Anda di halaman 1dari 50

ACCEPTANCE SAMPLING

Pendahuluan.

Sampling penerimaan adalah


penerimaan berdasarkan penarikan
sampel. Tujuannya untuk membuat
keputusan mengenai suatu lot atau proses
didasarkan atas pemerikasaan sampel,
apakah lot itu diterima atau ditolak

Sampling penerimaan didasarkan pada


perencanaan sistematis yang menentukan
bagaimana penarikan sampel untuk suatu
produk dan bagaimana data sampling
digunakan dalam rangka mempertahankan
kualitas sampai pada tingkat yang diharapkan .
2

Sampling penerimaan dapat juga digunakan


untuk memonitor kualitas dari bahan dan
komponen yang masuk atau untuk situasi
lain yang memerlukan pertimbangan untuk
memutuskan menerima ataukah menolak
pengiriman dalam jumlah besar dari suatu
item tertentu.

Sampling penerimaan perlu dilakukan suatu


rencana atas sampling penerimaan dimaksud
dengan tujuan untuk menghemat waktu dan
biaya yang dibutuhkan dalam rangka
pemeriksaan yang dilakukan secara manual

Kondisi umum penggunaan Sampling


Penerimaan dalam Pengendalian
Kualitas
1.

2.

3.

4.

5.

Apabila pemerikasaan atau pengujian yang


dilakukan pada produk bersifat merusak
Apabila pemeriksaan 100% tidak mungkin
dilakukan (alasan teknik atau ekonomis)
Apabila terdapat banyak item yang serupa
atau produk yang sama untuk diperiksa
Apabila biaya pengujian secara menyeluruh
akan lebih mahal daripada harga bahan
baku, dan
Informasi tentang produk tidak ada

Keuntungan digunakannya
Sampling Penerimaan
1.

2.
3.
4.
5.
6.

Lebih ekonomis (waktu dan biaya) dalam arti


pemeriksaan yang dilakukan sedikit daripada
100% inspection
Mengurangi jumlah kesalahan selama
pemeriksaan dilakukan
Petugas pemeriksan yang diperlukan tidak
banyak
Peningkatan kemampuan petugas pemeriksa dari
pemeriksaan piece-by-piece ke lot-by-lot
Sangat cocok bagi pemeriksaan yang sifatnya
merusak
Penolakan terhadap lot tidak hanya berarti
mengembalikan barang yang cacat, akan tetapi
memberikan motivasi yang kuat untuk perbaikan
5

Kerugian digunakannya
Sampling Penerimaan
1.

2.

3.

Ada risiko dalam penerimaan produk


dari kualitas lot rendah dan penolakan
dari kualitas lot baik
Memerlukan waktu dan usaha yang
lama untuk kepentingan perencanaan
dan dokumentasi, serta
Sampel biasanya memberikan lebih
sedikit informasi dibandingkan
pemeriksaan 100%
6

Jenis Rencana Sampling


1.

2.

3.

4.

Rencana Sampling Tungal


(single Sampling Plan)
Rencana Sampling Ganda
(double Sampling Plan)
Rencana Sampling Berganda
(Multiple Sampling Plan), dan
Rencana Sampling sekuensial/beruntun
(sequential Sampling Plan)
7

Syarat yang harus diperhatikan


dalam menggunakan Sampling
Penerimaan
1.
2.

3.
4.

Memilih sampel yang tepat,


Definisi yang tegas mengenai kriteria
cacat atau tidak cacat bagi suatu
karakteristik kualitas tertentu,
Pemeriksaan/inspeksi yang baik, dan
Kriteria yang jelas mengenai
penerimaan atau penolakan atas
suatu lot.
8

Rencana Sampling Tunggal


1.
2.

3.

4.
5.

