Anda di halaman 1dari 25

ANATOMI TULANG

MANUSIA

STIKES WIDYA NUSANTARA PALU


S1 KEPERAWATAN
ANGKATAN 2015/2016

KELOMPOK :

Siti Musyahidah
Rahmi
Sri Lestari
Nur Asyia

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan
manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.

palu, Oktober 2015

Penyusun

DAFTAR PUSTAKA

Kata pengantar.........................................................i
Daftar pustaka.........................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah1
1.3 Tujuan Penulisan..2
1.4 Sistematika Penulisan...2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA3
2.1 Tulang ..3
2.2 Kartilago...18
2.3 Ligamen19
2.4 Tendon..19
2.5 Fascia19
2.6 Bursa.20
BAB III PEMBAHASAN..21
3.1 Kesimpulan21
3.2 Saran..21
DAFTAR PUSTAKA.22

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seorang doktor ahli bedah yang berfungsi juga sebagai staf pengajar anatomi di
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan
dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang. Bertahun-tahun mendalami ilmu bedah dan
anatomi, akhirnya doktor tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang
kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama
dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.
Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan
seorang doktor sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206
ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa
kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd
Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu
tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu
tahun.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini adalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apa pengertian dari tulang?


Apa pengertian kartilago?
Apa pengertian ligamen?
Apa pengertian tendon?
Apa pengertian fascia?
Apa pengertian bursae?

1.3 Tujuan Penulisan


1

Tujuan penulisan makalah adalah


1.
2.
3.
4.
5.
6.

untuk mengetahui pengertian tulang.


Untuk mengetahui pengertian kartilago
Untuk mengetahui pengertian ligamen
Untuk mengetahui pengertian tendon
Untuk mengetahui pengertian fascia
Untuk mengetahui pengertian bursa

1.4 Sistematika Penulisan


BAB I PENDAHULUAN
1.5 Latar Belakang
1.6 Rumusan Masalah
1.7 Tujuan Penulisan
1.8 Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.7 Tulang
2.8 kartilago
2.9 ligamen
2.10 tendon
2.11 fascia
2.12 bursa
BAB III PEMBAHASAN
3.3 Kesimpulan
3.4 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAAN
2.1 Tulang

1. Pengertian
Tulang adalah jaringan yang paling keras diantara jaringan ikat lainnya yang terdiri
atas hampir 50 % air dan bagian padat, selebihnya terdiri dari bahan mineral terutama
calsium kurang lebih 67 % dan bahan seluler 33%.

2. Fungsi dari tulang adalah sebagai berikut :


1. Mendukung jaringan tubuh dan memberikan bentuk tubuh.
2. Melindungi organ tubuh (jantung, otak, paru-paru, dan jaringan lunak).
3. Memberikan pergerakan (otot berhubungan dengan kontraksi

dan

pergerakan).
4. Membentuk sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang (hematopoesis).
5. Menyimpan garam-garam mineral (kalsium, fosfor, magnesium dan fluor).

3. Struktur tulang
Tulang diselimuti di bagian luar oleh membran fibrus padat disebut periosteum.
Periosteum memberikan nutrisi pada tulang dan memungkinkan tumbuh, selain sebagai
tempat perlekatan tendon dan ligament. Periosteum mengandung saraf, pembuluh darah, dan
limfatik. Lapisan yang terdekat mengandung osteoblast . Dibagian dalamnya terdapat
endosteum yaitu membran vascular tipis yang menutupi rongga sumsum tulang panjang dan
rongga dalam tulang kanselus. Osteoklast terletak dekat endosteum dan dalam lacuna
howship (cekungan pada permukan tulang).
Sumsum tulang merupakan jaringan vascular dalam rongga sumsum (batang) tulang
panjang dan tulang pipih. Sumsum tulang merah terutama terletak di sternum, ilium, vetebra
dan rusuk pada orang dewasa, bertanggungjawab dalam produksi sel darah merah dan putih.
Pada orang dewasa tulang panjang terisi oleh sumsum lemak kuning. Jaringan tulang
mempunyai vaskularisasi yang baik. Tulang kanselus menerima asupan darah melalui
pembuluh metafis dan epifis. Pembuluh periosteum mengangkut darah ke tulang kompak
melalui kanal volkman. Selain itu terdapat arteri nutrient yang menembus periosteum dan
memasuki rongga meduler melalui foramina (lubang-lubang kecil). Arteri nutrient memasok
darah ke sumsum tulang, System vena ada yang keluar sendiri dan ada yang mengikuti arteri.

