Anda di halaman 1dari 7

Fraktur Garis Tengah pada Gigi Tiruan Lengkap Akrilik

Rahang Atas dengan Gigi

Tiruan Fleksibel
Abstrak
Latar Belakang: Pasien yang menggunakan gigi tiruan lengkap pada rahang atas yang
berlawanan dengan gigi asli rahang bawah menghadapi masalah fraktur garis tengah pada gigi
tiruan akrilik. Berbagai teknik telah gagal selama bertahun-tahun untuk mengatasi masalah
tersebut. Dalam penelitian ini, bahan gigi tiruan yang fleksibel (Lucitone) dengan sistem injeksi
moulding telah digunakan dan dievaluasi untuk fraktur garis tengah pada pasien pasien ini.
Metode: Sebanyak 58 pasien dalam kelompok usia 38 sampai 80 tahun, yang mengalami fraktur
garis tengah pada gigi tiruan akrilik rahang atas mereka dipilih untuk studi ini. Gigi tiruan yang
baru dibuat dengan menggunakan bahan gigi tiruan yang fleksibel. Berbagai parameter, yaitu,
pengunyahan, fonetik, estetika dan tingkat kenyamanan dievaluasi.
Hasil: Hanya dua kasus yang dilaporkan sedikit retak di area palatal dari gigi tiruan rahang atas
setelah penggunaan 18 bulan. Pengunyahan dan fonetik ditemukan meningkat dengan gigi tiruan
yang fleksibel.
Kesimpulan: Gigi tiruan fleksibel merupakan bahan yang menjanjikan untuk mencegah fraktur
garis tengah pada gigi tiruan lengkap rahang atas. Hal ini ditoleransi dengan baik oleh pasien
dibandingkan dengan gigi tiruan met-akrilat metil.
Kata kunci: fraktur garis tengah; gigi tiruan tunggal; gigi tiruan fleksibel

Pendahuluan
Fraktur gigi tiruan lengkap merupakan tantangan dan tetap merupakan masalah yang belum
terselesaikan. Fraktur garis tengah dari landasan gigi tiruan lengkap rahang atas terutama pada
pasien yang mempertahankan gigi asli rahang bawah merupakan masalah yang tak terhindarkan
(Gbr.1) [1]. Beberapa faktor telah dikaitkan dengan fraktur garis tengah termasuk kelelahan
fleksural akibat dari deformasi siklik dan hal-hal yang memperburuk deformasi dari landasan
atau distribusi tekanannya [2,3].

Upaya terus menerus untuk meningkatkan metakrilat poli metil terhadap peningkatan kekuatan,
stabilitas dimensi yang lebih baik, ketahanan abrasi yang lebih baik dan pencapaian radiopasitas
[4,5]. Lucitone FRS (Gbr.2) adalah polimer gigi termoplastik fleksibel dan monomer bebas
dengan modulus fleksural yang rendah [6]. Beberapa laporan tersedia tentang keberhasilan terapi
gigi tiruan fleksibel dalam mengatasi fraktur garis tengah. Kami melakukan studi untuk
mengevaluasi keberhasilan klinis dan terapi dari gigi tiruan lengkap rahang atas yang di moulded
dengan injeksi resin poliamida super (Lucitone FRS) pada pasien yang mempertahankan gigi asli
rahang bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan fraktur garis tengah,
retensi, stabilitas, pengunyahan, estetika, fonetik dan tingkat kenyamanan pada gigi tiruan rahang
atas yang fleksibel dibandingkan dengan gigi tiruan konvensional pada skala subjektif.
Bahan dan metode
Penelitian dilakukan pada 58 pasien dalam kelompok usia 38 sampai 80 tahun, dengan usia ratarata 65 tahun. Distribusi kasus untuk usia dan jenis kelamin diberikan pada Tabel 1 dan Grafik 1.
Semua kasus yang dipilih memiliki edentulous lengkap rahang atas yang berlawanan dengan gigi
asli rahang bawah. Semua pasien dibuat dengan gigi tiruan lengkap rahang atas dan beberapa
kasus dari edentulous sebagian rahang bawah dibuat dengan oklusi seimbang. Gigi tiruan dibuat
dengan Lucitone FRS (resin fleksibel) menggunakan sistem injeksi moulding. Berikut kriteria
inklusi dan eksklusi yang digunakan.
Kriteria inklusi
Penyakit sistemik yang terkontrol seperti diabetes dan osteoporosis atau status bebas penyakit
dari pasien.
Penerimaan flexidenture (gigi tiruan fleksibel) oleh pasien yang dipilih.
Kriteria eksklusi
Pasien dengan kontrol penyakit sistemik yang buruk seperti hematologis, gangguan
kardiovaskular dan ginjal, gangguan autoimun / endokrinologis.
Pasien dengan kebiasaan seperti bruxism, gerakan eksentrik kebiasaan dll yang akan
membahayakan hasil.
Pasien yang menjalani kemo / radioterapi.

