Anda di halaman 1dari 8

Ilmu Pengetahuan Alam Terapan

Laporan Pembuatan keju melalui fermentasi asam


asetat

Disusun oleh :
Kelompok III
Roro meriandini

(06131181320001)

Desty riski andriani

(06131181320004)

Mutia shartika

(06131181320031)

Fenny

(06131181320034)

asnaria

(06131281320008)

suci ramalia

(06131281320016)

yusmar aziz

(06131281320004)

Dosen Pembimbing : Drs. Laihat M. Pd


Vina amilia suganda M. Pd

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2016

Laporan Pembuatan keju melalui fermentasi asam


asetat
I. Latar Belakang
Masih banyak orang yang beranggapan keju merupakan makanan cemilan yang
biasa dimakan orang-orang barat, dan tidak sedikit pula yang tidak menyukai keju karena
cita rasa yang tidak sesuai dengan lidah orang Indonesia. Namun, kebanyakan orang
tidak mengetahui bahwa keju memiliki nutrisi yang lebih baik daripada susu karena telah
melalui tahap fermentasi.
Mengapa kami memilih membuat keju dalam melaksanakan tugas kuliah IPA
terapan karena bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan keju ini mudah didapat
dan harganya pun terjangkau, selain itu pembuatan keju melalui fermentasi asam asetat
dari cuka tidak memerlukan waktu lama, dan menjadi pengalaman baru bagi kami untuk
membuat keju.
Melalui praktikum ini, kami akan menunjukkan cara pembuatan keju yang
sederhana sehingga dapat dipraktekkan langsung di rumah, dengan biaya yang tidak
mahal, bahan-bahan dan alat yang digunakan mudah didapat dan pembuatannya pun
tidak menghabiskan waktu yang lama.
Susu yang digunakan susu murni kemasan karena didaerah Indralaya tidak
ditemukan produksi rumahan maupun pabrik susu murni baik dari sapi, kambing, kuda
dll. Bahan fermentasi menggunakan asam asetat yang terdapat dalam cuka makan, asam
asetat menggantikan fungsi asam laktat untuk menggumpalkan protein dalam susu
menjadi dadih atau bakal keju. Penggunaan garam juga berfungsi sebagai bahan
pengawet makanan alami.
Hasil keju nya bisa langsung dinikmati juga biar didapat tekstur yang lebih padat
bisa dimasukkan kedalam lemari pendingin. cita rasanya juga tidak kalah enak dengan
keju produksi pabrik, dan yang terpenting kita juga lebih merasa aman memakan keju
buatan sendiri ini karena terjamin hygiene dan terbebas dari bahan-bahan yang
berbahaya bagi tubuh.

II. Alat dan bahan

Alat yang digunakan mudah didapan dan bahan-bahan yang diperlukan terjangkau
harganya.
Alat yang digunakan :
1. Panci
2. Pengaduk / sendok
3. Wadah / mangkuk
4. Saringan
5. Kain untuk menyaring
Bahan bahan yang diperlukan :
1. Susu murni
380 ml
2. Cuka makan
4 sendok makan
3. Garam
1 sendok makan
III.

Proses pembuatan keju


Pembuatan keju pada umumnya menggunakan enzim renin, enzim renin biasanya
bisa ditemukan pada lambung sapi muda. Pembuatan keju juga sering menggunakan
bakteri asam laktat yang terdapat dalam susu, asam laktat berfungsi untuk
menggumpalkan protein dalam susu menjadi keju. Namun pada percobaan kali ini kami
menggunakan asam asetat yang terdapat dalam cuka makan menggantikan fungsi asam
laktat yaitu untuk memfermentasi susu menjadi keju.
Langkah-langkah proses pembuatan keju :
1. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan

2. Tuangkan 380 ml susu murni kedalam panci yang telah disediakan.

3. Panaskan susu murni dengan api sedang proses ini dinamakan pasteurisasi, bertujuan
untuk mematikan kuman-kuman yang terdapat pada susu.

4. Pada saat dipanaskan susu harus diaduk secara kontinue atau terus menerus agar
tidak hangus dan lengket pada panci.

5. Setelah mendidih api dikecilkan lalu dituangkan cuka sebanyak 4 sendok.

6. Setelah cuka dituangkan larutan susu dan asam cuka diaduk selama 5 10 menit agar
terlihat 2 bagian yaitu bagian curd atau dadih atau bagian yang menggumpal dan
whay atau bagian yang cair. Dan didiamkan hingga dingin. Kenapa terjadi pemisahan
karena pada proses pencampuran susu dengan asam asetat pada cuka telah terjadi
proses inokulasi atau menanam bakteri asam laktat dalam susu akibat bakteri tersebut
maka Ph susu menurun bsehingga memisahkan larutan menjadi 2 bagian.

7. Setelah dingin disaring menggunakan kain saringan umtuk memisahkan dadih dan
whay.

8. Taburkan garam pada dadih dan diaduk agar rata. Selain untuk memberi rasa, garam
berfungsi sebagai pengawet makanan alami.

9. Dadih yang telah dipisahkan dengan whay kemudian di saring dan boleh sedikit
diperas agar benar-benar terpisahkan.

10. Kemudian dadih tetap berada didalam kain dan diikat menggunakan karet dan
posisikan dadih padat agar tekstrurnya menyerupai keju

11. Dadih dimasukkan kedalam wadah dan ditutup rapat. Dan disimpan di dalam lemari
pendingin agar lebih keras dan padat.

12. Hasil keju yang telah dibuat melalu proses-proses diatas.

IV.

Kesimpulan dan saran


Kesimpulan
Dari hasil pratik yang kami lakukan daam membuat keju menggunakan cukan
makan yang mengandung asam asetat didapatkan keju dengan tekstur lembut dan rasa
yang tidak kalah enak dengan keju produksi pabrik. Darei segi hygiene nya pun terjaga,

aman dari penggunaan bahan-bahan yang berbhaya bagi tubuh, pengawet yang
digunakan yaitu garam sebagai pengawet makanan alami.
Saran
Bagi masyarakat yang menyukai makan keju, mungkin selama ini berpikir membuat
keju itu sulit. Namun berdasar praktikum kami, bahwa proses pembuatan keju tidak
sesulit itu. Sehingga masyarakat akan dapat menikmati manfaat dari keju maupun susu
dengan mudah di rumah sendiri tanpa takut akan bahan-bahan tambahan yang terdapat
dalam keju kemasan yang biasa dijumpai di toko. Jadi, lebih baik jika membuat sendiri
makanan yang akan Anda makan.