4. Tulang tersusun dari 3 jenis sel yaitu :


a. Osteoblas
Osteoblas berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matrik tulang. Matrik
tulang tersusun atas 98% kolagen dan 2% substansi dasar (glukosaminoglikan/ asam
polisakarida dan proteoglikan). Matrik tulang merupakan kerangka dimana garam garam
mineral ditimbun terutama calsium, fluor, magnesium dan phosphor.
b. Osteosit
Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai pemeliharaan fungsi tulang dan
terletak pada osteon (unit matrik tulang). Osteon yaitu unit fungsional mikroskopik tulang
dewasa yang di tengahnya terdapat kapiler dan disekeliling kapiler tedapat matrik tulang yang
disebut lamella. Di dalam lamella terdapat osteosit, yang memperoleh nutrisi lewat prosesus
yang berlanjut kedalam kanalikuli yang halus (kanal yang menghubungkan dengan pembuluh
darah yang terletak kurang lebih 0,1 mm).
c. Osteoklas
Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak memungkinkan mineral dan matriks tulang
dapat diabsorpsi, penghancuran dan remodeling tulang. Tidak seperti osteoblas dan osteosit,
osteoklas mengikis tulang.
Tulang merupakan jaringan yang dinamis dalam keadaan peralihan tulang (resorpsi dan
pembentukan tulang). Kalium dalam tubuh orang dewasa diganti 18% pertahun.

Gambar 1.1 struktur tulang


5. Faktor yang berpengaruh terhadap keseimbangan pembentukan dan reabsorpsi
tulang adalah :
a. Vitamin D
Berfungsi meningkatkan jumlah kalsium dalam darah dengan meningkatkan penyerapan
kalsium dari saluran pencernaan. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan deficit
mineralisas, deformitas dan patah tulang.
b. Horman parathyroid dan kalsitonin
Merupakan hormone utama pengatur homeostasis kalsium. Hormon parathyroid mengatur
konsentrasi kalsium dalam darah, sebagian dengan cara merangsang perpindahankalsium dari
tulang. Sebagian respon kadar kalsiumdarah yang rendah, peningkatan hormone parathyroid
akan mempercepat mobilisasi kalsium, demineralisasi tulang, dan pembentukan kista tulang.
Kalsitonin dari kelenjar tiroid meningkatkan penimbunan kalsium dalam tulang.

c. Peredaran darah
Pasokan darah juga mempengaruhi pembentukan tulang. Dengan menurunnya pasokan
darah / hyperemia (kongesti) akan tejadi penurunan osteogenesis dan tulang mengalami
osteoporosis (berkurang kepadatannya). Nekrosis tulang akan terjadi bila tulang kehilangan
aliran darah.
Pada keadaaan normal tulang mengalami pembentukan dan absorpsi pada suatu tingkat yang
konstan, kecuali pada masa pertumbuhan kanak-kanak diman lebih banyak terjadi
pembentukan dari pada absorpsi tulang.
5

Proses ini penting untuk fungsi normal tulang. Keadaan ini membuat tulang dapat berespon
terhadap tekanan yang meningkat dan untuk mencegah terjadi patah tulang. Perubahan
tesebut membantu mempertahankan kekuatan tulang pada proses penuaan. Matrik organic
yang sudah tua berdegenerasi, sehingga membuat tulang relative menjadi lemah dan rapuh.
Pembentukan tulang baru memerlukan matrik organic baru, sehingga memberi tambahan
kekuatan tulang. (Price,S.A,1995 : 1179)

6. Berdasarkan bentuknya tulang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :


a. Tulang Panjang / Tulang Pipa
Tulang ini sering terdapat dalam anggota gerak. Fungsinya sebagai alat ungkit dari tubuh dan
memungkinkan untuk bergerak. Batang atau diafisis tersusun atas tulang kortikal dan ujung
tulang panjang yang dinamakan epifis tersusun terutama oleh tulang kanselus. Plat epifis
memisahkan epifiis dan diafisis dan merupakan pusat pertumbuhan longitudinalpada anakanak. Yang pada orang dewasa akan mengalami kalsifikasi. Misalnya pada tulang humerus
dan femur.