Kelainan lengkung rahang bawah yang diperbaiki dengan selektif grinding / restorasi / gigi
tiruan sebagian yang fleksibel. Prosedur klinis standar yang berkaitan dengan pembuatan
pencetakan dan diikuti catatan relasi rahang maxillo-mandibula. Bentuk, ukuran dan warna gigi
dipilih dengan mengingat usia, jenis kelamin, simetri wajah, ukuran lengkung rahang, warna
kulit dan yang paling penting warna, bentuk dan ukuran dari gigi asli rahang bawah yang
berlawanan. Jika bentuk bonjol gigi bawah tetap dipertahankan, Bentuk gigi dipilih diatur
kemudian dipasang dengan interdigitasi yang baik dengan hubungan bonjol dan fossa. Overjet
yang besar dipertahankan ketika menyusun gigi. Overjet diperoleh dengan permukaan labioinsisal dari gigi asli rahang bawah dan permukaan palatoinsisal dari gigi insisivus rahang atas [79]. Undercut mekanik (diatorik) dibuat pada tengah-tengah (pusat) dari setiap gigi sebelum
penyusunan gigi sehingga cairan poliamida yang meleleh mengalir ke undercut dan
mempertahankan gigi pada gigi tiruan [10].
Uji coba dilakukan pada mulut pasien dan pemeriksaan klinis dilakukan untuk stabilitas, retensi,
estetik, fonetik dan oklusi. Persetujuan pasien diperoleh dan perubahan kecil, jika diperlukan
dibuat sebelum uji coba ulang pada janji pertemuan yang sama.
Dalam prosedur ini, menggunakan teknik injeksi model dan perancangan sprue adalah teknik
yang sangat sensitif (Gambar. 4,5). Untuk gigi tiruan lengkap rahang atas, sprue cukup lebar
melekat pada batas posterior dari gigi tiruan dengan perlusasan di daerah palatal untuk
memungkinkan aliran bahan yang memadai pada seluruh daerah palatal. Untuk gigi tiruan
sebagian dan GTL rahang bawah, sprue diletakan pada kedua perluasan lingual serta di garis
tengah. Ketika pemendaman sebagian bawah kuvet ditetapkan, kami memendam bagian kuvet
atas [10-12].
Dewaxing dilakukan dengan menempatkan kuvet dalam air mendidih selama 4 sampai 6 menit
untuk melunakkan lilin. Baut dikendurkan pada kuvet untuk menghilangkan braket logam dari
kuvet dan kuvet dibuka. Prosedur pembuangan lilin selesai dan lilin hilang. Kuvet disiram
dengan air mendidih sampai gips bersih. Gips di sekitar sprue dibevel dengan pisau. Margin
kuvet diperiksa untuk memastikan bahwa kedua bagian kuvet sesuai dan pas dengan hubungan
kontak logam. AlCote yang tipis diaplikasikan ke model dan dibiarkan hingga benar-benar
kering. Diatorik (retensi mekanis terhadap gigi) diperiksa. Bahan gigi tiruan dibuang untuk
meningkatkan retensi [11,13].

