Anda di halaman 1dari 29

BAB II

KAJIAN TEORI DAN ANALISA

A. MAN / KETENAGAAN (M1)


1. Struktur Organisasi
a. Stuktur Organisasi

KA. Instalasi rawat


Dr. Rina Yulinawati, Sp.
PD
KUPP Rawat
Inap
Dr.RIna AMK
Gatot Santoso,
Kepala Ruangan
Robi Kurniawan, Amd
Wakil Kepala
Ruangan

KA. Bidang
Keperawatan
Ns Eko Yunaeti, S. Kep. M.
Kes
Kasubid Mutu &
Kasubid
Etik
Ketenagaan &
logistic
Ns. Nur Uwiyah, S.
Kep
Ns. Ida Sukesi, S.
Kep
Administrasi

Winarti Pangreh
Utami, Amd

Koordinator
Alat medic

Mita Puspitasari
Koordinato
r Obat &
ICCU

Koordinator
PIN

Koordinator
ASKEP

Iswahyuni,
Ns. Wiwit Sri
Ns.
Husyam
AMK
W., S. Kep
Eko Wiyono,
Koordinator
arsyad,
AMK
Koordinator
ketertiban &
Koordinator
S.kep
PKMRS
kebersihan
Invertaris
Linen Dan
Hanis M., AMK
Yulaikah,
Umum
AMK
b. Struktur Pengorganisasian
Kerja
Endang
Suhariasih

Ruangan Dahlia I RSUD Ngudi Waluyo dipimpin oleh kepala ruangan, 2 ketua

tim yang mana salah satunya menjabat menjadi wakil kepala ruangan, 13 perawat
pelaksana, 1 tata usaha,. Adapun struktur pengorganisasian di ruang Dahlia 1
adalah sebagai berikut :
Kepala Ruang
Robi Kurniawan, Amk

Wakil Kepala Ruang


Ns. Winarti P, U, S.Kep

Tata Usaha
Mita Puspitasari

Tim I
Ka Tim : Ns. Wiwit Sri W., Amk

Tim II
Ka Tim : Ns. Winarti P, U, Amk

Perawat Pelaksana :
1. Ns. Husyam Arsyad, Amk
2. Eko Laksono, Amk
3. Ns, Rahmad W, S.Kep
4. Hesti, Amk
5. Septiananda, Amk
6. Jendrana, Amk

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Perawat Pelaksana :
Iswahyuni, Amk
Hanis Margowati, Amk
Yulaikah, Amk
Ratna Hayati, Amk
Dwi Puspita, Amk
Septian, Amk
Anas, Amk

c. Kualifikasi Ketenagakerjaan
No

Nama/Gol/TMT

Jenis
Tenaga

Jabatan

Robi Kurniawan,
1.

Amk/Penata Tk

Perawat

I/IIID/1-10-2011
Winarti Pangreh
2.

Utami,
Amk/Penata/IIIC/1-

Wakaru
Perawat

4
5

Amk/Penata MD Tk
I/IIIB/1-10-2014
Ns. Rahmad W,
S.Kep
Husyam Arsyad,
Amk/Penata

Ruangan dan
Katim I

10-2014
Wiwit Sri Windayati,
3.

Ka. Ruangan

Perawat

Perawat
Perawat

Katim II

Pendidikan
D3
Keperawatan

D3
Keperawatan

D3
Keperawatan

Status

Masa
Kerja

PNS

26 tahun

PNS

20 tahun

PNS

13 tahun

Perawat

S1

Non-

pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
PNS

Pelaksana

Keperawatan

0
19 tahun

No

Nama/Gol/TMT

Jenis
Tenaga

Muda/IIIA/1-10-2013
Iswahyuni,
6

Amk/Penata

Perawat

Muda/IIIA/1-10-2013
Hanis Margowati,
7

Amk/Pengatur Tk
I/IID/1-4-2015
Eko Wiyono,
Amk/IIIA/1-10-2013

Perawat

Perawat

Yulaikah, Amk

Perawat

10

Ratna Hayati, Amk

Perawat

11
12
13
14
15
16
17

Septiananda, Amk
Hesti, Amk
Jendrana, Amk
Dwi P, Amk
Septian, Amk
Anas, Amk
Mita
Puspitasari/Pengatur/I

18

IC/1-4-2015
Endang Suhariasih/
Pengatur/IIC/1-4-

19
20

2015
Putri Sasmiati
Ana Wigati

Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Perawat
Administr
asi
Pembantu
perawat
Pembantu
perawat
Pembantu

