Anda di halaman 1dari 44

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN

TEKNIK GALI KUNCI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI


SMA NEGERI 1 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Disusun sebagai bentuk pengembangan profesi guru

oleh:
PARTINEM, S.Pd..
Guru Bahasa Indonesia SMA 1 Purworejo

PURWOREJO 2009

PENGESAHAN

Karya tulis berjudulul Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik
Gali Kunci Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA Negeri 1 Purworejo Tahun
Pelajaran 2008/2009 telah disetujui dan disahkan pada
hari:
tanggal:
tempat:

Purworejo, April 2009


Kepala SMA Negeri1 Purworejo,

Dra.Budiastuti Sumaryanti, M.Pd


NIP 196010051987032006

ii

MOTO DAN PERSEMBAHAN


Moto:
Dengan puisi aku bernyanyi sampai senja umurku nanti,dengan puisi aku bercinta
hingga berbatas cakrawala.dengan puisi aku mengenang keabadian yang akan
datang,dengan puisi aku menangis jarum waktu bila tajam mengiris, dengan puisi
aku mengutuk nafas zaman yang busuk, dengan puisi aku berdoa perkenankanlah
kiranya
(Taufik Ismail, Tirani dan Benteng, 1983:62)
Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan
agama hidup menjadi terarah(Mukti Ali)
Inna sholati, wanusukhi, mamahyaya, wamamati, lilla hirobbil alamin

Saudara-saudara puisi adalah bau anyir keringat berjuta rakyat puisi adalah kehidupan
mereka yang alot dan berat adalah pikiran dan tenaga mereka yang sekarat, adalah
darah luka mereka yang muncrat
Saudara-saudara puisi bukan sejenis pakaian sore atau pakaian pesta yang terpampang
di kaca etalase hasil desainer-desainer kebudayaan.
Saudara-saudara setidaknya puisi bisa mengajari kita untuk berkata: TIDAK!
(Emha Ainun Najib, dari: Sesobek Buku Harian Indonesia, hlm.103-104)

Persembahan:
Karya sederhana ini penulis persembahkan untuk murid-murid tercinta, terima
kasih, kalian adalah ladang pembelajaran yang amat berharga

iii

KATA PENGANTAR
Tiada untaian kata yang lebih indah selain ucapan syukur ke hadirat
Allah SWT yang telah begitu banyak melimpahkan karunia, taufik, hidayah,
serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis sederhana
yang berjudul Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Teknik Gali
Kunci Siswa Kelas X Program Akselerasi SMA Negeri 1 Purworejo Tahun
Pelajaran 2008/2009.
Penulisan karya tulis dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Ibu Dra. Budiastuti Sumaryanti, M.Pd., Kepala SMA Negeri 1
Purworejo yang telah memberi kesempatan, peluang, bimbingan, dan
motivasi kepada penulis.
2. Ibu Tuti, Pak Poniran, selaku petugas perpustakaan yang selalu sabar
dan ramah melayani penulis untuk meminjam berbagai referensi.
3. Teman sejawat, Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Purworejo yang
selalu memberi warna dalam kehidupan.
4. Ibu Dra. Sri Sujarotun, sahabat dan kakakku yang selalu sabar dan
selalu memberikan motivasi.
Ucapan terima kasih yang tulus juga penulis sampaikan buat Mas Son,
suamiku terkasih atas kesabaran dan kebesaran jiwanya. Untuk Rara, Bima,
dan Naufal, anak-anakku tersayang yang memberi warna ceria dalam hidup.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini sungguh masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran senantiasa penulis harapkan.
Walaupun demikian, penulis tetap berharap semoga karya ini memberikan
manfaat.
Purworejo. April 2009
Partinem

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....................................................................................i
PENGESAHAN............................................................................................ii
MOTO DAN PERSEMBAHAN.................................................................iii
KATA PENGANTAR..................................................................................iv
DAFTAR ISI..................................................................................................v
ABSTRAK.....................................................................................................vi
BAB I
A.
B.
C.
D.

PENDAHULUAN
Latar Belakang...................................................................................1
Rumusan Masalah..............................................................................2
Tujuan..................................................................................................2
Manfaat................................................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS


A. Landasan Teori...................................................................................3
1. Apresiasi puisi..........................................................................3
2. Hakikat puisi............................................................................4
3. Teknik Gali Kunci...................................................................6
B. Kerangka Berpikir.............................................................................7
C. Hipotesis..............................................................................................8
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian.................................................................................9
B. Prosedur Penelitian............................................................................10
C. Subjek dan Objek pPenelitian...........................................................11
D. Teknik Pengumpulan Data................................................................12
E. Instrumen Penelitian..........................................................................13
F. Teknik Analisis Data..........................................................................13
G. Kriteria Keberhasilan........................................................................14
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Siklus I....................................................................15
B. Hasil Penelitian Siklus II...................................................................17
C. Pembahasan........................................................................................19
BAB V PENUTUP
A. Simpulan...............................................................................................20
B. Saran.....................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
v

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI


TEKNIK GALI KUNCI SISWA KELAS X PROGRAM AKSELERASI SMA 1
PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Oleh
Partinem, S.Pd.
ABSTRAK

Penelitian ini berlatar belakang dari kesulitan siswa untuk mengawali atau
mendapatkan ide awal menyusun puisi.Kesulitan mereka dilatarbelakangi oleh
anggapan bahwa puisi itu hanya milik para pengarang besar, bahasanya sulit
dipahami, dan tidak ilmiah.Menulis puisi merupakan tataran apresiasi
tertinggi.Materi puisi merupakan salah satu materi esensial dalam kurikulum bahasa
Indonesia SMA. Sangat disayangkan apabila materi penting ini tidak dipelajari secara
sungguh-sungguh. Di samping itu, masih banyaknya siswa yang beranggapan bahwa
puisi berdekatan dengan sifat cengeng, tidak bermanfaat, tidak ilmiah, sulit dipahami
dan membuang-buang waktu .Dari sinilah guru dituntut untuk mengubah pandangan
bahwa puisi itu dekat dengan kita, bermanfaat dan menyenangkan, dan tidak sulit
untuk dibuat.
Dari masalah tersebut di atas, penulis berupaya memberikan salah satu teknik
menulis puisi dengan teknik Gali Kunci.Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui efektivitas teknik Gali Kunci terhadap kemampuan siswa menulis puisi
dan untuk mengetahui adakah perubahan perilaku siswa dalam mengapresiasi
puisi.Data yang diperoleh merupakan data dari penelitian tindakan kelas yang diolah
secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari jurnal dan lembar
observasi serta wawancara,sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes menulis
puisi .Tes terdiri atas dua siklus. Dari pengolahan data diketahui terdapat peningkatan
nilai apresiasi siswa terhadap puisi.Demikian pula dari analisis jurnal wawancara, dan
observasi diketahui bahwa siswa mengalami perubahan cara pandang terhadap puisi .
Dapat disimpulkan bahwa teknik Gali Kunci meningkatkan apresiasi puisi siswa kelas
X Akselerasi SMA N 1 Purworejo tahun 2008/2009

vi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dan yang disempurnakan
menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran
bahasa Indonesia tercantum tiga bentuk karya sastra yang diajarkan kepada
siswa SMA yaitu bentuk lirik, epik, dan dramatik. Bentuk lirik berupa
puisi, epik berupa prosa, dan dramatik berupa karya drama. Ketiga bentuk
tersebut memiliki karakteristik yang berbeda namun memiliki kesamaan
unsur yang harus diperhatikan yaitu pemahaman, penghayatan, dan
pemamapran.
Dari ketiga bentuk karya sastra ini, penulis hanya mengkhususkan
pada bentuk puisi, Kompetensi dasar yang membahas puisi sesuai dengan
stantar kurikulum berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:
Kelas X, semester 1:

Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang


disampaikan secara langsung atau melalui rekaman(5.1)

Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara


langsung ataupun melalui rekaman(5.2)

Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan


rima(8.1)

Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan


rima(8.2)

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, ternyata sebagian besar


siswa mengalami kesulitan untuk memulai /mengawali menulis puisi. Mereka
beranggapan bahwa jika mereka memaksakan menulis puisi hasilnya tetap
tidak akan bagus seperti karya pengarang-pengarang yang sudah cukup
ternama. Siswa juga beranggapan bahwa karya puisinya tidak bermutu, tidak
seindah dan tak secanggih diksi pada puisi para sastrawan. Di samping hal
tersebut, ada pula siswa yang menganggap bahwa puisi itu sulit dipahami, tak

berguna, membuat orang menjadi sentimentil dan cengeng, tidak ilmiah dan
tidak menjamin masa depan.
Bahkan beberapa siswa masih menertawakan apabila ada siswa lain
membacakan puisi di depan kelas dengan ekspresi yang sungguh-sungguh.Selain
permasalahan tersebut, masih banyaknya guru bahasa Indonesia yang kurang
bersungguh-sungguh mendalami dan menyampaikan materi puisi kepada siswa.
Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya guru tidak kompeten
dalam bidang puisi, waktu antara sastra dan bahasa sangat terbatas, kurangnya
pelatihan untuk guru terkait dengan puisi, terbatasnya sarana dan prasarana yang
ada di sekolah.
Melihat masih kurang memuaskannya apresiasi puisi di kalangan siswa
akselerasi, penulis mencoba untuk menerapkan salah satu teknik yang merupakan
pengembangan dari bedah kata misteri yang merupakan model pembelajaran di
bidang bahasa khususnya dalam pengembangan wacana deskripsi.Penulis
berharap dengan menerapkan teknik yang bervariasi dalam proses belajar
mengajar, hasil yang akan diperoleh lebih optimal.Teknik yang penulis gunakan
penulis beri nama teknik gali kunci. Teknik ini berupa pemberian stimulus berupa
sebuah kata kunci yang harus dieksplorasi oleh siswa sesuai dengan pengalaman
dan pengetahuan yang dimiliki siswa. Dari eksplorasi kata yang terkumpul
barulah disusun menjadi sebuah puisi. Dengan kata lain teknik ini sebagai
pemantik awal agar siswa tidak kesulitan menemukan ide dalam menulis puisi.

B. Rumusan Masalah
1) Apakah teknik Gali Kunci dapat meningkatkan kemampuan siswa
menulis puisi sebagai apresiasi tingkat tertinggi?
2) Bagaimana perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran apresiasi
puisi dengan menggunakan teknik Gali Kunci?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan:
1) Mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa menulis puisi setelah
menggunakan teknik Gali Kunci

2) Mengetahui perubahan perilaku siswa dalam pembelajaran apresiasi


puisi dengan menggunakan teknik Gali Kunci
D. Manfaat
1) Bagi siswa hasil penelitian ini dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan
prestasi belajar khususnya dalam apresiasi puisi tingkat yang tertinggi yakni
menghasilkan karya puisi
2) Bagi guru hasil penelitian ini dapat dijadikan inspirasi bahwa guru selalu
dituntut untuk menciptakan pembelajarn yang kreatif, inovatif,
menyenangkan, dan bermakna
3) Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dengan selalu memberi peluang
kepada guru untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A.Landasan Teori
1. Apresiasi Puisi
Apresiasi berasal dari kata appreciate (bahasa Belanda), appreciation (bahasa
Inggris), yang berarti penghargaan, to appreciate berarti menghargai, apprehension
(bahasa Inggris), berarti pengertian, penghayatan, dan penghargaan. Dalam konteks
yang lebih luas istilah apresiasi menurut Gove (via Aminuddin, 1997: 34)
mengandung makna yaitu, (1) pengenalan melalui perasaan dan kepekaan batin, dan
(2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan
pengarang. Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan
menggauli cipta sastra secara sungguh- sungguh, sehingga tumbuh pengertian,
penghayatan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap
sastra
Apresiasi menurut kamus istilah sastra adalah penghargaan (terhadap karya
sastra) yang didasarkan pada pemahaman (Sudsjiman, 1990: 9). Lebih lanjut
diterangkan bahwa apresiasi merupakan jawaban seseorang yang sudah matang dan
sudah berkembang ke arah nilai dengan tepat, dan menjawabnya dengan hangat dan
simpatik. Seseorang yang telah memiliki apresiasi bukan sekedar yakin bahwa sesuatu
dikehendaki, tetapi benar-benar mengisyaratkan sesuatu dan menyam butnya dengan
sikap yang penuh kegairahan.
Pengertian apresiasi yang lain disampaikan oleh Squire dan Taba (Via
Aminuddin 1987: 34-37) bahwa sebagai suatu proses apresiasi melibatkan tiga unsur
inti, yaitu (1) aspek kognitif, (2) aspek emotif, (3) aspek evaluatif. Aspek kognitif
berkaitan dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Aspek emotif berkaitan dengan
unsur-unsur emosi dalam upaya menghayati unsur keindahan sastra yang dihadapi.
Aspek evaluatif berkaitan dengan penilaian baik buruk, indah tak indah, sesuai tidak
sesuai, dan sebagainya.
Kegiatan apresiasi sastra merupakan suatu proses. Pembinaan sastra di sekolah
merupakan proses menuju apresiasi yang sebenarnya. Proses apresiasi oleh
Wardani(via Sayuti 1994: 15-18) dibagi dalam empat tingkatan, yaitu tingkat