Ambil n buah sampel, selanjutnya periksa


Hitung banyaknya produk cacat dari n
buah sampel
Banyaknya cacat dalam sampel berukuran
n adalah d
Jika d < c atau d< r maka lot diterima
Jika d > c atau d > r, maka lot ditolak

Dimana :
c = angka penerimaan ( jumlah maks. cacat yang diijinkan ada
dlm sampel)
r = angka penolakan (batas awal suatu lot akan
ditolak)

Notasi dalam Sampling


Penerimaan
Terdapat
bebeapa notasi yang lazim dipergunakan dalam teknik

sampling penerimaan, yaitu sbb :


N = ukuran lot
n = ukuran sampel
D = jumlah produk cacat dalam lot
d = jumlah produk cacat dalam sampel
Re atau r = angka penerimaan ( batas awal suatu lot akan ditolak )
Ac atau c = angka penerimaan (jumlah maksimum cacat yang diijinkan
ada dalam sampel)
p atau po = proporsi cacat
Pa = peluang penerimaan
= risiko produsen
= risiko konsumen
n1 = ukuran sampel pada penarikan pertama
n2 = ukuran sampel pada penarikan kedua
c1 = maksimum banyaknya unit cacat pada sampel pertama agar lot
diterima
c2 = maksimum banyaknya unit cacat pada sampel pertama dan kedua
agar lot diterima
10

Kurva Operation Charateristic

Kurva Operation Characteristic (OC)


digambarkan sebagai grafik yang menyatakan
hubungan antara peluang penerimaan P a
(sebagai absis atau sumbu y) dengan persen
cacat lot (sebagai ordinat atau sumbu x).
Besarnya peluang Pa dihitung dengan
menggunakan distribusi poisson yaitu :
c

Pa(c) =

i=0

(np0)i

-np0

, atau

Pa(c) = P(0) + P(1) + + P(c) = P<c


Nilai Pa untuk berbagai nilai c dan np0 telah disusun
dalam tabel distribusi poisson (tabel lampiran 3)

11

Kurva Operation Charateristic

Kurva OC digunakan untuk :


- Memilih Rencana Sampling
- Mengevaluasi Rencana Sampling
Kriteria dari Rencana Sampling yang
baik adalah rencana sampling yang
memberikan nilai peluang
penerimaan (Acceptance Probabilitas)
Pa yang lebih tinggi/besar
12

Contoh : (tanpa kurva OC)

Suatu rencana sampling tunggal


dinyatakan dengan ukuran lot sebagai
N=9000, ukuran sampel dengan n=300
dan angka penerimaan c=2.
Artinya :
Dari lot berukuran 9000 unit memiliki 300
unit diantaranya yang harus diperiksa.
Apabila dari pemeriksaan tersebut
banyaknya cacat (d) paling banyak 2 unit,
maka lot diterima. Sebaliknya apabila dari
pemeriksaan atas sampel diperoleh
sedikitnya 3 unit cacat, maka lot ditolak.
13

Contoh :

Diketahui ukuran lot (N)=10.000 dan P (persen


defective)=1%. Rencana sampling mempunyai
ukuran sampel (n)=100 dan bilangan
penerimaan (c)=1. Hitunglah probabilitas
penerimaan RS tersebut.
Jawab :
Nilai Pa untuk berbagai
Pa = (np0=100x1% ; c=1) nilai c dan np0 telah
disusun dalam tabel
= 0,736 ~ 73,6%
distribusi poisson (tabel
Artinya :
lampiran 3)
Jika 100 lot yang diperiksa dengan RS
(n=100;c=1), maka lot yang diterima sebanyak
100x73,6%=73,6 lot ~ 74 lot dan yang ditolak
100-74 = 26 lot
14

Tabel Distribusi Poisson

15

Contoh : (dengan kurva OC)

Buat kurva OC bagi rencana


sampling tunggal dengan N=3000,
n=89 dan c=2, dengan asumsi lot
dari produk yang diamati bersifat
infinite dan rencana sampling
dapat dihampiri dengan distribusi
poisson untuk menentukan
peluang penerimaan suatu lot
16

Untuk membuat kurva OC bagi persoalan di atas,


dengan nilai P0 diasumsikan, maka dapat disusun
seperti ditunjukkan pada tabel dibawah ini.
Tabel Peluang penerimaan bagi
Rencana Sampling Tunggal dengan
n=89 dan c=2

P0

100P

np0

Pa

89

0,9

0,938
0,731
0,494
0,302
0,174
0,106*

N=300
0 n=89
c=2

0,01

1,0

0,02

2,0

1,8

0,03

3,0

2,7

0,04

4,0

* Dengan interpolasi

0,05

5,0

89

3,6
4,5

0,055*

Kurva OC bagi Rencana Sampling


Tunggal
17

Rencana Sampling Ganda


1.

