Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN
a.

Latar belakang
Alat bedah adalah alat yang dirancang untuk pembedahan seperti membedah hewan atau
membedah manusia.
Dalam pembedahan diperlukan alat medis atau peralatan pembantu yang harus masuk ke
daerah sekitar lapangan pembedahan. Alat-alat tersebut harus didesinfeksi terlebih dahulu sebelum
dibawa ke kawasan pembedahan. Alat-alat bedah ini harus tetap berada dalam daerah ruang
pembedahan agar tidak terjadi kontaminasi agen-agen yang dapat menimbulkan penyakit, dan pada
setiap akhir dari pembedahan, alat-alat tersebut harus selalu didesinfeksi atau disterilkan segera
setelah dipakai dan sesuai dengan pemakaiannya. Alat yang bergerak bebas keluar masuk karena
harus dipakai bersama dibatasi hanya sampai daerah di luar kawasan kain steril, yaitu sekitar meja
bedah dan di tempat ahli anastesi bekerja (Sjamsuhidajat dan Jong, 2004).
Menurut Kozol, Peralatan bedah adalah alat-alat yang dirancang untuk digunakan pada
kegiatan pembedahan. Dari semua peralatan bedah yang dibutuhkan untuk suatu tindakan
pembedahan, yang paling terpenting adalah peralatan bedah yang steril dan benang. Masing-masing
dari peralatan tersebut memiliki fungsi tersendiri.
Jadi,alat bedah adalah seperangkat alat yang di gunakan untuk melakukan pembedahan
pada obyek tertentu seperti pembedahan pada hewan atau manusia.
Pengenalan alat bedah bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang
fungsi dari alat-alat yang akan di gunakan dalam pembedahan.

II.PEMBAHASAN

Peralatan bedah minor adalah alat-alat yang dirancang untuk digunakan pada kegiatan
bedah minor,alatnya sederhana dan mudah untuk dimiliki setiap orang.
Alat-alat tersebut digabung pada suatu wadah dan disebut sebagai minor surgery set.
Berikut adalah tabel alat minor surgery set,
Nama alat
Klem lurus
Klem bengkok
Pinset anatomis
Pinset jaringan
Gunting TA/TU lurus
Gunting TA/TU bengkok
Needle holder
Gagang pisau
Pisau bedah
Sarung tangan
Silk atau Plain catgut
Needle hecting
Bak stainless

jumlah
2 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 pasang
1 buah
1 lusin
1 buah

Jenis-Jenis Peralatan Bedah Minor


a.

Pisau Bedah
Pisau bedah atau scalpel merupakan mata pisau kecil yang digunakan bersama
pegangannya. Mata pisau yang tajam memungkinkan untuk menginsisi kulit dan memisahkan
jaringan dengan trauma sekecil mungkin terhadap jaringan sekitarnya. Alat ini juga berguna untuk
mengangkat jaringan atau benda asing dari bagian dalam kulit. Bentuk mata pisau sangat bervariasi
di mana bentuk mempunyai kegunaannya tersendiri. Setiap pisau memiliki 2 ujung yang
berbeda,yang satu berujung tajam yang berfungsi sebagai pemotong dan ujung yang lainnya berujung
tumpul berlubang sebagai tempat menempelnya pegangan scalpel. Pegangan scalpel yang sering
digunakan adalah yang berukuran 3 yang dapat digunakan bersama pisau scalpel dalam ukuran
beragam. Sedangkan pisau bedah yang sering digunakan adalah yang berukuran no.15, ukuran no.11
bisa digunakan untuk menginsisi abses dan hematoma perianal.( Schwartz,2000)

b.

