Anda di halaman 1dari 40

E KO N O M I W I L AYA H

DIANA AYU S.

Kezia irene y.

3 61 1 1 0 0 0 0 3

3 61 3 1 0 0 0 5 3

Laksimta dwi h
3 61 3 1 0 0 0 69

Bella shintya
3 61 3 1 0 0 0 74

DEFINISI

METODE

LATAR BELAKANG

PERKEMBANGAN AWAL

ANALISIS

TEORI

TEORI

STRUCTURAL

MSA
DALAM

Kerangka
Perencanaan
Strategis
(Strategic Planning
Framework)

Daya Saing
Wilayah
(Regional
Competitiveness)

Mengidentifikasi dan
mengevaluasi faktor
yang berkontribusi dan
menjadi dasar dalam
daya saing ekonomi
wilayah

Mengidentifikasi peluang
pasar baru untuk
perkembangan ekonomi
wilayah dengan ikut
mempertimbangkan
perdagangan dan industri
lintas sektor yang potensial

Core Competencies ( Cc )

Strategic Infrastructure ( Is )

Penerapan spesifik /cara


unik pemanfaatan SDA,
teknologi, kemampuan,
infrastruktur, dll sebagai
keuntungan kompetitif

Endowed Recources
Keuntungan / modal yang
dimiliki oleh suatu wilayah
Physical Infrastructure
Infrastruktur yg
menfasilitasi priduksi,
transportasi, ekspor, atau
penambahan nilai sektor

Risk Management ( RM )
Elemen dari resiko, alam,
manusia, serta pasar yang
berdampak terhadap
kinerja ekonomi wilayah

Core Competencies dinilai berdasarkan dua


indeks yaitu
Daya Saing Sektor Industri
Industry Sector Competitiveness

Penerapan MSA untuk mengetahui perbandingan


kedua sektor sebanding dengan kriteria sama pada
dua wilayah berbeda

Kompetensi Wilayah Pusat


Regional Core Competence
Penerapan MSA untuk mengidentifikasi sektor ekonomi
wilayah yang sangat mendukung pertumbuhan dan
menentukan kondisi ekonomi di masa depan

Faktor yang digunakan


dalam menentukan kedua
indeks tersebut adalah:
Competitiveness Index
(IMD-WEF)

WEF mengembangkan
380 faktor yang
dikelompokkan ke dalam
8 kategori berikut.

Strategic Infrastructure dinilai berdasarkan dua


indeks yaitu

Daya Saing Infrastruktur Industri Strategis


Industry Strategic Infrastructure Competitiveness

Daya Saing Infrastruktur Faktor Strategis


Factor Strategic Infrastructure Competitiveness
Kedua indeks tersebut menunjukan elemen terkuat dari
strategic infrastructure yang mendukung pengembangan
wilayah.

Digunakan dalam management


wilayah dan pengambilan
keputusan investasi

Risk

.the chance of something


happening that will have an impact
on objectives. It is measured in
terms of a combination of the
consequences of an event and their
likelihood.
Sangat penting untuk
mengkategorisasikan sebuah resiko
untuk mengembangkan strategi
dalam manajemen resiko wilayah.

Terdapat tujuh kategori


resiko yaitu: economic risk,
production risk, governance
risk, environmental risk,
societal/socio risk,
technological risk,
behavioural risk.

Terdapat dua aspek


penting dalam risk
management yaitu
kemungkinan terjadi
(likelihood) dan
konsekuensi/dampa
k (consequences)

Ketujuh resiko tersebut


masing-masing memiliki
faktor yang berpotensi
berdampak terhadap
ekonomi wilayah.

Terdapat dua jenis strategi Risk Assesment Management, yaitu:


Exogenous Risk Management

Eksternal

Collective Hedging
Industry Production
Support
Regional
Information System
Network & Strategic
Alliance

Endogenous Risk Management


Internal

Clustering
Enhancing Local Partnership
and Network
Improving Consultation
Processes

STUDI

thank