2.

3.

4.

5.

6.

Ambil sampel pertama berukuran n1, selanjutnya


periksa
Hitung banyaknya produk cacat dari n 1 buah
sampel yang diperiksa pada butir 1
Banyaknya cacat dalam sampel berukuran n 1
adalah d1
Jika d1 < c1 maka lot diterima atau jika d1 > r1 maka
lot ditolak
Sedangkan apabila harga d1 adalah c1<d1<r1, maka
harus dilakukan penarikan sampel ke kedua
Kriteria penerimaan/penolakan ditentukan dengan
a. Jika d1 + d2 < c2 , maka lot diterima, dan
b. Jika d1 + d2 > r2 , maka lot ditolak
18

Contoh : (tanpa kurva OC)

Dari rencana sampling ganda dengan


N=9000,n1=60,c1=1,r1=5,n2=150, c2=6 dan r2=7; maka
salah satu keputusan yang mungkin terjadi adalah:

1. Jika dari pemeriksaan n1, diperoleh cacat (d1) sebanyak 0


atau 1 unit cacat, maka lot diterima
2. Jika diperoleh d1 sebanyak 5 unit atau lebih maka lot
ditolak
3. Jika d1 bernilai 2,3 dan 4, maka tidak dapat dibuat
keputusan dan teruskan ke pemerikasaan terhadap
sampel kedua (n2=150)
4. Jika jumlah cacat yang diperoleh dari n2 dinyatakan
dengan d2, maka keputusan atas lot adalah :
a. Lot diterima jika d1 + d2 bernilai paling banyak 6 unit
19
(c2)

Contoh : (dengan kurva OC)


Diketahui RS 1 (n=100,c=0) dan RS 2 (n=200,c=1).
Buatlah kurva OC untuk P=1%,2%,4%.
Jawab :

Rencana Sampling 1

Rencana Sampling 2

P = 1%
P = 1%
Pa = (np0=100x1% ; c=0) =
Pa = (np0=200x1% ; c=1) =
0,368
P=2%
0,406
P=2%
Pa =
Pa =
(np0=100x2% ; c=0) = 0,135
(np0=200x2% ; c=1) = 0,092
P=4%
P=4%
Pa =
Pa =
(np0=100x4%
; c=0)
= 0,018
(np
; ac=1)
0,003
Kesimpulan
: Yang
dipilih adalah
RS
1 karena P
lebih=tinggi
0=200x4%
20

Kurva Operating Characteristic

(OC)

21

Contoh : (penggunaan diagram


pohon)

Diketahui RS1 (n=100, c=0) dan RS2 (n=100, c=3).


Dengan ukuran Lot 1000 dan persen defectivenya 1%.
Hitunglah probabilitas penerimaan dengan RS tsb?

Jawab :
Penyelesaian RS untuk DS menggunakan diagram pohon dengan
kriteria :
1. Jika d1 (jumlah rusak) < c1 (lot diterima)
2. Jika d1 (jumlah rusak > c1 (pemeriksaan dilanjutkan ke Sampling
ke 2)
3. Jika d1 + d2 (jumlah rusak) < c2 (lot diterima)
4. Jika d1 + d2 (jumlah rusak) > c2 (lot ditolak)

22

Diagram pohon untuk Sampling


Ganda
d1 = 0
d1 = 1

d2 = 0, 1, 2

d1 = 2

d2 = 0, 1

d1 = 3

d2 = 0

Sehingga nilai probabilitas untuk persoalan diatas


adalah :

Terima

Pa1

Terima

Pa2

Terima

Pa3

Terima

Pa4

23

Pa1 = (np = 100x1%; c=0)