Gunting
Gunting merupakan peralatan yang sering digunakan untuk memotong jaringan. Gunting
juga digunakan untuk memotong benang dan balutan luka. Jenis-jenis gunting berdasarkan objek
kerjanya, yaitu gunting jaringan (bedah),gunting benang,gunting perban dan gunting iris
Gunting Bedah
Gunting bedah terdiri atas dua bentuk yaitu berbentuk ujung tumpul dan berbentuk
ujung bengkok.gunting tersebut memiliki fungsi yang berbeda,gunting dengan ujung tumpul
biasanya di gunakan untuk membentuk bidang jaringan atau jaringan lembut,yang juga dapat

dipotong secara tajam,sedangkan gunting dengan ujung bengkok biasanya di gunakan pada
kasus lipoma atau kista dengan cara mengusuri garis batas lesi dengan gunting. Gunting
bedah yang paling terkenal adalah jenis Mayo dengan mata gunting yang lurus atau
melengkung. Selain itu, ada jenis Metzenbaum yang ukurannya lebih panjang dan lebih
banyak pemakaiannya dengan lengkungan yang halus pada ujungnya.
Gunting Benang
Gunting benang di desain untuk menggunting benang.gunting ini memiliki bentuk
yang lurus dan berujung tajam,gunting ini juga di gunakan untuk membuka benang pada luka
yang sudah kering. Gunting yang sering dipakai adalah gunting biasa, untuk kegunaan umum
dengan ujung yang tumpul.
Gunting Perban
Gunting perban merupakan gunting berujung sudut dengan ujung yang tumpul.
Gunting ini memiliki kepala yang kecil sehingga memudahkan dalam memotong perban.
Jenis gunting ini terdiri dari knowles dan listen.
Gunting Iris
Gunting iris merupakan gunting dengan ujung yang tajam dan berukuran kecil sekitar
3-4 inchi. Biasanya digunakan dalam pembedahan ophtalmicus khususnya iris. Dalam bedah
minor, gunting iris digunakan untuk memotong benang oleh karena ujungnya yang cukup
kecil untuk menyelip saat remove benang dilakukan.

c.

Pinset dan Klem


Pinset dan klem merupakan alat yang digunakan untuk memegang jaringan yang akan di
bedah,klem juga dapat di gunakan untuk menghentikan pendarahan sementara pada proses
pembedahan. Berikut adalah jenis-jenis pinset dan klem.
Pinset Anatomis (thumb forceps)
Pinset anatomis terdiri dari dua bilah logam yang bersatu pada salah satu ujungnya
dan memiliki tumpul yang halus, digunakan untuk mengangkat jaringan atau memegang
jaringan di antara permukaan yang berhadapan. Jika pada permukaannya terdapat gerigi
(teeth), pinset dapat memegang jaringan tanpa tergelincir dan tanpa menggunakan tekanan
yang berlebihan. Pinset dipegang di antara ibu jari, jari tengah dan jari telunjuk.

Pinset Jaringan (tissue forceps)


Pinset jaringan dilengkapi dengan gerigi agar tidak tergelincir. Karena geriginya dapat
menggigit jaringan, maka hanya diperlukan sedikit tekanan untuk memegang jaringan
dengan kuat. Bentuk spesifik dari kepala pinset tergantung dari tujuan khusus yang
diharapkan. Jenis pinset anatomis dapat digunakan untuk memegang sebagian besar jaringan
tapi tidak pernah digunakan untuk viskus yang berongga atau pembuluh darah.( Smeltzer
C,2002)

Klem Pemegang
Peralatan ini dibentuk terutama untuk memegang jaringan dan memungkinkan untuk
melakukan traksi. Permukaan yang berhadapan dari setiap kepala klem bervariasi tergantung
dari tujuan yang spesifik. Semuanya mempunyai lubang untuk jari dan sistem pengunci.

Klem Hemostatik (hemostatic forceps)


Klem ini mempunyai arti penting dalam menghentikan perdarahan selama operasi.
Terdapat sejumlah variasi. Sebagian besar dari alat ini bergerigi dengan susunannya yang
paralel terhadap arah bilah, sedangkan lainnya tegak lurus. Dalam dan lebar gerigi juga
bervariasi. Sebagian besar klem hemostatik menjepit dengan cukup kuat sehingga jaringanjaringan yang kecil dapat terjepit. Klem hemostatik juga dapat digunakan untuk membantu
membuat ligasi pada pembuluh darah kecil (Kozol, 1999).
Beberapa contoh klem hemostatik adalah sebagai berikut:
1. Klem arteri pean. Ada dua jenis, yaitu yang lurus dan bengkok. Kegunaannya
adalah untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak.

