Anda di halaman 1dari 3

Apakah Draft Kapal Itu ?

Kunci dalam perhitungan Draft Survey adalah Pembacaan Draft Kapal.


Apakah Draft Kapal itu?
Draft Kapal adalah suatu seri angka-angka yang diterakan atau dilekatkan
(bisa dilas/welding atau hanya dicat saja) di lambung kapal sebelah kanan
dan kiri pada bagian depan atau haluan, dibagian tengah atau midship dan
dibagian belakang atau buritan, dimana angka-angka tersebut menunjukan
kedalaman bagian kapal yang masuk ke dalam air laut atau sungai.
Zaman dahulu draft kapal menggunakan sistem peneraan imperial dengan
satuan inchi dan angka romawi, namun saat ini telah disepakati berlakunya
Metric System dengan peneraan angka latin.
Dengan draft kapal yang diterakan dalam satuan metric, draft mark diterakan
dengan satuan cm (centi meter), setiap angka draft mark berseling jarak 20
cm dengan tinggi tiap-tiap angka 10 cm dan tebal angka biasanya 2 cm dan
satuan berat total muatannya dalam Metric Tons, gambar dibawah adalah
contoh draft mark kapal tersebut;

Untuk anda ketahui juga dalam satuan imperial, draft mark diterkan dalam
satuan feet atau inchi, dengan tinggi angak 6 dan lebar garis 1, seperti
gambar dibawah ini:

Cara perhitungan Draft Survey sering juga disebut metode perhitungan tidak
langsung karena kita tidak dapat langsung mengetahui hasilnya sebab harus
melalui beragam koreksi dengan perhitungan-perhitungan yg cukup rumit.
Urutan pekerjaan draft survey adalah sebagai berikut :
1. Membaca Draft Kapal
2. Mengambil Berat Jenis air (Density Air) dimana kapal mengapung
3. Menghitung deductible weight, berat barang-barang di atas kapal
selain muatan.
4. Membaca table dan data kapal yg diperlukan dalam perhitungan ini.
5. Menghitung Draft Survey atau Draught Survey itu sendiri.
Dalam tahapan-tahapan pekerjaan tersebut diatas harus juga diperhatikan
factor-faktor yg dapat menyebabkan perhitungan draft survey menjadi tidak
akurat, diantara;

1. Faktor Cuaca, termasuk tinggi alur dan ombak diperairan tersebut.


2. Usia Kapal
3. Human

Error,

menjadi

faktor

paling

dominan

dalam kesalahan

perhitungan.
4. Kerjasama

dengan

crew

kapal

juga

menentukan

keakuratan

perhitungan.

5. Mempelajari dokumen kapal yg dipakai dalam perhitungan dan


dapatkan informasi terkini tentang kondisi kapal tersebut, seperti
Bibliography book, atau hydrostatic table dan sounding table/tank
capacity curve.

6. Dalam melakukan pengukuran cairan-cairan lain yang ada diatas kapal


seperti fresh water, Ballast water, Fuel oil, diesel oil, Lub. oil, Hydrolic
oil dan lainnya harus akurat.

7. Pastikan mengukur density air perairan dan ballast serta Density dengan teliti
dan alat yg terkalibrasi, untuk density bahan bakar bias berdasarkan
informasi dari tanda pengisian terakhir kali kapal tersebut.

8. dan hal-hal non teknis