Status

Masa

Jabatan

Pendidikan

Perawat

D3

Pelaksana

Keperawatan

Perawat

D3

Pelaksana

Keperawatan

Perawat

D3

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana
Perawat

Keperawatan
D3

PNS
Non-

Pelaksana

Keperawatan

PNS

Staff

SMA

PNS

16 tahun

Staff

SMA

PNS

16 tahun

Staff

SMK

Kerja

PNS

17 tahun

PNS

6 tahun

PNS

7 tahun

NonPNS
Non-

Staff
SMK
perawat
PNS
Tabel 2.1 Daftar Tenaga Kerja Ruang Dahlia I RSUD Wlingi

5 tahun
4 tahun
0
0
0
0
0
0

0 tahun
0 tahun

Jadi kualifikasi Ketenagakerjaan di Ruangan Dahlia I RS Ngudi Waluyo Wlingi


adalah sebagai berikut:
NO

JENIS PENDIDIKAN

JUMLAH

S 1 Keperawatan

D-III Keperawatan

15

SMA

SMK

Jumlah Total

20

2. Kebutuhan Perawatan
a. Metode Penghitungan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Menurut Douglas
Jumlah tenaga yang diperlukan bergantung dari jumlah pasien dan tingkat
ketergantungannya.Bagi pasien rawat inap, standar waktu pelayanan pasien, antara
lain:
1) Perawatan minimal, memerlukan waktu 1-2 jam sehari
2) Perawatan parsial, memerlukan waktu 3-4 jam sehari
3) Perawatan total, memerlukan waktu 5-6 jam sehari
Untuk menentukan tingkat ketergantungan pasien, kelompok menggunakan
klasifikasi dan kriteria tingkat ketergantungan pasien berdasarkan metode Douglas
dimana penerapan sistem klasifikasi pasien dengan tiga kategori tersebut sebagai
berikut:
1) Kategori I :
Perawatan mandiri. Kriteria pasien pada klasifikasi ini adalah pasien masih
dapat melakukan sendiri kebersihan diri, mandi, ganti pakaian, makan, minum,
penampilan secara umum baik, tidak ada reaksi emosional. Pasien perlu diawasi
ketika melakukan ambulasi atau gerakan. Pasien perlu melakukan observasi tiap shift,
pengobatan minimal, dan persiapan prosedur memerlukan pengobatan.
2) Kategori II :
Perawatan intermediate. Kriteria pasien pada klsifikasi ini adalah memerlukan
bantuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, mengatur posisi waktu
makan, memberi dorongan agar makan, bantuan dalam eliminasi dan kebersihan diri,
tindakan perawatan untuk memonitor TTV, memeriksa produksi urine, fungsi
fisiologis, status emosional, kelancaran drainase (infus), bantuan dalam pendidikan
kesehatan serta persiapan pengobatan memerlukan prosedur.
3) Kategori III:

Perawatan total. Kriteria pasien pada klasifikasi ini adalah tidak dapat
melakukan sendiri kebutuhan sehari-harinya, semua kebutuhan dibantu oleh perawat,
penampilan pasien sakit berat, pasien memerlukan observasi tanda vital setiap 2 jam,
menggunakan selang NGT, menggunakan terapi intravena, pemakaian suctionI dan
kadang pasien dalam kondisi gelisah/disorientasi.

Sedangkan untuk mengetahui jumlah tenaga yang dibutuhkan menggunakan


perhitungan tenaga menurut metode Douglas.
Jumlah
Pasien

Minimal
P
S
0.17
0.14
0.34
0.28
0.51
0.42

M
0.10
0.20
0.30

Klasifikasi Pasien
Parsial
P
S
M
0.27
0.15
0.07
0.54
0.30
0.14
0.81
0.45
0.21

Total
P
0.36
0.72
1.08

S
0.30
0.60
0.90

1
2
3
Dst
Tabel 2.2 Nilai Standart Jumlah Perawat per Shift Berdasarkan Klasifikasi Pasien

M
0.20
0.40
0.60

RUMUS PERHITUNGAN
A. Kebutuhan Jam Perawatan
1. Perhitungan Jam Perawatan Langsung
Total
= 6 jam x
Partial
= 3 jam x ..
Mandiri = 2 jam x ..
JUMLAH JAM

orang = ..
oran g = ..
orang = ..
= ..

jam
jam
jam
jam

2. Perhitungan Jam Perawatan Tidak Langsung


35 menit x ..
orang = ..
menit = ..
3. Jam Penyuluhan
15 menit x ..
orang = ..
menit = ..
TOTAL JUMLAH JAM PERAWATAN YANG DIBUTUHKAN = ..
B. Kebutuhan Perawat
1. Jumlah Kebutuhan Perawat 24 Jam
Jumlah jam perawatan = ..
Jam Kerja perawat/hari
2. Pembagian Perawat / Sift
Dinas Pagi
= 47 % x ..
Dinas Sore
= 35 % x ..
Dinas Malam
= 17% x ..

orang

orang perawat =
orang perawat =
orang perawat =

jam
jam
jam

b. Metode Perhitungan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Menurut Depkes


Berikut ini akan dipaparkan beberapa pedoman dalam penghitungan kebutuhan
tenaga keperawatan di ruang inap.
1. Pedoman cara kebutuhan tenaga keperawatan(DepkesRI, 2005).
a) Pengelompokan unit kerja di rumah sakit.
Kebutuhan tenaga keperawatanharus memperhatikan unit kerja yang ada
di rumah sakit. Secara garis besar terdapat pengelompokan unit kerja di
rumah sakit sebagai berikut.
- Rawat inap dewasa
- Rawat inap anak/ perinatal
- Rawat inap itensif
- Gawat darurat(IGD)
- Kamar bersalin
- Kamar operasi
- Rawat jalan
b) Model pendekatan dalam penghitungan kebutuhan tenaga keperawatan.
Beberapa model pendekatan yang dapat dipergunakan dalam perhitungan
kebutuhan tenaga keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.
- Cara perhitungan berdagangan klasifikasi pasien:

Tingkat ketergantungan pasien berdasarkan jenis kasus

Rata-rata pasien perhari

Jam perawatan perjam perhari perpasien

Jam perawatan yang diperlukan perruangan per hari

Jam efektif setiap perawat adalah 7 jam per hari

Table 10.2

contoh perhitungan dalam satu ruangan berdasarkan klasifikasi

pasien
No

Jenis/kategori

Rata-rata

Rata-rata

Jumlah

pasien/ hari

jam

perawatan/

perawatan/

hari

pasien/hari
A

Pasien penyakit dalam

10

3,5

35

Pasien bedah

32

Pasien gawat

10

10

Pasien anak

4,5

13,5

Pasien kebidanan

2,5

2,5

jumlah

23

93,0

Jumlah tenaga keperawatan yang diperlukan adalah

= =13
Untuk perhitungan jumlah tenaga tersebut perlu ditambah(factor koreksi)
dengan hari lbur /cuti/hari besar(loss day)