= 0,368
Pa2 = [P(np=100x1%;c=1)-P(np=100x1%;c=0)]
[P(np=100
x1%;c=2)]
= (0,736-0,368)(0,920) = 0,33856
Pa3 = [P(np=100x1%;c=2)-P(np=100x1%;c=1)]
[P(np=100
x1%;c=1)]
= (0,920-0,736)(0,736) = 0,135424
Pa4 = [P(np=100x1%;c=3)-P(np=100x1%;c=2)]
[P(np=100
x1%;c=0)]
= (0,981-0,920)(0,368)
0,022448
Pa
DS = Pa total = Pa1 +=Pa
2 + Pa3 + Pa4
= 0,368 + 0,33856 + 0,135424 + 0,022448
= 0,8464432

24

PERBAIKAN SAMPLING
PENERIMAAN
1. Average Outgoing Quality (AOQ) dan
AOQL

Tujuan AOQ untuk memperbaiki penerimaan


rata-rata mutu keluaran, dimana nilai AOQ
selalu lebih rendah dari nilai p (persen
defective)
Apabila lot diterima, didalamnya mungkin
terdapat barang cacat, jika lot ditolak, barang
cacat yang ada diganti dengan barang baik
atau diperbaiki dengan pemeriksaan 100 %
dan selanjutnya barang tanpa cacat dikirim
ke konsumen.
Berapakah kualitas keluaran rata-rata lot hasil
pemeriksaan sampel diterima oleh
konsumen ?
25

1. Average Outgoing Quality (AOQ) dan


AOQL

Kualitas keluaran rata-rata disebut Average


Outgoing Quality (AOQ) dan besarnya
ditentukan dengan rumus :
AOQ = 100p0.Pa
dimana 100p0 = Fraction defective dalam %
Pa = Probabilitas penerimaan
Harga maksimum dari AOQ dinamakan taraf
kualitas keluaran rata-rata atau AOQL
Penggunaan AOQ atau AOQL didasarkan kepada
adanya kemungkinan pemeriksaan 100%
26

Contoh :
Diketahui rencana sampling dengan
n=100, c=1 dan p=3% maka AOQ ?
jawab :
Pa = P(np0 = 100 x 3%; c=1)
= 0,199
AOQ = (100 p0) x Pa
= 3 % (0,199)
= 0,597 %

27

Contoh :
Diketahui rencana sampling dengan
n=75, c=1 dan p=1% maka AOQ ?
jawab :
Pa = P(np0 = 75 x 1%; c=1)
= 0,827
AOQ = (100 p0) x Pa
= 1 % (0,827)
= 0,827 %

28

Berdasarkan Tabel peluang penerimaan untuk


rencana sampling dengan N=3000, n=89 dan
c=2 maka nilai AOQ dapat diperoleh dengan
rumus AOQ = 100p0.Pa
Tabel Peluang penerimaan bagi Rencana Sampling
Tunggal dengan N=3000, n=89 dan c=2

P0

100P0

0,01

1,0

0,02

2,0

0,03

3,0

0,04

4,0

0,05

5,0

n
89

6,0

0,9
1,8

89

2,7
3,6

89

* Nilai AOQ tertinggi

0,06

np0

4,5
5,3

Pa

AOQ

0,938
0,731
0,494
0,302
0,174
0,106
0,055
0,623

0,93
8
1,46
2
1,48
2
1,20
8
0,87
0
0,63

29

Dari data tabel peluang


penerimaan dapat
digambarkan kurva AOQ
guna mengevaluasi
Rencana Sampling

AOQL = 1,6 %
1,600

Kurva AOQ bagi Rencana Sampling


Tunggal dengan N=3000, n= 89 dan c=2
30

2. Average Total Inspection (ATI)

Rata-rata pemeriksaan total (Average Total


Inspection) menunjukkan jumlah pemeriksaan
rata-rata per lot termasuk pemeriksaan dan sortir
(pemeriksaan dan sortir 100% dari lot yang
ditolak)
Kurva ATI dapat memberikan informasi dari jumlah
yang diperiksa, apakah pemeriksaan penarikan
sampling berlangsung efektif atau tidak.
Kriteria yang menjadi RS yang baik adalah RS
yang memberikan nilai ATI yang lebih kecil/rendah
Besarnya ATI dinyatakan dengan rumus :
ATI = n + (N-n)(1-Pa)
31

Contoh :