Gambar 1.2 Struktur tulang panjang


b. Tulang Pendek
Tulang ini sering didapat pada tulang-tulang karpalia di tangan dan tarsalia di kaki.
Fungsinya pendukung seperti tampak pada pergelangan tangan. Bentuknya tidak teratur dan
inti dari konselus (spongi) dengan suatu lapisan luar dari tulang yang padat.
c. Tulang Pipih
Tulang ini sering terdapat di tengkorak, panggul / koxa, sternum, dan iga-iga, serta scapula
(tulang belikat). Fungsinya sebagai pelindung organ vital dan menyediakan permukaan luas

untuk kaitan otot-otot, merupakan tempat penting untuk hematopoesis. Tulang pipih tersusun
dari tulang kanselus diantara 2 tulang kortikal.
d. Tulang Tak Beraturan
Berbentuk unik sesuai dengan fungsinya. Struktur tulang tidak teratur, terdiri dari tulang
kanselous di antara tulang kortikal. Contoh : tulang vertebra, dan tulang wajah.
e. Tulang Sesamoid
Merupakan tulang kecil disekitar tulang yang berdekatan dengan persendian dan didukung
oleh tendon dan jaringan fasial. Contoh : tulang patella (Kap lutut).
Bentuk dan kontruksi tulang ditentukan fungsi dan gaya yang bekerja padanya.

7. Kerangka
Sebagian besar tersusun atas tulang. Kerangka tulang merupakan kerangka yang kuat untuk
menyangga struktur tubuh.
1. Kerangka dibagi menjadi :
1. Tulang kepala: 8 buah
2. Tulang kerangka dada: 25 buah
3. Tulang wajah: 14 buah
4. Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
5. Tulang telinga dalam: 6 buah
6. Tulang anggota gerak atas: 64 buah
7. Tulang anggota gerak bawah: 62 buah
1. Tulang kepala/Tengkorang (cranium)
Tulang tengkorak terdiri atas dua bagian, yaitu tengkorak otak (neuro cranial) dan
tengkorak wajah (fasial cranial).

a. Tengkorak Otak (Neuro Cranial)


Tengkorak otak terdiri dari tulang-tulang yang dihubungkan satu sama lain oleh
tulang bergerigi yang disebut sutura, banyaknya 8 buah dan terdiri dari bagian yaitu:
8

1. Kubah tengkorak, terdiri dari:


a. Os frontal: tuang dahi
b. Os parietal: tulang ubun-ubun
c. Os oksipital: tulang belakang kepala
2. Dasar tengkorak, terdiri dari:
a. Os sfenoidal: tulang baji (terdapat di tengah dasar tengkorak)
b. Os etmoidal: tulang tapis (terletak di sebelah depan dari os sfenoidal di antara
lekuk mata.
3. Samping tengkorak (os temporal): tulang pelipis.
Pada neuro cranial terdapat celah yang memisahkan antara tulang yang disebut sutura. Ada 3
buah sutura yaitu:
a. Sutura coronalis: antara os frontal dan os parietalis
b. Sutura sagitalis: antara kedua os parietal
c. Sutura lambdoidalis: antara os parietal dan kedua os parietalis.
Di neuro cranial juga terdapat fontanel yaitu rongga pada ubun-ubun. Fontanel ini
akan tertutup sempurna pada usia 18 bulan. Terdapat 2 fontanel, yaitu fontanel anterior
(fontanel depan) dan fontanel posterior (fontanel belakang).
b. Tengkorak Wajah (Fasial Cranial)
Pada manusia bentuknya lebih kecil dari neuro cranial, di dalalmnya terdapat
rongga-rongga yang membentuk rongga mulut (kavum oris), rongga hidung (kavum nasi) dan
rongga rongga mata (kavum orbita).
1. Fasial cranial dibagi atas 2 bagian, yaitu:
a. Bagian hidung (nasalis)
1. Os lakrimal: tulang mata,
2. Os nasal: tulang hidung
3. Os konka nasal: tulang karang hidung, terletak di dalam rongga hidung
4. Septum nasi: sekat rongga hidung
b. Bagian rahang
1. Os maksilaris: tulang rahang atas
2. Os zigomatikum: tulang pipi
3. Os palatum: tulang langit-langit, terdiri dari 2 buah tulang kiri/kanan.
4. Os mandibularis: tulang rahang bawah.
5. Os hyoid: tulang lidah, terdapat di pangkal leher di antara otot-otot leher.
6. Procesus alveolaris: taju di daerah os maksilaris yang merupakan tempat
melekatnya urat gigi.