menggemari, menikmati, mereaksi, dan memproduksi. Tingkat menggemari ditandai


dengan adanya rasa tertarik pada buku-buku sastra serta adanya keinginan untuk
membacanya.Tingkat menikmati ditandai dengan adanya kemampuan menikmati
cipta sastra karena mulai tumbuh pengertian tentang sastra. Tingkat mereaksi
dimulai dengan adanya keinginan untuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra
yang dinikmati, sedangkan tingkat produksi ditandai dengan keikutsertaan pembaca
untuk menghasilkan karya sastra. Apresiasi seseorang dapat dikembangkan ke arah
tingkatan yang lebih tinggi. Pada tingkatan apresiasi awal keterlibatan emosi dan
imajinasi pada karya sastra masih sangat kuat, sedangkan pada perkembangan yang
lebih tinggi kemampuan intelektual dan penguasaan pengertian teknis lebih dominan.
Apresiasi puisi berkaitan dengan kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan
puisi, yaitu mendengar atau membaca puisi dengan penghayatan yang sungguhsungguh, menulis puisi, mendeklamasikan puisi, dan menulis resensi puisi. Kegiatan
ini menyebabkan sesorang memahami puisi secara mendalam ( dengan penuh
penghayatan) merasakan apa yang ditulis penyair, mampu menyerap nilai-nilai yang
terkandung di dalam puisi, dan menghargai puisi sebagai karya seni dengan keindahan
atau kelemahannya (Waluyo, 2005: 44).
Menurut Abdul Rozak Zaidan, apresiasi puisi dibatasi sebagi penghargaan atas
puisi sebagi hasil pengenalan, pemahaman, penafsiran, penghayatan, dan penikmatan
atas karya tersebut.yang didukung oleh kepekaan batin terhadap nilai-nlai yang
terkandung dalam puisi itu. Dalam batasan ini syarat untuk dapat mengapresiasi
adalah kepekaan batin terhadap nilai-nilai karya sastra sehingga seseorang (1)
mengenal,(2) memahami, (3) mampu menafsirkan, (4) menghayati, (5) dapat
menikmati.
Disick menyebutkan empat tingkatan apresiasi puisi, yaitu:
1). Tingkatan menggemari : keterlibatan batin belum kuat baru sering terlibat
dalam kegiatan yang berkaitan dengan puisi. Jika ada puisi ia akan senang
membaca, jika ada acara pembacaan puisi secara lansung atau berupa siaran
tunda, ia akan menyediakan waktu untuk menontonnya. Jika ada lomba
deklamai ia akan melihatnya

2). Tingkatan menikmati : keterlibatan batin pembaca terhadap puisi sudah


semakin mendalam. Pembaca akan ikut sedih terharu, dan bahagia, dsb. Ketika
membaca puisi. Pembaca atau pendengar pembacaan puisi mampu menikmati
keindahan yang ada dalam puisi itu secara kritis.
3). Tingkatan mereaksi: sikap kritis terhadap puisi lebih menonjol karena ia
telah mampu menafsirkan dengan saksama dan mampu menilai baik buruknya
sebuah puisi. Penafsir puisi mampu menyatakan keindahan puisi dan
menunjukkan di mana letak keindahan itu. Demikian juga jika ia menyatakan
kekurangan suatu puisi, ia akan mampu menunjukkan di mana letak
kekurangannya.
4). Tingkatan memproduksi : apresiator puisi mampu menghasilkan
(menulis), mengkritik, mendeklamasikan atau membuat resensi terhadap
sebuah puisi secara tertulis. Dengan kata lain, ada produk yang dihasilkan oleh
seseorang yang berkaitan dengan puisi.
2. Hakikat Puisi
Puisi adalah karya sastra yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama
dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).Kata-kata betulbetul dipilih agar memiliki kekuatan pengucapan. Walaupun singkat atau padat,
namun berkekuatan. Kata-kata yang digunakan berima dan memiliki makna konotatif
atau bergaya figuratif(Waluyo, 2005,1).
Ciri-ciri kebahasaan puisi adalah sebagai berikut:
Aspek Lahiriah Puisi
a).Pemadatan Bahasa
Bahasa dipadatkan agar berkekuatan gaib. Jika dibaca kata-kata
membentuk larik dan bait. Kata dan frasa memiliki makna yang lebih kuat
daripada kalimat biasa.
Contoh:
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
Cayamu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

b).Pemilihan Kata Khas


Kata-kata yang dipilih penyair dipertimbangkan betul dari berbagai aspek
dan efek pengucapannya. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan
kata (diksi) dalam puisi adalah sebagai berikut:
a) Makna Kias
b) Lambang
c) Persamaan bunyi atau rima
Contoh:
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku telah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
c).Kata Konkret
Penyair ingin menggambarkan sesuatu secara konkret. Oleh karena itu,
kata-kata diperkonkret. Bagi penyair mungkin dirasa lebih jelas, namun bagi
pembaca kadang sulit ditafsirkan maknanya.
Contoh:
Burung dara jantan yang nakal
Yang sejak dulu kau piara
Kini terbang dan telah menemu jodohnya
Ia telah meninggalkan kandang yang
Kaubuatkan
Dan tiada akan pulang
Buat selama-lamanya
d).Pengimajian
Penyair juga menciptakan pengimajian atau pencitraan dalam puisinya.
Pengimajian adalah kata atau susunan kata-kata yang dianggap dapat memperjelas
atau memperkonkret apa yang dinyatakan penyair. Melalui pengimajian, apa yang
digambarkan seolah-olah dapat dilihat(imaji visual), didengar(imajiauditif), atau
dirasa (imaji taktil).
Contoh:
Dengan ketam kupanen terus kesabaran hatimu
Cangkulku iman dan sajadahku lumpur yang kental
Langit yang menguji ibadahku meneteskan cahaya redup
........................................................................................

Mendekatlah padaku dan dengarkan kasidah ikan-ikan


Kini hatiku kolam yang menyimpan kemurnianMu
e).Irama (ritme)
Irama atau ritme berhubungan dengan pengulangan bunyi, kata, atau frasa,
dan kalimat. Dalam puisi lama irama berupa pengulangan yang teratur suatu baris
puisi yang menimbulkan gelombang yang menciptakan keindahan.Irama juga
berarti pergantian keras-lembut, tinggi-rendah, atau panjang pendek kata secara
berulang-ulang dengan tujuan menciptakan gelombang yang memperindah puisi.
Contoh:
Pagiki hilang/ sudah melayang
Hari mudaku/telah pergi
Kini petang/datang membayang
Batang usiaku/sudah tinggi

f).Tata Wajah (tipografi)


Dalam puisi mutakhir banyak ditulis puisi yang mementingkan tata wajah, bahkan
penyair berusaha menciptakan puisi seperti gambar. Puisi semacam ini sering
disebut puisi konkret karena tata wajahnya membentuk gambar yang mewakili
maksud tertentu.
Contoh:
Doktorandus Tikus I
Selusin toga
Me
Nga
Nga
Seratus tikus berkampus
Di atasnya
Dosen dijerat
Profesor diracun
Kucing
Kawin
Dan bunting
Dengan predikat
Sangat memuaskan