Diketahui N=1000, RS1 (n=100,


c=0) dan RS2 (n=200, c=1)
dengan p masing-masing Rencana
Sampling = 1%, 2%, dan 4%
Hitung :
a. ATI untuk RS1 dan RS2?
b. Berdasarkan nilai ATI tentukan
RS
yang terbaik ?
32

Rencana Sampling 2

Jawab :
Rencana Sampling 1
P = 1%
ATI = 100 + (1000-100) (10,368)
= 668,8 ~ 669
P=2%
ATI = 100 + (1000-100) (10,135) = 878,5 ~ 878

P = 1%
ATI = 200 + (1000-200) (10,406) = 675,2 ~ 675
P=2%
ATI = 200 + (1000-200) (10,092) = 926,4 ~ 926
P=4%
ATI = 200 + (1000-200) (10,003) = 997,6 ~ 998

P=4%
ATI = 100 + (1000-100) (10,018) = 983,8 ~ 984
Kesimpulan : Yang dipilih adalah RS 1 karena nilai ATI
lebih kecil

33

3. Average Sample Number (ASN)

Rata-rata jumlah sampel atau Average


Sample Number digunakan untuk
membandingkan jumlah rata-rata yang
diperiksa per lot sebelum dicapai suatu
keputusan pada Rencana Sampling
Besarnya harga ASN tergantung pada p0,
RS Tunggal nilai ASN = n
RS Ganda nilai ASN = n1 + n2 (1 P1)
dimana P1 merupakan peluang keputusan
pada sampel pertama
34

Contoh : (Rencana Sampling


Tunggal)

Untuk nilai ASN pada Rencana


Sampling Tunggal,
jika diketahui Rencana Sampling
N = 1000 n=80 dan c=2, P=
1%,
maka ASN untuk RS
diatas = n = 80

35

Contoh : (Rencana Sampling Ganda)

Diketahui RS1 (n=50, c=0, r=3) dan RS2


(n=50, c=3, r=4) denga P= 1%, Hitunglah
ASN untuk RS diatas ? Jawab :

ASN
= n1 + n2 (1 P1)
P1 = Pa pada S1 + Pr pada S1
n1P0 = 50 x 1% = 0,5
P1 = (P0)1 + (P3 or more)
(P0)1 = P (np = 0,5 ; c=0) = 0,607
(P3 or more) = 1 (P2 or less)
(P2 or less) = P(P(np = 0,5 ; c=2) =
0,986 (P3 or more) = 1 (0,986) = 0,014
Pcombined = 0,607 + 0,014 =
0,621

ASN
= n1 + n2 (1
P 1)
= 50 + 50 ( 1
0,621 )
= 69

36

Quis
1.

2.

3.

4.

Sebuah perusahaan elektronik mengevaluasi sejumlah


komponen dengan menggunakan rencana sampling tunggal
N=1500, n=110 dan c=3. Gambarkan kurva OC dengan
menggunakan sekitar tujuh titik. Tentukan pula kurva AOQ dan
AOQL
Tentukan persamaan bagi kurva OC dari rencana sampling
ganda N=10.000, n1=200, c1=2, r1=6, n2=350, c2=6 dan r2=7.
Buatlah kurva OC dengan menggunakan sekitar lima titik.
Dalam prosedur pemeriksaan tunggal diketahui rencana
sampling tunggal n=65 dan c=2. Tentukan besarnya
pemeriksaan total rata-rata (ATI) dan gambarkan kurvanya
untuk persen defective 2%,4%,6%,8%,10% dan 12%
Sebuah perusahaan industri elektronik dalam kegiatan
pengendalian kualitasnya menerapkan rencana sampling
ganda sbb: n1=30,c1=0,r1=3,n2=30,c2=3 dan r2=7.
Hitunglah jumlah sampel rata-rata (ASN) untuk fraksi
defective 2%,4%,6%,8%,10% dan 12%. Gambarkan pula
kurva ASN-nya
37

MIL-STD-105D (Tabel ABC


Standar)

MIL-STD-105D merupakan tabel-tabel hasil


pengembangan untuk sampling
penerimaan dengan Indeks kualitas yang
yang digunakan adalah AQL yang
mempunyai rentang nilai dari 0,01 sampai
1000.
Tujuan penggunaan tabel MIL-STD-105D
adalah untuk menentukan Rencana
Sampling. Berapa ukuran sampel (n) ?
Berapa Bilangan penerimaan (Ac) ?
Berapa Bilangan penolakan (Re) ?
38