2.

Klem Kocher. Ada dua jenis yaitu klem yang lurus dan yang bengkok. Tidak
ditujukan untuk hemostasis. Sifat khasnya adalah mempunyai gigi pada ujungnya
(mirip gigi pada pinset sirurgis). Gunanya adalah untuk menjepit jaringan, terutama
agar jaringan tidak meleset dari klem, dan hal ini dimungkinkan dengan adanya
gigi pada ujung klem.

3. Klem Mosquito. Mirip dengan klem arteri pean, tetapi ukuranya lebih kecil.
Penggunaannya dalah untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak.

4. Klem Allis. Penggunaannya adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan
menjepit tumor kecil.

Towel clamp (Doek klem).


Towel clamp merupakan alat yang di gunakan untuk menjepit doek/ kain operasi pada saat
eopersi berlangsung .

d.

Retraktor volkman.

Retraktor volkman adalah untuk menguakkan luka. Pemakaian retractor disesuaikan dengan lebar
luka. Ada yang mempunyai dua gigi, 3 gigi, dan 4 gigi. 2 gigi untuk luka kecil, 4 gigi untuk luka
besar. Terdapat pula retractor bergigi tumpul.

e.

f.

Pemegang Jarum (Needle Holder)


Semua alat pemegang jarum mempunyai kepala yang lebar dengan berbagai macam
bentuk gerigi pada kepalanya. Alat ini dipasang pada kurang lebih seperempat panjang jarum dari
ujung tumpulnya. Biasanya jarum menonjol pada sisi kiri dari alat pemegang jarum untuk ahli bedah
yang tidak kidal. Setiap bagian memiliki ujung, yakni bagian body dan bagian lubang tempat insersi
benang. Sebagian besar needle berbentuk kurva dengan ukuran , 5/8, dan 3/8 lingkaran.
( Brown,1995)

jarum
Jarum banyak sekali jenisnya. Untuk menjahit kulit digunakan yang berpenampak segitiga
agar mudah mengiris kulit (scherpe nald). Sedang untuk menjahit otot dipakai yang berpenampang
bulat (round nald). Ada yang berbentuk setengah lingkaran dan ada pula yang berbentuk seperempat
lingkaran.(karakata,1995)
Penggunaannya adalah untuk menjahit luka dan menjahit oragn rusak lainnya. Penyediaan
disesuaikan kebutuhan.

g.

Benang

Benang bedah dapat bersifat absorbable dan non-absorbable. Benang yang absorbable
biasanya digunakan untuk jaringan lapisan dalam, mengikat pembuluh darah dan kadang digunakan
pada bedah minor. Benang non-absorbable biasanya digunakan untuk jaringan tertentu dan harus
diremove. Benang memiliki dua tipe, yang benang yang dapat menyatu dengan kulit dan benang
yang tidak dapat menyatu dengan kulit (Kozol, 1999). Benang yang dapat menyatu dibuat dari usus
kucing (Catgut), digunakan pada luka yang dalam dan untuk kegunaan kosmetik. Benang yang tidak
dapat menyatu dengan kulit digunakan untuk menjahit luka yang tidak terlalu dalam. Pada benang
yang tidak dapat menyatu dengan kulit dilakukan pelepasan benang setelah luka kering dan ini akan
menimbulkan bekas pada kulit atau disebut dengan jaringan parut.
Jenis- jenis benang yaitu (reksuprodjo,2000):

Seide/ silk
Terbuat dari serabut-serabut sutera, terdiri dari 70% serabut protein dan 30% bahan
tambahan berupa perekat. Warnanya hitam dan putih. Bersifat tidak licin seperti sutera biasa
karena sudah dikombinasi dengan perekat. Tidak diserap tubuh. Pada penggunaan di sebelah
luar maka benang harus dibuka kembali.
Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari nomor 00000 (5 nol merupakan ukuran paling
kecil untuk bag bedah) hingga nomor 3 (yang merupakan ukuran paling besar). Yang paling
sering dipakai adalah nomor 00 (2 nol) dan 0 (1 nol) dan nomor satu. Semakin besar banyak
nol nya semakin kecil benangnya
Kegunaannya adalah untuk menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri (terutama arteri besar),
sebagai teugel (kendali).
Benang harus steril, sebab bila tidak akan menjadi sarang kuman (fokus infeksi), sebeb
kuman terlindung di dalam jahitan benang, sedang benangnya sendiri tidak dapat diserap
tubuh.