2. Kerangka Dada (Torax)


9

Kerangka dada dibentuk oleh susunan tulang yang melindungi rongga dada yang terdiri dari :
a. Tulang dada (sternum): 1 buah
tulang dada menjadi tonggak dinding depan dari toraks (rongga dada) bentuknya
gepeng dan sedikit melear, yang terdiri atas 3 bagian yaitu:
1. Manubrium sterni: bagian atas sternum yang menjadi tempat melekatnya tulang
selangka (klavicula) dan tulang iga.
2. Korpus sterni: batang sternum
3. Procesus xifoideus sterni: bagian ujung dari tulan dada.
b. Tulang iga (kosta): 12 pasang
Os kosta banyaknya 24 buah, kiri dan kanan, bagian depan berhubungan dengan
tulang sternum dan bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas tulang belakang
(veterbra torakalis). Tulang iga dibagi 3 macam:
1. Iga sejati (os kosta vera): 7 pasang, berhubungan langsung dengan sternum.
2. Iga tidak sejati (os kosta spuria): 3 pasang, berhubungan dengan kosta ke 7.
3. Tulang iga melayang (os kosta fluitantes): 2 pasang, tidak mempunyai hubungan
dengan tulang sternum.

c. Vertebra torakalis: 12 ruas.


Jumlanya sesuai dengan jumlah kosta, dan menjadi tempat melekatnya kosta.
3. Tulang Belakang (Os Vertebrae)

10

Bagian dari ruas tulang-tulang belakang terdiri dari:


1. Vertebra servikalis (tulang leher): 7 ruas, mempunyai badan ruas kecil dan lubang
ruas yang besar.
2. Vertebra torakais (tulang punggung): 12 ruas, badan ruasnya besar, dan kuat, taju
durinya panjang dan melengkung.
3. Vertebra lumbalis (tulang pinggang): 5 ruas, badan ruasnya besar tebal dan kuat, taju
durinya agak picak.
4. Vertebra sakralis (tulang selangkang): 5 ruas. Samping kiri/kanannya terdapat lubang
kecil 5 buah yang disebut foramen sakralis.
5. Vertebra koksigialis (tulang ekor): 4 ruas. Dapat bergerak sedikit karena membentuk
persendian dengan sacrum.
Diantara ruas-ruas tulang belakang tedapat sebuah bantalan yang berasal dari tulang
rawan fibrosa yang disebut discus intevetebralis.
4. Gelang Pangggul (Os Pelvis)
11

Tulang pelvis adalah penghubung antara badan dan anggota bawah yaitu tualng
sacrum dan koksigis yang bersendi satu dengan yang lainnya pada simfisis pubis.

Tulang pelvis dibentuk dari :


1. Os coxae, dibagian depan dan samping.
2. Os sacrum dan coccygeus dibagian belakang
Pada gelang panggul terdapat pintu panggul yang dibagi atas 2 bagian, yaitu:
1. Pintu atas panggul (aditus pevis), yang dibentuk dari promotorium dari tulang sacrum,
serta garis ilio-pectinal dan Krista os pubis.
2. Pintu bawah panggul (exitus pelvis), yang dilingkari oleh os coccygeus dan
tuberusitas ischii.

5. Kerangka Anggota Gerak Atas (Extremitas Superior)


Extremitas superior dikaitkan dengan kerangka bada dengan perantaraan gelang
bahu yang terdiri dari scapula dan klavikula. Tulang-tulang yang membentuk kerangka
lengan antara lain:

12

a.