Loss day =

x jumlah perawat tersedia

}x 13= 3,5orang

Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjkan tugas-tugas nonkeperawatan


(non-nursing jobs) seperti, membuat perincian pasien pulang, kebersihan
ruangan, kebersihan alat-alat makan pasien dan lain-lain. Diperkirakan 25% dri
jam pelayanan keperawatan.
(jumlah tenaga keperawatan+ lossday)x25%
(13+ 3,5) x 25%= 41
Jumlah tenaga: tenaga yang tersedia+ factor koreksi
=16,5+4,1=20,6(dibulatkan 21 perawat)
Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan untuk contoh tersebutadalah 21 orang
.

Tingkat ketergantungan pasien:


Pasien diklasifiakasikan dalam beberapa kategori yang
didasarkan pada kebutuhan terhadap asuhan keperawatan

1) Asuhan keperawatan minimal (minimal care), dengan


kriteria :
a. Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri
b. Makan dan minum dilakukan msendiri
c. Ambulasi dengan pengawasan
d. Observai tanda-tanda vital dilakukan setiap shift
e. Pengobatan minimal, status pskologis stabil
2) Asuhan keperawatn sedang, denga kriteria
a. Kebersihan diri dibantu
b. Observasi tanda-tanda vital tiap 4 jam
c. Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali
3) Asuhan keperawatan agak berat dengan kriteria
a. Sebagiabn aktivitas dibantu
b. Observasi tanda-tanda vital setiap 2-4 jam sekali
c. Terpasang folley cateter, intake output dicatat
d. Terpasang infus
e. Pengobatan lebih dari sekali
f. Persiapan pengobatan memerlukan prosedur
4) Asuhan keperawtan maksimal dengan kriteria
a. Segala aktivitas dibantu perawat
b. Posisi pasien diatur dan observasi tanda-tanda vital setiap
jam
c. Makan memerlukan NGT
d. Gelisah diorentasi
Jumlah perawat yang dibutuhkan:

Untuk pengfhitungan jumlah tenaga tersebutperlu


ditambah (factor koreksi) denngan:
Hari libur/cuti/hari besar(loss day)
{

} jumlah

perawat yang diperlukan


Jumlah tenaga keperawatan yang mengerjakan tugas-tugas
nonkeperawatan (non-nursing jobs) seperti contohnya: membuat
perncian pasien pulang, kebersihan ruangan,m kebersihan alatalat makan pasien dan lain- lain diperkirakan 25% dari jam
pelayanan keperawatan .

(Jumlah tenaga keperawatan+ lossday)x 25%

ANALISA
1. KEBUTUHAN KETENAGAAN PERAWAT ( DOUGLAS )
A. Hari/Tanggal: Senin, 28 Maret 2016
a. Kebutuhan Jam Perawatan
1. Perhitungan Jam Perawatan Langsung
Jumlah pasien
= 21
Total
= 6 jam x 4
Partial
= 3 jam x 17
Mandiri
= 2 jam x 0
JUMLAH JAM

orang = 24
oran g = 51
orang = = 75

2. Perhitungan Jam Perawatan Tidak Langsung


35 menit x
orang = 21 : 60
menit
= 12,2
3. Jam Penyuluhan
15 menit x
orang = 21 : 60
menit
= 5,2
Total Jumlah Jam Perawatan Yang Dibutuhkan = 92,4 : 21 = 4,4
b. Kebutuhan Perawat
1. Jumlah Kebutuhan Perawat 24 Jam
Jumlah jam perawatan = 92,4 : 7 = 13,2
Jam Kerja perawat/hari
2. Pembagian Perawat / Sift
c. Dinas Pagi
= 47 % x 13,2
d. Dinas Sore
= 35 % x 13,2
e. Dinas Malam
= 17% x 13,2
Total Kebutuhan Perawat
B. Hari/Tanggal: Selasa, 29 Maret 2016
a. Kebutuhan Jam Perawatan
1. Perhitungan Jam Perawatan Langsung
Jumlah pasien
= 22
Total
= 6 jam x 6
Partial
= 3 jam x 16
Mandiri
= 2 jam x 0
JUMLAH JAM
2. Perhitungan Jam Perawatan Tidak Langsung
35 menit x
orang = 22 : 60
menit
3. Jam Penyuluhan
15 menit x
orang = 22 : 60
menit

jam
jam
jam
jam
jam
jam
jam

orang

orang perawat = 6,2 = 6 orang


orang perawat = 4,6 = 5 orang
orang perawat = 2,2 = 2 orang
= 13 orang

orang = 36
oran g = 48
orang = = 84

jam
jam
jam
jam

= 12,8

jam

= 5,5

jam

Total Jumlah Jam Perawatan Yang Dibutuhkan


b. Kebutuhan Perawat
1. Jumlah Kebutuhan Perawat 24 Jam
Jumlah jam perawatan = 102,3 : 7 = 14,6
Jam Kerja perawat/hari
2. Pembagian Perawat / Sift
f. Dinas Pagi
= 47 % x 14,6
g. Dinas Sore
= 35 % x 14,6
h. Dinas Malam
= 17% x 14,6
Total Kebutuhan Perawat