Dentsply Silicone Spray disemprotkan pada cartridge Lucitone FRS. Menggunakan sarung
tangan tahan panas, cartridge dimasukkan ke dalam cartridge sleeve dan nozzle cartridge
menghadap ke dalam. Aplikasi injeksi diposisikan di sisi baut dari kuvet dan kuvet yang dibuka
ditempatkan langsung dalam pemanas yang dipanaskan sebelumnya dan dipertahankan pada
suhu 70-80oC. Waktu pemanasan ditetapkan selama 17 menit. Setelah pemanasan kuvet yang
telah terpasang ditempatkan pada bagian depan Success Injection System. Cartridge Sleeve dan
nozzle cartridge dilepaskan dari pemanas, menjaga pemasangan cartridge tetap horisontal dan
meletakkannya ke kuvet yang telah terpasang pada atas kuvet sehingga Nozzle cartridge pas dan
cocok dimasukkan ke dalam lubang pemasangan injeksi. Kepala piston yang sempit sejajar
dengan nozzle cartridge. Piston bergerak dengan menekan saklar aktivasi (Gbr.3).
Setelah satu menit injeksi, kuvet yang telah terpasang dilepas dari sistem dan cartridge yang
telah terpasang dilepas segera dari kuvet . Akhirnya, cartridge yang digunakan telah dibersihkan
menggunakan knock out base dan knock out rod dan cartridge sleeve dikembalikan ke pemanas.
Cartridge yang telah dipasang didinginkan selama lima menit sebelum de-flasking setelah kuvet
didinginkan selama 5 menit sebelum gigi tiruan diambil (Gbr.4). Sprue dipotong dengan disk.
Lucitone FRS selesai dan dipoles menggunakan prosedur normal untuk akrilik. Pemeriksaan intra
oral untuk oklusi yang seimbang dilakukan sebelum gigi tiruan dipasang pada pasien. Pasien
diinstruksikan untuk mengikuti petunjuk umum sebagaimana yang mereka ikuti ketika
menggunakan gigi tiruan akrilik normal sebelumnya.
Adanya fraktur garis tengah pada subjek penelitian dievaluasi secara objektif pada interval waktu
3, 6, 9,12 dan 24 bulan setelah pemasangan gigi tiruan lengkap rahang atas. Pasien juga
dievaluasi untuk retensi, stabilitas, pengunyahan, estetika, fonetik dan tingkat kenyamanan
subyektif dengan bantuan kuesioner (Annx-A) dimana mereka menilai hal tsb pada skala
parameter yang ditetapkan- sangat baik, baik, memuaskan dan buruk pada interval 3, 6,12 dan 24
bulan dibandingkan dengan pengalaman mereka dengan gigi tiruan lama.
dianalisis dengan uji non parametrik (uji Friedman) untuk menarik kesimpulan.

Data subjektif

Hasil
Semua subjek yang dimasukkan dalam penelitian menggunakan gigi tiruan konvensional rahang
atas. Mereka melaporkan fraktur garis tengah dan karena ingin mencari gigi tiruan baru yang
berkisar dari 1 hingga 10 kali kekuatannya. Durasi rata-rata sebelum munculnya fraktur pada gigi
tiruan konvensional adalah lima bulan. 2 pasien (3,44%) dengan gigi tiruan yang fleksibel
melaporkan fraktur garis tengah selama periode pengamatan. Taraf signifikan (p <0,05)
dilaporkan untuk parameter estetika. Pasien melaporkan pemudaran warna pada dasar gigi tiruan
secara bertahap selama 12-24 bulan. Gigi tiruan lepas dari landasan gigi tiruan terjadi pada
dalam 3 sampai 24 bulan mulai dari 3,4% hingga 34,5% pada 38 subyek.
Perbandingan gigi tiruan fleksibel dengan gigi tiruan konvensional pada skala subjektif
melaporkan bahwa 26 pasien (44,8%) melihat retensi dan stabilitas yang baik, sementara 23
(39,7%) menemukan hal tsb memuaskan. Estetika cukup baik pada 14 pasien (24%) sedangkan
26 (44,8%) melaporkan hal tsb memuaskan (Tabel 2). Untuk fonetik, 24 pasien(41,4%)
menunjukkan hasil yang memuaskan dengan gigi tiruan baru yang fleksibel, sementara 3 pasien
(5,2%) tidak puas. 28 (48,3%) pasien menemukan gigi tiruan tsb memuaskan, sementara 1 pasien
(1,7%) tidak puas (Tabel 2).
Pembahasan
Meskipun kemajuan dalam bahan gigi, teknik, dan peralatan, fraktur pada gigi tiruan resin poli
metil metakrilat tetap menjadi masalah yang berarti [2,5]. Darbar dkk [5] telah menunjukkan
bahwa jenis yang paling umum dari fraktur adalah debonding / fraktur pada gigi tiruan (33%),
gigi tiruan lengkap dan sebagian diikuti oleh fraktur garis tengah dari gigi tiruan lengkap (29%)
dan jenis fraktur gigi tiruan lainnya (38% ). Pasien yang memakai gigi tiruan lengkap rahang atas
yang berlawanan dengan gigi asli rahang bawah atau dengan gigi tiruan sebagian rahang bawah
sering menghadapi masalah fraktur garis tengah pada gigi tiruan rahang atas mereka [7,8].
Beberapa faktor yang menyebabkan fraktur garis tengah yaitu kelelahan fleksural akibat
deformasi siklik dan faktor-faktor yang memperburuk deformasi dari landasan gigi tiruan atau
perubahan dari distribusi tekanan yang dapat menyebabkan gigi tiruan mengalami fraktur [1-3].
Faktor-faktor lain yang membentuk area distribusi tekanan seperti notch frenal yang besar [8],
gigi tiruan dengan flanges tipis atau yang kurang sesuai, gigi tiruan yang kurang pas atau
kurangnya rasa nyaman yang memadai, gigi tiruan dengan oklusi mengganjal atau terkunci telah