Gelang bahu

Yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Bagian ini dibentuk oleh dua
buah tulang yaitu os scapula (tulang belikat) dan os klavikula (tulang selangka).
b. Humerus
Merupakan tulang pangkal lengan yang mempunyai tulang panjang seperti tongkat. Bagian
yang mempunya hubungan dengan bahu bentuknya bundar berbentuk kepala sendi yang
disebut kaput humeri. Pada kaput humeri ini terdapat tonjolan yang disebut tuberkel mayor
dan minor. Pada bagian bawah terdapat lekukan yang disebut kolumna humeri.
13

c. Ulna (tulang hasta)


Yaitu tulang bawah yang lekukannya sejajar dengan tulang jari kelingking arah ke siku
mempunyai taju yang disebut prosesus olekrani, gunanya ialah tempat melekatnya otot dan
menjaga agar siku tidak membengkok ke belakang.

d. Radius (tulang pengumpil)


Letaknya bagia lateral, sejajar dengan ibu jari. Di bagian yang berhubungan dengan humerus
dataran sendinya berbentuk bundar yang memungkinkan lengan bawah dapat berputar atau
terlungkup.
e. Karpalia (tulang pergelangan tangan)
Terdiri dari 8 tulang tersusun dalam dua bari:
1. Bagian proksimal meliputi: os navikular (tulang bentuk kepala), os lunatum (tulang
bentuk bulan sabit), os triquetum (tulang bentuk segitiga), os fisiformis (tulang bentuk
kacang).
2. Bagian distal: os multangulum mavus (tulang besar bersegi banyak) os multangulum
minus (tulang kecil bersegi banyak), os kapitatum (tulang berkepala), os hamatum
(tulang berkait).

f. Metakarpalia (tulang telapak tangan)


Terdiri dari tulang pipa pendek, banyaknya 5 buah setiap batang. Mempunyai dua ujung yang
bersendi dengan tulang karpalia dan bersendi dengan falangus atau tulang jari.
g. Falangus (tulang jari tangan)
Terdiri dari tulang pipa pendek yang banyaknya 14 buah, dibentuk dalam 5 bagian tulang
yang berhubungan dengan metakarpalia perantaraan persendian.

6. Kerangka Anggota Gerak Bawah (Ektremitas Inferior)

14

Tulang ini dikaitkan pada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul, terdiri
dari 31 pasang tulang koksa (tulang pangkal paha), femur (tulang paha), tibia (tulang kering),
fibula (tulang betis), patela (tempurung lutut), tarsalia (tulang pangkal kaki), metatarsalia
(tulang telapak kaki), dan falang (ruas jari kaki).

a. Os koksa (tulang pangkal paha)


Tulang koksa membentuk gelang panggul. Letaknya di setiap sis dan di depan bersatu dengan
simpisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis. Os koksa terdiri dari os ilium
(tulang usus), os pubis (tulang kemaluan) dan os iski (tulang duduk).
b. Os femur (tulang paha)
Merupakan tulang pipa terpanjang dan terbesar. Kepala sendinya disebut kaput femoris, pada
kolumna femoris terdapat taju yang disebut trokanter mayor dan minor. Dibagian ujung
membentuk persendian lutut, terdapat dua buah tonjolan yang disebut kondilus medialis dan
kondilus lateralis.
Os tibia dan fibularis merupakan tulang yang bentuk persendian lutut dengan os femur. Pada
ujungnya tedapat tonjolan yang disebut os maleolus atau mata kaki luar. Os tibia bentuknya
lebih kecil, pada bagian pangkal meletak os fibula, pada bagian ujung mementuk persendian
dengan tulang pangkal kaki dan terdapat taju yang disebut os maleolus medialis.
c. Os tarsalia (tulang pangkal kaki)
15

Os tarsalia dihubungkan dengan tulang bawah oleh sendi pergelangan kaki. Terdiri dari
tulang-tulang kecil yang banyaknya 5 buah yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.

Talus (tulang loncat)


Kalkaneus (tulang tumit)
Navikular (tulang bentuk kapal)
Os kuboideum (tulang bentuk dadu)
Kunaiformi (3 buah): kunaiformi lateralis, kunaiformi intermedialis dan kunaiformi
medialis,
7. Metatarsalia (tulang telapak kaki)
Terdiri dari tulang-tulang pendek yang banyaknya 5 buah, yang masing-masing

berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantaraan persendian.

8. Falangus (ruas jari tangan)


Ruas jari kaki merupakan tulang-tulang pendek yang masing-masing terdiri atas 3
ruas kecuali ibu jari kaki banyaknya 2 ruas. Lengkung kaki tedapat 4 lengkung medial
terbentuk dari belakang ke depan kalkaneus. Langkung lateralis oleh kalkaneus kuboidea dan
2 tulang metatarsal. Lengkung melingkang dibentuk oleh tulang tarsal, dan lengkung
tranversal anterior dibentuk oleh kepala tulang metatarsal pertama dan kelima.