= 102,3 : 22 = 4,65

orang

orang perawat = 6,8 = 7 orang


orang perawat = 5,1 = 5 orang
orang perawat = 2,9 = 3 orang
= 15 orang

C. Hari/Tanggal: Rabu, 30 Maret 2016


a. Kebutuhan Jam Perawatan
1. Perhitungan Jam Perawatan Langsung
Jumlah pasien
= 19
Total
= 6 jam x 6
Partial
= 3 jam x 13
Mandiri
= 2 jam x 0
JUMLAH JAM

orang = 36
oran g = 39
orang = = 75

jam
jam
jam
jam

2. Perhitungan Jam Perawatan Tidak Langsung


35 menit x orang = 19 : 60
menit
= 11
jam
3. Jam Penyuluhan
15 menit x orang = 19 : 60
menit
= 4,7
jam
Total Jumlah Jam Perawatan Yang Dibutuhkan = 90,7 : 19 = 4,7
b. Kebutuhan Perawat
1. Jumlah Kebutuhan Perawat 24 Jam
Jumlah jam perawatan = 90,7 : 7 = 12,9
Jam Kerja perawat/hari
2.
i.
j.
k.

Pembagian Perawat / Sift


Dinas Pagi
= 47 % x 12,9
Dinas Sore
= 35 % x 12,9
Dinas Malam
= 17% x 12,9
Total Kebutuhan Perawat

jam

jam

orang

orang perawat = 6,0 = 6 orang


orang perawat = 4,5 = 6 orang
orang perawat = 2,1 = 2 orang
= 14 orang

Jadi setelah dilakukan pengkajian oleh mahasiswa D-IV Keperwatan Malang jumlah
Tenaga perawat yang dibutuhkan berdasarkan rumus Douglas, di ruang Dahlia I mulai dari
tanggal 28 maret 2016 sampai tanggal 30 maret 2016 adalah sebagai berikut:
Tingkat Ketergantungan

Jumlah Kebutuhan Tenaga

Hari/Tgl

Tingkat ktg

Jmlh pasien

PAGI

SORE

MALAM

28-30 Maret

Minimal

0 x 0,17 = 0

0 x 0,14 =

0 x 0,07 =

2016

28-30 Maret

Partial

46

46 x 0,27 =

46 x 0,15 =

46 x 0,1=

12,42

6,9

4,6

16 x 0,36 =

16 x 0,3 =

16 x 0,2 =

5,76

4,8

3,2

18, 18

11,7

7,8

18

12

2016

28-30 Maret

Total

16

2016
Jumlah

62

Total tenaga perawat :


18 + 12 + 8 = 38 : 3 = 12 orang/hari
Jumlah tenaga lepas dinas perhari :
86 x 38 = 11,71 = 12 : 3 = 4 orang/hari
279
Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan perhari adalah 12 orang + 2 orang
structural (kepala ruangan, wakil kepala ruangan) + 4 orang lepas dinas = 18 orang.
Sehingga dari perhitungan dapat disimpulkan bahwa Ruang Dahlia I
mempunyai 15 perawat pelaksana, sehingga

kekurangan jumlah tenaga perawat

terutama perawat pelaksana sebanyak 3 orang (didapatkan dari perhitungan jumlah


perawat yang dibutuhkan yaitu 12 orang perawat pelaksana yang dinas pada shif pagi,
sore, dan malam dan 4 orang perawat pelaksana yang lepas dinas/libur/cuti.
KEBUTUHAN KETENAGAAN PERAWAT ( DEPKES )
Berdasarkan rumus Depkes maka kebutuhan perawat di ruang Dahlia I mulai dari
tanggal 28 maret 2016 sampai tanggal 30 maret 2016 adalah sebagai berikut:
a. Hari/Tanggal: Senin, 28 Maret 2016
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Kepala Ruang
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 21
Total Care
=4 x7
= 28
Parsial Care
= 17 x 4
= 68

Minimal Care
Kep. Tidak Langsung
Kie

= - x2
= 21 x 35:60
= 21 x 15:60

B. KEBUTUHAN PERAWAT
Kebutuhan Perawat
= 113,5
7
Dinas Pagi
= 0,47 x 16
Dinas Sore
= 0,35 x 16
Dinas Malam
= 0,17 x16

==12,25
=5,25+
113, 5
21
= 5,40 jam

= 16,21 Orang

= 7,52 = 7 Orang
= 5,6 = 6 Orang
= 2,72 = 3 orang +
16 orang
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim I
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 10
Total Care
=3
X7
= 21
Parsial Care
=7
X4
= 28
Minimal Care
= X2
= Kep. Tidak Langsung
= 10 X 35:60 = 5,83
Kie
= 10 x 15:60 = 2,5
57,33 +
10 = 5,73 jam
B. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat
= 57,3 = 8,18 Orang
7
Dinas Pagi
= 0,47 X 8,18 = 3,8 = 4 Orang
Dinas Sore
= 0,35 X 8,18 = 2,8 = 3 Orang
Dinas Malam
= 0,17 x8,18 = 1,4 = 1 orang +
8 orang
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim II
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 11
Total Care
=1
X7
=7
Parsial Care
= 10 X 4
= 40
Minimal Care
= - X2
= Kep. Tidak Langsung
= 11 X 35:60 = 6,42
Kie
= 11 x 15:60= 2,75 +
56,17
11 = 5,11 jam
B. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat
=56,17
= 8,02 Orang
7
Dinas Pagi
= 0,47 X 8
= 3,76 = 4 Orang
Dinas Sore
= 0,35 X 8
= 2,8 = 3 Orang
Dinas Malam
= 0,17 x8
= 1,4 = 1 orang +