Aspek Batiniah Puisi


Di samping aspek di atas yang digolongkan sebagai aspek lahiriah, puisi
juga terbangun atas aspek batiniah puisi, yakni:
a) Tema
b) Nada dan suasana
c) Perasaan dalam puisi
d) Amanat puisi
Tema, merupakan subject matter/ gagasan pokok yang dikemukakan oleh penulis
puisi dalam karyanya. Tema yang dapat diangkat bisa ketuhanan,
kemanusiaan,patriotisme, cinta tanah air, cinta kasih antara pria dan wanita,
kerakyatan dan demokrasi,pendidikan dan budi pekerti, dll.
Nada dan suasana, nada mengungkapkansikap penyair terhadap pembaca, apakah
menasihati, mengejek, menyindir, mengagumi, atau membesarkan hati.
Perasaan, rasa benci, suka, bangga, kecewa, dsb. Yang diungkapkan penulis dalam
karyanya.
Amanat atau pesan , sesuatu yang disampaikan penulis kepada pembaca melalui
karyanya, yang sering disebut pula dengan istilah nilai. Menurut Kamus Istilah
Sastra Dunia, nilai karya sastra meliputi lima hal, yakni nilai hedonik, artistik,
kultural, etik-moral-religius, dan nilai praktis. Sedangkan menurut Prof. Dr.
Raminah Baribin, suatu karya sastra bernilai seni tinggi apabila di dalamnya
mengandung lima tingkatan pengalaman jiwa ( niveau), yakni niveau anorganis,
vegetatif, animal, human, dan religius/filosofis.
3.Teknik Gali Kunci
Berangkat dari hakikat puisi yang berupa pemadatan kata, bahkan kata
melahirkan berjuta makna, kata mempunyai otoritas yang juga tidak boleh terjajah
oleh pengguna kata-kata, penulis memberanikan diri menggunakan teknik
pembelajarn apresiasi puisi dengan cara menggali kata kunci. Kata kunci di sini
adalah kata-kata yang penulis pilih lalu siswa menggali kata-kata lain yang
berkaitan dengan kata kunci yang dimaksud. Kata kunci yang digunakan masih
tersembunyi dalam suatu aplop. Siswa dibentuk berkelompok. Setiap kelompok
mendapat satu amplop kata kunci. Dalam kelompok siswa menggali kata-kata
yang berkait

dengan kata kunci tersebut. Setelah setiap kelompok memaparkan hasil kerja
kelompoknya, secara perorangan mencoba untuk menyusun kata-kata yang telah
diperoleh dalam kelompok menjadi puisi utuh. Setelah selesai, setiap siswa
membacakan puisinya di depan kelas dan akan ditanggapi oleh siswa lain dan juga
guru.

B. Kerangka Berpikir
Puisi merupakan bentuk pengungkapan pikiran dan perasaan yang berupa
pemadatan kalimat menjadi kata. Puisi-puisi yang sering kita baca tentunya
berangkat dari kalimat yang panjang dan bahkan sebuah kisah, perjalanan hidup,
bahkan biografi , pengalaman hidup penulisnya yang dipadatkan menjadi katakata singkat yang bermakna dalam dan mempunyai kekuatan luar biasa. Jadi puisi
bukanlah sesuatu yang sulit untuk dibuat, teknik berpikir dapat kita ubah yakni
dari induktif menjadi deduktif. Dari sebuah kata terlahir berjuta makna. Dari hal
kecil, sepele, mengandung dan mengundang pesona luar biasa, berkekuatan
perkasa.Maka dari sebuah kata bisa terlahir berbagai macam tafsir makna
bergantung tingkat pengetahuan dan pemahaman kita.
D. Hipotesis
Teknik gali kunci dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi para siswa.
Dengan demikian, apresiasi puisi tingkatan tertinggi yakni mampu menghasilkan
produk puisi pun semakin meningkat.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini
bersifat kolaboratoris yang didasrakan pada permasalahan yang muncul dalam
kegiatan apresiasi puisi. Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk penelitian
refleksi dari kolektif yang dilakukan oleh peserta-peserta nya dalam situasi sosial
untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik pendidikan dan praktik sosial
mereka terhadap praktik-praktik itu dan situasi tempat dilakukannnya praktikpraktik tersebut ( Kemnis&Taggart via Madya, 2006:9).
OBA

RP

Siklus I

Gambar 1. Siklus Pembelajaran


Keterangan:
OBA

: Observasi Awal

: Perencanaan

: Tindakan

: Observasi

: Refleksi

RP

: Revisi Perencanaan

Siklus II

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas


Menurut Kemmis dan Taggart via Suyata (1994:16), penelitian tindakan
kelas mengenal empat langkah penting yaitu: perencanaan, tindakan,
implementasi tindakan, observasi, dan refleksi.
Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam
bentuk siklus. Dalam penelitian ini akan dilakukan dua siklus. Gambaran umum
penelitiannya adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Gambaran Umum Siklus Penelitian
Siklus
Siklus I

Tindakan
Pembelajaran apresiasi puisi, siswa

Instrumen
Lembar pengamatan

membaca beberapa puisi karya sastrawan


terkenal baik lokal maupun nasional secara
kelompok
Guru menyampaikan materi apresiasi puisi
melalui tayangan powerpoint, dilanjutkan

Catatan Lapangan

menulis puisi dengan teknik gali kata


kunci
Siswa berkelompok untuk menggali kata
kunci yang diterima, dilanjutkan menyusun

Lembar pengamatan

puisi secara perorangan


Siswa mempresentasikan hasil kerjanya

Siklus II

dengan cara membacakan hasil puisinya di

Lembar Penilaian

depan kelas

Catatan Lapangan

Pembelajaran apresiasi puisi dari aspek

Catatan Lapangan

yang belum dikuasai siswa


Bimbingan menulis puisi dengan menggali
kata kunci

Siswa menulis puisi dan membacakannya di

Lembar Penilaian

depan kelas
Guru dan siswa menanggapi puisi yang
dibuat dan yang dibacakan
B. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Program Akselerasi SMA 1
Purworejo.Program percepatan belajar atau akselerasi adalah pelayanan bagi
anak-anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa,dengan cara memberi
kesempatan kepada mereka untuk dapat menyelesaikan program reguler dalam
jangka waktu yang lebih singkat. Siswa yang memenuhi persyaratan untuk
program ini dikelompokkkan dalam satu kelas khusus. Adapun kurikulum yang
digunakan dalam program percepatan belajar ini adalah kurikulum nasional dan
muatan lokal, serta kurikulum berdiferensiasi.
Untuk materi pelajaran bahasa Indonesia antara kelas akselerasi dan kelas
reguler tidak berbeda. Yang membedakan kedua program tersebut adalah waktu
yang digunakan dalam setiap semesternya.
Objek dari penelitia ini adalah kemampuan apresiasi puisi khususnya
apresiasi tingkat tinggi, yakni menghasilkan produk berupa puisi.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, catatan lapangan,
penugasan , dan dokumentasi.
1. Pedoman pengamatan digunakan untuk mencatat hal-hal yang terjadi
pada saat dilakukan tindakan
2. Catatan lapangan digunakan untuk mencatat hal-hal yang terjadi pada
saat dilakukan tindakan
3. Penugasan digunakan untuk mengukur kemampuan apresiasi puisi