16

2.2 Cartilago (tulang rawan)


Tulang rawan terdiri dari serat-serat yang dilekatkan pada gelatin kuat, tetapi fleksible dan
tidak bervasculer. Nutrisi melaui proses difusi gel perekat sampai ke kartilago yang berada
pada perichondium (serabut yang membentuk kartilago melalui cairan sinovial), jumlah
serabut collagen yang ada di cartilage menentukan bentuk fibrous, hyaline, elastisitas, fibrous
(fibrocartilago) memili paling banyak serabut dan memiliki kekuatan meregang. Fibrus
cartilage menyusun discus intervertebralis articular (hyaline) cartilage halus, putih,
17

mengkilap, dan kenyal membungkus permukaan persendian dari tulang dan berfungsi sebagai
bantalan. Cartilage yang elastis memiliki sedikit serat dan terdapat pada telinga bagian luar.

2.3 Ligamen (simplay)


Ligamen adalah suatu susunan serabut yang terdiri dari jaringan ikat keadaannya kenyal dan
fleksibel. Ligament mempertemukan kedua ujung tulang dan mempertahankan stabilitas.
Contoh ligamen medial, lateral, collateral dari lutut yang mempertahankan diolateral dari
sendi lutut serta ligament cruciate anterior dan posterior di dalam kapsul lutut yang
mempertahankan posisi anteriorposterior yang stabil. Ligament pada daerah tertentu

18

melengket pada jaringna lunak untuk mempertahankan struktur. Contoh ligament ovarium
yang melalui ujung tuba ke peritoneum.

2.4 Tendon
Tendon adalah ikatan jaringan fibrous yang padat yang merupakan ujung dari otot yang
menempel pada tulang. Tendon merupakan ujung dari otot dan menempel kepada tulang.
Tendon merupakan ekstensi dari serabut fibrous yang bersambungan dengan aperiosteum.
Selaput tendon berbentuk selubung dari jaringan ikat yang menyelubungi tendon tertentu
terutama pada pergelangan tangan dan tumit. Selubung ini bersambungn dengan membrane
sinovial yang menjamin pelumasan sehinggga mudah bergerak.
2.5 Fascia
Fascia adalah suatu permukan jaringan penyambung longgar yang didapatkan langsung di
bawah kulit, sebagai fascia superficial atau sebagai pembungkus tebal, jaringan penyambung
fibrous yang membungkus otot, saraf dan pembuluh darah. Yang demikian disebut fascia
dalam.
2.6 Bursae
Bursae adalah kantong kecil dari jaringna ikat di suatu tempat dimana digunakan di atas
bagian yang bergerak. Misalnya antara tulang dan kulit, tulang dan tendon, otot-otot. Bursae
dibatasi membrane sinovial dan mengandung caiaran sinovial. Bursae merupakan bantalan

19

diantara bagian-bagian yang bergerak seperti olekranon bursae terletak antara prosesus
olekranon dan kulit.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

20

Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry
Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin
dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang
kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa.
Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.
Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satu sama
lainnya saling berhubungan, terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tulang kepala: 8 buah


Tulang kerangka dada: 25 buah
Tulang wajah: 14 buah
Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
Tulang telinga dalam: 6 buah
Tulang anggota gerak atas: 64 buah
Tulang anggota gerak bawah: 62 buah

3.2 saran
1. Pentingnya pengetahuan mengenai sistem muskuloskeletal sehingga
diharapkan mahasiswa lebih mendalami pemahaman tentang anatomi fisiologi
sistem muskuloskeletal.
2. Dari berbagai teori anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal tentang berbagai
macam penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut diharapkan
mahasiswa mampu memberikan tindakan keperawatan dengan tepat.
3. Dengan memahami anatomi fisiologi sistem muskuloskeletal, mahasiswa
diharapkan mampu melaksanakan pelayanan keperawatan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
Dorland. 1994. Kamus Kedokteran. Edis 26. EGC: Jakarta.
Syaifuddin. 2002. Struktur & Komponen Tubuh Manusia. Penerbit Buku Kedokteran EGC:
Jakarta.
Ethel, Sloane. 2004. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta. Penerbit Buku
Kedokteran EGC
21

22