Anda di halaman 1dari 3

Ini Dia Fakta Unik tentang

Bersin
Jakarta, Bersin biasanya muncul sebagai refleks ketika hidung tersentuh sesuatu,
semisal debu, rambut dan serbuk sari. Begitu pun saat sistem pernapasan terganggu.
Namun bersin bisa dipicu oleh hal lain seperti sinar matahari.

Benarkah begitu? Untuk memastikannya, Anda perlu menyimak beberapa fakta menarik
tentang bersin, seperti dikutip dari Men's Health, Selasa (26/4/2016) berikut ini:

1. Bisa dipicu seks


Meski tidak selalu terjadi pada setiap orang, bersin selepas berhubungan intim
bukanlah fenomena langka. Namun tak banyak pakar yang tahu apa sebabnya. Diduga
ini ada kaitannya dengan sistem parasimpatetik yang mengatur detak jantung dan
jaringan tubuh yang berkaitan dengan munculnya gairah seks manusia.

2. Menatap matahari bisa mendorong bersin


Pada orang-orang tertentu, ada yang mengalami ACHOO atau autosomal dominant
compulsive helio-opthalmic outbourst of sneezing. Sederhananya, ini adalah fenomena
bersin yang dipicu karena menatap sinar matahari maupun sumber cahaya lainnya.
Meski demikian, peneliti juga tidak tahu persis apa penyebab ACHOO ini.

3. Kecepatan bersin yang luar biasa


Di tahun 1950an, seorang ahli biologi dari Harvard, William Firth Wells memperkirakan
bersin dapat bergerak dengan kecepatan 224 mph. Namun dalam penelitian yang lebih
mutakhir di Singapura dikatakan bahwa kecepatan bersin hanya 10 mph. Belakangan

ada yang menyimpulkan bahwa kecepatan bersin ditentukan oleh kerangka tubuh,
sehingga kecepatan bersin orang Barat lebih tinggi dari penduduk Asia.

4. Mustahil bersin saat tidur


Saat berbaring, membran di dalam hidung seharusnya membengkak sehingga
seseorang menjadi lebih peka terhadap debu atau sejenisnya yang bisa memicu bersin.
Tetapi di saat yang bersamaan, ketika tubuh memasuki fase tidur terdalam atau REM,
seluruh otot di tubuh menjadi lumpuh, termasuk yang mengendalikan keluarnya bersin.

5. Mata tak mungkin terbuka saat bersin


Refleks lain yang terjadi saat bersin adalah mata tertutup. Ini karena saraf-saraf yang
ada di hidung tersambung langsung dengan saraf mata. Jadi saat bersin, stimulan atau
pemicunya akan membuat seseorang terus berkedip atau susah untuk tidak
memejamkan matanya.

6. Bersin tidak menghentikan detak jantung


Ketika bersin, seseorang akan mengambil napas dalam lalu menahannya. Di saat yang
bersamaan, otot-otot di dada menjadi kencang dan menambah tekanan pada paruparu. Hal ini rupanya menyebabkan tekanan darah menurun tetapi di sisi lain
meningkatkan detak jantung.

Namun jika bersinnya kencang, tekanan darah yang turun tadi akan naik lagi dengan
cepat dan sebaliknya melemahkan detak jantung. Menurut peneliti, kondisi ini membuat
jantung seolah-olah berhenti barang sekejap. Tetapi bagi kebanyakan orang, kondisi ini
lebih kepada mengakibatkan detak jantung melambat selama beberapa detik saja.

7. Mulut harus ditutup


Tutuplah mulutmu saat bersin. Anjuran ini bukan tanpa sebab, karena dari hasil

penelitian Massachusetts Institute of Technology, partikel-partikel kecil dari bersin yang


mengandung banyak bakteri bisa bertahan lebih lama di udara. Dan tidak menutup
kemungkinan akan jatuh sewaktu-waktu dan menyebabkan terjadinya penularan bakteri
atau penyakit.