Penggunaan Tabel MIL-STD-105D


(sistem ABC-STD-105D)
Menetapkan Acceptable Quality Limit (AQL)
2.
Menetapkan ukuran lot
3.
Menetapkan jenis pemeriksaan (SS, DS atau MS)
4.
Menetapkan tingkat (GI/SI) dan taraf (level)
pemeriksaan
5.
Menentukan kondisi pemeriksaan (normal, ketat
atau longgar)
Dengan diketahunya ukuran lot dan taraf
pemeriksaan, maka dari tabel lampiran 5 dapat
diperoleh/ditentukan kode huruf yang digunakan.
1.

Setelah diperoleh kode huruf, AQL dan taraf


pemeriksaan, maka selanjutnya dapat ditetapkan
rencana samplingnya.

39

Contoh : (Single Sampling)


Sebuah bengkel suku cadang otomotif
mengirimkan hasil produknya kepada pemesan
dalam bentuk lot berukuran 2000 yg harus
menjalani pemeriksaan melalui ABC standar.
Jika pemeriksaan yang dilakukan menggunakan
taraf pemeriksaan GI-III dan AQL 0,65 . Maka
tentukanlah RS tunggal masing-masing untuk
cara pemeriksaan Normal, Ketat dan Longgar ?
Jawab :
Berdasarkan Tabel 9.1. untuk lot berukuran
N=2000 dan taraf pemeriksaan GI-III diperoleh
huruf ukuran sampel L , maka pada AQL =
0,65% diperoleh Rencana Sampling ?

40

Cara pemeriksaan Normal


Dengan menggunakan Tabel 9.2 (normal inspection),
maka RS nya adalah n=200, Ac=3 dan Re=4.
Artinya jika terdapat cacat < 3 lot diterima, cacat > 4
lot ditolak
Cara pemeriksaan Ketat
Dengan menggunakan Tabel 9.3 (tightened
inspection) , maka RS nya adalah n=200, Ac=2 dan
Re=3.
Artinya jika terdapat cacat < 2
lot diterima, cacat > 3 lot ditolak
Cara pemeriksaan Longgar
Dengan menggunakan Tabel 9.4 (reduced
inspection), maka RS nya adalah n=80, Ac=1 dan
Re=4.
Artinya jika terdapat cacat < 1
lot diterima, cacat > 4 lot ditolak. Jika ditemukan
cacat 2 dan 3, maka lot diterima dengan catatan cara
pemeriksaan harus berubah dari Longgar ke Normal
41

Latihan soal : (double Sampling)

Rencana pemeriksaan produk


dengan ukuran lot N=20.000, AQL
= 1,5% , taraf pemeriksaan I,
tetukan rencana sampling ganda
untuk cara pemeriksaan Normal,
Ketat dan Longgar.

42

Pergeseran cara pemeriksaan


pada sampling penerimaan

MIL-STD-105D adalah suatu metoda yang


didasarkan pada AQL, sebagai persen cacat
maksimum yang masih dapat dianggap memuaskan
sebagai harga rata-rata proses.
Dengan melihat keadaan AQL, sampling ini
merupakan sistem yang fleksibel karena dapat
dipilih cara sampling normal, ketat dan longgar.
Tingkat pemeriksaan pada prinsipnya dapat tidak
selalu tetap, melainkan dapat berubah sesuai
dengan keadaan kelas/barang cacat
Pergeseran pemeriksaan dimaksudkan agar kualitas
produk selalu diawasi sesuai dengan perilakunya,
sehingga jaminan kualitas produk pada saat proses
berlangsung dapat dipertanggung jawabkan.
43

1.

2.

3.

4.