8 orang
b. Hari/Tanggal: Selasa, 29 Maret 2016
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Kepala Ruang
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 22
Total Care
=6 X7
= 42
Parsial Care
= 16 X 4
= 64
Minimal Care
= - X2
= Kep. Tidak Langsung
= 22 X 35:60
= 12,8
Kie
= 22 x 15:60
= 5,5+
124,3
22 = 5,65 jam
B. KEBUTUHAN PERAWAT
Kebutuhan Perawat
= 124,3
7
Dinas Pagi
= 0,47 X
17,8
Dinas Sore
= 0,35 X
17,8
Dinas Malam
= 0,17 x
17,8

= 17,8 Orang

= 8,36 = 8 Orang
= 6,23 = 6 Orang
= 3,02 = 3 orang +
17 orang
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim I
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 10
Total Care
=4
X7
= 35
Parsial Care
=6
X4
= 24
Minimal Care
= X2
= Kep. Tidak Langsung
= 10 X 35:60 = 5,83
Kie
= 10 x 15:60 = 2,5
67,33 +
10 = 6,73 jam
B. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat

Dinas Pagi
Dinas Sore
Dinas Malam

= 67,33
7
= 0,47 X
9,6
= 0,35 X
9,6
= 0,17 x
9,6

= 9,6 Orang
= 4,5 = 4 Orang
= 3,4 = 3 Orang
= 1,6 = 2 orang +
9 orang

Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim II


A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 12
Total Care
=1
X7
=7
Parsial Care
= 10 X 4
= 40
Minimal Care
= - X2
= Kep. Tidak Langsung
= 12 X 35:60 = 7

Kie

= 12 x 15:60 = 3 +
57
12 = 4,75 jam

B. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat

Dinas Pagi
Dinas Sore
Dinas Malam

= 57
7
= 0,47 X
8
= 0,35 X
8
= 0,17 x
8

= 8 Orang
= 3,76 = 4 Orang
= 2,8 = 3 Orang
= 1,4 = 1 orang +
8 orang

c. Hari/Tanggal: Rabu, 30 Maret 2016


Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Kepala Ruang
A. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 19
Total Care
=6 X7
= 42
Parsial Care
= 13 X 4
= 52
Minimal Care
= - X2
= Kep. Tidak Langsung
= 19 X 35:60
= 11
Kie
=19 x 15:60
= 4,75+
109,75
19 = 5,77 jam
B. KEBUTUHAN PERAWAT
Kebutuhan Perawat
= 109,75
7
Dinas Pagi
= 0,47 X
Dinas Sore
= 0,35 X
Dinas Malam
= 0,17 x

= 15,67 Orang

15,67 = 7,36 = 7 Orang


15,67 = 5,48 = 5 Orang
15,67 = 2,66 = 3 orang +
15 orang
Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim I
C. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
=7
Total Care
=5
X7
= 35
Parsial Care
=2
X4
=8
Minimal Care
= X2
= Kep. Tidak Langsung
=7
X 35:60 = 4
Kie
=7
x 15:60 = 1,75
48,75 +
7 = 6,94 jam
D. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat
= 48,75
= 6,96 Orang
7
Dinas Pagi
= 0,47 X
6,96 = 3,27 = 3 Orang
Dinas Sore
= 0,35 X
6,96 = 2,43 = 2 Orang
Dinas Malam
= 0,17 x
6,96 = 1,18 = 1 orang +
6 orang

Perencanaan Kebutuhan Tenaga Keperawatan Oleh Katim II


B. Kebutuhan Jam Perawatan
Jumlah Pasien
= 12
Total Care
=1 X7
= 7
Parsial Care
= 11 X 4
= 44
Minimal Care
= - X2
= Kep. Tidak Langsung
= 12 X 35:60
=7
Kie
= 12 x 15:60
= 3 +
61
12
= 5,08 jam
B. Kebutuhan Perawat
Kebutuhan Perawat

= 61
7
= 0,47 X
= 0,35 X
= 0,17 x

Dinas Pagi
Dinas Sore
Dinas Malam

= 8,71 Orang
8,71
8,71
8,71

= 4,09 = 4 Orang
= 3,04 = 3 Orang
= 1,48 = 1 orang +
8 orang

Jadi setelah dilakukan pengkajian oleh mahasiswa D-IV Keperwatan Malang jumlah
Tenaga perawat yang dibutuhkan berdasarkan rumus Depkes, di ruang Dahlia I mulai dari
tanggal 28 maret 2016 sampai tanggal 30 maret 2016 adalah sebagai berikut:

No

Klasifikasi

Rata-Rata Jumlah
Pasien/Hari

Jam
Perawatan/Hari

Jumlah Jam
Perawatan/Hari

Minimal

Sedang

30

3.08

92,4

Agak berat

4,15

20,75

Maksimal

16

6,16

98,5

Jumlah

62

Jumlah tenaga yang diperlukan adalah:


Jumlah jam perawatan
= 211 = 30 : 3 hari = 10 perawat
Jumlah kerja efektif per sift
7
Factor koreksi = Los Day :
- 52 + 12 + 14 = 78 hari X 10 = 2,7 = 3 orang
286
Jumlah tenaga non keperawatan
- ( 10 + 2,7 ) x 25% = 3,1
Jumlah Tenaga = 10 + 2,7 + 3,1 = 15,8 =16 perawat

