Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Awal lahirnya mesin CNC (Computer Numerically Controlled) bermula dari

1952 yang dikembangkan oleh John Pearseon dari Institut Teknologi


Massachusetts, atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat. Semula proyek
tersebut diperuntukkan untuk membuat benda kerja khusus yang rumit.
Teknologi pengerjaan / proses permesinan mengalami perubahan seirama
adanya penemuan-penemuan baru yang kian pesat di era modern ini. Penemuanpenemuan baru tersebut merupakan jawaban dari tuntutan dunia industri akan
produk yang berkualitas meliputi kepresisian yang tinggi, bentuk benda kerja yang
kompleks serta kemampuan untuk menghasilkan produk secara massal. Salah satu
penemuan baru tersebut adalah Mesin Perkaka Milling CNC yang kini
penggunaan

dan

pemanfaatannya

semakin

diperlukan

untuk

memenuhi

permintaan akan produk yang memiliki kualitas tinggi.


Secara umum Mesin Perkakas Milling CNC layaknya Mesin Perkakas
Milling konvensional namun tugas operator telah banyak digantikan oleh
pengontrol otomatis. Sehingga jika terjadi kesalahan pemrograman dan proses
pemotongan telah dijalankan, maka benda kerja yang dihasilkan akan mengalami
kesalahan serta memungkinkan terjadinya kerusakan pada mesin perkakas. Oleh
karena itu telah dilakukan penelitian dan percobaan untuk mengatasi masalah
tersebut dengan pembuatan perangkat lunak untuk menggambarkan gerak
pemotongan Mesin Perkakas Milling CNC dengan memanfaatkan komputer
standar ( PC ).
Simulasi Mesin Perkakas Milling CNC mampu memperlihatkan gerak
pemotongan sesuai dengan bentuk benda kerja yang diinginkan dan ditampilkan
dalam suatu tampilan yang sederhana. Sehingga jika terjadi kesalahan bentuk
benda kerja, programer dapat melakukan koreksi terhadap kode pemrograman
tanpa merusak material benda kerja, karena koreksi kode dilakukan dalam
simulasi.

Saat ini mesin CNC

mempunyai hubungan yang sangat erat dengan

program CAD. Mesin-mesin CNC dibangun untuk menjawab tantangan di dunia


manufaktur modern. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin
hingga 1/100 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis
dan waktu permesinan yang cepat [1].

1.2

Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah:

1. Praktikan mampu mengetahui komponen atau bagian-bagian dari mesin


CNC.
2. Praktikan mampu mengetahui cara kerja mesin CNC.
3. Praktikan dapat membuat koding yang sesuai dengan benda kerja yang
akan diproses.
4. Praktikan dapat mengoperasikan sebuah mesin CNC TU-3A untuk pengerjaan
benda kerja.

1.3

Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan yang ada, maka dalam pembahasan ini

penulis merasa perlu melakukan pembatasan masalah pada beberapa hal sebagai
berikut:
1. Mesin yang digunakan adalah mesin CNC EMCO TU-3A.
2. Dilakukan di laboratorium CNC Teknik Mesin Universitas Diponegoro.
3. Pahat yang digunakan adalah pahat facing dan pahat drilling.
4. Benda kerja yang dibuat berdasar jobsheet yang sudah ada.

1.4

Metode Praktikum
Demi pencapaian tujuan praktikum di atas, laboratorium melakukan metode

praktikum tersendiri. Adapun metode-metode yang dilakukan selama kegiatan


praktikum adalah sebagai berikut :

1.4.1 Studi Pustaka


Dengan pembacaan literatur-literatur yang mengarah pada pembelajaran
mesin bubut EMCO TU 3A, salah satunya adalah MODUL PRAKTIKUM CNC
BUBUT EMCO TU 3A.
1.4.2 Pengenalan
Setelah memiliki gambaran tentang apa itu mesin CNC khususnya EMCO
TU 3A, praktikan (mahasiswa) dikenalkan terlebih dahulu tentang bagian-bagian
mesin, proses pengerjaan dari awal hingga akhir, juga yang paling penting
membuat program yang menggerakan mesin CNC itu sendiri.
1.4.3 Praktikum
Praktikan melakukan praktikum setelah proses pengenalan untuk diuji
apakah pengenalan yang dilakukan sudah berhasil dan program-program yang
telah dibuat berhasil untuk dijalankan.
1.4.4 Asistensi
Setelah praktikum, maka praktikan diharuskan untuk membuat laporan hasil
praktikum untuk menegaskan bahwa ilmu dan keterampilan yang diajarkan sudah
berhasil diterima. Selama proses pengerjaan laporan, praktikan harus melakukan
asistensi kepada asisten-asisten laboratorium untuk meminta koreski dan saran
tentang kekurangan tulisan yang dilakukan praktikan.
1.4.5 Analisa Hasil Praktikum
Setelah seluruh laporan selesai, yakni Laporan Praktikum CNC Bubut
EMCO TU-3A, akan dilakukan Analisa Hasil Praktikum yang akan menunjukan
kemampuan praktikan akan pemahaman praktikum CNC TU 3A yang telah
dijalani. Menyinggung beberapa komponen seperti pengertian, cara kerja,
kelebihan dan kekurangan, serta kesimpulan praktikan terhadap proses praktikum
ini.

1.5

Sistematika Penulisan
Kata Pengantar adalah sebuah halaman dimana penulis mengucapkan rasa

syukur dan terimakasih atas apapun yang terjadi dalam pembuatan laporan ini.
Daftar isi adalah halaman yang menjadi petunjuk isi pokok dalam sebuah laporan,

daftar isi ibarat sebuah peta yang menunjukan letak-letak bagian dalam laporan.
Nomenklatur adalah prosedur dan persyaratan yang berkaitan dengan penamaan
yang merupakan pembakuan kata atau frasa untuk sebuah objek tertentu.
Bab I adalah bab pendahuluan. Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan,
rumusan masalah, batasan masalah dari praktikum dan sistematika penulisan. Bab
II berisi tentang dasar teori. Pada bab ini akan dibahas mengenai dasar- dasar teori
dari spesifikasi mesin frais Emco TU3A, parameter proses permesinan,
pengertian dan

fungsi

pahat,

sistem acuan,

sistem permesinan,

kode

pemrograman, dan kode alarm yang ada di mesin frain TU-3A.


Bab III berisi tentang metodologi praktikum. Bab ini berisi alat dan bahan,
cara pengoperasian mesin frais Emco TU3A, diagram alur pengoperasian, cara
memasukan dan menjalankan program serta proses kerja mesin frais TU-3A. Pada
VI ini akan menerangkan hasil dan analisa dari benda kerja yang dibuat pada
praktikum ini. Selanjutnya bab V berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil
praktikum yang dilakukan. Daftar Pustaka adalah suatu daftar yang berisi semua
sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan laporan ini.
Lampiran adalah dokumen tambahan yang ditambahkan (dilampirkan) ke
dokumen utama. Lampiran dapat ditemukan dalam media internet maupun dalam
buku.