4. Dokumentasi diambil selama penelitian berlangsung, sekaligus sebagai


dokumentasi peneliti
E.Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini adalah lembar pengamatan, penugasan apresiasi {tes),
catatan lapangan dan dokumentasi
F.Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Burn (1999: 161-162) mengemukakan beberapa validitas dalam penelitian
tindakan kelas, yaitu validitas demokratik (democratic validity), validitas keluaran
( out camevalidity), validitas proses ( process validity), validitas katalik (catalytic
validity), dan validitas dialogik (dialogic validity). Adapaun yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. Validitas demokratik
validitas ini dilakukan dalam rangka identifikasi masalah, penentuan
fokus masalah, perencanaan tindakan yang relevan dan hal lainnya dari
awal hingga penelitian berakhir.
2. Validitas proses
validitas proses dicapai dengan cara peneliti dan kolaborator secara
intensif dan berkesinambungan berkolaborasi dalam semua kegiatan
yang terkait dengan proses penelitian.
Tingkat reliabilitas dalam penelitian ini didasarkan pada kontektual/sitiasional dan
terlokasi. Salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana data yang dikumpulkan
reliabel adalah dengan menyajikan data asli, seperti hasil pengamatan
pembelajaran dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan hasil pengisian
lembar penilaian.

H. Teknik Analisis Data


Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis tindakan proses
tindakan kelas dan hasil dari tindakan. Analisis tindakan dilakukan secara
kualitatif. Sementara itu, analisis hasil tindakan dikaukan secara kuantitatif.
Analisis proses tindakan (kualitatif) dilakukan dengan kolaborasi pada saat
refleksi yang didasarkan dari data yang terkumpul. Analisis hasil tindakan
(kuantitatif) dilakukan untuk menganalisis data yang berupa skor, yang
merupakan hasil penilaian kemampuan apresiasi puisi yalni kemampuan menulis
puisi. Dari setiap siklus diperoleh skor tiap-tiap siswa, yang kemudian dicari rataratnya. Dengan membandingkan rata-rata skor siklus I dan II dapat terlihat
peningkatan apresiasi puisi dari subjek penelitian.

I. Kriteria Keberhasilan
Indikator keberhasilan yang dipakai dalam penelitian ini adalah jika
kemampuan apresiasi puisi siswa meningkat dilihat dari segi proses dan hasil. Jika
dilihat dari segi hasil , kriteria keberhasilan dapat dilihat dari aspek :
1. Struktur fisik /lahiriahpuisi
a) Diksi
b) Pengimajian
c) Kata konkret
d) Bahasa figuratif
e) Versifikasi
f) Tipografi
2. Struktur psikis/batiniah puisi
a) tema
b) perasaan
c) nada suasana
d) amanat/pesan

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Hasil Penelitian Siklus I
Perencanaan dan persiapan untuk siklus yang pertama dua hari sebelum
tindakan dilakukan yaitu pada hari Senin, 5 Januari 2009. Pada saat itu peneliti dan
kolaborator yakni guru dalam Team Teching bahasa Indonesia SMA 1 Purworejo
mendiskusikan satuan acara pembelajaran dan materi yang terkait dengan apresiasi
puisi tingkatan yang paling tinggi yakni penulisan produk berupa karya puisi. Selain
itu juga dipersiapkan pedoman wawancara, lembar observasi, jurnal untuk guru dan
juga siswa, serta instrumen tes.
1.Hasil Nontes
Hasil nontes siklus satu mencakup hasil yang diperoleh dari wawancara,
observasi, dan jurnal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa
merasa lebih tertantang untuk menggali ide berdasarkan kata kunci yang
ditawarkan.Selanjutnya, dari 22 siswa diperoleh informasi bahwa teknik ini baru
pertama kali dilakukan. Walaupun begitu ada sebagian siswa yang masih merasa
bingung membedakan antara tema dan amanat, demikian pula aspek nada dan suasana
puisi. Dalam proses pembelajaran , berdasarkan pengamatan antara guru peneliti dan
kolaborator siswa nampak lebih aktif, ada kompetisi antarkelompok, Namun masih
terdapat beberapa siswa (3 orang) yang kurang antusias dalam kelompok.Sedangkan
yang lainnya sejumlah sembilan belas siswa tampak aktif dan serius mengerjakan
tugas.
Data jurnal menunjukkan bahwa strategi /teknik gali kata kunci ini disambut
baik oleh sebagian besar siswa yakni 19 orang menunjukkan reaksi positif. Dan
beberapa siswa juga menyatakan bahwa teknik ini sangat bagus digunakan karena
memberikan peluang kepada siswa untuk kreatif, dan berkompetisi untuk melahirkan
karya yang unik dan bernilai.

2.Hasil Tes
Setelah dilakukan tes kemampuan siswa dalam menulis puisi yang meliputi
aspek pembangun puisi yakni struktur lahir dan struktur batin, diperoleh data sebagai
berikut:
Tabel 2. Hasil Penilaian Aspek Lahiriah Puisi
No.

Kategori

Skor

Responden

Hasil Klasikal

1.

Baik sekali

84-100

Skor rata-rata 1630/22

2.

Baik

73-83

11

=74,09

3.

Cukup

62-72

Kategori: Baik

4.

Kurang

51-61

0 -50

5.

Kurang sekali

Jumlah

22

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui kemampuan siswa dalam menulis


puisi ditinjau dari struktur lahiriah yang meliputi pemadatan kata, diksi, kata konkret,
rima dan irama, dan tipografi adalah sebagai berikut:
Dari 22 siswa yang diteliti terdapat 3 siswa berkategori baik sekali yang
berarti 13,6 %, sedangkan kategori baik sebanyak 11 siswa atau sebesar 50 %. Untuk
kategori cukup sejumlah 5 siswa atau 22%, sedangkan kategori kurang sejumlah 3
siswa atau 13,6%. Dengan menerapkan cara perhitungan yang telah diuraikan pada
analisis data, diperoleh data skor rata-rata kemampuan menulis puisi ditinjau dari

struktur lahiriahnya sebesar 74,09. Jika skor maksimal 100, skor rata-rata siswa
sebesar 74,09 itu berarti berada pada kategori baik dan jika dipersentase mencapai
86%.
Tabel 3. Hasil Penilaian Aspek Batiniah Puisi
No.
1.

Kategori
Baik sekali

Skor
84-100

Responden
5

Hasil Klasikal
Nilai rata-rata

2.

Baik

73-83

10

1635/22=74,32

3.

Cukup

62-72

Kategori : Baik

4.

Kurang

51-61

5.

Kurang sekali

0 -50

Ditinjau dari aspek batiniah , kemampuan siswa yang berkategori baik sekali
sebanyak 5 siswa atau 22,27 %, sedangkan yang berada pada posisi baik sebanyak 10
siswa atau 45 %. Siswa yang berkategori cukup sebanyak 4 siswa atau 18% dan siswa
berkategori kurang sebanyak 3 siswa atau 13,6%.