211

Jadi tenaga yang dibutuhkan adalah 16 orang perawat per hari


Jadi jumlah perawat yang dibutuhkan perhari adalah 10 orang + 2
orang structural (kepala ruangan, wakil kepala ruangan) + 3 orang lepas dinas
= 15 orang.
Sehingga dari perhitungan dapat disimpulkan bahwa Ruang Dahlia I

mempunyai 15 orang perawat pelaksana sehingga kekurangan jumlah tenaga perawat


terutama perawat pelaksana sebanyak 3 orang (didapatkan dari perhitungan jumlah
perawat yang dibutuhkan yaitu 10 orang perawat pelaksana yang dinas pada shif pagi,
sore, dan malam dan 3 orang perawat pelaksana yang lepas dinas/libur/cuti.
3. Model Motode Ketenagakerjaan

a. Tim

Berdasarkan pada kelompok filosofi keperawatan


Enam-tujuh perawat professional dan perawat pelaksana bekerja sebagai

satu tim
Metode ini menggunakan tim yang terdiri atasa nggota yang berbeda-beda

dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap sekelompok pasien


Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3 tim/grup yang terdiri atas tenaga
professional, teknikal, dan pembantu dalam suatu kelompok kecil yang

saling membantu.
b. Fungsional
Berdasarkan pada kelompok filosofi keperwatan
Perawat melaksanakan tugas (tindakan) tertentu berdasarkan jadwal

kegiatan yang ada


Metode fungsional dilaksankan oleh perawat dalam pengelolaan asuhan
keperawatan sebagai pilihan utama pada saat perang dunia kedua. Pada
saat itu, karena masih terbatasnya jumlah dan kemampuan perawat, maka
setiap perawat hanya melakukan 1-2 jenis intervensi keperawatan kepada
semua pasien di bangsal.

c. Modifikasi
Model MAKP Tim dan Primer digunakan secara kombinasi dari kedua sistem.
Menurut Ratna S. Sudarsono (2000) penetapan sistem model MAKP ini
didasarkan pada beberapa alas an:
Keperawtan primer tidak digunakan secara murni, karena perawat primer
harus mempunyai latar belakang pendidikan S-1 Keperawatan atau setara.

Keperawatan Tim tidak digunakan secara murni, karena tanggung jawab

asuhan keperawatan pasien terfragmentasi pada berbagai tim.


Melalaui kombinasi kedua model tersebut diharapkan komunitas asuhan
keperawatan dan akuntabilitas asuhan keperawatan terdapat pada primer,
karena pada saat ini perawat hanya ada di RS sebagian besar adalah
lulusan D-3, bimbingan tentang asuhan keperawatan diberikan oleh
perawat primer/ketua tim.
Jadi setelah dilakukan pengkajian oleh mahasiwa D-IV Keperawatan
Malang, didapatkan hasil bahwa Ketenagakerjaan di Ruang Dahlia I RS
Ngudi Waluyo Wlingi menggunakan Model Metode Modifikasi.

4. Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan menurut Lippits dan K. White, terdapat tiga gaya
kepemimpinan yaitu Otoriter, Demokratis dan Liberal atau Laissez Faire, yang mulai
dikembangkan di Universitas Lowa.
a. Otoriter
Gaya Kepemimpinan ini memiliki ciri ciri antara lain:
Wewnang mutlak berada pada pimpinan
Keputusan selalu berada pada pimpinan
Kebijaksanaan selalu selalu dibuat oleh pimpinan
Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan
Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para

bawahan dilakukan secara ketat


Prakarsa harus selalu berasal dari pimpinan
Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran,

pertimbangan dan pendapat


Tugas tugas bawahan diberikan secara instruktif
Lebih banyak kritik daripada pujian
Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat
Cenderung adanya paksaan, ancaman, dan hukuman
Kasar dalam bersikap
Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan
b. Demokratis
Kepemimpinan gaya demokratis adalah kemampuan dalam mempengaruhi
orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara
pimpinan dan bawahan.
Gaya kepemimpinan demokratis memiliki ciri ciri antara lain:
Wewenang pimpinan tidak mutlak
Pimpinan bersedia melimpahkan sebagai wewenang kepada bawahan

Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan


Komunikasi berlangsung antara pimpinan dan bawahan
Komunikasi berlangsung timbal balik
Pengawasan dilakukan secara wajar
Prakarsa dapat dating dari bawahan
Banyak kesempatan dari bawahan untuk menyampaikan saran dan

pertimbangan
Tugas-tugas yang kepada bawahan lebih bersifat permintaan dari pada

instruktif
Pujian dan kritik seimbang
Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas

masing-masing
Pimpinan meminta kesetiaan bawahan secara wajar
Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak
Terdapat suasana saling percaya, saling menghormati dan saling

menghargai
Tanggung jawab keberhasilan organisasi ditanggung bersana-sama

c. Liberal atau Laissiz Fair


Kepemimpinan gaya liberal atau Laissiz fair adalah kemampuan
memengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan
dengan cara lebih banyak menyerahkan pelaksanaan berbagai kegiatan kepada
bawahan
Ciri ciri gaya kepemimpinan ini antara lain:
Pemimpin melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan
Keputusan lebih banyak dibuat oleh bawahan
Kebijaksanaan lebih banyak dibuat oleh bawahan
Pimpinan banyak berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahan
Hampir tidak ada pengawasan terhadap tingkah laku bawahan
Prakarsa selalu berasal dari bawahan
Hampir tidak ada pengarahan dari pimpinan
Peranan pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok
Kepentingan pribadi lebih penting dari kepentingan kelompok
Tanggung jawab keberhasilan organisasi dpikul oleh perorangan
ANALISA
Gaya Kepemimpinan yang ada di Ruang Dahlia I RS Ngudi Waluyo Wlingi:
Berdasarkan pengumpulan data dalam hal Gaya Kepemimpinan yang
dilakukan oleh mahasiswa D-IV Keperawatan Malang di ruang Dahlia I RSUD Ngudi