Plain catgut
Dahulu benang ini dibuat dari usus kucing, tapi saat ini dibuat dari usus domba atau usus
sapi. Bersifat dapat diserap oleh tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu 7-10 hari, dan
warnanya putih dan kekuningan. Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 00000 (5 nol
yang merupakan ukuran paling kecil) hingga nomor 3 (merupakn ukuran yang terbesar).
Sering digunakan nomor 000 (3 nol), 00 (2 nol), 0 (1 nol), nomor 1 dan nomor 2.
Kegunaannya adalah untuk mengikat sumber perdarahan kecil, menjahit subkutis dan dapat
pula dipergunakan untuk menjahit kulit terutama untuk daerah longgar (perut,wajah) yang
tak banyak bergerak dan luas lukanya kecil. Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali,
karena dalam tubuh akan mengembang, bila disimpulkan 2 kali akan terbuka kembali. Plain
catgut tidak boleh terendam dalam lisol karena akan mengembang dan menjadi lunak,
sehingga tidak dapat digunakan.

Chromic catgut
Berbeda dengan plain catgut, sebelum benang dipintal ditambahkan krom. Dengan adanya
krom ini, maka benang akn menjadi lebih keras dan kuat, serta penyerapannnya lebih lama,
yaitu 20-40 hari. Warnanya coklat dan kebiruan. Benang ini tersedia dalam ukuran 000 (3

nol merupakan ukuran yang paling kecil) hingga nomor 3.Penggunaannya pada penjahitan
luka yang dianggap belum merapat dalam waktu sepuluh hari, untuk menjahit tendo pada
penderita yang tidak kooperatif dan bila mobilisasi harus segera dilakukan.

Nilon. (Dafilon,monosof,dermalonEthilon)
Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis (benang langsung bersatu dengan
jarum jahit) dan terbuat dari nilon, leboh kuat dari seide atau catgut. Tidak diserap tubuh,
dan tidak menimbilkan iritasi pada kulit atau jaringan tubuh lainnya.Warnanya biru hitam.
Tersedia dalam ukuran 10 nol hingga 1 nol. Penggunanan pada bedah plastik, ukuran yang
lebih besar sering digunakan kulit, nomor yang kecil dipakai pada bedah mata.

Ethibond
Merupakan benang sintetis (terbuat dari polytetra methylene adipate). Tersedia dalam
kemasan atraumatis. Bersifat lembut, kuat, reaksi terhadap tubuh minumum, tidak diserap,
dan warnanya hijau dan putih. Ukurannya dari 7 nol sampai nomor 2. Penggunaannya pada
bedah kardiovaskular dan urologi.

Vitalene/Prolene/surgilen
Merupakan benang sintetis (terbuat dari polimer profilen). Sangat kuat dan lembut, tidak
diserap, warna biru. Tersedia dalam kemasan atraumatis. Ukuran dari 10 nol hingga nomor
1. Digunakan pada bedah mikro, terutama untuk pembuluh darah dan jantung, bedah mata,
bedah plastik, cocok pula untuk menjahit kulit.

Poli Glicoloic Acid seperti Polisorbp,Dexon,Vicryl


Merupakan benang sintetis dalam kemasan atraumatis. Diserap oleh tubuh, dan tidak
menimbulkan reaksi pada jaringan tubuh. Dalam subkutis bertahan selam tiga minggu,
dalam otot bertahan selam 3 bulan. Benang ini sangat lembut dan warnanya ungu.
Ukuran dari 10 nol hingga nomor 1. Penggunaan pada bedah mata, orthopedi, urologi dan
bedah plastik.

