eurasian plate terus bergerak secara lambat
laun. Saat kedua lempeng bertumbukan *saling mendekati*, bagian dari indian-australian plate berupa kerak
samudera yang memiliki densitas yang lebih besar *tentu lebih berat* tersubduksi tenggelam jauh ke dalam
mantel dibandingkan dengan kerak benua pada eurasian plate *di posisi pulau sumatera*. Zona gesekan akibat
gaya tekan dari tumbukan tersebut menjadi begitu panas sehingga akan mencairkan batuan disekitarnya
(peleburan parsial). Kemudian batuan cair tersebut *magma* naik lewat/menerobos/mendesak kerak dan
berusaha keluar pada permukaan dari lempeng di atasnya. Alhasil terbentuklah busur pegunungan bukit barisan di
bagian tepi eurasian plate, di pulau Sumatera, Indonesia . *Nah kawan2..akhirnya pada bagian ini kita dapat
melihat salah satu manifestasinya berupa puncak tertinggi pada gunungapi Kerinci, 3.805mdpl, di Jambi*.