Pergeseran Normal ke Ketat


Dilakukan jika ada 2 lot yang ditolak diantara 5
lot yang diperiksa secara berurutan.
Pergeseran Normal ke Longgar
10 lot terakhir yang diperiksa dengan
sampling
normal semuanya diterima
Dalam sampel dari 10 lot yang
diperiksa
secara
berurutan, jumlah
defective kurang atau sama
dengan angka
batas (limit number) pada tabel
lampiran 9
Pergeseran Ketat ke Normal
Dilakukan jika dari 5 lot berturut-turut dengan
sampling ketat semuanya diterima
Pergeseran dari Longgar ke Normal
Dilakukan jika 1 lot ditolak dengan sampling
longgar, dan jika jumlah cacat lebih kecil dari Re
tetapi lebih besar dari Ac
44

Rencana Sampling Dodge-Romig

Dodge-Romig merupakan tabel hasil


pengembangan pemeriksaan untuk
penerimaan produk lot-by-lot cara atribut.
Tabel Dodge-Romig didasarkan kepada dua
konsep yang telah ada sebelumnya yaitu LQL
dan AOQL, yang berlaku bagi SS dan DS.
Prinsip penggunaan tabel Dodge-Romig
adalah meminimumkan jumlah pemeriksaan
bagi prosedur pemeriksaan yang telah
ditentukan (terutama in house inspection)

45

1. Limiting Quality Level (LQL)

Tabel ini didasarkan pada peluang bahwa suatu lot


tertentu yang dimiliki persen cacat yang sama
dengan LQL akan diterima. Peluang tersebut
adalah risiko konsumen yang besarnya umum
ditetapkan sebesar 0,10.
Rencana sampling LQL memberikan jaminan
bahwa lot individu dengan bahan baku yang jelek
(kualitas rendah) jarang diterima.
Tabel Dodge-Romig LQL digunakan untuk SS dan
DS, dengan masing-masing LQL bernilai 0,5 ; 1,0 ;
2,0 ; 3,0 ; 4,0 ; 5,0 ; 7,0 dan 10,0. (total ada 16
Tabel). Tabel lampiran 10 merupakan Tabel DodgeRomig sampling tunggal dengan nilai LQL = 1,0%
46

2. Average Outgoing Quality


Limit (AOQL)

Rencana sampling berdasarkan konsep AOQL


dikembangkan untuk kebutuhan praktis dalam
situasi pabrik/industri tertentu. Apabila kualitas
lot yang dihasilkan relatif homogen, maka
penggunaan konsep LQL lebih tepat, sedangkan
jika tidak homogen maka konsep AOQL akan
lebih baik untuk digunakan.
Tabel Dodge-Romig AOQL digunakan untuk SS
dan DS, dengan masing-masing memiliki nilai
AOQL 0,1 ; 0,25 ; 0,5 ; 0,75 ; 1,0 ; 1,5 ; 2,0 ; 2,5 ;
3,0 ; 4,0 ; 5,0 ; 7,0 dan 10,0. (total ada 26 Tabel).
Tabel lampiran 11 merupakan Tabel DodgeRomig sampling tunggal dengan nilai AOQL =
3,0%
47

Contoh :

Tentukan rencana sampling tunggal


pada LQL=1,0% apabila diketahui
ukuran lot N=1500 dan rata-rata
proses=0,25%.
Tentukan rencana sampling tunggal
pada AOQL=3% apabila diketahui
ukuran lot N=4400 dan rata-rata
proses=1,6%
48

selesai

49

QUIZ
1.

2.

3.

Tentukan rencana sampling berdasarkan risiko


produsen apabila diketahui, N= 1000, = 0,05 dan
AQL = 1,2 %, untuk nilai c = 1, 2 dan 6; Biaya inspeksi
= Rp. 200,-/unit, Biaya Warranty = Rp. 10.000,-/unit
Tentukan rencana sampling berdasarkan risiko
konsumen apabila diketahui, N= 1000 = 0,05 dan
LQL = 6,0 %, untuk nilai c = 1, 3 dan 7 ; Biaya
inspeksi = Rp. 200,-/unit, Biaya Warranty = Rp.
10.000,-/unit
Tentukan rencana sampling berdasarkan risiko
konsumen () dan risiko produsen () apabila
diketahui = 1,2% dan p1= AQL = 1,5 % ; = 8% &
LQL = 8% ; Biaya inspeksi = Rp. 100,-/unit, Biaya
Warranty = Rp. 5000,-/unit
50