Waluyo Wlingi melalui observasi langsung maupun menggunakan angket yang


ditujukan pada perawat ruangan Dahlia I, didapatkan hasil sebagai berikut :
A. Instrumen M 1 Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dahlia I Rs Ngudi
Waluyo Wlingi
1) Kepala ruangan memberi instruksi kepada perawat pelaksana dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa terlebih dahulu dengan perawat:
(Otoriter)
a. S = Sering

: 7% (1 orang)

b. K = Kadang-kadang : 0
c. TP = Tidak Pernah

: 93% (14 orang)

2) Kepala ruangan mengumumkan perubahan peraturan tanpa mendiskusikannya


terlebih dahulu kepada perawat pelaksana: (Otoriter)
a. S = Sering

: 7% (1 orang)

b. K = Kadang-kadang : 0
c. TP = Tidak Pernah

: 93% (14 0rang)

3) Kepala ruangan melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap pekerjaan


yang sedang perawat pelaksana laksanakan: (Otoriter)
a. S = Sering

: 80% (12 orang)

b. K = Kadang-kadang : 20% (3 orang)


c. TP = Tidak Pernah

:0

4) Kepala ruangan secara terus-menerus menekankan pentingnya batas waktu


dalam menyelesaikan tugas perawat pelaksana: (Otoriter)
a. S = Sering

: 93% (14 orang)

b. K = Kadang-kadang : 7% (1 orang)
c. TP = Tidak Pernah

:0

5) Kepala ruanagan mendiskusikan masalah yang ada di ruangan bersama


anggotanya dan memotivasi perawat pelaksana untuk bekerjasama sebagai
tim: (Otoriter)
a. S = Sering

: 93% (14 orang)

b. K = Kadang-kadang : 7% (1 orang)
c. TP = Tidak Pernah

:0

6) Kepala ruangan menciptakan situasi yang kondusif dalam berkomunikasi


dengan perawat pelaksana dan suasana yang bersahabat dalam bekerja:
(Demokrasi)
a. S = Sering

: 100% (15 orang)

b. K = Kadang-kadang : 0
c. TP = Tidak Pernah

:0

7) Kepala ruangan mengikutsertakan seluruh perawat pelaksana dalam menyusun


rencana kegiatan asuhan keperawatan di ruangan: (Demokrasi)
a. S = Sering

: 100% (15 orang)

b. K = Kadang-kadang : 0
c. TP = Tidak Pernah

:0

8) Kepala ruangan mengajak perawat pelaksana untuk berdiskusi dan meminta


pendapat perawat pelaksana tentang penerapan metode baru dalam pemberian
asuhan keperawatan: (Demokrasi)
a. S = Sering

: 100% (15 orang)

b. K = Kadang-kadang : 0
c. TP = Tidak Pernah

:0

9) Kepala ruangan menerima masukan positif, saran dan ide-ide dari perawat
pelaksana dan mempertimbangkannya dalam upaya meningkatkan pelayanan
asuhan keperawatan menjadi lebih baik: (Demokrasi)
a. S = Sering

: 93% (14 orang)

b. K = Kadang-kadang : 7% (1 orang)
c. TP = Tidak Pernah

:0

10) Kepala ruanagan mendelegasikan tugas kepemimpinan kepada perawat


pelaksana yang berkompeten: (Demokrasi)
a. S = Sering

: 87% (13 orang)

b. K = Kadang-kadang : 13% (2 orang)


c. TP = Tidak Pernah

:0

11) Kepala ruangan memberikan bimbingan, pelatihan, otoritas dan memberikan


kepercayaan kepada perawat pelaksana dalam mengambil keputusan: (Lassiz
Fair)
a. S = Sering

: 93% (14 orang)

b. K = Kadang-kadang : 7% (1 orang)
c. TP = Tidak Pernah

:0

12) Kepala ruangan memfasilitasi perawat pelaksana untuk bekerjasama dengan


dokter dan tim kesehatan lainnya dalam pemberian layanan kesehatan di
rumah sakit: (Lassiz Fair)
a. S = Sering

: 87% (13 orang)

b. K = Kadang-kadang : 7% (1 orang)
c. TP = Tidak Pernah

: 6% (1 orang)

13) Kepala ruangan sebagai tempat berkonsultasi dalam menyelesaikan suatu


masalah pekerjaan: (Demokratis)
a. S = Sering

: 87% (13 orang)

b. K = Kadang-kadang : 13% (2 orang)


c. TP = Tidak Pernah

:0

14) Kepala runagan memberikan pujian/penguatan pada perawat pelaksana


terhadap keberhasilan mereka: (Demokratis)

a. S = Sering

: 73% (11 orang)

b. K = Kadang-kadang : 27 (4 orang)
c. TP = Tidak Pernah

:0

Jadi dari hasil pengkajian instrument Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan


Dahlia I Rs Ngudi Waluyo Wlingi yang dilakukan oleh Mahasiswa D-IV Keperawatan
Malang, mulai tanggal 28 Maret 2016 sampai 30 Maret 2016 di RS Ngudi Waluyo
Wlingi didapatkan hasil:
No

