Anda di halaman 1dari 24

JOURNAL READING PEDODONTI

LAPORAN KASUS
Instrumen yang Tertelan
Secara Tidak Sengaja pada
Pasien Gigi Anak: Laporan
dari Tiga Kasus
OLEH:
Danis Diba Sabatillah
4251141403
Pembimbing:
Rhabiah., drg. Sp. KGA

Pendahuluan

Perawatan dental
pada anak

Cenderung tidak
kooperatif
Kecelakaan saat
tindakan dapat
terjadi
(tertelan/ terhirup)
Asimptomati
k

Komplikasi
Tidak ditangani
cepatkematia
n

Keluar melalui
saluran cerna

Tamura dkk (1996) :


3,6-27,7%melalui saluran
pencernaankeluar
10-20% intervensi non bedah
1 % atau kurangoperasi bedah

Laporan Kasus 1
Anak , 4 tahunperawatan
saluran akar gigi 55
Tidak kooperatif
Duduk di pangkuan sang
ayahposisi terlentang.
anestesi lokal preparasi
akses kavitas dengan airotor
handpiecebur langsung
keluar dan jatuh ke rongga
mulut pasien upaya untuk
mengambil bur gagal pasien
menelannya.

Laporan Kasus 2
Anak laki-laki, 6 tahun
restorasi gigi 64, 65 yang
berlubang
kooperatif duduk dengan
posisi terlentang.
Anak mengeluh adanya
tambalan yang
berlebihfinishing bur yang
digunakan untuk
mengurangi restorasi
tidak sengaja terlepas dan
jatuh ke orofaring pasien
upaya untuk mengambil bur
gagal pasien menelannya

Laporan Kasus 3
Seorang anak perempuan,
12 tahun restorasi gigi
atasnya yang berlubang
Kooperatif duduk dengan
posisi terlentang.
Ketika gigi sedang dibor
dengan contra-angle
handpiece berkecepatan
tinggi sebuah tutup airotor
tidak sengaja terlepas
dan jatuh ke orofaring
pasien upaya untuk
mengambil tutup gagal
karena pasien menelannya

Penatalaksanaan

Pengelolaan Tertelannya Benda Asing


pada Tindakan Kedokteran gigi

Jalan Nafas Tidak


Terganggu

Yakinkan
Paisen

12

Jalan Nafas Terganggu

Tehnik Pembebasan Jalan Nafas


Head tilt- Chin lift - Jaw Thrust

Heimlich Maneuver
On a Child

Heimlich Maneuver
On an Adult

Heimlich Maneuver
On an Infant

Diskusi
Banyak laporan dalam literatur yang
menjelaskan tertelannya atau
terhirupnya instrumen gigi, restorasi dan
prostesis yang tidak disengaja, selama
perawatan gigi.
Resikonya tertelan atau terhirup lebih
besar pada pasien anak dan pasien usia
lanjut

Tidak ada aturan dalam literatur


mengenai posisi pasien untuk
meminimalkan resiko tehirupnya benda
asing.
- Neuhauser menyarankan bahwa pasien
dengan posisi terlentang akan lebih
mengurangi tertelannya benda asing.
- Barkmeier et al menyatakan bahwa
posisi telentang meningkatkan resiko
menelan.

Ketika instrumen gigi terhirup/ tertelan


seperti yang disebut dalam diagram di
atas harus diikuti dengan sistematik
untuk menghindari komplikasi serius.
Komplikasi setelah menelan benda asing
adalah obstruksi usus, perforasi atau
perdarahan, dimana jika ditunda, dapat
mengancam hidup.

Strategi untuk mencegah tertelan /


terhirupnya benda asing
Gunakan rubber dam
Gunakan segulung kasa pada
tenggorokan
Gunakan benang untuk mengikat
instrumen gigi
Gunakan evakuasi vakum tinggi

Gunakan bahan cetak dengan viskositas tinggi


Gunakan custom tray, dengan desain palatum
terbuka untuk pencetakan rahang atas
Amati seluruh prosedur pencetakan
Gunakan posisi agak mendongak ke atas jika
memungkinkan
Berikan petunjuk menyeluruh kepada pasien
Periksa instrumen dengan teliti seperti airotor
sebelum digunakan.

Kesimpulan
Umumnya instrumen gigi lebih banyak tertelan daripada
terhirup dan banyak kasus terjadi tidak ada gejala serta
atrauma dalam waktu 4 hari sampai 4 minggu.
Dokter gigi harus:
- Menyadari resiko yang terkait komplikasi tersebut.
- Mengambil semua langkah yang diperlukan untuk
menghindari keadaan darurat seperti saat perawatan gigi
rutin.
- Mengetahui protokol yang benar untuk tatalaksana pasien
yang diduga menelan / menghirup benda asing.


H
I
S
A
K
A
M
I
R
E
T