Supramid
Merupakan benang sintetis, dalam kemasan atraumatis. Berdsifat kuat, lembut fleksibel,
reaksi tubu minimum dan tidak diserap. Warnanya hitam putih. Digunakan untuk menjahit
kutis dan subkutis.

Linen (catoon)
Dibuat dengan serat kapas alam dengan jalan pemintalan. Bersifat lembut, cukup kuat dan
mudah disimpul, tidak diserap, reaksi tubuh minimum, berwarna putih.
Tersedia dalam ukuran 4 nol hingga 1 nol. Digunakan untuk menjahit usus dan kulit,
terutama kulit wajah.

Steel wire
Merupakan benang logam yang terbuat dari polifilamen baja tahn karat. Sangat kuat, tidak
korosif, dan reaksi terhadap tubuh minimum. Mudah disimpul. Warna putih metalik.
Terdapat dalam kemasan atraumatis dan kemasan biasa. Ukurannya dari 6 nol hingga nomor
2. Untuk menjahit tendon.

III.PENUTUP
a.

Kesimpulan
Alat bedah adalah alat yang dirancang untuk pembedahan seperti membedah hewan atau
membedah manusia. Dalam pembedahan,alat bedah yang di perlukan sudah harus siap pada
tempatnya dengan kondisi yang sudah di sterilisasi sehingga alat tersebut aman di gunakan dan untuk
mencegah terjadinya kontaminasi bakteri patogen lainnya.
Peralatan bedah minor adalah alat-alat yang dirancang untuk digunakan pada kegiatan bedah
minor,alatnya sederhana dan mudah untuk dimiliki setiap orang.jenis peralatan bedah minor yaitu:
Pisau bedah atau scalpel merupakan mata pisau kecil yang digunakan bersama pegangannya.
Mata pisau yang tajam memungkinkan untuk menginsisi kulit dan memisahkan jaringan
dengan trauma sekecil mungkin terhadap jaringan sekitarnya.
Gunting merupakan peralatan yang sering digunakan untuk memotong jaringan. Gunting
juga digunakan untuk memotong benang dan balutan luka. Jenis jenis gunting yaitu:gunting
bedah,gunting benang,gunting perban,dan gunting iris.
Pinset dan klem merupakan alat yang digunakan untuk memegang jaringan yang akan di
bedah,klem juga dapat di gunakan untuk menghentikan pendarahan sementara pada proses
pembedahan.jenis-jenis pinset dan klem yaitu: Pinset Anatomis (thumb forceps) , Pinset
Jaringan (tissue forceps) , Klem Pemegang,dan Klem Hemostatik (hemostatic forceps) .

alat pemegang jarum mempunyai kepala yang lebar dengan berbagai macam bentuk gerigi
pada kepalanya. Alat ini dipasang pada kurang lebih seperempat panjang jarum dari ujung
tumpulnya.
Benang bedah dapat bersifat absorbable dan non-absorbable. Benang yang absorbable
biasanya digunakan untuk jaringan lapisan dalam, mengikat pembuluh darah dan kadang
digunakan pada bedah minor. Benang non-absorbable biasanya digunakan untuk jaringan
tertentu dan harus diremove. Benang memiliki dua tipe, yang benang yang dapat menyatu
dengan kulit dan benang yang tidak dapat menyatu dengan kulit.

DAFTAR PUSTAKA
Brown, John Stuart., 1995. Buku Ajar dan Atlas Bedah Minor. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Karakata S, Bachsinar B.1995. Bedah Minor. Hipokrates : Jakarta
Kozol, Robert A., Farmer, Diana L., Tennenberg, Steven D., Mulligan, Michael., 1999.
Instruments and Sutures. In: Surgical Pearls. Philadelphia: F.A. Davis Company, 8-12.
Reksoprodjo S. 2000. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Jakarta : Binarupa Aksara.
Sjamsuhidayat R, Wim de Jong, 2004.Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2, Jakarta : EGC
Smeltzer C, Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Brunner & Suddarth, (Edisi
8 vol 2). Alih Bahasa Agung Waluyo. Jakarta :EGC
Schwartz, Seymour I., 2000. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. ed. 6., Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC, 63.