B. Hasil Penelitian Siklus II

1. Hasil Nontes
Hasil observasi pada siklus II menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan
keseriusan siswa. Sebanyak 21 siswa menunjukkan keseriusan yang tinggi saat
mengikuti pembelajaran apresiasi puisi dengan teknik gali kata kunci. Jika pada siklus
satu gali kunci dilakukan dalam kelompok, pada siklus kedua gali kunci ditempuh
secara individu. Dari hasil wawancara dapat diinformasikan bahwasiswa yang semula
berautosugesti bahwa ia tidak berbakat dan tidak yakun bisa menulis puisi ternyata
lebih membuka diri dan ternyata memang mampu menulis puisi dengan bagus asal
mau berusaha dan berlatih secara terus-menerus. Kelambanan dalam menulis puisi
hanya dialami oleh satu siswa saja atau 4% saja.
Data jurnal menunjukkan bahwa pembelajaran apresiasi puisi khususnya
tingkatan apresiasi tertinggi dengan teknik gali kunci lebih mampu mengaktifkan
siswa dan lebih menarik bagi siswa terbukti dari 21 siswa atau 95% menunjukkan
reaksi positif terhadap terhadap penyampaian pembelajaran dengan teknik ini dan
menganggap bahwa teknik ini sangat tepat digunakan sebagai salah satu alternatif
cara mengembangkan ide dalam menulis puisi.
Tabel 4.Hasil Penilaian Aspek Lahiriah Puisi
No. Kategori
1.
Baik sekali

Skor
84-100

Responden
10

Hasil Klasikal
Skor rata-rata

2.

Baik

73-83

1770/22=80,45

3.

Cukup

62-72

Kategori : Baik

4.

Kurang

51-61

5.

Kurang sekali

0 -50

Kemampuan apresiasi puisi khususnya menulis puisi ditinjau dari aspek


lahiriah sebagaimana tercantum pada tabel di atas sejumlah 10 siswa atau 45%

mencapai kategori baik sekali, sedangkan 9 siswa atau40,9% berkategori baik. Hanya
3 orang yang berkategori cukup dan tak seorang pun berkategori kurang.Dengan skor
maksimal 100, jika skor rata-rata mencapai 80,45 berarti rata-rata siswa berkategori
baik dan jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa dalam menulis puisi ditinjau
dari aspek lahiriah adalah 100%.
Tabel 5. Hasil Penilaian Aspek Batiniah Puisi
No. Kategori
1.
Baik sekali

Skor
84-100

Responden
8

Hasil klasikal
Skor rata-rata

2.

Baik

73-83

11

1870/22=85

3.

Cukup

62-72

Kategori= Baik

4.

Kurang

51-61

sekali

5.

Kurang sekali

0 -50

Kemampuan siswa dalam menulis puisi ditinjau dari aspek batiniahnya adalah
siswa yang berkategori baik sekali sejumlah 8 siswa atau 36,36%, sedangkan yang
berkategori baik 11 siswa atau 50%. Siswa dalam kategori cukup sebanyak
5 siswa atau 22,72% dan tak seorang siswa pun menenpati kategori
kurang.Secara klasikal skor rata-rata mencapai 85 berada pada kategori baik sekali
yang jika dipersentase kemampuan rata-rata siswa menulis puisi ditinjau dari aspek
batiniahnya adalah 100%.
D. Pembahasan

Pembahasan akan meliputi hasil tes dan nontes yang telah diperoleh dari
penelitian pada siklus I dan siklus II. Hasil tes berupa nilai kemampuan menulis puisi
ditinjau dari aspek pembangun puisi, yakni aspek lahiriah dan batiniah puisi,
sedangkan hasil nontes berupa perilaku dan sikap siswa yang diperoleh melalui
observasi, wawancara, dan jurnal.Dari aspek lahiriah puisi, pada siklus pertama hanya
3 siswa yang mencapai kategori baik sekali, sedangkan pada siklus kedua 10 siswa
yang mampu mencapai kategosi baik sekali.Siswa yang berkategori baik pada siklus I
sebanyak 11 siswa menjadi 9 siswa pada siklus II. Untuk kategori cukup pada siklus I
sebanyak 5 siswa menjadi 3 orang pada siklus II. Kategori kurang pada siklus I
sebanyak 3 orang dan sama sekali tidak ada siswa yang berkategori kurang pada
siklus II.
Dari aspek batiniah puisi, pada siklus I terdapat 5 orang berkategori baik
sekali dan menjadi 8 orang pada siklus II. Katergori baik pada siklus pertama 10
siswa menjadi 11 siswa pada sikulus II. Kategori cukup 4 siswa pada siklus pertama
dan 5 siswa pada siklus II dan kategori kurang pada siklus I sebanyak 3 siswa menjadi
tak satu pun siswa yang berkategori kurang pada siklus II.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh sikap dan perilaku siswa pada siklus II yang
lebih serius dan siswa semakin merasa percaya diri bahwa setiap orang bisa menulis
puisi. Autosugesti positif juga mengurangi siswa yang agak kurang berminat pada
puisi. Dilihat dari kedua aspek yakni aspek lahiriah dan batiniah puisi, secara umum
mengalami peningkatan skor dari siklus I ke siklus II seperti tertuang pada tabel
berikut:

Tabel 6. Kemampuan Menulis Puisi pada Siklus I dan II


No.
1.

Siklus
Siklus I

Aspek Penilaian
Aspek Lahiriah Aspek Batiniah
74,09
74,32

Jumlah

Keterangan

Rata-rata
74,20

Yang

2.

Siklus II

80,45

85,00

82,72

bernilai
kurang
sebanyak 3
siswa dari
22 siswa,
yang berarti
13,6%
Yang
berniali
kurang tidak
ada, berarti
secara nyata
seluruh
siswa
tuntas.

Secara klasikal kemampuan siswa menyusun/menulis puisi baik dari aspek


lahiriah maupun batiniah pada siklus pertama mencapai nilai rata-rata 74,20. Pada
siklus kedua nilai rata-rata mencapai 82,72, berarti terjadi peningkatan sebesar 8,52
atau 8%.
Pada siklus pertama tuntas belajar secara klasikal sudah tercapai, namun yang
bernilai kurang ada tiga siswa, atau ketuntasan mencapai 86% secara klasikal, yang
belum tuntas 14 %.Pada siklus kedua seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar, tidak
terdapat siswa yang bernilai kurang. Dengan demikian pada siklus kedua tuntas 100%
Peningkatan nilai rata-rata dan pencapaian tuntas belajar klasikal sungguh
sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Teknik pembahasan hasil tulisan siswa secara
klasikal ternyata memberi motivasi yang cukup tinggi pada siswa. Para siswa lebih
antusias dan serius untuk menulis puisi dengan hasil yang maksimal, merasa
tulisannya diperhatikan, dan dihargai. Dengan kata lain siswa lebih senang jika hasil
karyanya dikomentari bahkan ditunjukkan perolehan nilainya. Teknik pembahasan

hasil tulisan siswa ini terbukti bisa memotivasi siswa yang semula acuh tak acuh dan
kurang sungguh-sungguh menjadi cukup serius dan kooperatif pada siklus
selanjutnya.

BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:

1. Teknik menulis puisi dengan teknik gali kunci dapat meningkatkan


kemampuan siswa dalam menulis puisi baru. Peningkatan itu diketahui dari
hasil pada siklus pertama sebesar 74,20 menjadi sebesar 82,72 pada siklus
kedua. Terjadi peningkatan sekitar 8,52%. Ditinjau dari ketuntasan belajar,
teknik ini juga dapat meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar. Pada
siklus pertama ketuntasan klasikal sebesar 86 %, sedangkan pada siklus kedua
ketuntasan klasikal mencapai 100%.
2. Melalui teknik gali kunci ini , bebagai perubahan sikap positif juga diperoleh
siswa. Para siswa lebih antusias, aktif, kreatif, serius, kooperatif, toleran,
percaya diri, termotivasi, dan tertantang untuk menghasilakan karya
terbaiknya.
3. Teknik gali kunci juga dapat membuat pembelajaran lebih menarik,
menyenangkan, tidak membosannkan dan yang lebih penting bermakna. Jadi
sastra yang seharusnya dulce at utile, sweet and usefull , indah sekaligus
bermakna dapat diwujudkan.
B.Saran
1. Untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi, guru dapat menerapkan
berbagai teknik, antara lain teknik gali kunci.Teknik ini dilakukan dengan cara
menggali kata sebanyak-banyaknya dari kata kunci yang dipilih.
2. Kemampuan menulis puisi merupakan kemampuan yang pemerolehannya
memerlukan pelatihan yang intensif dan selalu menanamkan sikap percaya diri
dengan pemberian motivasi dan penguatan positif.
3. Guru hendaknya selalu memberikan bimbingan dan selalu terbuka dalam
memberikan koreksi terhadap hasil karya siswa. Sebaiknya guru juga
senantiasa memberi contoh aktif menulis dengan prinsip belajar sepanjang
hayat (long life education).
Lampiran 1

Pedoman Wawancara

Nama
No. Absen
Kelas
Mata Pelajaran
Kompetensi Dasar
puisi baru
Standar Kompetensi
Hari/tanggal
Tahun Pelajaran

:
:
:
:
: Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui menulis

Pertanyaan

: Menulis puisi baru


:
:

1. Apakah selama Anda ini Anda berminat pada pemebelajaran


apresiasi puisi?
2. Bagaimana pendapat Anda tentang pembelajaran apresiasi puisi
yang telah diberikan guru Anda?
3. Kesulitan apakah yang Anda hadapi selama mengikuti
pembelajaran apresiasi puisi?
4. Apakah Anda merasa kesulitan saat mengawali untuk menulis
puisi?
5. Bagaimana pendapat Anda dengan teknik gali kunci pada
pembelajaran menulis puisi?
6. Apakah yang Anda harapkan terkait dengan pembelajarn menulis
puisi dengan teknik gali kunci?

Lampiran 2

Jurnal Siswa

Mata Pelajaran

Bahasa dan Sastra Indonesia

No Absen

Hari / Tanggal

Kelas

X / Akselerasi

Tahun Pelajaran

2008 /2009

1. Bagaimana perasaan Anda selama mengikuti pembelajaran menulis


puisi?
2. Apa kesulitan Anda alami dalam menulis puisi?
3. Bagaimana tanggapan Anda mengenai tekhnik gali kata kunci pada
pembelajaran menulis puisi?
4. Bagaimana kesan Anda terhadap gaya mengajar yang dilakukan oleh
guru Anda?
5. Saran apa yang dapat Anda berikan untuk pembelajaran menulis puisi
dengan teknik gali kata kunci?

Lampiran 3

Jurnal Guru
Pengampu

Sekolah

Kelas/Semester

Hari/Tanggal

No

Aspek

Keterangan
T

1
2
3
4

Keaktifan siswa selama pembelajaran


Respon siswa terhadap pembelajaran yang berlangsung
Keefektifan teknis Gali Kunci
Kerjasama siswa dalam kelompok

Keterangan:
T

: Tinggi

: Sedang

: Rendah

Lampiran 4

INSTRUMEN TES

Buatlah sebuah puisi utuh dengan memilih salah satu kata kunci yang
ditayangkan melalui LCD.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Tema yang jelas
2. Nada dan suasana
3. Mengandung amanat yang baik
4. Rima dan irama
5. Diksi yang tepat
6. Tipografi yang sesuai
7. Pengimajian
8. Kata konkret

Lampiran 5

INSTRUMEN DOKUMENTASI FOTO

Pengambilan dokumentasi dalam penelitian ini meliputi aktifitas-aktifitas


pembelajaran menulis puisi melalui teknik gali kata kunci ,antara lain :
a) Aktifitas awal pembelajaran
b) Aktifitas dalam kelompok
c) Aktifitas pembacaan puisi hasil kelompok
d) Aktifitas dalam kerja/tugas individu
e) Aktifitas pembacaan puisi karya pribadi
f) Diskusi untuk menanggapi hasil unjuk kerja berupa karya puisi

Lampiran 6

FORMAT PENILAIAN TES KETRAMPILAN MENULIS PUISI


NO

ASPEK PENILAIAN

KATEGORI

SB
1

Proses
a) Keaktifan siswa dalam bertanya /
menjawab
b) Keaktifan dalam proses menulis puisi
dalam kelompok
c) Keaktifan dalam proses menulis puisi
secara mandiri

Hasil
Aspek lahiriah puisi
Rima/irama
Diksi
Gaya bahasa
Tepografi
Aspek batiniah puisi
Tema
Amanat
Nada/suasana
Perasaan
Pemadatan bahasa kata konkret

KETERANGAN :
SB

SANGAT BAIK DENGAN SKOR 5

BAIK DENGAN SKOR 4

CUKUP DENGAN SKOR 3

KURANG DENGAN SKOR 2

SK

SANGAT KURANG DENGAN SKOR 1

Lampiran 7

Nilai Penilaian Menulis Puisi

SK

No

Aspek Penilaian

Rentang Nilai

Kriteria Penilaian
Menulis Puisi

I. a Pemadatan bahasa
b Pemilihan kata khas
c Kata konkret
d Pengimajinasian
e Irama/ritme & rima
f Tata wajah
II. a Tema
b Nada & suasana
c Perasaan dalam puisi
d Amanat
JUMLAH

Bobot

Nilai

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
20

10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
100

KETERANGAN :
1) SK
2) Kurang baik
3) Cukup baik
4) Baik
5) Sangat baik

Lampiran 8

Pedoman Penilaian Keterampilan Menulis Puisi


No
1
2
3

Kategori
Sangat Baik
Baik
Cukup

Rentang Nilai
84-100
73-83
62-72

4
5

Kurang
Sangat Kurang

51-61
0-50

Lampiran 9

Lembar Observasi
Mata Pelajaran
Hari / Tanggal
Kelas
Tahun Pelajaran

:
:
:
:

