Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENYELIDIKAN KLB KERACUNAN PANGAN

DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBAI KELURAHAN


LEMBAH DAMAI
RUMBAI PESISIR KOTA PEKANBARU
PADA TANGGAL 10 MARET 2013
(Tim Investigasi Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru,
Puskesmas Rumbai Pesisir Dinas pertanian, dan
Mahasiswa Stikes Hang Tuah)

A. PENDAHULUAN
Penyakit yang disebabkan oleh pangan masih merupakan
salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di
Indonesia. Pangan merupakan jalur utama penyebaran
patogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen.
Pangan juga dapat menimbulkan masalah serius jika
mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya
maupun racun alami yang terkandung dalam pangan, yang
sebagian diantaranya menimbulkan KLB keracunan pangan.
Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu
kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang
menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama
setelah mengkonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis
epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber
penularan. KLB keracunan pangan masih menjadi masalah

kesehatan masyarakat, terutama di perkotaan, pemukiman


dan perindustrian.
Keracunan pangan secara umum disebabkan oleh bahan
kimia beracun (tanaman, hewan, metabolit mikroba)
kontaminasi kimia, mikroba patogen dan non bakteri (parasit,
ganggang, jamur, virus, spongiform enchaphalopathies).
Gejala dan tanda-tanda klinik keracunan pangan bervariasi
tergantung pada jenis etiologinya. Secara umum gejala
keracunan pangan dapat digolongkan kedalam 6 kelompok,
yaitu :
1. Gejala utama yang terjadi pertama-tama pada saluran
gastrointestinal atas (mual, muntah).
2. Gejala sakit tenggorokan dan pernafasan.
3. Gejala utama terjadi pada saluran gastrointestinal bawah
(kejang perut, diare).
4. Gejala neurologik (gangguan penglihatan, perasaam
melayang, paralisis).
5. Gejala infeksi umum (demam, menggigil, rasa tidak enak,
letih, pembengkakan kelenjar limfe).
6. Gejala alergik (wajah memerah, dan gatal-gatal)
Untuk mengidentifikasi etiologi KLB keracunan pangan
dapat dilakukan dengan mermeriksa spesimen tinja, air
kencing, darah atau jaringan tubuh lainnya, pemeriksaan

muntahan serta pemeriksaan sumber makanan yang


dimakan. Dengan memperhatikan gejala dan didukung
dengan hasil pemeriksaan laboratorium ini dapat diketahui
penyebab KLB keracunan pangan.
Pada hari minggu tanggal 10 Maret 2013 pukul 10.WIB
Kepala Seksi Pengamatan Penyakit, Wabah dan Bencana Dinas
Kesehatan Kota Pekanbaru mendapat laporan melalui telfon
dari RSUD Arifin Ahcmad yang menyatakan bahwa ada satu
orang meninggal yang diduga disebabkan karena keracunan
jengkol, setelah di klarifikasi ternyata bukan keracunan yang
disebabkan oleh jengkol melainkan diduga disebabkan oleh
konsumsi olahan singkong. Untuk memastikan terjadinya KLB
keracunan tersebut tim Surveilens, Kesling dan promkes Dinas
Kesehatan Kota Pekanbaru bersama Tim Surveilens
Puskesmas Rumbai melakukan investigasi ke lokasi kejadian
yang beralamat di RT 04, RW 07, Kelurahan Lembah Damai,
Kecamatan Rumbai Pesisisr dan Rumah Sakit tempat
penderita keracunan dirawat pada hari Minggu tanggal 10
Maret 2013.
Hasil investigasi sementara jumlah warga yang
mengkonsumsi makanan sebanyak 10 orang, jumlah korban
yang meninggal 1 orang , jumlah korban yang sakit dan

dirawat 4 orang korban dan telah mendapat pertolongan


pertama serta di rawat di RSUD Arifin Ahcmad.
Pada hari senin tanggal 11 maret 2013 pukul 09.00 WIB
tim surveilans epidemiologi dari dinas kesehatan kota
pekanbaru, kesling, dan promkes melakukan penyelidikan
Epidemiologi ulang ke Kelurahan Lembah Damai RT 04 RW 07
untuk memberikan mendapat kejelasan mengenai kejadian
KLB Keracunan dari warga yang terpapar akibat
mengkonsumsi singkong.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mengetahui besar dan luasnya masalah serta gambaran
epidemiologi peningkatan kasus diduga keracunan pangan di
Kelurahan Lembah Damai Rumbai Pesisir.
2. Tujuan Khusus
o Memastikan KLB keracunan pangan.
o Mengetahui distribusi kasus secara epidemiologi .
o Megetahui Attack Rate kasus keracunan pangan
o Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
kejadian tersebut.
o Mengetahui besarnya masalah yang ditimbulkan
o Mengetahui sumber masalah dan cara penyebaran KLB

C. METODOLOGI
Penyelidikan KLB keracunan pangan ini menggunakan
rancangan penelitian epidemiologi deskriptif dengan
menggunakan desain studi kasus. Data primer diperoleh
dengan melakukan investigasi langsung dengan warga yang
terpapar keracunan pangan di kelurahan Lembah Damai.