diimplikasikan. Desain klinis gigi tiruan sebelumnya yang buruk telah diperbaiki [5], teknik
laboratorium yang buruk, penggunaan gigi porselen, peningkatan konsentrasi tegangan pada
gigi / landasan gigi tiruan, kekuatan pengunyahan yang berat atau tidak rata, oklusi tidak
seimbang, kebiasaan pasien yang terkait [6- 9], diastema dan torus maksilaris adalah penyebab
umum fraktur garis tengah gigi tiruan rahang atas [13-14].
Semua upaya untuk mengatasi fraktur garis tengah pada gigi tiruan lengkap rahang atas yang
berlawanan dengan gigi asli rahang bawah dengan mengimprovisasi teknik dan meningkatkan
bahan tidak memberikan hasil yang diperlukan [15]. Teknik injeksi moulding dikembangkan
untuk mengatasi masalah ini [10]. Meskipun teknologi ini telah digunakan sejak 1954, namun
baru menjadi populer baru-baru ini. Pada awalnya dikembangkan sebagai fluoropolymer (plastik
tipe Teflon) pada tahun 1962. Asetal diperkenalkan pada tahun 1971. Bahan yang digunakan
dalam praktek kontemporer adalah plastik - poliamida berbasis nilon. Bahan ini kuat, lebih
fleksibel daripada akrilik dan dengan demikian dapat digunakan sebagai alternatif [11,12].
Dalam penelitian ini, hanya 2 kasus (3,44%) yang melaporkan fraktur garis tengah yang sugestif
akan keberhasilan terapi yang sangat baik. Semua pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini
menggunakan gigi tiruan rahang atas lengkap metil metakrilat. Karena kami menyediakan gigi
tiruan rahang atas yang fleksibel, penelitian ini dapat dianggap sebagai studi kasus kontrol.
Parvizi dkk [16] membandingkan akurasi dimensi antara bahan basis gigi tiruan yang dibentuk
injeksi dengan poli metil metakrilat. Mereka berpendapat bahwa bahan basis gigi tiruan yang
dibentuk injeksi lebih unggul dalam akurasi. Kami juga telah mengamati hal yang sama dalam
penelitian kami. Dalam kasus undercut yang berat bahan ini telah terbukti sangat memuaskan.
Dalam penelitian kami, jumlah pasien yang secara statistik signifikan (p <0,05) melaporkan
estetika yang buruk. Pasien melaporkan pemudaran warna landasan gigi tiruan secara bertahap
selama 12-24 bulan. Penelitian lebih lanjut dan perbaikan bahan diperlukan untuk mengatasi
kelemahan ini. Kelemahan utama lain yang diamati adalah debonding gigi dari landasan gigi
tiruan. Bahan dasar poliamida gigi tiruan memiliki sifat unik dimana ini tidak mengikat secara
kimia dengan salah satu resin akrilik / porselen, sehingga ikatan mekanik adalah satu-satunya
cara untuk digunakan dalam bahan landasam gigi tiruan poliamida. Ketinggian yang cukup dari
gigi yang dipilih untuk ini, harus ada. Undercut mekanik (diatorik) dibuat pada pusat setiap gigi
dan cairan poliamida yang meleleh bisa mengalir ke undercut sehingga mampu mempertahankan

gigi pada gigi tiruan [11,12]. Pasien dengan dimensi vertikal yang kurang dan panjang mahkota
yang kecil merupakan kasus yang tidak layak untuk gigi tiruan yang fleksibel. Modifikasi dalam
desain gigi dapat dieksplorasi untuk mengatasi masalah ini. Masalah lain yang dihadapi dengan
bahan adalah bahwa tidak ada perbaikan atau pelapisan ulang yang layak. Gigi tiruan fleksibel
ditemukan baik untuk jaringan lunak yang mendasarinya. Tidak ada sakit pada mulut karena gigi
tiruan dan tingkat kenyamanan yang lebih baik disebabkan oleh modulus elastisitas yang rendah
[12,16]. Pasien kami juga melaporkan retensi dan stabilitas yang lebih baik pada gigi tiruan
fleksibel karena modulus elastisitas yang rendah dari bahan ini. Kami menyimpulkan bahwa
bahan gigi tiruan yang dibentuk injeksi Lucitone fleksibel adalah alternatif yang menjanjikan dan
membutuhkan uji multi-centric yang lebih besar dengan waktu tindak lanjut jangka panjang
untuk menarik kesimpulan yang kongkret.