Jenis Gaya pertanyaan

Otoriter

Demokrasi

Lassiz Fair

Pertanyaan

Jawaban
Sering

Kurang

Tidak Pernah

7%

93%

7%

93%

80%

20%

93%

7%

93%

7%

100%

100%

100%

93%

7%

10

87%

13%

13

87%

13%

14

73%

24%

11

93%

7%

12

87%

7%

Jadi setelah dilakukan pengkajian pada 15 responden di Ruang


Dahlia I RS Ngudi Waluyo Wlingi oleh mahasiswa D-IV Keperwatan
Malang tentang Gaya Kepemimpinan, mulai dari tanggal 28 maret 2016
sampai tanggal 30 maret 2016 didapatkan hasil dari data instrument pada
Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Dahlia I Rs Ngudi Waluyo Wlingi,

56% yang menjawab gaya kepemimpinan otoriter, 91,4% yang menjawab


gaya kepemimpinan Demokrasi dan 90% yang menjawab gaya
kepemimpinan laissize fair.

B. Instrumen M 1 Kepuasan Kerja Perawat Di Ruangan Dahlia I Rs Ngudi


Waluyo Wlingi
1) Bagaimana struktur organisasi yang telah berjalan di ruangan? Apakah anda
merasa puas dan sesuia dengan kemampuan perawat dibidangnya.
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas (cukup)

: 20% (3 orang)

c. P / Puas

: 73% (11 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

2) Kebebasan melakukan tindakan secara mandiri dalam menyelesaikan maslah


dalam perawatan pasien.
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

3) Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan atau


pendidikan tambahan.
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

:6% (1 orang)

4) Kesempatan untuk mendapat posisi yang lebih tinggi.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 20% (3 orang)

c. P / Puas

: 73% (11 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

5) Kesempatan untuk membuat suatu prestasi dan mendapat kenaikan pangkat.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 13% (2 orang)

c. P / Puas

: 80% (12 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

6) Kemampuan dalam menggunakan waktu bekerja dengan penugasan yang


diberikan.
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 93% (14 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

7) Memotivasi dan dukungan yang saya terima selama bekrja disini.


a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 83% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

8) Perlakuan atasan selama saya bekerja disini.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 80% (12 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

9) Kemampuan dalam bekerjasama antar perawat.

a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

10) Kesesuaian antara pekerjaan dan latarbelakang pendidikan saya.


a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

11) Sistem penyelesaian masalah yang dilakukan diruangan Dahlia I.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

12) Bagaimana pembagian tugas yang dilakukan di ruangan?


Apakah sudah sesuai dengan struktur organisasi yang telah ada?
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas (cukup)

: 13% (2 orang)

c. P / Puas

: 74% (11 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

13) Apakah anda merasa membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan


kemampuan kinerja melalui pelatihan/pendidikan tambahan?
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas (cukup)

: 20% (3 orang)

c. P / Puas

: 60% (9 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 20% (3 orang)

14) Bagaimana jumlah pendapatan yang diterima sesuai dengan latar pendidikan
anda? Apakah anda merasa puas?
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 13% (2 orang)

b. TP / Tidak Puas (cukup)

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 67% (10 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

15) Apakah ada kesempatan untuk mengambil cuti dalam waktu satu minggu?
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 13% (2 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 67% (10 orang)

c. P / Puas

: 13% (2 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

16) Bagaimana peran POS/pembantu perawat apakah membantu meringankan


pekerjaan anda?
a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 20% (3 orang)

c. P / Puas

: 67% (10 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

17) Apakah jumlah perawat dan pasien di ruangan sudah sesuai menurut anda?
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 67% (10 orang)

c. P / Puas

: 13% (2 oarang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

18) Apakah menurut anda pembagian tugas di ruangan sudah jelas dan apakah
anda puas?

a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 20% (3 orang)

c. P / Puas

:67% (10 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

19) Pelayanan akses yang saya terima selama ini.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 7% ( 1orang)

c. P / Puas

: 87% (13orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

20) Adanya kesempatan memberikan saran / pendapat kepada kepala ruanagan.


a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

:0

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

21) Imbalan yang saya terima sesuai dengan kinerja saya.


a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 80% (12 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

22) Penilaian yang diberikan kepada saya selama bekerja disini.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1orang)

c. P / Puas

: 87% (13 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

23) Tersedianya peralatan dan perlengkapan yang mendukung pekerjaan.


a. STP / Sangat Tidak Puas

:0

b. TP / Tidak Puas

: 13% (2 orang)

c. P / Puas

: 80% (12 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 7% (1 orang)

24) Tersedianya fasilitas penunjang seperti kamarganti pakaian, ruangan makan,


ruangan sholat.
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 80% (12 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 6% (1 orang)

25) Kondisi ruangan kerja terutama berkaitan dengan ventilasi udara, kebersihan
dan kebisingan.
a. STP / Sangat Tidak Puas

: 7% (1 orang)

b. TP / Tidak Puas

: 7% (1 orang)

c. P / Puas

: 73% (11 orang)

d. SP / Sangat Puas

: 13% (2 orang)

Jadi setelah dilakukan pengkajian pada 15 responden di Ruang Dahlia I RS


Ngudi Waluyo Wlingi oleh mahasiswa D-IV Keperwatan Malang tentang Kepuasan
Kerja Perawat, mulai dari tanggal 28 maret 2016 sampai tanggal 30 maret 2016
didapatkan hasil dari data instrument pada Kepuasan Kerja Perawat Ruangan Dahlia I
Rs Ngudi Waluyo Wlingi, 4% yang menjawab sangat tidak puas, 13% yang menjawab
tidak puas, 74% yang menjawab puas dan 9% yang menjawab sangat puas.
Diagram