D. HASIL PENYELIDIKAN KLB


Pada hari senin tanggal 11 Maret 2013 pukul 09.00 WIB
tim Surveilens dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru turun ke
kelurahan lembah damai kecamatan rumbai pesisir sebanyak
14 orang terdiri dari 3 team yaitu team survelen, team
kesling ,team promkes dan di bantu oleh mahasiswa stikes
hangtuah.
Dari hasil investigasi dilapanagan didapatkan jumlah
warga yang terpapar sebanyak 14 orang dengan rincian
sebagai berikut.
Table 1 : Distribusi Gejala KLB Keracunan Pangan di
kelurahan lenbah damai pada tanggal 9 maret 2013.
N
o
1.

Gejala dan Tanda


Mual

Jumlah
Kasus
9

%
64,2

2.
3.
4.
5.

Muntah
Pusing
Kejang perut
Tampa gejala
Dari table di atas terlihat gejala

9
64,2
7
50
2
14,2
4
28,5
yang paling dominan

adalah mual dan muntah (64,2 %).

E. DEFINISI KASUS
Berdasarkan distribusi frekwensi menurut gejala seperti
terlihat pada Tabel 1 di dapatkan definisi kasus sebagai
berikut :
Warga yang mengkomsumsi olahan singkong di
kelurahan lembah damai rumbai pesisir adalah dengan
gejala mual, muntah, dan pusing dengan atau tanpa
gejala lain
F. WAKTU
Waktu terjadinya penyakit dapat dilihat pada tabel masa
inkubasi dan kurva epidemik.
Tabel 2 : Masa Inkubasi Kasus KLB Keracunan Pangan
di Kelurahan Lembah Damai Rumbai Pesisir
Pada Tanggal 09 Maret 2013

Masa Inkubasi (jam)


N

Nama

Penyakit

Keracunan
Singkong

Terpen

Terpanj

Perio

Selisi

de

dek

ang

KLB

Disingkir
kan
Sebagai
Etiologi
-

G. ORANG
Tabel 3 : Distribusi Kasus KLB Keracunan Pangan
di Kelurahan Lembah Damai Rumbai Pesisir Tanggal
10 Maret 2013
Menurut Golongan Umur
N

Gol.

Popula

Kasu

Mening

AR/10

CFR/1

Umur

si

gal

00

1
2
3
4
5
6

<1
14
59
10 14
15 44
45 +
Total

2
1
4

1
1
-

1
-

50
100
-

100
-

14

Rentan

Dari tabel diatas terlihat bahwa kasus terbanyak terjadi


pada golongan umur .

Tabel 4 : Jumlah Kasus KLB Keracunan Pangan di


Pangeran Beach Hotel
Kelurahan Flamboyan Baru Kecamatan Padang Barat
Menurut Jender

N
o

Jenis
Kelamin

Popul
asi
renta
n

1.

Laki-laki

Kasu
s

Mening
gal

AR/1
00

CFR/1
00

42,8
%

50

33.3

2.

Perempu
an

57,2
%

Total

14

100
%

50

50

14,2

Dari tabel diatas terlihat bahwa perempuan merupakan


kasus terbanyak 4.

H. TEMPAT
Lokasi kejadian di wilayah kerja puskesmas rumbai
kelurahan Lembah Damai RT 04 RW 07 kecamatan Rumbai
Pesisir.

I. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pada hasil pemeriksaan laboratorium saat penyelidikan
KLB telah di ambil sampel pada tanggal 10 Maret 2013 dan
dibawa ke laboratorium untuk di analisis, dan hasil belum di
dapatkan. Untuk membantu menegakkan penyebab
keracunan pangan ini dilakukan pengambilan sampel berupa
singkong dan minyak goreng.

J. TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN


1. Pengambilan Sampel Makanan sisa dan mengirimkan ke
Laboratorium Daerah.
2. Mengidentifikasi dan mencatat (mendata) siapa saja yang
makan makanan tersebut baik sakit maupun tidak sakit.

3. Membuat pemetaan wilayah tempat lokasi kejadian


Keracunan Makanan
4. Memberikan penyuluhan tentang prilaku HIdup Bersih
Sehat dan sanitasi lingkungan di lokasi kejadian dengan
melibatkan lintas program.

K. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil investigasi dapat disimpulkan:
1. Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan
di kelurahan Lembah Damai RT 04 RW 07 Rumbai Pesisir
pada tanggal 09 - 10 Maret 2013
2. Kasus lebih banyak menyerang pada wanita
(57,2%) dibanding laki-laki
3. Attack Rate Keracunan makanan sebesar 50 % dengan
Case Fatality Rate 14,2%.
4. Dari gejala, masa inkubasi terpendek 3 jam dan masa
inkubasi terpanjang 5 jam, dengan gejala yang timbul
mual, muntah, pusing, kejang perut.

L. SARAN
1. Merekomendasikan kepada RT/RW melalui Lurah untuk
tidak mengkonsumsi singkong yang berasal dari kebun
tersebut
2. Semua minyak atau bekas gorengan dan sambal untuk
tidak digunakan.

Anda mungkin juga menyukai