Bahasa Indonesia
Rabu
X Akselerasi

Berikan tanda cheek list (v) pada kolom lembar observasi berikut !
No
1

Aspek Pengamatan
1
2
3
4
5

Keterangan
6

10

Perilaku positif
1. Siswa memperhatikan dan
merespon dengan
antusias(bertanya, menanggapi
dan mencatat)

No
2
3
4
5
6

7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

Aspek Pengamatan

Keterangan
2. Siswa berpartisipasi secara
aktif dalam diskusi kelompok
3.Siswa merespon positif
(senang) terhadap teknik
pembelajaran yang digunakan
guru
4.Siswa aktif meenjawab dan
selalu bertanya apabila
menemukan kesulitan
5. Siswa menulis puisi dengan
sikap dan perilaku yang baik
Perilaku negatif
6. Siswa tidak memperhatikan
penjelasan guru dan melakukan
kegiatan yang tidak perlu
(bicara sendiri, mondar-mandir,
tiduran, dan membuat catatan
yang tidak penting)
7. Siswa kurang berpartisipasi
atau pasif dalam kegiatan
diskusi kelompok
8. Siswa merespon negatif (acuh
tak acuh,terhadap teknik
pembelajaran yang digunakan
guru)
9.Siswa pasif dan malas
bertanyamengenai materi
menulis puisi dengan teknik gali
kunci.
10. Siswa melakukan kegiatan
yang tidak perlu pada saat
mendapat tugas menggali kata
dari kata kunci yang diberikan
guru atau dipilihnya
(menyontek, tiduran, bercanda,
dsb.)

Lampiran 10

Rencana Pembelajaran pada Pelaksanaan PTK

RENCANA PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan :

SMA Negeri 1 Purworejo

Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia

Kelas/Semester

X/I

Alokasi Waktu

3 x 45

Pertemuan

ke-2

A.Standar kompetensi : 8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui


kegiatan menulis puisi

B.Kompetensi dasar :8.1 Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait,


irama, dan rima.
C.Indikator

:
1

mengidentifikasi puisi berdasarkan unsur batiniah


pengembangan puisi.

Mengidentifikasi puisi berdasarkan unsur lahiriah.

Menulis puisi dengan memperhatikan aspek lahiriah dan


batiniah puisi.

Menyunting puisi yang dibuat teman.

D.Tujuan:
1.Siswa dapat mengidentifikasi puisi berdasarkan aspek lahiriah puisi .
2.Siswa dapat mengidentifikasi puisi berdasarkan aspek batiniah puisi
3.Siswa dapat menulis puisi baru dengan memperhatikan aspek lahiriah dan
batiniah puisi.
4.Siswa dapat menyunting puisi buatan teman.

E.Materi Pokok
Aspek Pembangun Puisi
a). Struktur Lahiriah
5

Pemadatan bahasa

Pemilihan kata khas / diksi / majas

Kata konkret

Pengimajinasian/citraan

Rima dan irama

10 Tipografi
b). Struktur Batiniah
i. Tema
ii. Perasaan
iii. Nada dan suasana
iv. Amanat dan perasaan
F. Skenario Pembelajaran

No. Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
15
1.1 Guru memberikan salam, menanyakan
keadaan siswa dan mempresensi siswa
1.2 Guru mengatur kondisi kelas yang kondusif
untuk mempersiapkan materi
1.3 Guru menanyakan pembelajaran puisi pada
pertemuan sebelumnya, yakni tentang puisi
lama
1.4 Guru menyampaikan tujuan dan manfaat
pembelajaran menulis puisi pada hari itu
2.

3.

Kegiatan Inti
2.1Guru menyajikan contoh puisi dengan
menggunakan bantuan LCD
2.2 Guru meminta kepada salah satu siswa
untuk membacakan puisi secara nyaring
2.3Siswa dikelompokkan @ 4-5 orang untuk
mengidentifikasi puisi yang ditampilkan pada
layar LCD dan dalam bentuk kelompok diberi
lembar print-out(cetakannya).
2.4 Setiap kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya dan ditanggapi oleh kelompok lain
2.5 Siswa bersama guru menyimpulkan
karakteristik puisi yang baru dibahas
2.6 Guru kembali meyangkan materi puisi
dalam bentuk power point
2.7 Guru menayangkan beberapa kata kunci
dalam power point dan contoh
pengembangannya menjadi puisi berdasarkan
eksplorasi dari kata kunci
2.8 Siswa diminta untuk menggali kata kunci
yang diberikan oleh guru yang masih terdapat
di dalam amplop secara kelompok
2.9 Secara perorangan kata-kata yang telah
tergali dalam kelompok dikembangkan
menjadi puisi
2.10 Beberapa siswa diminta untuk
membacakan hasil karyanya dan dibahas
dalam diskusi kelas

100

Penutup
Guru bertanya kepada siswa apakah masih
menemui kendala dalam pembelajaran menulis
puisi
Guru bersama-sama siswa merefleksi hasil
pemebelajaran pada hari itu
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
pembelajarn pada hari itu
Guru memberikan penghargaan dan motivasi

20

Metode
Tanya jawab
Ceramah

Pemberian
ilustrasi
Pemodelan

Inkuiri
Diskusi

Tanya jawab
Ceramah

No. Kegiatan
Waktu
kepada siswa untuk terus belajar menulis puisi
Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
terima kasih atas perhatian dari para siswa dan
salam.

Metode

F. Media
1.White board
2. LCD
3. Power point
G. Sumber/ Bahan Ajar
1. Modul/LKS/Panduan Materi Bahasa Indonesia Kelas X
2. Materi Puisi pada lembaran power point
H. Penilaian
Bentuk : Penilaian Proses
Penilaian Unjuk kerja
Penilaian Proses
: dilakukan selama kegiatan pemebelajaran
berlangsung yang meliputi:
Keaktifan siswa dalam mendengarkan penjelasan dari guru
Keaktifan dalam bertanya /menjawab
Keaktifan dalam diskusi kelompok
Keaktifan dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas mandiri
Penilaian unjuk kerja
Penilaian unjuk kerja berupa hasil tulisan puisi yang dibuat berdasarkan kata
kunci tang tergali
J. Soal Tes
Pilihnya salah satu kata kunci, lalu kembangkanlah menjadi sebuah puisi
dengan memperhatikan aspek lahiriah dan batiniah puisi
Berikut daftar kata kuncinya
AKU

ASA

IBU

MARAH

TAKUT

KENANGAN

HITAM

BUMIKU
PERTEMUAN

AIR
RINDU

Mengetahui, Kepala Sekolah

Purworejo, Januari 2009


Guru Mata Pelajaran,

Dra. Budiastuti Sumaryanti, M.Pd.


NIP 196010051987032006

Partinem, S.Pd.
NIP 197004291997022002